METODOLOGI PENELITIAN
1.4. Alat Pengumpul Data
1.4.1. Panelis Agak Terlatih
Panelis agak terlatih digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data pada kualitas yang dilakukan melalui uji inderawi dengan indikator rasa, warna, aroma dan tekstur. Panelis agak terlatih merupakan suatu kelompok dimana anggotanya merupakan hasil seleksi, kemudian menjalani latihan secara kontinyu dan lolos pada evaluasi kemampuan (Kartika, 1988)
Panelis agak terlatih yang digunakan untuk uji inderawi jumlahnya berkisar antara 15 - 25 orang yang dipilih setelah calon panelis mengikuti seleksi panelis dengan berdasarkan ketentuan-ketentuan / persyaratan yang harus dipenuhi. Adapun syarat yang harus dipenuhi oleh panelis agak terlatih adalah sebagai berikut :
(1.) Mengetahui sifat sensorik makanan yang dinilai (2.) Mengetahui cara penilaian inderawi
(3.) Mempunyai tingkatan kepekaan yang tinggi (4.) Telah dilatih sebelum pengujian
(5.) Instrumen harus valid dan reliabel
(Soekarto, 1985:49) Dibawah ini akan dijelaskan kisi – kisi pedoman wawancara (menjaring panelis). Berikut adalah kisi – kisi instrumen untuk pedoman wawancara:
Tabel 7. Kisi-kisi Pedoman Wawancara (Menjaring Panelis)
Variabel Indikator Deskriptor Butir No. Soal
Panelis Kesediaan panelis Kesehatan Penglihatan Pengecap Pembau Merokok Pengetahua n Egg roll Calon panelis bersedia atau tidak mengikuti suatu penelitian Calon panelis bersedia meluangkan waktu Kesehatan panelis Kesehatan pada mata Kesehatan pada mulut Kesehatan pada hidung Seorang perokok atau tidak Pengetahuan egg roll Pengetahuan
warna pada egg
roll
Pengetahuan
rasa egg roll
Pengetahuan
aroma egg roll
Pengetahuan
tesktur egg roll
Konsumsi egg
roll selain dari tepung terigu 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 4,5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Salah satu syarat untuk mendapatkan panelis agak terlatih adalah mempunyai kepekaan dan konsistensi yang tinggi dengan kata lain valid dan reliabel. Untuk memenuhi validitas dan reliabilitas instrumen, maka dilakukan seleksi panelis dengan 4 tahap seleksi panelis sebagai berikut :
1. Wawancara
Wawancara dilakukan dengan pengisian kuesioner. Dalam penelitian ini calon panelis yang ikut wawancara sebanyak 30 orang Peneliti membicarakan gambaran umum tentang pengujian yang akan dilaksanakan termasuk kecocokan waktu pengujian. Calon panelis diminta mengisi kuesioner yang mencakup beberapa hal yaitu pengalaman, umur, jenis kelamin, kondisi kesehatan, jenis makanan yang disenangi dan tidak disenangi dan kegemaran merokok.
Dari hasil wawancara akan diperoleh validitas internal yaitu kevalidan instrumen yang dilihat dari kondisi internal calon panelis yang berupa faktor–faktor dari dalam diri calon panelis, sehingga akan didapat kualifikasi calon panelis yang siap untuk melakukan tahap seleksi berikutnya. Calon panelis yang tidak bersedia dan atau bersedia tetapi kondisi internalnya tidak memenuhi syarat sebagai panelis, tidak dapat digunakan sebagai calon panelis.
2. Penyaringan
Calon panelis yang diterima melalui seleksi wawancara dilanjutkan ke tahap penyaringan. Calon panelis yang lolos tahap wawancara sebanyak 24 orang. Pada tahap penyaringan ini calon panelis diberikan kesempatan untuk memberikan penilaian terhadap 3 sampel egg roll dengan kriteria yang berbeda dari
masing-masing sampel, yang dilakukan 6 kali pada waktu yang berbeda. Data hasil penilaian dihitung menggunakan range
method. Dalam range method, setiap calon panelis diuji
kemampuannya dalam memberikan penilaian pada satu seri sampel yang bervariasi. Kemampuan memberikan penilaian secara tepat akan terlihat dari pengujian ini sehingga dapat diketahui calon–calon mana yang berpotensi, tidak berpotensi dan calon- calon yang perlu menjalani latihan secara kontinyu.
Hasil penilaian dianalisis dengan menggunakan “Range Method”.
Jika ,maka validitas calon panelis memenuhi
persyaratan untuk ditingkatkan dengan latihan
Jika ,maka validitas calon panelis tidak
memenuhi persyaratan untuk ditingkatkan dengan latihan. 3. Latihan (training)
Dari tahap penyaringan, maka dapat ditentukan calon-calon yang lolos tahap tersebut dan dapat segera mengikuti tahap selanjutnya berupa tahap latihan (training). Calon panelis yang ikut dalam tahap latihan sebanyak 22 orang. Tujuan dilakukan latihan adalah :
a) Menyesuaikan/membiasakan masing–masing individu pada tata cara pengujian
b) Meningkatkan kemampuan masing–masing individu untuk mengenal dan mengidentifikasi sifat – sifat inderawi yang diuji.
c) Meningkatkan sensitivitas dan daya ingat masing–masing individu sehingga hasil pengujian lebih tepat dan konsisten. d) Melatih agar ada pengertian yang sama tentang sifat–sifat
yang akan dinilai, kriteria dan metode pengujian yang digunakan, serta memperkecil perbedaan masing–masing penguji dalam memberikan penilaian.
Dalam latihan ini dilakukan 6 kali pengujian, setelah tahap latihan dilakukan, maka akan diperoleh validitas isi dan reliabilitas instrumen.
a. Validitas Isi
Validitas isi merupakan validitas yang didasarkan pada materi/isi penilaian, yaitu kemampuan panelis dalam menilai rasa, aroma, warna, dan tekstur egg roll hasil eksperimen, dari hasil penilaian calon panelis dianalisis dengan menggunakan range methode, dengan ketentuan sebagai berikut:
Jika ≥1 maka calon panelis diterima
Jika <1maka calon panelis ditolak
Dari hasil perhitungan range methode, jika diperoleh
rasio ≥ 1 maka calon panelis tersebut telah memenuhi syarat
sebagai panelis agak terlatih. Jika rasio < 1, maka calon panelis tidak memenuhi syarat sebagai panelis agak terlatih. b. Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas instrumen menunjukkan suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut dapat mengukur dan hasilnya ajeg (Arikunto, 1996). Untuk menentukan panelis yang memenuhi syarat sebagai instrumen yang valid dan reliabel maka diadakan evaluasi kemampuan dengan tujuan untuk menentukan panelis yang dapat digunakan untuk pengujian produk egg roll tepung suweg. Data yang diperoleh dari hasil tersebut dianalisis dengan range methode. Syarat internal panelis yang reliabel adalah ratio dari calon panelis memiliki nilai lebih besar dari 1 dan untuk mengetahui stabilitas calon panelis, dapat dilihat nilai deviasi dari masing – masing calon panelis.Semakin kecil nilai deviasinya, berarti penilaian yang diberikan semakin stabil. (Kartika, 1988).
4. Evaluasi Kemampuan
Calon panelis yang memenuhi syarat sebagai panelis yang valid dan reliabel berhak untuk menjadi panelis dalam pengujian
yang sesungguhnya. Calon panelis yang ikut dalam tahap evaluasi sebanyak 17 orang. Sedangkan calon panelis yang tidak memenuhi syarat sebagai panelis dapat mengikuti latihan lanjutan atau alternatif lain dengan mencari calon-calon baru untuk dipakai sebagai calon panelis dengan proses mulai dari tahap wawancara sampai pada tahap evaluasi kemampuan (Kartika, 1998:26). Berikut ini akan dijelaskan kisi – kisi pedoman uji inderawi :
Tabel 8. Kisi – kisi Pedoman Uji Inderawi
Variabel Indikator Deskriptor Butir No. Soal
Kualitas egg roll tepung suweg dengan penambahan daun katuk Warna Aroma Tekstur Rasa Warna pada kualitas egg roll
yaitu berwarna hijau nyata
Aroma pada kualitas egg roll
yaitu tidak beraroma langu Tekstur pada kualitas egg roll
yaitu rapuh
Rasa pada kualitas egg roll
yaitu berasa manis gurih 1 1 1 1 1 2 3 4