METODE PENELITIAN
3.2 Pendekatan Penelitian
3.3.1 Metode Penilaian Subyektif
3.3.1.2 Panelis Agak Terlatih
2 1
3.3.1.2 Panelis Agak Terlatih
Panelis agak terlatih merupakan kelompok dimana anggotanya merupakan hasil seleksi kemudian menjalani latihan secara kontinyu dan lolos evaluasi kemampuan (Kartika Bambang, 1988:17). Jumlah panelis agak terlatih adalah 15-25 orang yang dipilih setelah calon panelis mengikuti seleksi panelis.Untuk menilai karakterisitik mutu pangan, panelis harus memenuhi syarat atau ketentuan yang ditetapkan sebagai dasar penilaian. Adapun syarat yang harus dipenuhi oleh panelis agak terlatih adalah sebagai berikut :
1) Mengetahui sifat sensorik makanan yang dinilai 2) Mengetahui cara penilaian inderawi
3) Mempunyai tingkat kepekaan yang tinggi 4) Telah dilatih sebelum pengujian
5) Instrumen harus valid dan reliabel (Soewarno T Soekarto, 1985:49)
Calon panelis agak terlatih harus mengikuti validasi dan reliabilitasi instrumen. Validasi instrumen adalah upaya untuk mendapatkan instrumen yang
valid. Sedangkan validitas instrumen adalah ukuran yang menunjukkan kesahihan suatu instrumen. Instrumen yang valid adalah instrumen yang dapat mengukur apa yang sedang diukur (Suharsimi Arikunto,1996:158). Reliabilitasi instrumen adalah upaya untuk mendapatkan instrumen yang reliabel. Reliabel menunjukkan pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrumen tersebut sudah memiliki keajegan (Arikunto Suharsimi,1996:168).
Untuk memenuhi validitas dan reliabilitas instrumen, maka dilakukan seleksi panelis dengan 4 tahap seleksi panelis sebagai berikut.
1) Wawancara
Wawancara dilakukan dengan pengisian kuesioner. Peneliti membicarakan gambaran umum tentang pengujian yang akan dilaksanakan. Calon panelis diminta mengisi kuesioner yang mencakup beberapa hal yaitu identitas diri, umur, jenis kelamin, kesediaan dari calon panelis, kesediaannya untuk meluangkan waktu melakukan penilaian, kondisi kesehatan, kegemaran merokok, jenis makanan yang disenangi dan tidak disenangi, pengalaman calon panelis dan pengetahuan calon panelis tentang produk makanan yang akan dinilai.
Dari hasil wawancara akan diperoleh validitas internal yaitu kevalidan instrumen yang dilihat dari kondisi internal calon panelis yang berupa faktor– faktor dari dalam diri calon panelis, sehingga akan didapat kualifikasi calon panelis yang siap untuk melakukan tahap seleksi berikutnya. Calon panelis yang tidak bersedia atau bersedia tetapi kondisi internalnya tidak memenuhi syarat sebagai panelis, tidak dapat digunakan sebagai calon panelis
2) Penyaringan
Calon panelis yang diterima melalui seleksi wawancara dilanjutkan ke tahap penyaringan.Pada tahap penyaringan ini calon panelis diberikan kesempatan untuk memberikan penilaian terhadap 3 sampel kerupuk dengan kriteria yang berbeda dari masing-masing sampel, yang dilakukan 6 kali pada waktu yang berbeda. Data hasil penilaian dihitung menggunakan range method. Dalam range method, setiap calon panelis diuji kemampuannya dalam memberikan penilaian pada satu seri sampel yang bervariasi. Kemampuan memberikan penilaian secara tepat akan terlihat dari pengujian ini sehingga dapat diketahui calon–calon mana yang berpotensi, tidak berpotensi dan calon- calon yang perlu menjalani latihan secara kontinyu.
Hasil penilaian dianalisis dengan menggunakan “Range Method”.
range Jumlah
jumlah Range
Jika 1, maka calon panelis memenuhi persyaratan/
diterima untuk mengikuti tahap latihan.
e JumlahRang
jumlah Range
Jika 1, maka calon panelis tidak memenuhi persyaratan/
tidak diterima untuk mengikuti tahap latihan. 3) Latihan (training)
Dari tahap penyaringan, maka dapat ditentukan calon-calon yang lolos tahap tersebut dan dapat segera mengikuti tahap selanjutnya berupa tahap latihan (training). Tujuan dilakukan latihan adalah :
(1) Menyesuaikan/membiasakan masing–masing individu pada tata cara pengujian.
(2) Meningkatkan kemampuan masing–masing individu untuk mengenal dan mengidentifikasi sifat – sifat inderawi yang diuji.
(3) Meningkatkan sensitivitas dan daya ingat masing–masing individu sehingga hasil pengujian lebih tepat dan konsisten.
(4) Melatih agar ada pengertian yang sama tentang sifat–sifat yang akan dinilai, kriteria dan metode pengujian yang digunakan, serta memperkecil perbedaan masing–masing penguji dalam memberikan penilaian.
Dalam latihan ini dilakukan 6 kali pengujian, setelah tahap latihan dilakukan, maka akan diperoleh validitas isi dan reliabilitas instrumen.
a) Validitas isi
Validitas isi merupakan validitas yang didasarkan pada materi atau isi penilaian, yaitu kemampuan panelis dalam menilai aroma, warna, rasa dan tekstur kerupuk ikan banyar. Untuk menguji validitas isi, penulis memberikan enam kali latihan dengan menggunakan 3 sampel kerupuk ikan. Dari hasil penilaian calon panelis dianalisis dengan menggunakan range methode, dengan ketentuan sebagai berikut:
Jika ≥1 maka calon panelis diterima
Jika <1 maka calon panelis ditolak (Kartika
Bambang,1998).
Dari hasil perhitungan range methode, jika diperoleh rasio ≥ 1 maka calon panelis tersebut telah memenuhi syarat sebagai panelis agak terlatih. Jika rasio < 1, maka calon panelis tidak memenuhi syarat sebagai panelis agak terlatih.
b) Reliabilitas instrumen
Reliabilitas merupakan upaya untuk mendapatkan instrumen. Reliabilitas menunjukan bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto Suharsimi, 2006:178). Kata cukup dipercaya mengandung arti panelis dapat menilai secara ajeg, hasil penilaiannya tetap atau mendekati sama walaupun telah menilai berulang kali dalam waktu yang berbeda. Keajegan panelis dalam menilai adalah hal yang paling terpenting, berarti panelis tersebut dapat diandalkan.
Untuk mengetahui reliabilitas instrumen dilakukan latihan terhadap panelis terhadap produk hasil eksperimen minimal enam kali penilaian dalam waktu yang berbeda. Dari latihan tersebut diketahui apakah panelis memenuhi syarat berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan.
Untuk mengetahui panelis yang memenuhi syarat sebagai penguji yaitu instrumen yang valid dan reliabel maka diadakan evaluasi kemampuan setelah latihan enam kali berakhir. Evaluasi kemampuan ini bertujuan untuk menentukan panelis yang dapat digunakan pengujian yang sesungguhnya. Kemudian hasil penilaian dianalisis dengan menggunakan range method dan syarat panelis yang reliabel adalah total skor dalam range minimal 60% dari jumlah skor yang ada, hal ini berarti panelis tersebut dapat diandalkan. Panelis yang ditolak yaitu apabila total skor dalam range kurang dari 60%, yang berarti panelis tidak dapat diandalkan (Kartika Bambang, 1988:22).
Calon panelis yang memenuhi syarat sebagai panelis yang reliabel berhak untuk menjadi panelis dalam pengujian yang sesungguhnya. Apabila calon panelis yang lolos kurang < 15 orang dan tidak memenuhi syarat sebagai panelis yang valid dan reliabel dapat dipersiapkan untuk latihan lanjutan atau alternatif lain dengan mencari calon-calon baru untuk dipakai sebagai calon panelis dengan proses mulai dari tahap wawancara sampai pada tahap evaluasi kemampuan (Kartika Bambang, 1998).
Panelis agak terlatih melakukan penilaian inderawi terhadap keempat sampek kerupuk ikan pada aspek warna, aroma, rasa, tekstur. Untuk mengetahui nilai rerata skor dengan rumus sebagai berikut.
Rumus = skor tertinggi – skor terendah Jumlah kriteria penilaian
= 5-1 = 0,8
5
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut maka dapat dibuat interval dan kriteria disajikan pada Tabel 3.3 sebagai berikut :
Tabel 3.3 hasil perhitungan interval persentase dan kriteria dari uji nderawi
Persentase Kriteria 4,21 – 5,00 3,41 – 4,20 2,61 – 3,40 1,81 – 2,60 1,00 – 1,80 Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal