• Tidak ada hasil yang ditemukan

PANTAI MARINA 1. Deskripsi

Dalam dokumen LAPORAN PKL Praktek Kuliah Lapangan I GE (Halaman 27-33)

TPA Jatibarang

3. PANTAI MARINA 1. Deskripsi

Pantai tentu akan berbeda dengan pesisir, namun orang awam sering menyalah artikan pantai dengan pesisir. Pesisir merupakan daerah yang masih terkena efek dari kegiatan air laut mulai dari bibir pantai sampai batas daerah yang terkena efek kegiatan air laut tersebut (Sriyono, PKL 1 Geografi 2016). Sedangkan pantai adalah bagian dari muka bumi dari muka air laut rata-rata terendah sampai permukaan air laut rata-rata tertinggi (Sandy,1996). Di Kota Semarang terdapat tempat wisata berupa pantai yang terkenal yakni Pantai Marina.

Pantai Marina merupakan salah satu pantai yang ada di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Secara letak administrasi, pantai ini terletak di Kelurahan Tawangsari Semarang Barat, tepatnya di Jalan Yos Sudarso sekitar komplek PRPP (Pekan Raya Promosi dan Pembangunan). Dan secara astronomis, pantai ini terletak pada 6,95°LS dan 110,38°BT dengan koordinat UTM 49M 431512 MT 9231734 MU. Pantai ini merupakan pantai yang digunakan sebagai objek wisata dan objek wisata pantai ini merupakan salah satu pantai wisata primadona bagi masyarakat Semarang khususnya. Pantai Marina biasanya selain untuk berekreasi oleh masyarakat sekitar, juga digunakan untuk memancing ikan.

Pantai Marina ini dulunya adalah sebuah pantai berpasir yang indah, Yang dimana Pantai Marina ini semulanya adalah tempat tambak ikan dan pohon bakau atau mangrove. Namun seiring berjalannya waktu kawasan ini direklamasi oleh pemerintah. Pantai ini direklamasi untuk kepentingan perumahan dan gedung-gedung pendukung kegiatan yang ada di Kota Semarang. Reklamasi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap Pantai Marina Semarang telah diatur dalam SK Wali Kota Semarang No. 590/04310 tanggal 31 Agustus 2004 dan mengacu pada Perda Kota Semarang No. 5 Tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2000-2010 dan Perda Kota Semarang No. 8 Tahun 2004 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK). Namun walaupun demikian Pantai Marina tetap menjadi andalan untuk berwisata bagi warga Kota Semarang.

-Bentuk Lahan dan Penggunaan Lahan Nama

Objek

Lokasi/Letak

Bentuk Lahan Penggunaan Lahan Administrasi Astronomis Pantai Marina Kelurahan Tawangsari, Semarang Barat, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah 6,95°LS dan 110,38°BT UTM : 49M 431512 MT 9231734 MU *Marine *Antropogebik (Reklamasi) *Perumahan/ Pemukiman *Gedung sarana penunjang kegiatan program Pemkot Semarang dan Pemda Jateng *Wisma Atlet -Topografi dan Penggunaan Tanah

Nama

Objek Topografi Ketinggian

Suhu Tanah Daya Dukung Tanah Drainase Gerak Massa Ph Kelembapan Pantai Marina Datar-Landai 0 Mdpl 340C atau 930F 40Kg/m2 Buruk Cukup Stabil 5,1 4,5% Soil Teskid

Bahan Hasil Keterangan

Alva Alva Biviridil Lambat Drainase Buruk

Bahan Hasil Keterangan

HCl Tidak Berbuih Tidak ada zat kapur

H202 Terang Organik Sedikit

3. Keadaan Fisik Pantai Marina

Pantai Marina yang ada di Kota Semarang merupakan pantai wisata yang cukup diminati oleh wisatawan yang ada di Semarang. Pantai Marina sendiri

mempunyai keadaan fisik yang berbeda dengan pantai-pantai lain yang ada di Jawa Tengah. Keadaan fisik yang ada pada penjelasan berikut ini merupakan jabaran dari tabel hasil penelitian yang sudah ditulis dan disusun berdasarkan hasil kegiatan PKL 1 pada tanggal 5 November 2016. Keadaan fisik yang terdapat ada Pantai Marina adalah sebagai berikut :

a. Bentuk Lahan

Bentuk lahan pantai biasanya dikenal dengan daerah dengan pasir yang terhampar luas dan memanjang. Namun beda hal nya dengan Pantai Marina yang dimana pantai ini tidak ada pasirnya. Hal ini dikarenakan pantai tersebut direklamasi oleh pemerintah. Asal mula lahan pada pantai ini pada awalnya adalah bentuk lahan asal marine. Jelas sudah pantai ini dulunya mempunyai hamparan pasir. Namun seiring berjalan nya waktu daerah tersebut direklamasi oleh pemerintah, hal ini dikarenakan untuk kepentingan perumahan serta pembangunan sarana dan prasarana pendukung Kota Semarang. Contohnya adalah pada kompleks tersebut terdapat gedung gedung seperti PRPP, Marina Convention Centre, Wisma Atlet Wushu, Perumahan, dan lain sebagainya. Jadi, setelah direklamasi maka bentuk lahan akan berubah yang awalnya berupa bentuk lahan marine menjadi bentuk lahan antropogenik. Bentuk lahan antropogenik adalah bentuk lahan yang tercipta akibat proses kegiatan manusia (Versstappen, 1983). Bentuk lahan antropogenik ini salah satunya adalah reklamasi. b. Penggunaan Lahan

Di Pantai Marina Semarang penggunaan lahan sekarang adalah untuk bidang pariwisata dan pemukiman, Wisma Atlet Wushu serta gedung-gedung sarana kegiatan yang ada di Semarang. Hal ini terjadi dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan pemerintah dan kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat Kota Semarang khususnya yang

bahwa Semarang salah satu kota yang padat di Indonesia, maka dari itu kebutuhan akan lahan semakin meningkat seiring berkembangnya waktu.

c. Topografi dan Keadaan Tanah

Pantai Marina berada pada ketinggian 0 mdpl dan mempunyai topografi yang datar lantai. Hal ini dikarenakan Pantai Marina merupakan wilayah muara dari sungai-sungai yang melalui Kota Semarang yang bermuara di Laut Jawa.

Berdasarkan kegiatan PKL 1 bagian keadaan tanah di Pantai Marina, dapat disimpulkan yakni tanah yang berada di pantai tersebut mempunyai suhu sebesar 34oC atau 930F. Daya dukung tanah yang ada pada daerah tersebut adalah sebesar 40 Kg/m2 dengan demikian gerak massa pada daerah tersebut adalah cukup stabil. Untuk penelitian dengan menggunakan soil teskid, keadaan tanah pada daerah tersebut adalah drainase nya buruk, hal ini dibuktikan dengan lambatnya cairan Alva-Alva Biviridil meresap ke tanah. Selanjutnya pada daerah tersebut tidak terdapat kapur, hal ini dibuktikan dengan tidak berbuihnya tanah ketika ditetesi cairan HCl. Dan yang terakhir pada daerah tersebut juga mempunyai kadar organik yang sedikit, hal ini ditandai dengan ketika ditetesi oleh H2O2 tanah tersebut terang. Dan juga tanah di daerah ini mempunyai Ph 5,1 dan kelembapan 4,5%. Serta pada daerah ini karena daerah pantai yang dekat dengan laut maka kedalaman air sumur atau air tanah adalah dangkal.

Dapat disimpulkan bahwa daerah tersebut memang tidak cocok ditanam untuk tanaman pangan karena daerah tersebut tidak terlalu subur. Daerah tersebut hanya dijumpai tanaman liar berupa semak dan pohon-pohon liar serta beberapa pohon yang sengaja ditanam seperti cemara laut.

Dalam dokumen LAPORAN PKL Praktek Kuliah Lapangan I GE (Halaman 27-33)

Dokumen terkait