HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Paparan Data Lapangan
1. Penyebab Perilaku Seks Pra Nikah Remaja
No Penyebab Parisipan Jumlah
1. Sikap 2,5, 2 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Hormonal,nafsu Dipaksa Aktifitas Sosial Gaya Hidup
Pemahaman Agama (kurang) Keluarga (tidak peduli/sibuk) Media (video, internet) Nilai dan norma
1,2,5,4,6,7 3 5 1,7 1,4,5,6,7 1,2,4,5,6,7 2,5,6 5,6 5 1 1 2 5 6 3 2 a. Penyebab Internal - Sikap
Remaja merupakan masa transisi termasuk di dalamnya seksualitasnya. Remaja cenderung ingin tahu lebih banyak terkait dengan seksualitas. Dalam hal ini 1 orang partisipan mengatakan penasaran untuk melakukan hubungan seksual
R: Dulu awalnya melakukan seks bebas karena apa? Imajinasi, mutlak tergoda, nafsu atau karena apa? P: Penasaran trus tergoda (CL 2, hal.82)
Sebanyak 3 partisipan mengatakan tergoda pasangannya dalam melakukan hubungan seks pranikah untuk pertama kalinya.
SMA) DI KABUPATEN KEBUMEN
TESIS
Diajukan Guna Mendapat Gelar Magister Pada Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan
OLEH:
LUTFIA ULI NA’MAH NIM. S541302127
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2014
Kalo sama yang sekarang karena suka sih.. Jadi sama-sama suka. Kalo sama-sama yang dulu kan dipaksa.. Trus kan mandang diri sendiri juga udah kayak gini.. Ya wis lah.. CL 5, hal.101)
Selain karena penasaran dan tergoda 3 partisipan mengatakan karena memang niat untuk melakukan hubungan seks dan karena nafsu.
P: Menyesal nangis.. tapi gimana ya bu? Wong udah cinta..
R: Terus aja berarti ya?
P: Iya.. wong memang udah niat.. (CL6, hal )
R: melakukan karena apa?
P: Ya itu pacar saya ngeyel.. (CL 4, hal 93)
R: kamu free sex karena apa? Cuma seneng-seneng doang apa gimana?
P: nafsu (CL7, hal 108)
- Aktifitas Sosial
Pada saat pertama melakukan hubungan seksual 1partisipan mengatakan karena memang aktivitas sosial sudah biasa melakukan.
“kalo sama pacar yang dulu karena diancam. Udah gak mau tapi ngancem nanti putus. Kalo sama yang sekarang karena suka sama suka” (CL5, hal . 101)
- Gaya Hidup
Gaya hidup mempengaruhi remaja dalam berperilaku seksual. Satu orang partisipan menganggap melakukan hubungan
SMA) DI KABUPATEN KEBUMEN
TESIS
Diajukan Guna Mendapat Gelar Magister Pada Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan
OLEH:
LUTFIA ULI NA’MAH NIM. S541302127
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2014
seksual adalah wajar/ umum sebagai gaya hidup zaman sekarang.
“Wong jaman saiki mba.. Ya biasa lah kaya kue..” Orang jaman sekarang sudah terbiasa lah seperti itu... (Catatan lapangan 1, hal.77)
- Pemahaman Agama
Pemahaman agama yang kurang menjadi penyebab remaja melakukan seks pranikah. Mereka menganggap biasa dalam melakukan seks pranikah.
R: Kamu mbok sering sholat? Apa kamu gak itu? Maksudnya kan kadang ngerasa.. ih, aku kok dosa banget aku ngelakuin ini..
P1: Ya kadang kalo pas ada masalh.. Tapi ntar kalo dah ketemu sama temen-temenku... Udah lupa.. Lupa dosa (CL1, hal.77)
b. Penyebab Eksternal - Peran Keluarga
Dalam melakukan hubungan seksual 4 responden mengatakan bahwa orangtua tidak mempedulikan apa yang dilakukannya karena kesibukan orang tua.
R: Apa ibumu gak bakal sedih apa gimana?
P: Ibuku? Ibuku gak peduli sih.. Wong ibuku sibuk sama kerjaane.. (CL 1, hal.78)
Sebanyak satu orang partisipan mengatakan keluarganya berantakan karena perceraian orang tuanya.
R: Orang tua di mana?
P: Orang tua saya bercerai.. Bapak Di Lampung, Ibu saya di Singapur.. Saya tinggal sama mbah.. (CL 4, hal 94) SMA) DI KABUPATEN KEBUMEN
TESIS
Diajukan Guna Mendapat Gelar Magister Pada Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan
OLEH:
LUTFIA ULI NA’MAH NIM. S541302127
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2014
- Sumber Informasi (media)
Dalam melakukan hubungan seksual pertama kali 3 partisipan mengatakan mendapatkan pengalaman dari melihat video yang didapatkan dari teman-temannya maupun lihat di youtube.
Ya.. Liat video bu.. Kayak gitu kan sudah pada punya. Dari SMA juga sudah pada punya (CL6, hal 104) Ya kan itu bu.. liat film. Internet..(CL2, hal. 85) - Nilai dan norma
Saat awal melakukan hubungan seks pranikah satu orang partisipan mengatakan memang sengaja supaya hamil sehingga hubungan dengan pacarnya direstui.
Saya melakukan wong sudah niat.. Kalo hamil kan biar direstuin sama orang tua.. (CL5, hal 103)
Tiga orang partisipan menganggap nilai dalam hubungan seks pranikah adalah biasa dilakukan dengan pacarnya.
Kalo sama yang sekarang karena suka sih.. Jadi sama-sama suka. Kalo sama-sama yang dulu kan karena dipaksa.. Trus mandang diri sendiri juga kayak gini ya sudah... (CL 5, hal 101)
R: Lha kalo pacaran kamu ngapain aja?
P: Ya makan, jalan, ciuman, diemutin Mr. P nya... (CL 7 hal 108)
SMA) DI KABUPATEN KEBUMEN
TESIS
Diajukan Guna Mendapat Gelar Magister Pada Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan
OLEH:
LUTFIA ULI NA’MAH NIM. S541302127
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2014
2. Perilaku Seks Pranikah
Tabel 4.2 Perilaku Seks Pranikah
No Perilaku Partisipan Jumlah
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
Awal dari kenalan Sejak Kapan (SMP) Partner (hanya pacar) Kontrasepsi (kondom) Tempat (rumah) Hotel Berapa kali (>3x) 2,5 1,3,6,7 2,3,4,5,6 2,7 2,3,4,5,6 1,6,7 1,2,4,5,6,7 2 4 5 2 5 2 6
a. Awal Mula Pacaran
Awal mula pacaran, semua partisipan mengatakan melakukan hubungan dengan pacarnya seperti remaja umumnya, dari kenanalan dan pergi bersama
Awalnya.. Ya dia kan temennya tetanggaku bu.. Ya Main, trus tukeran no hape.. Ngajak main.. (CL , hal 103)
Saya dulu ya belum sama dia.. Pas ada acara di kampus lah.. karnaval atau apa itu... Ya biasa smsan ketemu, jadian (CL 2, hal. 84)
b. Perilaku Pacaran dan seks pranikah
Remaja dalam berperlaku seksual awalnya adalah dari pacaran. Perilaku pacaran remaja awalnya hanya dari sms, telpon, bbm (blackberry massanger) serta media sosil lain yang berlanjut pada ketemuan dan jalan bersama.
Waktu pacaran ya biasa.. Dia jemput aku, trus main bareng (CL 2, hal. 84)
SMA) DI KABUPATEN KEBUMEN
TESIS
Diajukan Guna Mendapat Gelar Magister Pada Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan
OLEH:
LUTFIA ULI NA’MAH NIM. S541302127
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2014
Satu orang partisipan mengatskan kadang memakai kondom yang bisa dibeli dengan bebas di swalayan atau apotek.
Kamu pernah pake kondom? Ya... Sering? Ga sering (CL. 7, hal. 108)
Dapat kondom di mana? Ya beli bu.. di apotek ( CL 2. Hal. 83)
Sedangkan 3 partisipan mengatakan tidak pernah menggunakan kondom sehingga berakibat pada kehamilannya.
Gak lah bu.. alami aja.. wong memang segaja (P6) Gak pernah bu..(CL 3 dan CL4)
Satu orang partisipan mengatakan selalu main rapih dan memakai kondom.
Makan.. jalan.. ciuman..nyedotin susu.. diemut penisnya. Kalo chek in y Cuma gesek2 kin Mr. P ke Ms. V, kelonan.. udah.. (CL7, hal 107)
c. Sejak kapan Melakukan
Dalam melakukan hubungan seks yang pertama kali, 2 orang partisipan melakukan seks pranikah sudah sejak SMP. Dan pengalaman ini yang menyebabkan dia melakukannya lagi.
Lha yaa lupa... Orang aku pertama kali pas ngelakuin pas SMP.. sama pacarku yang dulu (CL 1, hal 77)
Ya Cuma sekali itu tok bu.. Waktu mau praktek.. Sebelumnya SMP(Cl 3, hal 90)
Enggak. Sering melakukannya sesudah itu.. Lulus SMA.. Ya gitulah.. Tapi gak sering sih bu..(CL 4, hal 94)
Waktu ada kegiatan kampus.. waktu Ultah (CL 2 hal. 84) SMA) DI KABUPATEN KEBUMEN
TESIS
Diajukan Guna Mendapat Gelar Magister Pada Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan
OLEH:
LUTFIA ULI NA’MAH NIM. S541302127
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2014
d. Partner/ Pasangan
Pasangan melakukan hubungan seks pranikah ada 5 partisipan menjawab dengan pacarnya saat ini.
Cuma sama pacar bu (CL4)
Ya sama pacar saya dulu SMP (CL 1)
Sudah sama pacar dulu waktu SMA dan sekarang ya pacar yang sekarang (CL 5)
Satu orang partisipan menjawab dengan pacar, teman, maupun wanita panggilan.
e. Tempat Melakukan
Tempat melakukan hubungan seks adalah di rumahnya sendiri sebanyak 3 partisipan. Mereka beranggapan rumah mereka sendiri adalah tempat yang paling aman dan privacy.
Di rumah saya. Bapak ibu gak ada (CL 2 hal.83) Di rumah.. waktu orang tua gak ada (CL3) Di rumah (CL 6)
Satu orang partisipan mengatakan melakukan di rumah temannya karena sering ke tempat temannya.
Di rumah temen. Kan saat temennya gak ada (CL4) Hotel juga menjadi alternative yang paling aman dan privacy bagi partisipan dalam melakukan hubungan seksual.
Hotel. Tapi aku ngomonge nginep nang gone kancane aring ibune lho..
Hotel. Tapi saya kan bilangnya nginep di rumah teman sama ibu saya (CL1)
SMA) DI KABUPATEN KEBUMEN
TESIS
Diajukan Guna Mendapat Gelar Magister Pada Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan
OLEH:
LUTFIA ULI NA’MAH NIM. S541302127
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2014
Di hotel. Check in. Kalo di tempat apa aku pernah (Cl.7 hal 103)
Satu orang partisipan mengatakan pernah melakukan di tempat wisata dari video yang beredar.
f. Berapa Kali Melakukan
Frekuensi partisipan dalam melakukan hubungan seksual sudah tidak terhitung sebanyak 2 partisipan.
Lha yaa lupa... Sering.. (CL1 hal 76)
Dua partisipan mengatakan kadang-kadang melakukan hubungan seks.
Enggak. Sering melakukannya sesudah itu.. Lulus SMA.. Ya gitulah.. Tapi gak sering sih bu..(Cl 4)
Ya kalo pas ketemu bu.. (CL 2, hal.86)
Tiga partisipan mengatakan baru melakukan 2 sampai 6 kali dalam berhubungan seksual.
Sudah berapa kali ya? Enam mbok (mungkin). Yang kehitung. Hehehe (Cl6. Hal 120)
Sekali waktu masih SMA dan Cuma sekali itu tok waktu mau praktek.. (CL3)
3. Dampak Seks
Tabel 4.3 Dampak Seks Pranikah
No Dampak Partisipan Jumlah
1. Fisik (hamil) 2,3,4,5,6 5
2. 3. 4. 5.
Gangguan organ kespro Psikologis (menyesal, takut) Mencoba aborsi - 2,3,4,5,6 2 2,3,4 - 5 1 3 SMA) DI KABUPATEN KEBUMEN
TESIS
Diajukan Guna Mendapat Gelar Magister Pada Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan
OLEH:
LUTFIA ULI NA’MAH NIM. S541302127
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2014
6. Sosial (dikucilkan) Ekonomi
2,3,5,6 4
a. Fisik
Dampak fisik yang ditimbulkan dari hubungan seks pranikah yang diketahui 4 partisipan hanya sebatas hamil.
Ga tau kalo ke penyakit.. Taunya ya nanti hamil gitu bu..(CL 2)
Ya udah tau kalo nanti bakalan hamil..(CL5) Tau bu.. Hamil.. Tapi pacar saya ngeyel.. (CL 2) Satu orang partisipan mengatakan berusaha menggungurkan kandungan pasangannya setelah tau hamil.
R: Tindakan yang dilakukan?
P:Makan nanas trus sama yang tradisional jamu.. Minum kiranti.
Tapi gak berhasil.
Pernah sehari sampai 5 botol, lebih..(CL2)
Sedangkan 3 orang orang partisipan mengatakan menerima kehamilannya
Ya sudah terima. Dan ngomong ke orang tua kalo hamil (CL3)
b. Psikologis
Respon pertama saat melakukan hubungan seks pranikah, partisipan mengatakan cemas dan takut setelah melakukan hubungan seks. Ada 3 partisipan mengatakan takut, perasaan bersalah terhadap orang tua, dan dosa.
SMA) DI KABUPATEN KEBUMEN
TESIS
Diajukan Guna Mendapat Gelar Magister Pada Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan
OLEH:
LUTFIA ULI NA’MAH NIM. S541302127
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2014
Awalnya ya takut bu,.. udah ngecewain orang tua..(CL4) Kenapa dilakukan terus?
Dia minta sih bu,, jadi kalo ketemu seperti ketagihan..(CL5)
Ya menyesal, nangis terus.. Karena sudah mengecewakan orang tua (CL3)
Saya terpuruk (CL2)
Dari catatan lapangan, 3 partisipan terlihat dan terdengar menangis saat menceritakan penyesalannya (P3, P4, P6).
Selain rasa penyesalan perasaan bingung setelah mengetahui kehamilan pasangan mengakibatkan satu orang partisipan sempat berfikir pergi jauh dan juga berusaha menggungurkan bayi pasangannya.
R:Waktu tau hamil perasaane gimana?
P: Ya..,los gak genah..Saya mikirnya pergi jauh.. R: Trus Pacarnya gimana
P: Ya..mbingngungin... (CL2)
c. Sosial
Kehamilan di luar nikah menjadi bahan yang tabu bagi masyarakat kita. Dari sini diketahui 3 partisipan sangat terbebani karena merasa dikucilkan dan menjadi bahan pembicaraan tetangga dan teman-temannya.
Tetangga biasa sih bu.. Paling pas muyi Cuma bilang ya wis wong sudah kayak gini (CL6)
Tekanan bathin bu.. tetangga. Pengennya cepet2 pergi.. (CL2)
SMA) DI KABUPATEN KEBUMEN
TESIS
Diajukan Guna Mendapat Gelar Magister Pada Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan
OLEH:
LUTFIA ULI NA’MAH NIM. S541302127
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2014
Yang paling berat ketika,.. saya seperti dikucilkan.. terisak.. (CL. 4)
d. Ekonomi
Ekonomi yang belum siap karena remaja harus menikah dikarenakan kehamilannya menjadikan beban ekonomi tersendiri bagi pasangan remaja di sini. Empat orang partisipan mengatakan menyesal karena sekarang harus berusaha mencari uang sendiri untuk keluarga kecilnya..
Menyesal bu.. Harus kerja dulu sekarang.. Dia nuntut macem2. (CL2.)
Beda kalo dulu bisa minta orang tua. Kalo sekarang malu kalo minta.. Kalo dikirimi ya alhamdulillah.. (CL5) Ya... sekarang sudah sama suami..(CL3)
Untuk kebutuhan sehari-hari dari suami.. Tapi kuliah masih dikasih orang tua.. (CL6)
Satu orang partisipans mengatakan lebih enjoy dengan masalah ekonomi karena dia menjadi pemandu lagu atau mendapatkan uang dari pacarnya.
Begitu aja mba.. kaya aku loh.. Semalam aja aku bisa go bayar sekolah.. Kena go tuku klambi bagus.. Semalem bisa 500 ribu..(CL1)
C. Pembahasan 1. Remaja
Remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, berlangsung antara usia 12 sampai 21 tahun. Menurut Sri Rumini dan Siti Sundari (2004) masa remaja
SMA) DI KABUPATEN KEBUMEN
TESIS
Diajukan Guna Mendapat Gelar Magister Pada Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan
OLEH:
LUTFIA ULI NA’MAH NIM. S541302127
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2014
adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa.
Seorang remaja berada pada batas peralihan kehidupan anak dan dewasa. Tubuhnya kelihatan sudah "dewasa" akan tetapi bila diperlakukan seperti orang dewasa ia akan gagal menunjukan kedewasaannya. pengalaman mengenai alam dewasa masih belum banyak karena itu sering terlihat pada mereka adanya:
a. Kegelisahan
Keadaan yang tidak tenang menguasai diri si remaja. Mereka mempunyai banyak macam keinginan yang tidak selalu dapat dipenuhi, di satu pihak ingin mencari pengalaman, karena diperlukan untuk menambah pengetahuan dan keluwesan dalam tingkah laku. Akhirnya mereka hanya dikuasai oleh perasaan gelisah karena keinginan-keinginan yang tidak tersalurkan.
b. Pertentangan
Pertentangan-pertentangan yang terjadi di dalam diri mereka juga menimbulkan kebingungan baik bagi diri mereka sendiri maupun orang lain. Pada umumnya timbul perselisihan dan pertentangan pendapat antara si remaja dan orang tua. Pertentangan ini menyebabkan timbulnya keinginan yang hebat untuk melepaskan diri dari orang tua.
c. Berkeinginan besar mencoba segala hal yang belum diketahuinya. SMA) DI KABUPATEN KEBUMEN
TESIS
Diajukan Guna Mendapat Gelar Magister Pada Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan
OLEH:
LUTFIA ULI NA’MAH NIM. S541302127
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2014
Mereka ingin mengetahui macam-macam hal melalui usaha-usaha yang dilakukan dalam berbagai bidang.
d. Keinginan sering pula diarahkan pada diri sendiri maupun terhadap orang lain.
Keinginan mencoba ini tidak hanya dalam bidang penggunaan obat-obatan akan tetapi meliputi segala hal. Akhirnya penjelajahan ke tubuh bisa menyebabkan pengalaman dengan akibat yang tidak selalu menyenangkan, misalnya kehamilan, yang menghentikan karier, prestasi, dan sekolah.
e. Aktifitas berkelompok
Antara keinginan yang satu dengan keinginan yang lain sering timbul tantangan, hal ini jelas tidak dapat dibiarkan sehingga perlu usaha mencari jalan keluar dari keadaan seperti ini. Keinginan berkelompok ini tumbuh sedemikian besarnya dan dapat dikatakan merupakan ciri umum masa remaja
(Mayawati, 2011)
2. Penyebab Seks Pra Nikah Remaja a. Internal
1) Pengetahuan
Beberapa kajian menunjukkan bahwa remaja sangat membutuhkan informasi mengenai persoalan seksual dan reproduksi. Remaja seringkali memperoleh informasi yang tidak akurat mengenai seks dari teman-teman mereka, bukan
SMA) DI KABUPATEN KEBUMEN
TESIS
Diajukan Guna Mendapat Gelar Magister Pada Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan
OLEH:
LUTFIA ULI NA’MAH NIM. S541302127
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2014
dari petugas kesehatan, guru atau orang tua (Saifuddin dkk, 1999).
Sebagian kelompok remaja mengalami kebingungan untuk memahami tentang apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Antara lain, tentang boleh tidaknya berpacaran, melakukan onani, nonton bersama dan ciuman. Kebingungan ini akan menimbulkan suatu perilaku seksual yang kurang sehat di kalangan remaja. Perasaan bersalah atau berdosa tidak jarang dialami oleh remaja yang pernah melakukan onani dalam hidupnya. Hal ini diakibatkan adanya pemahaman ilmu pengetahuan yang dipertentangkan dengan ajaran agama, yang sebenarnya justru saling menyokong. (Pangkahila, 2004).
2) Sikap
Penyebab internal yang menyebabkan remaja melakukan perilaku seksual yang tidak sehat adalah: sikap permisif, kurangnya kontrol diri, tidak bisa mengambil keputusan mengenai kehidupan seksual yang sehat atau tidak bisa bersikap asertif terhadap ajakan teman atau pacar (Kartika dan Farida, 2008).
3) Pemahaman Agama
Pemahaman agama yang baik akan menumbuhkan perilaku yang baik. Remaja memerlukan kemampuan pemecahan
SMA) DI KABUPATEN KEBUMEN
TESIS
Diajukan Guna Mendapat Gelar Magister Pada Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan
OLEH:
LUTFIA ULI NA’MAH NIM. S541302127
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2014
masalah yang baik, sehingga remaja mampu menyelesaikan masalah mereka dengan efektif. (Aini, 2011)
4) Gaya Hidup
National Surveys of Family Growth melaporkan bahwa di Amerika Serikat pada tahun 1988, 80% laki-laki dan 70% perempuan melakukan hubungan seksual selama masa pubertas dan 20% dari mereka memiliki empat atau lebih pasangan. Setiap menit kelompok remaja melahirkan satu bayi dan 50% dari mereka melahirkan anaknya, dan sisanya tidak melanjutkan kehamilannya (Sugiharto, 2004).
5) Aktifitas Sosial
Perkembangan perilaku seksual dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain perkembangan psikis, fisik, proses belajar dan sosiokultural. (Pangkahila, 2004).
Dalam kondisi tertentu remaja cenderung memiliki dorongan seks yang kuat. Namun kompensasi dari dorongan rasa ini terhadap lawan jenis, remaja kurang memiliki kontrol diri yang baik dan terlebih disalurkan melalui kanalisasi yang tidak tepat. Perilaku semacam ini rawan terhadap timbulnya masalah-masalah baru bagi remaja. Banyak ditemukan remaja melakukakan penyaluran dorongan yang tidak sesuai dengan apa yang menjadi norma masyarakat setempat ataupun diwujudkan melalui ekspresi seksual yang kurang sehat. Dorongan ini rawan terhadap munculnya
SMA) DI KABUPATEN KEBUMEN
TESIS
Diajukan Guna Mendapat Gelar Magister Pada Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan
OLEH:
LUTFIA ULI NA’MAH NIM. S541302127
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2014
pelecehan seksual. Perilaku seks yang kurang sehat itu jarang disadari remaja dan selanjutnya menimbulkan kerugian terhadap remaja itu sendiri. (Pangkahila, 2004).
b. Eksternal
1) Peran Keluarga
Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat menggantikan generasi-generasi terdahulu dengan kualitas kinerja dan mental yang lebih baik, mempengaruhi dan menentukan ciri individual dalam bertingkah laku terhadap masyarakat sekitar. Di dalam keadaan yang normal, maka lingkungan pertama yang berhubungan dengan anak adalah orang tuanya, saudaranya, serta mungkin kerabat dekatnya yang tinggal satu rumah. Melalui lingkungan seperti itulah si anak mengenal dunia sekitarnya dan pola pergaulan hidup yang berlaku sehari-hari. Melalui lingkungan itulah anak mengalami proses sosialisasi awal. Orang tua, saudara, maupun kerabat terdekat lazimnya mencurahkan perhatiannya untuk mendidik anak, supanya anak memperoleh dasar-dasar pola pergaulan hidup yang benar dan baik,
melalui penanaman serta penyaringan (seperti halnya mengajarkan anak
SMA) DI KABUPATEN KEBUMEN
TESIS
Diajukan Guna Mendapat Gelar Magister Pada Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan
OLEH:
LUTFIA ULI NA’MAH NIM. S541302127
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2014
mendisiplinkan perilaku dari usia dini dan mengajarkan anak untuk memilah mana perilaku yang baik untuk di tiru dan mana perilaku yang tidak patut di contoh) (Anggraini, dkk, 2013).
2) Sumber Informasi
Berdasarkan riset Norton Online Family pada tahun 2010 diketahui 96 persen anak-anak berusia 10-17 tahun di Indonesia pernah membuka konten negatif dan selama 64 jam setiap bulan waktu dihabiskan untuk online dan ternyata 36 persen orang tua tidak mengetahui konten apa saja yang diakses oleh anak karena minimnya pengawasan (Tempo Interaktif, 2010). Lembaga swadaya masyarakat Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia menyebutkan bahwa penetrasi konten pornografi terhadap anak di Indonesia termasuk terentan kedua setelah Rusia.
3) Sosial Budaya Nilai dan Norma 3. Perilaku Seksual Remaja
Perilaku seksual sendiri dipahami sebagai bentuk perilaku yang muncul karena adanya dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan organ seksual melalui berbagai perilaku. Namun pemahaman pengertian mengenai perilaku seksual yang selama ini yang berkembang di masyarakat hanya berkutat seputar penetrasi dan ejakulasi (Wahyudi, 2000). Aspek seksual pada remaja mempunyai
SMA) DI KABUPATEN KEBUMEN
TESIS
Diajukan Guna Mendapat Gelar Magister Pada Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan
OLEH:
LUTFIA ULI NA’MAH NIM. S541302127
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2014
kekhususan antara lain pengalaman berfantasi dan mimpi basah. Remaja laki-laki sekitar 93% dan 89% remaja perempuan melakukan fantasi pada saat masturbasi. Fantasi ini tidak hanya dialami oleh para remaja, tetapi ternyata masih sering dialami sampai dewasa. Perkembangan perilaku seksual dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain perkembangan psikis, fisik, proses belajar dan sosiokultural. (Pangkahila, 2004).
Dalam kondisi tertentu remaja cenderung memiliki dorongan seks yang kuat. Namun kompensasi dari dorongan rasa ini terhadap lawan jenis, remaja kurang memiliki kontrol diri yang baik dan terlebih disalurkan melalui kanalisasi yang tidak tepat. Perilaku semacam ini rawan terhadap timbulnya masalah-masalah baru bagi remaja. Banyak ditemukan remaja melakukakan penyaluran dorongan yang tidak