BAB IV HASIL PENGEMBANGAN
4.3 Paparan Hasil Penilaian Produk
Hasil penilaian produk pengembangan terdiri dari dua penilaian yang meliputi penilaian dari dosen ahli perancang silabus pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, dan guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia SMA Seminari Lalian NTT. Hasil penilaian ini digunakan sebagai bahan masukan untuk revisi pengembangan modul pembelajaran aspek menulis dengan pendekatan kontekstual.
Penilaian dari guru mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA Seminari Lalian NTT, Bapak Fransiskus Asisi Manehat, S. Pd. dilakukan pada tanggal 15 Oktober 2010. Sedangkan penilaian dari dosen ahli perancang silabus dilakukan pada tanggal 19 Oktober 2010 yaitu oleh Dr. B.Widharyanto, M. Pd. dan Dr. Yuliana Setyaninggsih, M. Pd.
Dari hasil penilaian ahli perancang silabus dan guru bahasa Indonesia di SMA Seminari Lalian NTT, diperoleh masukan dan saran melalui lembar penilaian dan konsultasi secara langsung dengan para penilai produk pengembangan. Adapun berbagai komponen yang dinilai yang berkaitan dengan relevansi pembuatan modul pembelajaran menulis kelas X SMA Seminari Lalian NTT dengan rincian sebagai berikut. Pertama, program silabus meliputi: kesesuain dengan karakteristik pembelajaran bahasa Indonesia dan pendukung dalam proses pembelajaran. Kedua, materi yang meliputi: kesesuain penyusunan indikator dengan materi, kesesuaian isi sesuai dengan tingkat kognitif, kepribadian, dan minat siswa, penyajian materi mendorong keaktifan siswa dalam berpikir dan belajar, penyajian materi memiliki gradasi dari yang mudah ke yang sukar, instruksi yang diberikan dalam setiap latihan sudah jelas, dan kesesuaian dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam KTSP. Ketiga, teknik meliputi: penggunaan pendekatan dan metode yang dapat membantu dan memotivasi siswa dalam belajar bahasa Indonesia dan sesuai untuk mengembangkan keterampilan menulis. Keempat, gambar: meliputi gambar yang digunakan sudah menarik dan dapat memudahkan proses menulis.
Selain ada empat penilaian mengenai hasil produk pengembangan, terdapat tiga pertanyaan sebagai saran dan kritik dalam pembuatan modul. Adapun ketiga pertanyaan, yaitu (1) secara garis besar bagaimana pendapat Anda mengenai penyusunan modul pembelajaran ini, (2) adakah kekurangan dalam penyusunan modul pembelajaran, dan (3) apa saran dan kritik Anda dalam penyusuna modul pembelajaran ini. Penilaian produk silabus dan materi pembelajaran menulis yang dilakukan oleh dosen ahli perancang silabus dan guru bahasa Indonesia SMA Seminari Lalian NTT dapat dikemukakan secara rinci dalam Tabel 4.3.
Tabel 4.3 Hasil Penilain Produk Silabus dan Materi Pembelajaran oleh Dosen Ahli Perancang Silabus dan Guru Kelas X SMA Seminari Lalian NTT.
Nilai
No Aspek yang dinilai Bobot
1 2 3
Rata-Rata
Ket. Program Silabus
a. Sesuai dengan karakteristik
pembelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas X semester I.
3 3 4 83%
1
b. Dapat mendukun proses pembelajaran.
3 3 4 83%
Materi
a. Kesesuaian indikator dengan
kompetensi.
3 3 4 83%
b. Isi dan materi sudah sesuai dengan tingkat kognitif kepribadian, dan minat siswa kelas X semester I dan dapat dipercaya sebagai bahan untuk mengajar.
2 3 4 75%
c. Peyajian materi mendorong keaktifan siswa dalam berpikir dan belajar.
2 3 4 75%
d. Penyajian materi memiliki gradasi (dari mudah ke yang sukar).
3 3 4 83%
e. Instruksi yang diberikan pada setiap latihan sudah jelas.
2 4 4 83%
2
f. Sesuai dengan standar kompetensi, kompetensi dalam kurikulum KTSP.
Nilai
No Aspek yang dinilai Bobot
1 2 3
Rata-Rata
Ket. Teknik
a. Penggunaan pendekatan kontekstual dapat memotivasi siswa dalam belajar bahasa Indonesia.
3 3 3 75%
b. Metode kooperatif dalam
pembelajaran dapat membantu siswa dalam belajar bahasa Indonesia.
3 3 3 75%
3
c. Sesuai untuk mengembangan keterampilan menulis.
3 3 3 75%
Gambar
a. Gambar yang digunakan sudah menarik untuk siswa.
3 3 3 75%
4
b. Gambar dapat memudahkan proses menulis.
3 2 3 66%
Total
Berdasarkan data hasil penilaian ahli perancang silabus serta guru Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X semester I SMA Seminari Lalian NTT, masukan yang diberikan berkenaan dengan produk silabus dan materi pembelajaran menulis adalah sebagai berikut.
1. Program Silabus
Komponen program silabus dibagi menjadi dua bagian yang pertama, kesesuaian silabus dengan karakteristik pembelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas X semester I memperoleh nilai rata-rata 83,33% yang berarti komponen program silabus sudah baik dan bisa diterima. Kedua, program silabus dapat mendukung proses pembelajaran memperoleh nilai rata-rata 83% yang berarti bahwa komponen ini dapat diterima. Tidak ada revisi yang berkenaan dengan program silabus.
2. Materi
Komponen materi dibagi menjadi enam bagian. Bagian pertama, kesesuain komponen indikator dengan kompetensi dasar memperoleh nilaia rata-rata 83,33% yang berarti komponen materi ini sudah baik dan bisa diterima. Kedua, Isi dan materi sudah sesuai dengan tingkat kognitif, kepribadian, dan minat siswa kelas X semester I dan dapat dipercaya sebagai bahan untuk mengajar memperoleh nilai rata-rata 75% hal ini berarti komponen tersebut baik clan bisa diterima. Ketiga, Peyajian materi mendorong keaktifan siswa dalam berpikir dan belajar memperoleh nilai rata-rata 75%°. Hal ini berarti penyajian materi sudah baik dan bisa diterima. Keempat, Penyajian materi memiliki gradasi (dari yang mudah ke yang sukar) memperoleh nilai rata-rata 83,33% hal ini berarti penyajian materi sudah sesuai dengan gradasi dari yang mudah ke yang sukar, sehingga penyajian sudah bisa diterima. Kelima. Instruksi yang diberikan pada setiap latihan sudah jelas memperoleh nilai rata-rata 83%. Hal ini menunjukan bahwa intruksi yang diberikan dalam latihan sudah baik dan bisa diterima. Keenam, Sesuai dengan standar kompetensi, Kompetensi dasar dalam kurikulum KTSP memperoleh nilai rata-rata 83%. Hal ini menunjukkan bahwa materi sudah sesuai dengan standar kompetensi dan kompetesi dasar dalam KTSP sudah sangat baik dan bisa diterima.
3. Teknik
Komponen penilaian teknik yang digunakan dalam produk pengembangan ini dibagi menjadi dua bagian. Pertama, Penggunaan pendekatan kontekstual dapat memotivasi siswa dalam belajar bahasa Indonesia 75%. Hal ini penggunaan
gambar dan membantu siswa. Kedua, Metode kooperatif dalam pembelajaran dapat membantu siswa dalam belajar bahasa Indonesia 75%. Dan ketiga, Sesuai untuk mengembangan keterampilan menulis 75%. Hal ini menunjukkan bahwa teknik yang digunakan sudah baik dan sesuai dengan keterampilan menulis. 4. Gambar
Komponen penilaian gambar dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, Gambar yang digunakan sudah menarik untuk siswa memperoleh nilai rata-rata 75%. Hal ini menunjukan bahwa gambar yang digunakan sudah baik. Kedua, Gambar dapat memudahkan proses menulis memperoleh nilai rata-rata 66%. Hal ini menunjukan bahwa gambar sudah cukup bisa mempermudah dalam proses menulis, akan tetapi perlu sedikit perbaikan guna meningkatkan kualitas gambar sebelumnya.
Keseluruhan penilain produk pengembangan silabus dan materi pembelajaran menulis untuk siswa kelas X semester I SMA Seminari Lalian NTT yang dilakukan oleh ahli perancang silabus dan guru Bahasa Indonesia, menunjukan bahwa 78,20 % sudah baik dan sudah memenuhi kelayakan produk. Akan tetapi masih ada beberapa hal yang harus direvisi. Masukan yang diberikan oleh ahli perancang silabus dan materi bahasa dan sastra Indonesia serta guru bahasa dan sastra Indonesia terhadap hasil pengembangan silabus dan materi pembelajaran menulis. Sesuai dengan saran dan masukan yang diberikan oleh ahli perancang silabus dan materi pembelajaran Bahasa Indonesia serta guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Seminari Lalian NTT, peneliti akan melakukan revisi
agar pengembangan silabus dan materi pembelajaran menulis dapat lebih sempurna.
Selain penilaian dari ahli perancang silabus dan guru bahasa dan sastra Indonesia, terdapat tiga tanggapan mengenai pembuatan produk pengembangan materi pembelajaran menulis untuk kelas X. Tanggapan tersebut diperoleh dari dosen ahli perancang silabus, guru bahasa Indonesia SMA Seminari Lalian NTT. Tanggapan mengenai pembuatan silabus dan materi pembelajaran menulis dapat digunakan untuk merevisi produk. Berikut tanggapan mengenai produk pengembangan silabus dan materi pembelajaran menulis untuk siswa kelas X.
Tabel 4.4a. Pendapat Mengenai Penyusunan Modul Pembelajaran
Evaluator Tanggapan 1. Dosen I Ciri-ciri pendekatan kontekstual belum terakomodasi dalam
pengembangan materi ini.
2. Dosen 2 Materi kooperatif belum kelihatan implementasinya dalam rancangan dan produk. Modul secara umum sudah cukup baik hanya barangkali memiliki tingkat kesukaran yang tinggi untuk siswa di Belu.
3. Guru Pada umumnya sudah baik, akan tetapi uraian materinya perlu diuraikan lebih rinci. Aspek kolaborasi, komunikasi, refleksi dituankan juga dalam modul.
4. Siswa 1 Pada umumya sudah baik tapi uraian materinya perlu dikembangkan lagi.
5. Siswa 2 Pada umumya sudah baik tapi uraian materinya perlu dikembangkan.
6. Siswa 3 Pada umumya sudah baik tapi uraian materinya perlu dikembangkan.
7. Siswa 4 Secara umum memang telah baik hanya saja perlu ada bagain pengembangan materi sehingga wawasan siswa menjadi luas dan tidak terpaku pada hal itu-itu saja.
Tabel 4.4b Pendapat Mengenai Kekurangan dalam Penyusunan Modul Pembelajaran
Evaluator Tanggapan 1. Dosen I Materinya kurang. Aktivitas yang dikembangkan belum masuk
bagian kontekstual.
2. Dosen 2 1.Kunci jawaban atau rubrik untuk esai setiap unit belum ada. 2.Tes formatif di akhir modul belum ada.
3.Tidak ada bahan audiovisual untuk modul?
3. Guru Kekurangnannya menurut saya urain materinya sedikit lebih rinci agar siswa dapat mengetahui secara rinci pula.
4. Siswa 1 Ya ada, sebab ciri untuk menentukan satu bentuk itu harus bersifat lebih terperinci yaitu dengan menguraikan ciri-ciri dari masing-masing paragraf agar kita dapat membedakan dan menentukan bentuk-bentuk paragraf.
5. Siswa 2 Ya ada, karena lewat modul ini siswa diberi keterangan lewat materi yang sudah jelas dan ciri ataupun bentuk, ataupun jenis umum dan dari satu paragraf belum ada.
6. Siswa 3 Tidak ada, karena dalam modul ini telah diberikan contoh-contoh yang sudah jelas dan terperinci sehingga tidak menyulitkan pada waktu menulis atau menyusun paragraf.
7. Siswa 4 Ada, misalnya hanya menyuruh siswa untuk berpikir lewat materi saja. Paling kurang harus memberikan gambaran yang masih samar kepada siswa sehingga siswa merasa tertantang untuk mendapatkan jawabannya.
Tabel 4.4c Saran dan Kritik Terhadap Penyusunan Modul
Evaluator Tanggapan 1. Dosen I Materi perlu dilengkapi. Perhatikan pengembangan kontekstual
yang mengakomodasikan delapan ciri kontekstual. 2. Dosen 2 Kekurangan pada no.6, sebaiknya dilengkapi. 3. Guru 1. urain materi di tambah lagi
2. materi menulis deskripsi juga dilakukan pengamatan di luar kelas
4. Siswa 1 Apaila seorang mau mengklasifiaksian bentuk paragraf, maka perlu ada satu bentuk ciri dasar agar seseorang mudah menentukan paragraf karena ada beberapa paragraf yang sama, misalnya eksposisi dan persuasi, kedua paragraf ini sama-sama menguraikan sesuatu, maka sangat sulit untuk menentukan bentuk dari kedua paragraf ini.
Evaluator Tanggapan 5. Siswa 2 Kalau boleh beri penerangan terhadap siswa melalaui satu gambaran
yang samar namun menunjuk pada apa yang akan diterangkan sehingga siswa merasa terdorong untuk menemukan titik terang dari gambaran yang samar itu. Cantumkan juga ciri, bentuk umum, dan jenis-jenis paragraf.
6. Siswa 3 Kritik: penyusunan modul ini perlu diperbanyak jumalah dan halamannya.
Saran: perlu perbaikan contoh-contoh sehingga lebih memudahkan dalam menulis paragraf.
7. Siswa 4 Penyusunan modul ini sudah baik hanya saja dalam point teknik, objek yang dipakai sebaiknya yang sedang ngetren saat ini sehingga siswa lebih meminatinya.