• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

B. Paparan Data

Statistik deskriptif digunakan sebagai bahan dasar untuk menguraikan kecenderungan jawaban responden dari masing-masing variabel baik mengenai program SIPERLU, kedisiplinan guru pendidikan agama Islam, kinerja guru pendidikan agama Islam, kebahagiaan guru pendidikan agama Islam, maupun kesejahteraan guru pendidikan agama Islam.

1. Program SIPERLU di Kabupaten Lumajang

Instrument yang digunakan untuk mengukur program SIPERLU berupa angket yang terdiri dari 4 item pernyataan dan masing-masing item pernyataan tersebut memiliki lima alternative jawaban dengan rentang

skor 1-5. Dengan demikian skor total harapan terendah adalah 4 dan skor harapan tertinggi adalah 20. Berdasarkan skor dari jawaban responden, maka dapat ditentukan nilai mean dan standard deviasinya sebagai berikut:

Tabel 4.2

Analisis Deskriptif Variabel Program SIPERLU di Kabupaten Lumajang Descriptive Statistics

N Range Minimum Maximum Mean Std. Deviation

SIPERLU 73 14 6 20 18.55 2.467

Valid N (listwise) 73

Data tentang program SIPERLU di kabupaten Lumajang berhasil dikumpulkan dari 73 responden secara kuantitatif menunjukkan kecenderungan bahwa skor total minimum yang diperoleh sebesar 6, skor total maksimum 20, rata-rata jumlah skor 18.55 dan standard deviasinya adalah 2.467. Berdasarkan data tersebut, dapat ditentukan kategorisasi tinggi, sedang, dan rendah sebagai berukut:

Tabel 4.3

Kategorisasi Program SIPERLU di Kabupaten Lumajang SIPERLU

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Rendah 5 6.8 6.8 6.8 Sedang 41 56.2 56.2 63.0 Tinggi 27 37.0 37.0 100.0 Total 73 100.0 100.0

144

Gambar 4.1

Diagram Kategorisasi Program SIPERLU di Kabupaten Lumajang

Berdasarkan hasil pengolahan data diatas, dapat dijelaskan bahwa sebanyak 5 responden (7%) menyatakan bahwa program SIPERLU berjalan kurang baik, 41 responden (56%) menyatakan bahwa program SIPERLU berjalan baik, dan 27 responden (37%) menyatakan bahwa program SIPERLU berjalan sangat baik. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kecenderungan sebagian besar guru pendidikan agama Islam menyatakan bahwa program SIPERLU berjalan dengan baik dan perlu dipertahankan.

2. Kedisiplinan Guru Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Lumajang

Instrument yang digunakan untuk mengukur kedisiplinan guru pendidikan agama Islam berupa angket yang terdiri dari 12 item pernyataan dan masing-masing item pernyataan tersebut memiliki lima alternative jawaban dengan rentang skor 1-5. Dengan demikian skor total

harapan terendah adalah 12 dan skor harapan tertinggi adalah 60. Berdasarkan skor dari jawaban responden, maka dapat ditentukan nilai mean dan standard deviasinya sebagai berikut:

Tabel 4.4

Analisis Deskriptif Variabel Kedisiplinan Guru Pendidikan Agama Islam Descriptive Statistics

N Range Minimum Maximum Mean Std. Deviation

KEDISIPLINAN 73 44 16 60 55.51 6.353

Valid N (listwise) 73

Data tentang kedisiplinan guru pendidikan agama Islam berhasil dikumpulkan dari 73 responden secara kuantitatif menunjukkan kecenderungan bahwa skor total minimum yang diperoleh sebesar 16, skor total maksimum 60, rata-rata jumlah skor 55.51 dan standard deviasinya adalah 6.353. Berdasarkan data tersebut, dapat ditentukan kategorisasi tinggi, sedang, dan rendah sebagai berukut:

Tabel 4.5

Kategorisasi Kedisiplinan Guru Pendidikan Agama Islam KEDISIPLINAN

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Rendah 3 4.1 4.1 4.1 Sedang 54 74.0 74.0 78.1 Tinggi 16 21.9 21.9 100.0 Total 73 100.0 100.0

146

Gambar 4.2

Diagram Kategorisasi Kedisiplinan Guru Pendidikan Agama Islam

Berdasarkan hasil pengolahan data diatas, dapat dijelaskan bahwa sebanyak 3 responden (4%) menyatakan bahwa kedisiplinan guru pendidikan agama Islam kurang baik, 54 responden (74%) menyatakan bahwa kedisiplinan guru pendidikan agama Islam dalam kategori baik, dan 16 responden (22%) menyatakan bahwa kedisiplinan guru pendidikan agama Islam dalam kategori sangat baik. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kedisiplinan guru pendidikan agama Islam dalam kategori baik dan perlu dipertahankan.

3. Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Lumajang

Instrument yang digunakan untuk mengukur kinerja guru pendidikan agama Islam berupa angket yang terdiri dari 9 item pernyataan dan masing-masing item pernyataan tersebut memiliki lima alternative jawaban dengan rentang skor 1-5. Dengan demikian skor total harapan terendah adalah 9 dan skor harapan tertinggi adalah 45. Berdasarkan skor

dari jawaban responden, maka dapat ditentukan nilai mean dan standard deviasinya sebagai berikut:

Tabel 4.6

Analisis Deskriptif Variabel Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam Descriptive Statistics

N Range Minimum Maximum Mean Std. Deviation

KINERJA 73 28 17 45 37.79 4.966

Valid N (listwise) 73

Data tentang kinerja guru pendidikan agama Islam berhasil dikumpulkan dari 73 responden secara kuantitatif menunjukkan kecenderungan bahwa skor total minimum yang diperoleh sebesar 17, skor total maksimum 45, rata-rata jumlah skor 37.79 dan standard deviasinya adalah 4.966. Berdasarkan data tersebut, dapat ditentukan kategorisasi tinggi, sedang, dan rendah sebagai berukut:

Tabel 4.7

Kategorisasi Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam

KINERJA

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Rendah 7 9.6 9.6 9.6 Sedang 51 69.9 69.9 79.5 Tinggi 15 20.5 20.5 100.0 Total 73 100.0 100.0

148

Gambar 4.3

Diagram Kategorisasi Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam

Berdasarkan hasil pengolahan data diatas, dapat dijelaskan bahwa sebanyak 7 responden (10%) menyatakan bahwa kinerja guru pendidikan agama Islam kurang baik, 51 responden (70%) menyatakan bahwa kinerja guru pendidikan agama Islam dalam kategori baik, dan 15 responden (20%) menyatakan bahwa kinerja guru pendidikan agama Islam dalam kategori sangat baik. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja guru pendidikan agama Islam dalam kategori baik dan perlu dipertahankan.

4. Kebahagiaan Guru Pendidikan Agama Islam di Kabupaten

Lumajang

Instrument yang digunakan untuk mengukur kebahagiaan guru pendidikan agama Islam berupa angket yang terdiri dari 11 item pernyataan dan masing-masing item pernyataan tersebut memiliki lima alternative jawaban dengan rentang skor 1-5. Dengan demikian skor total

harapan terendah adalah 11 dan skor harapan tertinggi adalah 55. Berdasarkan skor dari jawaban responden, maka dapat ditentukan nilai mean dan standard deviasinya sebagai berikut:

Tabel 4.8

Analisis Deskriptif Variabel Kebahagiaan Guru Pendidikan Agama Islam Descriptive Statistics

N Range Minimum Maximum Mean Std. Deviation

KEBAHAGIAAN 73 33 22 55 48.23 5.997

Valid N (listwise) 73

Data tentang kebahagiaan guru pendidikan agama Islam berhasil dikumpulkan dari 73 responden secara kuantitatif menunjukkan kecenderungan bahwa skor total minimum yang diperoleh sebesar 22, skor total maksimum 55, rata-rata jumlah skor 48.23 dan standard deviasinya adalah 5.997. Berdasarkan data tersebut, dapat ditentukan kategorisasi tinggi, sedang, dan rendah sebagai berukut:

Tabel 4.9

Kategorisasi Kebahagiaan Guru Pendidikan Agama Islam KEBAHAGIAAN

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Rendah 8 11.0 11.0 11.0 Sedang 53 72.6 72.6 83.6 Tinggi 12 16.4 16.4 100.0 Total 73 100.0 100.0

150

Gambar 4.4

Diagram Kategorisasi Kebahagiaan Guru Pendidikan Agama Islam

Berdasarkan hasil pengolahan data diatas, dapat dijelaskan bahwa sebanyak 8 responden (11%) menyatakan bahwa tingkat kebahagiaan guru pendidikan agama Islam tergolong rendah, 53 responden (73%) menyatakan bahwa kebahagiaan guru pendidikan agama Islam dalam kategori sedang, dan 12 responden (16%) menyatakan bahwa kebahagiaan guru pendidikan agama Islam dalam kategori sangat tinggi. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa guru pendidikan agama Islam dalam kategori bahagia dan perlu dipertahankan.

5. Kesejahteraan Guru Pendidikan Agama Islam di Kabupaten

Lumajang

Instrument yang digunakan untuk mengukur kesejahteraan guru pendidikan agama Islam berupa angket yang terdiri dari 11 item pernyataan dan masing-masing item pernyataan tersebut memiliki lima alternative jawaban dengan rentang skor 1-5. Dengan demikian skor total

harapan terendah adalah 11 dan skor harapan tertinggi adalah 55. Berdasarkan skor dari jawaban responden, maka dapat ditentukan nilai mean dan standard deviasinya sebagai berikut:

Tabel 4.10

Analisis Deskriptif Variabel Kesejahteraan Guru Pendidikan Agama Islam Descriptive Statistics

N Range Minimum Maximum Mean Std. Deviation

KESEJAHTERAAN 73 41 14 55 50.00 5.836

Valid N (listwise) 73

Data tentang kesejahteraan guru pendidikan agama Islam berhasil dikumpulkan dari 73 responden secara kuantitatif menunjukkan kecenderungan bahwa skor total minimum yang diperoleh sebesar 14, skor total maksimum 55, rata-rata jumlah skor 50.00 dan standard deviasinya adalah 5.836. Berdasarkan data tersebut, dapat ditentukan kategorisasi tinggi, sedang, dan rendah sebagai berukut:

Tabel 4.11

Kategorisasi Kesejahteraan Guru Pendidikan Agama Islam KESEJAHTERAAN

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Rendah 7 9.6 9.6 9.6 Sedang 59 80.8 80.8 90.4 Tinggi 7 9.6 9.6 100.0 Total 73 100.0 100.0

152

Gambar 4.5

Diagram Kategorisasi Kesejahteraan Guru Pendidikan Agama Islam

Berdasarkan hasil pengolahan data diatas, dapat dijelaskan bahwa sebanyak 7 responden (10%) menyatakan bahwa tingkat kesejahteraan guru pendidikan agama Islam tergolong rendah, 59 responden (80%) menyatakan bahwa kesejahteraan guru pendidikan agama Islam dalam kategori sedang, dan 7 responden (10%) menyatakan bahwa kesejahteraan guru pendidikan agama Islam dalam kategori sangat tinggi. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa guru pendidikan agama Islam dalam kategori sejahtera dan perlu dipertahankan.

Dokumen terkait