B. Term-term Pertemanan dalam al-Qur’an
3. Para syuhada>’ (penegak dan pembela kebajikan)
Kelompok ketiga adalah syuhada>’, yakni mereka yang bersaksi atas kebenaran dan kebajikan, melalui ucapan dan tindakan mereka, walau harus mengobarkan nyawanya sekalipun, atau mereka yang disaksikan kebenaran dan kebajikannya oleh Allah swt. para malaikat dan lingkungan mereka.46 Al-Sa’di> dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan syuhada>’ ialah orang yang ikut berperang untuk menegakkan kalimat Allah kemudian ia terbunuh.47
Dalam pengertian sederhana kata syuhada>’ selalu diartikan sebagai orang-orang yang mati syahid. Jika dikaitkan dengan hal pertemanan, tentu saja tidak mungkin seseorang yang ada di dunia ini akan beteman dengan syuhada>’, jika mereka adalah orang-orang yang terbunuh di jalan Allah. Namun demikian, bisa diambil makna hakiki dari syuhada>’ dalam bentuk sikap yang dimilikinya. Yaitu para syuhada>’ adalah orang-orang yang tidak pernah takut membela dan
45Rizem Aizid, Sahabatmu Kekuatan Jiwamu , h. 101.
46M. Quraish Shihab,Tafsir al-Mishbah, Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an, h. 478
47‘Abd Rah}ma>n bin Na>s}i> bin Sa’di>, Taisi>r Kari>m Rah}ma>n fi Tafsi>r Kala>m al-Manan>, Juz I (Beiru>t: Muassasah al-Risa>lah, 2000), h. 185.
menegakkan kebenaran. Maka beteman dengan para syuhada>’ bisa diartikan berteman dengan orang-orang yang memiliki sikap hidup selalu menegakkan kebenaran dan tidak pernah takut selama dalam kebenaran sekalipun nyawa mereka menjadi tebusannya.
Di sisi lain, harus juga di ingat bahwa kata al-Syuhada>’ tidak selalu berarti orang yang mati di jalan Allah, karena dalam beberapa ayat lainnya kata ini juga berarti penolong seperti dalam QS al-Baqarah/2: 23, orang yang hadir, QS al-Baqarah/2: 113, saksi, QS al-Baqarah/2: 282, dan bahkan juga berarti patokan, ukuran, patron dan seterusnya. Salah satu contoh firman Allah dalam QS al-Baqarah/2: 143:
َءاَسَي ُص اوُهوُكَخِم ا ًع َسَو ًةذمُأ ْ ُكُاَيْوَـَج َ ِلَِشَنَو
اَيْوَـَج اَمَو اًسَِي َص ْ ُكمََْوَؿ ُلو ُسذصما َنوُكٍََو ِساذيما َلََؿ
َكَ ْن
ّ
اَو ِوََْدِلَؾ َلََؿ ُةِوَلْيًَ ْنذمِم َلو ُسذصما ُؽِدذدًَ ْنَم ََلِْـَيِم ذلَّا اَ ْيَْوَؿ َتْيُن ِتِذما َ َلَْدِلْماّ
ذلَّ
ّ
ا ًةَيِْدَكَم ْتَه
َمَو ُ ذللَّا ىَسَى َنٍِ ذلَّا َلََؿ
ٌيِحَر ٌفوُءَصَم ِساذيم ِبَ َ ذللَّا ذنا ْ ُكمَىاَيمّ ا َؽَ ِضَُِم ُ ذللَّا َن َكَ اّ
Terjemahnya:Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan, agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa Amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.48
Patron berarti seseorang adalah ukuran kebanyakan orang. Tolak ukur biasanya selalu bermakna positif, di mana seorang yang dianggap terbaik, lalu dijadikan timbangan bagi kebaikan orang lain. Ibarat timbangan, patron berarti sesuatu yang dipakai dan diletakkan di satu anak timbangan untuk mengukur berat benda lain yang akan diletakkan di mata timbangan yang lain. Maka jika seseorang tersebut disebut ukuran bagi orang lain, pastilah dia manusia terbaik
dan memiliki sikap-sikap terbaik sehingga layak dijadikan ukuran bagi orang lain. 49
Berteman dengan orang yang demikian, tentu akan sangat menguntungkan. Karena, seperti yang sudah populer diungkapkan bahwa teman adalah gambaran utuh tentang dirinya. Seseorang yang terhormat, tentulah akan menjadikan orang terhormat pula menjadi temannya. Maka bertemanlah dengan manusia terbaik, karena andaikata seseorang belum bisa menjadi terbaik dan menjadi patokan orang lain seperti temannya, minimal ia akan terhindar dari pandangan dan anggapan negatif disebabkan kemuliaan teman yang ia miliki. 4. Orang-orang yang shalih
Kelompok keempat adalah orang-orang yang shalih, yakni yang tangguh dalam kebajikan dan selalu berusaha mewujudkannya. Kalaupun sesekali ia melakukan pelanggaran, maka itu adalah pelanggaran kecil dan tidak berarti jika dibandingkan dengan kebajikan-kebajikan mereka. 50
Mereka adalah orang yang selalu berbuat baik dan mendatangkan maslahat baik untuk dirinya maupun orang lain. Seorang yang saleh tidak akan berbuat kerusakan baik terhadap dirinya juga orang lain. Jika seseorang tidak segan membuat kerusakan dan kebinasaan untuk dirinya sendiri, amat tentulah dia tidak akan segan dan malu pula untuk merusak orang lain, termasuk orang yang dianggapnya sebagai teman atau sahabat.
Oleh karena itu, bertemanlah dengan orang yang saleh, agar selamat dari kerusakan dan kebinasaan. Ingatlah bahwa nanti di akhirat sebagaimana manusia yang divonis sebagaipenghuni neraka, ternyata menyesal karena telah salah dalam memilih teman sehingga ia menjadi penghuni neraka.
49M. Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an, h. 478.
50M. Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an, h. 478-479.
Imam al-G}azali juga menambahkan tentang kriteria teman yang baik untuk dijadikan teman. Oleh karena itu, bagi seorang yang ingin memilih seorang teman sebaiknya memperhatikan lima kriteria dibawah ini:51
a. Seorang teman itu adalah seorang yang pandai bukan seorang yang bodoh.
Memiliki teman yang bodoh tidak akan memberikan manfaat apa-apa. Seorang teman itu haruslah memiliki akhlak dan budi pekerti yang luhur (baik). Karena banyak sekali orang pandai yang mengetahui segala sesuatu, namun ketika rasa benci, hawa nafsu dan rasa takut serta kekikiran menguasai dirinya, maka dia pun akan mengikuti hawa nafsunya itu. Bahkan dia mengenyampingkan segala pengetahuannya. Itu semua dikarenakan kelemahan mereka untuk merubah sifat-sifatya yang sudah lama tertanam di dalam dirinya. Sehingga mereka mengalami kesulitan untuk memperbaiki kelakuannya tersebut. Kalau sudah demikian, maka tidak ada faedahya beteman dengan orang seperti ini.
b. Seorang teman itu hendaknya adalah orang yang shalih (baik) dan bukan seorang munafiq.
Orang yang tidak bertakwa kepada Allah swt. janganlah dipenuhi kebutuhannya serta janganlah menerima persahabatannya. Allah swt. berfirman dalam QS an-Najm/53: 29
اََْههلدا َةاَََحْما ذلَّا ْدِصٍُ ْمَمَو َنَِصْنِذ ْنَؾ ذلَ َوَث ْنَم ْنَؾ ْضِصْؾَبَفّ
Terjemahnya:
Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.52
51 Imam Gazali, Ih}ya>’ Ulu>m al-Di>n. Terj. Moh. Zuhri, Terjemah Ihya>’ Ulu>m al-Di>n III (Semarang: CV. Asy-Syifa’, t.th), h. 554.
Dalam ayat lain Allah swt. berfirman dalam QS Al-Kahfi/18: 28
ُوَ ْجَْو َنو ُسًِصٍُ ِّ ِشَـْماَو ِةاَسَغْم ِبَ ْمُذبََّر َنوُؾ ْسًَ َنٍِ ذلَّا َؽَم َم َسْفَه ْ ِبِ ْظاَو
ُسًِصُح ْمُ ْنَْؾ َكاَيََْؾ ُسْـَث َلَّ َو
ًظُصُف ُهُصْمَأ َن َكََو ُهاَوَى َؽَحذثاَو َنَِصْنِذ ْنَؾ ُوَحْوَك اَيْوَفْغَأ ْنَم ْؽ ِعُث َلَّ َو اََْههلدا ِةاَََحْما َةَيًِز
ا
Terjemahnya:Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.53
c. Teman itu bukan seorang ahli bid’ah (orang yang suka membuat sesuatu yang baru dan menyalahi ajaran agama).
Berteman dengan orang semacam ini dapat membawa orang lain ke suatu yang berbau bid’ah. Belum lagi kesialan yang akan menimpa orang yang menemaninya. Bahkan seorang ahli bid’ah wajib untuk di usir dan diasingkan. Dengan demikian, bagaiamana seseorang mau berteman dengan orang semacam itu? Dalam hal ini ‘Umar bi al-Khat}t}a>b ra. pernah berkata dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh Sa’i>d Ibn al-Musayyab, beliau berkata ‚ Kamu wajib memiliki teman yang baik. Hiduplah bersama mereka karena sesungguhnya mereka adalah perhiasan di waktu lapang dan penolong di waktu sulit. Dan penuhilah segala keperluan temanmu dengan sebaik-baiknya sehingga dia akan memberikan yang lebih baik dari itu kepadamu‛. Maksud kalimat tersebut adalah berbaik sangkalah terhadap kawan anda yang meminta bantuan kepadamu jika engkau dapat melakukannya. Jauhkanlah musuhmu dan hati-hatilah terhadap temanmu kecuali memang orang yang benar-benar terpercaya di tengah-tengah masyarakat. Dan perlu diketahui, hanya orang yang bertakwa kepada Allah swt. yang dapat dipercaya. Janganlah seseorang berteman dengan orang yang suka berbuat dosa karena dapat membawanya untuk mengikutinya. Bukan itu saja,
simpanlah rahasia-rahasiamu terhadapnya. Karena dia dapat merubah ketakwaanmu kepada Allah menjadi kesesatan.
d. Carilah teman yang lebih mencintai kehidupan akhirat di banding kehidupan dunia.
Berteman dengan orang yang sangat tamak terhadap kehidupan dunia akan menyesatkan seseorang. Seorang pencetak pasti ingin membuat hasil cetakannya itu sama dan sesuai dengan kemauannya. Dan seorang yang tamak terhadap dunia pasti menginginkan ketamakannya itu merasuk pula ke diri temannya.
Itulah beberapa kriteria pertemanan yang perlu dijadiakn referensi bagi setiap orang yang akan selamat dalam menjalani sebuah hubungan pertemanan yang sempurna dan kekal selamanya.