• Tidak ada hasil yang ditemukan

PARADIGMA PENELITIAN KUALITATIF

Dalam dokumen FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHI KONSEP DI (Halaman 41-49)

METODE PENELITIAN

A. PARADIGMA PENELITIAN KUALITATIF

Kirk dan Miller (dalam Moleong, 2002, h.3) mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya.

Menurut Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, 2002, h.3) penelitian kualitatif didefinisikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.

Pendekatan kualitatif menurut Alwasilah (2002, hal.38) adalah penelitian yang lebih deskriptif, mengandalkan manusia sebagi alat penelitian, mengandalkan analisis data secara induktif, sasaran penelitian pada usaha menemukan teori, rancangan penelitian yang disusun secara ketat.

Penelitian kualitatif memberikan tekanan pada fakta dan penyebab perilaku. Para peneliti kualitatif lebih mengacu pada perspektif fenomenologis. Peneliti dalam pandangan fenomenologis berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi-situasi tertentu. Mereka berusaha untuk masuk

29

kedalam dunia konseptual para subjek yang ditelitinya sedemikian rupa sehingga mereka mengerti apa dan bagaimana suatu pengertian yang dikembangkan oleh mereka disekitar peristiwa dalam kehidupannya sehari-hari (Moleong, 2002, h.8-9).

Penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri pada lesbian ini, menggunakan metode kualitatif sebagai metode penelitian dengan pertimbangan bahwa metode penelitian ini memiliki makna penelitian tersendiri dan hasil dari penelitian ini tidak dapat diungkap secara kuantitatif tetapi memerlukan pendekatan, pengamatan dan wawancara kepada subjek penelitan. Dengan menggunakan metode kualitatif peneliti mengerti apa dan bagaimana suatu peristiwa tertentu bermakna dalam kehidupan seseorang, dan pemahaman sangat diperlukan untuk menggali aspek subjektif. Penelitian kualitatif juga digunakan untuk memahami suatu fenomena sentral seperti proses atau peristiwa. Untuk rancangan penelitian dengan metode kualitatif ini, peneliti menggunakan pendekatan fenomenologis dimana peneliti berusaha memahami makna dari suatu peristiwa dan saling pengaruhnya dengan manusia dalam situasi tertentu (Alsa, 2003, h.33).

B. SUBJEK PENELITIAN

Subjek penelitian adalah sumber utama data penelitian yaitu yang memiliki data mengenai variabel-variabel yang diteliti (Azwar, 1997, h.34-35).

Subjek penelitian, pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian. Apabila subjek penelitiannya terbatas dan

masih dalam jangkauan sumber daya, maka dapat dilakukan studi populasi, yaitu mempelajari seluruh subjek secara langsung. Sebaliknya, apabila subjek penelitian sangat banyak dan berada di luar jangkauan sumber daya peneliti, atau apabila batasan batasan populasinya tidak mudah untuk didefinisikan, maka dapat dilakukan studi sampel (Azwar, 1997, h.35).

Pengambilan sampel untuk subjek penelitian ini menggunakan teknik incidental sampling, artinya anggota sampel ditentukan dengan cara sederhana, yaitu hanya individu-individu atau group-group yang kebetulan dijumpai atau dapat dijumpai dimana memiliki ciri-ciri yang sama dengan ciri-ciri populasi penelitian.

Untuk penelitian factor-faktor yang mempengaruhi konsep diri pada lesbian ini dibutuhkan subjek dengan ciri-ciri, yaitu:

1. Seorang wanita yang menyukai sesama jenis (wanita)

2. Berumur 18 keatas, karena umur 18 tahun dianggap dewasa secara syah (Hurlock, 1980, h.246).

C. METODE PENGAMBILAN DATA

1. Observasi

Observasi dalam arti luas berarti bahwa peneliti secara terus menerus melakukan pengamatan atas perilaku seseorang. Pengertian observasi yang lebih sempit adalah mengamati dan mendengar perilaku seseorang selama beberapa waktu tanpa melakukan manipulasi atau pengendalian, serta mencatat penemuan yang

31

memungkinkan atau memenuhi syarat untuk digunakan dalam pilihan penafsiran analisis (Champion dan Black, 1999, h.285-286).

Tipe observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi non partisipan, dalam observasi non partisipan peranan tingkah laku peneliti dalam kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan kelompok yang diamati kurang diruntut. Observasi non partisipan adalah suatu prosedur yang dengannya peneliti mengamati tingkah laku orang lain dalam keadaan alamiah tetapi peneliti tidak melakukan partisipasi terhadap kegiatan dari lingkungan yang diamati (Champion dan Black, 1999, h.287).

Dalam penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri pada lesbian ini, peneliti akan mengamati kondisi fisik dan penampilan subjek, ekspresi wajah dan bahasa tubuh subjek yang sering ditampilkan saat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peneliti, cara menjawab subjek (misalnya ada tekanan atau pengulangan pada jawaban subjek, mengalihkan pembicaraan).

2. Wawancara

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong, 2002, h.135).

Metode wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara bebas terpimpin. Dalam wawancara, peneliti menggunakan pedoman wawancara namun tidak menutup

kemungkinan muncul pertanyaan-pertanyaan lain diluar pertanyaan yang telah ditentukan sehingga dapat memperoleh informasi yang lebih mendalam.

Dalam wawancara, peneliti menggunakan alat bantu seperti tape recorder, alat tulis dan buku catatan. Peneliti merencanakan melakukan wawancara beberapa kali terhadap subyek agar dapat memeperoleh data yang lebih mendalam. Untuk itu peneliti menyiapkan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan mengenai latar belakang subjek, penilaian subjek terhadap dirinya sendiri yang meliputi kondisi fisik, bentuk tubuh, penampilan diri, hubungan dengan keluarga, inteligensi, kreativitas dan cita-cita, kemudian pertanyaan mengenai penilaian orang lain terhadap dirinya yang meliputi dukungan sosial, lingkungan sekolah, status sosial ekonomi, nama julukan, keberhasilan dan kegagalan, kemudian peran sosial yang dimainkan subjek meliputi seks, kepatutan seks dan usia kematangan, yang terakhir mengenai kelompok sosial dimana individu tersebut bergaul yang meliputi teman-teman sebaya.

D. TEKNIK ANALISIS DATA

Patton (Moleong,2002,h.102) analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya kedalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar.

Bogdan dan Taylor (dalam Moleong,2002,h.103) mendefinisikan analisis data sebagai proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti

33

yang disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan pada tema dan hipotesis itu.

Tahap-tahap analisis data meliputi (Moleong,2002,h. 190): 1. Menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber yaitu dari

wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto dan sebagainya.

2. Melakukan reduksi daya yang dilakukan dengan jalan membuat abstraksi. Abstraksi merupakan usaha membuat rangkuman yang inti. Proses dan pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijaga sehingga tetap berada didalamnya.

3. Menyusunnya dalam satuan. Satuan itu kemudian dikategorikan pada langkah berikutnya, kategori-kategori itu dilakukan sambil membuat koding

4. Mengadakan pemeriksaan keabsahan data, kemudian dilanjutkan dengan tahap penafsiran data.

E. UJI KEABSAHAN DATA

Untuk menetapkan keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu yaitu derajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian (Moleong,2002,h.173).

Menurut Moleong (2002,h.175-183) uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan cara perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, metode triangulasi, pemeriksaan

teman sejawat melalui diskusi, analisis kasus negatif, kecukupan referensial, pengecekan anggota, uraian rinci dan auditing. Pada penelitian ini, uji keabsahan data dilakukan dengan metode :

1. Pemeriksaan teman sejawat melalui diskusi

Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan konselor dan rekan-rekan sukarelawan.

2. Ketekunan pengamatan

Peneliti hendaknya mengadakan pengamatan dengan teliti dan rinci secara berkesinambungan terhadap faktor-faktor yang menonjol. Kemudian peneliti menelaahnya secara rinci sampai pada suatu titik, sehingga pada pemeriksaan tahap awal tampak salah satu atau seluruh faktor yang ditelaah sudah dipahami dengan cara yang biasa. 3. Triangulasi data

Triangulasi data adalah suatu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Dalam penelitian ini menggunakan triangulasi data sebagai berikut:

a) Triangulasi Subjek

Teknik triangulasi subjek dilakukan melalui pemeriksaan data dan crosscheck berkaitan dengan konsistensi data yang diberikan subjek kepada keluarga, kelompok sebaya dan orang-orang terdekat subjek.

35

b) Triangulasi Teori

Suhardono mengungkapkan berbagai faktor peran pada individu secara umum agar dapat dilakukan komparasi atau perbandingan konsistensi teori dan masukan tambahan bagi teori yang diungkap dalam grand theory.

c) Triangulasi metode

Triangulasi metode melalui pengecekan data penelitian melalui berbagai metode penelitian meliputi metode observasi, yaitu observasi non partisipan, dalam observasi non partisipan peranan tingkah laku peneliti dalam kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan kelompok yang diamati kurang diruntut. Metode wawancara dengan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan pada subjek. Adapun metode wawancara yang digunakan peneliti sifatnya bebas terpimpin, dimana peneliti menggunakan pedoman wawancara namun tidak menutup kemungkinan muncul pertanyaan-pertanyaan lain diluar pertanyaan yang telah ditentukan sehingga dapat memperoleh informasi yang lebih mendalam.

Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan triangulasi data sebagai suatu cara untuk menguji keabsahan dan keandalan data yang diberikan oleh subjek penelitian. Uji keabsahan dan keandalan data yang akan dilakukan peneliti berupa pembandingan hasil pengamatan serta hasil wawancara serta membandingkan data hasil wawancara dengan data kronologis subjek.

89 BAB V

Dalam dokumen FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHI KONSEP DI (Halaman 41-49)

Dokumen terkait