BAB III PEMANFAATAN KONTEKS
3.2 Partisipan atau Participant
Konteks partisipan atau participant yang merujuk pada pembicara atau pengirim dan pendengar atau penerima. Berikut adalah contoh kelucuan ditimbulkan karena ada foto atau gambar orang/tokoh pada meme bertema humor gelap di media sosial.
Konteks partisipan pada meme (40) ada pada orang yang terbangun dari dalam peti. Wacana humor di atas menjadi lucu karena terdapat gambar orang yang keluar dari peti untuk melihat siapa saja orang yang menangisi kematiannya.
Pembaca akan tertawa karena pengandaian ketika seseorang yang sudah meninggal dan penasaran ingin melihat orang-orang yang menangis terpukul atas kepergiannya.
Konteks partisipan pada meme (41) ada pada tengkorak. Wacana humor di atas menjadi lucu karena terdapat gambar tengkorak yang memegang salah satu foto artis Korea. Tengkorak menjadi perlambangan waktu yang lama karena menunggu. Meme ini menyindir para pecinta K-Pop dalam hal ini perempuan,
(40)
(41)
terlalu banyak halusinasi yang berlebihan menganggap artis Korea idolanya adalah suamainya.
Konteks partisipan pada meme (42) ada pada orang yang menangis di tempat tidur. Wacana humor di atas menjadi lucu karena orang yang menangis itu menggambarkan seseorang yang tidak mempunyai kaki. Pembaca akan tertawa karena terdapat iklan yang bertuliskan “Mau jadi orang kaya? Ikuti 5 langkah ini!”.
Padahal kata langkah di sini berarti ‘tahap’, sedangkan pencipta meme mengaitkan kata langkah pada ‘gerakan kaki berjalan’ sehingga orang yang tidak memiliki kaki tidak bisa jadi orang kaya, karena tidak bisa melangkah.
(42)
(43)
Konteks partisipan pada meme (43) ada pada orang yang tidak memiliki jari.
Wacana humor di atas menjadi lucu karena terdapat tuturan yang bernada marah mengatakan “kalo ngetik cepetan dikit anjg!”, Mengetik tentu menggunakan jari tangan, sedangkan penerima tutur tidak memiliki jari. Pembaca akan tertawa karena partisipan memang sulit mengetik dengan cepat, disebabkan memiliki kekurangan, yaitu tidak mempunyai jari.
Konteks partisipan pada meme (44) ada pada orang yang memposting story Instagram. Wacana humor di atas menjadi lucu karena terdapat gambar kopi dengan teks “Enak bgt guys mau meninggal”. Pembaca awalnya akan mengira ini adalah lelucon yang biasa digunakan untuk menyindir selebgram ketika mempromosikan barang berupa makanan. Pembaca akan tertawa ketika melihat nama partisipan yaitu, Wayan Mirna. Wayan Mirna adalah korban pembunuhan yang dilakukan oleh Jessica Kumala Wongso menggunakan kopi yang sudah dicampur sianida.
(44)
Konteks partisipan pada meme (45) ada pada ekspresi kakek. Wacana humor di atas menjadi lucu karena terdapat pengandaian ekspresi kakek ketika cucunya menonton anime dengan menggunakan speaker. Pembaca akan tertawa karena kakek di sini sudah hidup pada zaman Jepang datang ke Indonesia dan merasakan penjajahan. Maka pencipta meme membuat humor dengan mengaitkan anime yang berbahasa Jepang dengan ekspresi kakek yang panik seolah-olah Jepang datang kembali ke Indonesia untuk menjajah.
Konteks partisipan pada meme (46) ada pada bendera pelangi yang melambangkan kaum LGBT. Wacana humor di atas menjadi lucu karena
(45)
(46)
digambarkan terdapat pertengkaran anatara bapak dan ibu. Digambarkan sang bapak yang menginginkan anaknya menikah dengan perempuan yang kaya, sedangkan sang ibu yang menginginkan anaknya menikah dengan perempuan sholeha. Pembaca akan tertawa karena terdapat plot twist, yaitu partisipan dalam hal ini sang anak, adalah seorang LGBT yang digambarkan dengan bendera pelangi.
Konteks partisipan pada meme (47) ada pada para simpanse. Wacana humor di atas menjadi lucu karena digambarkan para simpanse melakukan rapat penting.
Terdapat teks “Paripurna Pengesahan RUU Cipta Kerja” yang merupakan headline pada berita. Klausa “paripurna pengesahan” menciptakan kesan yang serius, gambar simpanse yang duduk di kursi DPR menciptakan kelucuan sekaligus dimaksudkan sebagai sindiran terhadap kinerja DPR.
(47)
Konteks partisipan pada meme (48) ada pada tokoh Jokowi. Wacana di atas menjadi lucu karena suasana serius menuntut sesuatu dengan teks “lawan Jokowi”
menjadi sebuah lelucon ketika pembuat meme menciptakan humor dengan menambah gambar Jokowi yang sedang latihan tinju dengan teks “maju sini lo wanita”, seolah mengajak berkelahi. Pembaca akan tertawa karena ketidakterdugaan melihat gambar Jokowi yang menggunakan sarung tinju.
Konteks partisipan pada meme (49) ada pada tokoh sepak bola bernama Salah. Wacana di atas menjadi lucu karena terdapat ambiguitas pada kata salah.
Pembaca akan tertawa karena mengetahui bahwa salah yang dimaksud pada meme (49) adalah pesepak bola kebangsaan Mesir, Mohamed Salah.
(48)
(49)
Konteks partisipan pada meme (50) ada pada tokoh Sumanto. Wacana di atas menjadi lucu karena pertama membaca teks “otw ke makam” lalu melihat gambar Sumanto. Pembaca akan tertawa karena mengetahui bahwa Sumanto dikenal dengan kasus kanibalisme, sehingga wacana humor di atas menceritakan Sumanto yang akan pergi ke makam Diego Maradona, terdapat tagar #RIPMaradona.
Konteks partisipan pada meme (51), ada di gambar laki-laki dan perempuan.
Wacana di atas menjadi lucu karena gambar tersebut merupakan ilustrasi yang digunakan untuk menggambarkan kekerasan terhadap perempuan. Pembaca akan tertawa karena pembuat meme sengaja menambahkan teks “gw loncat ya” dan
“aowkwokwow siap bang” sehingga seolah ilustrasi laki-laki dan perempuan ini sedang bercanda.
(50)
(51)
Konteks partisipan pada meme (52), ada di gambar pria dewasa dan seorang anak. Mirip dengan meme (51), wacana di atas menjadi lucu karena gambar tersebut merupakan ilustrasi yang digunakan untuk menggambarkan kekerasan terhadap anak. Pembaca akan tertawa karena pembuat meme sengaja menambahkan teks “tos dulu anak” dan “yoi aowakowk” sehingga seolah ilustrasi pria dewasa dan seorang anak ini sedang bercanda.
Konteks partisipan pada meme (53), ada di gambar Soeharto. Wacana di atas menjadi lucu karena menampilkan gambar Soeharto yang menggunakan sarung tangan Thanos, salah satu karakter dalam film Avengers. Zaman kepemimpinan Soeharto dikenal dengan kasus hilangnya aktivis yang dianggap melawan rezim.
(52)
(53)
Sarung tangan Thanos dalam film Avengers fungsinya adalah menghilangkan setengah populasi bumi. Pembaca akan tertawa karena pembuat meme sengaja menambahkan teks “kamu, mau hilang kamu?”.
Konteks partisipan pada meme (54), ada di gambar Seoharto. Mirip dengan meme (53), wacana di atas menjadi lucu karena gambar di semprotan menghilang adalah Soeharto. Pembaca akan tertawa karena pembuat meme sengaja mengaitkan hilang dengan Soeharto. Zaman kepemimpinan Soeharto dikenal dengan kasus hilangnya aktivis yang dianggap melawan rezim.
(54)
(55)
Konteks partisipan pada meme (55), ada di anak yang tidak mempunyai jari.
Wacana di atas menjadi lucu karena pembuat meme mengaitkan itu dengan cap tiga jari di ijazah. Pembaca akan tertawa karena partisipan tidak bisa cap tiga jari di ijazah, disebabkan tidak mempunyai jari.
Konteks partisipan pada meme (56), ada di gambar anak yang menangis.
Mirip wacana di atas menjadi lucu karena gambar terdapat teks yang menggambarkan dokter datang bersama cosplay captain America dan Thor.
Pembaca akan tertawa karena pembuat meme menambahkan gambar anak yang menangis disebabkan kedatangan cosplay captain America dan Thor. Di luar negri anak penderita kanker biasanya dihibur dengan cosplay superhero.
(56)
(57)
Konteks partisipan pada meme (57) ada pada seorang pria yang kaget.
Wacana di atas menjadi lucu karena tuturan yang ambigu dari saya, yaitu kata tubuh. Pembaca akan tertawa melihat ekspresi kaget akibat ketidakterdugaan karena tubuh yang dimaksud adalah tubuh lain dalam hal ini seorang yang berusia 19 tahun.
Konteks partisipan pada meme (58) ada pada anak yang kembar siam.
Wacana di atas menjadi lucu karena terdapat teks “ciri-ciri manusia bermuka dua”.
Pembaca akan tertawa karena ketidakterdugaan melihat gambar anak kembar siam.
Kata bermuka dua tidak menunjuk sifat tetapi bentuk.
Konteks partisipan pada meme (59) ada pada pasien yang sedang dirawat menggunakan selang oksigen. Wacana di atas menjadi lucu karena terdapat teks
(58)
(59)
“bengek bgt hyung” yang merupakan ungkapan ketika seseorang tertawa terbahak-bahak sampai susah bernapas. Pembuat meme menciptakan humor dengan menambah gambar orang yang benar-benar susah bernafas karena sakit sehingga dibantu dengan selang oksigen. Pembaca akan tertawa karena ketidakterdugaan gambar orang yang bengek karena sakit, bukan karena tertawa terbahak-bahak.
Konteks partisipan pada meme (60) ada pada gambar orang yang kebingungan. Wacana di atas menjadi lucu karena terdapat tuturan guru yang mengatakan “kita akan belajar tentang air”. Pembaca akan tertawa karena gambar orang yang kebingungan adalah gambaran ekspresi murid pindahan dari Afrika.
Afrika termasuk negara yang mengalami krisis air, sehingga pembuat meme mengaitkan dengan ketika anak Afrika belajar tentang air.
(60)
(61)
Konteks partisipan pada meme (61) ada pada gambar algojo. Wacana di atas menjadi lucu karena biasanya hukuman gantung, orang yang dihukum naik ke atas kursi, sedangkan meme (61) dengan naik ke atas permainan UNO stacko. Cara main UNO stacko adalah setiap orang bergiliran mengambil satu balok, sampai pada jatuhnya seluruh balok, yang menjatuhkan menjadi kalah. Pembaca akan tertawa karena melihat para algojo yang gugup dalam bermain, seolah tidak ada nyawa orang yang dipertaruhkan.
Konteks partisipan pada meme (62) ada pada gambar adik dan kakak. Wacana di atas menjadi lucu karena terdapat tuturan sang kakak yang membuat sang adik kesal, yaitu “percuma sekolah tinggi, karena nanti kalo udah nikah juga di dapur”.
Pembaca akan tertawa karena gambar adik yang mendorong kakaknya ke jurang karena kesal.
(62)
Konteks partisipan pada meme (63) ada pada gambar orang yang tertawa dalam hati. Wacana di atas menjadi lucu karena menceritakan seorang yang melayat orang yang sering bullying, namun ekspresi berbeda antar di luar dan di dalam.
Pembaca akan tertawa karena gambar orang yang melayat seolah sedih, namun dalam hatinya tertawa senang.