• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.5 Landasan Teori

1.5.7 Partisipasi Masyarakat

1.5.7.1 Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata

Masyarakat lokal, terutama penduduk asli yang bermukim di kawasan wisata, menjadi salah satu pemain kunci dalam pariwisata, karena sesungguhnya merekalah yang akan menyediakan sebagian besar atraksi sekaligus menentukan kualitas produk wisata. Pengelolaan objek wisata, kerajinan tangan dan kebersihan merupakan beberapa contoh peran yang memberikan daya tarik bagi pariwisata.

Selain itu masyarakat lokal merupakan “ pemilik” langsung atraksi wisata yang dikunjungi sekaligus di konsumsi wisatawan. Air, tanah, hutan dan lanskap yang merupakan sumberdaya pariwisata yang di konsumsi oleh wisatawan dan pelaku wisata lainnya berada ditangan mereka. Kesenian yang menjadi salah satu daya tarik wisata juga hampir sepenuhnya milik mereka.

Tidak jarang masyarakat lokal ini sudah lebih dulu terlibat dalam pengelolaan aktivitas pariwisata sebelum ada kegiatan pengembangan dan perencanaan. Oleh sebab itu peran terutama tampak dalam bentuk penyediaan akomodasi dan jasa guiding dan penyediaan tenaga kerja.

Selain itu masyarakat lokal biasanya mempunyai tradisi dan kearifan lokal dalam pemeliharaan sumberdaya pariwisata yang tidak dimiliki oleh pelaku pariwisata lainnya.

38

Secara sederhana, konsep partisipasi terkait dengan ”keterlibatan suatu pihak dalam kegiatan yang dilakukan oleh pihak lain”. Menurut Tikson partisipasi merupakan sebuah proses dimana masyarakat sebagai stakeholders, terlibat mempengaruhi dan mengendalikan pembangunan di tempat mereka masing-masing. Masyarakat turut serta secara aktif dalam memprakarsai kehidupan mereka, melalui proses pembuatan keputusan dan perolehan sumberdaya dan penggunaannya65

Selama ini pengembangan pariwisata berbasis masyarakat menggunakan pendekatan community based tourism, dimana masyarakat mempunyai peran yang sangat penting dalam menunjang pembangunan pariwisata. Dengan demikian keterlibatan pemerintah dan swasta hanya sebatas memfasilitasi dan memotivasi masyarakat sebagai pelaku utama pengembangan desa wisata untuk dapat lebih memahami tentang fenomena alam dan budayanya, sekaligus menentukan kualitas produk wisata yang ada di desa wisatanya . Berkaitan dengan hal tersebut diatas, keterlibatan pemerintah, swasta dan masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata akan membawa tuntutan bagi partisipasi masyarakat. Hal ini tentunya perlu ditumbuhkan pemahaman atau persepsi yang sama dari stakeholders terkait dan memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi masyarakat sebagai pelaku utama pengembangan kawasan wisata

.

66

1.5.7.2 Bentuk – Bentuk Partispasi

Rogers dalam Ndraha, menyatakan bahwa ada beberapa bentuk partisipasi yaitu67

1. Partisipasi dalam/ melalui kontak dengan pihak lain sebagai salah satu titik awal perubahan.

:

65 http://buletinbetungkerihun.wordpress.com//pentingnya-membangun-partisipasi-masyarakat-dalam-pengembangan-desa-wisata/ diakses pada tanggal 8 November 2016 pukul 10.03 WIB

66Tikson. 2001.Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Pariwisata

67Ndaha, Taliziduhu. 1987. Pembangunan Masyarakat Mempersiapkan Masyarakat Tinggal Landas. Jakarta: Bina Aksara, hal 103

39

2. Partisipasi dalam memperhatikan dan memberi tanggapan terhadap informasi, baik dalam arti menerima(menanti, memenuhi dan melaksanakan) maupun menolaknya.

3. Partisipasi dalam perencanaan pembangunan, termasuk pengambilan keputusan.

Partisipasi ini disebut juga sebagai partisipasi dalam pengambilan keputusan.

4. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan operasional pembangunan.

5. Partisipasi dalam menerima, memelihara dan mengembangkan hasil pembangunan.

6. Partisipasi dalam menilai pembangunan yaitu keterlibatan masyarakat dalam sejauh mana pelaksanan pembangunan sesuai dengan rencana dan sejauh mana hasilnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

1.5.8 Defenisi Konsep

Menurut Masri Singarimbun konsep adalah istilah atau definisi yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak kejadian kelompok atau individu yang menjadi pusat ilmu sosial.68

1. Strategi merupakan suatu cara yang digunakan organisasi untuk mencapai tujuan-tujuannya, sesuai dengan peluang-peluang dan ancaman-ancaman lingkungan eksternal yang dihadapi serta kekuatan dan kelemahan yang dimiliki organisasi.

Melalui konsep kemudian peneliti diharapkan dapat menyederhanakan pemikirannya dengan menggunakan satu istilah untuk beberapa kejadian yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Untk mendapatkan batasan-batasan yang jelas dari masing-masing konsep, maka definisi konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

2. Pengembangan pariwisata adalah usaha menjamin agar sumber daya alam, sosial dan budaya yang dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata agar dapat dinikmati pada saat ini bahkan untuk masa depan.

68Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. Metode Penelitian Survai. (Jakarta: LP3ES), 1985, Hal. 33

40

3. Partisipasi Masyarakat adalah keikutsertaan seseorang atau sebuah kelompok dalam suatu kegiatan atau program yang bertujuan untuk membawa perubahan kearah yang lebih baik.

1.5.9 Sistematika Penulisan BAB I :PENDAHULUAN

Dalam bab ini memuat Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Kerangka Teori, Defenisi Konsep dan Sistematika Penulisan.

BAB II :METODE PENELITIAN

Bab ini memuat Bentuk Penelitian, Lokasi Penelitian, Informan Penelitian, Teknik Penelitian, Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data.

BAB III :DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

Bab ini berisi gambaran umum mengenai karakteristik lokasi penelitian.

BAB IV :PENYAJIAN DATA

Bab ini memuat tentang hasil data yang diperoleh dari lapangan selama penelitian berlangsung dan dokumen-dokumen lain yang akan dianalisis.

BAB V :ANALISIS DATA

Bab ini memberikan pemaparan tentang data yang diperoleh dari fakta yang terjadi yang selanjutnya di analisis menggunakan teori-teori yang telah ada.

BAB VI : PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang akan diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan.

41 BAB II

METODE PENELITIAN 2.1. Bentuk Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk membuat suatu penjelasan, gambaran atau lukisan sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta fenomena yang diselidiki. Analisis dilakukan terhadap data yang diperoleh berdasarkan kemampuan nalar peneliti dalam menghubungkan fakta, data dan informasi.

2.2 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Desa Semangat Gunung, Kabupaten Karo dengan melibatkan Pemerintahan Desa Semangat Gunung beserta masyarakat dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Adapun objek pariwisata yang dimaksud merupakan Pemandian Air Panas dari gunung sibayak yang terletak di desa ini. Lokasi wisata ini berjarak sekitar 16 km dari kota Berastagi, Kabupaten Karo.

2.3 Informan Penelitian

Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian secara kualitatif sehingga informan penelitian tidak berdasarkan populasi dan sampel. Subjek penelitian memberikan berbagai informasi yang diperlukan selama proses penelitian.

Informan penelitian dalam hal ini meliputi 3 macam, yaitu :

a) Informan Kunci (key informan) merupakan mereka yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian.

b) Informan Utama merupakan mereka yang terlibat langsung dalam interaksi sosial yang diteliti

42

c) Informan Tambahan, merupakan mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi sosial yang diteliti.

Dalam penelitian ini, adapun yang menjadi informan yang dianggap mampu membantu penulis dalam penelitian yaitu :

a) Kepala Desa Semangat Gunung

b) Pemilik usaha wisata pemandian air panas dan penginapan c) Kepala Bidang Pariwisata Kabupaten Karo

d) Tokoh agama, tokoh pemuda maupun masyarakat yang terlibat dalam Kepariwisataan Kabupaten Karo

2.4. Teknik Pengumpulan Data

Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.

1. Pengumpulan Data Primer

Yaitu pengumpulan data yang dilakukan secara langsung ke lokasi penelitian untuk untuk mendapatkan data yang lengkap dan berkaitan dengan masalah yang diteliti. Data Primer tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a) Wawancara, yaitu teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara langsung dan terbuka kepada informan kunci atau pihak yang berhubungan dan memiliki relevansi terhadap masalah yangberhubungan dengan penelitian.

b) Metode observasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mengamati secara langsung terhadap objek penelitian kemudian mencatat gejala-gejala yang ditemukan dilapangan untuk melengkapi data-data yang diperlukan sebagai acuan yang berkaitan dengan permasalahan peneliti.

2. Pengumpulan Data Sekunder

43

Yaitu pengumpulan data yang tidak secara langsung diperoleh dari objek penelitian:

a) Kepustakaan, yaitu pengumpulan data yang diperoleh dengan menggunakan berbagai literature seperti buku, karya ilmiah dan lainnya yang berkenaan dengan penelitian

b) Dokumentasi, yaitu pengumpulan data yang diperoleh melalui pengkajian dan penelaahan terhadap catatan tertulis maupun foto-foto dan rekaman yang ada di lokasi penelitian serta sumber-sumber lain yang relevan dengan objek penelitian.

2.5. Analisis Data

Analisis data menurut Patton dalam bukunya Moleong (2000 : 103), adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikan ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian besar.

Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan 3 (tiga) tahap, sesuai dengan pendapat Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman (1992 : 16-20), yaitu :

1. Reduksi Data

Diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data-data “kasar” yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan.

2. Penyajian Data

Sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.

3. Penarikan Kesimpulan/verifikasi data

Didasarkan pada reduksi data dan sajian data yang merupakan jawaban atas masalah yang diangkat dalam penelitian.

44

BAB III

DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN 3.1 Kondisi Geografis dan Batas Administrasi

Desa Semangat Gunung terletak di wilayah kabupaten Karo, dan tepat berada di lembah gunung Sibayak. Secara topografi desa Semangat Gunung kecamatan Merdeka Kabuaten karo termasuk dalam kategori daerah dataran tinggi dengan ketinggian ± 987 meter dari permukaan laut .secara astronomis desa ini berada pada 3,23°LU-98,49°BT dan 3,24°LU-98,53°BT. adapun luas wilayah desa Semangat Gunung adalah 800 Ha yang terdiri dari :

a. Tanah sawah : 148 Ha b. Tanah bukan sawah : 281 Ha c. Lahan sektor pariwisata : 271 Ha

d. Lahan Geothermal dan mineral : 100 Ha

Terkait dengan administrasi pemerintahan, wilayah desa Semangat Gunung terbagi ke dalam wilayah dusun. Adapun jumlah dusun yaitu 2 dusun. Namun nama dan pembagian wilayahnya belum ditetapkan. Adapun batas-batas wilayah desa Semangat Gunung kecamatan Merdeka kabupaten Karo adalah sebagai berikut :

a. Sebelah Utara : Kabupaten Deli Serdang

b. Sebelah Timur : Desa Doulu Kecamatan Berastagi c. Sebelah Selatan : Tahura Kecamatan Dolat Rakyat d. Sebelah Barat : Kabupaten Langkat

45 3.2 Kondisi Demografi

3.2.1 Laju pertumbuhan dan kepadatan penduduk

Penduduk desa Semangat Gunung terus mengalami pertumbuhan penduduk.

Sesuai dengan data statistik tahun 2013 penduduk desa Semangat Gunung berjumlah 614 orang. Dengan luas wilayah 800 Ha, kepadatan penduduk desa Semangat Gunung yaitu 1 / Ha.

3.2.2 Jenis Pekerjaan

Secara umum pekerjaan di desa Semangat Gunung yaitu pertanian. Kebanyakan masyarakat bekerja sebagai petani dan bekerja dalam sektor pariwisata, hanya sedikit warga yang bekerja sebagai pegawai maupun pedagang. Selengkapnya akan disajikan dalam table berikut ini :

Tabel 3.1

Sumber Utama Penghasilan Penduduk

No. Sektor Pekerjaan Jumlah (orang) Persentase

1. Pertanian 384 62,7%

2. Industri Pariwisata 64 10,4%

3. PNS/ABRI 4 0,8%

4. Lainnya 160 26,1%

Jumlah 612 100%

(Sumber : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa tahun 2015)

46 3.2.3 Sumber Daya Alam

Kondisi topografi, Gambaran tentang tinggi rendahnya permukaan bumi disebut dengan topografi. Topografi suatu daerah akan memberikan pengaruh terhadap aktifitas manusia yang ada di daerah tersebut. Keadaan topografi Desa Semangat Gunung adalah bergelombang sampai dengan berbukit-bukit. Keadaan yang sedemikian rupa membuat daerah ini memiliki pemandangan yang indah.

Selain keindahan alam seperti yang dijelaskan diatas, Desa Semangat Gunung terletak pada elevasi rata-rata ±987 meter di atas permukaan laut, sehingga sangat cocok untuk produksi sayur-sayuran dan buah. Hal ini karena tersedianya lahan potensial yang cukup luas untuk dikembangkan.

Desa Semangat Gunung merupakan salah satu desa yang tiang peyangga ekonominya berada pada sektor pertanian dan pariwisata. Iklim pada Desa Semangat Gunung berdasarkan klasifikasi Junghun merupakan iklim yang sejuk yang dilihat dari ketinggian beserta jenis tanaman yang tumbuh dan berproduksi optimal sesuai suhu dan optimal. Suhu udara di desa Semangat Gunung sangat dingin pada pagi hari dan malam hari. Jika pada siang hari cuaca di desa ini cukup sejuk. Temperatur udara di Desa Semangat Gunung berkisar 16ºC s/d 20ºC dengan curah hujan rata-rata 2000 mm/tahun.

Curah hujan tertinggi terdapat pada bulan September, Oktober, November dan Desember, biasanya ada juga disertai dengan udan baho (hujan yang disertai biji es seukuran biji jagung) dan musim kemarau pada bulan April sampai bulan Agustus.

.

47

Gambar 3.1 Peta rupa bumi desa Semangat Gunung kecamatan Merdeka Kabupaten Karo

(Sumber : Data Olahan, 2016)

Desa Semangat Gunung merupakan salah satu desa agraris yang menghasilkan berbagai jenis tanaman palawija seperti padi sawah, bawang merah, buncis, kubis, tomat, cabe, serta berbagai jenis sayuran seperti kangkung, sawi, dan bunga kol. Tanaman buncis merupakan salah satu tanaman polong-polongan atau biji-bijian yang dapat dimakan. Tanaman ini banyak ditanam oleh penduduk Desa Semangat Gunung sebagai tanaman pertanian, karena dianggap memiliki harga jual yang cukup tinggi dibanding dengan harga sayuran yang lain. Tanaman lainnya selain buncis, yang menjadi salah satu tanaman pertanian yang dibudidayakan oleh penduduk Desa Semangat Gunung adalah tanaman tomat. Tanaman ini juga banyak di budi dayakan pada daerah-daerah yang memilki suhu udara yang tinggi. Tanaman ini juga merupakan salah satu tanaan sayuran yang sangat diperlukan sehingga selalu dibutuhkan pasar. Namun saat ini, tanaman ini sudah tidak lagi menjadi kekuatan pertanian di desa ini, jenis sayuran yang bisa menjadi tumpuan baru adalah kangkung belerang.

48

Tabel 3.2

Hasil Pertanian Desa Semangat Gunung tahun 2015

No. Jenis Tanaman Luas Produksi

(Ha)

Hasil Produksi Rata-rata (Ha/Ton/Panen)

1. Bawang Merah 150 5

2. Kubis 12 6

3. Tomat 4 5

4. Cabai 2 1

5. Buncis 5 2

6. Bawang Pere 2 1

7. Jeruk 5 7

(Sumber : Rencana Pembangunan Jangka Menengah desa tahun 2015)

Berdasarkan tabel tersebut yang menjadi hasil pertanian paling mumpuni dari Desa Semangat Gunung ini adalah Jeruk, Kubis dan Tomat. Namun ada beberapa hasil pertanian juga yang masih menjadi andalan Desa yaitu Bawang pere.

Tumpang sari adalah suatu bentuk pertanaman campuran (polyculture) berupa pelibatan dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal lahan tanam dalam waktu yang bersamaan atau agak bersamaan. Tumpang sari yang umum dilakukan adalah penanaman dalam waktu yang hampir bersamaan untuk dua jenis tanaman budidaya yang sama maupun berbeda. Petani sayur di Desa Semangat Gunung sudah mulai melakukan pertanian tumpang sari yang memanfaatkan satu areal lahan pertanian yang ditanami dua jenis sayuran yang berbeda.

49

Gambar 3.2 Jenis pertanian di Desa Semangat Gunung

(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2017)

Potensi Lahan Pariwisata, desa Semangat Gunung dengan luas tanah 800 Ha yang terdiri dari tanah sawah 148 Ha dan tanah bukan sawah seluas 381 Ha dan 271 Ha digunakan untuk sektor pariwisata alam, yaitu penginapan dan pemandian air panas.

3.3 Sejarah Desa Semangat Gunung

Konon seluruh wilayah Kabupaten Karo diperintah oleh 4 Raja ( Sibayak ) yakni Sibayak Lingga, Sarinembah, Suka, Barusjahe dan Kutabuluh. Pucuk pimpinan tertinggi di Tanah Karo saat itu adalah Sibayak ( Raja ) kalau sekarang adalah Bupati. Sibayak berkedudukan di Kampung Lingga yang saat ini menjadi Desa Sibayak Lingga dan

50

bermarga Sinulingga. Menurut informasi dari Bapak Langgar Surbakti salah seorang tetua di Desa Semangat Gunung ini, Sibayak Lingga merupakan orang yang jujur dan memiliki kendali besar dalam setiap keputusan di Tanah Karo ini.

Kemudian, masyarakat yang pertama kali membuka perkampungan simanteki kuta untuk Desa Semangat Gunung ini adalah keluarga Surbakti Mergana. Dalam adat istiadat Karo, merga Surbakti ini masuk dalam kategori marga Karo-Karo dari Silima Merga yang ada. Oleh karena itulah masyarakat yang dominan tinggal di Desa ini bermarga Surbakti. Sedangkan marga Perangin-angin dan Tarigan merupakan pendatang di Desa ini. Ketika itu, Sibayak Lingga bertanya pada Bapatua dari Desa ini tentang pemberian nama untuk Desa, maka Bapatua pun menjawab Desa ini akan dinamakan Desa Raja Berneh yang artinya Raja Lembah karena ‘Berneh’ dalam bahasa Karo diartikan Lembah. Nama ini dipilih karena lokasinya yang terletak tepat di kaki Gunung Sibayak atau Lembah Sibayak.

Bertahun-tahun Desa ini dikenal dengan nama Raja Berneh hingga pada tahun 1945 setelah Republik Indonesia merdeka, pemerintah mengeluarkan perintah untuk menganti seluruh nama daerah yang masih menggunakan bahasa daerah menjadi nama yang menggunakan Bahasa Indonesia termasuk dengan gelar Raja-raja yang harus dihapuskan. Setelah melalui proses perembukan di Kantor Kecamatan Simpang Empat yang menjadi pusat administratif Desa ini dulu, maka dipilihlah nama Semangat Gunung menjadi nama desa untuk mnggantikan nama Desa Raja Berneh tersebut.69

69 Wawancara dengan Bapak Langgar Surbakti

51

Namun sampai saat ini lebih banya masyarakat yang mengenal desa ini dengan nama Raja Berneh daripada Semangat Gunung.

3.4 Visi dan Misi Desa

Visi adalah suatu gambaran tentang keadaan masa depan yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan desa. Penyusunan visi desa Semangat Gunung ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan di desa Semangat Gunung seperti pemerintahan desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga masyarakat desaa pada umumnya. Pertimbangan kondisi eksternal di desa seperti satuan kerja di wilayah pembangunan kecamatan Merdeka mempunyai titik berat sektor infrastruktur.

3.4.1 Visi Desa

Adapun visi dari desa Semangat Gunung adalah “Terwujudnya masyarakat desa yang maju dan makmur didukung oleh pertanian yang ungguldan sarana prasarana transportasi yang memadai.”

3.4.2 Misi Desa

Selain penyusunan visi juga telah ditetapkan misi-misi yang membuat sesuatu pernyataan yang harus dilaksanakan oleh desa agar tercapainya visi desa tersebut berada di atas misi. Pernyataan visi kemudian dijabarkan kedalam misi agar dapat dioperasionalkan atau dikerjakan. Sebagaimana penyusunan visi, misipun dalam penyusunannya

52

menggunakan pendekatan partisipatif dan pertimbangan potensi dan kebutuhan desa Semangat Gunung. Sebagaimana proses yang telah dilakukan maka misi desa Semangat Gunung adalah :

a. Meningkatkan hasil produksi pertanian

b. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) di segala bidang

c. Meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana trasportasi d. Meningkatkan pendapatan masyarakat

3.5 Potensi dan Masalah

Desa Semangat Gunung mempunyai beberapa potensi yaitu : a. Mempunyai sumber daya alam yang memadai

b. Sikap bergotong royong yang tinggi

c. Lebih mengutamakan kepentingan umum dibanding kepentingan pribadi

Masalah desa Semangat Gunung yaitu :

Masalah yang dihadapi desa Semangat Gunung adalah banyaknya jalan-jalan ke sentra produksi yang kurang bagus. Hal ini mengakibatkan terhambatnya pengangkutan haasil masyarakat dan mengakibatkan kurangnya pendapatan maasyarakat dikarenakan bertambahnya upah angkut hasi pertanian. Kemudian dari sgi kemampuan Sumber Daya Manusia yang kurang memadai dalam segi keahlian dan kurang bisa memanfaatkan potensi-potensi wisata yang bisa di wujudkan.

53 3.6 Program Pembangunan Desa

Program yang dicanangkan oleh desa Seangat Gunung adalah penanggulangan kemiskinan dan menciptakan pekerjaan dengan mendominasikan pembangunan sarana dan prasarana jalan ke sentra produksi agar tercapainya taraf hidup masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri.

Tabel 3.3

Program Pembangunan Desa Semangat Gunung bidang Pelayanan Dasar Infrastruktur

No. Jenis Kegiatan Pembangunan Perkiraan Volume

Sasaran / Manfaat

1. Pembuatan kantor dan warung PKK

20x4 Meningkatkan kapasitas anggota PKK

2. Pengerasan jalan pertanian Kenjulu

4x2000 m Akses transportasi

3. Penembokan bantaran sungai petani

8000 m Peningkatan infrastruktur

4. Turap jalan tali air 1600 m Peningkatan infrastruktur 5. Sanitasi Desa 2000 m Meningkatkan sanitasi 6. Pembuatan gapura Desa 1 unit Lambang wilayah desa

7. Pemasangan lampu jalan 10 titik Penerangan untuk transportasi

8. Rehab bak mata air Tapin 1 unit Peningkatan infrastruktur 9. Pipanisasi air Tapin 700 m Peningkatan infrastruktur 10. Rabat beton jalan 500x2 m Akses transportasi

11. Pembuatan rumah mata air 4x5 m Peningkatan infrastruktur 12. Pembukaan jalan Persigen 450m Akses transportasi

54

13. Penembokan parit 500 m Meningkatkan sanitasi 14. Pembuatan bak penampungan

air

2x3 m Peningkatan infrastruktur

15. Pembuatan pos kamling 4x3 m Peningkatan keamanan 16. Pembukaan jalan lintas alam 6x8000 m Akses transportasi

17. Pembuatan rumah mata air 10x7 Peningkatan infrastruktur 18. Pembuatan pos karang taruna 4x3 m Peningkatan keamanan 19. Pipanisasi lingkar air bersih 1 paket Peningkatan infrastruktur 20. Pengadaan kaca cembung jalan 2 buah Keamanan transportasi 21. Pembuatan pagar puskesmas 1 paket Peningkatan transportasi 22. Rabat beton jalan 3x600 m Akses transportasi 23. Pembuatan jembatan Lau

Petani

4x10 m Akses trnasportasi

24. Penembokan bantaran sungai Lau Nagan

600 m Peningkatan infrastruktur

25. Penembokan irigasi air sentra pertanian

3 unit Peningkatan infrastruktur

26. Pembangunan kantor BPD 1 unit Peningkatan infrastruktur 27. Renovasi Gereja GBKP 1 unit Peningkatan sarana

keagamaan

28. Pembangunan Gereja Katholik 1 unit Peningkatan sarana keagamaan

29. Pembangunan Mesjid 1 unit Peningkatan sarana

keagamaan

30. Pengadaan Lonceng Gereja 1 unit Peningkatan sarana keagamaan

31. Pengadaan sound system Gereja

1 paket Peningkatan sarana keagamaan

32. Pengadaan buku suci agama 1 paket Peningkatan sarana keagamaan

33. Pengadaan sound system 3paket Peningkatan sarana

55

Mesjid keagamaan

34. Pengadaan inventaris Rumah Ibadah

4 paket Peningkatan sarana keagamaan

(Sumber : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa tahun 2015)

Selain program pembangunan desa dalam bentuk fisik atau infrastruktur, ada juga program pemberdayaan masyarakat yang dapat mendukung perkembangan kegiatan pariwisata Desa Semangat Gunung seperti tabel berikut ini :

Tabel 3.4

Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Semangat Gunung

No. Jenis Kegiatan Perkiraan

Volume 3. Pengadaan perlengkapan gotong

royong

1 paket Peningkatan keterampilan

budaya 5. Pelatihan kerajinan tangan 1 paket Peningkatan

keterampilan budaya 6. Pelatihan industri rumah tangga 1 paket Peningkatan

keterampilan budaya 7. Pelatihan computer 1 paket Peningkatan

keterampilan

56

budaya 8. Pengadaan sarana prasarana

olahraga

1 paket Peningkatan keterampilan

budaya 9. Pengadaan pakaian adat karang

taruna

1 paket Peningkatan keterampilan

budaya 10. Pelatihan tata karma 1 paket Peningkatan

keterampilan budaya 11. Pelatihan pariwisata 1 paket Peningkatan

ketrampilan budaya

12. Studi banding 1 paket Peningkatan

kapasitas dan kemampuan 13. Pengadaan akses internet 1 paket Akses komunikasi

dan informasi 14. Pengadaan perlengkapan

keamanan

2 paket Peningkatan keamanan 15. Pengadaan bantuan

perlengkapan dapur umum

3 paket Adanya

perlengkapan sosial budaya 16. Pengadaan bibit pertanian 3 paket Bantuan pertanina 17. Pengadaan bantuan ternak 3 paket Bantuan pertanian 18. Bantuan pengadaan bibit ikan 2 paket Bantuan pertanian 19. Pembuatan kolam ikan 1 unit Bantuan pertanian 20. Bantuan operasional peternak 1 paket Bantuan pertanian

perlengkapan sosial budaya 16. Pengadaan bibit pertanian 3 paket Bantuan pertanina 17. Pengadaan bantuan ternak 3 paket Bantuan pertanian 18. Bantuan pengadaan bibit ikan 2 paket Bantuan pertanian 19. Pembuatan kolam ikan 1 unit Bantuan pertanian 20. Bantuan operasional peternak 1 paket Bantuan pertanian

Dokumen terkait