• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

Jumlah 55 100,00 Sumber : Kuesioner

5.4. Partisipasi Responden Terhadap Kegiatan PSBR

Pengetahuan dan sikap responden akan tampak nyata melalui partisipasinya terhadap berbagai bentuk kegiatan PSBR

Keikutsertaan Responden Mengikuti Pertemuan Kelompok

No Kategori F Persentase (%)

1 Menghadiri Setiap Kali Ada Pertemuan 42 76,36 2 Jarang 6 10,91 3 Tidak Pernah 7 12,73 Jumlah 55 100,00 Sumber : Kuesioner 2007

Berdasarkan tabel 30 dapat diketahui bahwa sebanyak 42 responden (76,36%) menyatakan hadir setiap kali ada pertemuan kelompok. Alasan mereka hadir adalah karena ingin tahu perkembangan kelompok dan juga menyampaikan serta mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi. Sebanyak 6 responden (10,91%) menyatakan jarang menghadiri pertemuan kelompok yang disebabkan karena sakit, tidak mendapat informasi dan lainnya serta tempat tinggalnya yang jauh

Bahkan ada juga yang menyatakan bahw mereka tidak mendapatkan apa – apa selama mengikuti pertemuan kelompok, sehingga ketika ada kegiatan ini mereka tidak mendengarkan apa yang dibicarakan . Hal ini dikemukakan oleh 7 responden (12,73%) yang tidak pernah mengikuti pertemuan kelompok.

Tabel 31

Keikutsertaan Responden Memberikan Saran Dalam Pertemuan Kelompok

1 Pernah 25 45,45

2 Tidak Pernah 30 54,54

Jumlah 55 100,00

Sumber : Kuesioner 2007

Berdasarkan tabel 31 dapat diketahui bahwa sebanyak 30 responden (54,54%) pernah menberikan saran dalam pertemuan kelompok yaitu berupa masukan – masukan untuk permasalahan yang dihadapi demi kemajuan kelompok, sedangkan 25 responden (45,45%) menyaatkan tidak pernah memberikan saran dalam pertemuan kelompok dengan alasan jarang mengikuti pertemuan, tidak aktif dan pengetahuan yang kurang sehingga ragu memberi saran, walaupun responden tidak pernah memberikan saran, jika memiliki permaalahan maka mereka tidak takut untuk bertanya.

Berdasarkan hasil observasi ketika mengikuti pertemuan kelompok, PSBR berusaha mencipatakan suasana yang kondusif agar pertemuan ini dapat melihat berbagai perswoalan - - persoalan yang berkembang dalam panti dan mencari solusinya bersama – sama. Kalau menghadapi masalah, remaja binan tidak takut untuk bertanya kepada pegawai/staff yang mengisi acara pertemuan tersebut.

Tabel 32

Keikutsertaan Responden Memberikan Saran Dalam Pengarahan

No Kategori F Persentase (%)

1 Pernah 15 27,27

Jumlah 55 100,00 Sumber : Kuesioner 2007

Berdasarkan tabel 32 dapat diketahui bahwa mayoritas responden yaitu sebanyak 40 responden (72,73%) menyatakan tidak pernah memberikan saran dalam pengarahan. Alasan mereka adalah kaena malas dan pegawai sudah ada yang selalu memberikan saran dalam kegiatan pengarahan tersebut, sedangkan 15 respondn ( 27,27%) menyatakan tpernah memberikan saran dalam pengarahan yaitu berupa masukan – masukan terhadap masalah yang dihadapi dalam kegiatan tersebut.

Tabel 33

Keikutsertaan Responden Memberikan Saran Dalam Pembinan Rohani

No Kategori F Persentase (%)

1 Pernah 24 43,64

2 Tidak Pernah 31 56,36

Jumlah 55 100,00

Sumber : Kuesioner 2007

Berdasarkan tabel 33 daapt diketahui bahwa mayoritas responden yaitu sebanyak 31 responden (56,36%) menyatakan tidak pernah memberikan saran dalam pembinaan rohani dengan alasan apa yang disampaikan dalam kegiatan tersebut semuanya sudah jelas disampaikan. Selama pembinan rohani, mereka lebih banyak bertanya seputar masalah – masalah kehidupan mereka, sedangkan 24 responden (43,64%) menyatakan pernah memberikan saran dalam pembinan rohani berupa msukan – masukan dalam proses kegiatannya sehingga kegiatan ini menjadi lebih semangat untuk mereka ikuti.

Tabel 34

Keikutsertaan Responden Memberikan Saran Dalam Kegiatan Olahraga

No Kategori F Persentase (%)

1 Pernah 18 32,73

2 Tidak Pernah 37 67,27

Jumlah 55 100,00

Sumber : Kuesioner 2007

Berdasarkan tabel 34 dapat diletahui bahwa sebanyak 37 responden (67,27%) menyatakan tidak pernah memberikan saran dalam kegiatan olahraga dengan alasan setiap kegiatan olahraga yang dilakukan sudah sesuai dengan keinginan mereka, sehingga setiap pelaksanaan kegiatan olahraga mereka langsung terjun ke lapangan. Sebanyak 18 responden (32,73%) menyatakan pernah memberikan saran dalam kegiatan ini berupa masukan – masukan mengenai pelaksanaan suatu kegiatan olahraga seperti pemanasan dahulu sebelum berolahraga baik dalam bentuk senam ataupun hanya berjalan kaki mengelilingi panti.

Tabel 35

Keikutsertaan Responden Memberikan Saran Dalam Pelaksanaan Pelatihan Ketrampilan Salon/Tata Rias dan Bordir

1 Pernah 20 36,36

2 Tidak Pernah 35 63,64

Jumlah 55 100,00

Sumber : Kuesioner 2007

Berdasarkan tabel 35 dapat diketahui bahwa sebanyak 35 responden (63,64%) menyatakan tidak pernah memberikan saran dalam pelaksanaan pealtihan ketrampilan dengan alasan pelatihan tersebut sudah jelas dan mudah dimengerti. Namun, ada juga remaja binaan yang memberikan alasan karena malas. Hal ini disebabkan dalam pelatihan tersebut hanya terfokus pada satu pekerjan yang terus menerus diulang untuk dikerjakan.

Sebanyak 20 responden (36,36%) menyatakan pernah memberikan saran dalam pelaksanaan pelatihan ketrampilan salon/tata rias dan bordir berupa masukan – masukan dalam proses kegiatan ini seperti memakai musik dalam proses kegiatan mereka.

Tabel 36

Keikutsertaan Responden Memberikan Saran Dalam penyusunan Program Kegiatan PSBR No Kategori F Persentase (%) 1 Pernah 8 14,54 2 Tidak Pernah 47 85,45 Jumlah 55 100,00 Sumber : Kuesioner 2007

Berdasarkan tabel 36 dapat diketahui bahwa 47 rersponden (85,45%) menyatakan tidak pernah membrikan saran dalam penyusunan program kegiatan di PSBR dengan alasan bahwa penyusunan program tersebut bukan urusan mereka dan dalam penyusunan program tersebut hanya ketua – ketua wisma saja yang dilibatkan.

Sebanyak 8 responden (85,45%) menyatakan pernah memberikan saran dalam penyusunan program kegiatan berupa tambahan – tambahan dalam program tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa mereka telah peduli terhadap pelaksanaan pelatihan ketrampilan tersebut.

Tabel 37

Keikutsertaan Responden Untuk Memberi Dana

No Kategori F Persentase (%)

1 Pernah 18 32,73

2 Tidak Pernah 37 67,27

Jumlah 55 100,00

Sumber : Kuesioner 2007

Berdasarkan tabel 37 dapat diketahui bahwa 37 responden (67,27%) menyatakan tidak pernah memberikan dana baik dalam bentuk uang atau barang untuk menunjang kegiatan kelompok. Alasan responden adalah PSBR tidak pernah mengadakan suatu kegiatan yang mengharuskan mereka mengumpulkan dana secara bersama – sama.

Sebanyak 18 responden (32,73%) menyatakan pernah memberikan dana yaitu untuk membantu teman mereka yang mengalami dukacita. Ada juga responden yang

menyatakan memberi dana untuk membeli bahan sendiri ketika persediaan dalam panti telah habis.

Tabel 38

Keikutsertaan Responden Dalam Berdiskusi Dengan Pegawai/Staff PSBR

No Kategori F Persentase (%)

1 Pernah 20 36,36

2 Tidak Pernah 33 60

Jumlah 55 100,00

Sumber : Kuesioner 2007

Berdasarkan tabel 38 dapat diketahui bahwa 33 responden (60%) menyatakan tidak pernah berdiskusi dengan pegawai atau staff PSBR. Hal ini dipengaruhi oleh perasaan segan terhadap pegawai. Bahkan ada juga yang menyatakan sebagian pegawai ada yang tidak perhatian terhadap mereka sehingga untuk berdiskusi saja mereka menjadi tidak termotivasi.

Sebanyak 20 responden (36,36%) menyatakan pernah berdiskusi dengan pegawai terutama dalam hal mengenai maalah pribadi. Bahkan ada juga yang berdiskusi dengan pegawai dalam hal keuangan dan perasaan hati mereka selama di panti. Ini menunjukkan bahwa sebagian remaja binaan dan pegawai telah terjalin hubungan yang begitu kompak.

Keikutsertaan Responden Dalam Mengikuti Kegiatan Secara Bersama – Sama Dengan Pegawai/Staff PSBR No Kategori F Persentase (%) 1 Pernah 48 87,27 2 Tidak Pernah 7 12,73 Jumlah 55 100,00 Sumber : Kuesioner 2007

Berdasarkan tabel 39 dapat diketahui bahwa 48 responden (87,27%) menyatakan pernah melakukan kegiatan secara bersama – sama dengan pegawai/staff PSBR. Kegiatan ini dalam bentuk perayaan 17 Agustus dan juga dalam acara buka puasa bersama dalam menyambut bulan suci ramadhan, sedangkan 7 responden menyatakan tidak pernah melakukan kegiatan secara bersama – sama dengan pegawai/staff PSBR. Hal ini karena perasaan segan yang ada dalam diri responen dan juga kurang perhatian dari pegawai terhadap mereka.

Tabel 40

Jenis Kegiatan yang Dilakukan Responden Bersama Pegawai

No Kategori F Persentase (%)

1 Olahraga 32 58,18

2 Seni Tari 3 5,45

3 Pembinaan Rohani 4 7,27

Jumlah 55 100,00 Sumber : Kuesioner 2007

Berdasarkan tabel 40 dapat diketahui bahwa sebanyak 32 responden (58,18%) menyatakan jenis kegiatan olahraga pernah dilakukan bersama pegawai, sedangkan 16 responden (29,09%) menyatakan kegiatan yang lain sebagai kegiatan yang pernah dilakukan bersama pegawai seperti buka puasa bersama dan perayaan HUT RI.

Sebanyak 4 responden (7,27%) menyatakan pernah melakukan kegiatan bersama pegawai dalam bentuk pembinaan rohani dan 3 responden (5,45%) menyatakan pernah melakukan kegiatan bersama pegawai dalam bentuk seni tari

Tabel 41

Kesulitan Responden Dalam Mengikuti Program Pelatihan Ketrampilan

No Kategori F Persentase (%)

1 Pernah 39 70,91

2 Tidak Pernah 16 29,09

Jumlah 55 100,00

Sumber : Kuesioner 2007

Berdasarkan tabel 41 dapat diketahui bahwa 39 responden (70,91%) menyatakan pernah mengalami kesulitan dalam mengikuti program pealtihan ketrampilan yaitu tidak tahu cara menggunakan fasilitas ketrampilan, waktu pelaksanaan pealatihan yang terlalu singkat, tidak tahu cara memperbaiki kerusakan fasilitas. Sebanyak 16

responden (29,09%) menyatakan tidak pernah mengalami kesulitan dalam mengikuti pelatihan ketrampilan di PSBR

Tabel 42

Jenis Kesulitan yang Dialami Responden Dalam Mengikuti Pelatihan Ketrampilan Salon/Tata Rias dan Bordir

No Kategori F Persentase (%)

1 Tidak tahu Cara Menggunakan Fasilitas Pelatihan

6 10,91

Terlalu Singkat

4 Tidak Tahu Cara Memperbaiki Kerusakan Fasailitas

25 45,45

5 Lain - lain 9 16,36

Jumlah 55 100,00

Sumber : Kuesioner 2007

Berdasarkan tabel 42 dapat diketahui bahwa sebanyak 25 responden (45,45%) menyatakan jenis kesulitan yang dialami dalam mengikuti pelatihan ketrampilan adalah tidak tahu cara memperbaiki kerusakan fasilitas., sedangkan 15 responden ( 27,27%) menyatakan waktu pelaksanann yang terlalu singkat, 9 responden (16,36%) menyatakan adanya kesulitan lain yang dialami dalam mengiktui pelatihan ini seperti masalah kesehatan, semangat yang terkadang menurun, dan 6 responden (10,91%) menyatakan kesulitan yang mereka alami adalah tidak tahu cara memanfaatkan fasilitas ketrampilan. Data ini menunjukkan bahwa kemampuan dasar dari setiap peserta pelatihan masih sangat kurang dalam memanfaatkan fasilitas pelatihan.

Tabel 43

Penerapan Pengetahuan dan Ketrampilan yang Diperoleh Dari PSBR

No Kategori F Persentase (%)

2 Kurang Menerapkan 8 14,54

3 Tidak Pernah Menerapkan 19 34,55

Jumlah 55 100,00

Sumber : Kuesioner 2007

Berdasarkan tabel 43 dapat diketahui bahwa sebanyak 28 responden( 50,91%) menyatakan sudah pernah menerapkan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh dari PSBR yaitu praktek langsung di dunia kerja. Dengan harapan supaya hasil dari kemampuan mereka baik dalam hal salon/tata rias dan bordir memuaskan, sedangkan 19 responden (34,55%) menyatakan tidak pernah menerapkan karena jarang mengikuti pelatihan dengan berbagai alasan tertentu. Sebanayk 8 responden menyatakan kurang menerapkan karena tidak dapat mengikuti semua anjuran yang diberikan akibat ketidakmauan dan kendala – kendala lainnya.

Secara umum, remaja binaan sangat berharap Panti Sosial Bina Remaja Nusa

Putera, Tanjung Morawa dapat menjadi lebih baik lagi di waktu yang akan datang

dalam membina dan mendidik setiap remaja putus sekolah. Harapan ini akan dapat diwujudkan dengan memperbaiki segenap pendukung pelayanan dalam panti yaitu mulai dari fasilitas, kebijakan, program dan pelaksanaannya serta yang lainnya.

BAB VI

PENUTUP

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai Respon Remaja Binaan Terhadap Program Pelatihan Ketrampilan yang Diberikan oleh PSBR Nusa Putera Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, maka kesimpulan umum yang diperoleh adalah responden sebagai remaja binaan PSBR adalah remaja – remaja yang mengalami putus sekolah karena faktor ekonomi keluarga. Mereka membutuhakan intervensi dari pihak luar untuk dapat membantu mengembalikan fungsi sosialnya.

Melalui pelatihan ketrampilan yang dilakukan PSBR, mereka diharapkan agar memiliki bekal untuk dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik selepas dari panti. Harapan ini diusahakan dengan cara memanfaatkan instruktur yang berpengalaman dalam bidang ketrampilan baik salon/tata rias dan bordir. Dalam memberikan pelatihan, mereka telah memiliki kurikulum dan metode tersendiri dalam membimbing dan mendidik mereka. Selain itu, usaha PSBR adalah berusaha memberikan pelayanan yang terbaik mereka baik dalam bidang kesehatan, keamanan, cakupan gizi dan yang lainnya. Pelayanan yang dilakukan PSBR menimbulkan respon yang beragam dari remaja binaannya. Berdasarkan pengetahuan, sikap dan partisipasi mereka terhadap kegiatan PSBR, dapat dikatakan bahwa respon remaja binaan terhadap pelayanan yang diberikan PSBR cukup positif (baik). Dengan jelasnya, pengetahuan dimiliki menimbulkan sikap yang dapat menerima kehadiran PSBR dan akhirnya berpartisipasi dalam kegiatan yang dilakukan.

Secara lebih rinci, kesimpulannya yaitu :

1. Pada umumnya responden telah mengetahui tujuan kehadiran PSBR dan Kegiatan – kegiatan yang dilakukannya. Hal ini dapat diketahui dari 67,17 % responden yang sudah mengetahui secara jelas tujuan kehadiran PSBR. Hal ini mereka peroleh ketika mengikuti pertemuan melompok, dimana dalam pertemuan ini mereka mendapatkan informasi sejelas mungkin mengenai maksud dan tujuan PSBR.Walaupun ada responden yang jarang mengiktui pertemuan ini, tetapi mereka tetap berusaha mencari tahu tentang tujuan PSBR, seperti diantara responden saling bertukar informasi melalui interaksi sehari – hari

2. Responden memiliki sikap yang positif terhadap kegiatan PSBR. Hal ini di tandai dengan tanggapan responden terhadap kegiatan PSBR yaitu 35% menyatakan suka, 52% meyatakan bermanfaat, 41% menyatakan bagus dan 52% menyatakan setuju untuk dilanjutkan. Dengan adanya kegiatan PSBR, ada peningkatan kemampuan dalam hal salon/tata rias dan bordir. Disamping itu, pengetahuan responden juga meningkat yaitu pengetahuan dalam hal kepemimpinan, kedisiplinan, berorganisasi dan hal yang lainnya. Responden juga setuju kegiatan PSBR dilanjutkan karena sangat bermanfat sekali bagi remaja – remaja yang mengalami putus sekolah. Namun, responden juga beranggapan bahwa kegiatan PSBR kurang sesuai dengan kebutuhan/harapan mereka (50,91%). Hal ini disebabkan karena mereka belum mendapat ilmu mengenai bidang ketrampilan tersebut secara keseluruhan. Disamping itu, bahan – bahan yang disediakan untuk kedua bidang ketrampilan tersebut juga sangat kurang memadai. Ini menunjukkan bahwa suatu pelatihan ketrampilan dianggap

sesuai bila keseluruhan ilmu mengenai ketrampilan tersebut dapat mereka peroleh dan nantinya akan dapat diterapkan juga di masyarakat.

3. Partisipasi Responden untuk mengikuti pertemuan kelompok sudah menunjukkan adanya keinginan besar mereka untuk mengetahui PSBR yang ditunjukkan melalui data yaitu 76,36%. Ini menunjukkan bahwa mereka memang memiliki minat yang besar untuk mengetahui lebih jauh tentang PSBR tersebut.

4. Namun, dalam hal partisipasi untuk memberikan saran dalam berbagai bidang kegiatan di PSBR, menunjukkan hasil yang masih kurang yaitu sebanyak 54,54% menyatakan tidak pernah memberikan saran dalam pertemuan kelompok, 72,37% dalam pengarahan, 56,36% dalam pembinaan rohani, 67,27% dalam kegiatan olahraga, 63,64% dalam pelaksanaan pelatihan ketrampilan, dan 85,45% dalam penyusunan program pelatihan.

5. Partisipasi responden dalam hal memberi dana masih kurang. Hal ini ditunjukkan dari data sebanyak 67,27% responden tidak pernah memberikan bantuan dana karena panti tidak pernah mengadakan suatu kegiatan yang mengharuskan mereka mengumpulkan dana secara bersama – sama

6. Responden juga menunjukkan partisipasinya melalui kegiatan bersama yang dilakukan dengan pegawai yaitu sebanyak 87,27% responden menyatakan pernah mengikuti kegiatan bersama – sama pegawai yaitu dalam kegiatan memperingati HUT RI dan acara buka puasa bersama.

7. Responden juga mengalami kesulitan dalam mengikuti pelatihan ketrampilan. Hal ini ditunjukkan melalui data yaitu sebanyak 70,91% responden pernah mengalami kesulitan dalam mengiktui pelatihan ketrampilan seperti tidak tahu

cara memanfaatkan fasilitas ketrampilan, waktu pelatihan yang terlalu singkat dan tidak tahu cara memperbaiki kerusakan fasilitas – fasilitas ketrampilan 8. Dalam hal penerapan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh dari PSBR

mununjukkan hasil yang baik yaitu melalui data sebanyak 50,91% responden menyatakan sudah pernah menerapkan pengetahuan dan ketrampilan yang diperolehnya.

6.2. Saran - saran

1. Setiap peserta pelatihan harus disadarkan dan dimotivasi untuk memiliki kemauan memajukan kehidupannya melalui keseriusan dalam mengikuti pelatihan ketrampilan ini. Bukan hanya sekedar ikut – ikutan saja. Peranan dari setiap peserta sangat diperlukan untuk memberi informasi dan motivasi kepada peserta yang lainnya demi kemajuan bersama

2. Adanya bimbingan lanjutan bagi peserta pelatihan ketrampilan sangatlah penting untuk mengetahui sampai sejauh manakah keberhasilan dari program pelatihan ketrampilan tersebut.

3. Fasilitas sangat mendukung kesuksesan suatu kegiatan. Untuk itu, PSBR hendaknya semakin memperhatikan fasilitas kegiatan, sehingga pelaksanaan pelatihan ketrampilan dapat mencapai tujuan yang dihrapkan

4. Dalam upaya pengembangan organisasi dan pencapaian tujuan, diperlukan staff yang profesional dan bertanggung jawab terhadap kerja – kerjanya. Sehubungan dengan itu, penulis berharap agar PSBR Nusa Putera untuk lebih sering menerapkanj proses evaluasi dn monitoring

5. PSBR Nusa Putera merupakan lembaga yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kiranya proses seleksi terhadap calon siswa dilakukan denga ketat mengingat panti ini didirikan untuk melayani masyarakat yang kurang mampu.

Dokumen terkait