PERSPEKTIF PEMBELAJARAN ORGANISASI 1. Tersusunnya
2. Meningkatnya Daya Saing Industri Minuman dan Tembakau
1.2. Partisipasi Dalam Sidang dan Pameran di Dalam dan Luar Negeri
Dalam upaya mengembangkan industri minuman, hasil tembakau dan bahan penyegar baik di pasar dalam negeri maupun di pasar internasional, perlu mengikuti dan berperan aktif dalam perundingan dan perjanjian kerjasama industri internasional, misalnya:
Negosiasi Economic Partnership Agreement (EPA) dan Free Trade Agreement (FTA);
Sidang/Pertemuan ASEAN Consultative Committee for Standards and Quality (ACCSQ) - Prepared Foodstuff Product Working Group (ACCSQ - PFPWG); Sidang Codex Alimentarius Commission (CAC) dan Sidang Codex Committee; Sidang/workshop komoditi industri minuman, hasil tembakau dan bahan penyegar di forum internasional seperti ICCO, ICO, IGG on Tea. Untuk forum ACCSQ-PFPWG, Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar ditunjuk sebagai koordinator sektor di Indonesia berdasarkan Keputusan Kepala BSN. Sedangkan untuk forum Codex menjadi mirror committee. Selain itu juga berpartisipasi dalam pelaksanaan promosi atau pameran baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Pencapaian indikator kinerja partisipasi dalam sidang dan pameran di dalam dan luar negeri oleh Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar selama tahun 2015-2019 sebagai berikut:
1. Tahun 2015 : Pameran SCAA di Seattle, USA; Pameran Kopi Nusantara 2015 di Tangerang; International Coffee Day di Jakarta; SIAL Interfood di Jakarta; Sidang ACCSQ-PFPWG ke-20 di Bangkok, Thailand; Sidang ACCSQ-PFPWG ke-21 di Manila,
50 Filipina; Sidang ACCSQ Plenary ke-44 di Bangkok, Thailand; Sidang Codex CCNFSDU ke-37 di Jerman; Pameran Agrinex expo 2015 di Jakarta; SIAL Shanghai China; Food expo di Hongkong; Pameran Produk Indonesia (PPI) 2015 di Surabaya; Pameran BICOS di Surabaya; The Training Program on FTA policy and strategy di Korsel; Food Expo Jepang; World of Coffee goes to Nordic di Swedia; SIAL Middle East di Abu Dhabi UEA; Pameran JIFEX
2. Tahun 2016 : World of Coffee 2016 di Dublin Irlandia; Pameran Food Expo di Jepang, Pameran SCAA 2016 di Atlanta USA, Peringatan Hari kakao 2016 di Jakarta, Pameran produk makanan dan minuman 2016 di Plaza industri, Sidang ACCSQ-PFPWG ke-22 di Surabaya, Hari Kopi Internasional di Semarang, Sidang ACCSQ Plenary di Singapura, Pameran Kopi Nusantara ICE BSD, International Coffee Day di Jakarta, Sidang Codex Committe on Contaminants in Foods (CCCF) di Rotterdam, Pameran Thaifex- World of Food Asia 2016 di Thailand, HKTDC Food Expo di Hongkong
3. Tahun 2017 : Partisipasi pada Foodex 2017 di Jepang, Pameran ANUGA Jerman, International Coffee Day di Lampung, Cocoa Day Expo 2017, Pameran makanan dan minuman di Plaza industri, Sidang IE-CEPA di Jenewa, Kunjungan Kerja Pansus RUU larangan Minuman Beralkohol di Maroko, Sidang ACCSQ di Kamboja, BSOs at European Trade Fairs Insights Into Country Stand Organization, Company Support and Contact Management di Jerman, CAA International Cocoa Conference di Singapura, Sidang ACCSQ di Filipina.
4. Tahun 2018 : Sidang ACCSQ-PFPWG ke-26 di Langkawi, Malaysia; Workshop ASEAN Sectoral MRA for Prepared Foodstuff Product di Bangkok, Thailand; Sidang ACCSQ-PFPWG ke-27 di Mandalay, Myanmar; Pertemuan Ke-5 Joint Committee On Trade and Investment (JCTI), Indonesian Economic and Trade Office (IETO)-Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Yilan, Taiwan; Peringatan Hari Kopi Internasional di Makassar;
Cocoa Day Expo 2018 di Jakarta; Pameran Makanan dan Minuman di Plasa Industri.
5. Tahun 2019 : Sidang Codex Committee on Food Additive (CCFA) di Jinan, China;
Sidang 11th Joint Committee Meeting IJEPA di Yogyakarta; Sidang ACCSQ-PFPWG ke-28 di Manila, Filipina; Workshop ASEAN Sectoral MRA di Denpasar, Bali; Sidang Codex Committee on Contaminants in Food (CCCF) di Yogyakarta; Sidang ACCSQ Plenary ke-51 di Kuala Lumpur, Malaysia; Pameran Produk Kakao dan Cokelat 2019 di Plaza Industri Kemenperin; Sidang 28th RCEP-TNC and Related Meetings di Da Nang, Vietnam; 2nd Workshop on Development SOPs for Implementation of the ASEAN Sectoral MRA di Singapura; Diskusi Busines Expanssion Plans dan Kunjungan ke Friesland Campina Nederland B.V Belanda; Delri Perundingan Putaran ke- 10 IK-CEPA di Bali; Peringatan Hari Kopi Internasional di Jambi; Partisipasi Diklat E-Government dan Regulasi Kebijakan Industri 4.0 di Seoul; APEC Dairy Workshop to Identify Future Work
51 on NTMs Affecting Trade di Beijing, China; Sidang ACCSQ-PFPWG ke-29 di Singapura;
Sidang Codex Committee on Nutrition and Foods for Special Dietary Uses (CCNFSDU) ke-41 di Dusseldorf Jerman; Pertemuan Ke-3 Taiwan - Indonesia Industrial Collaboration Forum (TIICF) di Taiwan.
Dengan demikian, Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar telah mencapai sebagian besar target yang telah ditetapkan pada Rencana Strategis (Renstra 2015 – 2019), Perjanjian Kinerja tahun 2019, dan RPJMN 2015 – 2019, yang menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar pada tahun 2019 telah berjalan cukup baik
52
53 D. AKUNTABILITAS KEUANGAN
Realisasi Anggaran dan Output
Realisasi keuangan Tahun 2019 per masing-masing output kegiatan di Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar berdasarkan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) Kemenkeu sampai dengan tanggal 1 Januari 2020 dijabarkan pada tabel 21 di bawah ini.
Tabel 21. Realisasi Anggaran Belanja Tahun 2019 Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar
KODE OUTPUT / RINCIAN AKUN PAGU
10.694.484.000 8.838.794.823 82,65 1834.027 Rekomendasi Kebijakan Dalam
Rangka Mendorong Iklim Investasi Industri Minuman, Hasil Tembakau Dan Bahan Penyegar
1.325.634.000 1.140.322.028 86,02
1834.030 Industri Pengolahan Susu Yang Menjalin Kemitraan Dengan Peternak
700.790.000 590.710.240 84,29
1834.032 SNI Yang Disusun/direvisi Dan Diberlakukan Di Industri Minuman, Hasil Tembakau Dan Bahan Penyegar
2.962.740.000 2.125.859.293 71,75
1834.035 Partisipasi Industri Minuman Hasil Tembakau Dan Bahan Penyegar Dalam Kegiatan Accsq, Codex, Dan Sidang/forum Kerjasama Lainnya
916.000.000 801.275.408 87,48
1834.043 Perusahaan Di Sektor Industri Minuman, Hasil Tembakau Dan Bahan Penyegar Yang Dimonitoring Dan Dikendalikan
775.000.000 653.969.282 84,38
1834.046 Profil Investasi Pengembangan Industri Minuman, Hasil Tembakau Dan Bahan Penyegar
400.000.000 370.743.971 92,69
1834.048 Fasilitasi Penerapan Keamanan Pangan Serta Penerapan Sni Wajib Bagi Pelaku Industri Makanan Dan Minuman
1.419.320.000 1.151.373.699 81,12
1834.050 Dokumen Program, Evaluasi, Pelaporan, Dan Tata Usaha
1.695.000.000 1.558.526.614 91,95 1834.051 Regulasi Terkait Pengembangan
Industri Minuman Hasil Tembakau Dan Bahan Penyegar
500.000.000 446.014.288 89,20
54
KODE OUTPUT / RINCIAN AKUN PAGU REALISASI
TOTAL %
4907
Peningkatan Kompetensi SDM Industri Minuman, Hasil
Tembakau Dan Bahan Penyegar
18.850.000.000 13.372.265.393 70,94 4907.027 Pelatihan Cppob Berbasis Makanan
Dan Minuman
1.300.000.000 465.874.500 35,84 4907.028 Rancangan Skkni/kkni Yang
Disusun Di Industri Minuman, Hasil Tembakau Dan Bahan Penyegar
400.000.000 150.532.900 37,63
4907.029 Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu
14.550.000.000 11.285.742.393 77,57 4907.030 Pelatihan Sdm Di Sektor Industri
Minuman, Hasil Tembakau Dan Bahan Penyegar
2.600.000.000 1.470.115.600 56,54
T O T A L 29.544.484.000 22.221.060.216 75,18
Realisasi keuangan Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar akhir tahun 2019 sebesar Rp. 22.221.060.216,- (Dua Puluh Dua Milyar Dua Ratus Dua Puluh Satu Juta Enam Puluh Ribu Dua Ratus Enam Belas Rupiah) atau mencapai angka realisasi anggaran sebesar 75,18%. Namun angka realisasi tersebut dihitung dari total pagu anggaran termasuk yang diblokir sebesar Rp. 1.327.236.000,- (Satu Milyar Tiga Ratus Dua Puluh Tujuh Juta Dua Ratus Tiga Puluh Enam Ribu Rupiah) atau persentasenya sebesar 4,49%.
Realisasi keuangan yang kurang optimal tersebut disebabkan adanya beberapa hambatan dan kendala dalam pelaksanaan sebagai berikut:
1. Adanya anggaran yang diblokir sehingga pelaksanaan kegiatan dimulai agak terlambat dari rencana semula dan terdapat kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan, terutama pada anggaran peningkatan kompetensi SDM.
2. Keterbatasan SDM Petugas Pengawas Standar Industri (PPSI) yang berpengalaman melakukan pengawasan SNI Wajib di lingkungan Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar.
3. Belum selesainya proses re-akreditasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk komoditi air minum dalam kemasan (AMDK) sehingga kegiatan asesmen kompetensi SDM AMDK tidak dapat terlaksana.
Dari beberapa hambatan dan dan kendala yang terjadi, maka langkah tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan program kegiatan dan penyerapan anggaran di Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar untuk tahun anggaran selanjutnya adalah :
55 1. Melakukan upaya pembukaan blokir anggaran sesegera mungkin dengan berkoordinasi dengan Sekretariat Ditjen Industri Agro, Inspektorat Jenderal, Biro Perencanaan, dan Ditjen Anggaran Kemenkeu.
2. Berkoordinasi dengan Sekretariat Ditjen Industri Agro agar dapat memberdayakan PPSI yang berada di lingkungan Ditjen Industri Agro untuk melakukan kegiatan pengawasan SNI Wajib.
3. Berkoordinasi dengan LSP AMDK dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) terkait pelaksanaan asesmen kompetensi SDM.
Walaupun realisasi keuangan kurang optimal, namun target output dapat tercapai seluruhnya sebagaimana dijabarkan pada Tabel 22.
Tabel 22. Realisasi Output Tahun 2019 Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar
1834.043 Perusahaan Di Sektor Industri Minuman,
56
4907.030 Pelatihan SDM Di Sektor Industri Minuman, Hasil
Tembakau Dan Bahan Penyegar
Jumlah Orang 130 202
Program penumbuhan dan pengembangan industri minuman, hasil tembakau dan bahan penyegar serta peningkatan kompetensi SDM industri minuman, hasil tembakau dan bahan penyegar dengan capaian output yang optimal, diimbangi pula dengan capaian kinerja dari Perjanjian Kinerja yang telah ditetapkan.
57 Akuntabilitas Keuangan
Jumlah biaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan tiap sasaran strategis (cost per outcome) pada tahun 2019 dapat dilihat pada Tabel 23.
Tabel 23. Jumlah Biaya Yang Dibutuhkan Untuk Mewujudkan Sasaran (cost per outcome)
No Sasaran Strategis
dan berkelanjutan Infrastruktur kompetensi
yang terbentuk Rp. 400.000.000 38
PERSPEKTIF KELEMBAGAAN
Sumber data : e-monitoring APBN dan Monev Perkin
58 BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar tahun 2019, secara umum didapatkan kesimpulan sebagai berikut:
1. Pada awal tahun 2019, Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar memperoleh anggaran sebesar Rp. 30.545.000.000,- (Tiga Puluh Milyar Lima Ratus Empat Puluh Lima Juta Rupiah). Setelah dilakukan pengalihan alokasi anggaran, pagu anggaran menjadi Rp. 29.544.484.000,- (Dua Puluh Sembilan Milyar Lima Ratus Empat Puluh Empat Juta Empat Ratus Delapan Puluh Empat Ribu Rupiah). Anggaran yang masih diblokir sampai dengan akhir tahun sebesar Rp. 1.327.236.000,- (Satu Milyar Tiga Ratus Dua Puluh Tujuh Juta Dua Ratus Tiga Puluh Enam Ribu Rupiah) atau persentasenya sebesar 4,49%.
2. Indikator kinerja yang targetnya dapat tercapai sebanyak 6 (enam) dari total 9 (sembilan) indikator pada Perjanjian Kinerja tahun 2019 yaitu : Laju pertumbuhan PDB, Penyerapan tenaga kerja, Jumlah unit industri besar sedang yang tumbuh, Kontribusi ekspor terhadap ekspor nasional, Infrastruktur kompetensi yang terbentuk, dan Anggaran yang diblokir. Sedangkan indikator kinerja yang belum mencapai target adalah kontribusi PDB terhadap PDB nasional, nilai investasi, dan produktivitas SDM industri.
3. Indikator Kinerja Tujuan tercapai 2 (dua) dari 3 (tiga) indikator dan mencapai lebih dari 97% pada ketiga indikator. Laju pertumbuhan PDB industri minuman dan pengolahan tembakau pada tahun 2019 mencapai 7,01%, jauh di atas target yang ditetapkan sebesar 1,76%. Kontribusi PDB industri minuman dan pengolahan tembakau terhadap PDB nasional tahun 2019 mencapai 1,24%, di bawah target yang sebesar 1,30%. Sedangkan penyerapan tenaga kerja industri minuman dan pengolahan tembakau sebanyak 0,81 juta orang sehingga dapat melampaui target 0,80 juta orang.
4. Indikator Kinerja Sasaran Strategis tercapai 4 (empat) dari 6 (enam) indikator, terutama jumlah unit industri minuman dan pengolahan tembakau besar sedang yang tumbuh mencapai 119 unit dari target 150 unit sesuai Renstra dan target 82-90 unit sesuai RPJMN. Indikator lainnya yang memperoleh capaian 100% atau lebih adalah kontribusi ekspor produk industri minuman, hasil tembakau dan bahan penyegar terhadap ekspor nasional, infrastruktur kompetensi yang terbentuk, dan anggaran yang diblokir. Kontribusi ekspor mencapai 2,33%, melebihi target sebesar
59 1,89%. Infrastruktur kompetensi yang terbentuk tercapai sebanyak 1 RSKKNI dari target sejumlah yang sama. Target anggaran yang diblokir maksimal 20% dan dapat tercapai karena pada akhir tahun anggaran blokirnya sebesar 4,49%. Target yang tidak dapat tercapai adalah pada indikator nilai investasi dan produktivitas SDM industri. Indikator Kinerja Utama tercapai 2 (dua) dari 4 (empat) indikator yaitu:
Jumlah unit industri besar sedang yang tumbuh dan Kontribusi ekspor terhadap ekspor nasional.
5. Capaian kinerja berdasarkan RPJMN 2015 – 2019 pada tahun 2019 juga cukup baik karena target untuk indikator sasaran “Meningkatnya populasi industri minuman dan tembakau” dan “Meningkatnya daya saing industri minuman dan tembakau” dapat tercapai sepenuhnya. Demikian pula apabila dihitung secara kumulatif selama kurun waktu tahun 2015-2019 maka target yang ditetapkan sebagian besar dapat tercapai seluruhnya.
6. Realisasi keuangan Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar pada tahun 2019 berdasarkan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara Kemenkeu sebesar Rp. 22.221.060.216,- (Dua Puluh Dua Milyar Dua Ratus Dua Puluh Satu Juta Enam Puluh Ribu Dua Ratus Enam Belas Rupiah) atau 75,18%. Walaupun realisasi keuangan kurang optimal, namun target output kegiatan pada tahun 2019 dapat tercapai seluruhnya.
7. Direktorat Industri MInuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar telah mencapai sebagian besar target yang telah ditetapkan pada Rencana Strategis (Renstra 2015 – 2019), Perjanjian Kinerja tahun 2019, dan RPJMN 2015 – 2019, sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar pada tahun 2019 telah berjalan dengan baik.
B. KENDALA
Beberapa kendala yang dihadapi dalam pencapaian kinerja dan pelaksanaan kegiatan Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar tahun 2019 antara lain:
1. Terdapat indikator kinerja yang hanya dapat dihitung untuk industri minuman dan pengolahan tembakau karena datanya berbasis pada KBLI 2 digit
2. Munculnya kebijakan dan peraturan dari instansi lain yang kurang mendukung kondusivitas iklim usaha
3. Adanya kenaikan tarif cukai hasil tembakau yang akan mulai berlaku pada tahun 2020
4. Adanya blokir anggaran sebesar 4,49% yang tidak dapat dibuka hingga akhir periode
60 5. Pelaksanaan kegiatan dimulai agak terlambat dari rencana semula karena menunggu proses buka blokir dan terdapat kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan, terutama pada anggaran peningkatan kompetensi SDM.
C. REKOMENDASI
Hal-hal yang direkomendasikan untuk pelaksanaan kegiatan pada tahun berikutnya antara lain:
1. Meningkatkan koordinasi antar sektor terkait dalam hal kebijakan yang mendukung kondusifnya iklim usaha industri minuman, hasil tembakau, dan bahan penyegar 2. Melakukan upaya pembukaan blokir anggaran sesegera mungkin dengan
berkoordinasi dengan pihak terkait
3. Menyelaraskan pelaksanaan kegiatan dengan perencanaan yang telah disusun secara lebih terstruktur dan berdasarkan pada Rencana Penarikan Anggaran.
61
62 LAMPIRAN