• Tidak ada hasil yang ditemukan

PASAL DEMI PASAL

Dalam dokumen Peraturan Perundangan PP NO 20 TH 1990 (Halaman 22-36)

Pasal 1

Ist il ah yang dirumuskan dal am pasal ini dimaksudkan agar t erdapat keseragaman pengert ian at as Perat uran Pemerint ah ini dan perat uran pel aksanaannya l ebih l anj ut .

1. Rumusan ini dit urunkan dari pengert ian air sebagaimana dirumuskan dal am Pasal 1 angka 3 Undang-undang Nomor 11 Tahun 1974 t ent ang Pengairan. Dal am Perat uran Pemerint ah ini pengert ian "air" dibat asi pada air yang t erdapat di at as

permukaan t anah. Hal ini didasarkan pada pert imbangan bawa pendekat an pengendal ian pencemaran air yang t erdapat di at as permukaan t anah adal ah berbeda dengan pengendal ian pencemaran air yang t erdapat di bawah permukaan t anah dan air l aut .

2. Rumusan ini dit urunkan dari pengert ian pencemaran l ingkungan sebagaimana dirumuskan dal am Pasal 1 angka 7 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 t ent ang Ket ent uan-ket ent uan Pokok Pengel ol aan Lingkungan Hidup.

3. Cukup j el as.

4. Rumusan ini dit urunkan dari pengert ian baku mut u l ingkungan sebagaimana dirumuskan dal am pasal 1 angka 6 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 t ent ang Ket ent uan-ket ent uan Pokok Pengel ol aan Lingkungan Hidup. Yang dimaksud dengan "dit enggang adanya" dal am rumusan pengert ian ini adal ah bat as at au kadar paramet er pencemaran dal am air secara al ami dan dinil ai berdasarkan il mu penget ahuan masih dapat dif ungsikan sesuai dengan perunt ukannya. Baku mut u air merupakan dasar bagi perl indungan air dan sebagai krit eria pencemaran air sebagaimana dimaksud dal am Pasal 15 dan penj el asan Pasal 15 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 t ent ang Ket ent uan-ket ent uan Pokok Pengel ol aan Lingkungan Hidup.

5. Beban pencemaran dinyat akan dal am sat uan, j uml ah paramet er pencemaran, biasanya sebagai sat uan berat , at au unt uk al iran air at au l imbah dinyat akan dal am sat uan j uml ah paramet er pencemaran persat uan wakt u. Beban pencemaran dapat dit ent ukan dengan mengukur kadar paramet er pencemaran dan vol ume at au debi t al iran air at au l imbah yang bersangkut an. Nil ai beban pencemaran t ersebut dihit ung dengan perkal ian ant ara kadar dan vol ume at au debit al iran set el ah sat uan vol umenya disesuaikan.

Cont oh perhit ungan :

Dari pengukuran didapat konsent rasi padat an t ersuspensi adal ah 1 mg/ l it er dan debit al iran l imbah sebesar 10 met er kubik/ menit .

Debit al iran l imbah set el ah penyesuaian sat uan vol ume adal ah 10 x 1000 l it er/ menit (karena 1 m3 = 1000 l it er) Maka beban pencemaran padat an t ersuspensi dari l imbah t ersebut adal ah :

= 10 x 1000 (l it er/ menit ) x 1 (mg/ l it er) = 10. 000 mg/ menit .

6. Daya t ampung beban pencemaran dit ent ukan dengan t eknik dan met oda t ert ent u berdasarkan dat a kondisi kual it as dan kuant it as air sert a baku mut u air pada suat u sumber air t ert ent u. Daya t ampung beban pencemaran dapat digunakan sebagai dasar pert imbangan dal am perizinan pembuangan l imbah-l imbah cair ke sumber air yang bersangkut an; j ika beban pencemaran dari l imbah-l imbah yang dibuang mel ebihi daya t ampung beban pencemaran air pada sumber air t ersebut maka besar kemungkinannya air t ersebut akan mengal ami pencemaran.

7. Yang dimaksud dengan "dit enggang adanya" dal am rumusan pengert ian ini adal ah secara administ rat if dan berdasarkan perhit ungan rasional .

8. Cukup j el as.

Pasal 2

Yang dimaksud dengan inst ansi t eknis dal am pasal ini adal ah yang dit et apkan berdasarkan perat uran perundang-undangan yang berl aku. Invent arisasi kual it as dan kuant it as air diperl ukan unt uk menget ahui kondisi air dan kecenderungan berubahnya pada sumber air dal am rangka pengol ahan kual it as air dan

pengendal ian pencemaran air. Yang dimaksud dengan kual it as air adal ah sif at air dan kandungan makhl uk hidup, zat , at au energi, at au komponen l ain dal am air. Kual it as air dinyat akan sebagai paramet er kual it as air, misal nya pH, warna, t emperat ur hant aran l ist rik, konsent rasi zat kimia, konsent rasi bakt eri, dan sebagainya.

Yang dimaksud dengan kuant it as air adal ah j uml ah at au debit al iran air pada sumber air.

Pasal 3 Ayat (1)

Cukup j el as Ayat (2)

Yang dimaksud dengan sumber air dal am ayat ini adal ah sama dengan pengert ian sumber air sebagaimana dimaksud dal am Undang-undang Nomor 11 Tahun 1974 t ent ang Pengairan, yang dapat berupa ant ara l ain sungai, danau, dan rawa.

Pasal 4 Ayat (1)

Cukup j el as Ayat (2)

Laporan yang disampaikan merupakan hasil pengol ahan dat a yang dil akukan ol eh inst ansi t eknis yang isi l aporan mel iput i anal isis dat a, kondisi dan kecenderungan kual it as dan kuant it as air, sumber-sumber pencemaran, kesimpul an dan saran.

Pasal 5 Ayat (1)

pencemaran adal ah unt uk menget ahui kegiat an-kegiat an yang berpot ensi mencemarkan air sert a kemungkinan j enis dan besaran pencemarannya.

Ayat (2)

Tindak l anj ut pengendal ian bert uj uan agar pembuangan l imbah dari sumber-sumber pencemaran t ermasuk memenuhi kebut uhan baku mut u l imbahnya sehingga air penerima l imbah yang bersangkut an memenuhi baku mut u air yang diinginkan. Pasal 6 Cukup j el as Pasal 7 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2)

Yang dimaksud dengan perl uasan pemanf aat an gol ongan air adal ah pemanf aat an air di l uar dari penggol ongan air sepert i yang dit et apkan pada Pasal 7 ayat (1) Perat uran Pemerint ah ini. Pasal 8 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2) Cukup j el as Ayat (3)

Ruj ukan kepada il mu penget ahuan diperl ukan bil a diduga ada paramet er yang t idak at au bel um t ercakup dal am baku mut u air.

Pasal 9

Penet apan met ode anal is dimaksudkan unt uk menggunakan ruj ukan yang sama dal am pengukuran dan penil aian paramet er pencemaran dal am baku mut u air dan baku mut u l imbah cair t ermaksud.

Pasal 10 Ayat (1)

Karena perunt ukan air dan baku mut u air menyangkut kepent ingan umum maka unt uk set iap air pada sumber air perl u dit et apkan perunt ukan dan gol ongannya ol eh Gubernur Kepal a Daerah Tingkat I. Dal am hal kondisi mut u air t idak memenuhi krit eria mut u unt uk perunt ukan yang seharusnya, t idak bol eh kemudian gol ongannya dit et apkan sesuai dengan kondisi mut u t ersebut , yang diperl ukan adal ah program agar kondisi mut u air t ersebut dapat memenuhi krit eria mut u unt uk perunt ukkan yang seharusnya.

Ayat (2) Cukup j el as Ayat (3)

Yang dimaksud dal am ayat ini adal ah wewenang suat u badan pengel ol a sepert i ot orit a dan sebagainya.

Pasal 11

Program peningkat an t ersebut bert uj uan agar kual it as air t ersebut mencapai t ingkat sesuai dengan penggol ongan perunt ukannya dal am j angka wakt u t ert ent u at au bahkan menaikkan sampai kual it as yang l ebih baik l agi.

Pasal 12

Yang dimaksud dengan peningkat an penggol ongan perunt ukannya adal ah agar air yang bersangkut an dapat dit et apkan sebagai

gol ongan air dengan t ingkat kual it as air yang l ebih baik. Pasal 13

Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2)

Dal am hal sumber air, menj adi bat as propinsi at au mengal ir mel al ui dua at au l ebih propinsi, para Gubernur yang bersangkut an perl u berkonsul t asi t erl ebih dahul u dengan Ment eri sebel um menet apkan pengendal ian pencemarannya agar dapat dicapai ket erpaduannya/ pengendal ian pencemaran t erhadap sumber air t ersebut .

Pasal 14

Daya t ampung beban pencemaran digunakan sebagai sal ah sat u dasar pert imbangan dal am perizinan pembuangan l imbah cair ke sumber air. l nf ormasi t ent ang daya t ampung beban pencemaran ini bersif at t erbuka unt uk diket ahui ol eh set iap orang.

Pasal 15 Ayat (1)

Baku mut u l imbah cair dit et apkan unt uk set iap j enis kegiat an, misal nya baku mut u l imbah cair unt uk indust ri pupuk, t apioka, kel apa sawit dan sebagainya. Baku mut u l imbah cair t ersebut dil engkapi dengan pedoman penerapannya.

Ayat (2)

Mengingat kondisi air pada sumber air dan t ingkat t eknol ogi pengol ahan l imbah dit iap daerah dapat berbeda, maka Gubernur dal am rangka pengendal ian pencemaran air dapat menet apkan baku mut u l imbah cair yang l ebih ket at bagi daerahnya.

Pasal 16

Baku mut u air dipengaruhi ol eh perkembangan keadaan. Baku mut u l imbah cair yang ant ara l ain didasarkan pada t ingkat kemampuan t eknol ogi yang dapat berubah dengan perkembangan wakt u. Sedangkan daya t ampung beban pencemaran dipengaruhi ol eh baku mut u air yang dit et apkan dan kondisi air pada sumber air yang bersangkut an. Karena it u, baku mut u air, daya t ampung beban pencemaran, dan baku mut u l imbah cair perl u dit inj au secara berkal a. Jangka wakt u l ima t ahun dipandang sebagai wakt u yang l ayak unt uk mel akukan peninj auan kembal i t ersebut . Pasal 17

Ayat (1)

Baku mut u l imbah cair membat asi kadar dan beban pencemaran yang dibuang ke air pada sumber air. Baku mut u l imbah cair t ersebut berl aku unt uk pembuangan l imbah cair ke dal am air dan ke air l aut .

Ayat (2)

Pengenceran l imbah cair t idak mengurangi beban pencemaran, t et api hanya memperbesar vol ume l imbah cair sehingga mengecil kan kadarnya. Pengenceran di sini t ermasuk mencampurkan buangan air bekas pendingin ke dal am al iran pembuangan l imbah cair.

Pasal 18 Cukup j el as Pasal 19

Pembuangan l imbah cair ke t anah dapat menimbul kan pencemaran t anah dan pencemaran air t anah. Namun dengan t eknol ogi t ert ent u l imbah cair dapat diol ah dengan cara menempat kan l imbah cair di t anah, sebagai cont oh adal ah ant ara l ain yang dikenal dengan cara "spray irrigat ion", t et api unt uk

penerapannya perl u penel it ian agar t idak menimbul kan pencemaran dan kerusakan l ingkungan.

Pasal 20

Tempat pengambil an cont oh harus dil engkapi dengan f asil it as- f asil it as yang memudahkan pihak-pihak yang berkepent ingan unt uk pengambil an cont oh dari sal uran l imbah dan pengukuran debit l imbahnya. Fasil it as yang dimaksud misal nya t ersedianya sarana j al an, sarana bak kont rol , kerangan bagi al iran l imbah bert ekanan dan sebagainya.

Pasal 21 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2) Cukup j el as Pasal 22

Pungut an ret ribusi ol eh Pemerint ah Daerah hanya dikenakan t erhadap pemakai sarana pengol ahan l imbah cair yang disediakan ol eh Pemerint ah Daerah. Adapun besarnya pemungut an ret ribusi dit ent ukan sesuai dengan ket ent uan yang berl aku. Pembuangan at au pengol ahan l imbah, dapat dil akukan ol eh Pemerint ah Daerah sendiri at au dapat diserahkan kepada pihak swast a.

Pasal 23

Yang dimaksud dal am pasal ini dengan pencemaran air ol eh masuknya l imbah cair at au bahan l ain t idak mel al ui sarana yang dibuat khusus unt uk it u adal ah misal nya pencemaran air yang diakibat kan ol eh masuknya bahan pencemar ke dal am air karena misal nya t erbawa ol eh air huj an, erosi, at au penggerusan; cont ohnya adal ah masuknya sisa bahan pest isida dan pupuk dari l ahan pert anian ke dal am air.

Pasal 24

Yang dimaksud dengan sumber air yang membahayakan kesel amat an umum adal ah ant ara l ain air yang mengandung misal nya bahan kimia yang berbahaya dan beracun sepert i l ogam beracun. Pengumuman ini dimaksudkan unt uk mencegah penggunaan sumber air t ersebut yang dapat membahayakan kesel amat an, t ermasuk kesehat an, penggunaannya sement ara upaya pengendal ian dil akukan.

Pasal 25 Cukup j el as Pasal 26 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2)

Izin ordonansi gangguan yang dberikan harus mengacu kepada izin pembuangan l imbah cair yang dikel uarkan ol eh Gubernur Kepal a Daerah Tingkat I.

Ayat (3)

Yang dimaksud dengan keadaan darurat adal ah keadaan dimana t erj adi kesal ahan dal am proses operasi sehingga menimbul kan beban pencemaran yang j auh l ebih besar dari keadaan normal . Unt uk it u penanggung j awab kegiat an harus menyediakan sarana dan menyusun prosedur unt uk keadaan t ersebut , misal nya sarana penampungan sement ara l imbah cair yang dihasil kan pada keadaan darurat t ersebut unt uk sel anj ut nya diol ah sehingga l imbah cair yang dibuang t et ap memenuhi baku mut u l imbah sebagaimana dit ent ukan dal am izinnya.

Pasal 27 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2) Cukup j el as Pasal 28 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2)

Dari st udi Anal isis Mengenai Dampak Lingkungan dapat diket ahui t ingkat mut u l imbah cair suat u kegiat an yang bil a dibuang t idak mencemarkan air penerimanya. Bisa t erj adi dari hasil st udi t ersebut didapat kan bahwa kegiat an t ersebut mampu mencapai t ingkat mut u l imbah cair yang l ebih baik dari baku mut u yang l ebih ket at dari perat uran baku mut u l imbah cair yang dit et apkan.

Pasal 29 Ayat (1)

Ket ent uan ayat ini dimaksudkan unt uk memberikan kej el asan bahwa set iap orang dapat mel aporkan t ent ang t erj adinya pencemaran l ingkungan, dan menget ahui t at a l aksananya. Ayat (2)

Cukup j el as Ayat (3)

Tugas pej abat kepol isian sebagai pej abat penyidik unt uk mel akukan penyel idikan t ent ang adanya unsur pidana dal am kasus pencemaran air yang dil aporkan padanya.

Ayat (4) Cukup j el as Ayat (5)

Bent uk t indakan t ersebut ant ara l ain dengan menghent ikan masuknya l imbah cair ke t empat t ersebut dari sumbernya dan at au mel okal isir pencemaran.

Pasal 30 Ayat (1)

Cukup j el as Ayat (2)

Jika pada saat Perat uran Pemerint ah ini dit et apkan bel um ada inst ansi t eknis di daerah yang khusus bert ugas unt uk it u, Gubernur Kepal a Daerah Tingkat I dapat menunj uk inst ansi l ain di Daerah. Ayat (3) Cukup j el as Ayat (4) Cukup j el as Ayat (5) Cukup j el as Ayat (6) Cukup j el as Ayat (7)

Tat a l aksana yang akan dit et apkan ol eh Gubernur mel iput i ant ara l ain t anda pengenal , surat t ugas pengawasan dan sebagainya.

Pasal 31 Ayat (1)

Pet ugas yang memasuki areal kegiat an sumber pencemaran bert ugas memeriksa ant ara l ain bekerj anya peral at an pengol ahan l imbah, mengambil cont oh l imbah dan memeriksa sal uran pembuangan l imbah. .

Ayat (2)

Penanggung j awab kegiat an yang menghal angi at au t idak mengizinkan pet ugas menj al ankan t ugasnya sebagaimana dimaksud dal am Pasal 30 ayat (2) dapat dikenakan ket ent uan pidana yang ant ara l ain diat ur dal am Pasal 216 Kit ab Undang-undang Hukum Pidana. Memasuki l ingkungan kerj a harus diart ikan sedemikian rupa bahwa pet ugas harus dapat segera menuj u ke t empat sasaran t ugasnya.

Pasal 32 Ayat (1)

Pernyat aan t ent ang kebenaran l aporan harus dit andat angani ol eh penanggungj awab kegiat an dan at au diket ahui ol eh pemil ik at au penanggungj awab perusahaan.

Ayat (2) Cukup j el as Pasal 33 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2) Cukup j el as

Pasal 34 Ayat (1)

Cukup j el as Ayat (2)

Penunj ukan sat u l aborat orium ol eh Gubernur dimaksudkan agar t erdapat kepast ian dat a hasil anal isis kual it as dan kuant it as l imbah. Pasal 35 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2) Cukup j el as Pasal 36 Ayat (1) Cukup j el as Ayat . (2) Cukup j el as Ayat (3)

Yang dimaksud dengan "dipandang perl u" adal ah keadaan yang mengharuskan diambil t indakan segera unt uk mencegah mel uasnya pencemaran.

Pasal 37 Ayat (1)

Bent uk t indakan administ rat if yang dimaksud dal am ayat ini ant ara l ain dapat berupa pencabut an izin pembuangan l imbah, penghent ian sement ara kegiat an, penyegel an semua sal uran

pembuangan l imbah cair at au berupa t indakan l ainnya yang dit ent ukan dal am izin.

Ayat (2) Cukup j el as Pasal 38 Cukup j el as Pasal 39 Cukup j el as Pasal 40 Cukup j el as Pasal 41 Cukup j el as Pasal 42 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2) Cukup j el as Pasal 43 Cukup j el as

Dalam dokumen Peraturan Perundangan PP NO 20 TH 1990 (Halaman 22-36)

Dokumen terkait