Angka 1
Cukup j el as Angka 2
Yang dimaksud dengan kehidupan Koperasi adal ah aspek yang erat berkait an dengan pembangunan Koperasi, sepert i misal nya f al saf ah, ideol ogi, organisasi, manaj emen, usaha, pendidikan, pembinaan, dan sebagainya.
Angka 3 Cukup j el as Angka 4
Angka 5 Cukup j el as Pasal 2 Cukup j el as Pasal 3 Cukup j el as Pasal 4 Cukup j el as Pasal 5
Prinsip Koperasi merupakan sat u kesat uan dan t idak dapat dipisahkan dal am kehidupan berkoperasi. Dengan mel aksanakan kesel uruhan prinsip t ersebut Koperasi mewuj udkan dirinya sebagai badan usaha sekal igus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berwat ak sosial .
Ayat (1)
Prinsip Koperasi ini merupakan esensi dari dasar kerj a Koperasi sebagai badan usaha dan merupakan ciri khas dan j at i diri Koperasi yang membedakannya dari badan usaha l ain.
Huruf a
Sif at kesukarel aan dal am keanggot aan Koperasi mengandung makna bahwa menj adi anggot a Koperasi t idak bol eh dipaksakan ol eh siapapun. Sif at kesukarel aan j uga mengandung makna bahwa seorang anggot a dapat mengundurkan diri dari Koperasinya sesuai dengan syarat yang dit ent ukan dal am Anggaran Dasar Koperasi. Sedangkan sif at t erbuka memil iki art i bahwa dal am keanggot aan t idak dil akukan pembat asan at au diskriminasi dal am bent uk
apapun. Huruf b
Prinsip demokrasi menunj ukkan bahwa pengel ol aan Koperasi dil akukan al as kehendak dan keput usan para anggot a. Para anggot a it ul ah yang memegang dan mel aksanakan kekuasaan t ert inggi dal am Koperasi.
Huruf c
Pembagian sisa hasil usaha kepada anggot a dil akukan t idak semat a-mat a berdasarkan modal yang dimil iki seseorang dal am Koperasi t et api j uga berdasarkan perimbangan j asa usaha anggot a t erhadap Koperasi. Ket ent uan yang demikian ini merupakan perwuj udan nil ai kekel uargaan dan keadil an.
Huruf d
Modal dal am Koperasi pada dasarnya dipergunakan unt uk kemanf aat an anggot a dan bukan unt uk sekedar mencari keunt ungan. Ol eh karena it u bal as j asa t erhadap modal yang diberikan kepada para anggot a j uga t erbat as, dan t idak didasarkan semat a-mat a al as besarnya modal yang diberikan. Yang dimaksud dengan t erbat as adal ah waj ar dal am art i t idak mel ebihi suku bunga yang berl aku di pasar.
Huruf e
Kemandirian mengandung pengert ian dapat berdiri sendiri, t anpa bergant ung pada pihak l ain yang dil andasi ol eh kepercayaan kepada pert imbangan, keput usan, kemampuan, dan usaha sendiri. Dal am kemandirian t erkandung pul a pengert ian kebebasan yang bert anggung j awab, ot onomi, swadaya, berani mempert anggungj awabkan perbuat an sendiri, dan kehendak unt uk mengel ol a diri sendiri.
Ayat (2)
unt uk pengembangan dirinya koperasi j uga mel aksanakan dua prinsip Koperasi yang l ain yait u pendidikan perkoperasian dan kerj a sama ant ar koperasi.
Penyel enggaraan pendidikan perkoperasian dan kerj a sama ant ar koperasi merupakan prinsip Koperasi yang pent ing dal am meningkat kan kemampuan, memperl uas wawasan anggot a, dan memperkuat sol idarit as dal am mewuj udkan t uj uan Koperasi. Kerj a sama dimaksud dapat dil akukan ant ar koperasi di t ingkat l okal , regional , nasional , dan int ernasional .
Pasal 6 Ayat (1)
Persyarat an ini dimaksudkan unt uk menj aga kel ayakan usaha dan kehidupan Koperasi. Orang-seorang pembent uk Koperasi adal ah mereka yang memenuhi persyarat an keanggot aan dan mempunyai kepent ingan ekonomi yang sama.
Ayat (2) Cukup j el as Pasal 7 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2)
Yang dimaksud dengan t empat kedudukan adal ah al amat t et ap kant or Koperasi. Pasal 8 Huruf a Cukup j el as Huruf b Cukup j el as
Huruf c Cukup j el as Huruf d Cukup j el as Huruf e Cukup j el as Huruf f Cukup j el as Huruf g Cukup j el as Huruf h
Jangka wakt u berdirinya Koperasi dapat dit et apkan t erbat as dal am j angka wakt u t ert ent u at au t idak t erbat as sesuai dengan t uj uannya.
Huruf i Cukup j el as Huruf j
Sanksi dal am ket ent uan ini adal ah sanksi yang diat ur secara int ern ol eh masing-masing Koperasi, yang dikenakan t erhadap Pengurus, Pengawas, dan anggot a yang mel anggar ket ent uan Anggaran Dasar. Pasal 9 Cukup j el as Pasal 10 Ayat (1) Cukup j el as
Ayat (2) Cukup j el as Ayat (3) Cukup j el as Pasal 11 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2) Cukup j el as Ayat (3) Cukup j el as Pasal 12 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2)
Dengan ket ent uan ini dimaksudkan hanya perubahan yang mendasar yang perl u dimint akan pengesahan Pemerint ah, yait u yang menyangkut penggabungan, pembagian, dan perubahan bidang usaha. Pengesahan yang dimaksud dal am hal penggabungan dan perubahan bidang usaha merupakan pengesahan perubahan Anggaran Dasar, dan dal am hal pembagian merupakan pengesahan perubahan Anggaran Dasar dan at au pengesahan badan hukum baru. Pengesahan perubahan bidang usaha Koperasi yang dimaksud dal am ket ent uan ini t idak mengurangi kesempat an Koperasi unt uk berusaha di segal a bidang ekonomi.
Pasal 13
Cukup j el as Pasal 14
Ayat (1)
Penggabungan at au yang dikenal dengan ist il ah amal gamasi, dan pel eburan hanya dapat dil akukan apabil a didasarkan at as pert imbangan pengembangan dan/ at au ef isiensi usaha pengel ol aan Koperasi sesuai dengan kepent ingan anggot a. Dal am hal penggabungan dan pel eburan yang memerl ukan pengesahan Anggaran Dasar at au badan hukum baru dil akukan sesuai dengan ket ent uan yang diat ur dal am Undang-undang ini.
Ayat (2) Cukup j el as Pasal 15
Pengert ian Koperasi Sekunder mel iput i semua Koperasi yang didirikan ol eh dan beranggot akan Koperasi Primer dan/ at au Koperasi Sekunder. Berdasarkan kesamaan kepent ingan dan t uj uan ef isiensi, Koperasi Sekunder dapat didirikan ol eh Koperasi sej enis maupun berbagai j enis at au t ingkat an. Dal am hal Koperasi mendirikan Koperasi Sekunder dal am berbagai t ingkat an, sepert i yang sel ama ini dikenal sebagai Pusat , Gabungan, dan Induk, maka j uml ah t ingkat an maupun penamaannya diat ur sendiri ol eh Koperasi yang bersangkut an.
Pasal 16
Dasar unt uk menent ukan j enis Koperasi adal ah kesamaan akt ivit as, kepent ingan dan kebut uhan ekonomi anggot anya, sepert i ant ara l ain Koperasi Simpan Pinj am, Koperasi Konsumen, Koperasi Produsen, Koperasi Pemasaran, dan Koperasi Jasa. Khusus Koperasi yang dibent uk ol eh gol ongan f ungsional sepert i pegawai negeri,
anggot a ABRI, karyawan dan sebagainya, bukan merupakan j enis Koperasi t ersendiri.
Pasal 17 Ayat (1)
Sebagai pemil ik dan pengguna j asa Koperasi, anggot a berpart isipasi akt if dal am kegiat an Koperasi. Sekal ipun demikian, sepanj ang t idak merugikan kepent ingannya, Koperasi dapat pul a memberikan pel ayanan kepada bukan anggot a sesuai dengan sif at kegiat an usahanya, dengan maksud unt uk menarik yang bukan anggot a menj adi anggot a Koperasi.
Ayat (2) Cukup j el as Pasal 18
Ayat (1)
Yang dapat menj adi anggot a Koperasi Primer adal ah orang-seorang yang t el ah mampu mel akukan t indakan hukum dan memenuhi persyarat an yang dit et apkan ol eh Koperasi yang bersangkut an. Hal ini dimaksudkan sebagai konsekuensi Koperasi sebagai badan hukum. Namun demikian khusus bagi pel aj ar, siswa dan/ at au yang dipersamakan dan dianggap bel um mampu mel akukan t indakan hukum dapat membent uk Koperasi, t et api Koperasi t ersebut t idak disahkan sebagai badan hukum dan st at usnya hanya Koperasi t ercat at .
Ayat (2)
Dal am hal t erdapat orang yang ingin mendapat pel ayanan dan menj adi anggot a Koperasi, namun t idak sepenuhnya dapat memenuhi persyarat an sebagaimana dit et apkan dal am Anggaran Dasar, mereka dapat dit erima sebagai anggot a l uar biasa. Ket ent uan ini memberi pel uang bagi penduduk Indonesia bukan warga negara dapat menj adi anggot a l uar biasa dari suat u
Koperasi sepanj ang memenuhi ket ent uan perat uran perundang-undangan yang berl aku.
Pasal 19 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2) Cukup j el as Ayat (3)
Keanggot aan Koperasi pada dasarnya t idak dapat dipindaht angankan karena persyarat an unt uk menj adi anggot a Koperasi adal ah kepent ingan ekonomi yang mel ekat pada anggot a yang bersangkut an. Dal am hal anggot a Koperasi meninggal dunia, keanggot aannya dapat dit eruskan ol eh ahl i waris yang memenuhi syarat dal am Anggaran Dasar.
Hal ini dimaksudkan unt uk memel ihara kepent ingan ahl i waris dan mempermudah proses mereka unt uk menj adi anggot a.
Ayat (4) Cukup j el as Pasal 20
Ayat (1)
Sebagai konsekuensi seseorang menj adi anggot a Koperasi, maka anggot a mempunyai kewaj iban yang harus dipenuhi, yait u memat uhi ket ent uan yang ada dal am Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sert a keput usan yang t el ah disepakat i dal am Rapat Anggot a. Mengingat anggot a adal ah pemil ik dan pengguna j asa sangat berkepent ingan dal am usaha yang dij al ankan ol eh Koperasi, maka part isipasi anggot a berart i pul a unt uk mengembangkan usaha Koperasi. Hal it u sej al an pul a dengan hak anggot a unt uk memanf aat kan dan mendapat
pel ayanan dari Koperasinya. Anggot a merupakan f akt or penent u dal am kehidupan Koperasi, ol eh karena it u pent ing bagi anggot a unt uk mengembangkan dan memel ihara kebersamaan.
Ayat (2) Cukup j el as Pasal 21 Cukup j el as Pasal 22 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2) Cukup j el as Pasal 23 Cukup j el as Pasal 24 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2) Cukup j el as Ayat (3)
Pemungut an suara yang dimaksud ayat ini dil akukan hanya ol eh anggot a yang hadir.
Ayat (4)
Yang dimaksud dengan mempert imbangkan j uml ah anggot a dan j asa usaha Koperasi-anggot a secara berimbang adal ah penent uan hak suara dil akukan st anding dengan j uml ah anggot a set iap
Koperasi-anggot a dan besar kecil nya j asa usaha Koperasi-anggot a t erhadap Koperasi Sekundernya.
Pasal 25 Cukup j el as Pasal 26 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2)
Bat as wakt u penyel enggaraan Rapat Anggot a dal am ayat ini yait u pal ing l ambat 6 (enam) bul an set el ah t ahun buku l ampau, namun demikian dal am pel aksanaannya diusahakan secepat nya.
Pasal 27 Ayat (1)
Rapat Anggot a Luar Biasa diadakan apabil a sangat diperl ukan dan t idak bisa menunggu disel enggarakannya Rapat Anggot a.
Ayat (2)
Permint aan Rapat Anggot a Luar Biasa ol eh anggot a dapat dil akukan karena berbagai al asan, t erut ama apabil a anggot a menil ai bahwa Pengurus t el ah mel akukan kegiat an yang bert ent angan dengan kepent ingan Koperasi dan menimbul kan kerugian t erhadap Koperasi. Jika permint aan t ersebut t el ah dil akukan sesuai dengan ket ent uan Anggaran Dasar, maka Pengurus harus memenuhinya. Rapat Anggot a Luar Biasa at as keput usan Pengurus dil aksanakan unt uk kepent ingan pengembangan Koperasi.
Ayat (3) Cukup j el as
Pasal 28 Cukup j el as Pasal 29 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2) Cukup j el as Ayat (3) Cukup j el as Ayat (4)
Anggot a Pengurus yang t el ah habis masa j abat annya dapat dipil ih kembal i.
Ayat (5) Cukup j el as Pasal 30
Ayat (1)
Dal am mengel ol a Koperasi, Pengurus sel aku kuasa Rapat Anggot a mel akukan kegiat an semat a-mat a unt uk kepent ingan dan kemanf aat an Koperasi besert a anggot anya sesuai dengan keput usan Rapat Anggot a.
Ayat (2) Cukup j el as Pasal 31 Cukup j el as Pasal 32 Ayat (1)
Ket ent uan ini dimaksudkan unt uk mewuj udkan prof esional isme dal am pengel ol aan usaha Koperasi. Karenanya, Pengurus dapat mengangkat t enaga Pengel ol a yang ahl i unt uk mengel ol a usaha Koperasi yang bersangkut an. Penggunaan ist il ah Pengel ol a dimaksudkan unt uk dapat mencakup pengert ian yang l ebih l uas dan memberi al t ernat if bagi Koperasi. Dengan demikian sesuai kepent ingannya Koperasi dapat mengangkat Pengel ol a sebagai manaj er at au direksi. Maksud dari kat a diberi wewenang dan kuasa adal ah pel impahan wewenang dan kuasa yang dimil iki ol eh Pengurus. Dengan demikian Pengurus t idak l agi mel aksanakan sendiri wewenang dan kuasa yang t el ah dil impahkan kepada Pengel ol a dan t ugas Pengurus beral ih menj adi mengawasi pel aksanaan wewenang dan kuasa yang dil akukan Pengel ol a. Adapun besarnya wewenang dan kuasa yang dil impahkan dit ent ukan sesuai dengan kepent ingan Koperasi.
Ayat (2)
Yang dimint akan perset uj uan adal ah rencana pengangkat an pengel ol a usaha. Pemil ihan dan pengangkat an pengel ol a usaha dil aksanakan ol eh Pengurus.
Ayat (3) Cukup j el as Ayat (4)
Cukup j el as Pasal 33
Hubungan kerj a ant ara Pengel ol a dengan Pengurus Koperasi t unduk pada ket ent uan hukum perikat an pada umumnya. Dengan demikian Pengel ol a bert anggung j awab sepenuhnya kepada Pengurus. Sel anj ut nya hubungan. kerj a t ersebut sesuai dengan yang diperj anj ikan dil akukan secara kont rakt ual .
Pasal 34 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2) Cukup j el as Pasal 35 Cukup j el as Pasal 6 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2) Cukup j el as Pasal 37
Penerimaan pert anggungj awaban Pengurus ol eh Rapat Anggot a berart i membebaskan Pengurus dari t anggung j awabnya pada t ahun buku yang bersangkut an.
Pasal 38
Dal am hal Koperasi mengangkat Pengel ol a, Pengawas dapat diadakan secara t et ap at au diadakan pada wakt u diperl ukan sesuai dengan keput usan Rapat Anggot a. Hal ini t idak mengurangi art i Pengawas sebagai perangkat organisasi dan memberi kesempat an kepada Koperasi unt uk memil ih Pengawas secara t et ap at au pada wakt u diperl ukan sesuai dengan keperl uannya. Pengawas yang diadakan pada wakt u diperl ukan t ersebut mel akukan pengawasan sesuai dengan penugasan yang diberikan ol eh Rapat Anggot a.
Pasal 39 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2) Cukup j el as Ayat (3) Cukup j el as Pasal 40
Dal am rangka peningkat an ef isiensi, pengel ol aan yang bersif at t erbuka, dan mel indungi pihak yang berkepent ingan, Koperasi dapat memint a j asa audit kepada akunt an publ ik. Dengan ket ent uan ini Pengurus dapat memint a j asa audit kepada akunt an publ ik, dan t idak menut up kemungkinan permint aan t ersebut dil akukan ol eh Pengawas. Unt uk t erl aksananya audit sebagaimana mest inya, Rapat Anggot a dapat menet apkan unt uk it u, Yang dimaksud dengan j asa audit adal ah audit t erhadap. l aporan keuangan dan audit l ainnya sesuai keperl uan Koperasi. Disamping it u Koperasi dapat memint a j asa l ainnya dari akunt an publ ik ant ara l ain konsul t ansi dan pel at ihan.
Pasal 41 Ayat (1)
Cukup j el as Ayat (2)
Yang dimaksud dengan modal sendiri adal ah modal yang menanggung resiko at au disebut modal ekuit i.
Huruf a
yang waj ib dibayarkan ol eh anggot a kepada Koperasi pada saat masuk menj adi anggot a. Simpanan pokok t idak dapat diambil kembal i sel ama yang bersangkut an masih menj adi anggot a.
Huruf b
Simpanan waj ib adal ah j uml ah simpanan t ert ent u yang t idak harus sama yang waj ib dibayar ol eh anggot a kepada Koperasi dal am wakt u dan kesempat an t ert ent u. Simpanan waj ib t idak dapat diambil kembal i sel ama yang bersangkut an masih menj adi anggot a.
Huruf c
Dana cadangan adal ah sej uml ah uang yang diperol eh dari penyisihan sisa hasil usaha, yang dimaksudkan unt uk memupuk modal sendiri dan unt uk menut up kerugian Koperasi bil a diperl ukan.
Huruf d
Cukup j el as Ayat (3)
Unt uk pengembangan usahanya Koperasi dapat menggunakan modal pinj aman dengan memperhat ikan kel ayakan dan kel angsungan usahanya.
Huruf a
Pinj aman yang diperol eh dari anggot a, t ermasuk cal on anggot a yang memenuhi syarat .
Huruf b
Pinj aman dari Koperasi l ainnya dan/ at au anggot anya didasari dengan perj anj ian kerj a sama ant arkoperasi.
Huruf c
Pinj aman dari bank dan l embaga keuangan l ainnya dil akukan berdasarkan ket ent uan perat uran perundang-undangan yang berl aku.
Huruf d
Penerbit an obl igasi dan surat hut ang l ainnya dil akukan berdasarkan ket ent uan perat uran perundang-undangan yang berl aku.
Huruf e
Sumber l ain yang sah adal ah pinj aman dari bukan anggot a yang dil akukan t idak mel al ui penawaran secara umum.
Pasal 42 Ayat (1)
Pemupukan modal dari modal penyert aan, baik yang bersumber dari Pemerint ah maupun dari masyarakat dil aksanakan dal am rangka memperkuat kegiat an usaha Koperasi t erut ama yang berbent uk invest asi. Modal penyert aan ikut menanggung resiko. Pemil ik modal penyert aan t idak mempunyai hak suara dal am Rapat Anggot a dan dal am menent ukan kebij aksanaan Koperasi secara kesel uruhan. Namun demikian, pemil ik modal penyert aan dapat diikut sert akan dal am pengel ol aan dan pengawasan usaha invest asi yang didukung ol eh modal penyert aannya sesuai dengan perj anj ian.
Ayat (2) Cukup j el as Pasal 43
Ayat (1)
Usaha Koperasi t erut ama diarahkan pada bidang usaha yang berkait an l angsung dengan kepent ingan anggot a baik unt uk
menunj ang usaha maupun kesej aht eraannya. Dal am hubungan ini maka pengel ol aan usaha Koperasi harus dil akukan secara produkt if , ef ekt if , dan ef isien dal am art i Koperasi harus mempunyai kemampuan mewuj udkan pel ayanan usaha yang dapat meningkat kan nil ai t ambah dan manf aat yang sebesar-besarnya pada anggot a dengan t et ap mempert imbangkan unt uk memperol eh sisa hasil usaha yang waj ar. Unt uk mencapai kemampuan usaha sepert i t ersebut di at as, maka Koperasi dapat berusaha secara l uwes baik ke hul u maupun ke hil ir sert a berbagai j enis usaha l ainnya yang t erkait . Adapun mengenai pel aksanaan usaha Koperasi, dapat dil akukan dimana saj a, baik di dal am maupun di l uar negeri, dengan mempert imbangkan kel ayakan usahanya.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan kel ebihan kemampuan usaha Koperasi adal ah kel ebihan kapasit as dana dan daya yang dimil iki ol eh Koperasi unt uk mel ayani anggot anya. Kel ebihan kapasit as t ersebut ol eh Koperasi dapat dimanf aat kan unt uk berusaha dengan bukan anggot a dengan t uj uan unt uk mengopt imal kan skal a ekonomi dal am art i memperbesar vol ume usaha dan menekan biaya per unit yang memberikan manf aat sebesar-besarnya kepada anggot anya sert a unt uk memasyarakat kan Koperasi.
Ayat (3)
Agar Koperasi dapat mewuj udkan f ungsi dan peran sepert i yang dimaksud dal am Pasal 4, maka Koperasi mel aksanakan usaha di segal a bidang kehidupan ekonomi dan berperan ut ama dal am kehidupan ekonomi rakyat . Yang dimaksud dengan kehidupan ekonomi rakyat adal ah semua kegiat an ekonomi yang dil aksanakan dan menyangkut kepent ingan orang banyak.
Pasal 44 Ayat (1)
Sesuai dengan ket ent uan dal am Undang-undang yang mengat ur t ent ang perbankan, usaha simpan pinj am t ersebut diat ur secara khusus dal am Undang-undang ini. Pengert ian anggot a Koperasi sebagaimana dimaksud dal am huruf a ayat ini t ermasuk cal on anggot a yang memenuhi syarat . Sedangkan ket ent uan dal am huruf b berl aku sepanj ang dil andasi dengan perj anj ian kerj a sama ant arkoperasi yang bersangkut an.
Ayat (2) Cukup j el as Ayat (3) Cukup j el as Pasal 45 Ayat (1) Cukup j el as Ayat (2)
Penet apan besarnya pembagian kepada para anggot a dan j enis