30
-1. Bab I paS<tl 1 angka 26, 27, 28, Beb XIV, pasal 133, Bab XVI pasal 179 dan 180 { Pengertian Saksi, Keterangan Saksi dan Keterangan Ahli ) ;
2. Bab VI pasal 65 { Hubungan Saksi dengan Hak Terdakwa ), Bab XVI pasal166, 177, 178 dan pasal 229 ( Hak-Hak Saksi ) ; 3. Bab VIII par;al 75 aym {1) huruf {h) { Bcrita A~ra ) dan Bab IX
pasal 76 ( Sumpah I Janji );
4. Bab XIV pasal 103 ( Laporan/ Pcngaduan ) 104 { Hak untuk mengetahui Petugas Pemeriksa);
5. Bab XIV pasal 106, 108, 112, 113, 116, 117, 118, 119, 120, 121
{ Laporan/ Pengaduan dalam hubungan dengan Penyidikan ) ;
B. Undang - Undang No. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan Hak AAsi Manusia { Lembaran Negar~ No. 208, Tambahan Lembaran Negara No.
4026) :
1. Bab V pasal 34 ayat (1), (2) dan {3) mengatur mengenai perlindungan korban dan saksi ;
2. Bab V pasal 35 ayat (1), (2) dan {3) mengatur mengenai kompensasi, restitusi dan rehabilitasi bagi korban ataupun keluarganya.
C. Petunjuk pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Kepolisian, Proses Peradilan lindak Pidana No. Pol : Juklak/ 04/ II/ 1982, juga mengMur tentang Perlakuan Terhadap saksi.
D. Hukum Acara Perdata :
1. Kitab Undang ·- Undang Hukum Perdata, Buku Ke--emplt tentang Pembuktian dan Dalu\varsa pasal 1895, 1902 sampai dengan 1912
~ 31 ~
-yaitu Pernbuktian dengan Saksi. Dengan catatan pasal 1896, 1913 dan 1914 dihapuskan.
2. Reglement Indone5ia yang diperbaharui (RIB) stassblad 1941 No.
44 pasal 139 s3rnpai dcngan pasal 152, 168 sampai dengan 172, yaitu pembuktian m~talui Saksi, baik PenggugM maupun Tergugat.
3. Peraturan Pcradilan di daerah - daerah luar Jaw3 dan Madura (Rechtsregtement ·Buitengmvesten disingkat RBG), pasal 165 sampai dcngan 179, yllitu p~mbuktian melalui Slksi, baik
Penggugat maupun Tergugat.
Jadi secara potensial normcrtif, sudah cukup pengatunsn yang memberikan . perlindungn kepada Saksi, baik dalam perkans Pidana Umum, Pidana Khusus
maupun perkara Perdita.
Bahkan bila kita tinjau lebih jauh lagi menelusuri percrturan perundangan, maka Saksi sebagafmana manusia dan warga negara Indonesia pada umumnya telah memperoleh pertindungan dari berbagai ancaman terhadap eksistenst. dirinya sebagaimana diatur dalam Kitab Undang - Undang Hukum Pidana.
Han}'a saja dari segi kehidupan praktis dan soratan masyanrkm: umum yang boleh dikatakan awam akan Hukum, pertindungan normatif demikian masih dipandang kurang rncmltdai, sehingga sebagai konGekwcnGinya dapm dipahaml adanya per tanyaan dan rnencu.,lny<t perrnasalahan pcrlunya pengat.uran perlindungan saksi, terutama memperhatlkan praktek tingkah laku . penegak hukum dalam menjalankan tugasnya berkaitan dengan Hak Asasi
Man usia dari para penatri keadilan.
,·
Dengan kata lain, rnasih diperlukan pengaturan yang memungkinkan para Saksi, baik Saksi Pclapor, Saksi Pcngadu, Saksi yang memberatkan maupun rncringankan, d€!mikinn put~ datan1 pcrkara Pcrdata adanya kcmungkinan
pcrlindungan secara fisik oleh aparat penegak hukunJ. Sehingga persan1aan di hadapan Hukum { equal before the law ; yang merupakan prinsip Negara Hukum. yang kita anut dan dcngan jelas diruntuG~an dalam UUD pasal 27 ayat : ( l) } harus diberi pengcr~ian pula pcrsamaan memperoleh perlindungan Hukum ( equal protected by law ), sehingga terasa adanya penjagaan terhadap keamanlJn diri para Saksi dan keluarganya dari segala ancam~n.
T~irbctik berita, bahV'.ra Presiden baru - baru ini tclah menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Saksi, tctapi hanya yang tcrkait atau
t.crbatas pada pcrbuat\Jn Pidana pcfanggnran Hak AS<Jsi Manusia.
Seyogyany" Peraturan Pernet intah iui, diper luas bagi fiernua Saksi, schingya partisipasi ma&yarakat dalam upa;·a penegakan hukum di dalam kerangka supremasi hukum dapnt diV'IUjudkan.
Di samping itu yang juga lidak knlah penting dan pcrlu mcnjadi pcrhatian adalah dalam praktek perlu adanya transparansi berupa prosedur, mekanisme
<Jt<tupun tata cllra rr1crnperoleh perlindungan tersebut, hingga perlu dipahami betul oleh segenap rakyat Indonesia melaJui sosiaJisasi yang berkelanjutan, khususnya dalam rangka penegakan hukum demi terwujudnya suprcmasi hukum di Indonesia,
I •
I •
I •
-33-Penutup ·
Dalam kesempatan ini, perlu Fraksi PDU sampaikan bahwa setiap penyusunan Rancangan Undang-undang hendaknya ditempuh satu paket berikut pcraturan pelaksanaanya seperti Peraturan Pemerintah agar terjaga koordinasi, ir•teb7fasi, sinkronsasi sebagai prasyarat satu sistem Hukum Nasional.
Demikian Tanggapan Fraksi PDU DPR Rl.
Wassalamu'alaikwn Waralunatullahi Wabarakaatuh.
KETUA RAPAT:
Terima kasih kami sampaikan kepadajuru bicara PDU.
Berikutnya saya persilakan juru bicara dari F-PDI P, yang terhormat Saudara DWI RIA LATIFA, S.H., untuk menyampaikan Tanggapan Fraksinya.
Saya persilakan.
F-PDI P (DWI RIA LATIFA, S.H.):
TANGGAPAN
FRAKSI PARTAI DEMOKRASIINDONESIA PERJUANGAN DEWAN PERWAI<ILAN RAKYAT REPUBLII< INDONESIA
TERI·IADAP
PENJELASAN PENGUSUL MENGENAI RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PENGHAPUSJ\N DISI<RIMINASI RAS DAN ETNIS SERTA RANCANGAN
UNDANG-UNDANG TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN Disampaikan oleh :OWl RIA LATIFA, S.H
Anggota Nomor : A-112
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salarn Sejahtera bagl kita sen1uanya.
YFtng Terhormat Saudara Ketua dan Para Wakil Ketua;
Yang Terhormat Sadara-saudara Pengusul;
Saudara Anggota Dewan dan Sidang Dewan Yang J<ami Muliakan.
MERDEKA II
P~rtama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha J<uasa, yang senantiasa memberil<an berkah, rahmat dan karunia-Nya, kepada kita bersRrna segenap masyarakat bangsa Indonesia, terlebih lagi bagi kita Anggota Dewan
sr-~hingga kita pada hari ini clapat berternu dan rnelaksanakan Sidang Paripurna Dewan yc:1ng mulia ini, dengan agenda penyampaian Tanggapan Fraksi Atas Penjelasan Pengusul Mengenai Rancangan Undang-Undang Tentang Penghapusan Diskriminasi Rfls Dan Etnis Serta Rancangan Undang-Undang Tentang Perlindungan Saksi Dan l(orban, untuk selanjutnya diambil l<eputusan untuk menjadi RUU Usul lnisiatif DPR-RI.
r:raksi POl Perjuangan menyambut baik dan hangat terhadap segala usaha dan upaya untuk rnelakukan pembenahan-pembenahan dafe1m perundang-undangan di segala bidm1g, terlebih lagi yang rnen1berikan perlindungan terhadap harkat dan martabat nlRnusia, khususnya tentang penghapusan diskrimasi ras dan etnis serta rnereka yang rnenjadi saksi dan korban .
Saudara Pimpinan dan Anggota Dewan, Yang Terhormat.
/\c.la sejUinlah argumen dan pertirnbangan mendasar yang melatarbelakangi tanggapan l<arni dari Fraksi POl Perjuangan DPR-RI terhadap penjelasan usul inisiatif ini, yaitu : 1. Manusia yang dilahirkan l<e dunia ini, merniliki martabat dan hak·hak kodrati yang
sarna dengan manusia lainnya, tanpa adanya perbedaan suku, ras, dan agama.
J<eberadaan yang berbeda adalah merupakan realitas kehidupan manusia, yang tidak dapat dihindari tetapi harus diakui, dihormati dan diberikan perlindungan, sehingga akan terjalin interal<si yang hnrmonis diantara perbedaan yang ada, serta nlenjetcli salah satu aset drtlcun bingl<(li Ncgnrn l<esotuan Republik lndoneisa.
SP.tiap warga negara harus mendapalknn perlindungan dari segala bentuk dan rnncarn diskriminasi yflng mungkin ni<EHl terjndi. Sebaliknya, negarnlah yang wajih
"'pfjttdt lflf"ti rf"11l rllf'llj..,tninn\1.., rlf'!lnnn rlirf:1~:1rknn pndn J"f"r:1t11rn11 f)('ftJflrlrtn(l
35
-undangan yang dapat menjamin terjadinya persamaan dalam setiap aspek kehidupan.
2. Masalah . diskriminasi rnerupakan rnasalah yang <iialami hampir setiap negara karena adanya perbedaan-perbedaan suku, agama dan ras. Masalah ini akan Jnenjadi yang berbahaya bagi kesatuan urnat n1anusia bila tidak mendapatkan perhatian yang memadai, sebaliknya masalah perbedaan akan menjadi alat pernersatu bila dikelola dengan baik.
3. Bangsa Indonesia yang tnen1iliki keragarnan suku, ·agama dan ras akan menjadi sangat rawan bila tidak mendapatkan perhatian secara khusus. Beberapa kerusuhan yang pernah terjadi rnenunjukan bagaimana negara dan bangsa ini rnasih memiliki kerawanan yang dapat dipicu dari berbagai bentuk diskriminasi.
4. Kelancaran dan keberhasilan proses peradilan, khususnya peradilan pidana, sangat bergantung pada pemeriksaan alat bukti, dimana salah satunya adalah pemeriksaan terhadap saksi dan korban. Dengan detnikian, peranan saksi dan korban sangat penting dalam mengungkap suatu kasus. Perneriksaan saksi dan korban, seringkali tnengabaikan hak-hak mereka serta perlindungan terhadap mereka, yang pada al<hirnya akan menimbulkan keengganan untuk memberikan keterangan di depan persidangan. Hal ini sangat berbeda dengan perlindungan hukum yang diberikan oleh pelaku, baik dalarn proses pemeriksaan awal maupun setelah dijatuhinya ..
putusan hakim.
5. lnthnidasi dalam berbagai bentuk, serlng dialarni oleh saksl dan korban, tanpa mendapatkan perhatian yang memadai dari aparat yang berwenang. OaJam kasus-kasus besar, yang melibatkan pihak-pihak yang memiliki kekuasaan, keberadaan saksi dan korban menjadi sangat riskan dengan berbagai ancaman memberikan keterangan di depan persidangan.
6. Merupakan tanggung jawab negara untuk mernberikan perlindungan terhadap setiap warga negaranya, tanpa terkecuali. Demikian pula halnya dengan saksi dan korban.
Negaralah yang harus menjamin keselamatan mereka dari berbagai bentuk ancaman atau intimidasi yang mungkin tirnbul dalam rangka memberikan keterangan di depan persidangan. ·
Saudara Pimpinan dan Anggota Dewan, Yang Terhormat.
Berdasarkan pertlmbangan tersebut, rnaka Fraksl PDI Perjuangan DPR-RI dengan lnl rr1enyarnpaikan sikap dan pendirian untuk mendukung sepenuhnya usul inisiatif ini untuk diambil keputusan menjadi RUU lnisiatif DPR. Melalui dukungan ini, terdapat beberapa catatan penting yang merupakan tanggapan kami yatiu :
1. RUU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis haruslah benar-benar menjadi sebuah Undang.Undang yang dapat diimplernentasikan dengan baik. Seringkali terjadi bahv1a sebuah Undang-Undang yang mengatur suatu hal dengan baik tetapi dalam kenyataannya sangat sulit untuk diirnplen1entasikan. Dengan demikian sedini rnungkin haruslah dapat diprediksi ketentuan-ketentuan yang nantinya justru akan rnenimbulkan masalah dalarn implementasinya. Perlu diperhatian sinkronisasi dengan peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan masalah terkait. Misalnya ketentuan yang berkaitan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). RUU ini juga, haruslah memperhatikan UUD 1945.
2. Mengingat rnasalah disl(rirninasi tidak hanya menjadi rnasalah nasional tetapi juga rnencakup lingkup internasional, perlu diperhatikan instrurnen-instrurnen internasional yang berkaitan dengan n1asalah diskrirninasi. lnstrurnen internasional perJu dikaji dan disaring sesuai dengan budaya dan nilai-nilai bangsa Indonesia.
~\ De1lan1 sebuah negara yang berdaulat dan berdasarkan alas hukUJn harus terdapat jn1ninan. ndanya persant~an perlalnmn. Disluin1inasi yang terjadi beserta segala nl<sesnya harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Dalarn hal ini, negara beserta aparatnya •nerupal<an jajaran lerdepan yang mefindungi persarnaan dan 111encegall lerjadinya dislui1ninasi.
tl. Ncgara rnelalui aparatnya rnerniliki kewajiban untuk melindungi saksi dan korban dnri segala ancar11an dan inlirnidasi yang rnungkin akan terjadi. t<ewajiban negara 111elc:tlui aparDtnya haruslah dapat dilakul~an secara efektif serta disertai bagi aparat yr.u1g mengabaikan kewajiban tersebut. Hak-hak yang diberikan UU terhadap saksi dan korban, rnerupakan hak yang harus dibarengi dengan kewajiban dari aparat unluk rnelaksanakan hal<-hak · tersebut. Tanpa disertai kewajiban bagi aparat, hak-hak yang dimiliki saksi dan korban akan menjadi sia-sia.
G. HUU ini hendaknya dapat n1engadopsi sen1ua persoalan yang berkaitan dengan sal<si dan korban dalarn setiap kasus, sehingga RUU ini kelak akan n1enjadi RUU ..
yang utuh tanpa dikecualikan. Dengan dernikian, Peraturan Pemerinlah No. 2 Tahun 2001 tentang Tata Cara Perlindungan Terhadap Korban dan Saksi dalam pefanggaran HAM harus diadopsi dalarn HUU ini.
G. Po1nberiCln gantf rugi terhc.~dap saksi <.Jan korban yang tidal< rncndaputkun perlinclungan dari pihal< yang bcrwcnang •nenjadi sangat signirikan. Proses penuntutan dan pen1berian ganti rugi inipun selayaknya tidak dipersulit.
D01nil<ian Tanggapan Fral<si POl Perjuangan DPR-RI Atas Penjelasan Pengusul Mengenai Rancangan Undang-Undang Tenlang Penghapusan Diskriminasi Ras Dan
Etni~ Serta Rancangan Undang-Undang Tentang Perlindungan Saksi Dan Korban. Atas
1181lla Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI rnenyarnpail<an terima kasih dan penghargaan
lulus kepada yang terhonnat Saudara-saudara Para Pengusul, disertai dengan harapan vgar kita sernua bertekad bersama-sama men1bahas dan n1enyen1purnakan l~ancangan Undang-Undang inL yang sangat berguna bagi kepentingan bangsa dan 1 al<ye1t Indonesia.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Mr.:RDEI<A Ill
KEl'UA I~PA T :
Teritna kasih kruni srunpaikan kepadajuru bicara F-PDI P.
Berikutnya saya persilakan juru bicara dari F-PG, yang terhonnat Saudara DR. MARIANI AKIB BAI~MULI, untuk menyampaikan Tanggapan Fraksinya.
Saya persilakan.
..
38
-Saudara J>itnpinan, I Jadirin/llndirat ynng bcrhahngia,
Pndn kesernpntnn iui perkennnknnlnh kntni tnenymnpaikan tanggapan Fraksi Partai Golongnn Kenya tcrhadnp Usul 'Jnisiatif J~ancangan lJndang ...
undang te\1tang Pcnghnpusmt l)iskritninnsi Rns l)nn Etnis sc11a Rancnngan Undang-undnng tcntang Pcrlindungan Saksi IJan Korban yang akan diput uskan n1cnjadi usul inisint if I Jew an.
Fraksi Partai Ciolongan Knrya ntcnymnhut baik diajukannya kcdua usulnn Rancangan Undang-undang terscbut, serta 1ncnyan1paikan pcnghargnan yang set inggi-t ingginyn kepada parn pcngusul, karen a ntns usul kedua Rflncangan Undang-undang ini tnetnbuktikan kotnittnen' Dewan yang tinggi terhadap penegakkan llak Asasi Manusia .
Saudara Pilnpinnn, scrtn lladirin/lladirat ynng bcrhahagia,
Scbagainu1nn kita rnakhrrni balnva llak Asnsi Manusia n1crupakan hak dasar yang secant kodrati 111clckat pada diri nu1nusia tanpn lllCIHhcdakan
\vnrnn kulit, asal usul atau ctnisnyn scrta hcrsifht universal dnn langgcng, dnn olch karena' itu sccnra kodrati pule1 tidak boleh diabaikan, dikurangi atau diran1pas olel1 siapapun.
Nann1n sejarah bangsa-bangsa di dunia terinasuk bangsa Indonesia 1nencatat bcrbagai pcristiwn trngis bcrupn pendcritrmn yang disebabkan olch pcrilaku t idak udil dan diskritninnfi f knrcnn ctnis, ras, golongnn, warnn k ulit, budayn, agarna, jenis kclarnin, stutus sosial dan lain-lain yang tcrlnlu banynk untuk disebutkan.
Mcngncu pnda knsus kcrusuhnn ynng ter:jndi di Indonesia pada bulan Mci 1998 scrta hcntroknn antr~r ctnis di bebcrr~pa dncrah lerutntnn discpat\iang paruh kcdua tahtul 199M dan paruh pcrtmnn lnhun I 999 a tau bnhkan te~jadi hinggn scknrang, nlclntnjukkan balnva di Indonesia sebngian ,.vargn negnra 111nsih tncrnsnknn adnnyn diskri1ninnsi ynng dilakukan pcrornngan dan kclotnpol< atas da~mr rns dan ainu ctnis. IJnlmn kchidupan schari-hari dnpat tc1jndi scornng iri tcrhadap tclnnggn ntau tnnsyarakat lainnya karcna 1n~reka lcbih hcrhasi1 dalan1 kchidupan pcrckonotni~Hl atau tcrutatna
•ncnyangk~at kes~jahtcrfmn. Akihntnya intentksi diantnra 1nerckn 111enjadi kurnng bnik dnn kadang tllcnitnhulkan pcrselisihnn hnnya <.liscbabknn olch hal-hal yang sebennrnyn scpele.
Pinapinan Rapat dan hndirin ynng kmni honnati,
Rnwnnnyn l<onflil< nntar ctuis di ludoncsia schagni salah satu lhktor pcnyebab bchun adanyn pcrangknt hukmn yang tncngatur tcntnng 111asalah
yang berkaitan dengnn 1 indnknn rasial baik ynng dilnkukan oleh individu, snasyaraknt tnaupun ncgnra. Me~kipun Indonesia sudah aneratifiknsi
lllterflatiollal (ollt'elltioll (Jtl 11te lflitniuatio11 of All lilJr111s lJf llac:ial /Jiscrilltillatioll /965 (Konvcnsi lntenmsionnl tcntang Pcnghapusnn Scgaln
Bentuk Diskritninnsi Rnsial 1965) yang disahkan oleh Undang-undang Not nor 29 Tahun 1999.
Olch karena Fraksi Partai C:iolongan Karya 1ncngnnggnp kcbcradaan . Undang-undang tcntang Pcnghapusan lJiskrin1innsi Ras l)an Etnis snngnt dibutuhkan agar ·tidak terulang tet:jadinya berbagai tindakan kekerasan yang
- ltO
-hcrnuansn etnis yang terjndi di Indonesia s'cperti kerusuhan pada bulan Mei t 998, dan konflik an tar ctnis Madura dcngan Dayak di Scull has dan , ~otawaringin, Madura dengnn Melayu di Pontianak dan kota-kota lain di
· Kali111antan. Disrunping korban knrcna konflik scpcrti apa yang kita uraikan di ntns, juga agnr dihindari tcrdnpnt korbnn ynng disebnbkan olch siste1n hukun1 ynug hcrupa aturan-atunsu kchijakan pcnacrintah haik 1nulni dari
tingkat Undang-undnng Kcpprcs, lnprcs, hingga pcraturan dacrah yang
bersifat diskrintinntif secant rasial.
Saudara Pirnpinan, scrtn lladirin/lladirat yang berbahagia,
Atas dasar uraian di ntas ntaka Fraksi Partai (]olongan Karya dnpat . n1enyetujui terhadap usul Anggota l)c\van ntas Rancangan lJndang-undang ini unluk disnhknn JJICI\ia<li t Jsul lnisiatif I >cwan. l>ismnping itu pcrkcnanknnlnh ..
kirnnya kanti 1nenymnpuiknn hcbcrnpn substnnsi ynng pcrlu kitu diskusiknn lebih lanjut, an tara Jain:
I. Kewajiban Warga Negara.
Setiap warga negnrn wajib JJleJnbantu 1ncncegah dan Jnenanggulangi setiap tindakan diskrianinasi berdasarkan ras dan/atau etnis, bagailnana apabiln ada warga negara atau ndividu tidak 1nan1pu untuk 1nencegah dan tnenanggulangi tcrjadinya tindakan diskrilninasi, apakah dia n1endapatkan sanksi. Dan k itn 111cnyndari dahun kondisi tcrtcnt u seseorang a tau individu ntungkin saja tidak nuunpu untuk tncnccgah te1jadinya tindakan diskri1ninasi.
I "
I
2. Ganti Kerugian.
Apakah setiap Orgnnisnsi non pctncrintah dnpat tnengajukan guge1tan ganti rugi te·thadap scgnla bcntuk tindakan diskrirninasi bcrdnsarkan ras dan/atau etnis.
1. Perlu diatur pcrlindungau tcrhadap warga ncgarn ntnu individu ynng
\
rne1nberikan infbnnasi adanya tindakan diskrirninasi berdasarkan ras dan/ataia etnis.
Saudara Pitnpinan, scrta I hidiriullladirnt ynng bcrhahagin,
Selatljutnya pcrkcnanknnlah kmni rncnymnpnikan tanggapan Fraksi Partai Go Iongan Karyn terhndnp Usul lnisiatif Rancangan Undang-undnng
tcntang Perlindungnn Snksi J)nn l<orbnn guna pcngmnbilan kepuhrsnn tncnjadi Usullnisiatif IJewnn.
Fraksi Partai C1olongan Karya n1enyatnbut baik diajukannya Usul lnisiatif Rancangan Undnng-undnng lcrsebut sertn tnenyatnpaikan penghargaan yang tinggi kcpada pra pengusul atas sikap tanggap dan kepedulian Anggotn f)cwan 1erhadap aspirnsi dan keh~ndak tnasyarakat bagi tcrbentuknya sebuah Undang-undang tcntang Perlindungan Saksi Dan Korban.
•• .. r
42
-Snudara Pilnpinan, scrtn lladirin/1 Jadirnt ynng bcrhahagia,
Keberadaan suntu perndilan pidnna yang adil (fair trial) 1nerupakan tuntutan dan prinsip dasar hak asnsi nHHHtsin yang Universal dan ciri negara
yang de1no:kratis. Kclancnran dan kchcrhlnsilan suatu proses peradilan, khususnya peradilan pidnnn akan tcrgnntung pada alnt bukti yang bcrhasil dinurnculkan di pcngndilau. Salah sahr alnt hukti yang 1ncncntukan adalah 1nenyangkut keterangnn saksi dan korban.
Sebagain1ana kiln kctahni bcrsmna, banyak kasns yang terjadi behnn dapat diselesaikan sccnra ccpat ntnu tidak dnpnt tcrungkap, knrena tidak nda
ntau kurangnya alat bukti ynng di dnpnt dnri saksi dan korban. Scbngian bcsar snksi dan korban 1nerasa enggnn ntau takut n1en1beri keterangan karena n1crcka t idak 1ncndnpat pcrlindungnn huk utn ynng jclns.
I Ji lain pihnk pcrhntian dari pcncgak huku111, hahkan nmsyaraknt, akan pcntingnya perlindungan tcrhadap snksi dan korbnn, n1aupun keluarganya tnnsih ter1ihat kurang. Hnl itu juga didukung behnn n1en1adainya perangkat hukun1 yang 1ne1nberikan jmninan kepada saksi dan korban untuk dapat tnenyatnpaikan apa yang in dengar sendiri, dia lihat sendiri, dan dialmni scndiri. Kitab Undang-undang lluku1n Acara Pidana (KUHAP) yang dikatakan karya agung 13angsa Indonesia atan pcrundnng-undangan lainnyn, hehnn 1nen1berikan perlindungan. Kecuali UlJ No. 26 Tahun 200 I tentang Pc,ngndilan J lAM yang IIJctncrinlahl(nn pc11gaturan pcrlinduttgan snksi dan korhan ntelalui peraturan pctncrintnh No. 2 Tahun 200 I tcntnng Tala Cant Perlindungan ''ferhadap Korban dan Snksi dalatll pelanggaran HAM.
'
I •
.. 43
-\
Pe1nbentuk undnng-undang dhvaktu yang lalu scpcrtinyn lebih
i
1ne1nfokuskan padn perlindungan huktnn hagi pclaku tindak pidana yang hersangkutan. Setlangknn perlindungan snksi dnn korban terabaikan. J>adahal
\
tanpa ·saksi dan korban penegakkan hukurn tidak akan berjalan lancar dan bcrkendilan. Olch karcna itu kcbcrndnnn undang .. undnng yang 1nclindungi saksi dan korban sangat dibutuhkan agar ndn kepastian huktnn.
Sauda.ra Pi1npinan, scrfn lladirin/1 Jndirat yang berbahagia,
Dengan lahirnya Undnng-undang ini kebcradaan saksi dan korban nten1perlolch pcrlindungnn sccnrn hukun1 dnn juga 111cndnpatknn perlindungan kemnanan pribadi dari nncanu1n fisik n1aupun psikologis dari orang lain yang hcrkenaan dengan kesnksinn ynng nknn, tcngnh afnu telah diberiknnnya atns sual u perk urn pidnua. St~hingga S(~f inp orang f idak nrcrasa fal<ut Jagi unluk ntclaporkan adanya pcristiwa tindak pidana, bnik sebagai korban 1naupun snksi dari suatu peristiwa pidana.
Dengan detnikian kitn rnengharapkan upaya · dalmn rangka penegakkan hukun1 dan n1encari kejcJase1n tcnte111g tindak pidana yang dilakukan oleh
pelnku tindak pidana yang sering ancngnlmni kesulitan karcnn tidnk dapat Jncnghadirkan saksi dnn/atau korbnn knrcna disehnbkan adanya ancarnnn baik fisik 1naupun psikis dari pihnk tcrtcntu dapnt dihindnri.
-44-Bcrdnsark;u1 hal-hal atau ttrnian ynug tclnl1 kanJi kcrnukakan di ntas, bctnpa
penl.ingnya Rancangau Undang-undm1g ini dilihnl dnri pcrspcl<tik pcncgakknn hul<utn llHII<a Fral<si Partcti Ciolougan Knrya dnpat Mcnyctujui Untuk I Jifmhkan 111er~iadi ( Jsnl luisialifJJe\V:tll. N:uJHJJ) dc1nikian hchcrnpa subsfansi ynng 111asih pc1 lu
Pcl'liudungau llak-lmk Saksi I >mt l<.ot bm1, I .ctnlmgn Pcrlindungn11 Snksi dnn Korhan, Tnla Gm n l'etuherinn Pedindungan dan BHnfuan.
. • I.
J)ctnikian tunggapan Frnksi Parfai Ciolougnn Karyn, sctnogn scgnla u1mya lcgislatir yang l<itn lnl<ul<nn dir idoi olch Tuhnn Ynng Mnlm Esa dnu rncrupakan r,csualu yang ht~nu ti hagi baugsn dan ncgara.
ScHJogn Tuhan tnetnhl~lik nn l<ck uat nn in I HII kq mda kit a set Hun dal;un 111CIIjalnnknn lugas dillt l'ungsi I< it;~ tnasiug-tunsing
Wabilahi Tnulik \Valhidaynh, \vassalaunt 'alaikun1 Wr. Wb.
KETUA RAP AT :
Terilna kasih kami sampaikan kepada juru bicara F-PG
Berikutnya saya persi1akan juru bicara dari F-PP, yang terhonnat Saudara PltOF. Dlt. 'rGK. 1-1. BAIJ-JAQI, A.K., untuk tncnyarnpaikan Tanggapan Fraksinya.
Berikutnya saya persi1akan juru bicara dari F-PP, yang terhonnat Saudara PltOF. Dlt. 'rGK. 1-1. BAIJ-JAQI, A.K., untuk tncnyarnpaikan Tanggapan Fraksinya.