• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

2. Pasar Modal

1) Pengertian Pasar Modal

Menurut Tandelilin (2001), pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang memiliki membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas. Sekuritas yang diperjualbelikan di pasar modal umumnya memiliki umur lebih dari satu tahun. Secara fisik, tempat dimana terjadi jual beli sekuritas tersebut disebut dengan bursa efek. Di Indonesia ada 2 bursa efek yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES), namun sejak tahun 2007 keduanya digabung menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).

2) Instrumen Pasar Modal

Terdapat beberapa instrumen penting yang berada di dalam pasar modal. Instrumen tersebut memiliki karakteristik serta keuntungan beserta kerugian yang berbeda.

1. Saham

Saham merupakan hak kepemilikan dalam suatu perusahaan. Menurut Jogiyanto (2013) saham terdiri dari 3 jenis yaitu Saham Biasa (Common Stock), Saham Preferen (Preffered Stock), dan Saham Treasuri (Treasury Stock).

Saham merupakan instrumen pasar modal yang menawarkan keuntungan paling tinggi sehingga banyak diminati oleh para investor.

2. Obligasi

Menurut Jogiyanto (2013) obligasi (bond) merupakan utang jangka panjang yang akan dibayarkan kembali pada saat jatuh tempo dengan bunga yang tetap jika ada. Bunga dari obligasi bersifat tetap sehingga dalam Reksa Dana jenis instrumen ini sering dikenal sebagai Reksa Dana pendapatan tetap. Jenis ini memberikan keuntungan yang relatif kecil namun memiliki potensi kerugian yang kecil pula. 3. Reksa Dana

a. Pengertian reksa dana

Menurut Tandelilin (2001), reksa dana merupakan suatu jenis instrumen investasi yang juga disediakan di pasar modal Indonesia di samping saham, obligasi, dan sebagainya. Reksa dana berasal dari kata “reksa” yang

berarti jaga atau pelihara dan kata ”dana” yang berarti

uang sehingga reksa dana pada umumnya dapat diartikan sebagai sekumpulan uang/dana yang dipelihara oleh pihak tertentu untuk menghasilkan keuntungan.

b. Karakteristik Reksa Dana

Menurut Manurung (2008) ada beberapa karakteristik dalam suatu reksa dana, yaitu:

1) Reksa dana merupakan kumpulan dana dan pemilik (investor) dana yang terkumpul dalam suatu reksa dana berasal dari beberapa investor yang dikumpulkan dan diserahkan kepada Manajer Investasi untuk dikelola. Hal tersebut menunjukkan bahwa suatu reksa dana merupakan kumpulan dana dari beberapa investor. 2) Reksa dana diinvestasikan pada efek yang dikenal

dengan instrumen investasi dana yang berasal dari para investor tersebut kemudian akan diinvestasikan ke dalam instrumen investasi seperti saham dan obligasi. dana tersebut akan dikelola oleh Manajer Investasi yang bertugas untuk mengalokasikan dana untuk memperoleh keuntungan yang diharapkan.

3) Reksa dana dikelola oleh Manajer Investasi merupakan pihak yang bertanggung jawab mengenai dana yang diinvestasikan oleh para investor. Manajer Investasi harus memiliki ijin resmi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk mengelola dana dari para investor. Kinerja dari suatu reksa dana dapat menjadi acuan baik buruknya suatu manajer investasi.

4) Reksa dana merupakan instrumen investasi jangka menengah dan panjang pada umumnya reksa dana merupakan kumpulan dana dari investor yang dialokasikan oleh manajer investasi ke dalam instrumen pasar modal. Instrumen tersebut dapat berupa saham dan obligasi. Karakteristik dari instrumen pasar modal adalah memiliki jangka waktu yang cukup lama, biasanya antara 1-5 tahun. Dari karakteristik tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa reksa dana merupakan instrumen investasi yang berjangka menengah dan panjang.

5) Reksa dana merupakan produk investasi yang berisiko instrumen investasi merupakan instrumen yang berisiko, begitu juga dengan reksa dana terproteksi. Hal tersebut dapat dilihat dari pengalokasian dana ke pasar obligasi maupun pasar uang yang memiliki fluktuasi dan gagal bayar.

c. Jenis-jenis Reksa Dana

Menurut Jogiyanto (2013), terdapat beberapa jenis reksa dana di Indonesia, yaitu:

1) Reksa Dana Saham

Menurut BAPEPAM IV. C.3, reksa dana saham merupakan reksa dana yang portofolionya minimum

80% asetnya diinvestasikan pada bursa saham. Reksa dana jenis ini memiliki return yang paling tinggi sekaligus risiko yang tinggi karena saham merupakan instrumen investasi yang memiliki nilai paling fluktuatif dibandingkan instrumen yang lain. Reksa dana saham merupakan reksa dana untuk jangka panjang. Keuntungan memilih reksa dana saham dibandingkan langsung membeli saham ke bursa efek adalah investor tidak perlu bingung untuk memilih dan mengawasi investasi yang dimilikinya karena sudah dikelola oleh pihak manajer investasi.

2) Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa dana pendapatan tetap merupakan reksa dana yang berinvestasi sedikitnya 80% dari portofolio yang dikelola berupa utang. Portofolio tersebut mencakup bunga, deposito, obligasi, dan juga SBI. reksa dana jenis ini termasuk jenis reksa dana yang memiliki tingkat return menengah begitu juga dengan risikonya dengan jangka waktu antara 1 sampai 3 tahun. Reksa dana pendapatan tetap memberikan keuntungan berupa dividen yang dibayarkan secara teratur (per bulan ataupun tahun). Investasi jenis ini cocok bagi para pemodal yang

tidak mau mengambil risiko tinggi namun dengan pengembalian return yang cukup tinggi.

3) Reksa dana pasar uang

Reksa dana pasar uang merupakan jenis reksa dana yang menyertakan 100% dana dalam pasar uang seperti deposito, obligasi, maupun SBI yang memiliki waktu jatuh tempo kurang dari satu tahun. Reksa dana ini memberikan tingkat risiko paling rendah diikuti dengan return yang rendah pula. Investasi jenis ini cocok bagi para investor dengan dana yang terbatas dan mengharapkan return yang teratur. Reksa dana pendapatan tetap memiliki jangka waktu investasi kurang dari satu tahun.

4) Reksa Dana Saham

Reksa dana terproteksi merupakan reksa dana yang nilai pokok investasinya Saham jika dicairkan pada akhir periode. Investor yang akan melakukan pencairan sebelum periode perjanjian akan mengalami kerugian karena reksa dana ini tidak membuat nilai pokok awal investasi sama dengan akhir periodenya. Hal itu bertujuan untuk menanggulangi para investor yang ingin mengambil dana sebelum

periode yang telah ditetapkan sebelumnya. Investasi jenis ini umumnya berlangsung selama 3-5 tahun. 5) Reksa Dana Campuran

Reksa dana jenis ini dapat dikatakan merupakan gabungan dari beberapa jenis reksa dana dengan proporsi yang fleksibel. Investasi ini terdiri dari efek utang maupun ekuitas berupa saham, obligasi, deposito, dan instrumen lain.

d. Pengelolaan Reksa Dana

Menurut Pratomo (2004), reksa dana dikelola oleh 2 pihak, yakni:

a) Manajer Investasi

Manajer Investasi memiliki tanggung jawab untuk menganalisa dan memilih jenis investasi yang tepat dan menguntungkan. Manajer investasi merupakan suatu perusahaan yang melakukan pengelolaan portofolio efek milik investor. Untuk dapat melakukan pengelolaan manajer investasi harus memiliki ijin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

b) Bank Kustodian

Bank kustodian merupakan bank yang bertindak sebagai penyimpan kekayaan dari para investor yang menginvestasikan kekayaannya ke dalam suatu reksa

dana. Dana yang tersimpan dari investor yang meliputi surat-surat berharga seperti saham, obligasi, SBI, dan lainnya disimpan atas nama reksa dana di Bank Kustodian.

e. Istilah yang terkait dalam reksa dana

Berdasarkan data resmi dari dana reksa selaku penentu kebijakan reksa dana terdapat beberapa istilah dalam reksa dana yaitu :

1) NAB (Nilai Aktiva Bersih)

NAB (Nilai Aktiva Bersih) merupakan jumlah dana bersih yang dikelola dan diperoleh oleh reksa dana dan sering disebut dengan AUM (Asset Under Management). Total nilai efek berdasarkan harga pasar pada suatu saat, setelah dikurangi biaya-biaya reksa dana dan kewajiban pajak.

2) Efek

Efek merupakan surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kolektif kontrak berjangka atas efek dan setiap derivatif dari efek.

3) Unit Penyertaan

Unit Penyertaan merupakan satuan yang digunakan dalam investasi pada reksa dana. Semakin banyak jumlah unit penyertaan, semakin banyak investor pada suatu reksa dana tersebut.

4) NAB ( Nilai Aktiva Bersih) Unit Penyertaan

NAB Unit Penyertaan merupakan harga yang dimiliki oleh suatu reksa dana. Dalam hal ini investor suatu reksa dana baru dapat mengetahui harga keesokan harinya (transaksi sebelum jam 12 siang per hari ini).

5) Capital Gain

Capital Gain merupakan keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat

negative rugi ( ) disebut capital loss. 6) Kustodian / Custody

Kata lain dari kustodian adalah lembaga atau pihak yang menyimpan surat-surat berharga yang diperdagangkan seperti saham. Salah satu tujuannya adalah agar mempermudah penyelesaian transaksi di kemudian hari.

Dokumen terkait