• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pasar Modal

Dalam dokumen Pengaruh Kenaikan BBM terhadap reaksi pa (Halaman 24-33)

BAB II. KAJIAN PUSTAKA

A. Tinjauan Pustaka

1. Pasar Modal

BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka

1. Pasar Modal

Pada dasarnya, pasar modal sama seperti pasar pada umumnya, yaitu tempat bertemunya antara penjual dan pembeli. Di pasar modal, yang diperjualbelikan adalah modal berupa hak pemilikan perusahaan dan surat pernyataan hutang perusahaan. Pembeli modal adalah individu atau organisasi/lembaga yang bersedia menyisihkan kelebihan dananya untuk melakukan kegiatan yang menghasilkan pendapatan melalui pasar modal, sedangkan penjual modal adalah perusahaan yang memerlukan modal atau tambahan modal untuk keperluan usahanya.

Menurut Jogiyanto (2010:29), pasar modal merupakan sarana perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan dana jangka panjang dengan menjual saham atau mengeluarkan obligasi. Pasar modal berfungsi sebagai sarana alokasi dana yang produktif untuk memindahkan dana dari pemberi pinjaman ke peminjam. Alokasi dana yang produktif terjadi jika individu yang mempunyai kelebihan dana dapat meminjamkannya ke individu lain yang lebih produktif yang membutuhkan dana. Dalam arti sempit, pasar modal adalah suatu pasar (tempat, berupa gedung) yang disiapkan guna memperdagangkan saham, obligasi, dan jenis surat berharga lainnya dengan memakai jasa para perantara pedagang efek.

Menurut UU No. 8 tahun 1995 tentang pasar modal, pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan

11

perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Secara formal pasar modal dapat didefinisikan sebagai pasar untuk berbagai instrumen keuangan (atau sekuritas) jangka panjang yang diperjual belikan, baik dalam bentuk hutang ataupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, maupun perusahaan swasta. Namun secara lebih sederhana, pasar modal adalah tempat untuk menerbitkan atau memperdagangkan surat-surat berharga jangka panjang, khususnya saham dan obligasi.

Menurut Jogiyanto (2010) pasar modal dibedakan menjadi 2 yaitu pasar perdana dan pasar sekunder :

a. Pasar Perdana adalah penawaran saham pertama kali dari emiten kepada para pemodal selama waktu yang ditetapkan oleh pihak penerbit (issuer) sebelum saham tersebut belum diperdagangkan di pasar sekunder. Biasanya dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 6 hari kerja. Harga saham di pasar perdana ditentukan oleh penjamin emisi dan perusahaan yang go public berdasarkan analisis fundamental perusahaan yang bersangkutan. Dalam pasar perdana, perusahaan akan memperoleh dana yang diperlukan. Perusahaan dapat menggunakan dana hasil emisi untuk mengembangkan dan memperluas barang modal untuk memproduksi barang dan jasa. Selain itu dapat juga digunakan untuk melunasi hutang dan memperbaiki struktur pemodalan usaha. Harga saham pasar perdana tetap, pihak yang berwenang adalah penjamin emisi dan

12

pialang, tidak dikenakan komisi dengan pemesanan yang dilakukan melalui agen penjualan.

b. Pasar sekunder adalah tempat terjadinya transaksi jual-beli saham diantara investor setelah melewati masa penawaran saham di pasar perdana, dalam waktu selambat-lambatnya 90 hari setelah ijin emisi diberikan maka efek tersebut harus dicatatkan di bursa. Dengan adanya pasar sekunder para investor dapat membeli dan menjual efek setiap saat. Sedangkan manfaat bagi perusahaan, pasar sekunder berguna sebagai tempat untuk menghimpun investor lembaga dan perseorangan. Harga saham pasar sekunder berfluktuasi sesuai dengan ekspetasi pasar, pihak yang berwenang adalah pialang, adanya beban komisi untuk penjualan dan pembelian, pemesanannya dilakukan melalui anggota bursa, jangka waktunya tidak terbatas.

Berikut adalah produk-produk pasar modal : a. Saham (Stocks)

Menurut Jogiyanto (2010:111) suatu perusahaan dapat menjual hak kepemilikannya dalam bentuk saham (stocks). Saham dibagi menjadi 2 jenis yaitu :

1) Saham Preferen.

Menurut Jogiyanto (2010:111-112) Saham preferen mempunyai sifat gabungan (hybrid) antara obligasi (bond) dan saham biasa. Seperti bond membayarkan bunga atas pinjaman, saham preferen juga memberikan hasil yang tetap berupa

13

dividen preferen. Seperti saham biasa, dalam hal likuidasi, klaim pemegang saham preferen di bawah klaim pemegang obligasi (bond).

Beberapa karakterisitik dari saham preferen antara lain: a) Preferen terhadap dividen yaitu pemegang saham preferen

mempunyai hak untuk menerima dividen terlebih dahulu dibandingkan dengan pemegang saham biasa. Saham preferen umumnya juga memberikan dividen kumulatif, yaitu memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima dividen tahun-tahun sebelumnya yang belum dibayarkan sebelum pemegang saham biasa menerima dividennya.

b) Preferen pada waktu likuidasi yaitu saham preferen mempunyai hak terlebih dahulu atas aktiva perusahaan dibandingkan dengan hak yang dimiliki oleh saham biasa pada saat terjadi likuidasi.

2) Saham biasa

Menurut Jogiyanto (2010, 116-117), jika perusahaan hanya mengeluarkan satu kelas saham saja, saham ini biasanya dalam bentuk saham biasa (common stock). Pemegang saham adalah pemilik dari perusahaan yang mewakilkan kepada manajemen untuk menjalankan operasi perusahaan. Sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham biasa mempunyai beberapa hak.

14

Beberapa hak yang dimiliki oleh pemegang saham antara lain:

a) Hak Kontrol, yaitu pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memilih dewan direksi.

b) Hak menerima pembagian keuntungan yaitu sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham biasa berhak mendapat bagian dari keuntungan perusahaan.

c) Hak Preemptif (preemtive right) merupakan hak untuk mendapatkan persentasi pemilikan yang sama jika perusahaan mengeluarkan tambahan lembar saham.

Menurut Alwi (2003, 87) Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham, yaitu:

1) Faktor Internal (Lingkungan mikro), diantaranya antara lain: a) Pengumuman tentang pemasaran, produksi, penjualan

seperti pengiklanan, rincian kontrak, perubahan harga, penarikan produk baru, laporan produksi, laporan keamanan produk, dan laporan penjualan.

b) Pengumuman pendanaan (financing announcements), seperti pengumuman yang berhubungan dengan ekuitas dan hutang.

c) Pengumuman badan direksi manajemen ( management-board of director announcements) seperti perubahan dan pergantian direktur, manajemen, dan struktur organisasi.

15

d) Pengumuman pengambilalihan diversifikasi, seperti laporan merger, investasi ekuitas, laporan take over oleh pengakuisisian dan diakuisisi, laporan divestasi dan lainnya. e) Pengumuman investasi (investment announcements), seperti Stock Split, yaitu kebijakan perusahaan memecah nilai nominal saham, sehingga harga saham akan menjadi lebih murah dan jumlah saham yang beredar menjadi meningkat dengan tujuan agar saham tersebut lebih menarik bagi investor sehingga menjadi liquid atau ramai diperdagangkan dan kebijakan lainnya

f) Pengumuman ketenagakerjaan (labour announcements), seperti negoisasi baru, kontrak baru, pemogokan dan lainnya.

g) Pengumuman laporan keuangan perusahaan, seperti peramalan laba sebelum akhir tahun fiskal dan setelah akhir tahun fiskal, earning per share (EPS) dan dividen per share

(DPS), price earning ratio, net profit margin, return on assets (ROA), dan lain-lain.

2) Faktor eksternal (Lingkungan makro), diantaranya antara lain : a) Pengumuman dari pemerintah seperti perubahan suku

bunga tabungan dan deposito, kurs valuta asing, inflasi, serta berbagai regulasi dan deregulasi ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

16

b) Pengumuman hukum (legal announcements), seperti tuntutan karyawan terhadap perusahaan atau terhadap manajernya dan tuntutan perusahaan terhadap manajernya. c) Pengumuman industri sekuritas (securities announcements),

seperti laporan pertemuan tahunan, insider trading, volume atau harga saham perdagangan, pembatasan/penundaaan trading.

d) Gejolak politik dalam negeri dan fluktuasi nilai tukar juga merupakan faktor yang berpengaruh signifikan pada terjadinya pergerakan harga saham di bursa efek suatu negara.

e) Berbagai isu baik dari dalam negeri dan luar negeri. b. Obligasi (Bond)

Obligasi (bond) dapat didefinisikan sebagai utang jangka panjang yang akan dibayar kembali pada saat jatuh tempo dengan bunga yang tetap jika ada (Jogiyanto , 2010:152). Jadi surat obligasi adalah selembar kertas yang menyatakan bahwa pemilik kertas tersebut telah membeli hutang perusahaan yang menerbitkan obligasi. Penerbit membayar bunga atas obligasi tersebut pada tanggal-tanggal yang telah ditentukan secara periodik, dan pada akhirnya menebus nilai utang tersebut pada saat jatuh tempo dengan mengembalikan jumlah pokok pinjaman ditambah bunga yg terutang. Pada umumnya, instrumen ini memberikan bunga yang tetap secara periodik. Bila bunga dalam sistem ekonomi menurun,

17

nilai obligasi naik dan sebaliknya jika bunga meningkat, nilai obligasi turun.

Obligasi digolongkan sebagai efek yang memberikan penghasilan tetap karena penerbit (issuer) menjanjikan kepada pemegang obligasi untuk membayar bunga periodik tetap dan membayar jumlah prinsipal tetap pada atau sebelum jatuh waktu.

Bunga obligasi umumnya dibayarkan setiap jumlah waktu yang tetap, misalnya setiap 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun. Besarnya bunga tergantung dari kupon. Selain itu seperti halnya saham biasa, obligasi juga mengenal penghasilan dari capital gain yang bisa terjadi apabila saat pemegang obligasi melakukan penjualan obligasinya, mendapatkan harga yang lebih tinggi dari harga ketika saat membelinya.

c. Reksa Dana (Mutual Funds)

Menurut Jogiyanto (2010:575) Reksa dana (Mutual Fund) merupakan portofolio yang dibentuk oleh perusahaan reksa dana dan dijual kembali kepada masyarakat dalam bentuk unit penyertaan. Salah satu tujuan dari reksa dana adalah meminimumkan risiko tidak sistematik (dengan membentuk portofolio) dan untuk menghasilkan

return yang tinggi. Jika reksa dana dapat menghasilkan return yang tinggi yang tidak normal, hal ini bertentangan dengan hipotesis pasar efisien. Jika hal ini terjadi, yaitu reksa dana dapat memperoleh

Abnormal Return yang berlebihan, kemungkinan manajer reksa dana mendapatkan informasi privat yang tidak dipublikasikan.

18 d. Surat Berharga Lainnya

Selain Saham, Obligasi dan Reksa Dana yang sudah banyak digunakan sebagai media hutang di bursa efek Indonesia, terdapat beberapa jenis efek yang merupakan produk derivative atau produk turunan dari saham yang juga dapat digunakan sebagai media hutang, seperti option, warrant, dan right.

1) Right merupakan produk derivative (turunan) dari saham yang berupa surat berharga yang memberikan hak bagi pemodal untuk membeli saham baru yang dikeluarkan emiten pada harga tertentu dan pada waktu yang telah ditetapkan. Right diberikan pada pemegang saham lama yang berhak untuk mendapatkan tambahan saham baru yang dikeluarkan perusahaan pada second offering. Masa perdagangan right berkisar antara 1-2 minggu saja. Right merupakan efek yang memberikan hak kepada pemegang saham saat ini untuk memiliki terlebih dahulu saham baru yang dikeluarkan oleh emiten dengan tujuan agar para pemegang saham lama diberi kesempatan untuk mempertahankan presentase kepemilikan dalam suatu perusahaan. Dalam Right Issue, perseroan menawarkan hak (right) kepada pemegang saham yang ada untuk mendapatkan saham baru yang berarti menyetor modal dengan rasio tertentu, jika pemegang saham tersebut tidak mengambil haknya, maka ia dapat menjual haknya kepada investor lain.

19

2) Sama seperti Right, Warrant merupakan produk derivative (turunan) dari saham yang memberikan hak untuk membeli sebuah saham pada harga yang telah ditetapkan pada waktu yang telah ditetapkan pula. Namun, sifat dari Warrant melekat pada obligasi.

3) Opsi (Option) merupakan produk derivative dari saham yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk menjual atau membeli sejumlah aset finansial tertentu pada harga dan jangka waktu tertentu. Terdapat dua jenis opsi (option), yaitu Put Option atau Hak untuk membeli dan Call Option atau Hak untuk menjual.

Dalam dokumen Pengaruh Kenaikan BBM terhadap reaksi pa (Halaman 24-33)

Dokumen terkait