Edward Hastings Chamberlin
PASAR MONOPOLISTIS
Keseimbangan pasar monopolistiS pertama kali dikembangkan tahun 1930an oleh E
Chamberlin dan Joan Robinson. Asumsi dasar :
o ciri pasar monopolistis
o antara produk kemampuan mengganti (substitusi) besar
o kurva permintaan dan kurva biaya produksi dianggap sama untuk se-mua produsen dalam satu kelompok
o berarti tidak mungkin ada satu kelompok memproduksi yang sama dengan biaya produksi beda
o bila kurva biaya penjualan berbentuk "U", mampu menggeser kurva permintaan dan
mengurangi elastisitasnya
o kurva permintaan dipengaruhi style produk, service, dan advertensi
o ada perbedaan produk dalam arti sebenarnya, dan arti semu (kemasan dsb), akibatnya produsen menentukan harga jual(price maker). Tetapi dihalangi oleh saingan dalam tingkat harga
o kurva permintaan = kurva rencana penjualan, diasumsikan tidak mempengaruhi pesaing terhadap perubahan tingkat harga.
Tiga jenis keseimbangan : (1)jangka pendek : menerima profit murni, mendorong produsen lain masuk pasar (2)keadaan optimum/normal profit : kurva permintaan bersinggungan dengan kurva AC. Maka kurva permintaan disebut kurva penjualan aktual/kurva pembagian pasar, (3)gabungan 1, 2 dan keseimbangan tercapai dengan kompetisi harga. Kompetisi harga membuat perusahaan lemah keluar dari pasar dan yang besar semakin besar bagian pasarnya.
Pasar duopoli model Cournot, tahun 1938, ditemukan pertama kali. Asumsi-asumsinya :
1. barang duopoli identik biaya produksi strukturnya sama
2. tiap perusahaan tidak menggunakan pengalaman dalam mengantisipasi saingannya 3. kedua produsen sebenarnya saling bergantung (interdependen) dan selalu gagal
menebak reaksi pesaing dalam jumlah produksi sehingga tercipta gabungan output ⅔ ( masing-masing) dari seluruh permintaan pasar⅓
4. bila bergabung dapat mencapai profit maksimum dengan gabungan output ½ (¼ masing-masing)
6. bisa juga dengan analisa : kurva isoprofit (berbentuk cekung) perusahaan A menggambarkan reaksi perusahaan A dengan aksi jumlah output perusahaan B dengan tujuan tingkat profit tertentu (analisa kurva indiferen stakelberg)
7. atau analisa : kurva reaksi A menunjukkan tingkat output dengan profit maksimal A, saat B pada tingkat output tertentu (linier). Kurva reaksi juga adalah garis yang menghubungkan titik-titik isoprofit (indiferen) yang maksimum.
8. Keseimbangan Cournot adalah titik potong kurva reaksi A dan B. Sehingga
pasar/industri tidak ada keuntungan sama sekali.
9. adanya kurva kontrak Edgeworth (gabungan titik-titik singgung kurva isoprofit A dan B) selalu di bawah titik keseimbangan Cournot yang maksimum. Maka, ada
keuntungan industri. Keseimbangan Cournot : v Δ π1 = (π1)' = 0 ΔQ1 v MR = Δ TR = P + Q Δ P ΔQ ΔQ v Δ² πi < 0 ΔQi²
v Δ² πi = Δ² TRi – Δ² TCi ΔQi² ΔQi² ΔQi²
v Δ² TRi < Δ² TCi ΔQi² ΔQi²
Pasar duopoli model Bertrand, tahun 1983. Asumsi sama dengan Cournot, yaitu : tiap
perusahaan tidak menggunakan pengalaman dalam mengantisipasi saingannya, dengan menganggap saingan tetap mempertahankan harga jual. Bedanya :
v isoprofitnya bentuk cembung
v kurva kontrak edgeworth-nya terletak di atas titik E
v memaksimumkan profit (kebalikan Cournot) adalah mengambil harga di kurva kontrak Edgeworth-nya.
E = keseimbangan stabil Bertrand/Cournot (disebut Model duopoli klasik). Saat produsen A memutuskan harga di A1 (singgung kurva B), produsen B akan mengambil harga B1 dst hingga di E. Lebih besar dari titik E, maka aksi produsen A dan B adalah menurunkan harga.
Pasar oligopoli model Chumberlin : keseimbangan pasar terjadi bila ditetapkan satu harga
kesepakatan. Bila para produsen tidak sadar ketergantungannya akan terjadi keseimbangan Cournot. Bila para produsen menganggap saingannya mempertahankan tingkat output dan harga akan terjadi keseimbangan Bertrand. Bila para produsen sadar saling ketergantungan akan terjadi keseimbangan "ala monopoli" (output dibagi sama besar) dan tanpa penggabungan cukup dari "pengalaman".
Kurva permintaan patah Sweezy (The Kinked), tahun 1939. Bila produsen oligopoli
menurunkan harga jual maka ia mengharap saingannya mengikuti menurunkan harga jual. Tetapi, bila menaikkan harga mengharap tidak diikuti. Sehingga terjadi "hilangnya sebagian konsumen" ke produk lain (karena harga naik). Maka, kurva permintaan "patah" akibat hilang konsumen. Akibatnya kurva MR juga patah. Posisi keseimbangan tidak didefinisikan oleh titik potong kurva MC dan MR yang patah. Tetapi, naiknya biaya produksi tetap mendorong produsen menaikkan harga, meskipun kurva MC memotong kurva MR pada bagian yang tidak sambung. Analisa ini untuk oligopoli yang persaingannya kuat. Tetapi tidak dapat menjelaskan dimana titik patahan hanya menjelaskan kecenderungan harga-harga tetap.
Pasar duopoli model Stakelberg : pengembangan model Cournot, tahun 1952. Ada produsen
yang lebih kuat sehingga saingannya mengekor saja sampai keseimbangan stabil terbentuk. Tetapi bila 2 produsen sama kuat stakelberg disekuilibrium, akan perang harga. Bila penggabungan terjadi harga akan berada pada kurva edgeworth Cournot (bukan Bertrand).
Teori harga output dalam oligopoli yang bergabung : banyak negara melarang
penggabungan dengan alasan menyebabkan perilaku monopoli cenderung merugikan konsumen. Dua jenis penggabungan W Fellner :
1. Kartel
2. price leadership
Kartel : para produsen monopoli dengan (a)tahu berapa tingkat harga seharusnya (b)struktur
biaya identik dan garis demand sama. Kartel dengan tujuan memaksimumkan profit
barang dapat saling mengganti. Produsen dengan struktur biaya rendah akan memproduksi output dengan jumlah lebih banyak.
Syarat kartel sama dengan monopoli : v π = π1 + π2
v π = TR1 + TR2– TC1– TC2 = TR – TC1– TC2 v MR = MC1 = MC2
v Δ² πi < 0 ΔQi²
Hambatan kartel : salah perkiraan per-mintaan pasar karena kurva demand pasar elastisitasnya < kurva demand sendiri, kejadiannya :
o jumlah kurva MC para produsen tidak persis kurva MC pasar. Karena tiap perusahaan
melaporkan ke kartel strukur biaya yang lebih rendah agar mendapat jatah output yang besar.
o proses gabung lamban sehingga kurva-kurva telah berubah saat mulai kartel
o kekakuan harga
o kartel sembunyi-sembunyi, takut Pemerintah.
Kartel dengan tujuan membagi pasar = lebih banyak dijumpai. Pasar dibagi dengan :
(a)tingkat harga, (b)kuota (c)daerah/wilayah. Kebebasan tetap ada dalam : bentuk produk, kegiatan promosi dll. Kasus kartel : (1)anggota kartel yang lemah bersedia menjual dengan tingkat harga tertentu atau lebih rendah. Disebut penggabungan tidak stabil karena produsen dengan struktur biaya lebih rendah akan mendorong produsen lain keluar pasar. (2)produsen dengan struktur biaya sama akan membagi pasar sama besar. Struktur biaya lain dengan kuota dan negosiasi. Untuk menghalangi pesaing baru, tingkat harga ditetapkan tidak terlalu tinggi dan perang harga dengan produsen baru.
Price Leadership : banyak terjadi produsen terkuat menentukan harga. Kuat sebab :
(a)struktur biaya terendah. Rumus : TC1 < TC2, (b)dominasi produsen besar dengan menghitung semua kurva penawaran dan mengambil sisa demand yang tidak ter"cover". Rumus : Q = D – S, (c)barometris : semua perusahaan sepakat ikut 1 produsen karena dianggap lebih mengenal pasar dan reputasi baik. Rumus :
k1 = Q1/Q, k2 = Q2/Q Q = Q1+Q2, k1 + k2 = 1