BAB VII. DESKRIPSI PASAR WISATA DAN RUMAH DIORAMA
VII.1 Pasar Wisata
Pasar
Pengertian pasar berdasarkan ”Kamus Umum Bahasa Indonesia”, ada
beberapa, antara lain :
1. Tempat orang berjual-beli ; pekan, tempat berjual beli yang diadakan oleh perkumpulan dan sebagainya dengan maksud mencari derma.
2. Tempat berbagai pertunjukan yang diadakan malam hari untuk beberapa hari lamanya.
Pasar Wisata
Umumnya berkembang pada kawasan objek wisata dan tercipta dari perkembangan aktivitas wisata itu sendiri yang didukung oleh faktor-faktor lingkungan yang mendukung terhadap market tersebut, yaitu :
Maka, Pasar Wisata Tembakau Deli adalah satu bangunan pendukung pada Kawasan Wisata Tembakau Deli dengan tujuan merefleksikan kembali
Pasar Wisata dan Rumah DioramaTembakau Deli
kegiatan jual-beli/barter secara tradisional yang sejak dahulu telah menjadi salah satu perwujudan kultur/budaya dengan wujud bangunan bergaya kolonial (art deco) dengan sentuhan modern dan tetap memperhatikan kontektualitas dengan bangunan sekitar kawasan.
VII.1.2 Tema
Langgam Art Deco dipergunakan pada pasar wisata dengan alasan mengacu pada penggunaan langgam ini pada bangunan PTPN lainnya serta mengikuti elemen geometris yang ada pada gudang pemeraman tembakau. Art Deco merupakan desain yang populer dari tahun 1920 hingga tahun 1939, yang mempengaruhi seni dekoratif seperti arsitektur, desain interior, dan desain industri maupun seni visual. Gerakan ini dapat dikatakan sebagai gabungan dari berbagai gaya dan gerakan pada awal abad ke-20, termasuk Konstruksionisme, Kubisme, Modernisme, Art Nouveau, dan Futurisme. Art deco terbagi sesuai dengan klasifikasi yang ada; arsitektur langgam ArtDeco dibedakan menjadi empat, yaitu:
1. Floral deco
Floral deco merupakan salah satu tipe art deco yang memiliki desain garis yang melengkung, dan memiliki ciri khas ukiran bunga atau daun.
Pasar Wisata dan Rumah DioramaTembakau Deli
2. Streamline deco
Streamline deco adalah tipe art deco yang menekankan gaya arsitektur yang memiliki bentuk melengkung, dan garis horizontal panjang.
Gambar 7 2 Streamline Deco
Sumber : wikipedia
3. Zig zag deco
Zig zag deco memiliki pola bentuk garis yang tajam dan tegas serta bentuk zig zag yang merupakan ciri khasnya dan mengalami repetisi bentuk yang harmonis.
Gambar 7 3 Zigzag Deco
Sumber : wikipedia
Pasar Wisata dan Rumah DioramaTembakau Deli
Neo classicael deco merupakan tipe art deco yang memiliki corak ragam yang dapat berbentuk wajah/benda, geometri, dan terdiri dari corak gabungan yang tampak seperti ukiran-ukiran kuno.
Gambar 7 4 Neo Classical Deco
Untuk mempertahankan kontekstualitas dan keseragaman antar bangunan dalam kawasan, digunakan tipe streamline deco sebagai ornamen pada tiap bangunan.
VII.1.3 Studi Banding
Pasar Beringharjo Yogyakarta
Pasar Beringharjo adalah salah satu pasar tradisional di Yogyakarta. Pembangunan pasar Beringharjo merupakan salah satu bagian dari rancang bangun pola tata kota Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, yang biasa disebut pola Catur Tunggal yang mencakup empat hal, yakni keraton sebagai pusat pemerintahan, alun-alun sebagai ruang publik, masjid sebagai tempat ibadah, dan pasar sebagai pusat transaksi ekonomi. Secara penempatan, Pasar Beringharjo berada di bagian luar bangunan Keraton Yogyakarta (njobo keraton), tepatnya di utara Alun-Alun Utara.
Pasar Wisata dan Rumah DioramaTembakau Deli
Gambar 7 5 Pasar Beringharjo tampak satelit
Gambar 7 6 Tampak Pasar Beringharjo
Sumber : wikipedia
Dalam pasar ini, pengelompokan/penzoningan jenis barang dagangan yang dijual ditata dengan baik sehingga lebih memudahkan pengunjung untuk mendapatkan barang yang diinginkan.
Faktor kebersihan juga merupakan salah satu nilai positif pasar ini karena desain pasar yang akan dihasilkan adalah suatu pasar tradisional yang bebas dari kesan bau dan kotor yang telah terlalu melekat pada pasar tradisional.
Pasar Wisata dan Rumah DioramaTembakau Deli
Gambar 7 7 Interior Pasar Beringharjo
Sumber : yogyes.com
Berdasarkan data yang diperoleh dari kantor Dinas pasar Beringharjo Yogyakarta, luas tanah pasar Beringharjo Timur 12,502 M2, luas bangunan pasar Beringharjo adalah 27,721,49 M2, dan luas lahan dasaran 10,696,32 M2. Dengan luas yang sebanyak itu pasar Beringharjo Timur mampu menanpung pedagang sejumlah 2.730 orang. Dari sejumlah pedagang tersebut, kebanyakan pedagang berasal dari Yogyakarta, tetapi sebagian pedagang juga berasal dari luar jogja, seperti Bandung, Jakarta, Jawa Timur, dan lain-lain. Pasar Beringharjo Timur di buka setiap hari pada waktu 05:00 sampai dengan 17:00 WIB. Para pedagang pasar Beringharjo Timur menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, emping, krupuk, daging, ayam dan lain-lain. Selain itu terdapat penjual tas dan sepatu.
Pasar Beringharjo Timur mempunyai terdapat fasilitas-fasilitas yang cukup memadai. Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain:
o Tempat parkir
o Mushola
Pasar Wisata dan Rumah DioramaTembakau Deli
o Kios
o Tempat dagang losd sebanyak 3.006 unit
o Tempat penitipan anak
o Kantor pengelolaan pasar
o Tempat layanan kesehatan
o Alat pemadam kebakaran
Keunggulan :
o Dalam pasar ini, diatur dengan jelas pengelompokan jenis barang dagangan yang dijual. Sehingga hal ini lebih memudahkan pengunjung untuk mencari barang yang diinginkan.
o Kebersihan terjaga
o Trademark bagi wisata Jogja
o Lokasi strategis
Kelemahan :
o Interior sama halnya seperti pasar biasa
Pasar Triwindu, Solo
Pasar Triwindu atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Pasar Windujenar ini merupakan salah satu tempat wisata belanja yang tepat untuk para pecinta koleksi barang antik.
Pasar Wisata dan Rumah DioramaTembakau Deli
Di pasar Windujenar ini pengunjung dapat menemukan berbagai macam koleksi benda antik, seperti koin kuno, uang kuno, koleksi kain batik, patung –
patung Budha, lampu minyak dan lain-lain.
Salah satu tempat wisata belanja di Solo ini diresmikan pada tanggal 25 September tahun 2009 dan berdiri di atas tanah seluas 2,384 m2.
Pasar Triwindu mempunyai fasilitas-fasilitas yang cukup memadai. Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain:
o Tempat parkir
o Mushola
o Kamar mandi atau WC
o Kios
o Smoking area
Keunggulan :
o Barang yang ditawarkan spesifik
o Memperbolehkan sistem barter
Pasar Wisata dan Rumah DioramaTembakau Deli
Gambar 7 8 Pasar Triwindu
Sumber : tentangsolo.web.id
Resume
o Fasilitas
Sebuah pasar wisata memerlukan fasilitas inti yang memadai. Seperti kios/los, toilet, parkir, mushola.
o Pencapaian
Pasar wisata harusnya berada di lokasi yang strategis.
o Trademark
Untuk menjadi trademark, pasar wisata harus memiliki suatu keunikan yang tidak didapatkan di pasar lainnya.
Pasar Wisata dan Rumah DioramaTembakau Deli
Site terletak pada sisi barat Kawasan Wisata Tembakau Deli dengan luas lahan kurang lebih 2.500 m2.
Batas – batas :
Utara : community center Timur laut : museum Timur : plaza, hotel
Barat : gang melati, rumah warga Selatan : rumah diorama, waterpark
Alasan peletakan pasar pada sisi barat site:
Agar terintegrasi dengan community center pada sebelah utara, di mana community center tersebut menghasilkan kerajinan yang dapat dijual di pasar.
Pencapaian dari luar ke dalam mudah dan strategis karena berbatasan dengan gang melati (asumsi : gang melati diperlebar agar mempermudah akses kendaraan 2 jalur).
V.1.5 Analisa Analisa Sirkulasi
Garis putus-putus di samping menujukkan jalur sirkulasi kendaraan yang ada pada Gang Melati dan Jl. Karya.
Pasar Wisata dan Rumah DioramaTembakau Deli
Garis biru : Sirkulasi angkutan umum dan kendaraan pribadi dari Jl. Karya menuju Jl. Karya Ujung Garis merah : Sirkulasi angkutan
umum dan kendaraan pribadi dari Jl. Karya Ujung menuju Jl. Karya
Garis kuning : Sirkulasi
kendaraan pribadi dari Jl. Karya menuju Helvetia by Pass
Garis merah : Sirkulasi kendaraan pribadi dari Helvetia by Pass menuju Jl. Karya
Potensi : jalur hijau berpotensi sebagai jalur masuk / keluar agar pencapaian menuju pasar lebih efektif.
Rekomendasi : jalur masuk ke dalam area Pasar Wisata diletakkan mendekati Jl. Helvetia by Pass sedangkan jalur keluar diletakkan menjauhi Jl. Helvetia by Pass.
Analisa Pengguna Petugas kebersihan
Pasar Wisata dan Rumah DioramaTembakau Deli
Pengelola
Pengunjung
Pedagang
Diagram 7 1 Skema Kegiatan Pengguna
Pengelompokan Kegiatan dan Kebutuhan Ruang
Tabel 7 1Pengelompokan dan keutuhan ruang
No Nama Ruang Pengguna Kegiatan
Ruang Utama
1 Kios Pedagang, pembeli Mempersiapkan,
menawarkan, menyimpan
barang dagangan,
melakukan transaksi Pendukung
1 Food court Pedagang, pembeli Mempersiapkan dan
menyimpan dagangan,
memasak, mencuci piring, makan
Pasar Wisata dan Rumah DioramaTembakau Deli 2 Kantor pengelola Pegawai Mengawasi berlangsungnya kegiatan pasar, melakukan pembukuan
3 Toilet Pedagang, pembeli Buang air
Pelengkap
1 Mushalla Pengelola, pedagang,
pembeli
Sholat
2 Parkir Pengelola, pedagang,
pembeli
Memarkirkan kendaraan
3 Gudang
4 Pos Satpam
Program Ruang
Tabel 7 2 Program ruang
No Nama
ruang Jumlah Dimensi
Luas satuan (m2) Luas total Sumber RUANG UTAMA 1 Kios 183 2 x 3 m 6 1098 Perhitungan Sirkulasi 40% 439,2 Jumlah 1537,2 PENDUKUNG 2 Kantor Pengelola Ruang 1 3,5 x 5,5 19,25 19,25 Asumsi
Pasar Wisata dan Rumah DioramaTembakau Deli pimpinan dan arsip m Ruang pegawai 6 1,65 x 1,4 m 2,31 13,86 Data Arsitek Pantry 1 7,6 Asumsi Sirkulasi 25% 10,1775 Jumlah 50,8875 3 Toilet Umum 4 18 72 Data Arsitek Sirkulasi 25% 18 Jumlah 90 PELENGKAP 4 Mushalla Perhitungan Ruang Sholat 80 1,25 100 Ruang Wudhu 2 5 8 Sirkulasi Jumlah 110 TAMBAHAN 5 Gudang 4 2 x 3 m 6 24 Asumsi 6 Ruang Panel 4 2x 3 m 6 24 Jumlah 48
VII.1.6 Konsep Pasar Wisata
Makro
Pasar wisata Tembakau Deli merefleksikan kembali kegiatan jual-beli/barter secara tradisional yang sejak dahulu telah menjadi salah satu perwujudan
Pasar Wisata dan Rumah DioramaTembakau Deli
kultur/budaya dengan wujud bangunan bergaya kolonial (art deco) dengan sentuhan modern dan tetap memperhatikan kontektualitas dengan bangunan sekitar kawasan.
Gambar 7 11 Konsep makro pasar
o Orientasi dan Pencapaian
Pasar memiliki orientasi ganda sebagai respon jalur masuk utama. Sisi kiri kanan bangunan merupakan jalur masuk sekunder yang dapat diakses dari rumah diorama maupun pusat komunitas.
Pasar Wisata dan Rumah DioramaTembakau Deli
o Tapak
Sisi utara, barat dan selatan dipergunakan sebagai lahan parkir. Sedangkan dari plaza menuju pasar terdapat perantara berupa tatanan sculpture yang menggambarkan suasana jual beli pada zaman dahulu.
Gambar 7 13 Konsep Tapak Pasar
o Mikro
o Zoning pasar
Pasar wisata Tembakau Deli merupakan pasar yang memiliki kekhasan. Bukan hanya menjual souvenir yang bisa didapatkan di pasar wisata lain, namun juga jajanan pasar tradisional dan barang-barang antik. Variasi barang dagangan tersebut membagi pasar atas 3 bagian besar.
Pasar Wisata dan Rumah DioramaTembakau Deli
o Kulit bangunan
Kulit bangunan pasar dibuat semi terbuka, dengan pertimbangan :
- Penghawaan pada pasar
- Estetika
- View dari dalam ke luar, dan sebaliknya
Gambar 7 15 Konsep kulit bangunan pasar
o Interior
Desain kios dibuat menyerupai kios zaman dahulu. Yakni dengan menggunakan pintu krepyak dan dibuat semakin menarik melalui plang nama kios serta kanopi yang berbeda warna yang bertujuan sebagai penanda perbedaan zona pada pasar.
Pasar Wisata dan Rumah DioramaTembakau Deli
VII.2 Rumah Diorama