• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Pasta Gigi

Pasta gigi didefenisikan suatu bahan semi-aqueos yang banyak digunakan bersama sikat gigi untuk membersihkan deposit dan memoles seluruh permukaan gigi, dan pasta gigi yang digunakan pada saat menyikat gigi berfungsi untuk mengurangi pembentukan plak, memperkuat gigi terhadap karies, membersihkan dan memoles permukaan gigi dan memberikan rasa segar pada mulut.4

2.2.1 Kandungan Utama Pasta Gigi

Kandungan utama yang terdapat dalam pasta gigi yaitu : a. Bahan abrasif ( 20-50% )

Bahan abrasif yang terdapat pada pasta gigi umumnya berbentuk bubuk pembersih yang dapat memoles dan menghilangkan stain dan plak. Bentuk dan jumlahnya dalam pasta gigi membantu untuk menambah kekentalan pasta gigi. Contoh bahan abrasif antara lain hydrocated silica, sodium bikarbonat, aluminium

Pasta gigi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasta gigi yang mengandung perlite dan tanpa perlite, dimana perlite merupakan produk alamiah dari dalam bumi. Warna asli umumnya abu-abu, meski bisa juga berwarna hijau, coklat, biru atau merah. Setelah dipanaskan, warnanya berubah menjadi abu-abu atau putih. Perlite merupakan batuan silika yang mengandung persentase silika (Si) yang tinggi. Batuan ini 2-5% mengandung air, sehingga bila terkena pemanasan (871oC) akan membuat air yang menyelusup di antara batuan menjadi menguap sehingga batuan menjadi porus (berlubang-lubang), mirip seperti popcorn karena ukuran batuan bisa mencapai 20 kali besar ukuran aslinya.13

Fungsi utama bahan ini kurang lebih sama dengan pumice yang lebih dikenal dalam dunia kedokteran gigi sebagai bahan abrasif. Selain berfungsi untuk menghilangkan noda tertinggal akibat makanan dan minuman berwarna, pumice ini dimaksudkan pula sebagai bahan poleshing, yakni untuk menggosok permukaan gigi sehingga menjadi bersih dan bersinar. Namun tidak ada standar khusus, seberapa banyak bahan abrasif diperbolehkan ada dalam pasta gigi. Penelitian menunjukkan, pemakaian pasta gigi dengan bahan abrasif yang kurang tepat, justru membuat permukaan gigi menjadi kasar. Oleh karena itu pemilihan pasta gigi harus didasarkan pada kebutuhan.13

Bahan abrasif tersebut bisa mengurangi pewarnaan gigi akibat minuman misalnya pada orang yang terbiasa meminum kopi, teh atau merokok dan juga dapat mengurangi jumlah tar rokok yang melekat pada gigi. Namun bagi orang yang tidak biasa minum kopi, teh atau merokok dan lebih sering minum putih, pemakaian pasta gigi dengan bahan abrasif tidak terlalu perlu. Karena kebutuhan seseorang terhadap bahan abrasif dalam pasta gigi tidak diketahui secara pasti, alangkah baiknya untuk melakukan uji coba pasta gigi sesuai dengan pola makan dan minum sehari-hari sehingga bisa menemukan pasta gigi yang tepat.13

Perlite memiliki kelebihan antara lain, dapat mengurangi pewarnaan gigi karena makan dan minum, kekurangannya bisa membuat permukaan gigi menjadi lebih kasar. Untuk bahan asli dari perlite, tidak dianjurkan pemakaian bahan asli tersebut. Sebab pemakaian yang tidak tepat justru akan membuat gigi rusak.13

b. Air ( 20-40% )

Air dalam pasta gigi berfungsi sebagai pelarut.4

c. Humectants atau bahan pelembab ( 20-35% )

Humectan adalah bahan penyerap air dari udara dan menjaga kelembaban.4

2.2.2 Kandungan Tambahan Pasta Gigi

Kandungan tambahan yang terdapat dalam pasta gigi yaitu : a. Bahan perekat ( 1-2% )

Bahan perekat ini dapat mengontrol kekentalan dan memberi bentuk krim dengan cara mencegah terjadinya pemisahan dalam solid dan liquid pada suatu pasta gigi. Contohnya antara lain glycerol, sarbitol, polyethylene glycol (PEG)dan cellulose

gum.4

b. Surfactan atau detergent ( 1-3% )

Bahan detergen yang banyak terdapat pada pasta gigi di pasaran adalah sodium laurul sulphate ( SLS ) yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan, melarutkan lemak, dan memberikan busa sehingga pembuangan plak, debris, material alba dan sisa makanan menjadi lebih mudah.4

c. Bahan penambah rasa ( 0-2% )

Biasanya pasta gigi menggunakan pemanis buatan untuk memberikan cita rasa yang beranekaragam. Misalnya rasa mint, stroberi, kayu manis bahkan rasa permen karet untuk anak-anak.4

d. Bahan terapeutik ( 0-2% )

Bahan terapeutik yang biasanya ditambahkan dalam pasta gigi adalah flouride, bahan desentisasi, bahan anti tar-tar, bahan antimikroba, bahan pemutih dan bahan pengawet.4

Manfaat masing-masing bahan terapeutik yaitu :

1. Fluoride

Penambahan Fluoride pada pasta gigi dapat memperkuat enamel dengan cara membuatnya resisten terhadap asam dan menghambat bakteri untuk memproduksi

asam. Jenis Fluoride yang terdapat dalam pasta gigi adalah stannous fluoride,

sodium fluoride dan sodium monoflourofosfat. Stannious fluoride merupakan flour

yang pertama ditambahkan dalam pasta gigi yang digunakan secara bersamaan dengan bahan abrasive. Flour ini bersifat antibacterial namun kelemahannya dapat membuat stein abu-abu pada gigi. Sodium fluoride atau NaF merupakan flour yang paling sering ditambahkan dalam pasta gigi, tapi tidak dapat digunakan bersamaan dengan bahan abrasif.4

2. Bahan desentisasi

Jenis bahan desentisisasi adalah bahan yang digunakan untuk perawatan hipersensivitas dentin. Bahan ini yang paling sering digunakan dalam pasta gigi adalah pottasium citrate yang dapat memblok tranmisi nyeri diantara sel saraf dan

stronsium chloride yang dapat menhambat tubulus dentin.4

3. Bahan anti tar-tar

Bahan ini digunakan untuk mengurangi kalsium daan magnesium dalam saliva sehingga keduanya tidak dapat berdeposit pada permukaan gigi, misalnya

tetrasodium pyrophosphate.4

4. Bahan anti mikroba

Bahan ini digunakan untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri, misalnya, zinc citrate, zinc phosphate.4

5. Bahan pemutih

Antara lain sodium carbonat, hydrogen peroksida, citroxine dan sodium

hexametaphospat.4

Material pemutih dapat berperan sebagai oksidator atau reduktor. Kebanyakan adalah oksidator, reaksinya adalah reaksi oksidasi. Diduga bahan yang diputihkan akan melepaskan elektron kebahan pemutih gigi, atau bahan yang berwarna diubah menjadi bahan yang tidak berwarna. Bahan yang paling umum dipakai adalah cairan hidrogen peroksida dengan berbagai kekuatan. Hydrogen peroksida merupakan oksidator kuat dan tersedia dalam berbagai konsentrasi, tetapi konsentrasi 30 % sampai 35 % (superoxol, perhydrol) merupakan bahan yang paling umum.22

6. Bahan pengawet

Bahan ini berfungsi untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dalam pasta gigi. Contohnya, sodium benzoate, methylparaben dan etihylparaben.4

2.3 Kekasaran Permukaan

Kekasaran permukaan adalah ukuran yang tidak teratur dari suatu permukaan yang telah diproses akhir dan diukur dengan satuan mikrometer (µm). Kekasaran permukaan dihitung sebagai deviasi rata-rata aritmatika dari dasar permukaan ke puncak permukaan tertentu. Permukaan yang halus sangat penting tidak hanya untuk pasien melainkan juga untuk jangka panjang suatu restorasi, estetik yang baik, oral

hygiene dan perlekatan plak.1

Profilometer adalah alat yang dapat digunakan untuk mengukur kekasaran permukaan suatu bahan. Pengukurannya dengan cara ujung jarum diletakkan pada setiap spesimen yang akan diukur dan spesimen yang akan diukur diletakkan di atas meja yang datar dan kemudian ujung dari profilometer digerakkan di atas permukaan dan nilai kekasaran dapat diperoleh.4 Prinsip sentuhan dengan profilometer seperti yang terlihat pada gambar 3.

Gambar 3. Prinsip sentuhan stylus dengan alat profilometer.6 1. Cantilever

2. Ujung kecil stylus 3. Arah horizontal 4. Arah vertikal 5. Permukaan objek 6. Profil yang diukur

Dokumen terkait