Pasien tidak lulus skrining:
2) Patuh pada standar, kontak, dan pencegahan airborne
Pasien dan tenaga medis harus mematuhi aturan yang telah ditetapka. Alur pasien dan tenaga medis yang melakukan perawatan pasien uni-direction (disediakan pintu masuk dan pintu keluar) sehingga mencegah transmisi yang dapat terjadi.
Penutup sepatu sekali pakai (Disposable shoe covers) disediakan didepan ruang tunggu dan digunakan pasien sebelum masuk ruang tunggu.
Cuci tangan dengan menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol 60-95% atau dengan menggunakan air dan sabun minimal selama 20 detik (lakukan sesuai dengan prosedur yang tepat sesuai anjuran WHO. Cuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan pasien, kontak dengan bahan yang berpotensi menular, sebelum memakai dan setelah melepas APD, termasuk sarung tangan. Fasilitas kesehatan harus menyediakan sarana untuk mencuci tangan.
Alat Perlindungan Diri (APD), merupakan perangkat yang penting dalam diperhatikan dalam pelayanan pasien. Di masa pandemi COVID-19 ini, WHO telah mengeluarkan panduan mengenai pemakaian APD, Rational use of personal protective equipment (PPE) for coronavirus disease (COVID-19) pada tanggal 19 Maret 2020. Demikian juga dengan Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Dirjen Pelayanan Masyarakat) pada tanggal 6 April 2020, telah menetapkan petunjuk teknis penggunaan alat perlindungan diri (APD) dalam menghadapi wabah COVID-19. Perlengkapan APD yang harus digunakan dokter gigi pada pasien rawat jalan adalah masker N95, jaket klinik/gown, sarung tangan, pelindung mata, dan atau pelindung wajah (face shield), pelindung kepala, dan sepatu pelindung. Pelatihan khusus untuk mengenakan dan melepas APD perlu diberikan untuk mencegah transmisi antara tenaga kesehatan,
• Saat mengenakan masker, jangan menarik masker ke bawah dagu. Hal ini akan mengalahkan tujuan menggunakan masker. Masker digunakan untuk melindungi dari kontaminan eksternal. Ketika ditarik di bawah dagu, kontaminasi pada leher dipindahkan ke bagian dalam masker. Menarik masker di wajah membuat mulut dan hidung terkena kontaminan. Tarik pengikat masker dari belakang dan jangan menyentuh masker dengan tangan.
Cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer sebelum memakai masker dan melepas masker.
• Apabila ada tindakan yang memicu terjadinya kontaminasi aerosol, maka perlindungan pernapasan yang tepat diperlukan seperti masker kategori 3 atau menambahkan masker bedah dengan masker N-95 dan jumlah staf yang berpartisipasi dalam tindakan harus dibatasi untuk staf/
tenaga medis yang berkepentingan saja.
• Menggunakan pelindung mata (googles) atau pelindung wajah (face shield). Kaca mata pribadi dan lensa kontak tidak dapat mencegah penularan. Lepas pelindung mata sebelum meninggalkan ruangan perawatan. Pelindung mata yang dapat digunakan kembali dalam keadaan bersih dan telah didesinfeksi. Alat pelindung mata sekali pakai, maka pembuangannya harus sesuai ketentuan pembuangan limbah kesehatan.
Cara pemasangan masker yang BENAR Cara pemasangan masker yang SALAH
Gambar 3. Cara pemasangan masker (sumber: https://www.youtube.com/watch?v=z8LuO9SoEqs)
• Menggunakan sarung tangan sekali pakai berbahan lateks atau vinyl.
• Penggunaan jaket klinik/gown. Disarankan, dokter gigi dan staf untuk menggunakan jaket klinik kancing/ritsleting rapat yang ditarik sampai di atas kepala, dan mencegah pakaian yang kotor bersentuhan dengan mata, hidung, dan mulut. Setelah selesai perawatan pasien, lepas gown dengan hati-hati, dan letakan dalam kontainer limbah (bila gown sekali pakai), sedangkan yang dapat dicuci ditempatkan terpisah. Gown atau hazmat yang digunakan sebaiknya telah tersertifikasi. Penting diperhatikan gown/
hazmat tidak tembus air.
• Menggunakan dan melepas APD dilakukan di ruang khusus yang berbeda antara ruang pakai dan ruang melepas APD, sehingga mencegah transmisi COVID-19.
• Jika tidak tersedia masker bedah dan full face shield, jangan melakukan perawatan dental emerjensi, segera rujuk pasien ke klinik gigi /rumah sakit yang menyediakan APD lengkap.
Four handed dentistry. Dokter gigi bekerja dibantu asisten.
Obat kumur sebelum perawatan (mouthrinse pretreatment) mengandung povidone iodine 1% atau hidrogen peroksida 0,5%-1%
digunakan sebelum pasien dilakukan perawatan
Penanganan timbulnya aerosol. Sedapat mungkin minimalisasi tindakan yang dapat menghasilkan aerosol (Aerosol Generating Procedures). Bila akan menggunakan scaler atau handpiece yang dapat menghasilkan aerosol, perlu diperhatikan sirkulasi udara, karena aerosol yang dihasilkan dan kemungkinan droplet dapat menempel pada tenaga medis, yang benda-benda dalam ruangan. Setelah selesai perawatan, ruangan harus segera didesinfeksi dan tidak dapat langsung
digunakan untuk pasien berikutnya. Dengan demikian waktu perjanjian kunjungan pasien sangat penting diperhatikan.
Limitasi penggunaan Ultrasonic scaler, lebih dianjurkan menggunakan scaler manual.
Limitasi penggunaan air turbine handpiece. BIla akan menggunakan handpiece, gunakan anti-retraction handpiece yang dilengkapi katup anti reflux. Highspeed handpiece ini setelah digunakan harus dibersihkan dari percikan darah dan debris dengan menggunakan usapan alkohol di bagian permukaan terlebih dulu dan dilanjutkan dengan memasukkannya pada alat pembersih highspeed handpiece otomatis yang sekaligus memberikan pelumas (bila dibersihkan secara manual dilanjutkan dengan memberikan pelumas dengan cara meneteskan pelumas pada lubang di bagian bawah handpiece) kemudian dimasukkan dalam satu medical autoclave pack ukuran 3,5”x10”serta dilanjutkan dengan sterilisasi pada autoclave.
Gunakan electric micromotor/air motor dengan low speed handpiece 1:1 dengan mengecilkan volume air.
Gunakan rubberdam
Gunakan prinsip minimal invasif.
Saliva ejector harus terpasang terus. Gunakan selang vacuum tekanan tinggi (umumnya terletak disebelahnya saliva ejector).
Penggunaan 3-way syringe harus hati-hati, utamakan penggunaan semprotan air daripada udara. Atur ulang tekanan menjadi lebih rendah.
Pembersihan dan cuci alat-alat sebelum di sterilisasi menggunakan deterjen enzimatik (bukan deterjen konvensional). Lebih dianjurkan menggunakan alat pembersih ultrasonik (lihat instruksi pabrik).
Penggunaan extra oral suction atau extra oral respirator dengan tekanan tinggi lebih dianjurkan.
Penggunan plastic wrap diganti setiap ganti pasien untuk membungkus meja operasi dental Unit, gagang lampu, sandaran kepala dan panel
instrumen. Alat2 spt set-endomotor, LED curing light, dan lain-lain dibungkus dengan plastic wrapping, ganti setiap digunakan.
Ruangan dengan desain bertekanan negatif dengan pembuangan ke ruang bebas. Bila ruangan tidak ada yang bertekanan negatif, harus memiliki sirkulasi yang baik, terdapat jendela, sehingga udara yang terkontaminasi dapat keluar ruangan dan tidak berdiam lama di ruangan, yang akan mengakibatkan adanya transmisi COVID-19. Modifikasi AC setiap ruangan dengan lampu disenfektan UV yang terlindung dalam unit indoor, atau tidak dipasang dalam posisi Circulation Mode.
3) Monitor dan kelola tenaga medis yang sakit dan terpapar virus