• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebetulan tadi saya sebenarnya tidak , mau muncul ini tapi kebetul n yang ngomong dari orang PAH I saya mantan PAH I sekarang sudah PAH II, saya kira

sebenarnya rumusan Pasal 2 itu sudah final, itu rumusan Pasal 2

U

D itu sebenarnya sudah menjadi final dari petentangan apakah itu joint ession apakah itu sidang gabungan dan semua karena pengertian joint session: sidang gabungan itu akan membawa perbedaan didalam tugas Anggota DF;> dan Anggota DPD itu sebabnya dengan memasukan kata anggota DPR, MPR terdiri dari Anggota DPR dan Anggota DPD itu menyelesaikan semua pe,r oalan, karena dulu bahasanya adalah MPR terdiri dari DPR dan DPD kalau k lau itu joint session, jadi sebenarnya saya kira kita • tidak usah ungkap lagi da! itulah pesan saya sama Saudara Seto yang mengungkit-ungkit itu pada wa tu itu, beliau kan ikut disana kita sudah selesaikan dengan baik dan saya kir itulah sudah final, tapi kok ada catatan seperti gini saya juga bingung ini seb narnya catatan ini bukan disini memang menarik waktu itu diskusi kita tapi atiny saya kira tidak tepat lagi sekarang kita mainkan diskusi ini disini karena sudah kelarkan waktu itu, nanti di DIM 51 kita main lagi untuk melihat lebih tepat b~ angkali segala argumentasi akan bisa keluar disitu, terima kasih. ·

KETUA PANJA:

Silahkan Bu Aisyah Aminy.

F.PPP (NY. HJ. AISYAH AMINY, SH):

Waiau tadi dikemukakan oleh saudara Asnawi bahwa itu gabungan ber ti dua lembaga padahal UUD sudah mengatakan keanggotaannya itu tidak 1: mbaga, keanggotaanya itu adalah terdiri dari ANggota DPR dan Anggota DPD, jadi jelas bukan gabungan dari dua lembaga tapi menjadi pertanyaan kepada pemerintah ad~ ya SK biasanya Anggota DPR biarpun sudah setahun sudah dia terpilih tapi belum da SK Presiden dia tidak menerima apa-apa, nah kalau sudah ada SK MPR , ini ada konsekwensi logisnya PPP menurut pemerintah bagaimana kira-kira, ja~i kami tanyakan kalau tidak ada konsekwensinya lalu apa perlunya mungkin itu dipertan ankan,

terima kasih. '

KETUA PANJA:

Baik saya kira kalau itu mau dijawab tapi saya ingin mengembalikan posisi P nja ini adalah tidak lagi me anu apa yang sudah diputuskan oleh Pansus seba ai satu diserahkan pada Timus, yang di Panja itu, ini usul DIM 25 usulnya tapi buka pada substansi ininya, usul berkenaan dengan joint session jadi itu tempatnya tidak dis bstansi ini maksudnya karena substansinya sudah selesai di DIM 25 dan DIM ini sudah, isetujui

masuk ke Timus. ·

F.KB (ORA. IDA FAUZIAH):

la pak, saya ingin mengulang bahwa kami tidak me, ada satu ~ musan menjelaskan bahwa MPR itu joint session ini adalah konsekwensi ya g tadi dikatakan bahwa nanti di DIM 51 akan dijelaskan itu, ya memang dij laskan disana tapi ini kita tidak akan membicarakan MPR itu sudang gabunga tidak pak disini memang saya juga setuju itu, disini adalah sebagai konsekwe si dari bahwa MPR itu sidang gabungan itu, konsekwensinya ada disini ka tannya dengan keanggotaan harus melalui Keppres adanya sumpah atau peng mbilan sumpah atau janji, itu konsekwensinya ada disini sehingga menurut saya dalam DIM-nya F.KB tidak menjelaskan bahwa MPR itu joint session sidang g bungan tidak ini konsekwensi dari DIM yang nomor 51 itu dan saya sekali lagi 111 njawab Pak Aritonang yang diperdebatkan waktu itu Pak Seto pada tanggal 4 Juni k~ tannya dengan MPR itu yang F.KB mengusulkan ada kata-kata ; sidang gabungan itu 4 juni, tanggal 5-nya belalih pada DIM yang nomor 25 Pasal 3 jadi kalau waktu itu Pak Seto diam itu tanggal 4 pak, mengingatkan Pak Ari onang,

terima kasih. ·

KETUA PANJA:

Saya kira yang pertama bahwa penjelasan BU Aisyah Ami y tadii mengatakan bahwa keanggotaan MPR itu terdiri dari Anggota DPR dan nggota DPD memecahkan pengetian tidak ada lagi pengetian itu sidang gabung n dari lembaga DPR dan DPD, jadi keanggotaannya bukan lembaga DPR da DPD tetapi Anggota DPR dan Anggota DPD menjadi anggota MPR dan itula yang memecahkan bukan lagi sebagai sidang gabungan, nah jadi ini peng tiannya penjelasannya Bu Aisyah Aminy sepeti itu, jadi kalau mau se arang dliperdebatkan mengenai pengetian sidang gabungan joint sessio dan sebagainya rasa-rasanya memang tempatnya tidak dirumusan ini, rumu an ini berkenaan dengan soal peresmian sebagainya yang itu konse wensi administratif dari keanggotaan MPR, nah barangkali yang dimaksudkan apakah keputusan Presiden itu namanya nanti itu anggota DPR garis miring nggota MPR anggota DPR sendiri SK-nya duan dan sebagainya saya tidak tahu tu soal yang sifatnya administratif kami tanyakan saja kepada Pemerintah.

PEMERINTAH:

Terima kasih dan khususnya kepada lbu Aisyah Aminy yan hormati, jadi berawal daripada ketentuan Pasal 2 Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 sampai disitu kita sudah tidak perlu

memperdebatkan. Kemudian berjalan lagi kepada Pasal 3 dan Pasal 8 yat (2) dan ayat (3) UUD disana MPR mempunyai tugas yang berbeda emiliki kewernangan yang berbeda dengan apa yang menjadi kewenanga DPD maupun DPR, nah oleh karena itu dia merupakan suatu lembaga yang emiliki tugas, fungsi, wewenang, hak yang berbeda pula dari hal keterumusan i i maka memiliki konsekwensi-konsekwensi urutan selanjutnya apalagi didalam UUD'45 itu tidak memposisikan lagi MPR sebagaii lembaga tetinggi, jadi atas d sar itu maka pemerintah dalam hal ini Presiden secara resmi secara administratif mengeluarkan surat keputusan agar MPR dengan anggota-anggota yang terdir~

dari dua lembaga itu dari Anggota DPR maupun DPD itu bisa melak anakan tugas dan fungsinya inilah mengenai keanggotaan MPR supay bisa melaksanakan tugas dan fungsinya diterbitkanlah surat keputusan P esiden sebagai suatu persyaratan pengesahan secara administratif. Disisi lain ebagai konsekwensi karena memiliki tugas sendiri, memiliki wewenang sendiri emilik~

hak yang berbeda dengan lembaga-lembaga lain maka ada kons kwensi keuangan itu administrasi itu sudah jelas didalam persidangan-persidang n kita tidak bisa mencampur adukan antara sidangnya DPR maupun DPD s hingga perlu ada satu keputusan Presiden atur sediri karena merupakan I mbaga tersendiri dia mempunyai pimpinan tersendiri, perkara pimpinannya it nanti digabung ataupun dipilih tersendiri oleh Anggota-anggota MPR itu, itu p rsoalan lain tetapi yang jelas lembaga itu punya pimpinan yang pimpinan it juga memiliki konsekwensi-konsekwensi karena tugas dan kewajiban, itulah diperlukannya ada suatu keputusannya Presiden, terima kasih.

KETUA PANJA:

Silahkan pak,

F.PG (DRS. H. BAHARUDDIN ARITONANG):

Sebenarnya waktu itu juga pemerintah sudah menjelaskan hal in tetapi memang barangkali Bu Aisyah ingin memperdalam lagi bagus sekali dij laskan oleh dari pihak pemerintah, kemudian kedua petanyaan saya sidang ini sampai pukul berapa? Oh sampai pukul 17, keml.ldian seingat saya walaupun sa suka ngantuk Bu Ida tidakn ada sidang tanggal 4 juni keputusan pembahasan kita itu adalah 5 juni, jadi waktu itu karena lbu Ida juga mentetawai saya tapi kali itu saya tidak ada sidang tanggal 4, 5 juni itu semua dan itu tadi persidangan sepeti

yang dijelaskan Pak Yahya memimpin sidang waktu itu, sebenarnya engan ketawa lbu Ida ini sudah selesai persoalannya ini Pasal 3 ini juga Cuma rum sannya saja yang mungkin yang perlu kita selesaikan, terima kasih. · ·

KETUA PANJA: .

Jadi tentu Panja tidak akan lkeluar dari apa yang sudah dititipak epada Pansus dan penugasannya itu sudah ya jadi kecuali salah ketik, jadi sa a kira yang DIM 25, 26 bunyi-bunyiannya, substans,inya itu masuk kepada Tim s bisa disepakati.

Dokumen terkait