MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK: Lebih banyak perempuan
F- PDIP (ITET TRIDJAJATI SUMARIJANTO, MBA): Evaluasi, konkritnya itu
KETUA RAPAT:
Insya Allah pantun tadi itu sudah jelas. Soal aspirasi ini sudah jelas. Itu Pak Sesmen dan Ibu
Menteri sudah paham itu jadi tidak perlu dibuat secara eksplisit disitu karena itu tidak boleh ada keputusan yang sektoral. Ini adalah kebijakan nasional, jadi tidak bisa disebutkan Pak soal itu tetapi Pak Sesmen itu sudah paham maksudnya itu jadi kecuali kalau Pak Sesmen keberatan, nanti kita dengar, keberatan tidak? Inikan belum dari mereka Pak. Jadi kalau sudah itu nanti sama kayak yang lain-lain Pak. Saya bisa memahami kegalauan yang ada di hati Pak Iqbal ini dan itu nanti kita akan tanya secara langsung kepada ibu menteri dan Pak Sesmen tetapi tentu ya tidak bisa dimasukkan di dalam keputusan seperti itu atau kesimpulan seperti itu. Oke Pak?
F-PKS (DRS. H. MOHAMMAD IQBAL ROMZI): Jadi tambah “kegiatan”.
KETUA RAPAT:
Tambah “kegiatan”. Bunyinya bagaimana Pak? Langsung to the point Pak. F-PKS (DRS. H. MOHAMMAD IQBAL ROMZI):
“Perhatikan program dan kegiatan”, itu saja, pemberdayaan perempuan. F-PDIP (ITET TRIDJAJATI SUMARIJANTO, MBA):
Pimpinan.
Izin. Saya hanya ingin agak terganggu. Memperhatikan itu, kalau memperhatikan Cuma memperhatikan saja begitu. Apakah ada tindak lanjutnya kadang-kadang kita tidak jelas. Kalau kita langsung saja mengevaluasi sehingga ada tindakan. Bukan memperhatikan tapi mengevaluasi program mana yang harus diteruskan atau di. Kalau memperhatikan, menurut saya lho Pak, barangkali ada yang bisa menjelaskan. Kalau memperhatikan itu hanya memberi perhatian saja tapi apakah ada tindakan lanjut.
KETUA RAPAT:
Usulannya, konkritnya bu.
F-PDIP (ITET TRIDJAJATI SUMARIJANTO, MBA): Evaluasi, konkritnya itu.
KETUA RAPAT:
Ya kalau di evaluasi tidak jalan, bagaimana bu? Lewat juga, sudah kita evaluasi tidak jalan juga. Nah, saya usul begini. Bagaimana kalau kita buat “Mendesak Kementerian PP & PA untuk melaksanakan program dan kegiatan pemberdayaan perempuan”, begitu. Cocok bu?
36 Memperhatikan itu belum lamaran.
KETUA RAPAT:
Kalau memperhatikan nanti Ibu Menteri memperhatikan Ibu Itet terus dari sana, ditengok terus diperhatikan begitu. Sudah? Sudah masuk ya? Yang lain cukup ya.
Kami minta tanggapan dari Ibu Menteri terkait dengan draft kesimpulan. MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK:
Balik ke nomor 2. Laporan pertanggungjawaban itu dalam kalimat kedua, laporan pertanggungjawaban, disitu ditambah keuangan. Sudah? Sudah dimasukkan? Oke.
Kemudian yang “C” menyampaikan. Disitu rincian kegiatan. Tidak pakai RKA-KL itu, rincian kegiatan saja.
Itu saja dari kami. KETUA RAPAT:
Baik, Ibu Yohana ini memang agak cepat dan Insha Allah manut begitu dengan apa yang diputuskan itu, sudah sangat filosofis.
Baik, demikian tadi kesimpulan telah kita sepakati. Apakah nanti kita baca ulang lagi sekali lagi sebelum kita tetapkan. Kesimpulan kita ini.
1. Komisi VIII DPR RI memahami atas laporan hasil pemeriksaan semester I Tahun 2015 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dengan segera menindaklanjuti rekomendasi temuan BPK RI.
2. Komisi VIII DPR RI mengapresiasi atas opini WTP Tahun 2014 dengan laporan pertanggungjawaban keuangan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Selanjutnya Komisi VIII DPR RI mengharapkan untuk terus meningkatkan kinerja agar opini hasil pemeriksaan BPK. Itu bukan DPR, BPK bukan DPR. Dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya.
3. Komisi VIII DPR RI dapat memahami rencana kerja dan anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI sebesar Rp1,2 triliun sekian. Selanjutnya Komisi VIII DPR RI dipisah sudah? Oke, Komisi VIII DPR RI akan melakukan pembahasan mengenai rencana kerja dan anggaran bersama pejabat Eselon I.
4. Komisi VIII DPR RI mendesak Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPR untuk memperhatikan dan menindaklanjuti pandangan Anggota Komisi VIII sebagai berikut:
a. Mendesak peningkatan komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak dengan Kementerian Lembaga terkait.
b. Memperhatikan penyediaan sarana dan prasarana bagi P2TP2A di daerah pada APBN 2016 khususnya sarana dan prasarana shelter Pak Sekjen, sarana dan prasarana shelter anak.
c. Menyampaikan rincian RKA-KL untuk masing-masing jenis program, fungsi dan organisasi dan seterusnya kemudian
d. Memperhatikan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berdasarkan, aspirasi daerah diganti tadi. Mendesak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melaksanakan program dan kegiatan.
e. Menyampaikan secara rinci mengenai program kesetaraan gender terkait dengan konsep, target capaian dan progres program yang telah dilakukan.
37
f. Meningkatkan evaluasi terhadap berbagai program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berdasarkan data kuantitatif, berdasarkan data yang terukur dengan menggunakan data kuantitatif.
Demikian, apakah kita setujui ini kesimpulan rapat? (RAPAT: SETUJU)
Baik.
Saudara Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang kami hormati.
Demikian tadi draft kesimpulan rapat telah kita susun secara bersama-sama pada rapat kerja pada hari ini. Selanjutnya kami persilakan Ibu Menteri untuk menyampaikan kata akhir di dalam rapat ini.
Belum selesai bu? Sudah diketok tadi bu. Begini, nanti itu, kan ada koordinasi kalimatnya diatas bu.
F-PG (Hj. ENDANG MARIA ASTUTI, S.Sg., SH):
Maaf, tapi karena disitu ada P2TP2A jadi tidak menyimpang sekali. KETUA RAPAT:
Jangan khawatir bu. Sudah selesai kan bu?
Sekarang saya persilakan ibu menyampaikan kata akhir dalam rapat ini. MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK:
Baik.
Pimpinan sidang, para Anggota Komisi VIII yang saya muliakan.
Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian bapak/ibu sekalian baik Pimpinan maupun semua Anggota yang telah menghadiri sidang ini dan mudah-mudahan presentasi kami sesuai dengan apa yang diinginkan. Bila mana ada salah mohon maaf. Terima kasih dan saya kembalikan kepada Pak Pimpinan Sidang.
KETUA RAPAT:
Terima kasih ibu menteri sudah menyampaikan pandangan kata akhir di dalam rapat ini dan perlu kami sampaikan keputusan rapat ini tentu mengikat kita secara bersama baik Kementerian maupun DPR. Dan karena itu kami harap kesungguhan dari ibu untuk bersama jajaran tentunya untuk melaksanakan hasil-hasil dari keputusan rapat ini dan saya melihat bahwa rapat kita ini semakin hari semakin produktif. Biasanya ini bisa bertele-tele, butuh waktu yang panjang dan lain sebagainya tetapi hari ini saya lihat ibu sudah lebih confident untuk menyampaikan pandangan dan program disini dan
38
tentu saja itu kita apresiasi atas kehadiran ibu dan seluruh pejabat yang hadir dan mudah-mudahan tingkat kepercayaan diri ibu ini bisa betul-betul berhasil untuk membawa cita rasa baru di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dalam catatan sejarahnya perlu ibu ketahui bahwa ini mungkin peningkatan anggaran yang paling besar. Dalam sejarah Republik ini untuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan ibu diberi amanah yang luar biasa besar dan karena itu tentu kami juga berharap ibu bisa memperjuangkan seluruh aspirasi bukan hanya masyarakat tetapi juga Anggota DPR, Insha Allah akan bersama-sama dengan ibu.
Demikian, bapak/ibu/saudara/ibu menteri. Jika tidak ada lagi hal-hal yang ingin disampaikan di dalam rapat ini maka saya dengan mengucapkan alhamdulillahirrabil’alamiin menutup rapat ini.
Nasrun minallah wa fathrun qarib wa bashirin mu’minin. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.