Hasil Pembelajaran
Setelah interaksi pembelajaran dalam bab ini, mahasiswa diharapkan dapat menguraikan tentang piranti-piranti pengukuran fluida.
Kriteria Penilaian
Keberhasilan saudara dalam menguasai bab ini dapat diukur dengan kriteria sebagai berikut :
1. Menjelaskan tentang pengukuran sifat-sifat atau parameter aliran seperti laju atau ke"epatan, tekanan, temperatur serta laju aliran =%lumetrik ( debit atau laju aliran massa dalam suatu sistem fluida.
!. Menjelaskan pengukuran-pengukuran jarak jauh yang menggunakan telemeter yang melibatkan met%de-met%de elektr%nis.
Sumber Pustaa Buu Utama!
$%hn &. '%bers%n, layt%n ).r%we, 1**+ "En#ineerin# Flui$ %e&'ani&s( , Sith diti%n, $%hn iley S%ns, 0n".
'anald. . 2iles, 1**3, "%eania Flui$a $an Hi$raulia( , disi ke-!, rlangga, $akarta.
Buu Penunjan#!
4ugdale 5.', 1*63, "%eania Flui$a( , disi ke-#, rlangga, $akarta. 7rank. M. hite, 1**8, "%eania Flui$a( , disi ke-!, rlangga, $akarta.
'%bert 9. 4augherty, $%seph . 7ran;ini, 1*6*, "Flui$ %e&'ani&s )it' En#ineerin# A**li&ati+ns(, M"2raw-5ill %%k %mpany.
Pen$a'uluan
5ampir semua masalah kerekayasaan fluida dalam praktek memerlukan pengaturan aliran se"ara "ermat. 4iperlukan pengukuran sifat-sifat atau parameter
aliran seperti laju atau ke"epatan, tekanan, temperatur serta laju aliran =%lumetrik ( debit atau laju aliran massa dalam suatu sistem fluida. <engukuran besar- besaran ini antara lain diperlukan dalam :
1. <engendalian pr%ses manufa"turing.
!. <engujian unjuk kerja peralatan-peralatan seperti p%mpa, turbin, kipas, bl%wer, baling-baling dan aer%f%il.
#. Studi-studi hidr%l%gi sehubungan dengan "urah hujan, drainase daerah genangan air dan pembagian serta pengendalian air dalam sistem-sistem irigasi.
8. <enentuan harga apabila suatu fluida diperjualbelikan, misalnya air, gas, uap untuk pr%ses pemanasan dan bahan bakar "air.
>. Kegiatan-kegiatan eksperimen dalam pr%gram-pr%gram riset serta pengembangan.
)eknik-teknik pengukuran aliran fluida makin lama makin k%mpleks karena makin besarnya kebutuhan akan inf%rmasi yang lebih rin"i serta karena diperlukannya pengukuran-pengukuran jarak jauh yang menggunakan telemeter yang melibatkan met%de-met%de elektr%nis.
4alam bab ini akan dibahas tentang pengukuran ke"epatan dan pengukuran =%lume atas debit aliran dalam pipa dan saluran terbuka.
Ke"epatan biasanya diukur se"ara tidak langsung melalui pengukuran selisih antara tekanan stagnasi dengan tekanan aliran bebas, dari selisih laju sebuah r%da berkisi, dari beda efek pendinginan yang dialami sebuah silinder tipis melintang aliran, serta dari sudut bidang kejut miring dalam sebuah alikran gas supers%nik. 4an dalam beberapa situasi ke"epatan diukur langsung dengan menentukan jarak yang ditempuh %leh partikel-partikel terapung dalam fluida pada suatu selang waktu tertentu. Met%de-met%de tersebut menggunakan teknik
atau piranti-piranti yang berbeda-beda,dan dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. 9intasan pelampung atau partikel-partikel yang terapung.
!. <iranti-piranti mekanis yang berputar : a. &nem%meter awang
b. '%t%r Sa=%niur
". Meteran baling-baling d. Meteran turbin
#. Meteran arus elektr%magnetik. 8. Kawat panas dan selaput panas. >. &nem%meter 4%pler-9aser (&49 3. )abung pit%t
<iranti-piranti tersebut gambar sketsanya ditunjukkan dalam gambar +.1. pada halaman berikut ini.
gbr 1 halaman
Gambar 5-. Piranti*iranti meteran e&e*atan
a. &nem%meter tiga "awang e. &nem%meter kawat panas
b. '%t%r sa=%niur f. &nem%meter selaput panas ". Meteran turbin g. )abung pit%t
d. Meteran baling-baling h. &nem%meter 4%pler-9aser
<elampung atau partikel-partikel )erapung
Met%de ini adalah met%de pengukuran langsung yang sangat praktis untuk menentukan ke"epatan aliran fluida. $arak yang ditempuh %leh partikel-partikel yang hanyut dalam aliran diukur dalam selang waktu tertentu sehingga ke"epatan aliran dapat diketahui.
Piranti-piranti Mekanis Yang Berputar
<iranti berputar dapat dipakai dalam gas atau ;at "air, dan laju r%tasinya sebanding dengan ke"epatan aliran listrik yang terjadi setiap satu re=%lusi, sehingga jumlah k%ntak aliran listrik yang terjadi setiap selang waktu merupakan ukuran langsung laju rata-rata fluida di daerah "akupan alat ukur.
Meteran Elektromagnetis
Meteran ini menggunakan dua elektr%da yang dipasang di dalam atau dekat aliran. &danya gerak fluida menimbulkan tegangan elektrik antara dua elektr%da tersebut.
Anemometer Kawat Panas
&lat ukur ini memanfaatkan efek pendinginan k%n=eksi pada sebuah silinder yang sengaja dipanaskan dan dipasang tegak lurus terhadap aliran fluida. Kal%r yang hilang pada kawat panas tergantung pada ke"epatan aliran melintasi silinder itu.
&nem%meter kawat panas tidak digunakan untuk mengukur pr%fil-pr%fil ke"epatan yang gradien ke"epatannya besar, alat ini juga digunakan dalam pengukuran intensitas tur=alensi dalam gas.
Karena rapuh dan mudah rusak, anem%meter kawat panas ini tidak "%"%k untuk aliran ;at "air sebab kerapatannya yang besar dan endapan yang hanyut didalam aliran itu akan langsung memutuskan kawat tersebut. Sehingga untuk aliran ;at "air digunakan anem%meter selaput panas.
Anemometer Deppler-Laser ADL!
4alam &49 sinar laser yang sangat terf%kus, sinar k%heren satu warna atau m%n%kr%matis dilewatkan melalui aliran. <artikel-partikel yang melalui =%lume pengukur berbentuk elips%id menghantarkan berkas-berkas "ahaya.
erkas-berkas "ahaya yang telah terhantar itu kemudian melalui sistem %ptis penerima menuju ke sebuah f%t% detekt%r yang mengubah "ahaya itu menjadi isyarat elektrik. Lleh sebuah pr%ses%r sinyal, isyarat elektrik tadi diubah menjadi tegangan elektris dan ke"epatan yang terukur diberikan %leh rumus (+.1.
? )
∆
f / ! sin (θ
/ ! AAAAAAAAAAAA.. ( +.1 "abung Pitot)abung pit%t ini mempunyai lubang pada sisi dinding untuk mengukur tekanan statik ps dalam gerakan aliran dan sebuah lubang di depannya. Fntuk mengukur tekanan stagnasi, ps dimana alirannya diturunkan hingga mempunyai ke"epatan n%l.
Gambar 5-2 Tabun# Pit+t
Selisih antara tekanan stagnasi dan tekanan statik (A.. adalah :
<% O ps ? hm (
τ
m− τ
f AAAAAAAAAAAA ( +.! dengan :hm ? defleksi man%meter
τ
f ? berat jenis fluida yang mengalir 4an ke"epatan aliran dihitung dengan persamaan : ? !g.hm (
τ
m− τ
f /τ
f ? ! ( p% O ps /⌠
A.. ( +.# <ersamaan +.# merupakan persamaan ke"epatan ideal. Sedangkan untuk menentukan ke"epatan sesungguhnya (aktual, maka persamaan +.# harus dikalikan dengan suatu k%nstanta k%efisien ke"epatan =, yaitu : ? = !g. hm (
τ
m− τ
f /τ
f ? = ! ( p% O ps /⌠
AA. ( +.8 <ersamaan +.# dan +.8 berlaku untuk ;at "air dan aliran gas yang tak k%mpressible sedangkan untuk gas k%mpressible berlaku persamaan : ? = !K')/k O 1 (p%/ps(k O 1/k O 1J AAAAAAAA... ( +.> 4engan :
k ? rati% kapasitas panasa jenis k ? 1,8
' ? k%nstanta gas ideal !6+ $/KgK ) ? temperatur mutlak (K
Contoh .1.
Sebuah tabung pit%t dengan man%meter air raksa digunakan untuk mengukur ke"epatan air di tengah sebuah pipa. $ika k%efisien tabung pit%t E,*6 dan defleksi air raksa dalam man%meter * "m, tentukan ke"epatan aliran air dalam pipa tersebut. $awab : ? = !g. hm (
τ
m− τ
f /τ
f 4engan : = ? E,*6 g ? *,61 m/dt! hm ? * "m ? E,E* mτ
m ?τ
5g ? S2 5g ⌠
air ? 1#,>3 1EEE Kg/m#τ
f ?τ
air ? S2 air ⌠
air ? 1 1EEE Kg/m#karena :
τ
m− τ
f /τ
f ? ( 1#,>3 1EEE O ( 1 1EEE / ( 1 1EEE ? ( 1#,>3−
1 4iper%leh :
? E,*6 ! (*,61 (E,E* ( 1#,>3
−
1 ? 8,3 m/dtContoh .2.
<erbedaan antara tekanan stagnasi dan tekanan statik yang diukur dengan sebuah tabung pit%t adalah 1*,+! Kpa. $ika tekanan statik mutlaknya 1 bar ( 1E> <a dan suhu aliran udaranya 1>E . )entukanlah ke"epatan udara tersebut :
a. 4engan menganggap udaranya k%mpressible b. 4engan menganggap udaranya tak k%mpressible $awab :
a. Fntuk udara k%mpressible
? = !K')/k O 1 (p%/ps(k O 1/k O 1J dengan = ? 1 K') ? (1,8 (!6+ (!66 ? 11>+16,6 k O 1 ? 1,8
−
1 ? E,8 , k O 1/k ? E,!63 ps ? 1E> <a p% O ps ? 1*,+! 1E# <a p% ? ( E,1*+! D 1 1E> ? 1,1*+! 1E> diper%leh ? 1+8,+ m/dt b. Fntuk udara tak k%mpressible ? = ! ( p% O ps /
⌠
dengan = ? 1
p% O ps ? 1*,+! 1E#
⌠
? 1,!1 Kg/m#diper%leh ? 16E,> m/dt5-2- Pen#uuran De$it Aliran Cat =air Dalam Pi*a
9aju aliran ;at "air dalam pipa bisa diukur dengan berbagai "ara, baik met%de pemba"aan langsung misalnya dengan menggunakan meteran-meteran aliran seperti :
a. Meteran )urbin b. Meteran %rteks
". Meteran aliran ultras%nik
2ambar ketiga jenis meteran tersebut sebagaimana diperlihatkan dalam gambar +.# dihalaman berikut ini.
hite 1 halaman
Ultras+ni-Met%de pengukuran debit aliran ;at "air dalam pipa yang menggunakan prinsip beda tekanan disepanjang dinding pipa adalah menggunakan piranti- piranti :
1. &lat penghalang
!. H%;el aliran (fl%w n%;;le
#. enturi
2ambar sketsa perbandingan kerugian head (head l%ss serta harga ketiga jenis meteran ini ditunjukkan dalam gambar +.8.
2br + "m 7% hal 8>!
Gambar 5-6 Karateristi +ri8i&e n+el aliran enturi
esarnya perbedaan tekanan yang terjadi antara bagian sebelum dan setelah melewati penghalang/lubang penyempitan bergantung pada bentuk atau ukuran penghalang/lubang penyempitan.
<erubahan ke"epatan dan tekanan pada suatu meteran penghalang sebagaimana diperlihatkan dalam gambar +.>.
2br 3 "m
2ambar white #31
Gambar 5-, Peruba'an e&e*atan $an teanan melalui meteran
*en#'alan#-4ari penurunan rumus persamaan ern%ulli dan persamaan k%ntinuitas diper%leh : <1 O <! ?
⌠
1! / ! 1 O ( &! / &1!J AAAAAAAA. (+.3 4engan demikian, ke"epatan ideal aliran :! ideal? ! (<1 O <! /
⌠
1 O (&! / &1!J AAAAA. (+.+ &! adalah luas penampang =ena k%ntraksi yaitun luas penampang aliran setelah melewati lubang penghalang (thr%at yang nilainya lebih ke"il dari luas lubang penghalang (thr%at &t.Sehingga dengan mendefinisikan k%efisien k%ntraksi " sebagai : " ? & =ena k%nstraksi / & thr%at AAAAAAAA.. (+.6 4iper%leh ke"epatan ideal aliran :
! ideal ? ! (<1 O <! /
⌠
1 O "! (&t / &1!J AAAAA.. ( +.* dan =%lume serta massa aliran ideal adalah : ideal ? " &t ! ideal AAAAAAAAAAAAA. ( +.1E m ideal ?
⌠
ideal ?⌠
" &t ! ideal AAAAAAAA.. ( +.11 &kibat adanya pengaruh gesekan dalam aliran, maka ke"epatan aktual lebih ke"il daripada ke"epatan ideal. <erbandingan antara ke"epatan aktual dengan ke"epatan ideal disebut k%efisien ke"epatan =, jadi := ? ! aktual / ! ideal AAAAAAAAAAAA ( +.1! 4engan demikian persamaan ke"epatan, =%lume dan massa aliran aktual dapat dituliskan sebagai :
- ! aktual ? = ! ideal
? = ! (<1 O <! /
⌠
1 O "! (&t / &1!J AAAA.. ( +.1# - aktual ? " &t ! aktual? " &t = ! aktual
? " = &t ! (<1 O <! /
⌠
J / 1 O "! (&t / &1!J Karena K ? " = / 1 O "! (&t / &1!JMaka aktual ? K &t ! (<1 O <! /
⌠
AAAAAAA.. ( +.18a &tau aktual ? K &t !g∆
h AAAAAAAAAAA ( +.18b ∆
h ? head pie;%metrikFntuk n%;el dam =enturi meter, penampang aliran minimum terjadi pada daerah thr%at sehingga tidak terjadi =ena k%ntrakta. $adi " ? 1 dan karena itu untuk n%;el dan =enturi meter,
K ? = / 1 O (&t / &1!J ? = / 1 O
β
8dimana
β
? 4t / 417akt%r 1 / 1 O
β
8 disebut difakt%r ke"epatan pendekatan. - m aktual ?⌠
aktual?
⌠
" &t = ! ideal? " = &t
⌠
! (<1 O <! /⌠
1 O "! (&t / &1!J ? " = &t !⌠
(<1 O <! / 1 O "! (&t / &1!J? K &t !
⌠
(<1 O <! AAAAAAAAAAAAA. ( +.1> Hilai-nilai k%efisien aliran K untuk %rifi"e, n%;el dan =enturi meter sebagaimana ditunjukkan dalam gambar +.3 sampai dengan +.*.gbr 3 "m
gambar f% hal 8>#
ambar f% hal 8>>
Gambar 5-5 Har#a +e8isien K untu 7+el
gambar white hal #3>
Gambar 5-3 Har#a +e8isien K untu Venturi
Gambar 5- Har#a +e8isien aliran K untu ri8i&e 7+el $an Venturi Contoh .3.
&ir pada suhu !EE dalam pipa berdiameter 1E "m mengalir melalui %rifi"e yang bergaris tengah > "m. $ika penurunan tekanan yang diukur adalah 3> Kpa berapakah laju aliran dalam meter kubik per jam G
$awab :
4ari s%al diketahui :
⌠
? **6 Kg/m# ( dari tabel = ? 1,EE> 1E-3 m!/dt 41 ? 1E "m ? E,1E m 4t ? > "m ? E,E> m∆
p ? 3> Kpa 4t/41 ? >/1E ? E,> ? K &t ! (<1 O <! /⌠
2unakan gambar +.6 untuk menentukan k%efisien K dengan menghitung terlebih dahulu :
( 4t !g
∆
h / = ? ( 4t !∆
p / =? ( E,E> ! 3> . 1E# /**6 / 1,EE> . 1E-3
? E,>3 . 1E3 ? >,3 . 1E>
Fntuk %rifi"e dengan 4t/41 ( d/4 ? E,> diper%leh K ? E,3! Sehingga :
? ( E,3! (
π
/8 ( E,E>! ( ! 3> . 1E# / *66 ? E,E1#6 m#/dt? E,E1#6 #3EE m#/jam ? 8*,36 m#/jam
Contoh .4.
&ir mengalir melalui sebuah =enturimeter dengan laju aliran E,E8 m#/dt. $ika diameter pipa dan thr%at =enturimeter adalah #EE mm dan 1>E mm. )entukanlah