• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PEMBENTUKAN SEKRETARIAT PANWASLU KECAMATAN

L xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

II. ISI LAPORAN

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxx

III. KESIMPULAN URAIAN EVALUASI DAN SARAN REKOMENDASI

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx IV. PENUTUP Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Tanggal/Bulan/Tahun PANWASLU KABUPATEN/KOTA…….* 1. ………. 2. ………. 3. ……….

*diisi sesuai dengan daerah

BAB II

PEDOMAN PEMBENTUKAN SEKRETARIAT PANWASLU KECAMATAN

I. ORGANISASI SEKRETARIAT PANWASLUKECAMATAN

1. Sekretariat Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten/Kota, yang selanjutnya disebut Sekretariat Panwaslu Kabupaten/Kota, adalah lembaga sekretariat yang menjalankan tugas, fungsi, dan wewenangnya di bawah dan bertanggung jawab kepada Panwaslu Kabupaten/Kota.

2. Sekretariat Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan, yang selanjutnya disebut Sekretariat Panwaslu Kecamatan, adalah lembaga sekretariat yang menjalankan tugas, fungsi, dan wewenangnya di bawah dan bertanggung jawab kepada Panwaslu Kecamatan.

3. Panwaslu Kabupaten/Kota dan/atau PanwasluKecamatan membentuk Sekretariat Panwaslupaling lambat 1(satu) bulan sejak pelantikan PanwasluKabupaten/Kota dan/atau PanwasluKecamatan.

4. Sekretariat Panwaslu menjalankan fungsi pemberian dukungan administratif dan teknis operasional pengawasan pemilu.

5. Pegawai Sekretariat PanwasluKecamatan berasal dari pegawai negeri sipil dan bukan pegawai negeri sipil.

9. Sekretariat PanwasluKecamatan terdiri atas Kepala Sekretariat, Bendahara Pembantu, dan staf pendukung. 10. Staf pendukung pada sekretariat PanwasluKecamatan membidangi tugas:

a. Dukungan teknis administratif Organisasi dan SDM;

b. Dukungan teknis administratif Pengawasan, Sosialisasi, dan Hubungan Antar Lembaga; dan c. Dukungan teknis administratif Penindakan Pelanggaran.

11. Jumlah pegawai Sekretariat Panwaslu Kabupaten/Kota sekurang-kurangnya 6 (enam) orang dan jumlah pegawai Sekretariat Panwaslu Kecamatan sekurang-kurangnya 4 (empat) orang.

II. PERSYARATAN

Syarat untuk menjadi calon Kepala Sekretariat Panwaslu Kecamatan adalah: a. Pegawai Negeri Sipil;

b. Pada saat diusulkan berusia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun; c. Mempunyai Integritas, Pribadi yang kuat, jujur dan adil;

d. Berpendidikan paling rendah SLTA dan diutamakan berpendidikan S1; dan e. Mampu secara jasmani dan rohani;

f. Bersedia bekerja penuh waktu;

g. Bagi yang bersetatus dipekerjakan maka wajib melampirkan: 1. Surat persetujuan dari instansi induk;

2. Surat keputusan dipekerjakan. Pegawai Sekretariat Panwaslucam terdiri atas:

a. Pendukung administrasi; b. Teknisi;

d. Satpam.

Syarat Untuk menjadi Pegawai Sekretariat Panwaslucam adalah: Mempunyai Integritas, pribadi yang kuat, jujur, dan adil; Berpendidikan:

1) Paling rendah SLTA diutamakan S-1 atau diploma bagi pendukung Administrasi, dan 2) Paling rendah SLTP diutamakan SLTA bagi teknisi, pramubakti, dan satpam.

III. TATA CARA PENGANGKATAN

A.

KEPALA SEKRETARIAT

1. Kepala Sekretariat Panwaslucam dapat diangkat dan ditetapkan langsung oleh Kepala Sekretariat Panwaslulu Kabupaten/Kota atas nama Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi atau berdasarkan usulan Ketua Panwaslucam.

2. Ketua Panwaslucam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengusulkan paling sedikit 2 (dua) nama calon Kepala Sekretariat Panwaslucam kepada Kepala Sekretariat Panwaslulu Kabupaten/kota setelah konsultasi dengan Camat.

3. Pengusulan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan berdasarkan Keputusan Pleno Panwaslucam.

4. Calon Kepala Sekretariat Panwaslucam berdasarkan Keputusan Pleno Panwaslucam sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diangkat berdasarkan Keputusan Kepala Panwaslulu Kabupaten/Kota atas nama Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi.

5. Dalam hal Panwaslucam belum terbentuk, Kepala Sekretariat Panwaslulu Kabupaten/Kota mengangkat dan menetapkan Koordinator Sekretariat Panwaslucam setelah berkonsultasi dengan Camat.

6. Pengangkatan dan penetapan Koordinator Sekretariat Panwaslucam paling lama 2 (dua) bulan sebelum Panwaslucam dilantik.

7. Masa kerja Koordinator Sekretariat Panwaslucam sampai dengan dilantiknya Kepala Sekretariat Panwaslucam.

B.

PEGAWAI SEKRETARIAT

1. Pegawai Panwaslucam yang berasal dari non pegawai negeri sipil diangkat sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan melalui sistem kontrak.

2. Pengangkatan pegawai Sekretariat Panwaslucam yang berasal dari non pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada angka 1 (satu) dilaksanakan oleh Kepala Sekretariat Panwaslucam.

3. Pengangkatan pegawai Sekretariat Panwaslucam yang berasal dari non pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada angka 1 (satu) didahului dengan uji kompetensi oleh Kepala Sekretariat Panwaslucam.

4. Dalam hal Kepala Sekretariat Panwaslucam belum ditetapkan, pengangkatan pegawai Sekretariat Panwaslucam dilaksanakan oleh Kepala Sekretariat Panwaslulu Kabupaten/Kota.

IV. TATA CARA PELANTIKAN

Kepala Sekretariat Panwaslucam dilantik oleh Kepala Sekretariat Panwaslulu Kabupaten/Kota atas nama Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi.

V. TATA CARA PEMBERHENTIAN

1. Kepala Sekretariat dan/atau pegawai Sekretariat Panwaslu Kecamatan berhenti apabila berakhir masa jabatan;

2. Kepala Sekretariat dan/atau pegawai Sekretariat Panwaslu Kecamatan diberhentikan apabila: a. Mengundurkan diri;

b. Berhalangan tetap;

c. Melakukan pelanggaran atas ketentuan peraturan perundang-undangan;

d. Melakukan pelanggaran atas kode etik penyelenggara Pemilu dan kode perilaku pegawai; e. Menjadi terdakwa suatu tindak pidana yang dapat menghalangi pelaksanaan tugas; dan /atau f. Melanggar kebijakan Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Panwaslulu

Kabupaten/Kota atau Panwaslucam.

3. Kepala Sekretariat Panwaslulu Kabupaten/Kota dapat memberhentikan Kepala Sekretariat Panwaslucam setelah dilakukan klarifikasi dan/atau pengkajian ukuran kinerja.

4. Kepala Sekretariat Panwaslulu/Kota dapat memberhentikan Kepala Sekretariat Panwaslucam berdasarkan usulan Panwaslucam.

5. Usulan pemberhentian Kepala Sekretariat Panwaslucam oleh Panwaslucam sebagaimana dimaksud wajib memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam angka 2 (dua) diatas.

6. Pemberhentian Kepala Sekretariat Panwaslucam sebagaimana dimaksud pada angka 2 (dua) didahului dengan pemeriksaan dan klarifikasi.

7. Klarifikasi dilakukan untuk memastikan kecukupan alasan untuk memberhentikan Kepala SekretariatPanwaslucam dengan ketentuan :

a. Tim terdiri atas Anggota Panwaslu Kabupaten/Kota dan Kepala Sekretariat Panwaslu Kabupaten/Kota.

b. Tim melakukan klarifikasi kepada Kepala Sekretariat yang diusulkan untuk diberhentikan, serta kepada pihak-pihak terkait.

c. Dalam hal Kepala Sekretariat tidak memberikan klarifikasi maka tim membuat kajian dan rekomendasi tanpa keterangan atau pembelaan dari yang bersangkutan.

d. Tim membuat kajian terhadap hasil klarifikasi dan menyampaikan rekomendasi kepada Kepala Sekertariat Bawaslu Provinsi paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak dibentuknya tim klarifikasi. 8. Kepala Sekretariat dan/atau pegawai Sekretariat Panwaslu Kecamatan diberhentikan oleh Kepala

Sekretariat Panwaslu Kabupaten/Kota berdasarkan usul Panwaslu Kecamatan dengan menyebutkan alasan pemberhentian.

9. Kepala Sekretariat Panwaslu Kabupaten/Kota membentuk tim klarifikasi paling lambat 1 (satu) hari setelah menerima usul dari Panwaslu Kecamatan.

10. Kepala Sekretariat Panwaslu Kabupaten/Kota menetapkan pemberhentian Kepala Sekretariat dan/atau berdasarkan rekomendasi tim klarifikasi sebagaimana dimaksud angka 9.

Dokumen terkait