• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PEMELIHARAAN GEDUNG 1. Tujuan Pemeliharaan

Dalam dokumen RKS Bangunan Gedung (Halaman 37-41)

a) Pemeliharaan bertujuan supaya sarana gedung bertahan lama dan dapat digunakan secara efektif dan efisien.

b) Pada dasarnya pemeliharaan itu bersifat perbaikan ringan. 2. Ruang lingkup pemeliharaan

a) Perawatan

b) Perbaikan/penyempurnaan c) Pengamanan

d) Penelitian dan persiapan untuk pengembangan lebih lanjut atas objek yang dipelihara.

2.1. Perawatan

Untuk menjamin kelestarian bangunan baik fisik maupun fungsi dari bangunan tersebut .

Bersifat perbaikan ringan atau sementara. 2.2. Perawatan

Perbaikan terhadap kekurangan bangunan/fungsi bangunan yang telah selesai dibangun.

Peningkatan fungsi bangunan.

Perbaikan kerusakan akibat bencana alam dan sebagainya.

Pembaharuan bangunan akibat usia yang sudah lama atau karena dilakukan penggantian tipe beberapa komponen bangunan yang dianggap sudah tidak mendukung.

2.3. Pengamanan

Untuk mengamankan bangunan terhadap kerusakan, gangguan dan penyalahgunaan.

Untuk mengamankan dari binatang yang mengotori atau merusak.

2.4. Penelitian dan persiapan untuk pengembangan atas obyek yang dipelihara

Penelitian dan persiapan untuk pembangunan lebih lanjut pengembangan.

Peningkatan fungsi gedung sesuai dengan kemajuan atau peningkatan tingkat perekonomian warga desa.

3. Penggolongan Pekerjaan Pemeliharaan

Perawatan terus menerus (teratur, rutin)

Perawatan berkala

Perbaikan darurat

Perbaikan total dan penyempurnaan. 3.1. Perawatan Terus Menerus

 Pembersihan saluran drainase dari sampah dan kotoran.

 Pembersihan ruangan-ruangan dan halaman dari sampah dan kotoran.  Pembersihan terhadap kaca, jendela, kursi, meja, lemari dll.

 Pembabatan rumput-rumput dan tanaman semak yang tidak teratur.

 Pembersihan dan penyiraman kamar mandi/WC untuk menjaga kesehatan. 3.2. Perawatan Berkala

Perbaikan atau pengecetan kusen-kusen, pintu, tembok dan komponen bangunan lainnya yang sudah terlihat kusam.

Perbaikan mebeler (lemari, kursi, meja dll) serta pengecetan ulang.

Pengecekan terhadap keamanan sarana bermain atau tempat upacara.

Perbaikan genteng yang rusak/pecah sehingga terjadi kebocoran.

Pelapisan plesteran pada tembok-tembok yang retak atau terkelupas.

Pembersihan dan pengeringan lantai halaman atau selasar yang terkena air hujan/ air tergenang.

Dilakukan terhadap kerusakan yang tidak diduga sebelumnya dan berbahaya/ merugikan apabila tidak diantisipasi secepatnya.

Perbaikan bersifat sementara dan harus cepat selesai sehingga :

Kerusakan tidak bertambah parah

Eksploitasi tidak terggangu

Dilaksanakan secara swakelola

Harus segera dilakukan perbaikan permanen

4. Hal-Hal yang Diperlukan Sehubungan Dengan Pemeliharaan. a. Tenaga Kerja/ Tenaga Sukarela

Guru dan murid

Tenaga Gotong Royong/swadaya masyarakat

Pekerja harian lepas/musiman

Pekerja harian tetap, antara lain : penjaga sekolah b. Alat/ Bahan

Alat : Lap untuk pembersih, sapu lantai dan sapu lidi, peralatan kayu,ember, peralatan tembok/batu, kuas cat, amplas dll.

Bahan : Batu bata, pasir, semen,air, cat, genteng, paku, pelitur,seng. 5. Biaya

Bersumber dari anggaran sekolah

Bantuan hasil swadaya masyarakat

Bantuan kas desa

6. Akibat Pemeliharaan yang buruk

Kondisi bangunan akan merosot/ cepat rusak.

Fungsi dari bangunan serta kegiatan sekolah akan terganggu.

Berbahaya untuk keamanan murid-murid.

Diperlukan biaya rehabilitasi yang lebih mahal.

Kamar mandi/sarana WC akan menjadi tidak sehat dan menimbulkan

Penyakit.

7. Perincian Pekerjaan Pemeliharaan

Perincian kegiatan pemeliharaan dilaksanakan terhadap :

Atap

Kusen dan pintu

Dinding

Kasa

Lantai

Kamar Mandi dan WC

Sarana Kelistrikan dan Sarana Air Bersih

Furniture (lemari, kursi dan meja)

Saluran Drainase

Sarana Bermain

Halaman

Pagar

a) Pekerjaan Atap

Genteng/ penutup atap lainnya harus berkualitas baik, tidak mudah retak/ pecah sehingga menieebabkan kebocoran.

Genteng/ penutup atap lainnya sebaiknya di finishing memakai bahan yang tahan terhadap cuaca seperti veernish untuk genteng dan cat untuk seng.

Apabila mengalami kebocoran, harus segera diganti agar tidak merusak yang lainnya seperti plafond, dinding dan sebagainya.

b) Pekerjaan Kusen dan Pintu

Kayu kusen dan pintu harus dimeni dulu sebelum dicat, agar lebih tahan terhadap rayap.

Kusen, pintu dan jendela harus sering dibersihkan.

Kusen, pintu dan jendela selalu dalam kondisi kering.

Cat pelitur yang rusak harus segera diperbaiki agar tidak kropos. c) Pekerjaan dinding

Dinding haarus selalu bersih dari kotoran dan harus selalu kering.

Untuk pembersihan dinding bisa dilakukan dengan cara dilap kain basah.

Dinding yang terkelupas harus segera diperbaiki dengan cara menambah bagian yang rusak dengan adukan semen dan pasir, kemudian segera di cat kembali. d) Pekerjaan Kaca

Kaca harus dibersihkan setiap hari dari segala kotoran.

Jendela naco harus diberi pelumas supaya lancar membuka dan menutupnya.

Kaca yang pecah harus segera diganti e) Pekerjaan lantai

Lantai harus selalu dalam keadaan bersih dan kering.

Lantai yang pecah/lepas segera diganti agar tidak merusak yang lain.

Pada waktu pemasangan harus memakai lapisan pasir t = 5 cm di bawah ubin untuk menghindari retak.

Adukan dibawah ubin harus dipastikan merata keseluruh permukaan ubin dan tidak boleh terlalu tebal, tebal adukan sekitar 2 cm.

f) Pekerjaan Kamar Mandi/ WC

Dibersihkan setiap hari.

Jangan membuang air sabun, kotoran yang bisa menieumbat ke dalam closet.

Kotoran yang ada dilantai (seperti tanah, daun dan sebagainya) jangan dibuang kedalam saluran pembuangan, karena akan menyumbat saluran tersebut.

Ubin yang pecah segera diganti untuk menghindari kerusakan yang lebih. g) Pekerjaan Listrik dan air bersih

Sambungan-sambungan listrik harus benar-benar tertutup rapat untuk menghindari hubungan singkat apabila terkena air bocor dan supaya tidak membahayakan.

Instalasi listrik harus dicek setiap 5 tahun sekali.

Sekring tidak boleh terlalu besar kabelnya, sebaiknya dipergunakan yang sesuai dengan daya listriknya.

Apabila tidak digunakan sebaiknya dimatikan, selain untuk menghemat biaya oprasional juga memperpanjang umur dari pada instalasi tersebut.

Sumber air bersih sebaiknya diletakkan minimal dengan jarak 20 m dari septic tank/ resapan.

Saluran air bersih sebaiknya harus mempergunakan pipa PVC yang baik mutunya dan tahan lama.

Untuk saluran yang bocor segera diperbaiki/ diganti. h) Pekerjaan Furniture :

Furniture (meja, kursi, lemari dll) harus dibersihkan setiap hari, untuk menjaga supaya kotoran-kotoran tersebut tidak merusak furniture tersebut.

Apabila ada yang rusak segera diperbaiki. Kalau lepas dipaku kembali, kalau parah segera diganti yang parah tersebut.

Apabila cat pelitur sudah mengelupas, segera dicat/pelitur kembali untuk mencegah rayap dsb yang akan merusak barang tersebut.

i) Pekerjaan Saluran Pembuangan/ Drainase

Dalam pembuatan saluran pembuangan harus benar-benar diperhatikan kemiringannya. Karena hal ini sangat berpengaruh kepada kelancaran aliran air.

Saluran pembuangan harus sering dibersihkan agar tidak ada penyumbatan.

Bagian yang retak harus segera diperbaiki agar kotoran atau sampah tidak tersangkut dibagian tersebut.

j) Peralatan yang Meyangkut Pekerjaan Besi

Dilakukan pengecekan berkala setiap bulan untuk memastikan bahwa peralatan tersebut masih layak dipergunakan.

Cat yang terkelupas segera diperbaiki agar tidak berkarat dengan cara diamplas dahulu bagian yang terkelupas. Setelah bersih dari kotoran baru dilakukan pengecetan.

Bagian yang patah diperbaiki dengan cara mengelas bagian tersebut. Setelah tersambung baik kemudian dilakukan pengecetan.

Semua peralatan tersebut selalu dibersihkan untuk menghindari karat. k) Pekerjaan Halaman dan Taman

Dilakukan pembersihan setiap hari agar tidak ada sampah yang membusuk atau binatang yang bersarang yang dapat menimbulkan bau tidak enak.

Dilakukan pemotongan rutin terhadap rumput dan tanaman untuk menghindari binatang-binatang yang akan bersarang dan bersembunyi.

Dilakukan penyiraman yang teratur agar tanaman-tanaman tersebut subur.

Sediakan tempat sampah agar tampak bersih dan mudahkan di dalam pembuangannya.

Rumput/ tanaman yang mati segera dipotong agar tidak mempengaruhi yang lain. l) Pekerjaan Pagar

Pada umumnya pemeliharaan pagar sama dengan pemeliharaan dinding.

Karena letaknya diluar harus sering dibersihkan.

Rumput-rumput yang tumbuh dan menempel di pagar harus secepatnya dibersihkan.

Dalam dokumen RKS Bangunan Gedung (Halaman 37-41)

Dokumen terkait