• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makna Penilaian

Dalam dokumen PENILAIAN LITERASI GERAK (Halaman 168-173)

BAB VI PENILAIAN TARI

A. Makna Penilaian

Sebelum membicarakan penilaian dalam pembelajaran, ada baiknya kita menyamakan persepsi terlebih dahulu tentang konsep dan pengertian yang akan kita gunakan. Pada saat membicarakan masalah penilaian, kita sering menggunakan beberapa istilah seperti tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi yang digunakan secara tumpang tindih (over lap). Kita sering rancu dalam menggunakan istilah-istilah tersebut karena keempat istilah itu terjadi dalam satu kegiatan yaitu pada saat kita menilai hasil belajar siswa. Contohnya, pada ulangan harian, Arif dapat menjawab tiga dari lima pertanyaan tes uraian tetapi pada ulangan harian sebelumnya Arif hanya dapat mengerjakan dua dari lima butir soal yang disediakan. Dari data tersebut, Anda menyatakan bahwa Arif telah mengalami kemajuan dalam belajar. Ini berarti pembelajaran yang Anda lakukan cukup berhasil. Dari contoh tersebut, sebenarnya Anda telah melakukan tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi.

Pertanyaan-pertanyaan yang Anda berikan kepada Arif adalah contoh alat ukur untuk mengukur hasil belajar Arif. Alat ukur tersebut mengacu pada pengertian tes. Keberhasilan Arif menjawab dengan benar tiga dari lima pertanyaan merupakan hasil pengukuran. Penggunaan alat ukur yang menghasilkan angka-angka ini mengacu pada pengertian pengukuran. Setelah membandingkan hasil ulangan harian pertama dan

160

kedua, Anda menilai bahwa Intan telah meningkat hasil belajarnya.

Pernyataan ini mengacu pada pengertian penilaian. Sementara pernyataan Anda tentang keberhasilan pembelajaran yang Anda lakukan telah mengacu pada pengertian evaluasi.

Di lapangan banyak guru yang belum mengetahui dengan benar konsep penilaian dan evaluasi. Satu istilah yang sering digunakan untuk mewadahi kegiatan penilaian dan evaluasi adalah penilaian. Penggunaan istilah penilaian untuk mewadahi kedua kegiatan tersebut sebenarnya tidak terlalu salah karena dalam konsep penilaian dan evaluasi mengandung unsur pengambilan kesimpulan.

Menurut Hanna (1993),

Assessment is the process of collecting, interpreting, and synthesizing information to aid in decision making. Assessment synonymous with measurement plus observation. It concerns drawing inferences from these data sources. The primary purpose of assessment is to increase student’s learning and development rather than simply to grade or rank student performance (Morgan & O’Reilly, 1999).

Penilaian merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dalam sistem pendidikan saat ini. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilihat dari nilai-nilai yang diperoleh siswa. Tentu saja untuk itu diperlukan sistem penilaian yang baik dan tidak bias. Sistem penilaian yang baik akan mampu memberikan gambaran tentang kualitas pembelajaran sehingga pada gilirannya akan mampu membantu guru merencanakan strategi pembelajaran. Bagi siswa sendiri, sistem penilaian yang baik akan mampu memberikan motivasi untuk selalu meningkatkan kemampuannya. Untuk dapat memahaminya berikut ini merupakan beberapa pendapat ahli tentang definisi penilaian.

Penilaian (assessment) adalah istilah umum yang mencakup semua

161 metode yang biasa digunakan untuk menilai unjuk kerja individu atau kelompok peserta didik. Proses penilaian mencakup pengumpulan bukti yang menunjukkan pencapaian belajar peserta didik. Penilaian merupakan suatu pernyataan berdasarkan sejumlah fakta untuk menjelaskan karakteristik seseorang atau sesuatu (Griffin & Nix, 1991).

Penilaian mencakup semua proses pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan penilaian tidak terbatas pada karakteristik peserta didik saja, tetapi juga mencakup karakteristik metode mengajar, kurikulum, fasilitas, dan administrasi sekolah. Instrumen penilaian untuk peserta didik dapat berupa metode dan/atau prosedur formal atau informal untuk menghasilkan informasi tentang peserta didik. Instrumen penilaian dapat berupa tes tertulis, tes lisan, lembar pengamatan, pedoman wawancara, tugas rumah, dan sebagainya. Penilaian juga diartikan sebagai kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran atau kegiatan untuk memperoleh informasi tentang pencapaian kemajuan belajar peserta didik.

Penilaian menurut Kunandar (2013:35) adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Sementara itu menurut Sani (2014:201) penilaian adalah proses menyimpulkan dan menafsirkan fakta-fakta serta membuat pertimbangan dasar yang profesional untuk mengambil kebijakan berdasarkan sekumpulan informasi. Daryanto (2014:111) menyatakan penilaian adalah rangkaian kegiatan untuk memeroleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga dapat menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

Penilaian yang efektif merupakan bagian terintregrasi dari proses pembelajaran, seperti yang disampaikan oleh Mardapi (2012:4) bahwa

162

upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dilakukan dengan meningkatkan kualitas pembelajaran dan Penilaian. Sistem pembelajaran yang baik akan menghasilkan kualitas belajar yang baik, selanjutnya kualitas belajar dapat dilihat melalui Penilaiannya.

Penilaian sendiri didefinisikan sebagai suatu proses pengumpulan data siswa yang dilakukan selama proses pembelajaran ataupun terhadap hasil pembelajaran. Penilaian ini digunakan sebagai refleksi bagaimana pembelajaran berlangsung. Sebuah pendapat disampaikan oleh Gurney (2007) sebagaimana dikutip oleh Zheng et al. (2014:2) bahwa Penilaian merupakan bagian dari pembelajaran, bukan akhir. Selanjutnya, Drake sebagaimana dikutip oleh Subali (2010a:328) menyatakan Penilaian bukan hanya sebagai bagian dari suatu kegiatan belajar (assessment of learning), melainkan Penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) dan berfungsi untuk memajukan siswa dalam belajar (assessment as learning). Hal ini menyiratkan bahwa assessment bukan hanya sebagai alat untuk mengevaluasi hasil siswa, melainkan bagian dari dan untuk pembelajaran itu sendiri.

Wiyono dan Sunarni (2009:3) menyatakan Penilaian adalah suatu upaya untuk mengumpulkan data atau informasi dengan menggunakan multiteknik dan multisumber yang digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Data atau informasi yang dimaksud yaitu data tentang proses dan hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan di kelas, baik hasil pembelajaran permuatan pembelajaran maupun aspek pembelajaran. Berdasarkan data yang diperoleh dari kegiatan Penilaian guru akan mengambil keputusan yang menggambarkan ketercapaian tujuan pembelajaran oleh siswa.

Penilaian memiliki cakupan yang luas mulai dari kegiatan wajib

163 ataupun opsional/tugas bagi siswa dalam pembelajaran dan kesesuaian bentuk tertentu dari Penilaian dipengaruhi oleh pertimbangan disiplin ilmu dan jenis pembelajaran yang didata (Zacharis, 2010:61). Salah satu bentuk Penilaian yang digunakan dalam Kurikulum 2013 yaitu Penilaian autentik.

Penilaian adalah proses mengumpulkan informasi tentang siswa dan kelas untuk maksud-maksud pengambilan keputusan instruksional (Richard, 2008:217). Penilaian berarti proses pengumpulan informasi.

Untuk guru, Penilaian dilakukan sebagai tujuan memutuskan keterampilan mengajar (James, 1987, 6). Penilaian atau penilaian diartikan sebagai kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran berdasarkan kriteria maupun aturan-aturan tertentu (Widoyoko, 2012:3).

Jadi, penilaian merupakan kegiatan untuk mengumpulkan informasi hasilbelajar siswa yang diperoleh dari berbagai jenis tagihan dan mengolah informasi tersebut untuk menilai hasil belajar dan perkembangan belajar siswa. Berbagai jenis tagihan yang digunakan dalam penilaian, antara lain kuis, ulangan harian, tugas individu, tugas kelompok, ulangan akhir semester, dan laporan kerja.

Penilaian yang dilakukan oleh guru sangat penting dalam proses pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peserta didik menerima pengetahuan yang telah diberikan. Guru harus menyiapkan tes-tes untuk mengetahui kemampuan peserta didik dan memberikan penilaian terhadap tes-tes yang akan diberikan. Kegiatan peserta didik yang sistematis dan berkesinambungan tentang hasil belajar peserta didik yang diperoleh berdasarkan sekumpulan informasi untuk pengambilan keputusan inilah yang disebut sebagai penilaian.

Menurut Arikunto (2013: 35) penilaian dalam Kurikulum 2013

164

mengacu pada Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Standar penilaian bertujuan untuk menjamin beberapa hal sebagai berikut.

a) Perencanaan penilaian peserta didik sesuai kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian;

b) Pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks budaya; dan c) Pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan

informatif. Standar penilaian pendidikan ini disusun sebagai acuan penilaian bagi pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah pada satuan pendidikan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Dalam dokumen PENILAIAN LITERASI GERAK (Halaman 168-173)

Dokumen terkait