Nama : YES
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 23 tahun
Waktu : 19.03
Hari/Tanggal : Selasa, 17 Juli 2018
Tempat : Di rumah
Agama : Islam
Jabatan : Ketua Karang Taruna E.Hasil Wawancara
Pewawancara : apa yang anda ketahui mengenai toleransi?
Narasumber : Suatu hubungan baik dengan rasa pengertian, saling tidak menimbang baik atau buruk, ringan atau berat dari suatu kejadian. Pewawancara : Apakah anda menerima perbedaan atau keragaman tersebut? Narasumber : tentu saja
Pewawancara : Apa alasannya?
Narasumber : karena kita hidup di masyarakat pasti beragam ya mbak..
Hehehe… karena dengan beragam saya bisa belajar mengalahkan sifat egois yang ada dalam diri saya mbak.
Pewawancara : Apa wujud menerima keragaman tersebut?
Narasumber : mau bergaul dengan siapapun termasuk dengan yang berbeda agama, dan merenima perbedaan pendapat.
Pewawancara : bagaimana pendapat anda mengenai hak memeluk agama?
Narasumber : Menurut saya, sesuai dalam kitab suci Al-Qur‟an seseorang berhak memilih kafir karena dirinya sendiri atau menjadi beriman karena dirinya sendiri. Jadi seseorang untuk memilih agama adalah bebas dan itu hak prerogatif masing-masing.
Pewawancara : Pernahkan ada orang yang mengajak anda untuk memeluk agama lain?
Narasumber : Ada
Pewawancara : Bagaimana tanggapan anda?
Narasumber : Tanggapan saya waktu itu saya memiliki hak untuk memilih agama saya sendiri dan yang saya pilih sampai saat ini adalah Islam. Pada waktu itu banyak yang mengajak saya untuk keagama A dan B dengan doktrin mereka masing-masing dan saya sendiri sudah mantap untuk memilih jalan masuk Islam.
Pewawancara : Pernahkah anda mengajak orang lain untuk masuk ke agama yang anda percayai?
Narasumber : Kalau mengajak sebenarnya tidak. Sebenarnya saya adalah memberi contoh. Jadi agama yang saya pegang adalah agama
haqqul yaqin dan contoh yang mulia dari Nabi SAW. sendiri mengajarkan kita untuk tidak memaksakan seseorang untuk masuk agama tertentu melainkan dengan memberikan contoh yang baik, suri tauladan. Kalau andai kata yang tertarik dengan ajaran yang saya anut insyaaallah saya akan mengajarkan bagaimana caranya.
17
Pewawancara : Bagaimana tanggapan orang tersebut?
Narasumber : Sejauh ini saya punya banyak temen yang notabene berbeda keyakinan dan respon mereka selalu positif tentang agama islam. Karena mereka merasa Islam itu mengajarkan tentang kebaikan, cinta, kasih, dan kedamaian. Kalau dari mereka sendiri mereka nyaman dengan orang Islam, karena mereka adalah orang-orang yang selalu toleransi terhadap mereka dan mau mengerti apa yang mereka lakukan seperti itu.
Pewawancara : Bagaiman sikap anda terhadap teman yang berbeda agama? Narasumber : Kalau saya banyak bertoleransi terhadap mereka, tidak
menimbang baik atau buruknya, tidak menimbang berat atau ringannya dari suatu perkara. Contohnya untuk bekerja sama dalam suatu organisasi atau contohnya dalam kerja bakti kita tidak pernah menimbang kepercayaan ataupun tentang keyakinan, yang penting kita saling membantu dengan berbuat kebaikan. Adapun kalau mereka mengadakan acara tentang kerohanian atau yang lain kalau kita bisa membantu tapi dalam rangka untuk toleransi kita akan membantu demi menghargai orangnya, walaupun hanya sekedar keamanan atau hal yang lain kita akan membantu. Begitu pula ketika ada yang sakit ya kita jenguk. Syukur kita bawakan oleh-oleh dan kita do‟akan menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing. Termasuk jika membutuhkan pertolongan kita akan membantu.
Pewawancara : Bagaimana perasaan dan sikap anda ketika harus bekerjasama dengan orang yang berbeda agama?
Narasumber : Geh, kalau saya pribadi sangat senang dan merasa tertantang, merasa banyak belajar dari orang lain karena memang keyakinan membentuk orang lain bersikap kepada kita dan akhirnya kita lebih banyak belajar, seperti kita membangun komunikasi. kebanyakan orang hanya akan berkomunikasi kepada sesama mereka, tapi kalau kita berani untuk out off the box, keluar… dan berkomunikasi diluar komunitas kita, berarti kita belajar sesuatu yang baru.
Pewawancara : Apa saja bentuk-bentuk toleransi yang telah dilaksanakan pemuda desa Nyamat?
Narasumber : Untuk bentuknya toleransi yang ada di desa nyamat khususnya pemuda itu banyak sekali salah satunya kemarin waktu perayaan malam takbiran, kebetulan desa mengadakan takbir keliling dan dari pihak non Islam atau kristiani mereka membantu, tidak hanya dengan tenaga mereka juga membantu dengan materi, sayangnya pada saat itu kita tidak memiliki dokumentasi. Selain itu ketika kami mengadakan kenduren. Kendurenan kalau di desakan masih lekat dengan acara seperti itu. Mereka yang non Islam juga datang, walaupun hanya sebentar.
Termasuk juga menghargai perbedaan pendapat. Dalam berbeda pendapat itu pasti bahkan berbeda kepala saja kita pasti berbeda pendapat juga, sama halnya ketika rapat kita boleh
19
berbicara menyampaikan pendapat kita atau menerima penolakan dari pendapat kita, dibalik itu juga kita harus melihat positifnya. Pewawancara : Dari beberapa bentuk toleransi tadi, apa yang menjadi faktor
pendukung dan penghambat terlaksananya toleransi?
Narasumber : Saya mulai dari faktor pendukung ya, kalau kita bicara mengenai faktor pendukung pasti rasa kemanusiaan, persaudaraan sendiri dari warga desa Nyamat terutama pemudanya sendiri adalah saling berkeluarga, merasa saling berkeluarga, yang ketiga adalah rasa saling membalas kebaikan jadi ketika kita ditolong, kita dijenguk ketika sakit, kita suatu saat akan membalas kebaikan orang tersebut dengan begitu dan dengan sendirinya mereka akan saling membantu, saling toleransi antar agama lain.
Kalau faktor penghambatnya itu kebanyakan adalah doktrin-doktrin dari sosial media seperti terorisme, fanatisme. Selain itu ada juga karena kondisi sosial, kebanyakan kalau orang-orang menilai kalau kegiatan pengajian dibantu orang-orang nasrani mereka itu menilai mereka harus membantu dengan materi. Begitu pula sebaliknya. Kalau orang Islam ingin membantu maka mereka harus membantu dengan materi. Adapula penghambatnya adalah karakter atau kepribadian yang tertutup jadi, biasanya orang yang seperti itu sulit bergaul dan tidak cukup memiliki sikap toleransi.
PEDOMAN WAWANCARA