BAB III METODE PENELITIAN
3.5 Instrumen Penelitian
3.5.1 Pedoman Wawancara
Pedoman wawancara digunakan oleh peneliti untuk memudahkan dalam penyusunan daftar pertanyaan yang digunakan untuk analisis kebutuhan sekolah. Wawancara ini dilakukan kepada guru kelas III untuk memastikan bagaimana tingkat pelaksanaan literasi dan pendidikan karakter yang ada di lingkungan sekolah. Pedoman wawancara disusun untuk mempermudah peneliti dalam mendapatkan data awal. Pedoman wawancara yang digunakan peneliti dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 3. 1 Kisi-kisi Pedoman Wawancara Analisis Kebutuhan
No Variabel No. Item
2. Literasi 8, 9, 10
3. Pendidikan Karakter 4, 5, 6, 7
4. Buku cerita bergambar 11, 12, 15, 16
5. Hubungan kegiatan literasi dengan tema
pembelajaran
13
6. Hubungan kegiatan literasi dengan pendidikan
karakter
14, 15
7. Hubungan kegiatan literasi dengan buku cerita
bergambar
16, 17
8. Saran responden untuk penelitian 18
Tabel di atas merupakan kisi-kisi wawancara yang akan digunakan untuk analisis kebutuhan di sekolah yang telah disusun oleh peneliti. Kisi-kisi wawancara dibuat berdasarkan teori literasi, pedidikan karakter dan buku cerita bergambar menurut para ahli yang sudah tertera pada bab II. Selanjutnya kisi-kisi tersebut akan dibuat ke dalam butir-butir pertanyaan. Berikut adalah pedoman wawancara analisis kebutuhan.
Tabel 3. 2 Pedoman Wawancara Analisis Kebutuhan
No Daftar Pertanyaan
1. Menurut pendapat Bapak/Ibu, apakah pendidikan karakter penting bagi
peserta didik kelas III Sekolah Dasar? Jelaskan
2. Berdasarkan pengalaman Bapak/Ibu selama mengajar, bagaimana
karakter peserta didik kelas III Sekolah Dasar? Jelaskan
3. Bagaimana cara mengajarkan pendidikan karakter yang Bapak/Ibu
lakukan kepada peserta didik kelas III Sekolah Dasar? Jelaskan
4. Apakah cara yang Bapak/Ibu terapkan dapat mempengaruhi karakter
peserta didik kelas III Sekolah Dasar?
5. Apakah kegiatan literasi sudah diterapkan di Sekolah tempat
6. Bagaimana penerapan kegiatan literasi di tempat Bapak/Ibu mengajar?
7. Apakah peserta didik mengikuti kegiatan literasi dengan penuh
semangat?
8. Saat kegiatan literasi, peserta didik membawa buku bacaan sendiri atau
disiapkan dari pihak sekolah?
9. Apa jenis buku yang sering dibaca oleh peserta didik?
10. Apakah buku bacaan yang dibaca oleh peserta didik saat kegiatan
literasi memiliki hubungan dengan tema pembelajaran yang dilakukan hari itu?
11. Apakah buku cerita yang dibaca peserta didik saat kegiatan literasi
sudah memuat pendidikan karakter di dalamnya?
12. Apakah Bapak/Ibu merasa kesulitan dalam menemukan buku bacaan
yang memuat pendidikan karakter di dalamnya?
13. Apakah Bapak/Ibu merasa kesulitan dalam menemukan buku bacaan
yang sesuai dengan tema pembelajaran hari itu?
14. Apakah penting jika buku bacaan peserta didik saat kegiatan literasi
memiliki hubungan dengan tema pembelajaran yang dilakukan hari itu? Mengapa?
15. Saran apa yang dapat Bapak/Ibu berikan terkait dengan pembuatan
buku cerita bergambar berbasis pendidikan karakter dan literasi bagi peserta didik kelas III Sekolah Dasar?
Tabel di atas memaparkan pedoman pertanyaan wawancara untuk analisis kebutuhan di sekolah yang telah disusun oleh peneliti. Pertanyaan telah disusun sebanyak 15 butir pertanyaan.
3.5.2 Kuesioner
Kuesioner validasi produk oleh ahli disusun dengan mengacu pada kriteria buku cerita bergambar yang baik seperti yang sudah dijabarkan pada bab 2. Kriteria tersebut disimpulkan oleh peneliti dalam bentuk poin-poin menjadi indikator kisi-kisi kuesioner validasi produk. Indikator kemudian dijabarkan lagi menjadi
pernyataan dan pertanyaan kuesioner. Kuesioner tersebut kemudian digunakan untuk memvalidasi produk oleh ahli dan guru. Sementara itu, kuesioner uji coba produk oleh siswa disusun dengan menggunakan dua acuan yaitu, tahapan literasi menurut Gerakan Literasi Sekolah dan kriteria buku cerita yang baik. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis kuesioner tertutup.
3.5.2.1 Kuesioner validasi produk oleh ahli dan guru
Peneliti melakukan observasi untuk mengetahui bagaimana tingkat pendidikan karakter siswa dan pendidikan literasi yang berlangsung. Indikator dalam kuesioner disusun berdasarkan pada teori kriteria buku cerita bergambar yang baik. Teori tersebut didasarkan pada modifikasi teori miliki Aprianti, Nurgiyantoro, Effendi, Bangsa, dan Yudani yang telah dipaparkan pada bab 2. Lembar observasi disusun untuk mempermudah peneliti dalam mencatat hasil pengamatan selama proses pembelajaran. Kisi-kisi lembar observasi yang digunakan peneliti dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 3. 3 Kisi-kisi Uji Validasi Produk untuk Ahli dan Guru
No Indikator Nomor Pertanyaan
1. Cover buku
a. Judul buku 1, 2
b. Warna 3
2. Isi buku
a. Bahasa yang digunakan 4, 5
b. Isi cerita 6, 7, 8, 9 c. Nilai karakter 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21 3. Anatomi buku a. Rencana halaman 22, 23 b. Jenis huruf 24, 25 c. Tata letak 26
Tabel di atas merupakan kisi-kisi kuesioner untuk ahli dan guru. Setelah kisi-kisi dibentuk, peneliti Menyusun instrumen kuesioner yang akan digunakan sebagai penelitian produk buku cerita bergambar. Berikut instrumen kuesioner untuk ahli dan guru yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini:
Tabel 3. 4 Instrumen Validasi Produk untuk Ahli dan Guru
No Aspek yang Diamati Skor Komentar
1 2 3 4
A. Cover buku Cerita
1. Judul buku cerita bergambar mewakili
keseluruhan isi cerita.
2. Judul buku cerita bergambar menarik
minat siswa untuk membaca lebih lanjut.
3. Warna sampul buku cerita bergambar
menarik minat siswa untuk membaca lebih lanjut.
B. Isi Buku Cerita
4 Isi cerita mudah dipahami oleh siswa
kelas kelas III.
5 Isi buku cerita menggunakan bahasa
yang sederhana sehingga mudah dipahami siswa kelas III.
6 Isi buku cerita membuat siswa tertarik
sehingga meningkatkan minat baca.
7 Isi buku cerita memiliki gambar dan
teks yang saling berkaitan.
8 Tampilan buku cerita bergambar
dibuat ringkas dan jelas agar siswa dapat memahami isi cerita.
9 Ilustrasi buku cerita memperjelas latar, rangkaian cerita, penjiwaan, perasaan dan karakter tokoh.
Nilai Karakter yang Terdapat dalam Isi Buku Cerita Bergambar
10 Isi buku cerita memberikan nilai
pendidikan karakter disiplin yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
11 Isi buku cerita memberikan nilai
pendidikan karakter tanggung jawab yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
12 Isi buku cerita memberikan nilai
pendidikan karakter peduli yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
13 Isi buku cerita memberikan nilai
pendidikan karakter percaya diri yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
14 Isi buku cerita memberikan nilai
pendidikan karakter teliti yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
15 Isi buku cerita memberikan nilai
pendidikan karakter kerjasama yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
16 Isi buku cerita memberikan nilai
yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
17 Isi buku cerita memberikan nilai
pendidikan karakter jujur yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
18 Isi buku cerita memberikan nilai-nilai
pendidikan karakter patuh terhadap tata tertib yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
19 Isi buku cerita memberikan nilai
pendidikan karakter disiplin yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
20 Isi buku cerita memberikan nilai
pendidikan karakter tanggung jawab yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
21 Isi buku cerita memberikan nilai
pendidikan karakter peduli yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
C. Anatomi Buku Cerita
22 Rancangan halaman buku tertata
dengan baik.
23 Letak gambar pada buku cerita tidak
menutupi tulisan.
24 Ukuran huruf pada buku cerita dapat
25 Jenis huruf pada buku cerita jelas sehingga mudah dibaca.
26 Tata letak / sistematika penulisan buku
cerita bergambar mudah dibaca oleh siswa.
Total Skor Rata-rata Skor
Kategori
3.5.2.2 Kuesioner uji coba produk pada siswa
Kuesioner uji coba digunakan untuk mengambil data dan informasi terkait pendapat siswa setelah membaca produk. Indikator dalam kuesioner ini disusun berdasar pada teori kriteria buku cerita bergambar yang baik. Kriteria buku cerita bergambar yang baik yaitu: 1) judul buku mewakili keseluruhan isi buku, (2) bahasa sederhana, (3) topik menarik, (4) isi cerita memiliki pesan, (5) buku lebih dominan gambar dibanding teks, (6) tampilan visual buku dirancang menarik dan full color, (7) jenis huruf dapat terbaca anak. Berikut adalah kisi-kisi kuesioner yang digunakan untuk menilai produk buku cerita bergambar untuk siswa:
Tabel 3. 5 Kisi-kisi Uji Vaidasi Produk untuk Siswa
No Indikator Nomor Pertanyaan
1. Cover buku
a. Judul buku 1
b. Warna 2
2. Isi buku
c. Bahasa yang digunakan 3
d. Nilai Karakter 4, 5
e. Isi cerita 6, 7
3. Anatomi buku
g. Rencana halaman 10
h. Jenis huruf 11, 12
i. Tata letak 13
Tabel di atas merupakan kisi-kisi kuesioner untuk siswa. Setelah kisi-kisi dibentuk, peneliti Menyusun instrumen kuesioner yang akan digunakan sebagai penelitian produk buku cerita bergambar. Berikut instrumen kuesioner untuk siswa yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini:
Tabel 3. 6 Instrumen Kuesioner Validasi dan Uji Coba Produk untuk Siswa
No Aspek yang Diamati Skor Komentar
1 2 3 4
A. Cover buku Cerita
1. Judul buku cerita bergambar menarik
minat siswa untuk membaca lebih lanjut.
2. Warna sampul buku cerita bergambar
menarik minat siswa untuk membaca lebih lanjut.
B. Isi Buku Cerita
3. Isi buku cerita memberikan nilai
karakter yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari
4. Isi cerita mengajarkan untuk
berbuat baik
6. Isi buku cerita bergambar menarik bagi siswa untuk terus mengikuti jalan ceritanya.
7. Isi buku cerita memiliki gambar dan
teks yang saling berkaitan.
8. Gambar dan teks dalam buku cerita
bergambar tidak membosankan.
9. Gambar dalam buku cerita jelas.
C. Anatomi Buku Cerita
10. Halaman buku tertata dengan baik. 11. Ukuran huruf pada buku cerita dapat
terbaca dengan jelas
12. Jenis huruf pada buku cerita jelas sehingga mudah dibaca.
13. Penulisan buku cerita bergambar tidak terlalu sempit memudahkan siswa untuk membaca.
Total Skor Rata-rata Skor