• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Proses Pengembangan Buku cerita Bergambar

Langkah-langkah pengembangan buku cerita bergambar ini meliputi enam tahapan yang telah dijelaskan oleh peneliti pada bab 3, antara lain sebagai berikut: 4.1.1.1 Potensi dan Masalah

Langkah pertama yang dilakukan dalam penelitian dan pengembangan buku cerita bergambar berbasis literasi dan pendidikan karakter pada siswa SD kelas III pada Tema 5: Cuaca ini adalah dengan melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara terstruktur melalui salah satu platform elektronik yaitu google form. Wawancara dilakukan kepada salah satu guru kelas III SD Negeri Caturtunggal 1 pada tanggal 24 Agustus 2020. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keberlangsungan kegiatan literasi, pendidikan karakter peserta didik kelas III, ketersediaan buku cerita bergambar, dan keterkaitan isi buku bacaan literasi dengan tema pembelajaran.

Wawancara dilakukan dengan berpedoman pada kisi-kisi yang telah dibuat. Terdapat 15 butir pertanyaan yang diajukan untuk analisis kebutuhan pengembangan buku cerita bergambar ini. Pertanyaan tersebut disusun sesuai dengan variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendidikan karakter, literasi dan buku cerita bergambar.

Rangkuman hasil wawancara yang dilakukan kepada guru kelas III SD Negeri Caturtunggal 1 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4. 1 Rangkuman Hasil Wawancara Guru SD Kelas III

No Daftar Pertanyaan Hasil Wawancara

1. Menurut pendapat Bapak/Ibu,

apakah pendidikan karakter penting bagi peserta didik kelas III Sekolah Dasar? Jelaskan

Penting, karena pendidikan karakter berperan penting untuk membentuk pribadi yang baik bagi anak.

Pembentukan karakter akan mempengaruhi bagaimana anak akan menjalani hidup nantinya. Oleh karena itu, diperlukan penanaman karakter yang positif dan kuat agar anak bisa beradaptasi dalam lingkungan bermasyarakat.

2. Berdasarkan pengalaman

Bapak/Ibu selama mengajar, bagaimana karakter peserta didik kelas III Sekolah Dasar? Jelaskan

Karakteristik peserta didik sangat beragam. Di kelas 3 peserta didik memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sangat aktif dan menyukai kegiatan belajar yang aktif pula. Mereka juga sangat kritis dan menyampaikan apa yang mereka inginkan. Peserta didik juga sangat kompetitif dan ingin terlibat dalam berbagai hal.

3. Bagaimana cara mengajarkan

pendidikan karakter yang Bapak/Ibu lakukan kepada peserta didik kelas III Sekolah Dasar? Jelaskan

Dengan menerapkan peraturan kelas yang harus ditaati oleh semua peserta didik dan guru. Pendidikan karakter juga dapat diintegrasikan dalam setiap proses pembelajaran.

4. Apakah cara yang Bapak/Ibu terapkan dapat mempengaruhi karakter peserta didik kelas III Sekolah Dasar?

Ya

5. Apakah kegiatan literasi sudah

diterapkan di Sekolah tempat Bapak/Ibu mengajar?

Sudah

6. Bagaimana penerapan kegiatan

literasi di tempat Bapak/Ibu mengajar?

Di awal tahun pelajaran 2019/2020, setiap pagi kelas 3 melakukan kegiatan literasi dengan membaca buku cerita anak selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Namun, hal tersebut tidak berjalan lancar karena kami kekurangan buku cerita.

7. Apakah peserta didik mengikuti

kegiatan literasi dengan penuh semangat?

Ya

8. Saat kegiatan literasi, peserta

didik membawa buku bacaan sendiri atau disiapkan dari pihak sekolah?

Disiapkan pihak sekolah

9. Apa jenis buku yang sering

dibaca oleh peserta didik?

Buku cerita anak

10. Apakah buku bacaan yang dibaca

oleh peserta didik saat kegiatan literasi memiliki hubungan dengan tema pembelajaran yang dilakukan hari itu?

11. Apakah buku cerita yang dibaca peserta didik saat kegiatan literasi sudah memuat pendidikan

karakter di dalamnya?

Sudah

12. Apakah Bapak/Ibu merasa

kesulitan dalam menemukan buku bacaan yang memuat pendidikan karakter di dalamnya?

Tidak

13. Apakah Bapak/Ibu merasa

kesulitan dalam menemukan buku bacaan yang sesuai dengan tema pembelajaran hari itu?

Ya

14. Apakah penting jika buku bacaan

peserta didik saat kegiatan literasi memiliki hubungan dengan tema pembelajaran yang dilakukan hari itu? Mengapa?

Penting, karena dengan adanya buku bacaan yang terkait dengan tema maka guru dapat mengaitkan bacaan tersebut dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

15. Saran apa yang dapat Bapak/Ibu

berikan terkait dengan pembuatan buku cerita bergambar berbasis pendidikan karakter dan literasi bagi peserta didik kelas III Sekolah Dasar?

Akan lebih baik jika buku yang dibuat dapat memuat pembelajaran tema dengan pendidikan karakter sekaligus. Tentunya dengan tetap memperhatikan muatan isi materi yang akan dibuat. Gambar-gambar yang dibuat juga sebaiknya

berwarna dan menarik. Dengan buku cerita bergambar tersebut tentunya akan menarik minat siswa untuk lebih giat membaca.

Berdasarkan hasil wawancara guru kelas III diperoleh data bahwa peserta didik lebih sering membaca buku bacaan non teks untuk kegiatan literasi. Kegiatan

literasi di SD Negeri Caturtunggal 1 dilakukan setiap pagi selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Buku cerita yang digunakan untuk kegiatan literasi disiapkan oleh pihak sekolah, tetapi hal tersebut kurang berjalan lancar karena keterbatasan jumlah buku cerita. Mereka kesulitan dalam menemukan buku bacaan yang di dalamnya memuat pendidikan karakter sekaligus berhubungan dengan tema pembelajaran. Buku cerita yang dibaca saat kegiatan literasi seharusnya memiliki keterkaitan dengan materi pembelajaran pada hari itu karena guru akan lebih mudah dalam mengaitkan bacaan dengan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Dari permasalahan dan kebutuhan di atas, digunakan oleh peneliti untuk mengembangkan buku cerita bergambar berbasis literasi dan pendidikan karakter berbasis literasi dan pendidikan karakter siswa SD kelas III Tema 5: Cuaca.

4.1.1.2 Pengumpulan Data

Langkah yang kedua adalah pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan cara kajian pustaka. Kajian Pustaka berisi tentang teori-teori yang mendukung penelitian. Peneliti menggunakan sumber berupa buku-buku dan jurnal penelitian yang sudah diterbitkan. Teori-teori yang digunakan oleh peneliti yaitu teori tentang buku cerita bergambar, literasi, pendidikan karakter, karakteristik siswa kelas III SD, dan tema yang akan digunakan dalam pembuatan cerita. Teori tersebut dijelaskan oleh peneliti pada bagian BAB II yang terdiri dari pengertian, jenis-jenis, dan karakterisik.

Teori tentang buku cerita bergambar digunakan peneliti untuk mendesain produk mulai dari sampul buku, isi cerita, dan anatomi buku. Peneliti menggunakan teori karakteristik buku cerita bergambar untuk mendesain buku cerita bergambar yang baik dan menarik. Di dalam cerita terdapat beberapa dialog tokoh dan gambar-gamabar yang dapat menggambarkan suasana dalam cerita, hal tersebut bertujuan agar anak tertarik dan senang saat membaca buku cerita bergambar tersebut.

Teori tentang literasi digunakan peneliti sebagai pedoman dalam pembuatan buku cerita bergambar. Hal ini bertujuan agar buku cerita bergambar sesuai dengan ketentuan dan karakteristik jenis buku yang boleh digunakan dalam kegiatan literasi di sekolah. Salah satu tujuan dari buku cerita bergambar ini adalah supaya produk

buku dapat digunakan saat kegiatan literasi di sekolah yaitu untuk peserta didik kelas III SD.

Teori tentang pendidikan karakter digunakan peneliti sebagai pedoman dalam pembuatan cerita. Teori ini memuat pengertian, macam-macam karakter, dan tujuan dari pendidikan karakter. Pendidikan karakter harus diajarkan sejak dini melalui berbagai hal dan buku cerita adalah salah satu media yang sering digunakan pada anak kelas bawah. Di dalam cerita tersebut harus memuat pendidikan karakter yang sesuai dengan karakter siswa kelas III sekolah dasar. Terdapat sembilan karakter yang dikembangkan dalam penelitian ini, karakter tersebut yaitu: disiplin, tanggung jawab, peduli, percaya diri, teliti, kerjasama, sikap menghargai, jujur, dan patuh terhadap tata tertib.

Teori tentang karakteristik siswa kelas III Sekolah Dasar digunakan peneliti untuk merangkai sebuah cerita. Dengan mengetahui karakteristik siswa tersebut maka peneliti dapat membuat sebuah cerita yang sesuai dengan pola pikir dan kebiasaan yang dilakukan oleh siswa tersebut. Hal ini dapat memudahkan siswa untuk mengetahui alur dan isi dari sebuah cerita.

Teori tentang tema pembelajaran digunakan peneliti untuk menentukan tema yang digunakan sebagai acuan dalam pembuatan cerita. Peneliti menggunakan tema 5 yaitu tentang cuaca. Tema cuaca ini sejalan dengan kebutuhan peserta didik untuk lebih mengetahui kondisi, jenis cuaca dan membedakan keadaan cuaca yang ada di lingkungan sekitar. Cuaca merupakan salah satu kondisi lingkungan yang dapat dirasakan oleh anak karena mereka dapat mengalaminya dalam kehidupan sehari-hari sehingga penting bagi mereka untuk lebih memahami materi tentang cuaca.

4.1.1.3 Desain Produk

Langkah ketiga yang dilakukan peneliti adalah merancang buku cerita bergambar sesuai dengan kebutuhan lapangan. Ada beberapa komponen yang dikembangkan oleh peneliti dalam penyusunan buku cerita bergambar. Berikut komponen-komponen dalam penyusunan buku cerita bergambar.

Dokumen terkait