• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEKERJAAN DINDING DAN PASANGAN

Dalam dokumen SPESIFIKASI UMUM BAB I DATA PROYEK (Halaman 85-92)

Pasal 1 : Batu Bata

1. Batu bata harus mempunyai dimensi dan ukuran yang standar sesuai Peraturan Bahan Bangunan yang berlaku.

2. Batu bata mempunyai dimensi seperti berikut : lebar 10 cm,

panjang 20 cm, dan tebal 5 cm kecuali ditentukan lain dalam Peraturan Bahan Bangunan.

3. Batu bata adalah dari hasil pembakaran yang sempurna dari pabrik

batu bata dimana kondisinya tidak rapuh dan tidak mudah hancur ketika diangkut dan diturunkan pada lokasi pekerjaan.

4. Batu bata bentuknya harus sempurna tidak melengkung dan

permukaanya benar-benar rata untuk semua sisinya.

5. Batu bata mempunyai Kuat Tekan minimal 30 kg/cm2.

6. Perubahan-perubahan pada dimensi dan ukuran batu bata karena

mengikuti dimensi dan ukuran yang berlaku pada daerah tertentu harus disetujui oleh Konsultan supervis.

7. Toleransi hanya diperbolehkan untuk dimensi dan bukan untuk

kualitas.

1. Pasir Pasang/Pasir Halus adalah pasir dengan ukuran butiran halus dan tidak lagi memerlukan proses penyaringan/ayakan jika hendak digunakan.

2. Pasir Pasang/Pasir Halus adalah apsir yang dipakai untuk keperluan Pasangan Batu Gunung, Pasangan Batu Bata, Pasangan Keramik, dan Plasteran Dinding.

3. Pasir Pasang tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% dari berat kering, apabila pasir pasang tersebut mengandung Lumpur lebih dari 5% maka pasir tersebut harus dicuci sebelum dipergunakan.

4. Pasir Pasang/Pasir Halus harus mempunyai butiran yang tajam dan keras.

5. Bersifat kekal dan tidak hancur oleh karena pengaruh panas matahari

6. Pasir Pasang/Pasir Halus adalah pasir yang berasal dari Sungai dan bukan Pasir yang berasal dari laut.

Pasal 4 : Dinding Keramik

1. Keramik yang dipakai untuk semua lapisan dinding adalah setara

ROMAN.

2. Kontraktor Pelaksana harus memperlihat contoh warna, corak,

motif, ukuran dan Brosur Keramik untuk minimal dua merk yang berbeda kepada Konsultan Supervisi untuk disetujui.

3. Ukuran Keramik dinding adalah sesuai dengan Gambar Bestek dan

4. Keramik dinding dipasang langsung pada permukaan dinding batu bata dengan memakai spesi campuran 1 Pc : 2 Ps setebal minimal 1,5 cm.

5. Pasir yang dipakai untuk pasangan Keramik adalah Pasir

Pasang/Pasir Halus.

6. Warna dan Motif Keramik dinding dapat diganti dan diubah pada

masa pelaksanaan konstruksi oleh Konsultan Perencana dan Owner.

7. Permukaan Keramik dinding untuk semua lokasi pemasangan

adalah polished (permukaan halus) kecuali ditentukan lain dalam Gambar Bestek.

8. Tebal Keramik dinding minimal 5 mm.

9. Celah-celah antar Keramik yang timbul akibat pemasangan dan

untuk keperluan perekat dalam arah tebal maksimal 2 mm.

10.Untuk pemasangan Keramik pada bak air bersih sudut-sudut harus

ditumpulkan dengan memakai potongan-potongan Keramik yang dibentuk sedemikian rupa hingga membentuk sudut 30 – 45 derajat.

11.Hasil pemasangan Keramik harus benar-benar rata, tidak

bergelombang, dan tidak melengkung keatas. Kedataran pemasangan Keramik harus diperiksa dengan pekerjaan waterpassing.

Pasal 5 : Plint Motif Keramik Dinding Toilet

2. Kontraktor Pelaksana harus memperlihat contoh warna, corak, motif, ukuran dan Brosur Keramik untuk minimal dua merk yang berbeda kepada Konsultan Supervisi untuk disetujui.

3. Ukuran Plint Keramik sesuai dengan Gambar Bestek dan Bill of

Quantity.

4. Plint Keramik dipasang di atas atau di tengah-tengah pasangan

dinding Keramik Toilet atau sesuai Gambar Bestek dengan memakai spesi campuran 1 Pc : 2 Ps setebal minimal 1,5 cm.

5. Pasir yang dipakai untuk pasangan Plint Keramik adalah Pasir

Pasang/Pasir Halus.

6. Warna dan Motif Plint Keramik dapat diganti dan diubah pada

masa pelaksanaan konstruksi oleh Konsultan Perencana dan Owner.

7. Permukaan Plint Keramik untuk semua lokasi pemasangan adalah

motif ukiran sesuai Gambar Bestek atau sesuai dengan dua motif yang dipilih oleh Konsultan Supervisi.

8. Tebal Plint Keramik minimal 5 mm.

9. Celah-celah antar Plint Keramik atau Nat yang timbul akibat

pemasangan dan untuk keperluan perekat dalam arah tebal maksimal 2 mm.

10.Hasil pemasangan Plint Keramik harus benar-benar rata, tidak

bergelombang, dan tidak melengkung ke atas. Kedataran pemasangan Plint Keramik harus diperiksa dengan pekerjaan waterpassing.

1. Pasangan batu bata 1 bata campuran 1 Pc : 2 Ps dikerjakan hanya pada dinding-dinding Septictank, Bak Tampungan Air bawah Tanah dan Bak Tampungan Limbah Kimia atau sesuai Gambar Bestek.

2. Perekat atau spesi yang dipakai adalah dari campuran 1 Pc : 2 Ps dengan ketebalan maksimal 1,5 cm dan minimal 1 cm.

3. Pasir yang dipakai adalah Pasir Pasang/Pasir Halus.

4. Batu bata harus disiram terlebih dahulu dengan air sebelum

dipasang.

5. Batu bata harus dipasang dengan posisi lapis demi lapis saling bersilangan dan tidak satu garis sambungan.

6. Pasangan batu bata 1 bata dengan campuran 1 Pc : 2 Ps harus kedap air (trasram).

7. Pasangan batu bata tidak boleh melengkung dalam arah vertikal dan dalam arah horizontal.

8. Setiap tinggi 30 cm pemasangan bata harus disediakan benang-benang untuk ketepatan elevasi dan kedataran permukaan.

9. Hasil pemasangan batu bata 1 bata dengan campuran 1 Pc : 2 Ps harus disetujui oleh Konsultan supervisi.

Pasal 7 : Pasangan Dinding Batu Bata 1 Bata Campuran 1 Pc : 4 Ps

1. Pasangan batu bata 1 bata campuran 1 Pc : 4 Ps dikerjakan pada bagian – bagian bangunan yang ditentukan dalam Gambar Bestek. 2. Perekat atau spesi yang dipakai adalah dari campuran 1 Pc : 4 Ps

3. Pasir yang dipakai adalah Pasir Pasang/Pasir Halus.

5. Batu bata harus disiram terlebih dahulu dengan air sebelum

dipasang.

6. Batu bata harus dipasang dengan posisi lapis demi lapis saling bersilangan dan tidak satu garis sambungan.

7. Pasangan batu bata tidak boleh melengkung dalam arah vertikal dan dalam arah horizontal.

8. Setiap tinggi 30 cm pemasangan bata harus disediakan benang-benang untuk ketepatan elevasi dan kedataran permukaan.

9. Hasil pemasangan batu bata 1 bata dengan campuran 1 Pc : 4 Ps harus disetujui oleh Konsultan supervisi.

Pasal 8 : Plesteran Campuran 1 Pc : 2 Ps

1. Sebelum dilakukan plesteran terlebih dahulu permukaan hasil pemasangan bata harus disiram dengan air dengan merata.

2. Plesteran dari campuran 1 Pc : 2 Ps .

3. Pasir yang dipakai adalah pasir Pasang/Pasir Halus. 4. Tebal plesteran dinding minimal 1,5 cm.

5. Plesteran campuran 1 Pc : 2 Ps dilakukan pada pasangan Hollow block atau dinding bata dengan campuran 1 Pc : 2 Ps.

6. Plesteran harus menghasilkan permukaan yang rata untuk semua bidang dinding yang diplester.

7. Plesteran tidak boleh meninggalkan sambungan-sambungan antara plesteran lama dengan plesteran baru yang tidak rata.

8. Lama antara plesteran lama dengan plesteran baru tidak boleh lebih dari satu hari kecuali ditentukan lain oleh Konsultan Supervisi. 9. Hasil pekerjaan plesteran harus benar-benar halus permukaannya sehingga ketika dilakukan pekerjaan cat dinding tidak menimbulkan bekas.

10. Hasil pekerjaan plesteran harus disetujui oleh Konsultan supervisi. Pasal 9 : Plesteran Campuran 1 Pc : 4 Ps

1. Sebelum dilakukan plesteran terlebih dahulu permukaan hasil pemasangan bata harus disiram dengan air dengan merata.

2. Plesteran dari campuran 1 Pc : 4 Ps .

3. Pasir yang dipakai adalah Pasir Pasang/Pasir Halus. 4. Tebal plesteran dinding minimal 1,5 cm.

5. Plesteran campuran 1 Pc : 4 Ps dilakukan pada pasangan dinding bata dengan campuran 1 Pc : 4 Ps.

6. Plesteran harus menghasilkan permukaan yang rata untuk semua bidang dinding yang diplester.

7. Plesteran tidak boleh meninggalkan sambungan-sambungan antara plesteran lama dengan plesteran baru yang tidak rata.

8. Lama antara plesteran lama dengan plesteran baru tidak boleh lebih dari satu hari kecuali ditentukan lain oleh Konsultan Supervisi. 9. Hasil pekerjaan plesteran harus benar-benar halus permukaannya sehingga ketika dilakukan pekerjaan cat dinding tidak menimbulkan bekas.

10. Hasil pekerjaan plesteran harus disetujui oleh Konsultan Supervisi. Pasal 10 : Acian Beton

1. Acian Beton adalah dari campuran 1 SM : 2 PS dengan ketebalan minimal 10 mm.

2. Sebelum pekerjaan acian dilakukan terlebih dahulu permukaan beton harus dikasarkan agar lapisan acian dapat melekat dengan baik.

3. Hasil acian kualitas permukaannya harus dapat melekatnya lapisan Plamur tembok dan lapisan cat dinding.

4. Hasil pekerjaan acian harus menghasilkan permukaan yang halus dan rata.

5. Hasil pekerjaan acian lantai harus disetujui oleh Konsultan Supervisi.

BAB V

PEKERJAAN KOZEN, PINTU,

Dalam dokumen SPESIFIKASI UMUM BAB I DATA PROYEK (Halaman 85-92)

Dokumen terkait