• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN Pasangan Batu Kosong

Dalam dokumen METODE PELAKSANAAN FASPEL LAUT malala (Halaman 35-38)

G. PEKERJAAN TERMINAL RUANG TUNGGU PENUMPANG (Produktifitas : 1.85 m2/hr)

2. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN Pasangan Batu Kosong

 Timbrisan batu kosong (pasangan batu kosong) pada pondasi berfungsi agar pondasi bangunan dapat menjadi penyeimbang terhadap gaya horisontal dan tidak kaku karena berfungsi juga sebagai sendi. Timbrisan (pasangan batu kosong) dipasang pada pondasi poer plat dan pondasi pasangan batu gunung / kali. Timbrisan batu kosong pada pasangan pondasi batu gunung dikerjakan mengikuti pekerjaan urugan pasir bawah pondasi dan pasangan pondasi batu gunung.

Pasangan Pondasi Batu Kali

 Pekerjaan pondasi batu gunung dilaksanakan setelah setengah pekerjaan galian pondasi, pekerjaan urugan pasir, dan pasangan batu kosong. Tanpa harus menunggu selesasinya pekerjaan yang disebutkan tadi. Hal ini dilakukan untuk mempercepat waaktu pelakaksanaan pekerjaan. Dan diusahakan agar material pendukung dan tenaga kerja yang akan dipakai sudah siap dilokasi pekerjaan sehingga dapat diselesaikan sesuai rencana.

 Tahap pelaksanaan pekerjaan pasangan pondasi setelah galian pondasi maka ditaruh pasir urug kemudian dipasang pasangan batu kosong dimana dicelah batu kosong diisikan pasir urug sehingga tidak ada rongga... Dan diatas pasangan batu kosong kita pasang pasangan batu gunung sesuai ketinggian yang direncanakan. Sebelum pasang batu terlebih dahulu dipasang benang sebagai dasar pemasangan yg disesuaikan dgn gambar rencana. Untuk ukuran pondasi dilihat pada gambar rencana.

Pasangan Batu Bata

 Pekerjaan pasangan dinding batu bata dilaksanakan setelah selesai pekerjaan sloof beton dan pekerjaan urugan pasir dan urugan tanah, pelaksanaan pasangan dinding dilaksanakan bersamaan dengan

rabat beton. Tapi ada 2 metode pelaksanaan pasangan dinding. Bisa saja bersamaan dengan pekerjaan struktur atas atau sesudah pekerjaan struktur atas. Semuanya bergantung pada plenning kerja dan metode yang akan dilaksanakan dilapangan dan waktu pelaksanaan pekerjaan , mana yang cepat dan efsien pelaksanaannya. Ukuran dan ketinggian pemasangan dinding harus mengacu pada gambar rencana. Dan volume pekerjaan mengacu pada rab. Serta bahan yang digunakan harus sesuai spek yang diinginkan dan disetujui oleh pihak direksi.

 Bahan dan peralatan yang digunakan :

 Batu merah Sekopang campuran

 Pasir pasangan Sendok campuran

 Semen pc Wadah tempat camp.

 Gerobak pengangkut camp. Benang ukur

 Molen pencampur camp. Kayu

 Sebelum memulai pekerjaan pelaksana lapangan, mandor dan kepala tukang harus melihat posisi pasangan dan menyiku dengan pesawat ukur atau dengan menggunakan benang. Sesudah ditimbang dan diukur sikunya pasangan batu barulah dipasang benang siku dan benang timbang. Barulah mulai dipasang pasangan dinding batu bata.

Plesteran Dinding

 Plesteran dinding dilakukan setelah pekerjaan dinding sudah mencapai 25–50 % pekerjaan pasangan dinding. Hal ini biasa dilakukan agar pekerjaan jadi efsien dan cepat pelaksanaannya. Ketebalan campuran mengacu pada spek teknis dan gambar rencana. Serta volume pekerjaan mengacu pada rab. Serta bahan yang digunakan harus sesuai spek yang diinginkan dan disetujui oleh pihak direksi.

 Plesteran awal dipasang dulu kepala plesteran dengan jarak per 1 m’. Barulah dipasang benang yang mengacu pada kepala plesteran, selesai dibuat kepala plesteran barulah dinding diplester keseluruan menggunakan belabas atau mistar plesteran.

 Bahan dan peralatan yang digunakan :

 Pasir pasangan

 Semen pc

 Gerobak pengangkut campuran

 Molen pencampur campuran

 Wadah tempat campuran

 Benang ukur

 Kayu

 Sekopang campuran

 Sendok campuran

Strika penggosok

Acian Dinding

 Acian dilakukan setelah selesai pekerjaan plesteran dinding dan beton atau pekerjaan plesteran udah berjalan 25-50 % maka acian bisa dilaksanakan . Hal ini biasa dilakukan agar pekerjaan jadi efsien dan cepat pelaksanaannya. Ketebalan campuran mengacu pada spek teknis dan gambar rencana. Serta volume pekerjaan mengacu pada rab. Serta bahan yang digunakan harus sesuai spek yang diinginkan dan disetujui oleh pihak direksi.

 Bahan dan peralatan yang digunakan :

 Semen pc

 Sendok campuran

 Wadah tempat campuran

 Benang ukur

 Kayu

 Mistar plesteran (belabas )  Strika penggosok/ gabus

Pasangan keramik (30 x30)

 Pasangan keramik sudah masuk dalam pekerjaan fnishing pasangan keramik lantai 40 x 40 cm dilaksanakan setelah pekerjaan rabat beton lantai dasar dan tidak ada lagi steger yang mengganggu dan telah selesai pekerjaan plafond, atau minimal pekerjaan plafon sudah dikerjakan 50 %. Dalam pelaksanaan pemasangan lantai keramik terlebih dahulu pelaksana, kep tukang, tukang dan mandor melakukan pengukuran dan mengambil elevasi + 0.00 untuk lantai dasar bangunan, serta menyiku pasangan tegel yang akan dikerjakan. Setelah menyiku dengan benang maka dipasang kepala keramik, agar pemasangan selanjutnya dengan mudah dapat dikerjakan karna pasangan selanjutnya mengacu pada pasangan kepala tegel yang telah awal dipasang dan benang siku yang sudah terpasang.

 Bahan yang akan dipakai harus mendapat persetujuan dari pihak direksi.

 Untuk ukuran dan batas-batas pemasangan mengacu pada gambar rencana kerja, serta volume pekerjaan mengacu pada rab.

 Bahan dan peralatan yang digunakan :

- Tegel/Keramik lantai 30 x 30 cm Gerobak campuran

- Semen PC Molen pencampur

- Semen warna Palu karet

- Sendok campuran Benang ukur

- Wadah tempat campuran

Pasangan Keramik Lantai (20x20) & Dinding (20x25) KM/WC

 Pasangan keramik sudah masuk dalam pekerjaan fnishing jadi pasangan keramik lantai dasar bisa berjalan dan pelaksanaannya setelah pekerjaan plafon selesai dikerjakan. Pasangan keramik 20 x 20 dilaksanakan setelah pekerjaan rabat beton lantai dasar dan tidak ada lagi steger yang mengganggu. Juga telah selesai pekerjaan plafond pada daerah km/wc, atau minimal pekerjaan plafon pada daerah km/wc sudah dikerjakan 50 %.

 Pemasangan tegel/keramik dinding 20 x 25 dipasang di km/wc setelah closet dan bak sudah terpasang. Bahan yang digunakan harus mendapat persetujuan pihak dereksi

 Dalam pelaksanaan pemasangan lantai keramik terlebih dahulu pelaksana, kep tukang, tukang dan mandor melakukan pengukuran dan mengambil ketinggian yang akan dipasang tegel dinding.  Setelah menyiku dengan benang maka dipasang kepala keramik,

agar pemasangan selanjutnya dengan mudah dapat dikerjakan karna pasangan selanjutnya mengacu pada pasangan kepala tegel yang telah awal dipasang dan benang siku yang sudah terpasang.  Untuk ketinggian pasangan mengacu pada gambar rencana. Dan

volume pekerjaan mengacu pada rab

 Bahan dan peralatan yang digunakan sama dengan item pekerjaan pas keramik lainnya;

Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;

Pekerjaan Pasangan, Plesteran dan Lantai dapat diselesaikan dengan asumsi target 3 minggu, maka dengan Volume bobot 2.784 %

pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 21 hari kalender.

3. PEKERJAAN BETON DAN SANITASI

Dalam dokumen METODE PELAKSANAAN FASPEL LAUT malala (Halaman 35-38)

Dokumen terkait