Metode Pelaksanaan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Malala, dilakukan dengan penjelasan sebagai berikut :
I. LINGKUP PEKERJAAN PENGEMBANGAN FASILITAS PELABUHAN MALALA
E. PENGADAAN DAN PEMASANGAN LAMPU SOLAR CELL F. PEKERJAAN MUSHOLLA
G. PEK. TERMINAL RUANG TUNGGU PENUMPANG H. PEK. PEMBANGUNAN GUDANG NON PANGAN I. PEK. PINTU GERBANG PELABUHAN
J. PEK. TANKI PANEL FRP 72 M3 K. PEKERJAAN AKHIR
Pembersihan Lokasi Pekerjaan As-Built Drawing
Demobilisasi
II. WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN
a. Waktu yang direncanakan untuk pekerjaan ini adalah 180 hari kalender.
b. Jam Kerja ;
Jam kerja normal;
Jam kerja normal yaitu dimulai dari jam 08.00 s/d 17.00 atau rata-rata 8 jam waktu kerja dalam sehari. ( 7 jam waktu kerja efektif + 1 jam waktu istirahat )
Jam kerja tambahan;
Jam kerja tambahan dimulai dari jam18.00 s/d 22.00, (4 jam). Pada item pekerjaan yang masuk dalam lintasan kritis akan diterapkan apabila terjadi percepatan dalam pekerjaan.
a. Quarry Pasir
b. Quarry Batu kali dan Sirtu
IV. URAIAN TEKNIS
Pada pelaksanaan ini yang harus dipersiapkan sebelum memulai pekerjaan adalah antara lain :
a. Bahan - bahan
Bahan – bahan yang digunakan adalah ;
Batu Pecah Ukuran 2-3 ; Batu pecah yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus memiliki kualitas bahan terbaik, keras, liat, tahan terhadap goresan & cuaca, tahan lama, bebas dari tanah/sampah dan tidak mengandung lempung. dengan persyaratan yang ditentukan dalam RKS dan telah disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.
Batu Pecah Ukuran 1-2 ; Memiliki kualitas bahan dan berat sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dalam RKS dan telah disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.
Geotextile ; Penggunaan bahan geotextile harus sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan di dalam RKS baik dari segi kualitas bahan maupun jenis yang dipergunakan (sebagai flter) dan telah disetujui oleh Pengawas Pekerjaan. ketentuan yang telah ditetapkan pada persyaratan RKS dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Engineer.
Pasir Beton ; Pasir untuk beton yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus bersih dan bebas dari lempung / zat-zat organik lainnya, mempunyai gradasi sedemikian rupa dan apabila dicampur dengan agregat kasar akan menghasilkan beton dengan kerapatan maksimum.
agregat dengan ukuran tertentu, haruslah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada persyaratan RKS dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Engineer.
Elektrode ; Elektrode yang dipergunakan dalam pekerjaan ini, adalah untuk mengelas baja lunak (Kecuali pipa baja) dan harus mengikuti persyaratan yang ditentukan.Untuk mesin las semi automatic harus kawat komposit dengan ø 2.4 - 3.2 mm.
Contoh Elektrode dan Data pengujiannya harus mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Engineer, sehingga stock dan mutunya bisa dipertanggung jawabkan.
Semen ; dipergunakan dalam pekerjaan ini haruslah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada persyaratan RKS, dari merek-merek fabrikasi yang ditunjuk, yaitu : Portland Cement tahan Sulfate atau Portland Cement Type I ditambah bahan additive yang sesuai. Memiliki sertifkasi pabrik untuk pengujian dan analisa dan harus
Kawat Beton/Kg ; memiliki kualitas bahan dan berat sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dalam RKS dan telah disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.
Baja Profl dan Plat/Kg ; dipergunakan dalam pekerjaan ini adalah yang telah mendapat persetujuan dari Pengawas Pekerjaan, sehingga stock dan mutunya bisa dipertanggungjawabkan.
Papan Multiplex 12 mm ; dipergunakan dalam pekerjaan ini adalah yang telah mendapat persetujuan dari Pengawas Pekerjaan, sehingga stock dan mutunya bisa dipertanggungjawabkan. Untuk bagian yang diekspose menggunakan multiplex dengan lapis kaca flm.
Bahan pendukung lainnya ; seperti air, paku, kayu kelas 1, electrode, oxigen, acetelyn, cat anti karat untuk baja, perancah, olie, papan triplex, Solar, Concrete Bonding Agent, Epoxy Ressin Bonding Agent dan Cat anti karat WP HCL (apabila diperlukan).
b. Peralatan
No. Jenis Alat Jenis Pekerjaan Jumlah(Unit)
1. Excavator Penggalian 1
Pekerja
3. Pengadaan dan Pas. LPJU Solar Cell 4. Pek. Musholla
5. Pek. Terminal Ruang Tunggu Penumpang
6. Pek. Gudang non-Pangan 7. Pek. Pintu Gerbang Pelabuhan 8. Pek. Tangki Panel FRP 72m3
Pekerjaan
8. Water Tank Truck Pengairan 1
c. Tenaga Kerja
Dalam pelaksanaannya tenaga yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah Tenaga yang berpengalaman dalam bidang konstruksi Gedung, Crew beton, Crew besi maupun Crew pengukuran.
Dalam Pelaksanaannya sebelum memulai akan diberi pengarahan terlebih dahulu oleh ;
- Site Manager ataupun Pelaksana Lapangan. Tenaga Kerja yang terlibat dalam pekerjaan ini antara lain ;
- Pekerja ; Kepala Tukang ;
- Tukang Batu ; Mandor ;
- Tukang Cat ; Operator ;
- Tukang Kayu ; Mekanik ;
- Tukang Besi ; Juru Ukur ;
- Tukang Las ; Juru Gambar.
V. METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
Metode pelaksanaan pekerjaan diuraikan secara keseluruhan sebagaimana yang telah dijelaskan dibawah ini ;
DIAGRAM URUTAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
Sedangkan tahapan pelaksanaan masing-masing pekerjaan secara garis besar dijelaskan sebagai berikut ;
A.
PEKERJAAN PERSIAPAN
Pembuatan Papan Nama Proyek
lokasi pekerjaan, antara lain nama proyek, pemilik proyek, kontraktor pelaksana, pengawas lapangan dan waktu pelaksanaan pekerjaan.
Perhitungan kebutuhan tenaga dan Produktiftas
Pengukuran, Pemasangan Bowplank
Pekerjaan pengukuran dilakukan dengan mengambil titik referensi (Bench mark) yang ada di lapangan. Pekerjaan ini dimaksudkan agar lay-out dan Elevasi dari Gambar Rencana dipindahkan ke posisi yang tepat di lapangan. Titik titik referensi harus dapat ditentukan dengan tepat di lokasi, karena dengan kesalahan posisi tersebut akan menyebabkan perubahan yang mendasar dari struktur pendukungnya. Pengukuran dilakukan dengan alat Theodolit dan Waterpass dengan ketelitian yang dapat diterima. Hasil pengukuran akan diajukan ke Pengawas untuk mendapatkan persetujuannya sebelum dilanjutkan dengan pelaksanaan.
a. Alat :
Alat Ukur Theodolith Lengkap Alat Ukur Waterpass Lengkap Alat Bantu
b. Proses Kerja : Papan / Tripleks
Kayu 5/7
Tenaga
Kerja Kwantitas Jum. Tenaga Produktivitas
Mandor 0,100 0,1 Oh
1 Oh 0,1 Oh
1 Bh/ hr
Tukang Kayu 1,000
Kepala Tukang
Pihak kontraktor dan direksi mengadakan pertemuan membahas posisi letak dermaga berdasarkan layout rencana. Untuk pekerjaan ini karena merupakan pekerjaan lanjutan, maka penentuan letak dermaga tinggal melanjutkan dermaga sebelumnya.
Surveyor kemudian mencari lokasi titik BM terdekat dan kemudian membuat Temporary BM di sekitar dermaga dengan berpatokan pada elevasi BM yang menjadi referensi.
Pengukuran dan pemasangan Bouwplank
Perhitungan Kebutuhan tenaga dan Produktiftas kerja mengikuti waktu pelaksanaan pekerjaan fsik. Dengan Asumsi Target 2 minggu
Penyediaan Air Kerja
Penyediaan Air Kerja/Bersih akan segera diadakan setelah selesai dibangun Direksi Keet, barak pekerja dan sarana pelengkap lainnya. Air bersih yang disediakan harus memenuhi persyaratan yang diminta baik diperuntukkan untuk penyediaan air konsumsi harian maupun sebagai air kerja.
Perhitungan Kebutuhan tenaga dan Produktiftas kerja mengikuti waktu pelaksanaan pekerjaan fsik.
Penerangan Lokasi Pekerjaan dan Keamanan
Lampu Penerangan Proyek berguna untuk menerangi aktiftas pekerjaan dimalam hari sehingga perlu ditempatkan pada titik-titik yang tepat dan membuat lampu yang dapat di pindah tempatkan agar dapat menyesuaikan lokasi pekerjaan.
Keamanan area proyek standby 24 jam serta harus memiliki prosedur penerimaan tamu serta membuka dan menutup pintu area proyek. Sehingga lokasi tetap aman dan terjaga.
Mobilisasi
pekerjaan demikian ketatnya, maka rencana mobilisasi ini harus disusun dengan seksama karena hal ini akan mempengaruhi waktu pelaksanaan secara keseluruhan.
Peralatan : - Excavator - Dump truck - Concrete Mixer - Compressor - Generator set - Mesin Las - Theodolite
Pembenahan/Kelengkapan Direksi Keet, dan Bangsal Kerja
Untuk Direksi Keet, dibuat dengan konstruksi semi permanen dengan ukuran sesuai gambar dan luas dilengkapi mobiler sederhana 1 meja tulis, 2 buah kursi duduk, 1 stel kursi tamudan 1 lembar tripleks tempat menempel gambar.
Untuk gudang dan bangsal kerja dibuat bangunan sementara yang dapat melindungi pekerjadari panas dan hujan.Bangunan ini harus dibongkar setelah pekerjaan selesai dilaksanakan.Kontraktor harus membuat bangsal kerja untuk pekerjaan dan gudang untukmenyimpan bahan-bahan bangunan dan peralatan pekerjaan dan pintunyaharus mempunyai kunci yang kuat/baik untuk keamanan bahan dan perlengkapan proyek.
Direksi Keet, Gudang Kerja dan Bansal Kerja
Laboratorium Pengujian Beton
Tujuan pengujian ini adalah untuk memperoleh angka slump beton. Pengujian ini dilakukan terhadap beton segar yang mewakili campuran beton.
Hasil pengujian ini digunakan dalam pekerjaan : Perencanaan campuran beton;
Pengendalian mutu beton pada pelaksanaan pembetonan.
Kegiatan Ini diperlukan untuk melakukan dokumentasi kegiatan proyek pada saat awal pekerjaan yang dimulai dari 0 (nol) persen hingga 100 (seratus) persen. Selanjutnya dengan Dokumentasi Kegiatan yang ada, dilakukan proses administrasi terhadap semua pekerjaan termasuk Pelaporan Harian, Bulanan dan Mingguan sebagai bukti progres kerja selama pekerjaan berjalan; dan As-Built Drawing ; Gambar sesuai pelaksanaan yang dibuat setelah gambar rencana dari konsultan perencana mendapat persetujuan dan pengesahan.
Peralatan yang digunakan :
1 set kamera
1 set komputer beserta peralatannya 1 set printer beserta peralatannya Kertas gambar (A3)
B.
PEKERJAAN BAVING BLOCK
(produktifitas:
27.89 m2/hr)
1. Beton Tumbuk 1:3:5 2. Pek. Urugan Pasir 3. Pek. Pas. Pavingblok 4. Pek. Beton Kansteen
Beton Tumbuk adalah beton untuk pengunci pasangan pavingblok, beton tumbuk terdiri dari bahan; semen, pasir, batu pecah dan air; Pek. Urugan pasir dilaksanakan sebelum pemasangan pavingblok
sebagai alas/dasar dari pasangan pavingblok;
Pek. Beton kansteen dilakukan setelah selesai pekerjaan pasangan paving, diman beton kansteen berfungsi sebagai pengunci tepi dari pasangan paving agar terlihat rapi;
Langkah kerja;
- Sebelum pekerjaan Pas. Paving dimulai terlebih dahulu Urug pasir sampai batas level yang ditentukan olah gambar rencana;
- Ratakan pasir sampai batas/level yang ada, sesuai dengan gambar kerja;
- Pasang pavingblok sedemikian rupa hingga mencapai volume yang sesuai dengan rab;
- Pasang beton kansteen pada posisi tepi pasangan pavingblok sebagai pengunci, agar terlihat rapi;
- Setelah Paving terpasang, Urug/sebar pasir diatas pasangan pavingblok supaya rongga antar paving terisi oleh pasir;
Pekerjaan Pasang Paving Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
Pekerjaan Paving Blok dapat diselesaikan dengan asumsi target 14 minggu,
C.
PEKERJAAN GUDANG PELABUHAN
(produktifitas:
3.06 m2/hr)
1. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR Galian Tanah Pondasi
Setelah selesai diadakan pembersihan, pengukuran dan pemasangan bouwplank maka dilakukan pekerjaan galian pondasi poer plat, dimana kedalaman galian dan dimensi galian disesuaikan dan mengikuti gambar kerja rencana yang menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Adapun galian pondasi poer dilakukan dengan menggunakan alat berat (excavator) karena kedalaman pondasi yg akan dicapai cukup dalam serta penghematan waktu kerja dan perapihan dengan menggunankan tenaga manusia.
Urugan Tanah Bekas Galian
Pekerjaan urugan kembali dilakukan setelah pekerjaan pondasi poer sudah selesai, pedestal kolom, Telah diselesaikan minimal pekerjaan ini mengikuti pekerjaan galian pondasi dan pekerjaan ini diikuti dengan pekerjaan urugan tanah pada lantai.
Urugan Pasir Bawah Pondasi
Urugan pasir pada pondasi poer plat dilaksanakan setelah dilakukan pekerjaan galian pondasi poer plat serta perapihan galian adapupn pekerjaan urugan pasir pelaksanaannya pengikuti pekerjaan galian pondasi poer plat.
Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
Pekerjaan Tanah dan Pasir dapat diselesaikan dengan asumsi target 2 minggu, maka dengan Volume bobot 0.820 % pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 14 hari kalender.
2. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN Pasangan Batu Kosong
pondasi poer plat dan pondasi pasangan batu gunung / kali. Timbrisan batu kosong pada pasangan pondasi batu gunung dikerjakan mengikuti pekerjaan urugan pasir bawah pondasi dan pasangan pondasi batu gunung.
Pasangan Pondasi Batu Kali
Pekerjaan pondasi batu gunung dilaksanakan setelah setengah pekerjaan galian pondasi, pekerjaan urugan pasir, dan pasangan batu kosong. Tanpa harus menunggu selesasinya pekerjaan yang disebutkan tadi. Hal ini dilakukan untuk mempercepat waaktu pelakaksanaan pekerjaan. Dan diusahakan agar material pendukung dan tenaga kerja yang akan dipakai sudah siap dilokasi pekerjaan sehingga dapat diselesaikan sesuai rencana.
Tahap pelaksanaan pekerjaan pasangan pondasi setelah galian pondasi maka ditaruh pasir urug kemudian dipasang pasangan batu kosong dimana dicelah batu kosong diisikan pasir urug sehingga tidak ada rongga... Dan diatas pasangan batu kosong kita pasang pasangan batu gunung sesuai ketinggian yang direncanakan. Sebelum pasang batu terlebih dahulu dipasang benang sebagai dasar pemasangan yg disesuaikan dgn gambar rencana. Untuk ukuran pondasi dilihat pada gambar rencana.
Pasangan Batu Bata
Pekerjaan pasangan dinding batu bata dilaksanakan setelah selesai pekerjaan sloof beton dan pekerjaan urugan pasir dan urugan tanah, pelaksanaan pasangan dinding dilaksanakan bersamaan dengan rabat beton. Tapi ada 2 metode pelaksanaan pasangan dinding. Bisa saja bersamaan dengan pekerjaan struktur atas atau sesudah pekerjaan struktur atas. Semuanya bergantung pada plenning kerja dan metode yang akan dilaksanakan dilapangan dan waktu pelaksanaan pekerjaan , mana yang cepat dan efsien pelaksanaannya. Ukuran dan ketinggian pemasangan dinding harus mengacu pada gambar rencana. Dan volume pekerjaan mengacu pada rab. Serta bahan yang digunakan harus sesuai spek yang diinginkan dan disetujui oleh pihak direksi.
Bahan dan peralatan yang digunakan :
Batu merah Sekopang campuran
Semen pc Wadah tempat camp. Gerobak pengangkut camp. Benang ukur
Molen pencampur camp. Kayu
Sebelum memulai pekerjaan pelaksana lapangan, mandor dan kepala tukang harus melihat posisi pasangan dan menyiku dengan pesawat ukur atau dengan menggunakan benang. Sesudah rencana. Serta volume pekerjaan mengacu pada rab. Serta bahan yang digunakan harus sesuai spek yang diinginkan dan disetujui oleh pihak direksi.
Plesteran awal dipasang dulu kepala plesteran dengan jarak per 1 m’. Barulah dipasang benang yang mengacu pada kepala plesteran, selesai dibuat kepala plesteran barulah dinding diplester keseluruan menggunakan belabas atau mistar plesteran.
Bahan dan peralatan yang digunakan :
Pasir pasangan
Mistar plesteran ( belabas ) Strika penggosok
Acian Dinding
Bahan dan peralatan yang digunakan :
Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
Pekerjaan Pasangan dan Plesteran dapat diselesaikan dengan asumsi target 3 minggu, maka dengan Volume bobot 2.275 % pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 21 hari kalender.
3. PEKERJAAN BETON DAN SANITASI Pondasi Poer Plat;
Sebelum pelaksanaan pengecoran plat poer terlebih dahulu besi poer dengan ukuran yang sudah ditentukan dalam gambar perencanaan dirakit bersamaan dengan bakesting (mall) plat poer oleh tukang besi, tukang kayu, Kep. tukang, Pekerja, dan Mandor dan pelaksanaan perakitan besi dan mall dilakukan sebelum pekerjaan pengecoran. Sesudah dirakit barulah pembesian poer di pasang pada tempat poer yang sudah di tentukan, bersamaan dengan tulangan poer tulangan pembesian pedestel kolom juga di pasang bersamaan, juga mall dari poer plat.
Pada saat pemasangan tulangan poer posisi dari tulangan tersebut di atur agar betul – betul pada posisinya karena bila terjadi kesalahan pengaturan dudukannya maka akan berpengaruh terhadap posisi kolom diatasnya. Karena poer dan kolom saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan posisinya harus tepat berada pada titik yang sudah disiku dan sudah ditentukan pada saat pengukuran dan pemasangan bouwplank.
Pekerjaan Sloof
Setelah selesai pasangan pondasi dan fabrikasi mall dan besi maka dilakukan pemasangan benang untuk kelurusan sloof, kemudian dilakukan pemasangan pembesian untuk sloof setelah selesai pembesian sloof atau minimal 50 % telah selesai maka dipasang bakesting sloof dan kemudian dilakukan pengecoran sloof beton berbarengan dengan dipasangnya steak besi utk kolom praktis. Setelah selesai pekerjaan sloof brulah mulai dimulai pekerjaan pasangan dinding dan penelesaian urugan tanah dan urugan pasir.
Sebelum diadakan pengecoran bahan-bahan yang akan dipakai, agregat halus (pasir), agregat kasar (cipping/split/batu koral), semen diperiksa terlebih dahulu apakah terbebas dari bahan-bahan anorganik yang dapat merusak ketahanan beton. Setelah selesai diperiksa dan bahan-bahan tersebut layak digunakan, barulah pelaksanaan pengecoran dilaksanakan
Bahan yang digunakan dan alat yang digunakan:
- Agregat halus ( pasir )
- Paku, besi beton, kawat beton
- Air
Pekerjaan pengecoran lantai Beton bangunan dilaksanakan setelah masuk pekerjaan fnishing dinding bangunan. Adapun tahapan pekerjaan ini dilaksanakan dimana selesai urugan tanah bawah lantai yang telah dipadatkan kemudian pekerjaan urugan pasir bawah lantai yang sudah dipadatkan. Barulah pekerjaan lantai beton bangunan dimana beton yang dipakai disini adalah beton tulangan dengan campuran 1 : 2 : 3.
Adapun pelaksanaan pengecoran ini ketebalan dan batasnyya mengacu pada benang yang sudah dipasasang sebagai bahan acuan. Setelah selesai pengecoran, dan campuran masih agak basah maka kita membuat tali air diatas permukaan beton.
Bahan dan alat bantu yang digunakan :
Pasir Campuran
Cipping
Kolom Beton 25/25
Pekerjaan kolom beton dilakukan setelah pekerjaan sloof dan pedestal kolom. Pekerjaan kolom beton dilaksanakan bisa setelah pekerjaan pasangan batu berjalan 25 – 50 % atau pekerjaan kolom dilaksanakan duluan. Tergantung metode pelaksanaan dilapangan mana yang cepat dan baik. Sebelum pelaksanaan pengecoran terlebih dahulu mall dan pembesian kolom difabrikasi sesuai jumlah dan ukuran yang disesuaikan berdasarkan gambar rencana kerja.
Pemasangan pembesian kolom (ukuran besi utama, besi begel dan jumlah besi) mengacu pada gambar rencana yang ada. Sedangkan volume pengecoran kolom mengacu pada gambar dan rab.
Sebelum diadakan pengecoran bahan-bahan yang akan dipakai, agregat halus (pasir), agregat kasar (cipping/split/batu koral), semen diperiksa terlebih dahulu apakah terbebas dari bahan-bahan anorganik yang dapat merusak ketahanan beton. Setelah selesai diperiksa dan bahan-bahan tersebut layak digunakan, barulah pelaksanaan pengecoran dilaksanakan.
Bahan yang digunakan dan alat yang digunakan sama dengn pekerjaan pengecoran lainnya.
Ring balk beton 15/20
Pekerjaan ring balk beton pengecorannya dilakukan setelah pasangan dinding selesai. Sebelum pekerjaan ini dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan pekerjaan fabrikasi pembesian dan fabrikasi mall. Serta tersedianya bahan bahan pendukung untuk pekerjaan ini. Dan pengecoran dari pekerjaan ini biasanya dilaksanakan bersamaan dengan pengecoran plat dan balok.
Sebelum diadakan pengecoran bahan-bahan yang akan dipakai, agregat halus (pasir),agregat kasar ( cipping/split/batu koral ), semen diperiksa terlebih dahulu apakah terbebas dari bahan-bahan anorganik yang dapat merusak ketahanan beton. Juga bahan kayu yang akan dipakai sebagai gelagar serta penopang dinding balok beton serta steger sebagai penopang gelagar dan multipleks sebagai landasan pengecoran apakah kuat dan tidak lapuk dipakai setelah selesai diperiksa dan bahan-bahan tersebut layak digunakan, barulah pelaksanaan pengecoran dilaksanakan.
Beton Tumbuk 1:3:5
Pekerjaan mengikuti pekerjaan urugan pasir, pasangan batu kosong pada pondasi poer plat. Adapun ketebalan lantai kerja : 5 cm dan memakai beton tumbuk campuran 1 : 3 : 5. Adapun bahan bahan yang akan di pakai (pasir, cipping, semen, air) harus bersih dari kotoran atau bahan organik yang dapat mengganggu daya tahan beton.
Pekerjaan Lantai Rabat Beton
Pekerjaan pengecoran lantai rabat keliling bangunan dilaksanakan setelah masuk pekerjaan fnishing dinding bangunan. Adapun tahapan pekerjaan ini dilaksanakan dimana selesai urugan tanah bawah lantai yang telah dipadatkan kemudian pekerjaan urugan pasir bawah lantai yang sudah dipadatkan. Barulah pekerjaan rabat beton keliling bangunan dimana beton yang dipakai disini adalah beton tanpa tulangan dengan campuran 1 : 2 : 5.
Adapun pelaksanaan pengecoran ini ketebalan dan batasnya mengacu pada benang yang sudah dipasasang sebagai bahan acuan. Setelah selesai pengecoran, dan campuran masih agak basaw maka kita membuat tali air diatas permukaan beton.
Bahan dan alat bantu yang digunakan :
Pasir Campuran campuran beton tanpa tulangan dengan campuran 1:2:3.
- Agregat halus ( pasir )
- Paku, besi beton, kawat beton
- Air
- Mesin molen
- Balok Kayu
- Steger Penopang
Sebelum melaksanakan pekerjaan semua peralatan disiapkan , tenaga kerja sudah harus stand by dilokasi, bahan yang akan digunakan sudah siap dilokasi pekerjaan. Untuk bahan yang akan digunakan harus mendapat persetujuan direksi pekerjaan dan bahan bahan tersebut bebas dari bahan-bahan organik yang dapat membuat daa tahan beton berkurang. Setelah semuax (gambar, bahan, peralatan dan persetujuan direksi) maka pelaksanaan pengecoran saluran dapat dilaksanakan.
Bahan dan alat bantu yang digunakan :
Pasir campuran
Cipping
Semen pc
Molen
Alat bantu
Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
Pekerjaan Beton dan Sanitasi dapat diselesaikan dengan asumsi target
5 minggu, maka dengan Volume bobot 8.485 % pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 35 hari kalender.
4. PEKERJAAN KUSEN/KUDA-KUDA DAN ATAP Kusen Pintu, Jendela dan Ventilasi
Pekerjaan pasangan kusen kayu kelas i pemasangannya mengikuti pekerjaan pasangan dinding. Adapun bahan yang digunakan menggunakan kayu kelas i, sedangkan daun pintunya terpasang setelah selesai pekerjaan fnishing dinding dan pekerjaan lantai tegel. Pemasangan kusen kayu haruslah sejajar atau siku terhadap dinding yang terpasang. Begitupun dengan pintunya haruslah sejajar dan siku terhadap pasangan kusennya. Digunakan haruslah mendapat persetujuan pengawas lapangan dan direksi lapangan.
Fabrikasi kusen dan daun pintu sudah harus dilakukan minimal 2 minggu sebelum dipasangkan atau 2 minggu sebelum dilaksanakannya pekerjaan pasangan batu.
Bahan dan peralatan yang digunakan :
- Kusen Kayu Kelas I
- Daun Pintu Kayu Kelas I
- Kaca 5 mm
- Door Clouser
- Grendel Pintu
- Kunci Pintu
- Mur/ Baut
Pek. Rangka Kap/Kuda-Kuda Baja Ringan
Pekerjaan Rangka Atap dilakukan setelah selesai pengecoran pekerjaan Ringbalok. Karena kuda-kuda rangka baja ringan bertumpuh pada kolom dan ringbalok beton. Sebelum pemasangan awal dilakukan fabrikasi terhadap rangka baja ringan Bahan yang digunakan pada pekerjaan ini harus mengacu pada
spek teknis serta luasan dan ukurannya mengacu pada gambar rencana dan Rab.
Sebelum dipasang bahan yang digunakan harus sesuai spek teknis dan disetujui oleh direksi proyek dan pengawas lapangan.
Bahan yang digunakan adalah :
Rangka baja ringan
Woodplank motif kayu
Mur baut
Dynabolt
Bor listrik
Benang
Pas. Atap Spandek dan Bumbungan Plat Seng BJLS 20mm
Pekerjaan Penutup Atap Utama (Spandeck) Pekerjaan Pemasangan Atap Spandek dilaksanakan setelah pekerjaan Rangka Atap baja ringan selesai dilaksankanan. Atau minimal pekerjaan Rangka Atap Baja Ringan telah dilaksankan 50 % - 75 %. Maka pekerjaan penutup atap dapat dilaksanakan.
Bahan yang digunakan adalah :
Atap Spandeck
Bubungan Atap Aluminium
Mur baut
Dynabolt
Bor Listrik
Benang
Pek. Rangka Plafond +Pas. Plafond + list Plafond
Pekerjaan Plafond Dilakukan Setelah selesai pekerjaan atap Dan Selesai pekerjaan plesteran dinding Atau 50% plesteran dinding telah selesai. Terutama yang bagian atas.
Dan pada saat pemasangan Rangka Plafond gelagar utama akan gantungan tersebut yang akan memegang gelagar utama agar tidak jatuh pada saat sudah ada beban plafondnyya .
Sebelum dipasang plafond semua pekerjaan instalasi listrik maupun instalasi air yang instalasi nya berada di atas plafon sudah harus diselesaikan agar tidak mengganggu pekerjaan plafond . Pelaksanaannya pelaksana lapangan dan Pengawas serta tukang
sama sama mengukur ketinggian palfond dari lantai. Kemudian ditimbang ketitik-titik lainnya dengan menggunakan slang timbang atau pesawat ukur. Pada batas ketinggian itu. Dipasang aluminium siku pada dinding sebagai acuan dan dudukan rangka plafond. Setelah Pekerjaan Rangka Plafond Berjalan 50 % kita sudah harus
memasang plafond. Pemasnga plafond gypsum dipasang dimana sambungannya diusahakan jangan sampai terjadi lendutan. Dan pada saat pemasangan tripleks. Sudah harus dibuatkan juga jalur kabel pada titik lampu yang sudah ditentukan.
Pemasanga Les plafond sudah bisa berjalan setelah plafond utama sudah terlaksana 50% - 75%
Pas. Lisplank Kalsiplank
Pekerjaan Lisplank Papan Kalsiboard Dilaksanakan Setelah Pekerjaan Rangka Atap dan Penutup Atap selesai dilaksanakan.
Pek. Pintu Besi dan Ram Ventilasi
Fabrikasi pintu Besi Gudang dan Ram Ventilasi sudah harus dilakukan minimal 2 minggu sebelum dipasangkan atau 2 minggu sebelum dilaksanakannya pekerjaan pasangan batu.
Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
Pekerjaan Kusen/kuda-kuda dan Kap dapat diselesaikan dengan asumsi target 3 minggu, maka dengan Volume bobot 4.845 % pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 21 hari kalender.
5. PEK. PENGECATAN DAN INSTALASI Pengecatan Tembok
Bahan yang digun akan haruslah sesuai dengan spek teknis yang ada dan warna haruslah mendapat persetujuan pemilik pekerjaan. Untuk volume pengecatan mengacu pada gambar dan rab.
Untuk pengecatan dinding dalam dilaksanakan setelah acian dalam gedung selesai atau 50 -75% selesai. biasanya dalam pelaksanaan pengecatan dasar dulu dilakukan setelah plafond dan tegel selasai dikerja dan sudah rapi pekerjaan didalam ruangan barulah didobel dengan pengecatan fnish.
Bahan yang digunakan haruslah sesuai dengan spek teknis yang ada dan warna haruslah mendapat persetujuan pemilik pekerjaan. Untuk volume pengecatan mengacu pada gambar dan rab.
Pengecatan Kayu
Pengecatan kayu melamin dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengotori bidang yang lain dan perlu tenaga yang ahli dalam melakukan pekerjaan ini, awal pintu yang akan di melamin harus didempul dalulu untuk menutup pori –pori dan sambungan kayu. Baru digosok pintunya agar rapi, barulah di melamin sesudah dimelamin baru diclear fnish akhir.
Pengecatan Pintu Besi
Pengecatan Pintu Besi dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengotori bidang yang lain, perlu tenaga yang ahli dalam melakukan pekerjaan ini, pintu yang akan dicat harus didempul dahulu untuk menutup lubang bekas las. Baru digosok agar rapi, baru di cat dasar/meni gunanya untuk menutup pori-pori, kemudian dilakukan pengecatan secara menyeluruh, untuk mendapatkan hasil yang maksimal harus dilakukan berulang-ulang.
Pengecatan Atap
Pekerjaan Instalasi Listrik
Pelaksanaan instalasi listrik sudah dilakukan pada saat pemasangan mall plat lantai. Dimana dipasang jalur dan sparing kabel dari lantai dasar ke lantai dua dan tarikan kabelnya bersamaan dengan pekerjaan pemasangan rangka plafond. Serta pemasangan pipa di dinding untuk instalasi stop kontak dan saklar. Dimana semua kabel ini terhubung ke pusat panel. Dimana daya akan masuk ke panel utama dan dari panel utama akan disalurkan ke panel pembagi. Baru ke lampu , saklar dan stop kontak.
Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
D.
PEMBANGUNAN DRAINASE
(Produktifitas :
6.11 m/hr)
Pekerjaan Saluran Drainase Pek. Plat Deker
Pek. Pengecoran Saluran Drainase dilakukan setelah selesai pasangan galian saluran, urugan pasir disaluran, pasangan batu kosong pada saluran. Kemudian dibuat beton untuk Saluran Drainase.
Adapun campuran yang digunakan pada pengecoran ini adalah campuran beton tanpa tulangan dengan campuran 1 : 2 : 3.
Sebelum melaksanakan pekerjaan semua peralatan disiapkan, tenaga kerja sudah harus stand by dilokasi, bahan yang akan digunakan sudah siap dilokasi pekerjaan. Untuk bahan yang akan digunakan harus mendapat persetujuan direksi pekerjaan dan bahan bahan tersebut bebas dari bahan-bahan organik yang dapat membuat daa tahan beton berkurang. Setelah semuax (gambar, bahan, peralatan dan persetujuan direksi) maka pelaksanaan pengecoran saluran dapat dilaksanakan.
Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
Pekerjaan Saluran dapat diselesaikan dengan asumsi target 5 minggu, maka dengan Volume 4.40 m3/hr (3.144 %) pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 35 hari kalender.
Pekerjaan Pengecoran Plat Decker dilakukan sama halnya seperti Pekerjaan pengecoran lainnya;
Bahan dan alat bantu yang digunakan : 1. Pasir campuran
2. Cipping 3. Semen pc 4. Molen 5. Alat bantu
Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
E.
PENGADAAN DAN PEMASANGAN LPJU SOLAR CELL
(Produktifitas: 0.24 bh/hr)
Pek. Galian
Pekerjaan galian ini dilakukan setelah adanya penentuan titik tiang lampu dari direksi, dimana kedalaman galian dan dimensi galian disesuaikan dan mengikuti gambar kerja rencana yang menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan;
Beton bertulang Pondasi Tiang
Pengecoran Beton dudukan tiang lampu dikerjakan setelah fabrikasi besi dilakukan, ukuran dan dimensi disesuaikan dengan gambar kerja; Sebelum melakukan pengecoran fabrikasi besi dipasang sedemikian
rupa bersamaan dengan angkur tiang lampu dipasang (dikiat/dilas), sehingga saat pengecoran angkur tidak berubah posisinya;
Pengadaan Tiang, Lampu Solar Cel dan Instalasi
Pemasangan Tiang dan Lampu LED
Pemasangan Battery setelah tiang dan modul Solar Cell telah terpasang.
Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Lampu Solar Cell dapat diselesaikan dengan asumsi target 13 minggu, maka dengan Volume bobot 9.172 %
pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 91 hari kalender.
F.
PEKERJAAN MUSHOLLA
(Produktifitas : 1.23
m2/hr)
Galian Tanah Pondasi
Setelah selesai diadakan pembersihan, pengukuran dan pemasangan bouwplank maka dilakukan pekerjaan galian pondasi poer plat, dimana kedalaman galian dan dimensi galian disesuaikan dan mengikuti gambar kerja rencana yang menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Adapun galian pondasi poer dilakukan dengan menggunakan alat berat (excavator) karena kedalaman pondasi yg akan dicapai cukup dalam serta penghematan waktu kerja dan perapihan dengan menggunankan tenaga manusia.
Urugan Tanah Bekas Galian
Pekerjaan urugan kembali dilakukan setelah pekerjaan pondasi poer sudah selesai, pedestal kolom, Telah diselesaikan minimal pekerjaan ini mengikuti pekerjaan galian pondasi dan pekerjaan ini diikuti dengan pekerjaan urugan tanah pada lantai.
Urugan Pasir Bawah Pondasi
Urugan pasir pada pondasi poer plat dilaksanakan setelah dilakukan pekerjaan galian pondasi poer plat serta perapihan galian adapupn pekerjaan urugan pasir pelaksanaannya pengikuti pekerjaan galian pondasi poer plat.
Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
Pekerjaan Tanah dan Pasir dapat diselesaikan dengan asumsi target 2 minggu, maka dengan Volume bobot 0.386% pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 14 hari kalender.
2. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN Pasangan Batu Kosong
Timbrisan batu kosong (pasangan batu kosong) pada pondasi berfungsi agar pondasi bangunan dapat menjadi penyeimbang terhadap gaya horisontal dan tidak kaku karena berfungsi juga sebagai sendi. Timbrisan (pasangan batu kosong) dipasang pada pondasi poer plat dan pondasi pasangan batu gunung / kali. Timbrisan batu kosong pada pasangan pondasi batu gunung dikerjakan mengikuti pekerjaan urugan pasir bawah pondasi dan pasangan pondasi batu gunung.
Pekerjaan pondasi batu gunung dilaksanakan setelah setengah pekerjaan galian pondasi, pekerjaan urugan pasir, dan pasangan batu kosong. Tanpa harus menunggu selesasinya pekerjaan yang disebutkan tadi. Hal ini dilakukan untuk mempercepat waaktu pelakaksanaan pekerjaan. Dan diusahakan agar material pendukung dan tenaga kerja yang akan dipakai sudah siap dilokasi pekerjaan sehingga dapat diselesaikan sesuai rencana.
Tahap pelaksanaan pekerjaan pasangan pondasi setelah galian pondasi maka ditaruh pasir urug kemudian dipasang pasangan batu kosong dimana dicelah batu kosong diisikan pasir urug sehingga tidak ada rongga... Dan diatas pasangan batu kosong kita pasang pasangan batu gunung sesuai ketinggian yang direncanakan. Sebelum pasang batu terlebih dahulu dipasang benang sebagai dasar pemasangan yg disesuaikan dgn gambar rencana. Untuk ukuran pondasi dilihat pada gambar rencana.
Pasangan Batu Bata
Pekerjaan pasangan dinding batu bata dilaksanakan setelah selesai pekerjaan sloof beton dan pekerjaan urugan pasir dan urugan tanah, pelaksanaan pasangan dinding dilaksanakan bersamaan dengan rabat beton. Tapi ada 2 metode pelaksanaan pasangan dinding. Bisa saja bersamaan dengan pekerjaan struktur atas atau sesudah pekerjaan struktur atas. Semuanya bergantung pada plenning kerja dan metode yang akan dilaksanakan dilapangan dan waktu pelaksanaan pekerjaan , mana yang cepat dan efsien pelaksanaannya. Ukuran dan ketinggian pemasangan dinding harus mengacu pada gambar rencana. Dan volume pekerjaan mengacu pada rab. Serta bahan yang digunakan harus sesuai spek yang diinginkan dan disetujui oleh pihak direksi.
Bahan dan peralatan yang digunakan :
- Batu merah Sekopang
campuran
- Pasir pasangan Sendok campuran
- Semen pc Wadah tempat camp.
- Gerobak pengangkut camp. Benang ukur
- Molen pencampur camp. Kayu
Sesudah ditimbang dan diukur sikunya pasangan batu barulah rencana. Serta volume pekerjaan mengacu pada rab. Serta bahan yang digunakan harus sesuai spek yang diinginkan dan disetujui oleh pihak direksi.
Plesteran awal dipasang dulu kepala plesteran dengan jarak per 1 m’. Barulah dipasang benang yang mengacu pada kepala plesteran, selesai dibuat kepala plesteran barulah dinding diplester keseluruan menggunakan belabas atau mistar plesteran.
Bahan dan peralatan yang digunakan :
Pasir pasangan
Mistar plesteran ( belabas ) Strika penggosok
Acian Dinding
Acian dilakukan setelah selesai pekerjaan plesteran dinding dan beton atau pekerjaan plesteran udah berjalan 25-50 % maka acian bisa dilaksanakan . Hal ini biasa dilakukan agar pekerjaan jadi efsien dan cepat pelaksanaannya. Ketebalan campuran mengacu pada spek teknis dan gambar rencana. Serta volume pekerjaan mengacu pada rab. Serta bahan yang digunakan harus sesuai spek yang diinginkan dan disetujui oleh pihak direksi.
Bahan dan peralatan yang digunakan :
Semen pc
Pekerjaan Pasangan dan Plesteran dapat diselesaikan dengan asumsi target 3 minggu, maka dengan Volume bobot 1.031 % pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 21 hari kalender.
3. PEKERJAAN BETON DAN SANITASI Pondasi Poer Plat;
Sebelum pelaksanaan pengecoran plat poer terlebih dahulu besi poer dengan ukuran yang sudah ditentukan dalam gambar perencanaan dirakit bersamaan dengan bakesting (mall) plat poer oleh tukang besi, tukang kayu, Kep. tukang, Pekerja, dan Mandor dan pelaksanaan perakitan besi dan mall dilakukan sebelum pekerjaan pengecoran. Sesudah dirakit barulah pembesian poer di pasang pada tempat poer yang sudah di tentukan, bersamaan dengan tulangan poer tulangan pembesian pedestel kolom juga di pasang bersamaan, juga mall dari poer plat.
Pada saat pemasangan tulangan poer posisi dari tulangan tersebut di atur agar betul – betul pada posisinya karena bila terjadi kesalahan pengaturan dudukannya maka akan berpengaruh terhadap posisi kolom diatasnya. Karena poer dan kolom saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan posisinya harus tepat berada pada titik yang sudah disiku dan sudah ditentukan pada saat pengukuran dan pemasangan bouwplank.
Waktu pelaksanaan dari pekerjaan pengecoran pondasi poer plat bergantung dari jumlah tenaga yang digunakan dan kapasitas kerja tenaga kerja yang dipakai serta alat yang digunakan dalam pekerjaan ini.
Pekerjaan Sloof
Pekerjaan sloof beton dilakukan setelah selesai pekerjaan pasangan pondasi pasangan batu gunung atau 50% pasangan pondasi batu gunung telah selesai dikerjakan. Sebelum melaksanakan pengecoran sloof beton sudah harus dilokasi pekerjaan tenaga yang akan digunakan, bahan material yang akan digunakan serta peralatan pendukung pekerjaan ini dan fabrikasi pembesian sloof sesuai ukuran sloof, ukuran besi dan jumlah besi yang akan dipakai berdasarkan gambar kerja, serta fabrikasi bakesting/mall beton sesuai ukuran sloof beton yang akan dicor.
kemudian dilakukan pemasangan pembesian untuk sloof setelah selesai pembesian sloof atau minimal 50 % telah selesai maka dipasang bakesting sloof dan kemudian dilakukan pengecoran sloof beton berbarengan dengan dipasangnya steak besi utk kolom praktis. Setelah selesai pekerjaan sloof brulah mulai dimulai pekerjaan pasangan dinding dan penelesaian urugan tanah dan urugan pasir.
Sebelum diadakan pengecoran bahan-bahan yang akan dipakai, agregat halus (pasir), agregat kasar (cipping/split/batu koral), semen diperiksa terlebih dahulu apakah terbebas dari bahan-bahan anorganik yang dapat merusak ketahanan beton. Setelah selesai diperiksa dan bahan-bahan tersebut layak digunakan, barulah pelaksanaan pengecoran dilaksanakan
Bahan yang digunakan dan alat yang digunakan:
- Agregat halus ( pasir )
- Paku, besi beton, kawat beton
- Air
Kolom Beton 30/30 dan Kolom praaktis 12/12
Pekerjaan kolom beton dilakukan setelah pekerjaan sloof dan pedestal kolom. Pekerjaan kolom beton dilaksanakan bisa setelah pekerjaan pasangan batu berjalan 25 – 50 % atau pekerjaan kolom dilaksanakan duluan. Tergantung metode pelaksanaan dilapangan mana yang cepat dan baik. Sebelum pelaksanaan pengecoran terlebih dahulu mall dan pembesian kolom difabrikasi sesuai jumlah dan ukuran yang disesuaikan berdasarkan gambar rencana kerja.
Pemasangan pembesian kolom (ukuran besi utama, besi begel dan jumlah besi) mengacu pada gambar rencana yang ada. Sedangkan volume pengecoran kolom mengacu pada gambar dan rab.
Setelah selesai diperiksa dan bahan-bahan tersebut layak digunakan, barulah pelaksanaan pengecoran dilaksanakan.
Bahan yang digunakan dan alat yang digunakan sama dengn pekerjaan pengecoran lainnya. dilaksanakan bersamaan dengan pengecoran plat dan balok.
Sebelum diadakan pengecoran bahan-bahan yang akan dipakai, agregat halus (pasir),agregat kasar ( cipping/split/batu koral ), semen diperiksa terlebih dahulu apakah terbebas dari bahan-bahan anorganik yang dapat merusak ketahanan beton. Juga bahan kayu yang akan dipakai sebagai gelagar serta penopang dinding balok beton serta steger sebagai penopang gelagar dan multipleks sebagai landasan pengecoran apakah kuat dan tidak lapuk dipakai setelah selesai diperiksa dan bahan-bahan tersebut layak digunakan, barulah pelaksanaan pengecoran dilaksanakan.
Bahan yang digunakan dan alat yang digunakan:
Beton Tumbuk 1:3:5
Pekerjaan mengikuti pekerjaan urugan pasir, pasangan batu kosong pada pondasi poer plat. Adapun ketebalan lantai kerja : 5 cm dan memakai beton tumbuk campuran 1 : 3 : 5. Adapun bahan bahan yang akan di pakai (pasir, cipping, semen, air) harus bersih dari
- Paku, besi beton, kawat beton
- Air
- Mesin molen
- Balok Kayu
- Steger Penopang
Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
Pekerjaan Beton dan sanitasi dapat diselesaikan dengan asumsi target
5 minggu, maka dengan Volume bobot 3.591 % pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 35 hari kalender.
4. PEKERJAAN KUSEN/KUDA-KUDA DAN ATAP Kusen Pintu, Jendela dan Ventilasi
Pekerjaan pasangan kusen kayu kelas i pemasangannya mengikuti pekerjaan pasangan dinding. Adapun bahan yang digunakan menggunakan kayu kelas i, sedangkan daun pintunya terpasang setelah selesai pekerjaan fnishing dinding dan pekerjaan lantai tegel. Pemasangan kusen kayu haruslah sejajar atau siku terhadap dinding yang terpasang. Begitupun dengan pintunya haruslah sejajar dan siku terhadap pasangan kusennya. Digunakan haruslah mendapat persetujuan pengawas lapangan dan direksi lapangan.
Fabrikasi kusen dan daun pintu sudah harus dilakukan minimal 2 minggu sebelum dipasangkan atau 2 minggu sebelum dilaksanakannya pekerjaan pasangan batu.
Bahan dan peralatan yang digunakan :
- Kusen Kayu Kelas I
- Daun Pintu Kayu Kelas I
- Kaca 5 mm
- Door Clouser
- Grendel Pintu
- Kunci Pintu
- Engsel Pintu
- Mur/ Baut
Pek. Rangka Kap/Kuda-Kuda Baja Ringan
Pekerjaan Rangka Atap dilakukan setelah selesai pengecoran pekerjaan Ringbalok. Karena kuda-kuda rangka baja ringan bertumpuh pada kolom dan ringbalok beton. Sebelum pemasangan awal dilakukan fabrikasi terhadap rangka baja ringan Bahan yang digunakan pada pekerjaan ini harus mengacu pada
spek teknis serta luasan dan ukurannya mengacu pada gambar rencana dan Rab.
Sebelum dipasang bahan yang digunakan harus sesuai spek teknis dan disetujui oleh direksi proyek dan pengawas lapangan.
Rangka baja ringan
Woodplank motif kayu
Mur baut
Dynabolt
Bor listrik
Benang
Pas. Atap genteng Metal dan Bumbungan Genteng Metal
Pekerjaan Penutup Atap Utama (Spandeck) Pekerjaan Pemasangan Atap Spandek dilaksanakan setelah pekerjaan Rangka Atap baja ringan selesai dilaksankanan. Atau minimal pekerjaan Rangka Atap Baja Ringan telah dilaksankan 50 % - 75 %. Maka pekerjaan penutup atap dapat dilaksanakan.
Bahan yang digunakan adalah :
Atap Spandeck
Bubungan Atap Aluminium
Mur baut
Dynabolt
Bor Listrik
Benang
Pek. Rangka Plafond +Pas. Plafond + list Plafond
Pekerjaan Plafond Dilakukan Setelah selesai pekerjaan atap Dan Selesai pekerjaan plesteran dinding Atau 50% plesteran dinding telah selesai. Terutama yang bagian atas.
Pada saat pemasangan atap sudah harus terpasang gantungan plafond.
Dan pada saat pemasangan Rangka Plafond gelagar utama akan gantungan tersebut yang akan memegang gelagar utama agar tidak jatuh pada saat sudah ada beban plafondnyya .
Sebelum dipasang plafond semua pekerjaan instalasi listrik maupun instalasi air yang instalasi nya berada di atas plafon sudah harus diselesaikan agar tidak mengganggu pekerjaan plafond .
Setelah Pekerjaan Rangka Plafond Berjalan 50 % kita sudah harus memasang plafond. Pemasnga plafond gypsum dipasang dimana sambungannya diusahakan jangan sampai terjadi lendutan. Dan pada saat pemasangan tripleks. Sudah harus dibuatkan juga jalur kabel pada titik lampu yang sudah ditentukan.
Pemasanga Les plafond sudah bisa berjalan setelah plafond utama sudah terlaksana 50% - 75%
Pas. Lisplank Kalsiplank
Pekerjaan Lisplank Papan Kalsiboard Dilaksanakan Setelah Pekerjaan Rangka Atap dan Penutup Atap selesai dilaksanakan. Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
Pekerjaan Kusen/Kuda-kuda/Kap dapat diselesaikan dengan asumsi target 3 minggu, maka dengan Volume bobot 1.098% pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 21 hari kalender.
5. PEK. PENGECATAN DAN INSTALASI Pengecatan Tembok
Pengecatan dinding luar dan beton dilakukan setelah selesai acian dinding dan beton luar. Untuk dinding luar tidak diplamur setelah acian langsung diberi cat dasar dan kemudian cat fnis dan dipakai cat anti rembes.
Bahan yang digun akan haruslah sesuai dengan spek teknis yang ada dan warna haruslah mendapat persetujuan pemilik pekerjaan. Untuk volume pengecatan mengacu pada gambar dan rab.
Untuk pengecatan dinding dalam dilaksanakan setelah acian dalam gedung selesai atau 50 -75% selesai. biasanya dalam pelaksanaan pengecatan dasar dulu dilakukan setelah plafond dan tegel selasai dikerja dan sudah rapi pekerjaan didalam ruangan barulah didobel dengan pengecatan fnish.
Bahan yang digunakan haruslah sesuai dengan spek teknis yang ada dan warna haruslah mendapat persetujuan pemilik pekerjaan. Untuk volume pengecatan mengacu pada gambar dan rab.
Pekerjaan Instalasi Listrik
daya akan masuk ke panel utama dan dari panel utama akan disalurkan ke panel pembagi. Baru ke lampu , saklar dan stop kontak.
Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
Pekerjaan Pengecatan dan Instalasi dapat diselesaikan dengan asumsi target 2 minggu, maka dengan Volume bobot 0.313 % pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 14 hari kalender.
Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
Pekerjaan Mushollah dapat diselesaikan dengan asumsi target 15 minggu, maka dengan Volume 1.23 m2/hr pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 105 hari kalender.
G.
PEKERJAAN TERMINAL RUANG TUNGGU PENUMPANG
(Produktifitas : 1.85 m2/hr)
1. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR Galian Tanah Pondasi
Setelah selesai diadakan pembersihan, pengukuran dan pemasangan bouwplank maka dilakukan pekerjaan galian pondasi poer plat, dimana kedalaman galian dan dimensi galian disesuaikan dan mengikuti gambar kerja rencana yang menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Adapun galian pondasi poer dilakukan dengan menggunakan alat berat (excavator) karena kedalaman pondasi yg akan dicapai cukup dalam serta penghematan waktu kerja dan perapihan dengan menggunankan tenaga manusia.
Urugan Tanah Bekas Galian
Pekerjaan urugan kembali dilakukan setelah pekerjaan pondasi poer sudah selesai, pedestal kolom, Telah diselesaikan minimal pekerjaan ini mengikuti pekerjaan galian pondasi dan pekerjaan ini diikuti dengan pekerjaan urugan tanah pada lantai.
Urugan Pasir Bawah Pondasi
Urugan pasir pada pondasi poer plat dilaksanakan setelah dilakukan pekerjaan galian pondasi poer plat serta perapihan galian adapupn pekerjaan urugan pasir pelaksanaannya pengikuti pekerjaan galian pondasi poer plat.
Pekerjaan Tanah dan Pasir dapat diselesaikan dengan asumsi target 2 minggu, maka dengan Volume bobot 0.469 % pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 14 hari kalender.
2. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN Pasangan Batu Kosong
Timbrisan batu kosong (pasangan batu kosong) pada pondasi berfungsi agar pondasi bangunan dapat menjadi penyeimbang terhadap gaya horisontal dan tidak kaku karena berfungsi juga sebagai sendi. Timbrisan (pasangan batu kosong) dipasang pada pondasi poer plat dan pondasi pasangan batu gunung / kali. Timbrisan batu kosong pada pasangan pondasi batu gunung dikerjakan mengikuti pekerjaan urugan pasir bawah pondasi dan pasangan pondasi batu gunung.
Pasangan Pondasi Batu Kali
Pekerjaan pondasi batu gunung dilaksanakan setelah setengah pekerjaan galian pondasi, pekerjaan urugan pasir, dan pasangan batu kosong. Tanpa harus menunggu selesasinya pekerjaan yang disebutkan tadi. Hal ini dilakukan untuk mempercepat waaktu pelakaksanaan pekerjaan. Dan diusahakan agar material pendukung dan tenaga kerja yang akan dipakai sudah siap dilokasi pekerjaan sehingga dapat diselesaikan sesuai rencana.
Tahap pelaksanaan pekerjaan pasangan pondasi setelah galian pondasi maka ditaruh pasir urug kemudian dipasang pasangan batu kosong dimana dicelah batu kosong diisikan pasir urug sehingga tidak ada rongga... Dan diatas pasangan batu kosong kita pasang pasangan batu gunung sesuai ketinggian yang direncanakan. Sebelum pasang batu terlebih dahulu dipasang benang sebagai dasar pemasangan yg disesuaikan dgn gambar rencana. Untuk ukuran pondasi dilihat pada gambar rencana.
Pasangan Batu Bata
rabat beton. Tapi ada 2 metode pelaksanaan pasangan dinding. Bisa saja bersamaan dengan pekerjaan struktur atas atau sesudah pekerjaan struktur atas. Semuanya bergantung pada plenning kerja dan metode yang akan dilaksanakan dilapangan dan waktu pelaksanaan pekerjaan , mana yang cepat dan efsien pelaksanaannya. Ukuran dan ketinggian pemasangan dinding harus mengacu pada gambar rencana. Dan volume pekerjaan mengacu pada rab. Serta bahan yang digunakan harus sesuai spek yang diinginkan dan disetujui oleh pihak direksi.
Bahan dan peralatan yang digunakan :
Batu merah Sekopang campuran
Pasir pasangan Sendok campuran
Semen pc Wadah tempat camp.
Gerobak pengangkut camp. Benang ukur
Molen pencampur camp. Kayu
Sebelum memulai pekerjaan pelaksana lapangan, mandor dan kepala tukang harus melihat posisi pasangan dan menyiku dengan pesawat ukur atau dengan menggunakan benang. Sesudah ditimbang dan diukur sikunya pasangan batu barulah dipasang benang siku dan benang timbang. Barulah mulai dipasang pasangan dinding batu bata. rencana. Serta volume pekerjaan mengacu pada rab. Serta bahan yang digunakan harus sesuai spek yang diinginkan dan disetujui oleh pihak direksi.
Plesteran awal dipasang dulu kepala plesteran dengan jarak per 1 m’. Barulah dipasang benang yang mengacu pada kepala plesteran, selesai dibuat kepala plesteran barulah dinding diplester keseluruan menggunakan belabas atau mistar plesteran.
Bahan dan peralatan yang digunakan :
Pasir pasangan
Sekopang campuran
Sendok campuran
Strika penggosok
Acian Dinding
Acian dilakukan setelah selesai pekerjaan plesteran dinding dan beton atau pekerjaan plesteran udah berjalan 25-50 % maka acian bisa dilaksanakan . Hal ini biasa dilakukan agar pekerjaan jadi efsien dan cepat pelaksanaannya. Ketebalan campuran mengacu pada spek teknis dan gambar rencana. Serta volume pekerjaan mengacu pada rab. Serta bahan yang digunakan harus sesuai spek yang diinginkan dan disetujui oleh pihak direksi.
Bahan dan peralatan yang digunakan :
Semen pc pasangan keramik lantai 40 x 40 cm dilaksanakan setelah pekerjaan rabat beton lantai dasar dan tidak ada lagi steger yang mengganggu dan telah selesai pekerjaan plafond, atau minimal pekerjaan plafon sudah dikerjakan 50 %. Dalam pelaksanaan pemasangan lantai keramik terlebih dahulu pelaksana, kep tukang, tukang dan mandor melakukan pengukuran dan mengambil elevasi + 0.00 untuk lantai dasar bangunan, serta menyiku pasangan tegel yang akan dikerjakan. Setelah menyiku dengan benang maka dipasang kepala keramik, agar pemasangan selanjutnya dengan mudah dapat dikerjakan karna pasangan selanjutnya mengacu pada pasangan kepala tegel yang telah awal dipasang dan benang siku yang sudah terpasang.
Bahan yang akan dipakai harus mendapat persetujuan dari pihak direksi.
Untuk ukuran dan batas-batas pemasangan mengacu pada gambar rencana kerja, serta volume pekerjaan mengacu pada rab.
Bahan dan peralatan yang digunakan :
- Tegel/Keramik lantai 30 x 30 cm Gerobak campuran
- Semen PC Molen pencampur
- Semen warna Palu karet
- Sendok campuran Benang ukur
- Wadah tempat campuran
Pasangan Keramik Lantai (20x20) & Dinding (20x25) KM/WC
Pasangan keramik sudah masuk dalam pekerjaan fnishing jadi pasangan keramik lantai dasar bisa berjalan dan pelaksanaannya setelah pekerjaan plafon selesai dikerjakan. Pasangan keramik 20 x 20 dilaksanakan setelah pekerjaan rabat beton lantai dasar dan tidak ada lagi steger yang mengganggu. Juga telah selesai pekerjaan plafond pada daerah km/wc, atau minimal pekerjaan plafon pada daerah km/wc sudah dikerjakan 50 %.
Pemasangan tegel/keramik dinding 20 x 25 dipasang di km/wc setelah closet dan bak sudah terpasang. Bahan yang digunakan harus mendapat persetujuan pihak dereksi
Dalam pelaksanaan pemasangan lantai keramik terlebih dahulu pelaksana, kep tukang, tukang dan mandor melakukan pengukuran dan mengambil ketinggian yang akan dipasang tegel dinding. Setelah menyiku dengan benang maka dipasang kepala keramik,
agar pemasangan selanjutnya dengan mudah dapat dikerjakan karna pasangan selanjutnya mengacu pada pasangan kepala tegel yang telah awal dipasang dan benang siku yang sudah terpasang. Untuk ketinggian pasangan mengacu pada gambar rencana. Dan
volume pekerjaan mengacu pada rab
Bahan dan peralatan yang digunakan sama dengan item pekerjaan pas keramik lainnya;
Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
Pekerjaan Pasangan, Plesteran dan Lantai dapat diselesaikan dengan asumsi target 3 minggu, maka dengan Volume bobot 2.784 %
pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 21 hari kalender.
3. PEKERJAAN BETON DAN SANITASI Pekerjaan Sloof
sesuai ukuran sloof, ukuran besi dan jumlah besi yang akan dipakai berdasarkan gambar kerja, serta fabrikasi bakesting/mall beton sesuai ukuran sloof beton yang akan dicor.
Setelah selesai pasangan pondasi dan fabrikasi mall dan besi maka dilakukan pemasangan benang untuk kelurusan sloof, kemudian dilakukan pemasangan pembesian untuk sloof setelah selesai pembesian sloof atau minimal 50 % telah selesai maka dipasang bakesting sloof dan kemudian dilakukan pengecoran sloof beton berbarengan dengan dipasangnya steak besi utk kolom praktis. Setelah selesai pekerjaan sloof brulah mulai dimulai pekerjaan pasangan dinding dan penelesaian urugan tanah dan urugan pasir.
Sebelum diadakan pengecoran bahan-bahan yang akan dipakai, agregat halus (pasir), agregat kasar (cipping/split/batu koral), semen diperiksa terlebih dahulu apakah terbebas dari bahan-bahan anorganik yang dapat merusak ketahanan beton. Setelah selesai diperiksa dan bahan-bahan tersebut layak digunakan, barulah pelaksanaan pengecoran dilaksanakan
Bahan yang digunakan dan alat yang digunakan:
- Agregat halus ( pasir )
- Paku, besi beton, kawat beton
- Air
Kolom Beton 25/25 dan kolom Praktis 12/12
Pekerjaan kolom beton dilakukan setelah pekerjaan sloof dan pedestal kolom. Pekerjaan kolom beton dilaksanakan bisa setelah pekerjaan pasangan batu berjalan 25 – 50 % atau pekerjaan kolom dilaksanakan duluan. Tergantung metode pelaksanaan dilapangan mana yang cepat dan baik. Sebelum pelaksanaan pengecoran terlebih dahulu mall dan pembesian kolom difabrikasi sesuai jumlah dan ukuran yang disesuaikan berdasarkan gambar rencana kerja.
Sebelum diadakan pengecoran bahan-bahan yang akan dipakai, agregat halus (pasir), agregat kasar (cipping/split/batu koral), semen diperiksa terlebih dahulu apakah terbebas dari bahan-bahan anorganik yang dapat merusak ketahanan beton. Setelah selesai diperiksa dan bahan-bahan tersebut layak digunakan, barulah pelaksanaan pengecoran dilaksanakan.
Bahan yang digunakan dan alat yang digunakan sama dengn pekerjaan pengecoran lainnya. dilaksanakan bersamaan dengan pengecoran plat dan balok.
Sebelum diadakan pengecoran bahan-bahan yang akan dipakai, agregat halus (pasir),agregat kasar ( cipping/split/batu koral ), semen diperiksa terlebih dahulu apakah terbebas dari bahan-bahan anorganik yang dapat merusak ketahanan beton. Juga bahan kayu yang akan dipakai sebagai gelagar serta penopang dinding balok beton serta steger sebagai penopang gelagar dan multipleks sebagai landasan pengecoran apakah kuat dan tidak lapuk dipakai setelah selesai diperiksa dan bahan-bahan tersebut layak digunakan, barulah pelaksanaan pengecoran dilaksanakan.
Bahan yang digunakan dan alat yang digunakan:
Beton Tumbuk 1:3:5
Pekerjaan mengikuti pekerjaan urugan pasir, pasangan batu kosong pada pondasi poer plat. Adapun ketebalan lantai kerja : 5 cm dan memakai beton tumbuk campuran 1 : 3 : 5. Adapun bahan bahan yang akan di pakai (pasir, cipping, semen, air) harus bersih dari
- Paku, besi beton, kawat beton
- Air
- Mesin molen
- Balok Kayu
- Steger Penopang
kotoran atau bahan organik yang dapat mengganggu daya tahan beton.
Pekerjaan Lantai Rabat Beton
Pekerjaan pengecoran lantai rabat keliling bangunan dilaksanakan setelah masuk pekerjaan fnishing dinding bangunan. Adapun tahapan pekerjaan ini dilaksanakan dimana selesai urugan tanah bawah lantai yang telah dipadatkan kemudian pekerjaan urugan pasir bawah lantai yang sudah dipadatkan. Barulah pekerjaan rabat beton keliling bangunan dimana beton yang dipakai disini adalah beton tanpa tulangan dengan campuran 1 : 2 : 5.
Adapun pelaksanaan pengecoran ini ketebalan dan batasnya mengacu pada benang yang sudah dipasasang sebagai bahan acuan. Setelah selesai pengecoran, dan campuran masih agak basaw maka kita membuat tali air diatas permukaan beton.
Bahan dan alat bantu yang digunakan :
Pasir Campuran Cipping
Semen pc
Pekerjaan Saluran
Pengecoran Saluran Keliling Dimana pengecoran saluran keliling dilakukan setelah selesai pasangan galian saluran, urugan pasir disaluran, pasangan batu kosong pada saluran. Kemudian dibuat beton untuk saluran keliling.
Adapun campuran yang digunakan pada pengecoran ini adalah campuran beton tanpa tulangan dengan campuran 1:2:3.
Sebelum melaksanakan pekerjaan semua peralatan disiapkan , tenaga kerja sudah harus stand by dilokasi, bahan yang akan digunakan sudah siap dilokasi pekerjaan. Untuk bahan yang akan digunakan harus mendapat persetujuan direksi pekerjaan dan bahan bahan tersebut bebas dari bahan-bahan organik yang dapat membuat daa tahan beton berkurang. Setelah semuax (gambar, bahan, peralatan dan persetujuan direksi) maka pelaksanaan pengecoran saluran dapat dilaksanakan.
Bahan dan alat bantu yang digunakan :
Pasir campuran
Cipping
Semen pc
Alat bantu
Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
Pekerjaan Beton dan Sanitasi dapat diselesaikan dengan asumsi target
5 minggu, maka dengan Volume bobot 1.769 % pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 35 hari kalender.
4. PEKERJAAN KUSEN/KUDA-KUDA DAN ATAP Kusen Pintu, Jendela dan Ventilasi
Pekerjaan pasangan kusen kayu kelas i pemasangannya mengikuti pekerjaan pasangan dinding. Adapun bahan yang digunakan menggunakan kayu kelas i, sedangkan daun pintunya terpasang setelah selesai pekerjaan fnishing dinding dan pekerjaan lantai tegel. Pemasangan kusen kayu haruslah sejajar atau siku terhadap dinding yang terpasang. Begitupun dengan pintunya haruslah sejajar dan siku terhadap pasangan kusennya. Digunakan haruslah mendapat persetujuan pengawas lapangan dan direksi lapangan.
Fabrikasi kusen dan daun pintu sudah harus dilakukan minimal 2 minggu sebelum dipasangkan atau 2 minggu sebelum dilaksanakannya pekerjaan pasangan batu.
Bahan dan peralatan yang digunakan :
- Kusen Kayu Kelas I
- Daun Pintu Kayu Kelas I
- Kaca 5 mm
- Door Clouser
- Grendel Pintu
- Kunci Pintu
- Engsel Pintu
- Mur/ Baut
Pek. Rangka Kap/Kuda-Kuda Kayu
Pekerjaan Rangka Atap dilakukan setelah selesai pengecoran pekerjaan Ringbalok. Karena kuda-kuda rangka baja ringan bertumpuh pada kolom dan ringbalok beton. Sebelum pemasangan awal dilakukan fabrikasi terhadap rangka baja ringan Bahan yang digunakan pada pekerjaan ini harus mengacu pada
spek teknis serta luasan dan ukurannya mengacu pada gambar rencana dan Rab.
Sebelum dipasang bahan yang digunakan harus sesuai spek teknis dan disetujui oleh direksi proyek dan pengawas lapangan.
Rangka baja ringan
Pas. Atap Spandek dan Bumbungan Plat Seng BJLS 20mm
Pekerjaan Penutup Atap Utama (Spandeck) Pekerjaan Pemasangan Atap Spandek dilaksanakan setelah pekerjaan Rangka Atap baja ringan selesai dilaksankanan. Atau minimal pekerjaan Rangka Atap Baja Ringan telah dilaksankan 50 % - 75 %. Maka pekerjaan penutup atap dapat dilaksanakan.
Bahan yang digunakan adalah :
Atap Spandeck
Pek. Rangka Plafond +Pas. Plafond + list Plafond
Pekerjaan Plafond Dilakukan Setelah selesai pekerjaan atap Dan Selesai pekerjaan plesteran dinding Atau 50% plesteran dinding telah selesai. Terutama yang bagian atas.
Pada saat pemasangan atap sudah harus terpasang gantungan plafond.
Dan pada saat pemasangan Rangka Plafond gelagar utama akan gantungan tersebut yang akan memegang gelagar utama agar tidak jatuh pada saat sudah ada beban plafondnyya .
Sebelum dipasang plafond semua pekerjaan instalasi listrik maupun instalasi air yang instalasi nya berada di atas plafon sudah harus diselesaikan agar tidak mengganggu pekerjaan plafond . Pelaksanaannya pelaksana lapangan dan Pengawas serta tukang
sama sama mengukur ketinggian palfond dari lantai. Kemudian ditimbang ketitik-titik lainnya dengan menggunakan slang timbang atau pesawat ukur. Pada batas ketinggian itu. Dipasang aluminium siku pada dinding sebagai acuan dan dudukan rangka plafond. Setelah Pekerjaan Rangka Plafond Berjalan 50 % kita sudah harus
pada saat pemasangan tripleks. Sudah harus dibuatkan juga jalur kabel pada titik lampu yang sudah ditentukan.
Pemasanga Les plafond sudah bisa berjalan setelah plafond utama sudah terlaksana 50% - 75%
Pas. Lisplank Kalsiplank
Pekerjaan Lisplank Papan Kalsiboard Dilaksanakan Setelah Pekerjaan Rangka Atap dan Penutup Atap selesai dilaksanakan.
Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
Pekerjaan Kusen/Kuda-kuda/Kap dapat diselesaikan dengan asumsi target 3 minggu, maka dengan Volume bobot 2.601% pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 21 hari kalender.
5. PEK. PENGECATAN DAN INSTALASI Pengecatan Tembok
Pengecatan dinding luar dan beton dilakukan setelah selesai acian dinding dan beton luar. Untuk dinding luar tidak diplamur setelah acian langsung diberi cat dasar dan kemudian cat fnis dan dipakai cat anti rembes.
Bahan yang digun akan haruslah sesuai dengan spek teknis yang ada dan warna haruslah mendapat persetujuan pemilik pekerjaan. Untuk volume pengecatan mengacu pada gambar dan rab.
Untuk pengecatan dinding dalam dilaksanakan setelah acian dalam gedung selesai atau 50 -75% selesai. biasanya dalam pelaksanaan pengecatan dasar dulu dilakukan setelah plafond dan tegel selasai dikerja dan sudah rapi pekerjaan didalam ruangan barulah didobel dengan pengecatan fnish.
Bahan yang digunakan haruslah sesuai dengan spek teknis yang ada dan warna haruslah mendapat persetujuan pemilik pekerjaan. Untuk volume pengecatan mengacu pada gambar dan rab.
Pengecatan Kayu
Pekerjaan Instalasi Listrik
Pelaksanaan instalasi listrik sudah dilakukan pada saat pemasangan mall plat lantai. Dimana dipasang jalur dan sparing kabel dari lantai dasar ke lantai dua dan tarikan kabelnya bersamaan dengan pekerjaan pemasangan rangka plafond. Serta pemasangan pipa di dinding untuk instalasi stop kontak dan saklar. Dimana semua kabel ini terhubung ke pusat panel. Dimana daya akan masuk ke panel utama dan dari panel utama akan disalurkan ke panel pembagi. Baru ke lampu , saklar dan stop kontak.
Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
Pekerjaan Pegecatan dan Instalasi dapat diselesaikan dengan asumsi target 2 minggu, maka dengan Volume bobot 0.799 % pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 14 hari kalender.
Perhitungan produktivitas dan durasi waktu ;
Pekerjaan Terminal Ruang Tunggu Penumpang dapat diselesaikan dengan asumsi target 15 minggu, maka dengan Volume 1.85 m2/hr pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 105 hari kalender.
H.
PEKERJAAN GUDANG NON PANGAN
(Produktifitas :
4.71 m2/hr)
1. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR Galian Tanah Pondasi
Setelah selesai diadakan pembersihan, pengukuran dan pemasangan bouwplank maka dilakukan pekerjaan galian pondasi poer plat, dimana kedalaman galian dan dimensi galian disesuaikan dan mengikuti gambar kerja rencana yang menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Adapun galian pondasi poer dilakukan dengan menggunakan alat berat (excavator) karena kedalaman pondasi yg akan dicapai cukup dalam serta penghematan waktu kerja dan perapihan dengan menggunankan tenaga manusia.