• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wallpaper adalah Hiasan berupa kertas dinding yang memiliki beragam motif dan warna. Wallpaper Dinding sekarang banyak digunakan untuk merubah suasana ruangan pada saat renovasi dilakukan. Selain pengerjaan nya cepat dan tidak memakan waktu yang terlalu lama dan berlarut-larut, Pengaplikasian Wallpaper Dinding tidak menimbulkan bau apapun. Sehingga pada saat pemasangan wallpaper dinding selesai dikerjakan, ruangan bisa langsung ditempati.

Tahapan Pemasangan Wallpaper Dinding : 1. Persiapan Peralatan

Benang dan Pemberat

Bak/Ember Adukan Lem 2 buah ( 1 besar dan 1 kecil )

Wallpaper Dinding Yang akan Dipasang 2. Investigasi Dinding

Sebelum memasang Wallpaper Dinding, Ada baiknya kita melakukan investigasi terhadap Dinding yang akan dipasang. Apakah ada kebocoran? atau rembesan air? Jika YA, Maka Anda harus terlebih dulu merapikan kebocoran tersebut. Kita bisa menggunakan cat anti bocor seperti Aquaproof atau merk lainnya untuk melapisi dinding sebelum di tempel Wallpaper Dinding. Karena Wallpaper Dinding tidak akan bertahan lama jika

Tembok yang dipasangi lembab dan bocor. Yang kedua adalah Tembok yang Jamuran. Jika Tembok yang akan dipasangi Jamuran, harus melakukan pengecatan anti jamur terlebih dahulu. agar jamur tidak menyebar pada Wallpaper Dinding.

3. Membuat Lem Wallpaper Dengan Benar

Langkah ketiga adalah mempersiapkan lem wallpaper.. Ambil Bak/Ember pertama yang besar.. Isikan dengan Air Secukupnya tergantung berapa banyak Roll yang dipasang. mungkin bisa mencoba nya 3 – 5 liter terlebih dahulu. Taburkan bubuk Lem secara perlahan dengan kondisi air yang sedang diaduk dengan cepat. Setelah terasa lebih kental dan berat. Diamkan selama kurang lebih 10 menit.

Ambil Bak/Ember kedua yang lebih kecil, lalu isikan dengan air secukupnya. Taburkan bubuk Lem dan buat Lem yang lebih kental dari yang sebelumnya. Lem yang sangat kental ini akan digunakan pada sisi2 dinding dan pada sambungan. Agar lebih tahan lama dan awet..

4. Ukur Bidang Yang Akan Dipasang Wallpaper

Setelah Dinding Siap dipasang, Yang harus dilakukan adalah mengukur Bidang dinding yang akan dipasang Wallpaper. Tidak perlu pusing.

Cukup dengan menghitung Lebar X Tinggi Bidang yang akan dipasang, Lalu Sesuaikan dengan Lebar Wallpaper Dinding Yang akan dipasangkan. Lebar Wallpaper Dinding ukuran standard adalah 0.5 meter. Jadi apabila Lebar Dinding adalah 5 meter (misalkan). Berarti kita akan memerlukan 10 jalur untuk Wallpaper Dinding.

5. Pemotongan Wallpaper Dinding.

Sekarang Anda dapat membuka Wallpaper Dinding yang baru saja Anda beli. Potonglah Sesuai Tinggi Dinding Anda. Jangan lupa lebihkan 5 – 10 cm.. Misalkan Tinggi Dinding 3 meter. Maka akan memotongnya 3.1meter (Hal ini dilakukan agar lebih memudahkan dan wallpaper dinding tidak gantung.. Kelebihan ini nantinya bisa potong secara rapih dengan cutter.

Perhatian Khusus untuk Wallpaper Dinding Motif

Pada Saat Memotong Wallpaper Dinding Yang Bermotif, Untuk Potongan Yang ke 2 dan ke 3 , harus terlebih dahulu menyocokan motifnya.

Biasanya diberi keterangan (repeat after 13cm).. Berarti harus memotong pada jalur ke2 dilebihkan 13cm agar motif jalur pertama dan jalur selanjutnya pas seperti yang diharapkan. Begitupula dengan jalur ke 2 terhadap dinding

6. Atur Posisinya Terlebih dahulu

Gunakan Benang yang diberi Pemberat untuk Menandakan Posisi Jalur Wallpaper agar tegak lurus dan rapih ketika dipasang. Tandai dengan Pencil setiap jalur wallpaper yang dibuat. Hal ini dilakukan agar Wallpaper Tegak lurus pada posisinya pada saat pemasangan berlangsung.

Karena jika pada jalur pertama pasangnya miring, maka jalur ke 2, ke 3 dan seterusnya pun akan miring mengikuti jalur yang sebelumnya.

7. Meratakan Lem Pada Wallpaper Yang Akan di Tempel

Setelah Semua Siap, Ambil Lem Wallpaper Pada Ember pertama yang dibuat tadi pasti sudah jauh lebih kental dan sempurna. Letakan Alas Plastik dibawah Wallpaper yang sudah Potong Gunakan Roller dan ratakan Lem Wallpaper dengan Wallpaper yang akan ditempel.. Lakukan Tahap ini perlahan sampai Lem Wallpaper meresap penuh pada Wallpaper yang akan ditempelkan di dinding.

8. Menempelkan Wallpaper Pada Dinding

Tempelkan Wallpaper Pada Dinding. Jangan Lupa ikuti Tanda yang sebelumnya dibuat dengan Pencil Tempelkan Wallpaper Secara Perlahan sambil diratakan menggunakan Mika. Jika tidak mempunyai Mika, dapat menggunakan Acrylic. Sama saja, gunanya hanya untuk meratakan Wallpaper pada saat pemasangan dilakukan.

9. Menempelkan Sambungan Wallpaper Dinding

Ambil Lem Wallpaper Pada Ember yang kedua.. Yang lebih kental. Aplikasikan Lem Yang Kental ini pada Sambungan Wallpaper.. Ratakan Sisi bagian kiri dan sisi bagian kanan sampai Sambungan tertutup dan tidak terlihat.

10. Pengecekan dan Pengelapan Sisa Lem Wallpaper

Cek Sambungan dan bagian sudut Dinding, Pastikan semuanya rapih dan mengikuti jalur. Jika sudah, Ambil Spons/Busa, Basahkan dengan air lalu Lap seluruh permukaan Wallpaper Dinding dan bersihkan jangan sampai ada lem wallpaper yang mengering di permukaan wallpaper dinding..

Pada pekerjaan Interior dan Furniture akan dilaksanakan dengan tahapan yang sesuai dengan spesifikasi dan jenis pekerjaannya yaitu :

1.

INTERIOR MELEKAT

Pada pekerjaan interior melekat seperti pelapis dinding backdrop, panel parapet, architrave pintu langsung dilakukan dilokasi, sedangkan bahannya didatangkan dari workshop dalam bentuk setengah jadi atau bahkan berupa bahan mentah. Pada pekerjaan Interior melekat, sebagian besar barangnya akan dikerjakan di workshop sampai setengah jadi (bila dimungkinkan akan dikerjakan angsung di lokasi) dan telah difinishing setengah jadi, kemudian dikirim dan dipasang dilokasi, untuk kekurangan – kekurangannya dikerjakan di lokasi. kemudian tahapan finishing akhirnya langsung dikerjakan di lokasi.

- Art Painting

Untuk pekerjaa art painting proses pekerjaannya dilakukan langsung dilokasi proyek. Dikerjakan oleh tenaga ahli yang profesional, dengan terlebih dahulu mengajukan sketsa untuk diminta persetujuan dari user. Setelah disetujui barulah dimulai dengan persiapan warna, media yang akan dipakai untuk art painting dan kesiapan tempat untuk melakukan proses art painting tersebut.

2.

FURNITURE

Pada pekerjaan furniture baru keseluruhan barangnya akan dikerjakan di workshop dalam kondisi yang sudah jadi dan difinishing. Setelah melalui tahap quality control dan dipacking, furniture siap dikirim dan dipasang dilokasi. Untuk proyek ini pekerjaan furniture di bagi menjadi 2 bagian yaitu :

- Pekerjaan Refinish

Pekerjaan refinish dilakukan untuk sofa satu seater eksisting dengan mengganti fabric dan webbing busa injection, Re polish top table dan refinish meja buffet (penggantian HPL). Pekerjaan dilakukan bisa dilokasi proyek atau dilokasi workshop dekat dengan lokasi proyek

- Pekerjaan Produksi Baru

Untuk pekerjaan produksi baru meliputi semua item furniture kecuali yang termasuk refinish. Proses pekerjaannya dilakukan di workshop dalam bentuk jadi kemudian bari dikirim ke lokasi proyek lewat ekspedisi darat. Setibanya dilokasi proyek barulah ditata dan di instal sesuai denah layout yang telah disetujui.

Secara umum tahapan pengerjaan semua furniture custom maupun interior melekat adalah sama, kecuali untuk furniture yang secara spesifik memang khusus baik bentuk maupun materialnya. Adapun tahapan-tahapan yang umum dilakukan adalah sebagai berikut :

Sesungguhnya baik atau tidaknya sebuah produk sangat ditentukan oleh bahan yang dipakai, baik itu sebagai bahan dasar ataupun bahan pelengkapnya.

1. BAHAN Kayu Lapis

Bahan kayu lapis dalam proyek ini sangat banyak digunakan terutama sebagai bahan dasar konstruksi. Maka pemilihan bahan harus dilakukan secara teliti sebelum digunakan. Bahan yang digunakan adalah kayu lapis kelas A1, biasanya bahan yang baik untuk furniture dipasaran hanya bisa diperoleh di supplier yang memang khusus menyediakan bahan untuk furniture, bukan di toko supplier bahan bangunan. Ciri-cirinya secara umum adalah berpermukaan rata, halus, tidak melenting, pinggirannya tidak cacat, dan yang cukup sulit membedakan adalah daya rekat lapisannya, biasanya baru akan kelihatan setelah dipotong

Kayu Solid

Dalam proyek ini, kayu solid juga banyak digunakan terutama bahan kayu solid Nyatoh sebagai rangka . Di pasaran rangka kayu solid nyatoh saat ini cukup sulit didapat terutama untuk bahan kayu oven, terutama untuk kebutuhan bahan bahan yang berukuran panjang yang melebihi 2 meter, dan lebar lebih dari 20 cm. Untuk cirri-ciri kayu yang baik secara umum adalah ; Bahan tidak keropos atau lapuk, kering sempurna,tidak ada lobang serangga, tidak pecah/retak, tidak banyak mata, tidak berwarna hitam biasanya dari getah, dan tentunya tidak melengkung.

Bahan Pabrikan

Khusus untuk bahan pabrikan tentunya tidak terlalu sulit karena semua sudah ditentukan spek dan jenis materialnya sehingga yang diperlukan hanya kehati-hatian dalam memilih supplier agar tidak tertipu dengan material yang dimaksud, begitu juga cara memperlakukan material yang dimaksud biasanya sudah dipandu oleh pabrikan yang memproduksi bahan tersebut. Contoh bahan yang dipakai antara lain HPL, granit dll.

CARA PENGERJAAN

Dokumen terkait