3.1 Met"de Pengam-#lan Data
Dalam kegiatan *erja Praktek yang berlangsung terdapat metode pengamatan yang digunakan serta dilakukan guna untuk mendapatkan atau memperoleh data6data yang diperlukan yaitu dengan beberapa metode dan teknik. Adapun metode dan teknik pengumpulan data tersebut yaitu 8
'. Teknik @bservasi 2angsung
;ara pengamatan yang dilakukan se+ara langsung di lapangan pada objek yang akan diamati untuk mendapatkan data6data yang dibutuhkan, misalkan observasi terhadap daerah yang ingin ditinjau seperti lokasi kegiatan pemboran, peledakan, penggerusan, menuatan, pengisian dan pengolahan. 3. Diskusi dengan Pembimbing 2apangan, dan Pekerja Tambang untuk
mendapatkan data yang diperlukan serta mendiskusikan problematika yang terjadi pada saat dilapangan.
%. Melakukan pemantauan se+ara personal pada saat dilapangan dengan membandingkan antara teori dengan praktek atau keadaan sebenarnya, seperti apa. *emudian menyimpulkan kesinambungan antara teori dengan praktek apakah terdapat sedikit perbedaan atau memang mengalami banyak
perbedaan bahkan dapat bertolak belakang antara teori dengan praktek dilapangan
. /tudi literatur pustaka! yang merupakan landasan teori dari kumpulan6 kumpulan buku atau menurut para ahli ilmu khusus untuk bidang keilmuan pertambangan! yang telah mendukung pengetahuan lapangan sehingga
terdapat kesamaan anatara teori dengan praktek lapangan sehinnga akan mendukung dalam penulisan laporan praktek kerja lapangan. /tudi literatur juga dapat dikategorikan suatu kumpulan data sekunder yang relavan serta
telah terbukti kebenarannya.
BAB I7 PEMBAHA&AN
Aktifitas penambangan ba0ah tanah yang dilakukan oleh perusahaan Aneka Tambang Pongkor merupakan sistem penambangan yang ramah lingkungan, dimana dalam penelitian Praktek *erja 2apangan ini telah dilakukan penelitian se+ara umum yang telah didapatkan pada saat melakukan orientasi lapangan. Untuk U-P1 Pongkor sendiri menggunakan metode penambangan Cut And ill yaitu metode yang
mengambil bijih dari perut bumi se+ara
bagian demi bagian kemudian bagian rongga yang kosong diisi kembali oleh material filling .Adapun kegiatan penelitian ini membahas tentang kegiatan aktifitas penambangan PT. Antam Tbk Persero!, U-P1 Pongkor yang meliputi kegiatan, diantara lain 8
'. Pemboran 3. Peledakan %. Pemuatan . Pengisian
!.1 Mengh#tung Pr"duks# Pem-"ran d#has#lkan "leh Jumbo drill (er am Adapun tujuan utama dilakukan pemboran yaitu untuk siklus produksi, menentukan keberhasilan produksi serta tahap a0al dari kegiatan peledakan. Di dalam kegiatan pemboran terdapat perhitungan yang dapat diamati seperti produksi pemborannya, produksi pemboran itu sendiri mempunyai beberapa parameter yang harus diperhatikan untuk kegiatan pemboran, diantara lain 8
2aju Pemboran 2p L 7?ET
<olume /etara <1 L A 2 ? n 7
1ffesiensi Pemboran 1f L ? ' '99$
Produksi Pemboran P L 2p <1 1 "9 menit
Untuk penelitian pemboran yang dilakukan pada lokasi *ubang ;i+au yang berada di level #99 #ope I<! bah0a diketahui data 6 data pemboran dengan dimensi bukaan front #m F #m, pola pemboran biasa flatback !, banyak lubang bor %# lubang!, ketebalan "ein 3."m, kedalaman lubang bor 3.3m, jarak spasi antar lubang bor :9+m, dan lubang freeface '.'m. Adapun data6data tersebut merupakan sebagai data a+uan untuk menghitung laju pemboran, tetapi sebelum menghitung laju pemboran tedapat data6data yang harus dihitung seperti 0aktu pemboran per lubang, 0aktu +utting per lubang dan 0aktu ambil posisi untuk
4ambar .' -ein?urat dan )aste?sisa
Tabel .' Eaktu rata6rata pemboran per lubang Eb!.
o. Eaktu pemboran?lubang Eb! o. Eaktu pemboran?lubang Eb!
' 3.%Menit ') 3.3 Menit 3 3.#Menit '( 3." Menit % 3.Menit 39 3.# Menit 3.:Menit 3' 3." Menit # 3."Menit 33 3.3 Menit " 3.Menit 3% 3.% Menit : 3.#Menit 3 3.# Menit ) 3.%Menit 3# 3. Menit ( 3."Menit 3" 3. Menit '9 3.# Menit 3: 3.# Menit '' 3. Menit 3) 3.% Menit '3 3.% Menit 3( 3.3. Menit '% 3.: Menit %9 3. Menit ' 3.) Menit %' 3.3 Menit '# 3.: Menit %3 3. Menit '" 3.3 Menit %% 3.% Menit ': 3. Menit % 3.% Menit Rata8Rata 2.3 Men#t
Tabel .3 Eaktu +utting per lubang E+!
o. Eaktu ;utting?lubang E+! o. Eaktu ;utting?lubang E+!
' 9.#:Menit ') '.' Menit 3 9.#9 Menit '( 9.) Menit % 9. Menit 39 9.#' Menit 9.#) Menit 3' 9.#" Menit # 9.#' Menit 33 9.: Menit " 9.#' Menit 3% '.'' Menit
: 9.%' Menit 3 9.( Menit ) 9.# Menit 3# 9.: Menit ( 9.#" Menit 3" 9.%( Menit '9 9.# Menit 3: 9.: Menit '' 9. Menit 3) 9.#' Menit '3 9.% Menit 3( 9.%( Menit '% 9.#3 Menit %9 9.#" Menit ' 9.: Menit %' 9.% Menit '# 9.#3 Menit %3 9.#' Menit '" 9.%( Menit %% 9.( Menit ': 9.%( Menit % 9.%( Menit Rata8Rata 6.*6 Men#t
Tabel .% Eaktu ambil posisi per lubang Tt! o. Eaktu Ambil Posisi?lubang
Et!
o. Eaktu Ambil Posisi?lubang Et!
' 9.%' Menit ') 9.3' Menit 3 9.% Menit '( 9.33 Menit % 9.3: Menit 39 9.'( Menit 9.'( Menit 3' 9.3" Menit # 9.3) Menit 33 9.%' Menit " 9.3( Menit 3% 9.%' Menit : 9.3) Menit 3 9.3( Menit ) 9.3( Menit 3# 9.3: Menit ( 9.3" Menit 3" 9.%9 Menit '9 9.3: Menit 3: 9.% Menit '' 9.3 Menit 3) 9.%3 Menit '3 9.3# Menit 3( 9.3( Menit '% 9.3: Menit %9 9.%' Menit ' 9.'( Menit %' 9.%% Menit '# 9.') Menit %3 9.3 Menit '" 9.3% Menit %% 9.3# Menit ': 9.3: Menit % 9.3: Menit Rata8Rata 6.2 Men#t
a. Men+ari 0aktu laju pemboran 2p!
Wt
(
Wb+Wt +℘)
¿¿ H ¿
¿ 2.2m
¿0.68m/menit
1stimasi untuk kedalaman 9.") meter membutuhkan 0aktu ' menit
a.Untuk men+ari 0aktu setara, Ve= A x Ln x H
35lubangbor x2.2m
¿ ¿25m2 x5m
¿
¿1.62m³/lubang
b.
Menghitung 1ffisiensi pemboran, 1f ¿ fF 1
F
'99$
¿ 2.2m
2.4m
F
'99$
L
(3$ D#has#lkan (r"duks# (em-"ran9P L 2p F <e F 1f F "9 menit
L 9.") m?menit F '."3 mN F (3$ F "9 menit L "9.) mO?jam
!.2 Perh#tungan T"nase B"ngkahan Batuan dar# Has#l Peledakan
Tahap a0al dalam pengisian bahan peledak dapat dilakukan dengan +ara memasukkan A@ ke dalam A@ looder dengan menggunakan bantuan aliran fluida ke setiap lubang bor. /elanjutnya apabila telah dilakukan persiapan pengisian bahan peledak dengan baik dapat mengetahui pengaruh geometri
terhadap hasil peledakan.
Dalam penelitian Praktek *erja 2apangan pada lokasi yang sama hal dengan lokasi penelitian kegiatan pemboran yaitu *ubang ;i+au level #99 stope I<!. Adapun data6data peledakan yang didapatkan, diantara lain 8
&enis bahan peledak 8 A@
&arak spasi antar lubang bor 8 :9 +m
-anyak A@ yang digunakan 8 % karung :# kg!
¨ah powergell 8 %# powergell
*edalaman lubang bor 8 3.3 meter
Diameter 8 .# +m
4ambar .3 Pengisian A@ ke A@ looder a. Pengaruh geometris terhadap hasil peledakan
Dimensi dari pemboran sangat tergantung dari kondisi batuan, bahan peledak yang digunakan dan pola pemboran /ebagai pedoman dasar untuk
menentukan nilai dari dimensi pemboran adalah men+ari jarak antar lubang tembak terhadap lubang free face atau yang disebut dengan burden -!. Untuk lokasi ini sendiri menggunakan pola pemboran biasa atau flat back sehingga data yang didapatkan untuk lubang free face L '.' meter.
• Menghitung burden -!, dengan rumus 8
- L
√
dL d L diameter2 L *edalaman lubang bor - L
√
0.045m x2.2meterL
√
0.009m L 9.9( m/e+ara teoritis untuk kedalaman lubang tembak lebih ke+il dari burden maka akan terjadi o"er break, itu sendiri merupakan hal yang tidak diinginkan dalam kegiatan peledakan karena apabila terjadi o"er break akan meningkatkan dilusion sehingga
waste akan lebih banyak dari pada orenya.
Tetapi dalam perhitungan pada penelitian ini didapatkan nilai burden 9.9( meter sedangkan kedalaman lubang tembak 3.3 meter maka dapat disimpulkan hasil peledakan pada lokasi *ubang ;i+au level #99 stope I<! tidak terjadi o"er break dan dilution tidak bertambah.
b. Menghitung pemakaian bahan peledak per lubang
/e+ara real data yang telah didapatkan dari lapangan menunjukkan bah0a untuk lokasi di *ubang ;i+au level #99 stope I<! memerlukan % karung A@ dari %# lubang tembak, dimana ' karung A@ dengan berat 3# kg. Untuk U-P1 Pongkor tidak menggunakan di steaming dalam kegiatan peledakannya sehingga kedalaman lubang tembak 3?% nya diisi oleh A@ dan sisanya tidak diisi oleh bahan peledak, adapun untuk men+ari berat bahan peledak lubang tembak yaitu
dengan +ara menggunakan perhitungan sebagai berikut8
• Menghitung perbandingan berat bahan peledak tiap lubang tembak Dengan menggunakan rumus sebagai berikut 8
1 L P+ F de F n :# kg KL 76T! F 9.9# m F n :# kg KL '." m F 9.9# m F %# 75kg 35lubang KL '." m F 9.9# m 3.' kg KL 9.9"#: mN
/ehingga dalam perhitungan tersebut dapat diketahui bah0a kedalaman lubang tembak 3?% dari 3.3 m dapat diisi oleh bahan peledak dengan kedalaman '." m dengan berat tiap lubang tembak 3.' kg dengan volume isian lubang tembak 9.9"#: mN.
Untuk menentukan pemakain bahan peledak berdasarkan tonase yang dibongkar, maka perlu diketahui blasting ratio peledakan, blasting ratio dapat dirumuskan sebagai berikut 8
-> L E ? 1
E L -erat batuan yang terbongkar A L 2uas daerah
2 L *adalaman -atu yang terbongkar d- L Density batuan
Tetapi sebelum menghitung blasting ratio terlebih dahulu, maka yang harus dilakukan adalah menghitung berat tonase bongkahan batuan yang terbongkar yang merupakan hasil dari kegiatan peledakan.
T"nase -atuan /ang d#da(atkan dar# has#l (eledakan E L P F 2 F 7 F d-L # m F # m F 3.3 m F 3.3# gr?+mO L ## mO F 3.3# gr?+mO L ## mO F 3.3# 9.99' kg?'999999 mO! L '3%.:# F '999 kg L '3%.:# F ' ton L '3%.:# ton
Didapatkan dalam perhitungan bah0a tonase peledakan pada lokasi *ubang ;i+au 2evel #99 stope I<! sebesar '3%.:# ton dalam satu stope. /elanjutnya menghitung blasting ratio peledakan dengan menggunakan rumus diatas.
-> L E? 1
L '3%.:# ton ? :# kg % karung A@! L '."# ton?kg
Mengetahu# Pr"dukt#)#tas LHD (er am (ada keg#atan mucking dan loading
Untuk Praktek *erja 2apangan ini dilakukan pengambilan data mucking , loading dan 0aktu tumpah di lokasi ;iguha level :# stope I<! dimana dalam hal ini bertujuan untuk menghitung produktivitas alat muat mucking 27D dan menghitung cycle time kegiatan, loading , hauling .
Cycle time termasuk 0aktu dari kegiatan mucking , loading dan hauling yang bertujuan untuk memenuhi target dari produksi per hari terhadap bongkahan yang
didapatkan dari hasil kegiatan peledakan, sehingga antara biaya yang dikeluarkan untuk alat berat yang digunakan dapat ditutupi oleh hasil dari produksi yang didapatkan oleh perusahaan. Adapun data6data yang didapatkan dari penelitian Praktek *erja 2apangan ini seperti sebagai berikut8
Eaktu kerja shift '! L # jam maF kerja dari total ) jam dalam satu shift, sehingga 1ff "3 $
ill fa+tor L "9 $ dan 9$
Tabel .' Data6data 0aktu mucking dan 0aktu loading dari stope I< ke stokan I muckbuy! ;iguha level :#!
N" $aktu Mu:k#ng 0det#k
$aktu L"ad#ng 0det#k
,/:le T#me LHD 0det#k
' 39 ( "( 3 ') %9 %33 % 3 3"( 3(% %9 3## 3)# # 33 3(9 %'3 " 3( 3"' 3(9 : 3' 3) %9# ) '( 3#' 3:9 ( %% 3': 3#9 '9 # 3%: 3)3 '' %" 3(' %3: '3 3) %'% %' '% 3" 3:" %93 ' 3) 3# 3:% '# " %99 %"
'" 9 %3% %"% ': ( %9) %#: ') 3 3(% %%# '( %) %9( %: 39 #9 %9 %# 3' #) 3(( %#: 33 ## 3)" %' Rata8 rata 3!9!6 24592 32394 T"tal * 3! 121
Tabel .3 Data6data mucking danloading dari stokan I ke stokan II lokasi ;iguha level :#
N" $aktu Mu:k#ng 0det#k
$aktu L"ad#ng 0det#k
,/:le T#me LHD 0det#k
' ': 3"( 3)" 3 3 3## 3:( % ' %:' '3 3) %'' %%( # )9 3() %:) " #9 3#( %9( : #) 3)% %' ) ) %99 %) ( #% %3% %:" '9 # %%( %) '' "" %(% #( '3 ) %3' %"( '% " %:( 3# ' ") %# '% '# #" %9% %#( '" "9 %33 %)3 ': #( %#% '3 ') #3 %3: %:( '( ) %" '3 39 #9 %:# 3# 3' #) %#: '# 33 ## %:" %' Rata8 rata *69!* 324931 349
T"tal 1116 223 4333
Tabel .% Data6data mu+king, loading dan 0aktu tumpah dari stokan II ke 4ranby rangkain pertama!
N" $aktu Mu:k#ng 0det#k
$aktu L"ad#ng 0det#k
,/:le T#me LHD 0det#k
' ') "# )% 3 33 "9 )3 % '" :9 )" '( "" )# # '" "3 :) " ': "' :) : 3' #" :: ) 39 ": ): ( ') "' :( '9 '( ") ): '' ') ": )# '3 39 ": ): Rata8 rata 149 !91 42943 T"tal 22! 6 55!
Tabel . Data6data mu+king, loading dan 0aktu tumpah dari stokan II ke 2randby >angkain II!
N" $aktu Mu:k#ng 0det#k
$aktu L"ad#ng 0det#k
,/:le T#me LHD 0det#k
' '" ") ) 3 ') ": )# % '( "" )# ') " )3 # ': ") )# " 39 ": ): : '" "( )# ) ') ": )# ( 39 "# )# '9 ') "" ) '' ': "" )% '3 '( "% )3 Rata8 14 933 4!933
rata
T"tal 21 5 1612
*emudian dari data perhitungan cycle time yang telah didapatkan seperti pada tabel maka dapat menghitung produktivitas alat muat dengan menggunakan rumus diba0ah ini. 2randby rangkaian I P L *ap F 60menit / jam CT F 1ff F ff L # ton F 60menit / jam CT F "3$ F "9$
L
# ton F 60menit / jam 1.38menit F "3$ F "9$ L # ton F '(.( jam L )9,% ton?jam 2randby rangkain II P L *ap F 60menit / jam CT F 1ff F ff L # ton F 60menit / jam CT F "3$ F 9$L
# ton F 60menit / jam 1.40menit F "3$ F 9$ L # ton F jam L #%,' ton?jam !.3 Pr"ses Peng"lahanProses pengolahan bijih emas di PT Antam Persero! Tbk, U-P1 Pongkor meliputi % unit proses yaitu unit sianidasi ,unit reco"ery dan unit tailingtreatment . !.3.1 &#an#das#
Unit sianidasi merupakan unit proses pertama dalam proses pengolahan emas yang men+angkup penghan+uran ore hingga proses sianidasi. Unit ini terdiri dari beberapa proses yaitu crushing, milling and classification dan leaching.
!.3.2 Crushing ( Peremukan
Crushing merupakan proses peremukan bijih emasore! yang berasal dari tambang menjadi ukuran yang lebih ke+il dari ukuran 99 mm menjadi ukuran sekitar '3.# mm untuk meningkatkan derajat liberasi, membebaskan logam berharga dari pengotornya dan memperbesar luas permukaan bijih sehingga
ke+epatan reaksi pelarutan dapat berlangsung dengan baik.
5re dari dalam tambang diangkut dengan menggunakan Load 'auling Dump! yang selanjutnya diangkut oleh lori grandby! ke stockpile. @re dari stockpileakan diangkut oleh dump truck untuk dimasukkan kedalam >@M run off mine! bin. Pada >@M bin dipasang gri66ly berupa besi yang disusun menyilang untuk memisahkan ore yang berukuran lebih besar dari 9 +m dengan yang lebih ke+il dari 9 +m. 5re yang tidak lolos di gri66ly akan dihan+urkan di tempat jika ukuran lebih terlalu besar atau diangkut kembali ke stockpile untuk direduksi ukurannya menggunakan e%ca"ator . 5re yang lolos di gri66lyakan jatuh ke apron feeder yakni feeder berupa bantalan besi yang berjalan sesuai setting yang telah ditentukan. Pada bagian keluarnya >@M dipasang rantai besar untuk mengatur jumlah ore yang masuk kedalam primary crusher jaw crusher !dan men+egah terjadinya choking .&ika terjadi choking digunakan rock grab untuk ore yang menyebabkan terjadinya coking atau menyemprot air untuk melarukan clay yang menempel.
4ambar .' a! Apron eeder b! 0aw Crusher
Ada dua jenis +rusher yang digunakan yaitu primary crusher dan secondary crusher.1rimary crusher yang digunakan jaw crusher tipe double toggle dan cone crusher sebagai secondary crusher .5re yang masuk ke jaw crusher akan dihan+urkan menjadi ukuran yang lebih ke+il dari 9 +m. /etelah itu ore akan ditransportasikan lagi menggunakan con"eyor 7& menuju tramp iron magnet yang berfungsisebagai penangkap sisa logam6logam yang terba0a dari tambang seperti bijih besi, paku, baja dan logam pengotor lainnya agar tidak merusak screen dan tidak merobek belt con"eyor . 5re selanjutnya diba0a menggunakan con"eyor 7(menuju primary screen yang berfungsi untuk memisahkan ore yang lebih ke+il dari '3.# mm undersi6e! dengan ore yang lebih besar dari '3.# mm o"ersi6e! . &enis primary screen yang digunakan jenis inclined "ibrating cone crusher dust enclosure. &enis ini memiliki dua de+k dengan ukuran de+katas %3 mm dan '" mm untuk de+k ba0ah yang terbuat dari rubber .5"ersi6e dari primary screen akan
diba0a oleh con"eyor 7* menuju cone crusher untuk dihan+urkan lagi sehingga ukurannya kurang dari '3.# mm, setelah direduksi ukurannya ore akan masuk ke con"eyor 7&, con"eyor 7( dan primary screen./edangkan undersi6e dari primary screen masuk ke secondary screen.
4ambar .3 a! Con"eyor 93 QCon"eyor 9% dan b! Mill Cyclone
4ambar .% a! 1rimary #creendan b! #econdary #creen
Umpan yang masuk ke secondary screen merupakan undersi6e dari primary screen.&enis secondary screen yang digunakan adalah hori6ontal "ibrating
double.Deck .&enis ini memiliki dua deck "ibrating screen yaitu ' mm dibagian atas dan 9.# mm dibagian ba0ah.Undersi6eukuran K' mm! dari secondary screen akan masuk ke sump tank dan kemudian akan di pompakan ke /T 8hickener sedangkan o"ersi6e6nya ukuran ' mm! akan diba0a oleh con"eyor 7 menuju ine 5re 3in @-! ' dan ine 5re 3in @-! 3.
4ambar . ine 5re 3in @-! ' dan ine 5re 3in @-! 3.
!.3 Milling and Classification
Milling atau grinding merupakan proses reduksi ukuran bijih dengan +ara penggerusan bijih ore! menggunakan grinding ball yang bertujuan untuk
menge+ilkan menjadi 6399 mesh atau : mikron sehingga dapat masuk ke tahap selanjutnya pelindian!. Proses ini merupakan proses lanjutan dari proses crushing . Alat milling yang digunakan adalah jenis ballmill tipe discharge mill ./edangkan liner yang digunakan jenisnya lifter bar dan shell plate. Akibat adanya lifter bar ini muatan yang ada di dalam ballmill akan terangkat saat ballmill berputar. -agian lifter bar yang ada lengkungannya atau yang tidak ada bagian miring, merupakan bagian yang berfungsi untuk mengangkat muatan di
dalam ballmill .
Umpan dalam ball mill 9 berasal dari @- I melalui belt con"eyor 7: dengan pengumpan mill feeder , selain itu umpan lain yang masuk ke dalam ball mill yang berasal dari ine #tock 8ank ! 8hickener , underflow cyclone dan endapan 9nline Leach $eactor I2>!. /edangkan ball mill 99 berasal dari @- 3 melalui belt con"eyor 9" dengan proses yang sama seperti pada @- '.
'. Ukuran bijih hasil gerusan )9$ yang berukuran 399 mesh, : mikron atau :'96%mm agar derajat liberasi dari logam berharga dapat ditingkatkan. 3. Persen solid harus berkisar antara %)$ 6 3$
%. Pada umpan 3all Mill ditambahkan Lead ;itratePb@%!3 berfungsi sebagai katalis dalam proses leaching .
Di ujung ball mill terdapat tromol screen yang memisahkan produk dari ball mill antara o"ersi6e dan undersi6e dengan bantuan spray water . 5"ersi6e dari tromol screen pada plant ' akan diangkut menggunakan wheel loader ke hopper dan dimasukan kembali ke con"eyor 7: menuju ball mill lagi. /edangkan pada plant 3 oversi5e akan masuk ke con"eyor portable yang selanjutnya akan masuk
ke con"eyor 9" kembali. /edangkan undersi6e<nya berupa slurry akan ditampung di sump discharge ballmill , selanjutnya akan dipompakan ke mill cyclone.
Pada mill cycloneakan terjadi proses classification dimanaterjadi pemisahan antara fraksi kasar dan fraksi halus akibat gaya sentrifugal dan gaya tangensial. Underflow atau fraksi kasar dari mill cycloneakan dikirim kembali ke ballmill , sedangkan o"erflow atau fraksi halus akan dikirim ke tangki leaching setelah melalui trash screen untuk memisahkan slurry dari pengotor6pengotorya.
4ambar .# a! 3all Mill b! Mill Cyclone
!.3.! Leaching
Leaching merupakan proses pelarutan emas dari bijihnya menggunakan pelarut tertentu. Proses leaching yang dilakukan oleh PT Antam Tbk, U-P1 Pongkor merupakan agitation leaching yang menggunakan pelarut sianida yang diperoleh dari hasil pelarutan natrium sianida a;! dengan di mi%ing 8ank . Persamaan reaksi pada proses leaching adalah sebagai berikutnya8
Au R ) a; R 93 R 73@ aAu;! R a@7 Ag R ) a; R 93 R 73@ aAg;! R a@7
Pada masing6masing plant 0aktu tinggal slurry dalam tangki leaching selama '# jam.Pada tangki leaching terjadi reaksi antara larutan sianida dengan
logam Au, Ag dan logam6logam lain seperti e, ;u, i, =n, ;d, dan ;o yang merupakan impurities.Adanya impurities meningkatkan kebutuhan sianida bebas ;n! untuk melarutkan logam berharga dalam bijih.
Parameter utama pada proses leaching adalah 8
• *onsentrasi /ianida
*onsentrasi sianida bergantung kadar bijih emas atau ore. /emakin tinggi kadar logam berharga dalam ore maka konsentrasi sianida yang digunakan semakin tinggi. Untuk mengolah ore dengan kadar emas #6: gpt diperlukan :996 :#9 ppm sianida.
• p7 operasi pada tangki leaching '9.%6'9.)
Pada proses sianidasi p7 dijaga pada rentang '9.%6'9.). &ika Ph berada diba0ah rentang itu, maka reaksinya akan lambat karena a; akan berubah menjadi 7; dan juga menyebabkan bera+un yang berbahaya bagi kesehatan selain itu jumlah sianida bebas dalam slurry berkurang sehingga menurunkan ekstraksi logam berharga.
;6R 7396 7;g!R @76
• Persen solid pada tangki leaching %)$63$
Persen solid pada tangki leaching pada rentang %)$63$.&ika persen solid diba0ah %)$ menunjukkan larutan en+er dan bijih emas yang bereaksi dengan sianida terlalu sedikit. /edangkan jika persen solid 6nya di atas 3$ akan mengurangi oksigen yang terlarut dan selain itu jika persen solid yang tinggi akan membutuhkan energi yang lebih besar untuk pengadukan.
• Dissol"ed 5ksigen D@! atau oksigen terlarut
*onsentrasi oksigen terlarut dalam tangki leaching antara %6: ppm. &ika konsentasi oksigen terlarut dkurang dari % ppm, slurry akan mengental dan kontak antara logam berharga dalam bijih dengan reagen leaching sulit terjadi. @ksigen terlarut ini berasal dari kompressor dan dialirkan melaui distributor pada shaft agitator.
Pada plant ' terdapat dua buah leaching tank yang berkapasitas %9 m%
dengan 0aktu tinggalnya yaitu :.# jam. /edangkan pada plant 3 memiliki satu buah leaching tank yang berkapasitas '999 m% dengan 0aktu tinggal '# jam.&adi
masing6masing 0aktu tinggal pada plant ' maupun plant 3 yaitu '# jam.
• Temperatur pada leaching tank
Temperatur pada leaching tank biasanya pada temperatur %996%%9;. &adi temperatur pada proses leaching sama dengan temperatur di lingkungan sekitar. !.3.* Un#t Re:";er/
!.3.*.1 Carbon In Leach 0,IL
Carbon in leach merupakan proses absorbsi emas yang telah larut saat proses leaching oleh +arbon aktif. Proses yang terjadi di ;I2 ini adalah penangkapan senya0a kompleks aAu;!3dan aAg;!3oleh +arbon aktif.
Persamaan reaksi yang terjadi adalah 8
3SAu;!36 R ;a3RR ; ;aS; G Au ;!33
3SAg;!36 R ;a3RR ; ;aS; G Ag ;!33
Pada plant ', tangki leaching berkapasitas 3(9 m%yang terdiri dari # tangki. /edangkan untuk plant 3 berjumlah : tangki dengan tangki ;I2 ' dan ;I2 3 dengan kapasitas %9 m% dan tangki ;I2 % sampai ;I2 : dengan kapasitas 3(9 m%. Tangki ;I2 dilengkapi dengan carbon interstage screen ukuran bukaan 9.) mm! tipe kambalda screen yang berfungsi untuk men+egah agar karbon tidak ikut bersama dengan aliran o"erflow slurry ke tangki berikutnya, sehingga slurry tetap
akan mengalir ke tangki berikutnya melalui launder talangan!. Distribusi karbon aktif ini berla0anan arah Cunter current ! dengan aliran slurry yaitu untuk plant ' dimasukkan dari tangki ;I2 : baru kemudian masuk tangki ;I2 " dan seterusnya sampai ke tangki ;I2 pertama dengan +ara menggunakan carbon transfer pump untuk memompakan karbon tersebut. Aliran ini diran+ang untuk men+apai distribusi karbon di tangki ;I2 sesuai dengan desain yang telah ditentukan. Pada tiap tangki terdapat carbon transfer screen atau sie"e band yang berfungsi untuk
memisahkan antara karbon dan slurry. *arbon akan ditransfer ke tangki selanjutnya sedangkan slurry akan dikembalikan ke tangki yang mentransfer karbon.
Tujuan dari dari penambahan fress carbon di tangki ;I2 terakhir agar penyerapan ion Au?Ag kompleks lebih efektif, karena kandungan Au6Ag di tangki
;I2 terakhir paling rendah sehingga diharap kandungan Au6Ag di tangki ;I2 terakhir seluruh ion Au6Ag kompleks dapat diadsorpsi olek fresh carbon yang masih tinggi tingkat absorbsinya. Distribusi karbon di tangki ;I2 a0al dan akhir sekitar %9 gr?2, sedangkan di tangki ;I2 tengah sekitar ) gr?2.