• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.3 Peran Komunikasi dalam Keperawatan

2.3.3 Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Pada Pasien

a. Pengkajian Keperawatan

1. Faktor Predisposisi

a) Faktor biologis

Gangguan perkembangan dan fungsi otak susunan syaraf pusat dapat

menimbulkan gangguan realitas. Gejala yang mungkin muncul adalah

hambatan dalam belajar, berbicara, daya ingat dan munculnya perilaku

b) Faktor psikologis

Keluarga pengasuh dan lingkungan pasien sangat mempengaruhi respon

psikologis pasien sikap atau keadaan yang dapat mempengaruhi gangguan

orientasi realitas adalah penolakan atau kekerasan dalam kehidupan pasien.

c) Faktor sosial budaya

Kehidupan sosial budaya dapat pula mempengaruhi gangguan orientasi

realita seperti kemiskinan, konflik sosial budaya (peperangan atau

kerusuhan) dan kehidupan yang terisolasi disertai stress. Isolasi sosial pada

usia lanjut, cacat, sakit kronis dan tuntutan lingkungan yang terlalu tinggi.

d) Faktor genetik

adanya pengaruh herediter (keturunan) berupa anggota keluarga terdahulu

yang mengalami skizofrenia dan kembar kromoson.

2. Perilaku

Mengidentifikasi adanya tanda-tanda dan perilaku halusinasi pasien dengan

mengkaji isi halusinasi, waktu halusinasi, frekuensi halusinasi, situasi

penyebab halusinasi serta respons pasien.

3. Status emosi

Afek tidak sesuai, perasaan bersalah atau malu, sikap negatif dan

bermusuhan, serta kecemasan atau panik .

4. Status sosial

Putus asa, menurunnya kualitas kehidupan, ketidakmampuan mengatasi

b. Diagnosa Keperawatan

Gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran

c. Intervensi Keperawatan

1. Tindakan Keperawatan untuk Pasien

a. Tujuan tindakan untuk pasien meliputi:

1) Pasien mengenali halusinasi yang dialaminya

2) Pasien dapat mengontrol halusinasinya

3) Pasien mengikuti program pengobatan secara optimal

b. Tindakan Keperawatan

a. Membantu pasien mengenali halusinasi

Untuk membantu pasien mengenali halusinasi, perawat dapat

melakukannya cara berdiskusi dengan pasien tentang isi halusinasi (apa

yang didengar), waktu terjadinya halusinasi, frekuensi terjadinya

halusinasi, situasi yang menyebabkan halusinasi muncul dan perasaan

pasien saat halusinasi muncul.

b. Melatih pasien mengontrol halusinasi. Untuk membantu pasien agar

mampu mengontrol halusinasi perawat dapat melatih pasien dengan

empat cara yang sudah terbukti dapat mengendalikan halusinasi.

Keempat cara tersebut meliputi:

a) Menghardik halusinasi

b) Bercakap-cakap dengan orang lain

c) Melakukan aktivitas yang terjadwal

d. Implementasi Keperawatan

1. Melatih Pasien Menghardik Halusinasi

Pasien dilatih dengan cara menolak halusinasi yang muncul atau tidak

memerdulikan halusinasinya. Kalau ini bisa dilakukan, pasien akan mampu

mengendalikan diri dan tidak mengikuti halusinasi yang muncul. Tahapan

tindakan meliputi:

a) Menjelaskan cara menghardik halusinasi

b) Memperagakan cara menghardik

c) Meminta pasien memperagakan ulang

d) Memantau penerapan cara ini, menguatkan perilaku pasien

2. Melatih Bercakap-cakap dengan Orang Lain

Ketika pasien bercakap- cakap dengan orang lain maka terjadi distraks,

fokus perhatian pasien akan beralih dari halusinasi ke percakapan yang

dilakukan dengan orang lain tersebut. Sehingga salah satu cara yang efektif

untuk mengontrol halusinasi adalah dengan bercakap-cakap dengan orang

lain.

3. Melatih Pasien Beraktivitas Secara Terjadwal

Untuk mengurangi resiko halusinasi muncul lagi adalah dengan

menyibukkan diri dengan aktivitas yang teratur. Dengan beraktivitas secara

terjadwal, pasien tidak akan mengalami banyak waktu luang sendiri yang

seringkali mencetuskan halusinasi. Untuk itu pasien yang mengalami

beraktivitas secara teratur dari bangun pagi sampai tidur malam, tujuh hari

dalam seminggu.

4. Melatih Pasien Menggunakan Obat Secara Teratur

Untuk mampu mengontrol halusinasi pasien juga dilatih untuk

menggunakan obat secara teratur sesuai denagn program. Pasien gangguan

jiwa yang dirawat di rumah seringkali mengalami putus obat sehingga

akibatnya pasien mengalami kekambuhan. Bila kekambuhan terjadi maka

untuk mencapai kondisi seperti semula akan lebih sulit. Untuk itu pasien

perlu dilatih menggunakan obat sesuai program dan berkelanjutan. Berikut

ini tindakan keperawatan agar pasien patuh menggunakan obat:

a) Menjelaskan pentingnya penggunaan obat pada gangguan jiwa

b) Menjelaskan akibat bila obat tidak digunakan sesuai program

c) Menjelaskan akibat bila putus obat

d) Menjelaskan cara mendapatkan obat/berobat

e) Menjelaskan cara menggunakan obat dengan prinsip 5 benar (benar

obat, benar pasien, benar cara, benar waktu, dan benar dosis. (Purba

Adapun strategi pertemuan pada pasien halusinasi pendengaran sebagai

berikut:

Tabel 2.1 Strategi Pertemuan pada Pasien Halusinasi pendengaran

No. Kemampuan Pasien

SP 1 1. Mengidentifikasi jenis halusinasi

2. Mengidentifikasi isi halusinasi

3. Mengidentifikasi waktu halusinasi

4. Mengidentifikasi frekuensi halusinasi

5. Mengidentifikasi situasi yang menimbulkan halusinasi

6. Mengidentifikasi respon pasien terhadap halusinasi

7. Mengajarkan pasien menghardik halusinasi

8. Menganjurkan pasien memasukkan cara menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian

SP 2 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien

2. Melatih pasien mengendalikan halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain

3. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

SP 3 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien

2. Melatih pasien mengendalikan halusinasi dengan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan di rumah sakit

3. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan pasien

2. Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat secara teratur

3. Menganjurkan pasien memasukkan dalam kegiatan harian

e. Evaluasi

Evaluasi keberhasilan tindakan keperawatan yang sudah perawat lakukan

untuk pasien halusinasi adalah sebagai berikut:

1. Pasien mempercayai perawat sebagai terapis, ditandai dengan:

a) Pasien mau menerima anda sebagai perawatnya

b) Pasien mau menceritakan masalah yang ia hadapi kepada perawat,

bahkan hal-hal yang selama ini dianggap rahasia untuk orang lain

c) Pasien mau bekerja sama dengan perawat, setiap program yang perawat

tawarkan ditaati oleh pasien

2. Pasien menyadari bahwa yang dialaminya tidak ada objeknya dan

merupakan maslah yang harus ditaati, ditandai dengan:

a) Pasien mengungkapkan isi halusinasinya yang dialaminya

b) Pasien menjelaskan waktu, dan frekuensi halusinasi yang dialaminya

c) Pasien menjelaskan situasi yang mencetus halusinasi

d) Pasien menjelaskan bahwa ia akan berusaha mengatasi halusinasi yang

3. Pasien dapat mengontrol halusinasi, ditandai dengan:

a) Pasien mampu memperagakan empat cara mengontrol halusinasi

b) Pasien menerapkan empat cara mengontrol halusinasi (Purba dkk,

Dokumen terkait