• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Identifikasi permasalahan lapangan

Pokja IV: Melaksanakan Sosialisasi, penyebaran hasil uji operasional sarana penangkapan ikan dan alat tangkap ramah

UJI OPERASIONAL PENDAMPINGAN

5. Pelaksanaan Identifikasi permasalahan lapangan

Pelaksanaan identifikasi harus memperhatikan kebutuhan stakeholder terkait permasalahan di lapangan. Hal tersebut

Pelaksanaan identifikasi dilakukan di 3 (tiga) lokasi yaitu Kabupaten Demak, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Kendal. Kegiatan tersebut dilakukan bersama antara tim pelaksana teknis BBPI dengan petugas Dinas Kelautan dan Perikanan, penyuluh, kelompok nelayan dan nelayan.

Hasil kegiatan identifikasi dari ketiga lokasi adalah sebagai berikut:

(1) Lokasi Kabupaten Demak

Kegiatan identifikasi Uji Operasional Pendampingan Alat Tangkap Ramah Lingkungan Gillnet dilaksanakan selama 6 hari pada tanggal 10 s.d. 15 April 2017. Lokasi kegiatan di Morodemak, Kabupaten Demak sedangkan personil tim pelaksana teknis BBPI adalah Syahasta D.E.G., SE, M.Si dan Teguh Eka Wijaya.

Kegiatan ini dimulai dengan melakukan koordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak dan Pelabuhan

30 Perikanan Pantai Morodemak terkait paket bantuan alat tangkap yang sudah diterima di Kabupaten Demak. Berdasarkan Keterangan dari pihak terkait sebagai berikut:

(1) Dari 167 (seratus enam puluh tujuh) paket BSPI TA 2016 dari DJPT, KKP yang dialokasikan untuk Kabupaten Demak hanya 5 (lima) paket BSPI saja yang diterima Nelayan di Kabupaten Demak.

(2) Paket BSPI TA 2016 dari DJPT, Kementerian Kelautan dan Perikanan sebanyak 5 (lima) yang dengan kode B2 dan B5

a) Paket Bantuan API Kode B2

Spesifikasi bantuan alat tangkap untuk kode B2 adalah Gillnet Pertengahan PA Multifilamen d/12 dilengkapi dengan saran mesh size 4 inch 1000 meter/ 22 pis untuk kapal > 5 – 10 GT

b) Paket Bantuan API Kode B5

Spesifikasi bantuan alat tangkap untuk kode B5 adalah Gillnet Pertengahan PA Multi Monofilamen 10 Ply (Millenium) mesh size 4 inch 1000 meter/ 22 pis untuk kapal > 5 – 10 GT.

Seluruh paket sudah sampai dan sudah diserahkan kepada beberapa KUB atau nelayan penerima. Namun API bantuan tersebut belum digunakan/dimanfaatkan untuk operasi penangkapan ikan tetapi disimpan di rumah masing-masing nelayan penerima.

(2) Lokasi Kabupaten Pekalongan

Kegiatan identifikasi Uji Operasional Pendampingan Alat Tangkap Ramah Lingkungan Gillnet dilaksanakan selama 6 hari pada tanggal 10 s.d. 15 April 2017. Lokasi kegiatan di Desa Pecakaran, Desa Tratebang, Desa Api-Api, dan Desa Wonokerto Kulon, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Provinsi

31 Jawa Tengah. Sedangkan personil tim pelaksana teknis BBPI adalah Oktavian Rahardjo, ST, MT dan B. Candra Pratiwi, S.Pi, M.Si.

Informasi dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Masyarakat Pesisir Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan

1) Dari 167 (seratus enam puluh tujuh) paket BSPI TA 2016 dari DJPT, KKP yang dialokasikan untuk Kabupaten Pekalongan hanya 130 (seratus tiga puluh) paket BSPI saja yang diterima Nelayan di kabupaten Pekalongan. Sisanya sebanyak 37 (tiga puluh tujuh) paket BSPI dilimpahkan ke Kabupaten Kendal.

2) 130 (seratus tiga puluh) paket BSPI TA 2016 dari DJPT, KKP yang terbagi dalam 2 (dua)kode API kepada Kabupaten Pekalongan yaitu

a) Paket Bantuan API Kode C1

125 (seratus dua puluh lima) paket, yang setiap paketnya terdiri dari 15 (lima belas) pis atau 500 meter Gill Net Dasar PA Mono Ø 0,40 mm dengan Mesh Size 4 inch (desain terlampir). Seluruh paket sudah sampai dan sudah diserahkan kepada beberapa KUB atau Nelayan Penerima.Namun API bantuan tersebut belum digunakan/dimanfaatkan untuk operasi penangkapan ikan tetapi disimpan di rumah masing-masing Nelayan Penerima.

b) Paket Bantuan API Kode C2

5 (lima) paket, yang setiap paketnya terdiri dari 30 (tiga puluh) pis atau 1000 meter Gill Net Dasar PA Mono Ø 0,40 mm dengan Mesh Size 4 inch (desain terlampir). Seluruh paket sudah sampai dan sudah diserahkan kepada Bapak Jumadi selaku Ketua KUB Sinar Laut.(desain terlampir).

Seluruh paket sudah sampai dan sudah diserahkan kepada

32 beberapa KUB atau Nelayan Penerima.Namun API bantuan tersebut belum digunakan/dimanfaatkan untuk operasi penangkapan ikantetapi disimpan di rumah masing-masing Nelayan Penerima.

3) Meskipun 130 (seratus tiga puluh) paket BSPI TA 2016 dari DJPT, KKP telah diterima tetapi tidak sesuai keinginan/permintaan nelayan (MS 3-3,5 inch) karena tidak ada MS 3-3,5 inch di E-Katalog 2016, paling mendekati adalah 4 inch.

Informasi dari Nelayan Penerima Paket BSPI TA 2016, antara lainBapak Solekhan (Nelayan Cantrang di Desa Tratebang), Bapak Islam dan Warsidin (Nelayan Arad di Desa Tratebang), Bapak Tarqiji dan Ahmad Kudus (Nelayan Arad di TPI Jambean, Desa Pecakaran) 1) Mereka telah menerima 15 (lima belas) karung untuk Nelayan

Arad dan 30 (tiga puluh) karung untuk Nelayan Cantrang, meskipun semuanya tidak sesuai dengan keinginan mereka (Gill Net Millenium MS 3-3,5 inch) sehingga harapannya Alat Tangkap Bantuan bisa ditukar/diganti.

2) Beberapa nelayan telah dilatih mengoperasikan Gill Net Millenium di BP3 Tegal.

3) Ada beberapa tipe nelayan penerima bantuan API di Kabupaten Pekalongan, antara lain:

a) Sama sekali belum mencoba, khawatir sudah mengeluarkan modal tetapi tidak hasil sehingga menunggu temannya mencoba untuk melihat keberhasilannya, selama menunggu tetap mengoperasikan Cantrang ataupun Arad;

b) Sudah mencoba 1 s.d 5 pis untuk 1 s.d 2 kali trip, tetapi tidak hasil, selanjutnya tidak digunakan lagi, kemudian kembali mengoperasikan Arad.

4) Sebagian besar mereka berpendapat bahwa

33 a) Alat Tangkap Bantuan tidak cocok untuk Laut Jawa karena untuk menangkap ikan berukuran besar di Daerah Penangkapan Ikan yang Jauh;

b) Kapal nelayan penerima berukuran kecil, tidak mampu menjangkaunya;

c) Jika kapal Arad mengoperasikan Gill Net perlu dilakukan perubahan untuk tempat meletakkan/menyimpan Jaring.

Hasil identifikasi diketahui ada perbedaan antara data bantuan sarana penangkapan ikan yang dimiliki Tim BBPI Semarang dengan kenyataan di lapangan, yaitu 167 (seratus enam puluh tujuh) paket BSPI TA 2016 dari DJPT, KKP yang dialokasikan untuk Kabupaten Pekalongan hanya 130 (seratus tiga puluh) paket BSPI saja yang diterima Nelayan di kabupaten Pekalongan. Sisanya sebanyak 37 (tiga puluh tujuh) paket BSPI dilimpahkan ke Kabupaten Kendal.

Dari seluruh API Bantuan yang telah sampai dan diserahkan pada Nelayan dan Koperasi, hanya sebagian kecil saja yang sudah digunakan atau dimanfaatkan untuk operasi penangkapan ikan karena tidak hasil dan khawatir sudah mengeluarkan modal tetapi tidak hasil sehingga menunggu temannya mencoba untuk melihat keberhasilannya. Selain itu adanya resistansi karena adanya anggapan bahwa Alat Tangkap Bantuan tidak cocok untuk Laut Jawa karena untuk menangkap ikan berukuran besar di Daerah Penangkapan Ikan yang Jauh padahal Kapal nelayan penerima berukuran kecil, tidak mampu menjangkaunya. Bahkan jika kapal Arad mengoperasikan Gill Net perlu dilakukan perubahan untuk tempat meletakkan/menyimpan Jaring.Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa tingkat keberterimaan nelayan penerima bantuan sangat rendah, hanya sebatas menerima meskipun tidak sesuai dengan keinginan atau kebutuhan atau kebiasaan mereka.

34 Namun, keberterimaan seperti ini masih memiliki peluang untuk diperbaiki dengan melakukan Pendampingan Uji Operasional API Bantuan, sehingga diharapkan melalui pendampingan uji operasional dapat menunjukkan bahwa API Bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan nelayan penerima dan sekaligus menunjukkan hasil tangkapan atau kinerja API Bantuan tersebut.

(3) Lokasi Kabupaten Kendal

Kegiatan identifikasi Uji Operasional Pendampingan Alat Tangkap Ramah Lingkungan Gillnet dilaksanakan selama 6 hari pada tanggal 10 s.d. 15 April 2017. Lokasi kegiatan di Desa Jatipurwo, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal sedangkan personil tim pelaksana teknis BBPI adalah Ir. Theresia Endang Subekti, M.Pi dan Yazid Zaini, ST

Informasi dari Bapak Ngatmin dan Bapak Rahudi (Nelayan Gill Net Millenium Existing di Desa Jatipurwo)

1) Bapak Ngatmin adalah ayah dari Bapak Rahudi. Bapak Ngatmin berpengalaman mengoperasikan Gill Net ±20 tahun sedangkan Bapak Rahudi ±5 tahun.

2) Bapak Ngatmin dan Bapak Rahudi mengoperasikan Gill Net Dasar karena merasa hasil tangkapan berharga tinggi, tidak boros BBM, dan tidak memaksa kerja atau membebani Mesin Penggerak Kapal.

3) Alat Penangkapan Ikan yang digunakan adalah jenis Jaring Insang Millenium (Gillnet Multi Monofilament) dengan Ikan Target Tangkapan, antara lain Selar, Kakap Merah, Kerong-kerong, dan Manyung.

4) Kapal yang digunakan Bapak Ngatmin berukuran Panjang x Lebar x Dalam = 6,7m x 2,6m x 0,6m dengan tonase 1GT menggunakan Motor Penggerak Mesin Diesel Stasioner 20 PK

35 sebanyak 2 (dua) unit. Sedangkan Kapal yang digunakan Bapak Rahudi berukuran Panjang x Lebar x Dalam = 8,35m x 3,0m x 0,75m menggunakan Motor Penggerak Mesin Diesel Stasioner 22 PK dan 24PK.

5) Dalam operasi penangkapan ikan, Bapak Ngatmin menggunakan Alat Bantu Penangkapan Ikan, berupa Mesin Bantu (Genset), Alat Bantu Navigasi Kapal (GPS), dan Alat Bantu Pelacak Ikan (Fishfinder).

Berdasarkan informasi nelayan dengan menggunakan GPS maka nelayan lebih mudah dalam menentukan posisi saat menuju daerah penangkapan ikan. Penggunaan fish finder juga membantu dalam operasi penangkapan, dimana penangkapan menjadi lebih efektif. Saat tampilan di fish finder menunjukkan kondisi perkiraan gerombolan ikan yang cukup besar di dalam perairan, dan jaring diturunkan di sekitar daerah tersebut, maka dapat dipastikan bahwa hasil tangkapan yang diperoleh cukup banyak.

6) Anak Buah Kapal di Kapal Bapak Ngatmin berjumlah 3 (tiga) orang tiap tripnya dengan Trip Penangkapan selama 3 (tiga) hari/trip.

7) Musim Ikan terjadi hingga 10 bulan dalam setahun a) Musim Puncak : Maret s.d Agustus

- Daerah Penangkapan di sekitar Karang Bapang - Perjalanan 3 s.d 4 jam dengan kedalaman s.d 50m b) Musim Biasa : September dan Oktober

- Daerah Penangkapan di sekitar Karang Jahe - Perjalanan ±1 jam dengan kedalaman s.d 30m c) Musim Biasa : November dan Desember

- Daerah Penangkapan di sekitar Tanjung Gunung - Perjalanan 1 s.d 2 jam dengan kedalaman s.d 16m

36 Tidak Musim ikan hingga 2 (dua) bulan dalam setahun, bahkan tidak dapat ikan pada bulan Januari dan Februari.Penangkapan dengan jaring insang dasar umumnya dilakukan selama 10 (sepuluh) bulan dalam 1 (satu) tahun, dimana dilakukan 4 s.d 5 trip penangkapan dalam 1 (satu) bulan.

Hasil tangkapan jaring insang dasar dipengaruhi oleh musim penangkapan. Berdasarkan informasi tersebut dapat disimpulkan bahwa daerah penangkapan gillnet dasar nelayan Weleri, Kendal memang terkonsentrasi di daerah penangkapan Karang Bapang.

Dokumen terkait