Pokja IV: Melaksanakan Sosialisasi, penyebaran hasil uji operasional sarana penangkapan ikan dan alat tangkap ramah
UJI OPERASIONAL PENDAMPINGAN
6. Pembahasan hasil identifikasi di lapangan
a. Lokasi Kabupaten Demak
Ada perbedaan antara data bantuan sarana penangkapan ikan yang dimiliki Tim BBPI Semarang dengan kenyataan di lapangan, yaitu 167 (seratus enam puluh tujuh) paket BSPI TA 2016 dari DJPT, KKP yang dialokasikan untuk Kabupaten Demak hanya 5 (lima) paket BSPI saja yang diterima Nelayan di kabupaten Demak.
Dari seluruh API Bantuan yang telah sampai dan diserahkan pada Nelayan dan Koperasi, belum digunakan atau dimanfaatkan untuk operasi penangkapan ikan karena tidak hasil dan khawatir sudah mengeluarkan modal tetapi tidak hasil sehingga menunggu temannya mencoba untuk melihat keberhasilannya. Selain itu adanya resistansi karena adanya anggapan bahwa Alat Tangkap Bantuan tidak cocok untuk Laut Jawa karena untuk menangkap ikan berukuran besar di Daerah Penangkapan Ikan yang Jauh padahal Kapal nelayan penerima
37 berukuran kecil, tidak mampu menjangkaunya. Bahkan jika kapal Arad mengoperasikan Gill Net perlu dilakukan perubahan untuk tempat meletakkan/menyimpan Jaring. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa tingkat keberterimaan nelayan penerima bantuan sangat rendah, hanya sebatas menerima meskipun tidak sesuai dengan keinginan atau kebutuhan atau kebiasaan mereka.
Berdasarkan hasil identifikasi tersebut dan mengingat saat ini nelayan arad tidak ada yang menggunakan API bantuan KKP, maka uji operasional dilakukan dengan meminjam API bantuan tersebut dari nelayan penerima untuk diuji operasionalkan dengan nelayan gillnet (existing). Adapun nelayan gillnet yang melakukan uji operasional setidaknya memiliki ukuran perahu yang sama atau mendekati ukuran perahu nelayan arad.
Untuk merealisasikan rencana kegiatan tindak-lanjut tersebut maka perlu dilakukan rapat internal BBPI untuk membahas bentuk kegiatan, personil yang akan melaksanakan, kesesuaian anggaran dengan kegiatan, bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan, serta kesesuaian TOR/KAK yang ada dengan hasil pelaksanaan nantinya. Rapat internal tersebut melibatkan Tim Pelaksana, Bidang Uji Terap Teknik Pemanfaatan Sumber Daya Ikan, dan Bagian Tata Usaha.
b. Lokasi Kabupaten Pekalongan
Ada perbedaan antara data bantuan sarana penangkapan ikan yang dimiliki Tim BBPI Semarang dengan kenyataan di lapangan, yaitu 167 (seratus enam puluh tujuh) paket BSPI TA 2016 dari DJPT, KKP yang dialokasikan untuk Kabupaten Pekalongan hanya 130 (seratus tiga puluh) paket BSPI saja yang diterima Nelayan di kabupaten Pekalongan. Sisanya sebanyak 37 (tiga puluh tujuh) paket BSPI dilimpahkan ke Kabupaten Kendal.
38 Dari seluruh API Bantuan yang telah sampai dan diserahkan pada Nelayan dan Koperasi, hanya sebagian kecil saja yang sudah digunakan atau dimanfaatkan untuk operasi penangkapan ikan karena tidak hasil dan khawatir sudah mengeluarkan modal tetapi tidak hasil sehingga menunggu temannya mencoba untuk melihat keberhasilannya. Selain itu adanya resistansi karena adanya anggapan bahwa Alat Tangkap Bantuan tidak cocok untuk Laut Jawa karena untuk menangkap ikan berukuran besar di Daerah Penangkapan Ikan yang Jauh padahal Kapal nelayan penerima berukuran kecil, tidak mampu menjangkaunya. Bahkan jika kapal Arad mengoperasikan Gill Net perlu dilakukan perubahan untuk tempat meletakkan/menyimpan Jaring. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa tingkat keberterimaan nelayan penerima bantuan sangat rendah, hanya sebatas menerima meskipun tidak sesuai dengan keinginan atau kebutuhan atau kebiasaan mereka. Namun, keberterimaan seperti ini masih memiliki peluang untuk diperbaiki dengan melakukan Pendampingan Uji Operasional API Bantuan, sehingga diharapkan melalui pendampingan uji operasional dapat menunjukkan bahwa API Bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan nelayan penerima dan sekaligus menunjukkan hasil tangkapan atau kinerja API Bantuan tersebut.
Berdasarkan hasil identifikasi tersebut dan mengingat saat ini nelayan arad tidak ada yang menggunakan API bantuan KKP, maka uji operasional dilakukan dengan meminjam API bantuan tersebut dari nelayan penerima untuk diuji operasionalkan dengan nelayan gillnet (existing). Adapun nelayan gillnet yang melakukan uji operasional setidaknya memiliki ukuran perahu yang sama atau mendekati ukuran perahu nelayan arad.
39 API bantuan milik nelayan Desa Tratebang sebanyak 36 pis (dari 18 orang nelayan @ 2 pis) dipindahkan dan disimpan di Koperasi Nelayan Jaya Samudera untuk diuji-operasionalkan oleh Bapak To’ani.
API bantuan milik nelayan Desa Pecakaran sebanyak 30 pis (dari 2 orang nelayan @ 15 pis) dipindahkan dan disimpan di rumah Bapak Mashadi untuk diuji-operasionalkan oleh Bapak Mashadi.
Untuk merealisasikan rencana kegiatan tindak-lanjut tersebut maka perlu dilakukan rapat internal BBPI untuk membahas bentuk kegiatan, personil yang akan melaksanakan, kesesuaian anggaran dengan kegiatan, bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan, serta kesesuaian TOR/KAK yang ada dengan hasil pelaksanaan nantinya. Rapat internal tersebut melibatkan Tim Pelaksana, Bidang Uji Terap Teknik Pemanfaatan Sumber Daya Ikan, dan Bagian Tata Usaha.
c. Lokasi Kabupaten Kendal
Di Desa Jatipurwo, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah terdapat Nelayan Jaring Insang Dasar Millenium yang telah bertahan selama ±20 tahun meskipun nelayan sekitar mengoperasikan alat tangkap yang dilarang, seperti Arad. Alasannya karena merasa hasil tangkapan Jaring Insang Dasar Millenium berharga tinggi, tidak boros BBM, dan tidak memaksa kerja atau membebani Mesin Penggerak Kapal.
Spesifikasi teknis dari Jaring Insang Dasar memiliki spesifikasi sebagai berikut: bahan jaring PA multimonofilament No. 15 x 10 Ply, dengan ukuran mata jaring bervariasi yaitu 4 inch, 5 inch, dan 6 inch. Penangkapan menggunakan jaring
40 insang dasar oleh nelayan Weleri, Kendal dioperasikan di dasar perairan tanpa menggunakan alat bantu penarik tali maupun jaring, namun menggunakan alat bantu navigasi yaitu GPS portable dan alat bantu pendeteksi ikan yaitu fish finder. Target tangkapan jaring insang dasar adalah ikan demersal seperti kakap, manyung, selar. Daerah penangkapan nelayan jaring insang dasar Weleri, Kendal adalah di sekitar Karang Bapang dengan kedalaman 35m s.d 45m, Karang Jahe di kedalaman 28,5m s.d 30m dan daerah di sekitar perairan Weleri pada kedalaman 6 m.
Rencana kegiatan tindak-lanjut Jaring Insang Dasar dari bahan jaring PA multimonofilament (millennium) No. 15 x 10 Ply, dengan ukuran mata jaring bervariasi yaitu 4 inch, 5 inch, dan 6 inch perlu diuji operasional untuk memperoleh data hasil tangkapan dan daerah penangkapan ikan serta operasional penangkapan ikan.
Mekanisme uji operasional dengan mengikuti operasi penangkapan ikan yang dilakukan oleh Bapak Ngatmin dan Bapak Rahudi, menggunakan jaring insang dasar miliknya dengan kapal miliknya.
Untuk merealisasikan rencana kegiatan tindak-lanjut tersebut maka perlu dilakukan rapat internal BBPI untuk membahas bentuk kegiatan, personil yang akan melaksanakan, kesesuaian anggaran dengan kegiatan, bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan, serta kesesuaian TOR/KAK yang ada dengan hasil pelaksanaan nantinya. Rapat internal tersebut melibatkan Tim Pelaksana, Bidang Uji Terap Teknik Pemanfaatan Sumber Daya Ikan, dan Bagian Tata Usaha.
41 7. Review SOP Bidang UjiTerap
SOP Uji Operasional pendampingan sebelum di uji cobaan dalam Uji Operasional Pendampingan Alat Tangkap Ramah Lingkungan Sebagai Alternatif Pengganti Cantrang Di Pantai Utara Jawa yang sesuai dengan tugas dan fungsi Bidang Uji Terap Teknologi Pemanfaatan SDI dirapatkan kembali untuk dapat penyempurnaan proses pelaksanaan uji operasional secara efektif dan efisien cepat dan mudah.
Didalam rapat yang dihadiri seluruh pejabat fungsional dan tim proyek perubahan disepakati ada langkah langkah standar operasional prosedur uji operasional pendampingan yang dalam pembahasan dan assesment dilakukan setelah pembentukan organisasi fungsional kerekayasaan. Sedangkan dalam SOP uji operasional ini untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan dan efisiensi anggaran langkah langkah uji coba sebelum dilaaksanakan uji operasional di tiadakan. untuk lebih jelasnya dibawah ini disajikan alur proses (Flowchart) dibawah ini.
Rancangan SOP Penyiapan Kegiatan Uji Operasional pendampingan hasil reviuw seperti tersaji dalam Alur Proses (Flowchart) dibawah ini.
SUMBER & PELAKSANA TAHAPAN / LANGKAH
Issue, Kebutuhan, Tuntutan, Kebijakan
Mulai
Identifikasi Nelayan, Alat Tangkap Bermasalah, Perumusan
Masalah, Solusi Masalah STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
UJI OPERASIONAL PENDAMPINGAN
42 Perekayasa & Litkayasa
Kelompok Kerja
Koordinator Perekayasa Koordinator Litkayasa
Calon Troika Perekayasa
Struktural Terkait
Koordinator Perekayasa Koordinator Litkayasa
Konsep Program Manual Troika Perekayasa
Program Manual
Perekayasa terkait OFK
Bidang Dukungan Teknis
Pembentukan Tim Uji Operasional
Penyusunan Proposal Kegiatan
Penyusunan Konsep Program Manual
Pembahasan dan Assessment
Pelaksanaan Uji Operasional didukung Manual terkait Kegiatan &
Tahap Konsep
Monitoring &
Evaluasi Solusi &
Perbaik
Sosialisasi, Desiminasi, Bimbingan Teknologi
Selesai
Diterima
Tidak Diterima
Sesuai Program Tidak Sesuai
43 8. Uji coba penerapan SOP pelaksanaan uji operasional
pendampingan
a. Uji coba SOP Pelaksanaan Uji Operasional pendampingan dilakukan berupa Simulasi Penerapan SOP dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait di lingkup BBPI Semarang, dimana stakeholder yang terkait langsung yaitu:
1. Seksi Uji Terap Sarana Penangkapan Ikan, 2. Seksi Uji Terap Habitat dan SDI,
3. Sub Bagian Perencanaan,
4. Kelompok Pejabat Fungsional (Perekayasa dan Litkayasa).
Rangkaian kegiatan Simulasi penerapan SOP Penyiapan Kegiatan Uji Terap dilakukan dengan menggunakan beberapa instrumen SOP antara lain : 1. Data Bantuan Alat Tangkap tahun 2016, 2. Surat permohonan permintaan pendampingan dari daerah, 3. SK. Perubahan Personil Kegiatan tahun 2017 4. dan serta SK Koordinator dan Wakil Koordinator Pejabat Fungsional (Perekayasa dan Litkayasa) serta SK.
Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Fungsional.
substansi pendukung (personil dan anggaran) sebagai bahan awal bagi bidang uji terap untuk melakukan konsultasi dan komunikasi untuk menyiapkan data pendukung yang akan dibahas pada tingkat perencanaan dengan Sub bagian Perencanaan.
Setelah diverifikasi bahan Pelaksanaan Uji Operasional pendampingan akan dilaporkan keoada Kepala Bidang Uji terap untuk disiapkan sebagai bahan pembahasan untuk menindaklanjuti proses penyiapan kegiatan uji terap yang lebih matang.
Kepala Bidang membuat Surat Memorandum kembali kepada Koordinator Pejabat Fungsional dan Kelompok Bidang Keahlian Fungsional untuk dapat melakukan pembahasan konsep Uji Operasional pendampingan terap sesuai dengan bidang kegiatannya untuk mematangkan konsep dan menyusun serta menetapkan skala
44 prioritas kegiatan Uji Operasional pendampingan yang layak untuk diusulkan.
Standar Operasional dan Prosedur yang sudah direview diterapkan pada pelaksanaan Uji Operasional Pedampingan di Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut dilakukan selama 7 hari pada tanggal 28 April s.d 4 Mei 2017. Lokasi kegiatan di Desa Pecakaran, Desa Tratebang, Desa Api-Api, dan Desa Wonokerto Kulon, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Personil tim pelaksana teknis BBPI adalah Oktavian Rahardjo, ST, MT, B. Candra Pratiwi, S.Pi, M.Si., Retno Tri Prihartiningsih, ST., dan Dwi Rudi Setiawan, S.Pi.
Hasil uji operasional sementara yang telah berlangsung dapat dilaporkan bahwa nelayan arad tidak ada yang menggunakan API bantuan KKP, maka uji operasional dilakukan dengan meminjam API bantuan tersebut dari nelayan penerima untuk diuji operasionalkan dengan nelayan gillnet (existing). Adapun nelayan gillnet yang melakukan uji operasional setidaknya memiliki ukuran perahu yang sama atau mendekati ukuran perahu nelayan arad.
Terdapat 2 (dua) perahu yang digunakan untuk uji operasional, masing-masing perahu mengoperasikan 2 unit API bantuan KKP (30 pis), dimana 1 unit adalah sebanyak 15 pis.
Menurut informasi nelayan gillnet saat ini (saat uji operasional berlangsung) adalah bukan musim ikan dasar, dimana API bantuan KKP adalah untuk target ikan dasar. Hasil uji operasional API bantuan KKP menunjukkan hasil tangkapan rata-rata untuk 2 unit (30 pis) adalah 8,6kg/trip dengan jenis ikan dominan adalah kepiting, talang-talang dan kakap putih.
45 9. Pembahasan Hasil Uji Operasional Pendampingan Bersama Tim
Pelaksana
Kegiatan Uji Operasional Pedampingan di Kabupaten Pekalongan menunjukkan bahwa hanya sedikit nelayan yang telah menggunakan API bantuan hanya digunakan beberapa pis jaring saja. Nelayan menyampaikan bahwa API bantuan yang diterima tidak sesuai dengan keinginan/permintaan nelayan. Nelayan yang diwakili oleh Bp. Solekhan Ds. Tratebang pernah menyampaikan melalui DKP Kab. Pekalongan, yaitu menginginkan untuk mendapatkan bantuan sebagai pengganti arad adalah jaring PA multimonofilament dengan mesh size 3” atau 3,5.
Menurut nelayan API bantuan KKP tidak cocok untuk laut Jawa. API tersebut bisa digunakan untuk menangkap ikan yang besar dan DPI yang jauh, sedangkan kapal nelayan yang berukuran kecil tidak mampu menjangkau DPI yang jauh. Nelayan menginginkan jika bisa API bantuan yang sudah diterima dapat ditukar atau diganti dengan jaring millenium sesuai keinginan nelayan.
Informasi dari DKP Kab. Pekalongan (Bp. Kadis dan Bp. Kabid. Perikanan Tangkap) menjelaskan bahwa untuk 2016 tidak ada ukuran mesh size 3” atau 3,5” pada e-katalog, sehingga akhirnya dipilih ukuran mesh size 4. API bantuan KKP dapat langsung digunakan dengan menambahkan pelampung tanda dan tali pelampung tanda serta penambahan pemberat tambahan berupa cor semen yang diletakkan di ujung – ujung rangkaian jaring.
Penggunaan tali pelampung tanda disesuaikan dengan kedalaman perairan, dimana jaring dioperasikan di dasar perairan. Hasil sementara uji operasional menunjukkan bahwa meskipun sedang tidak musim ikan, API bantuan KKP yaitu berupa jaring insang PA monofilament 0,4 mm;
mesh size 4 inch dapat digunakan dan memperoleh hasil tangkapan.
Saran perbaikan dari nelayan yang melakukan uji operasional adalah pemberat timah yang terlalu banyak perlu dikurangi dan disusun kembali serta panjang tali ris bawah sebaiknya lebih panjang dari tali ris atas sekitar 7 depa (10,5 meter). API bantuan KKP dapat langsung digunakan dengan menambahkan pelampung tanda dan tali pelampung
46 tanda serta penambahan pemberat tambahan berupa cor semen yang diletakkan di ujung – ujung rangkaian jaring.
Saran perbaikan dari nelayan yang melakukan uji operasional adalah pemberat timah yang terlalu banyak perlu dikurangi dan disusun kembali serta panjang tali ris bawah sebaiknya lebih panjang dari tali ris atas sekitar 7 depa (10,5 meter).
B. Stakeholder Proyek Perubahan