BAB V KEGIATAN PENGAWASAN DAN PENINDAKAN
5.1 Pelaksanaan Kegiatan
1. Sosialisasi Karantina Pertanian/Sarasehan
Sosialisasi ini bertujuan untuk mewujudkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya Melindungi Kelestarian Sumber Daya Pertanian Indonesia (quarantine minded) dan terbentuknya citra karantina sebagai instansi pelayanan publik yang berperan sebagai, barrier negara dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit karantina dan perlu didukung oleh stakeholder , masyarakat umum, dan instansi lainnya. Kegiatan yang dilakukan salah satunya adalah penyelenggaraan bulan bakti karantina pertanian.
BBKP Soekarno-Hatta saat ini didukung SDM, infrastruktur, kelembagaan dan perangkat hukum dalam menjalankan amanah perlindungan dan fasilitasi perdagangan global produk pertanian sehingga mengantarkan lembaga ini sebagai supporting institution yang strategis.
disadari sebagai komponen yang sangat penting dalam upaya perlindungan kekayaan alam hayati Indonesia serta meningkatkan akselerasi ekspor produk pertanian. Beberapa kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta pada Tahun Anggaran 2015 adalah
a. Sosialisasi dengan Tema ”Penanganan Komoditas Pertanian Ilegal
melalui Bandara International Soekarno Hatta” yang diselenggarakan pada tanggal 3 Februari 2015 dengan peserta berjumlah 50 (lima puluh orang) dari Ekspedisi, Karantina Ikan, BKSDA DKI Jakarta, Pejabat fungsional Karantina Hewan dan Karantina Tumbuhan, serta PPNS dan Intelejen Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta, dengan Narasumber dari Sub Direktorat I Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Mabes Polri. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta bagaimana penanganan kasus apabila menemukan kasus pelanggaran lalulintas Komoditas pertanian secara ilegal.
b. Kegiatan sosialisasi yang kedua dengan tema ”Pengawasan Lalulintas
Komoditas Pertanian melalui Bandara International Soekarno Hatta” yang diselenggarakan pada tanggal 4 Maret 2015 di ruang Rapat Kantor Otoritas Bandara Wilayah I Soekarno Hatta yang diikuti 50 (lima puluh) orang dari Regulated Agent dan Warehouse yang ada di Wilayah Bandara International Soekarno Hatta dengan narasumber dari Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan tugas pokok dan fungsi karantina dalam pengawasan lalulintas komoditas pertanian serta meningkatkan kerjasama dengan pihak-pihak yang berkepentingan di Lingkup Bandara International Soekarno Hatta.
c. Kegiatan Sosialisasi yang ketiga dengan tema ”Penggunaan ID Card
Karantina Pertanian dan Koordinasi Pengawasan Satwa Liar” yang dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2015 di restoran Bukit Randu Jl. Husein Sastranegara Tangerang dengan peserta 155 orang dari Instansi
terkait, Regulated Agent, Warehouse dan Pengguna Jasa Karantina Pertanian. Sosialisasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan penggunakan ID Card bagi pengurus Jasa Karantina dalam rangka peningkatan pelayanan karantina seerta mempermudah identifikasi bila terjadi permasalahan dalam pelayanan, dan dalam rangka peningkatan kerjasama pengawasan lalulintas komoditas karantina terutama satwa liar.
d. Kegiatan Sosialisasi keempat dengan tema ”Peran Karantina dalam
Mendukung Tersedianya Pangan Yang Asuh” yang dilaksanakan
pada tanggal 9 Juli 2015 dengan peserta 150 (seratus lima puluh) orang dari Instansi terkait di bandara (Bea Cukai, Imigrasi, Otoritas Bandara, Penerbangan, Warehouse, Karantina Ikan, Pengguna Jasa dan Pegawai Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta), lokasi di Aula Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang peran karantina dalam mendukung tersedianya pangan yang asuh yang akan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, sehingga diharapkan kerjasama dari instansi/ stakeholder lingkup Bandara Internasinal Soekarno Hatta dalam pengawasan lalulintas produk=produk pertanian.
e. Kegiatan Sosialisasi kelima dengan tema ”Penanganan Emergency
Hewan di Bandara Soekarno Hatta” yang dilaksanakan pada Bulan 25 Agustus 2015, jumlah peserta 60 orang, dari pegawai Cargo Bandara, agent, Medik Veteriner, Paramedik veteriner dan Mahasiswa, dengan narasumber dari IPB dan Praktisi Dokter Hewan. Sosialisasi ini diadakan di Instalasi Karantina Hewan Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memeberikan pengetahuan terhadap peserta dalam rangka menangani hewan apabila ditemukan kasus dalam keadaan emergency untuk mencegah terjadinya kematian hewan di lapangan serta meningkatkan kemampuan medik
hewan kesayangan dengan menggunakan peralatan yang dimiliki oleh Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta.
f. Penyelenggaraan Bulan Bakti Karantina Pertanian yang dicanangkan setiap tanggal 8 Juni – 8 Juli merupakan momentum public awareness BBKP Soekarno-Hatta, bertolak dari diundangkannya UU Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Namun sebenarnya penyelenggaraan karantina pertanian di Indonesia sudah dimulai melalui terbitnya Ordonansi 19 Desember 1877 (Staatsblad No. 262). Pelaksanaan di Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta dimulai dengan pemasangan spanduk dan umbul-umbul di Lingkungan Kantor Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta pada tanggal 1 Juni 2015 sampai dengan 8 Juli 2015 dan diisi dengan berbagai acara dalam rangka pengenalan Karantina ke Masyarakat di seputar Bandara International Soekarno Hatta.
2. Pameran
Sebagaimana diamanahkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1992 pasal 28 bahwa pemerintah bertanggung jawab membina kesadaran masyarakat dalam perkarantinaan hewan, ikan dan tumbuhan. Selanjutnya pada pasal 29 dinyatakan bahwa peran serta rakyat dalam perkarantinaan hewan, ikan dan tumbuhan diarahkan dan digerakkan oleh pemerintah melalui berbagai kegiatan yang berdayaguna dan berhasil guna
Sarana pengenalan masyarakat terhadap tugas pokok dan fungsi karantina adalah melalui kegiatan public awareness. Kegiatan tersebut dapat berbentuk kampanye karantina, sosialisasi serta pameran tentang produk karantina pertanian. Salah satu kegiatan dalam rangka pengenalan kepada
masyarakat adalah kegiatan pameran. Kegiatan Pameran yang
diikuti/dilaksanakan Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta antara lain :
Pameran Produk Pertanian baik hewan maupun tumbuhan yang dilaksanakan pada saat kegiatan bulan bakti karantina pertanian tanggal 9 Juni 2015 yang memamerkan hasil produk pertanian : benih sayuran, bunga, reptile, burung, makanan hewan, dan produk makanan olahan. Pameran Indopet Expo 2015 yang berlokasi di Indonesia Convention
Exhibition (ICE) BSD City pada tanggal 11-13 September 2015 yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). Maksud dari tujuan mengikuti kegiatan ini untuk mensosialisasikan Tugas dan Fungsi Karantina Pertanian kepada masyarakat / pengunjung Indopet expo 2015. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah dari berbagai organisasi pecinta binatang, pets shop, Perguruan Tinggi dan lembaga-lembaga konservasi. Selain pameran dalam kegiatan ini Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta juga diminta sebagai narasumber dalam acara talk show/ seminar edukasi mengenai Peraturan-peraturan Karantina Hewan mengenai lalulintas Media Pembawa melalui Bandar Udara.
B. Pelaksanaan Kegiatan Preventif
1. Patroli.
Dalam rangka peningkatan pengawasan komoditi karantina hewan yang dilalulintaskan melalui Bandara Soekarno-Hatta dilaksanakanlah kegiatan Turjawali. Dimana dalam kegiatan ini dilakukan pelaksanaan patroli untuk mengetahui sejauh mana kesadaran pengguna jasa dan masyarakat untuk
melaporkan kepada petugas karantina komoditas pertanian yang
dilalulintaskan melalui Bandara Sekarno-Hatta terutama komoditas impor. Pelaksanaan kegiatan “PATROLI” dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran Pengguna Jasa dan masyarakat untuk melaporkan dan menyerahkan komoditas pertanian khususnya komoditas impor kepada petugas karantina untuk dilakukan tindakan karantina.
karantina pertanian yang berasal dari luar negeri yang dibawa penumpang sebagai barang tentangan dan terhadap komoditas tersebut dilakukan penahanan dan terhadap pemilik dilaksanakan kegiatan pembinaan dengan mensosialisaikan tugas pokok dan fungsi karantina pertanian dalam rangka mencegah pemasukan dan penyebaran HPHK dan OPTK serta keamanan hayati.
2. Kegiatan Intelejen
Kegiatan intelejen yang dilaksanakan pada tahun 2015 yang dilaksanakan yaitu melakukan pengumpulan data dan informasi terhadap pemasukan benih anggur yang dimasukkan secara illegal dari Ukraina dan Mesir. Lokasi penampungan benih tersebut berada di wilayah Bekasi, Tasikmalaya dan Karawang. Kegiatan ini dapat memperoleh informasi adanya pemasukan secara illegal bibit tanaman dari Ukraina dan Mesir, dan ditindaklanjuti dengan melakukan penyitaan dan pemusnahan terhadap bibit tanaman tersebut.
3. Kegiatan Koordinasi
Kegiatan Koordinasi selama tahun 2015 dilaksanakan dalam rangka peningkatan pelayanan di Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno – Hatta. Kegiatan yang telah terlaksana diantaranya : Tugas pembinaan ke wilker halim perdanakusumah, koordinasi dengan Mabes Polri, Polda Metro Jaya, koordinasi dengan instansi Kelautan dan pertanian, koordinasi dengan BBKP Tanjung Priok, BBKP Surabaya, BKP Kelas II Medan, BKP kelas II Yogyakarta, BKP kelas I Padang, BKP Kls I Banjarmasin , BKP Kelas I Mataram, SKP Kelas I Bandung, SKP Kelas I Aceh dan Mengikuti rapat neraca bahan makanan 2015 di Dinas Kelautan dan Pertanian Jakarta. Hasil kegiatan koordinasi yang telah dilaksanakan selama tahun 2015 dirasakan memberikan dampak dalam peningkatan pelayanan di BBKP Soekarno-Hatta, dengan adanya pelaksanaan kegiatan tersebut keterkaitan data anta Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta dengan UPT lainnya dapat lebih terkoneksi dengan baik dan dapat membangun
kesepahaman dengan instansi lainnya untuk meminimalisir kelolosan Media HPHK dan OPTK yang dilalulintaskan dari dan ke Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta.
C. Pelaksanaan Kegiatan Represif
Penyidikan dan/atau Pelanggaran Peraturan Karantina Pertanian.
Pada Tahun 2015 terdapat beberapa kegiatan penyidikan / Investigasi yang dilaksanakan olen Bidang Pengawasan dan Penindakan Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta bekerjasam dengan Mabes Polri diantaranya adalah
1. Pada Bulan Februari 2015 telah dilakukan penyidikan terhadap
penyelundupan Benih anggur asal Ukraina yang dilakukan oleh seorang berkewarganegaraan Indonesia yang berlokasi di Bekasi dengan putusan pengadilan 10 bulan percobaan
2. Pada Bulan Oktober 2015 telah dilakukan penanganan terhadap upaya penyelundupan Varanus Borneensis (kadal Kalimantan) sejumlah 8 ekor yang dilakukan oleh seorang berkewarganegaraan Jerman. Kasus ini dilakukan penyidikan di Direktorat Tindak Pidana Tertentu Mabes Polri dan telah sampai diterimanya berkas oleh Kejaksaan (P21);
3. Pada Bulan November 2105 dilakukan kegiatan repesif terhadap upaya penyelundupan Owa sejumlah 2 ekor yang dilakukan oleh seorang berkewarganegaraan Kuwait
4. Pada bulan November 2015 dilakukan kegiatan repesif terhadap upaya penyelundupan gigi harimau, tulang harimau dan empedu yang dilakukan oleh seorang berkewarganegaraan China
5. Pada bulan Desember 2015 dilakukan kegiatan repesif terhadap upaya penyelundupan yang dilindungi Varanus Borneensis 10 ekor, Malayopython timoriensis (Ular Sanca Timor) 3 ekor , Varanus indicus (biawak Maluku) 1 ekor, dan Varanus prasinus (Biawak Hijau) 3 ekor oleh seorang berkewarganegaraan Arab Saudi