• Tidak ada hasil yang ditemukan

Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta"

Copied!
140
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN PERTANIAN

BADAN KARANTINA PERTANIAN

BALAI BESAR KARANTINA PERTANIAN SOEKARNO-HATTA

Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta

(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Keadaan Umum 2

1.3 Tugas dan Fungsi 4

1.4 Sumber Daya 5

BAB II KEGIATAN PENGELOLAAN 3 M

2.1 Perencanaan dan Keuangan 8

2.2 Realisasi Keuangan 12

2.3 Realisasi Penerimaan Bukan Pajak (PNBP) 15

2.4 Perlengkapan (Sarana dan Prasarana) 16

2.5 Kepegawaian dan Tata Usaha 18

2.6 Permasalahan dan Solusi 21

BAB III KEGIATAN OPERASIONAL KARANTINA HEWAN

3.1 Gambaran Umum 22

3.2 Kegiatan Operasional Bidang Karantina Hewan 24

A Impor 25 B Ekspor 32 C Domestik Masuk 37 D Domestik Keluar 43 3.4 Penyelenggaraan Laboratorium 52 3.5 Pemantauan HPH/HPHK 53 3.6 Kegiatan Lain-lain 61

A Akreditasi SNI ISO/IEC 17025 : 2008 61

B Studi Banding 64

C Kalibrasi Alat Laboratorium 65

BAB IV KEGIATAN OPERASIONAL KARANTINA TUMBUHAN

(3)

B Kegiatan Sertifikasi dan Operasional Pemeriksaan 67

Karantina Tumbuhan C Kegiatan Pemeriksaan Laboratorium Karantina Tumbuhan 73 dan Keamanan Hayati Nabati D Kegiatan Intersepsi OPT/OPTK 82 E Akreditasi laboratorium 85

4.2 Kegiatan Pemantauan OPT/OPTK 96

4.3 Kegiatan Operasional Lainnya 100

A Penahanan, Penolakan dan Pemusnahan 100

B Surveilens PSAT 100

44 Permasalahan dan Solusi 101

BAB V KEGIATAN PENGAWASAN DAN PENINDAKAN A Kegiatan Pre-Emtif 105

B Kegiatan Preventif 106

C Kegiatan Represif Yustisial 107

5.1 Pelaksanaan Kegiatan 107

A Pelaksanaan kegiatan Pre-emtif 107

B Pelaksanaan kegiatan Preventif 111

C. Pelaksanaan kegiatan Represif 113

5.2 Pemusnahan 114

5.3 Permasalahan dan Solusi 114

DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK LAMPIRAN-LAMPIRAN

(4)
(5)

DAFTAR TABEL

Hal

Tabel 1 Revisi DIPA Tahun 2015 : SP.DIPA-018.12.2.528860/2015 11

Tanggal 14 Nopember 2015

Tabel 2 Data Realisasi Anggaran Tahun 2015 14

Tabel 3 Perbandingan anggaran belanja DIPA Tahun 2011 s/d 2015 15

Tabel 4 Data Target dan Realisasi PNBP Tahun 2011 s/d 2015 16

Tabel 5 Data pelatihan/magang yang telah diikuti pegawai Balai 19

Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta

Tabel 6 Data penggunaan dokumen utama karantina hewan TH 2015 24

Tabel 7 Kegiatan laboratorium karantina hewan Tahun 2015 52

Tabel 8 Rekapitulasi data dinas peternakan Propinsi Jawa Barat 53

dan Balai Veteriner Tahun 2014

Tabel 9 Data Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat Tahun 2014 54

Tabel 10 Manajemen pemeliharaan DOC dalam skala peternakan 60

Tabel 11 Manajemen Transportasi DOC 61

Tabel 12 Daftar peserta validasi/verifikasi metode 62

Tabel 13 Hasil uji banding laboratorium karantina tumbuhan tahun 2015 76

Tabel 14 Partisipasi laboratorium karantina tumbuhan sebagai peserta 77

Uji banding yang diselenggarakan laboratorium lain

Tabel 15 Rekapitulasi data pengawasan Keamanan Pangan Segar Asal 82

Tumbuhan Tahun 2015

Tabel 16 Frekuensi penggunaan metode uji di laboratorium karantina 83

Tumbuhan Tahun 2015

Tabel 17 Frekuensi temuan jenis OPT/K di laboratorium karantina 84

(6)

Tabel 18 Tindakan perlakuan kegiatan impor karantina tumbuhan 2015 94 Tabel 19 Tindakan perlakuan kegiatan ekspor karantina tumbuhan 2015 95 Tabel 20 Tindakan perlakuan kegiatan antar area karantina tumbuhan 96

(7)

DAFTAR GRAFIK

Hal

Grafik 1 Frekuensi Hewan Impor 2015 26

Grafik 2 Volume Hewan Impor 2015 27

Grafik 3 Frekuensi impor Bahan Asal Hewan Impor 2015 28

Grafik 4 Volume Bahan Asal Hewan Impor 2015 28

Grafik 5 Frekuensi Hasil Bahan Asal Hewan Impor 2015 29

Grafik 6 Volume Hasil Bahan Asal Hewan Impor 2015 30

Grafik 7 Frekuensi Benda Lain Impor 2015 31

Grafik 8 Volume Benda Lain Impor 2015 31

Grafik 9 Frekuensi Ekspor Hewan 2015 32

Grafik 10 Volume Ekspor Hewan 2015 33

Grafik 11 Frekuensi Bahan Asal Hewan Ekspor 2015 34

Grafik 12 Volume Ekspor Bahan Asal Hewan 2015 34

Grafik 13 Frekuensi Ekspor Hasil Bahan Asal Hewan 2015 35

Grafik 14 Volume Ekspor Hasil Bahan Asal Hewan 2015 36

Grafik 15 Frekuensi Ekspor Benda Lain 2015 36

Grafik 16 Volume Ekspor Benda Lain 2015 37

Grafik 17 Frekuensi Domestik Hewan masuk 2015 38

Grafik 18 Volume Domestik Hewan Masuk 2015 38

Grafik 19 Frekuansi Domestik Masuk Bahan Asal Hewan 2015 39

Grafik 20 Volume Domestik Masuk Bahan Asal Hewan 2105 40

Grafik 21 Frekuensi Hasil Bahan Asal Hewan Domestik Masuk 2015 41

Grafik 22 Volume Hasil Bahan Asal Hewan Domestik Masuk 2015 41

Grafik 23 Frekuensi Benda Lain Domestik Masuk 2015 42

Grafik 24 Volume Benda Lain Domestik Masuk 2015 42

Grafik 25 Frekuensi Domestik Keluar Hewan 2015 43

Grafik 26 Volume Domestik Keluar Hewan 2015 44

Grafik 27 Frekuensi Bahan Asal Hewan Domestik Keluar 2015 45

Grafik 28 Volume Bahan Asal Hewan Domestik Keluar 2015 45

Grafik 29 Frekuensi Hasil Bahan Asal Hewan Domestik Keluar 2015 46

(8)

Grafik 31 Frekuensi Benda Lain Domestik Keluar 2015 47

Grafik 32 Volume Benda lain Domestik Keluar 2015 47

Grafik 33 Persentase kematian kasus AI Jawa Barat 2014 56

Grafik 34 Jumlah kematian kasus AI Jawa Barat 57

Grafik 35 Frekuensi kegiatan karantina tumbuhan 2015 68

Grafik 36 Frekuensi kegiatan karantina tumbuhan impor 2015 70

Grafik 37 Frekuensi kegiatan karantina tumbuhan ekspor 2015 71

Grafik 38 Frekuensi kegiatan karantina tumbuhan antar area masuk 72

2015

Grafik 39 Frekuensi kegiatan karantina tumbuhan antar area keluar 73

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Hal

Lampiran 1 Data pelatihan pegawai BBKP Soekarno Hatta 1

Lampiran 2 Rekapitulasi kenaikan pangkat periode April Tahun 2016 3

Lampiran 3 Rekapitulasi kenaikan pangkat periode Oktober Tahun 2016 4

Lampiran 4 Rekapitulasi CPNS Tahun 2015 5

Lampiran 5 Data alat laboratorium Karantina Hewan yang telah di kalibrasi 6 Tahun 2015

Lampiran 6 Matrik pemantauan status penyakit di Jawa Barat Tahun 2014 7

(10)

KATA PENGANTAR

Bandar Udara Internasional Soekarno merupakan Bandar udara yang paling sibuk pada pelayanan lalu-lintas manusia maupun barang dengan tujuan domestik maupun ke manca negara. Seiring perkembangan lalu-lintas manusia dan barang

yang yang semakin padat, maka disusunlah Grand Desain Bandar Udara

Internasional Soekarno Hatta untuk dapat melayani peningkatan lalu-lintas manusia dan barang yang menggunakan jasa penerbangan melalui Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, selain target ingin menjadi bandar udara terbaik no 2 se Asia Tenggaran setelah Bandara Changi Singapura.

Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta yang merupakan institusi pengemban tugas pelaksanaan sistem perkarantinaan di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta juga harus dapat mengantisipasi dan mengimbangi perkembangan tersebut agar pelaksanaan tugas dan fungsi karantina pertanian tidak terkendala. Oleh sebab itu, maka pada tahun 2015 Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta berusaha mengoptimalkan semua unsur sumber daya yang dimiliki untuk dapat melaksanakan fungsi pengawasan lalu-lintas media pembawa HPHK dan OPTK yang dilalu-lintaskan melalui Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta dan Bandar Udara Halim Perdana Kusuma.

Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta secara konsisten

mengedepankan prinsip maximum security didalam operasionalisasinya.

Penyelenggaraan perkarantinaan hewan dan tumbuhan selain berlandaskan peraturan perundang-undangan yang terkait, juga berdasarkan justifikasi ilmiah terkini. Hal ini secara kontinyu dilakukan untuk dapat merefleksikan profesionalitas perkarantinaan pertanian Indonesia dimata internasional.

Operasionalisasi perkarantinaan pertanian Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta meliputi kegiatan utama dan kegiatan pendukung. Kegiatan utama adalah layanan sertifikasi kesehatan hewan dan tumbuhan serta pengawasan keamanan hayati (hewani dan nabati), dan didukung penyelenggaraan pengawasan dan penindakan. Pengawasan dan penindakan ditujukan dalam upaya penciptaan pengetahuan dan pemahaman hingga kepatuhan publik terhadap penyelenggaraan perkarantinaan pertanian.

(11)

Disamping pelayanan uji laboratorium, kemudahan pelayanan karantina ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan pemanfaatan layanan permohonan pemeriksaan karantina (PPK) secara online baik pada E-QVet maupun E-plaq lingkup Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta.

Laporan tahunan disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan DIPA Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta sepanjang tahun 2015 yang bersumber dari APBN murni dan PNBP, laporan ini juga berisi penjelasan-penjelasan secara detail terhadap capaian output sesuai indikator kinerja yang telah ditetapkan, kendala-kendala yang dihadapi dalam rangka pencapaian kinerja termasuk serta solusi penyelesaian dan/atau antisipasi kendala tersebut.

Tangerang, Januari 2016 Kepala Balai,

Dr. Ir. M. Musyaffak Fauzi, SH. M.Si. NIP. 19611231 199003 1 004

(12)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta merupakan merupakan gerbang utama masuk ke wilayah Indonesia. Sehingga keberadaan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Soekarno Hatta sebagai salah satu institusi pemerintah yang membidangi perkarantinaan hewan dan tumbuhan dilingkup Bandar udara Internasional Soekarno Hatta mempunyai peranan penting dan strategis.

Seiring dengan meningkatnya mobilitas barang dan manusia, maka ancaman masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK ke wilayah Republik Indonesia semakin tinggi pula. Selain itu kebijakan pemerintah untuk meningkatkan ekspor memberikan peran karantina pertanian menjadi sangat strategis terutama untuk memfasilitasi ekspor produk-produk pertanian berupa sertifikat karantina.

Tantangan nyata yang dihadapi adalah peningkatan profesionalitas dan simplicity pelayanan perkarantinaan yang berazaskan maximum security. Hal ini merupakan tuntutan yang harus dipenuhi oleh jajaran BBKP Soekarno Hatta, karena dapat dijadikan salah satu cerminan pelaksanaan perkarantinaan hewan dan tumbuhan di Indonesia bagi dunia internasional.

BBKP Soekarno Hatta mempunyai tugas melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan tumbuhan, serta pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 22/Permentan/OT.140/4/2008. Amanat yang diemban tersebut membawa konsekuensi untuk meningkatkan profesionalisme sehingga mampu dan handal serta menjadi barometer nasional dalam penyelenggaraan perkarantinaan dan pengawasan keamanan hayati di lingkup bandar udara.

(13)

Bandara Soekarno Hatta saat ini berpacu dengan waktu agar target sebagai bandara terbaik ke 2 setelah Changi Singapura dapat tercapai pada tahun 2016, hal ini menuntut BBKP Soekarno Hatta untuk dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan. Terkait pengembangan terminal 3 Ultimate diperlukan antisipasi tersendiri BBKP Soekarno Hatta termasuk ketersediaan sarana prasarana pemeriksaan, ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dengan jumlah yang cukup memadai dan anggaran yang mencukupi.

Sumber Daya Manusia yang dimiliki oleh BBKP Soekarno Hatta saat ini berjumlah 148 personil yang masih jauh dari jumlah ideal untuk melaksanakan operasional perkarantinaan di Bandara Soekarno Hatta.Sebagai perbandingan jumlah personil Bea Cukai yang hanya melakukan pengawasan impor dan ekspor barang saat ini diperkuat sebanyak 582 personil sedangkan petugas Imigrasi diperkuat oleh 600 personil. Hal ini menyebabkan pelaksanaan kegiatan operasional karantina pertanian di Bandara Soekarno Hatta tidak bisa dilaksanakan secara maksimal.

1.2 Keadaan Umum

BBKP Soekarno Hatta mempunyai karakteristik yang spesifik. Kedudukan dan wilayah kerja BBKP Soekarno Hatta meliputi Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, dan Kantor Pos Tukar Soekarno Hatta. BBKP Soekarno Hatta memiliki cakupan area pengawasan yang cukup banyak titik dalam rangka pelaksanaan tindakan karantina hewan dan tumbuhan serta pengawasan keamanan hayati.

Area pengawasan dan tindakan karantina di kawasan Bandar Udara Soekarno Hatta ini berjumlah 29 titik, yang terdiri dari: Terminal I-A, I-B, dan I-C (Keberangkatan dan Kedatangan) Terminal II-D, II-E, dan II-F (Keberangkatan dan Kedatangan) Terminal III (Domestik Masuk, Domestik Keluar, Impor dan Ekspor), Kargo (DHL, FEDEX, Domestik GIA dan Non GIA, UNEX, Ekspor dan Impor Gapura, Impor GIA dan JAS), Kargo Rush Handling (RH), Kantor POS

(14)

Tukar Soekarno Hatta, dan Bandar Udara Halim Perdana Kusuma (Terminal dan Kargo). Dengan segala keterbatasan yang dimiliki dan tantangan yang dihadapi, maka Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta perlu memiliki rancangan skala prioritas dan strategi sehingga fungsi perkarantinaan di Bandara Soekarno Hatta dapat berjalan secara optimal.

VISI DAN MISI

Sejalan dengan visi Badan Karantina Pertanian, visi Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta adalah “Menjadi Balai Besar Karantina Pertanian yang tangguh dan terpercaya dalam perlindungan kelestarian sumberdaya alam hayati hewan dan tumbuhan, lingkungan, dan keanekaragaman hayati serta keamanan pangan tahun 2019”.

Upaya mewujudkan visi tersebut, Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta memiliki misi sebagai berikut:

1. Melaksanakan pengawasan terhadap lalu-lintas media pembawa

hama/penyakit hewan karantina dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) dalam upaya perlindungan dan pelestarian sumber daya alam hayati;

2. Melindungi masyarakat dari ancaman penyakit zoonosis dan menjamin keamanan pangan hayati dan nabati;

3. Mendukung daya saing komoditas hewan dan tumbuhan dalam perdagangan domestik dan internasional melalui sertifikasi;

4. Meningakatkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan karantina pertanian;

5. Mengembangkan transparansi pelayanan melalui teknologi informasi; 6. Meningkatkan citra dan kualitas pelayanan.

(15)

MOTTO

Motto penyelenggaraan perkarantinaan pertanian di Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta adalah pemberian pelayanan yang lebih cepat, lebih mudah, dan aman dilalulintaskan (we serve faster easier and safe). PROGRAM KERJA

Berdasarkan visi dan misi, BBKP Soekarno Hatta menyusun program kerja sebagai berikut:

1. Pengawasan secara intensif pada 29 area pengawasan di wilayah Bandar Udara Soekarno-Hatta termasuk wilayah kerja Bandar Udara Halim Perdana Kusuma;

2. Pelaksanaan peraturan perundang-undangan dan penegakan hukum yang efektif bekerjasama dengan instansi terkait;

3. Penggunaan E-QVet dan E-plaq serta pemanfaatan PPK online dan Indonesian National Single Window (INSW);

4. Pelatihan dan magang teknis untuk fungsional khusus dan administrasi untuk fungsional umum;

5. Penyempurnaan instalasi karantina, tata ruang laboratorium, dan perbaikan sarana operasional karantina pertanian;

6. Sosialisasi karantina pertanian melalui kegiatan pertemuan dengan pengguna jasa karantina, mengikuti pameran dan penyebaran publikasi berupa booklet/leaflet.

1.3 Tugas dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 22 Tahun 2008 maka BBKP Soekarno Hatta menyelenggarakan fungsi:

a. Penyusunan rencana, evaluasi dan pelaporan;

b. Pelaksanaan pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan,

penahanan, penolakan, pemusnahan, dan pembebasan media pembawa HPHK dan OPTK;

(16)

c. Pelaksanaan pemantauan daerah sebar HPHK dan OPTK; d. Pelaksanaan pembuatan koleksi HPHK dan OPTK;

e. Pelaksanaan pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati;

f. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional karantina hewan dan tumbuhan;

g. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati;

h. Pengelolaan sistem informasi,dokumentasi, dan sarana teknik karantina hewan dan tumbuhan;

i. Pelaksanaan pengawasan dan penindakan pelanggaran

peraturanperundang-undangan di bidang karantina hewan, karantina tumbuhan, dan keamanan hayati hewani dan nabati;

j. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

1.4 Sumber Daya

Upaya menjamin pelaksanakan tugas pokok dan fungsi berjalan dengan baik, BBKP Soekarno Hatta dilengkapi dengan sumberdaya berupa anggaran, sumberdaya manusia, dan sarana-prasarana, serta fasilitas penunjang lainnya.

Pada tahun 2015 Anggaran untuk kegiatan peningkatan kualitas

perkarantinaan dan pengawasan keamanan hayati jumlah anggaran yang dialokasikan untuk BBKP Soekarno Hatta sebesar Rp. 22.733.593.000,- yang terdiri dari Rp.8.436.796.000,- belanja pegawai dan Rp.14.296.797.000,- belanja barang yang diperuntukkan untuk keperluan sehari-hari perkantoran dan kegiatan operasional karantina pertanian.

DIPA BBKP Soekarno Hatta pada tahun 2015 mengalami 6 kali revisi terkait dengan kebijakan pemerintah maupun dalam rangka memenuhi kegiatan mendesak dan harus segera dilaksanakan. Akhir tahun anggaran 2015 alokasi anggaran BBKP Soekarno Hatta berjumlah Rp.23.930.190.000,- yang terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp.9.098.577.000,- belanja barang untuk keperluan sehari-hari perkantoran dan kegiatan operasional karantina

(17)

pertanian sebesar Rp.13.950.113.000,- dan belanja modal sebesar Rp.881.500.000,-.

Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki BBKP Soekarno Hatta terdiri dari perangkat struktural dan fungsional. Perangkat struktural terdiri atas 1 (satu) eselon IIb, 4 (empat) eselon IIIb dan (sembilan) eselon IVa. Perangkat fungsional terdiri dari fungsional khusus (Kelompok Jabatan Fungsional Medik Veteriner (MV), Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT Ahli dan Terampil),dan Paramedik Veteriner (PMV) serta fungsional umum.

Total SDM BBKP Soekarno Hatta berjumlah 148 orang. Jumlah kelompok jabatan fungsional Medik Veteriner 20 orang , Paramedik Veteriner 26 orang, POPT Ahli 22 orang, POPT terampil 30 orang dan tenaga PMHP sebanyak 2 orang, total jumlah fungsional MV/PMV dan POPT Ahli dan Terampil sebanyak 98 orang tidak sebanding dengan 29 titik area pengawasan yang harus dijaga dimana kondisi Terminal Internasional beroperasi hampir 24 jam. Namun demikian, pengawasan tetap dilakukan ditempat-tempat pemasukan dan/atau pengeluaran dengan mempertimbangkan tingkat risiko/kerawanan terhadap pemasukan HPHK dan OPTK. Beberapa pegawai pada tahun 2015 masih menjalankan tugas belajar untuk memperoleh jenjang pendidikan S2 sebanyak 5 orang dan untuk S3 sebanyak 1 orang.

Secara ideal BBKP Soekarno Hatta seharusnya diperkuat oleh SDM sebanyak minimal 640 orang, jumlah tersebut merupakan jumlah ideal yang masih minimal, karena kedepan BBKP Soekarno Hatta berencana akan meluaskan cakupan pengawasan secara intensif meliputi Bandara Halim Perdana Kusuma yang meliputi terminal keberangkatan dan kedatangan, Kantor Pos, Instalasi Karantina Hewan dan Tumbuhan dan petugas terbagi dalam 4 shift dan masih masing titik pengawasan terdiri dari 4 orang petugas.

Sarana dan prasarana yang dimiliki BBKP Soekarno Hatta berupa infrastruktur gedung kantor seluas 2.832 m² yang merupakan asset Perum Angkasa Pura II yang diperuntukka kegiatan administrasi BBKP Soekarno Hatta, bangunan instalasi karantina hewan termasuk laboratorium seluas 3.836 m² dan bangunan instalasi karantina tumbuhan termasuk laboratorium seluas

(18)

868 m². bangunan merupakan asset BBKP Soekarno Hatta dan lahan seluas 14.097 M2 merupakan asset PT Perum Angkasa Pura II. Fasilitas penunjang lainnya berupa peralatan perkantoran, peralatan pelaksanaan tindakan karantina hewan dan tumbuhan termasuk peralatan laboratorium, perangkat manajemen informasi, serta kendaraan operasional roda-4 sebanyak 27 unit dan roda-2 sebanyak 41 unit.

Namun demikian, untuk tujuan peningkatan kinerja dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi, perlu dilakukan penyempurnaan sarana pendukung yang telah ada. Penyempurnaan difokuskan untuk optimalisasi instalasi dan laboratorium baik untuk karantina hewan dan karantina tumbuhan. Penambahan peralatan laboratorium, dan penambahan kendaraan operasional juga mendapat perhatian untuk optimalisasi penyelenggaraan perkarantinaan.

(19)

BAB II

KEGIATAN PENGELOLAAN 3 M

2.1 Perencanaan dan Keuangan

DIPA Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta pada anggaran tahun 2015 terbagi beberapa keluaran (output) :

1. Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati (1823.002)

Output Sertifikasi Karantina Pertanian dan Pengawasan Kemanan Hayati terdiri dari beberapa SubOutput antara lain :

a. Sertifikasi Karantina Hewan dan Pengawasan Keamanan Hayati Hewani b. Sertifikasi Karantina Tumbuhan dan Pengawasan Keamanan Hayati Nabati c. Akreditasi Laboratorium

d. Koordinasi, Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian e. Dukungan Manajemen UPT

f. Penguatan operasional karantina pertanian dalam mendukung peningkatan produksi pangan.

Komponen kegiatan di output 1823.002 terdiri dari kegiatan utama seperti Sertifikasi Karantina Hewan dan Pengawasan Keamanan Hayati Hewani dan Sertifikasi Karantina Tumbuhan dan Pengawasan Keamanan Hayati Nabati, pemantauan HPHK dan OPTK serta kegiatan utama lainnya yang masuk pada kegiatan 8P, pengawasan penindakan, sosialisasi dan kegiatan akreditasi laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta serta kegiatan yang bersifat dukungan manajemen.

2. Layanan Perkantoran (1823.994)

Kegiatan yang masuk pada output layanan perkantoran adalah kegiatan yang bersifat rutin, antara lain untuk pembayaran gaji pegawai, pemeliharaan gedung dan bangunan, pemeliharaan barang inverntaris peralatan dan mesin serta untuk kegiatan yang bersifat mendukung terselenggaranya operasional karantina pertanian di Bandara Soekarno Hatta.

(20)

3. Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi (1823.996) Kegiatan untuk pengadaan laptop

4. Peralatan dan Fasilitas Perkantoran (1823.997)

Kegiatan antara lain pengadaan alat laboratorium, sarana kantor, meubelair, TV LED Monitor Display, alat pemadam api ringan, sarana kelengkapan laboratorium AC dan portal serta perbaikan panel listrik.

5. Gedung/Bangunan (1823.998)

Kegiatannya berupa renovasi ruang pelayanan karantina hewan dalam rangka menambah kenyamanan pengguna jasa karantina hewan.

Pada Tahun Anggaran 2015 pagu anggaran yang diperoleh Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta mengalami beberapa revisi, sepanjang tahun 2015 tercatat sebanyak 6 kali revisi, revisi terkait dengan penyesuaian total pagu maupun revisi yang terkait dengan penyesuaian anggaran.

Pagu DIPA awal yang diperoleh Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno sebesar Rp.22.733.593.000,- yang meliputi Belanja Pegawai Rp.8.436.796.000,- belanja barang Rp.14.296,797.000,- sedangkan belanja modal pada tahun 2015 pada DIPA awal tidak teralokasikan.

Rincian keluaran (output) terdiri dari:

1. Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati alokasi anggaran sebesar Rp.7.164.810.000,-

2. Layanan Perkantoran alokasi anggaran sebesar Rp.15.568.783.000,-

Periode awal anggaran sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang penghematan anggaran, maka pada awal tahun anggaran 2015 dilakukan penghematan terutama untuk kegiatan perjalanan.

Anggaran Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta mengalami penghematan belanja barang khususnya untuk belanja perjalanan sejumlah Rp.1.514.316.000,- sehingga belanja barang mengalami penurunan 10,66%, dengan

(21)

pagu menjadi Rp.21.219.277.000,- sesuai DIPA Revisi ke 01 Tanggal 05 Januari 2015.

DIPA revisi ke 02 tanggal 05 Februari 2015 Pagu anggaran Balai Besar Karantina Pertanian kembali mengalami penambahan disebabkan adanya penambahan belanja barang sebesar Rp.47.632.000,- dan modal sebesar Rp.881.500.000, - sehingga pagu total menjadi Rp.22.148.409.000,-.

Penambahan belanja modal antara lain dialokasikan untuk belanja Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi, Peralatan dan Fasilitas Perkantoran dan Gedung/Bangunan.

DIPA revisi ke 03 tanggal 06 Maret 2015 Belanja Barang memperoleh penambahan sebesar Rp.1.120.000.000,- yang dialokasikan untuk memfasilitasi kegiatan Penguatan Operasional Karantina Pertanian Dalam Mendukung Peningkatan Produksi Pangan dengan detil kegiatan antara lain perjalanan pengamatan media pembawa HPH/HPHK dan perjalanan pengamatan media pembawa OPT/OPTK.

DIPA revisi ke 04 tanggal 15 April 2015 pagu anggaran belanja pegawai, berlanja barang dan belanja modal masih sama, revisi hanya dilakukan dalam rangka refocusing kegiatan kegiatan yang ada pada DIPA tahun 2015.

DIPA revisi ke 05 tanggal 22 September 2015 Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta memperoleh penambahan alokasi anggaran belanja pegawai sebesar Rp.661.781.000,- untuk menutupi kekurangan alokasi anggaran belanja pegawai sebelumnya, sedangkan untuk belanja barang dan belanja modal tidak mengalami perubahan.

DIPA revisi ke 06 tanggal 19 Nopember 2015 dilakukan revisi untuk memunculkan Akun baru yaitu Belanja Barang Untuk Persediaan Barang Konsumsi (521811) untuk kegiatan pengadaan barang yang bersifat habis pakai.

Setelah revisi ke 6 pagu anggaran Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta mengalami penambahan, sehingga total pagu menjadi Rp. 23.930.190.000,-. Apabila dibandingkan dengan alokasi anggaran tahun 2014 sebesar Rp. 23.203.390.000 -, maka anggaran tahun 2015 hanya mengalami kenaikan sebesar Rp. 726.800.000 atau sebesar 3,13 % , hal ini untuk menambah pagu anggaran belanja belanja pegawai yang tidak boleh terjadi minus anggaran. Terjadinya

(22)

penambahan anggaran belanja pegawai antara lain diperuntukkan Kenaikan pangkat pegawai, kenaikan gaji berkala dan kenaikan jabatan fungsional, secara ringkas kegiatan revisi DIPA ke 01 s/d 06 dapat dijelaskan pada tabel berikut:

Tabel 1 Revisi DIPA Tahun 2015 Nomor: SP DIPA-018.12.2.528860/2015 tanggal 14 Nopember 2014 N O REVISI DIPA KE TGL REVISI PERUBAHAN ANGGARAN (Rp.000) KETERANGAN PEGAWAI BARANG MODAL

1 - - 8.436.796 14.296.797 - DIPA Awal 2 01 05 Januari 2015 8.436.796 12.782.481 - Penghematan

belanja barang 3 02 05 Februari 2015 8.436.796 12.830.113 881.500 Penambahan belanja

modal

4 03 06 Maret 2015 8.436.796 13.950.113 881.500 Penambahan belanja barang dalam rangka Opsus

5 04 15 April 2015 8.436.796 13.950.113 881.500 Refocusing kegiatan 6 05 22 Sept 2015 9.098.577 13.950.113 881.500 Penambahan

kekurangan belanja gaji pegawai 7 06 19 Nov 2015 9.098.577 13.950.113 881.500 Akun baru Belanja

Barang Untuk Persediaan Barang Konsumsi (521811)

Alokasi anggaran DIPA tahun 2015 yang bersumber dari PNBP pada tahun 2015 berjumlah Rp.1.500.000.000,- untuk membiayai belanja bahan dan perjalanan selama 1 tahun. Pada tahun anggaran 2015 ada 4 keluaran yakni :

1. Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian dan Keamanan Hayati (1823.002) volume kegiatan 12 bulan, dan alokasi anggaran sebesar Rp.6.770.494.000,- 2. Layanan Perkantoran (1823.994) volume kegiatan 12 bulan, dan alokasi

anggaran sebesar Rp.16.278.196.000,-

3. Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi (1823.996) volume kegiatan 5 unit, dan alokasi anggaran sebesar Rp.75.000.000,-

4. Peralatan dan Fasilitas Perkantoran (1823.997) volume kegiatan 10 unit, dan alokasi anggaran sebesar Rp.706.500.000,-

(23)

Belanja modal dialokasikan antara lain untuk pengadaan sarana dan prasarana seperti laptop, display TV, meubelir kantor, air conditioner, kelengkapan dan sarana laboratorium serta dalam rangka kenyamanan para pengguna jasa, maka pada tahun anggaran 2015 dialokasikan anggaran untuk melakukan renovasi ruang pelayanan khususnya pelayanan karantina hewan.

Untuk ketertiban parkir dan keamanan kendaraan, maka pada tahun anggaran 2015 juga telah dialokasikan anggaran untuk pengadaan portal di pintu masuk parkir kendaraan, dan untuk mengantisipasi bahaya kebakaran maka pada tahun anggaran 2015 juga dialokasikan anggaran untuk pengadaan tabung pemadam kebakaran.

Seluruh kegiatan belanja modal merupakan dana relokasi yang diperoleh dari anggaran Badan Karantina Pertanian karena DIPA awal BBKP Soekarno Hatta tidak teralokasi belanja modal.

2.2 Realisasi Keuangan

Kegiatan BBKPSoekarno Hatta Tahun 2015 secara umum terdiri atas 2 komponen, yaitu yang bersifat belanja rutin antara lain : pembayaran gaji dan tunjangan pegawai, pemeliharaan sarana dan prasarana, belanja barang keperluan sehari-hari perkantoran, belanja kegiatan operasional dan belanja modal.

Anggaran belanja modal pada tahun anggaran 2015 antara lain dilaksanakan untuk:

1. Pengadaan alat pengolah data

Dilaksanakan untuk mendukung kegiatan pengolahan data operasional dan pengelolaan administrasi keuangan, berupa pengadaan laptop sebanyak 5 (lima) unit dengan pagu anggaran sebesar Rp.75.000.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 74.920.000,- atau sebesar 99,89 %

2. Pengadaan Peralatan dan Fasilitas Perkantoran

Pengadaan peralatan dan fasilitas perkantoran berupa 10 paket terdiri dari : a. Alat penunjang kegiatan laboratorium sebanyak 1 paket dengan pagu

sebesar Rp. 200.000.000, realisasi sebesar Rp. 199.430.000 atau sebesar 99,72 %.

(24)

b. Sarana kantor sebanyak 1 paket senilai Rp. 66.500.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 65.000.000 atau sebesar 97,74 %.

c. Meubelair sebanyak 1 paket dengan pagu anggaran sebesar Rp. 85.000.000,- realisasi sebesar Rp. 81.745.400,- atau sebesar 96,17 %. d. TV Led Monitor untuk keperluan informasi sebanyak 6 unit dengan nilai

anggaran sebesar Rp. 60.000.000,- realisasi 59.202.000,- atau sebesar 98,67 %.

3. Pengadaan Peralatan Teknis

Pengadaan peralatan teknis yang diadakan oleh BBKP Soekarno Hatta tahun 2015 berupa.

a. Alat pemadam api ringan untuk keperluan pengamanan gedung kantor sebanyak 20 set dengan pagu anggaran sebesar Rp. 30.000.000,- realisasi sebesar Rp. 29.040.000, atau sebesar 96,8 %.

b. Sarana kelengkapan laboratorium sebanyak 1 paket dengan pagu anggaran sebesar Rp. 70.000.000, realisasi sebesar Rp. 68.750.000,- atau sebesar 98,21 %.

4. Pengadaan AC

Pengadaan ini untuk melengkapi ruangan yang masih memerlukan AC dialokasikan sebanyak 10 unit dengan nilai anggaran sebesar Rp. 65.000.000,- realisasi sebesar Rp. 64.831.250,- atau 99,74 %.

5. Penambahan Jaringan Listrik

Dilaksanakan penambahan jaringan listrik untuk mencukupi kebutuhan dengan adanya penambahan sarana peralatan kantor berupa komputer dan alat laboratorium , pagu anggaran untuk 1 paket sebesar Rp. 30.000.000 , realisasi sebesar Rp. 27.852.000,0 atau sebesar 92,84 %.

6. Portal Tempat Partkir

Dalam rangka pengamanan gedung dan kendaraan pada areal gedung kantor, dilaksanakan pengadaan portal parkir sejumlah 2 paket dengan nilai sebesar Rp. 100.000.000,- realisasi sebesar Rp. 99.979.000, - atau sebesar 99,97 %.

7. Renovasi Ruang Pelayanan Karantina Pertanian

(25)

standar pelayanan publik, kegiatan ini dialokasikan dana sebesar Rp. Rp. 200.000.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 98.072.370,- atau sebesar 98,07%

Secara keseluruhan realisasi Anggaran Tahun 2015 Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta sebesar Rp. 23.540.839.738,- atau 98,37 %, dengan rincian belanja pegawai sebesar Rp. 8.964.972.206,- (98,53%), belanja barang sebesar Rp. 13.707.045.512,- (98,26%), dan belanja modal sebesar Rp. 868.822.020,- (98,56%). Anggaran dan realisasi DIPA TA 2015 sebagaimana tercantum dalam Tabel. 2

Tabel 2. Realisasi Anggaran Belanja TA.2015

No Uraian Pagu Realisasi %

1. 2. 3. Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal 9.098577.000 13.950.113.000 881.500.000 8.964.972.206 13.707.045.512 868.822.000 98,53 98,26 98,56 Jumlah 23.930.190.000 23.540.839.738 98,37

Pagu anggaran DIPA BBKP Soekarno Hatta selama 4 tahun terakhir mengalami fluktuatif . Hal ini terjadi adanya kebijakan pemerintah untuk melakukan penghematan anggaran yang berasal dari belanja perjalanan dinas dan pembangunan gedung baru. Namun demikian pada tahun 2015 untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional perkarantinaan, belanja modal berupa pengadaan alat laboratorium dan keperluan sarana teknis lainnya masih tetap dialokasikan anggarannya. Sedangkan Perbandingan anggaran tahun 2011-2015 seperti ditunjukan dalam Tabel 3

(26)

Tabel 3. Perbandingan Anggaran Belanja antara DIPA TA.2011 s/d 2015) (dlm ribuan) No Uraian Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Jumlah 1. 2. 3. 4. 5. DIPA TA.2011 DIPA TA.2012 DIPA TA. 2013 DIPA TA. 2014 DIPA TA.2015 5.750.795 7.168.977 7.450.296 8.048.162 9.098.577 10.841.322 13.880.753 15.204.281 13.264.558 13.950.113 6.718.440 2.931.585 18.401.000 1.890.670 881.500 23.310.557 23.981.315 41.055.577 23.203.390 23.930.190

2.3 Realisasi Penerimaan Bukan Pajak (PNBP)

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada tahun 2015 sebesar Rp. 4.451.397.001,- yang terdiri atas penerimaan umum Rp. 41.732.180 dan penerimaan fungsional Rp. 4.399.348.890,-.

Hal ini menunjukan bahwa PNBP yang berasal dari penerimaan fungsional melampaui target yang ditetapkan sebesar 147 % atau sejumlah Rp. 1.399.348.890,-. Jika dibandingkan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak Tahun 2014 sebesar Rp.4.563.117.173,- yang terdiri dari penerimaan umum Rp.205.031.872,- dan penerimaan fungsional Rp. 4.328.511.731,- mengalami penurunan sebesar Rp. 234.605.442,- atau 5,42 %. Hal ini terjadi karena komoditas wajib periksa karantna yang dilalu lintaskan melalui pintu pemasukan dan pengeluaran Bandara Internasional Soekarno Hatta, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya.

(27)

Secara lebih rinci perkembangan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) selama 5 tahun dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4. Target dan Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) TA.2011 s/d 2015

No Uraian Target Realisasi Persentase (%)

1. 2. 3. 4. 5 TA.2011 TA.2012 TA.2013 TA.2014 TA.2015 1.700.000.000 2.000.000.000 2.050.000.000 2.100.000.000 3.000.000.000 2.820.776.612 3.794.677.765 4.544.124.907 4.563.117.173 4.451.397.001 165,93% 189,73% 221,67% 206 % 147 %

2.4 Perlengkapan (Sarana dan Prasarana)

Sarana dan prasarana yang telah dimiliki oleh Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta saat ini untuk menunjang pelaksanaan tupoksi adalah:

1. Kendaraan dinas Operasional Roda 4 sebanyak 27 unit dan Roda 2 sebanyak 36 unit, yang digunakan untuk menunjang kelancaran kegiatan operasional perkarantinaan. Namun demikian dari segi umur teknis penggunaan kendaraan ada beberapa unit yang kondisi sudah mulai rusak, sehingga dari segi biaya pemeliharaan akan lebih besar biayanya dibandingkan dengan manfaatnya yang tidak optimal sehingga akan diusulkan untuk dilakukan penghapusan. 2. Instalasi karantina hewan berfungsi untuk melakukan tindakan pemeriksaan

hewan sampai dengan masa karantina selesai dan dinyatakan sehat. Fasilitas instalasi antara lain untuk anjing, kucing, unggas, reptil serta kuda. Selain Instalasi untuk karantina hewan, fasilitas lain yang tersedia adalah Incenerator

(28)

yang digunakan untuk melaksanakan pemusnahan baik komoditas hewan maupun tumbuhan yang tidak memenuhi persyaratan karantina pertanian.

3. Instalasi karantina tumbuhan berupa Green House yang berfungsi tempat melakukan pemeriksaan karantina dan pengamatan sampai dengan selesainya masa karantina, selain itu instalasi karantina tumbuhan juga digunakan sebagai tempat penahanan sebelum dilakukan tindakan pemusnahan

4. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 96/PMK.06/2007 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan dan Pemindahtangan Barang Milik Negara, Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta telah melakukan usulan Penetapan Status Penggunaan (PSP) terhadap seluruh aset Barang Milik Negara pada Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta. Sampai dengan sekarang jumlah aset yang sudah mendapat status penggunaan sebesar Rp. 19.721.724.939,-, dalam proses pengusulan sebesar Rp. 26.560765.169,- sehingga jumlah aset yang sudah diusulkan dan dalam proses pengusulan sebesar Rp. 46.282.490.108 atau sekitar 57,23 %. Sedangkan aset yang belum ditetapkan sebesar Rp. 34.592.514.705 atau sekitar 42,77 %.

5. Hasil audit Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian yang dilakukan Tahun Anggaran 2014 dan 2015, terkait dengan Barang Milik Negara berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan administrasi disarankan untuk membentuk Tim Penghapusan Barang Milik Negara. Saran tersebut telah ditindaklanjuti dengan dibuatnya Surat Keputusan Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta No. 20/Kpts/PL.160/L.8.A.1/2016 tanggal 05 Januari 2016. Tentang Pembentukan Panitia Penghapusan Barang Milik Negara Pada Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta.

(29)

2.5 Kepegawaian dan Tata Usaha

Jumlah pegawai Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta sampai akhir tahun 2015 tercatat sebanyak 148 orang dengan komposisi sebagai berikut :

1. Pejabat struktural : 14 orang

2. Medik Veteriner (MV) : 18 orang

3. Paramedik Veteriner : 26 orang

4. POPT Ahli : 20 orang

5. POPT Terampil : 30 orang

6. PMHP : 1 orang

7. Tenaga Administrasi : 32 orang

8. Tugas Belajar S3 dan S2 : 6 orang

9. Atase Pertanian : 1 orang

Tingkat pendidikan pegawai Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta sampai akhir tahun 2015 dapar digambarkan sebagai berikut:

1. Strata-3 (S3) : 1 orang 2. Strata-2 (S2) : 17 orang 3. Strata-1 (S1) : 57 orang 4. Diploma 3 (D3) : 18 orang 5. SLTA : 52 orang 6. SLTP : 1 orang 7. SD : 2 orang

Dalam rangka peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), pada tahun anggaran 2015 Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta telah melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan pegawai dengan mengadakan kegiatan pelatihan yang bersifat In House Training maupun dengan cara mengirimkan pegawai untuk magang/berlatih di lingkup Badan Karantina Pertanian atau instansi lain. Pelatihan/magang yang diikuti pegawai pada tahun 2015 meliputi pelatihan yang bersifat teknis maupun administrasi.

Adapun pelatihan/magang yang diikuti oleh pegawai Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta adalah sebagai berikut :

(30)

Tabel.5 Pelatihan/magang yang telah diikuti pegawai Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta

NO Nama Pelatihan/magang Tempat Penyelenggaran

1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Pengujian Residu Hormon dan Antibiotik Karantina Hewan. PCR Karantina Tumbuhan

Peningkatan Kompetensi

Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Pendeteksian OPTK pada

produksi unggulan padi,

jagung, kedele dan tebu

Analisis dan Pengolahan Data Pengujian Residu Pestisida dan Logam Berat pada PSAT Deteksi dan Identifikasi OPTK Virus dengan Real Time PCR Isolasi Virus dengan Metode

Kultur Jaringan Karantina

Hewan

Pengembangan Karakter

Pembinaan Laboratorium

peserta uji profisiensi

Indonesia Veterinery

Leadership

Latihan Dasar Perkarantinaan Karantina Tumbuhan

Pengenalan Tugas Karantina Pertanian

Pengujian dengan PCR Rabies

Bogor Sumatera Utara Jakarta Cibitung Jakarta Jakarta Jakarta Cibitung Bogor Bogor Cibitung Yogyakarta Banjarbaru BPMPP USU Kementan BUTTMKP BBUS KP BBUS KP BBUS KP BUTTMKP BBLITVET IPB BUTTMKP STPP BVET

(31)

15

16

Cemaran Kimia pada sarang burung wallet

Cemaran Microbiologi pada sarang burung wallet

PCR AI

Jakarta

Jakarta

BBUS

BBUS

Dalam rangka peningkatan kualitas SDM yang telah dimiliki, maka Balai Besar Karantina Pertanian juga mengirimkan pegawai yang memiliki kemampuan dan keinginan untuk menambah jenjang pendidikan untuk mengikuti pendidikan formal jenjang Strata-2 (S2) dan Strata-3 (S3). Sampai saat ini jumlah pegawai Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta yang mengikuti pendidikan formal Strata-2 (S2) sebanyak 5 orang di IPB Bogor dan UGM Jogyakarta serta Strata-3 (S3) 1 orang di IPB Bogor.

Data secara detail pengawai yang telah mengikuti pendidikan formal, pelatihan dapat dilihat pada lampiran 1.

Sepanjang tahun 2015 pegawai yang memperoleh kanaikan pangkat sebanyak 22 orang yang terdiri dari kenaikan pangkat regular dan fungsional.

Penambahan pegawai karena mutasi pada tahun 2015 sebanyak 5 orang terdiri dari 2 orang Struktural, 2 orang POPT dan 1 orang Medik Veteriner. Pegawai mutasi tersebut berasal dari Barantan dan UPT SKP Kelas I Menado. Pegawai mutasi keluar sebanyak 4 orang terdiri dari 1 orang Struktural, 1 orang POPT, 1 orang Medik Veteriner dan 1 orang Fungsional umum.

Ada pengurangan jumlah pegawai pada tahun 2015 disebabkan karena meninggal dunia pada tanggal 16 Juli 2015 an. Imma Himmatul Aliyah, SP NIP. 19820826 200912 2 006 pangkat/gol Penata Muda TK.I, III/b jabatan POPT Pertama.

Sebagai upaya untuk meningkatkan disiplin pegawai dan motivasi kerja, maka pada tahun 2015 telah dilakukan kegiatan yaitu :

1. Kegiatan peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama masing-masing

2. Meningkatkan pengawasan kehadiran pegawai dengan menerapkan absensi deteksi wajah

(32)

Selama tahun 2015 banyak mahasiswa dari Perguruan Tinggi dan Siswa SMK yang melaksanakan magang/ Praktek Kerja Lapang untuk mengembangkan pengetahuannya.

2.6 Permasalahan dan Solusi

Pengelolaan kegiatan-kegiatan yang bersifat umum pada dasarnya dapat dilakukan dengan lancar, namun demikian beberapa kendala yang dihadapi pada kegiatan tahun 2015 antara lain:

1. Terjadinya kekurangan alokasi belanja pegawai terutama belanja Gaji dan Tunjangan karena adanya penambahan jumlah pegawai, baik dari pengangkatan baru maupun mutasi.

2. SDM yang menangani tindak karantina tidak sebanding dengan area yang harus diawasi.

3. Kurangnya anggaran belanja modal pengadaan sarana dan prasarana untuk mendukung pelayanan tindakan karantina.

Atas permasalahan tersebut maka upaya solusi yang dilakukan pada tahun 2015 antara lain :

1. Dilakukan pergeseran antar Akun Belanja Pegawai dalam rangka menutupi kekurangan Gaji dan Tunjangan Pegawai.

2. Mengajukan kekurangan belanja Gaji dan Tunjangan ke Kantor Pusat. 3. Prioritas kegiatan-kegiatan yang bersifat Belanja Modal.

(33)

BAB III

KEGIATAN OPERASIONAL KARANTINA HEWAN

3.1. Gambaran Umum

Bidang Karantina Hewan Selama Tahun 2015 telah melaksanakan kegiatan sesuai tugas dan fungsi berdasarkan Peraturan Perundangan Karantina yang berlaku. Penyelenggaraan perkarantinaan hewan menggunakan sumber dana yang teralokasi dalam DIPA BBKP Soekarno Hatta Tahun Anggaran 2015. Bidang

Karantina Hewan memiliki program kerja berupa peningkatan kualitas

perkarantinaan dan pengawasan keamanan hayati hewani.

Program kerja ini dilaksanakan melalui kegiatan peningkatan kualitas pelayanan sertifikasi kesehatan hewan yang terdiri dari: Pemeriksaan, Pengasingan, Pengamatan, Penyelenggaraan Laboratorium, Perlakuan, Penahanan, Penolakan, Pemusnahan atau pembebasan. Operasional karantina hewan tersebut dilandasi alasan ilmiah atau scientific base.

Pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan oleh bidang karantina hewan terdiri dari : 1).Pemeriksaan fisik didalam ataupun diluar tempat tempat pemasukan dan/atau pengeluaran, 2).Pemeriksaan laboratorium karantina hewan untuk peneguhan diagnosa klinis dan 3). Penilaian kelayakan instalasi milik pengguna jasa karantina sebagai tempat pemeriksaan fisik kesehatan hewan dan keamanan hayati hewani. Sedangkan pengasingan dan pengamatan dilaksanakan terhadap media pembawa HPHK yang dilakukan di Instalasi BBKP Soekarno Hatta. Bilamana pemeriksaan tidak dimungkinkan untuk dilaksanakan di Instalasi BBKP Soekarno maka pengasingan dan pengamatan dilakukan di instalasi karantina hewan/produk hewan di tempat pemilik.

Penyelenggaraan Laboratorium Bidang Karantina Hewan BBKP Soekarno Hatta telah menerapkan sistem manajemen mutu laboratorium (SMM laboratorium) sejak tahun 2012. Penerapan SMM laboratorium berdasarkan ISO-IEC 17025 : 2008 dan telah menerima sertifikat akreditasi dari KAN sebagai Laboratorium Penguji. Sertifikat akreditasi Nomor : LP 646 IDN dengan ruang lingkup pengujian

(34)

serum darah anjing dan kucing melalui metode deteksi Titer Antibodi terhadap penyakit Rabies menggunakan metode ELISA Ab IndirectSynbiotic dan Pusvetma.

Pelaksanaan Perlakuan di Instalasi Karantina Hewan telah dilakukan dengan pemberian pengobatan dan vaksinasi pada hewan selama masa pengamatan karantina. Pengobatan ditujukan pada hewan-hewan yang didiagnosa mengalami sakit. Disamping itu, perlakuan yang diberikan pada hewan-hewan yang berada di instalasi tidak terbatas pengobatan melainkan juga pemberian zat promotif untuk segera menstabilkan kondisi hewan setelah mengalami stress selama diperjalanan (penerbangan).

Kegiatan Penunjang yang dilakukan Bidang Karantina Hewan BBKP Soekarno Hatta selama Tahun 2015 adalah telah melakukan vefikasi dokumen. Vefikasi lebih dikhususkan terhadap dokumen yang belum memenuhi persyaratan karantina yaitu dokumen pengeluaran, impor dan ekspor. Verifikasi dokumen dilakukan oleh Tim Verifikator yang terdiri dari Seksi Wasdak Hewan, Seksi Yanops KH dan Seksi Insartek KH.

Kegiatan Verifikasi dilakukan setiap hari serta melaksanakan rapat verifikasi dokumen setiap awal bulannya dan melakukan pembuatan laporan verifikasi dokumen karantina hewan. Kegiatan lain adalah melakukan pencetakan segel karantina hewan berupa stiker karantina check dan stiker karantina seal yang digunakan untuk memudahkan identifikasi media pembawa HPHK lalu lintas antar area (domestik).

Tindakan karantina hewan selain dilaksanakan di instalasi karantina hewan BBKP Soekarno Hatta dalam wilayah bandara, juga dilaksanakan di luar tempat pemasukan dan/atau pengeluaran. Pelaksanaan tindakan karantina terhadap hewan dan/atau produk hewan diluar tempat pemasukan dan/atau pengeluaran dilaksanakan di instalasi karantina untuk hewan(IKH) atau produk hewan (IKPH) milik perusahaan. Lokasi Instalasi lingkup BBKP Soekarno Hatta berada dibeberapa daerah antara lain : Bandung, Bogor, Cianjur, Cilacap, Cipelang, Jakarta, Jepara, Lampung, Lembang, Malang, Medan, Nganjuk, Palembang, Pare-Kediri, Pontianak, Purwakarta, Subang, Sukabumi dan Tangerang.

(35)

Target pemeriksaan terhadap Media Pembawa Impor adalah mendeteksi adanya Hama Penyakit Hewan Karantina baik dari golongan I maupun golongan II. Hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap Media Pembawa Impor baik Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan yang masuk melalui Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta adalah ditemukan adanya HPHK pada Media Pembawa berupa sapi perah impor asal Australia yang dinyatakan PI BVD. Terhadap MP tersebut kemudian dilakukan pemotongan bersyarat.

3.2 Kegiatan Operasional Bidang Karantina Hewan

Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta mengacu pada ketentuan yang diatur dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 02/Kpts/OT.140/1/2007 tanggal 5 Januari 2007 tentang Dokumen dan Sertifikat Karantina Hewan dan Surat Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian No. 244/Kpts/PD.670.230/L/6/2007 tanggal 25 Juni 2007 tentang Petunjuk dan Pelaksanaan Pengelolaan Dokumen dan Sertifikat KarantinaHewan.

Penggunaan dokumen karantina hewan di BBKP Soekarno Hatta tahun 2015 sejalan dengan penyelenggaraan perkarantinaan hewan sebanyak 43. 323 dokumen. Penggunaan ini turun dibanding tahun 2014 yang mencapai 49.458 dokumen karantina (KH 9, KH 10, KH 11 dan KH 12). Pelayanan pemeriksaan kesehatan hewan hidup sebanyak 19.908 kali. Pelayanan pemeriksaan karantina terhadap Bahan Asal Hewan sebanyak 11.536 kali. Pelayanan pemeriksaan karantina terhadap Hasil Bahan Asal Hewan sebanyak 12.746 kali. Pelayanan pemeriksaan karantina terhadap Benda Lain sebanyak 23.121 kali.

Penggunaan dokumen karantina hewan di Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta tahun 2015 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 6 Pengggunaan Dokumen Utama Karantina Hewan Tahun 2015

No Jenis Dokumen Pemakaian Batal

1 KH-9 8.424 321

2 KH-10 11.503 337

3 KH-11 6.116 127

(36)

Evaluasi penggunaan aplikasi Permohonan Pemeriksaan Karantina Hewan secara on line untuk pengguna jasa karantina pertanian yang melalui Balai Besar Karantina Pertanian selama tahun 2015 sebanyak 21.554 (50,46%) dari total 42. 715 permohonan yang diajukan. Secara prosentase meningkat dari tahun sebelumnya yang 17.163 kali (48%) dari total operasional sebanyak 35.186 kali.

Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta mengacu pada ketentuan yang diatur dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 02/Kpts/OT.140/1/2007 tanggal 5 Januari 2007 tentang Dokumen dan Sertifikat Karantina Hewan dan Surat Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian No. 244/Kpts/PD.670.230/L/6/2007 tanggal 25 Juni 2007 tentang Petunjuk dan Pelaksanaan Pengelolaan Dokumen dan Sertifikat Karantina Hewan.

Penggunaan dokumen karantina hewan di BBKP Soekarno Hatta tahun 2015 sejalan dengan penyelenggaraan perkarantinaan hewan sebanyak 43. 323 dokumen. Penggunaan ini turun dibanding tahun 2014 yang mencapai 49.458 dokumen karantina (KH 9, KH 10, KH 11 dan KH 12). Pelayanan pemeriksaan kesehatan hewan hidup sebanyak 19.908 kali. Pelayanan pemeriksaan karantina terhadap Bahan Asal Hewan sebanyak 11.536 kali. Pelayanan pemeriksaan karantina terhadap Hasil Bahan Asal Hewan sebanyak 12.746 kali. Pelayanan pemeriksaan karantina terhadap Benda Lain sebanyak 23.121 kali.

A. Impor

Bandara Soekarno Hatta merupakan salah satu pintu masuk utama ke Indonesia, hal tersebut menjadikan Balai Besar Karantina soekarno Hatta menjadi salah satu UPT Karantina yang sibuk dalam menangani masuknya MP HPHK dari berbagai negara dengan macam yang cukup beragam. Berikut gambaran Frekuensi dan volume MP HPHK yang masuk melalui BBKP Soekarno Hatta pada tahun 2015 1. Hewan

Hewan impor yang masuk merupakan hewan kesayangan dan hewan bibit. Satwa liar juga banyak masuk melalui Bandara Soekarno Hatta.

(37)

Grafik 1. Frekwensi Impor Hewan Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta 2015

Pada Grafik 1 menunjukkan bahwa hewan yang sering masuk adalah anjing. Dimana anjing sering dibawa sebagai hewan kesayangan yang menyertai pemilik atau sebagai anjing kontes, begitu juga kucing. Sebanyak 546 kali pemasukkan anjing dari luar negeri terjadi selama tahun 2015 dengan volume sebanyak 784 ekor (Bagan 2). Unggas bibit dalam hal ini adalah DOC GPS juga masuk melalui Bandara Soekarno Hatta yang tujuannya bukan hanya di sekitar jawa tetapi juga luar Jawa. Pemasukkan DOC ini mencapai 257.994 ekor selama tahun 2015.

(38)

Grafik 2. Volume impor Hewan BBKP Soekarno Hatta 2015

2. Bahan Asal Hewan

Bahan Asal Hewan yang masuk didominasi oleh daging sapi. Sebanyak 478 kali permohonan pemeriksaan karantina untuk daging sapi. daging sapi impor umumnya adalah daging sapi chilled yang diperuntukkan untuk konsumsi hotel, restoran dan katering.

Semenjak ditutupnya Inggris, Jerman dan Belanda maka alternatif sarana produksi ternak untuk ayam dialihkan dari pemasukkan DOC menjadi pemasukkan telur tetas. Sebanyak 2.428.572 butir telur tercatat diimpor melalui Bandara Soekarno Hatta pada tahun 2015.

Anjing, 784 Kucing, 439 Unggas Bibit, 25799.4 Unggas Kesayangan, 1655 Unggas Liar, 7666.6 Mamalia Lain, 3146 Reptil dan Amphibia, 2388

(39)

Grafik 3. Frekwensi Impor Bahan Asal Hewan BBKP Soekarno Hatta 2015

Grafik 4. Volume Impor Bahan Asal Hewan BBKP Soekarno Hatta Tahun 2015

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500

Daging Sapi Daging Lainnya

Telur Kulit BAH Lain

Pangan BAH Lain Non Pangan Frekuensi 478 71 94 3 13 29

Frekuensi

Daging Sapi, 893766.83 Daging Lainnya, 70513.54 Telur, 2428572 Kulit, 3191

BAH Lain Pangan,

26837.7 BAH Lain Non Pangan, 15095.58

(40)

3. Hasil Bahan Asal Hewan

Grafik 5. Frekwensi Impor Hasil Bahan Asal Hewan BBKP Soekarno Hatta Tahun 2015

Frekuensi impor untuk Hasil Bahan Asal Hewan terbesar adalah kulit jadi. Dimana tujuan importasi kulit tersebut dipergunakan untuk industri sepatu atau peralatan lain yang menggunakan kulit. Daerah tujuan pemasukkan bukan hanya disekitar Jakarta tetapi hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebanyak 6.324 kali pemasukkan kulit jadi melalui BBKP Soekarno Hatta pada tahun 2015 dengan volume sebanyak 103.394.053 Kg.

Media Pembawa yang tergolong HBAH yang masuk lainnya adalah hasil olahan susu, yang terdiri antara lain keju, yoghurt dan krim. Pemasukan HBAH susu sebanyak 266 kali dan volume 84.808.389 Kg.

0 100 200 300 400 500 600 700

HBAH Daging HBAH Susu Kulit Jadi HBAH untuk Industri

Frekuensi 23 266 632.4 58

(41)

Grafik 6. Volume Impor Hasil Bahan Asal Hewan BBKP Soekarno Hatta Tahun 2015

4. Benda Lain

MP HPHK yang tergolong benda lain yang diimpor didominasi oleh importasi vaksin dengan 563 kali permohonan. Bahan biologik juga termasuk MP HPHK impor dan juga bahan diagnostik. Gambaran lengkapnya seperti terlihat pada Grafik 7 dan 8

HBAH Daging, 22824.8 HBAH Susu, 84808.389 Kulit Jadi, 103394.053 HBAH untuk Industri, 12764.08

(42)

Grafik 7. Frekwensi Impor Benda Lain BBKP Soekarno Hatta 2015

Grafik 8. Volume Impor Benda Lain BBKP Soekarno Hatta Tahun 2015

0 100 200 300 400 500 600

Pakan Hewan Vaksin Bahan Biologik bahan

Diagnostik Frekuensi 3 563 150 87

Frekuensi

Pakan Hewan, 1121 Vaksin, 37156.4809 Bahan Biologik, 31207 bahan Diagnostik, 533

(43)

B. Ekspor 1. Hewan

Ekspor hewan masih didominasi oleh hewan kesayangan berupa anjing dan kucing. Hewan tersebut biasanya ikut bepergian dengan pemilik atau dalam rangka kontes hewan. Maraknya pemeliharaan reptil dan amphibia sebagai hewan kesayangan juga mebdorong tingginya frekuensi dan volume ekspor media pembawa ini ke luar negeri. Gambaran jumlah frekuensi dan volume dapat dilihat pada Grafik 9 dan 10

Grafik 9. Frekwensi Ekspor Hewan BBKP Soekarno Hatta Tahun 2015 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500

anjing Kucing Unggas dan Burung Mamalia lainnya Serangga dan invertebrat a Reptil dan Amphibia Frekuensi 494 422 46 58 141 492

(44)

Grafik 10. Volume Ekspor Hewan BBKP Soekarno HattaTahun 2015

2. Bahan Asal Hewan

Sebagaimana tahun tahun sebelumnya, Bahan Asal Hewan yang diekspor melalui bandara soekarno Hatta didominasi oleh sarang burung walet. Pasar sarang burung walet ke Tiongkok yang telah dibuka kembali semakin membuka peluang ekspor sarang burung ke negara tersebut. Pada tahun 2015 juga dimulai eksportasi telur tetas dengan tujian Myanmar. Komoditi tetap yang diekspor dari tahun ke tahun adalah kulit reptil dan bulu bebek. Frekuensi dan volume lengkap dapat dilihat pada Grafik 11 dan 12

Anjing, 674

Kucing, 422 Unggas dan

Burung, 3816 Lainnya, 2888 Mamalia

Serangga dan Invertebrata,

386892 Reptile dan

(45)

Grafik 11. Frekwensi Eksport Bahan Asal Hewan BBKP Soekarno Hatta 2015

Grafik 12. Volume Eksport Bahan Asal Hewan BBKP Soekarno Hatta 2015

0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 3548 11 101 4 86 5

Sarang Burung Kulit Sapi dan Kambing Kulit Reptil

Telur Tetas Bulu Bebek Lainnya (Kuku, Madu, Tanduk)

Sarang Burung, 193,261

Kulit sapi dan Kambing, 313 Kulit Reptil, 66,458 Telur tetas, 132,500 Bulu Bebek, 33,765 Lainnya (Kuku, Madu, Tanduk), 12

(46)

3. Hasil Bahan Asal Hewan

Kulit jadi atau biasa disebut finished leathers adalah kulit hewan yang telah melalui proses lebih lanjut sehingga siap untuk dipergunakan. Kulit sapi jadi merupakan MP HPHK HBAH yang paling banyak diekspor melalui Bandara Soekarno Hatta, diikuti oleh kulit kambing jadi. Sedangkan bulu bebek banyak diekspor dalam bentuk jaket. Jumlah frekuebsi dan volume total untuk ekspor HBAH dapat dilihat pada Grafik 13 dan 14.

Grafik 13. Frekuensi Ekspor Hasil Bahan Asal Hewan BBKP Soekarno Hatta 2015

0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800 2000

Kulit Sapi Jadi Kulit Kambing Jadi

Hasil Bahan Asal Hewan / Unggas Lainnya untuk

Industri

Daging Unggas

(47)

Grafik 14. Volume Ekspor HBAH BBKP Soekarno Hatta 2015

4. Benda Lain

Selain mengimpor vaksin, Indonesia ternyata juga melakukan eksportasi vaksin, khusunya vaksin untuk ayam komersial. Hal ini dapat dilihat dari frekuensi dan volume yang cukup tinggi terhadap ekspor vaksin. Jenis, frekuensi dan volume lebih lengkap tentang ekspor MP HPHK yang tergolong benda lain dapat dilihat pada Grafik 15 dan 16.

Grafik 15. Frekuensi Ekspor Benda Lain BBKP Soekarno Hatta 2015

Kulit Sapi Jadi, 80249 Kulit Kambing Jadi,

27545 Hasil Bahan Asal Hewan / Unggas Lainnya untuk Industri, 28251 Daging Unggas, 15 0 50 100 150 200

Vaksin Bahan Biologik Lainnya Bahan diagnostik lainnya Pakann Hewan Kesayang 192 7 2 2

Frekuensi

(48)

Grafik 16. Volume Ekspor Benda Lain BBKP Soekarno Hatta 2015

C. Domestik Masuk

Bandara Soekarno Hatta merupakan salah satu Bandara Pengumpul yang ada di Indonesia, sehingga banyak penerbangan dari daerah yang menuju ataupun transit di Bandara ini. Tingginya frekuensi penerbangan dan penumpang secara langsung juga berdampak pada tingginya frekuensi dan volume MP HPHK yang harus diperiksa oleh BBKP Soekarno Hatta.

1. Hewan

Media Pembawa Hewan yang masuk melalui Bandara Soekarno Hatta pada tahun 2015 tercatat paling banyak didominasi oleh unggas kesayangan. Frekuensi yang tinggi terjadi karena banyak dari hewan tersebut dibawa oleh penumpang pesawat sebagai barang bawaan penumpang. Anjing dan kucing juga merupakan MP HPHK yang banyak dilalulintaskan. Grafik 17 dan 18 dapat memberikan

Vaksin, 1445 Bahan Biologik

(49)

informasi frekuensi dan volume MP HPHK hewan yang melalui BBKP soekarno Hatta.

Grafik 17. Frekuensi Domestik Masuk Hewan BBKP Soekarno Hatta2015

Grafik 18. Volume Domestik Masuk Hewan BBKP Soekarno Hatta 2015

0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800 Anjing dan Kucing Unggas Bibit Unggas Kesayanga n

Unggas Liar Reptil dan serangga

Mamalia lainnya

Frekuensi 114 282 1772 831 177 17

Frekuensi

Anjing dan Kucing, 160 Unggas Bibit, 21207.92 Unggas Kesayangan, 117847 Unggas Liar, 178303

Reptil dan serangga, 2305

Mamalia lainnya, 475

(50)

2. Bahan Asal Hewan

Tempat pemrosesan sarang burung walet di sekitar jakarta banyak mendapat suplai dari daerah/provinsi lain di Indonesia. Hal ini membuat banyak kiriman sarang burung walet yang masuk dari daerah ke wilayah jakarta melalui Bandara Soekarno Hatta. Selain sarang burung walet juga terdapat telur tetas dan daging yang diperiksa oleh BBKP Soekarno Hatta. Info selengkapnya dapat dilihat pada Grafik 19 dan 20.

Grafik 19. Frekuensi Domestik Masuk BAH BBKP Soekarno Hatta2015

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500

Sarang Burung BAH Daging Telur Tetas BAH Lainnya

Frekuensi 453.2 21 52 19

(51)

Grafik 20. Volume Domestik Masuk BAH BBKP Soekarno Hatta 2015

3. Hasil Bahan Asal Hewan

Hasil Bahan Asal Hewan yang masuk melalui bandara soekarno hatta adalah barang bawaan penumpang yang frekuensi dan volumenya tidak cukup banyak. Hal ini dapat dilihat dari Grafik 21 dan 22.

Sarang Burung, 130660

BAH Daging, 3239 Telur Tetas, 102654

(52)

Grafik 21. Frekuensi HBAH Domestik Masuk BBKP Soekarno Hatta 2015 0% 20% 40% 60% 80% 100% Daging Sapi Olahan Hasil Olahan Lainnya yang berasal dari Daging Hewan Daging Unggas Olahan Keju frekuensi 1 1 1 1

frekuensi

Daging Sapi Olahan, 45 Hasil Olahan Lainnya yang berasal dari Daging Hewan, 7 Daging Unggas Olahan, 10 Keju, 1

(53)

4. Benda Lain

Pakan hewan kesayangan merupakan salah jenis MP HPHK yang tergolong benda lain yang masuk melalui Bandara Soekarno Hatta. Secara lengkap variasi MP HPHK Benda Lain dapat dilihat pada Grafik 23 dan 24.

Grafik 23. Frekuensi Benda Lain Domestik Masuk BBKP Soekarno Hatta 2015

Grafik 24. Volume Benda Lain Domestik Masuk BBKP Soekarno Hatta 2015

0 50 100 150 200 Pakan Hewan Ternak Pakan Hewan Kesayangan

Vaksin Anti Serum

Frekuensi 3 162 2 2

Frekuensi

Pakan Hewan Ternak, 63 Pakan Hewan Kesayangan, 5882 Vaksin , 2 Anti Serum, 3

(54)

D. Domestik Keluar

Bandara Soekarno Hatta yang memiliki jaringan penerbangan ke seluruh wilayah Indonesia menjadi pilihan dalam melakukan pengiriman MP HPHK melalui udara. Daerah disekitar Jakarta banyak menggunakan fasilitas kargo bandara untuk melakukan pengiriman barangnya.

1. Hewan

Hewan yang banyak dilalulintaskan selain anjing dan kucing adalah DOC. Banyak breeding farm yang berada di wilayah Jawa Barat dan Banten melakukan pengiriman melalui udara lewat kargo Bandara Soekarno Hatta. Pengiriman hewan hingga mencapai wilayah Indonesia Bagian Timur. Frekuensi dan volume pengiriman domestik dapat dilihat pada Grafik 25 dan 26.

Grafik 25. Frekuensi Domestik Keluar Hewan BBKP Soekarno Hatta 2015

0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500

Anjing Kucing Unggas bibit Unggas kesayang an Unggas Liar Reptil dan serangga Mamalia Lainnya Frekuensi 969 324 3341 1183 102 45 105

Frekuensi

(55)

Grafik 26. Volume Domestik Keluar Hewan BBKP Soekarno Hatta 2015

2. Bahan Asal Hewan

Banyaknya tempat pemrosesan hewan menjadi bahan Asal Hewan di wilayah Jakarta dan sekitarnya dan pemasaran yang berada diluar jakarta membuat banyak pengirimabn dilakukan lewat Bandara Soekarno Hatta, disamping penumpang yang membawa sebagai barang bawaan penumpang. Daging ruminansia dan daging unggas banyak yang dilalulintaskan secara domestik. Gambaran selengkapnya dapat dilihat pada Grafik 27 dan 28.

Anjing, 1662 Kucing, 521 Unggas bibit, 13949.731 Unggas kesayangan, 4654 Unggas Liar, 7295 Reptil dan serangga, 1327 Mamalia Lainnya, 1609

(56)

Grafik 27. Frekuensi BAH Domestik Keluar BBKP Soekarno Hatta 2015

Grafik 28. Volume BAH Domestik Keluar BBKP Soekarno Hatta 2015

Sarang Burung Daging Unggas Daging Ruminan sia Daging lainnya

Telur Susu Semen

Beku frekuensi 742 388 903 24 15 45 41

frekuensi

Sarang Burung, 24748 Daging Unggas, 28054 Daging Ruminansia, 80548 Daging lainnya, 716 Telur, 15310 Susu, 45712 Semen Beku, 59

(57)

3. Hasil Bahan Asal Hewan

Hasil Bahan Asal Hewan yang merupakan hasil olahan lebih lanjut dari bahan asal hewan menjadi komoditi yang cukup banyak dilalulintaskan melalui bandara Soekarno Hatta. Hasil olahan daging baik berupa bakso, nuget dan sosis serta olahan susu berupa keju, es krim dan susu pasteurisasi merupakan contoh HBAH yang mengajukan permohonan pemeriksaan karantina. Frekuensi dan volume pengiriman domestik HBAH dapat dilihat pada Grafik 29 dan 30.

Grafik 29. Frekuensi HBAH Domestik Keluar BBKP Soekarno Hatta 2015

Grafik 30. Volume HBAH Domestik Keluar BBKP Soekarno Hatta 2015

0 500 1000 1500 2000 Daging Sapi Olahan Daging Unggas Olahan Olahan Daging Konsumsi dan pakan Olahan dari Susu Frekuensi 1368 369 67 1854

Frekuensi

Daging Sapi Olahan, 64897.88 Daging Unggas Olahan, 39014.4 Olahan Daging Konsumsi dan pakan, 7076

Olahan dari Susu, 22970.488

(58)

4. Benda Lain

Semakin tumbuhnya industri peternakan di berbagai wilayah di Indonesia juga mendorong permintaan terhadap sarana produksi, salah satunya adalah vaksin. Vaksin untuk peternakan khususnya peternakan unggas merupakan MP Benda lain yang banyak diperiksa oleh petugas BBKP Soekarno Hatta sebelum dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia. Begitu juga bahan diagnostik dan bahan biologik. Frekuensi dan Volume selengkapnya dapat dilihat pada Grafik 31 dan 32.

Grafik 31. Frekuensi Benda Lain domestik Keluar BBKP Soekarno Hatta 2015

0 200 400 600 800 1000

Pakan Bahan Biologik

dan diagnostik

Vaksin

Frekuensi 21 164 816.6

Frekuensi

Pakan, 2622

Bahan Biologik dan diagnostik, 18847 Vaksin, 28316.96

(59)

3.2. Uraian Data Operasional Karantina Hewan 2015

1. Proporsi Jenis Pelaksanaan Penilaian Instalasi Karantina berdasarkan jenis Hewan dan Produk Hewan.

(60)

2. Proporsi Jenis Media Permohonan Pemeriksaan Karantina

Gambar

Tabel  1    Revisi  DIPA  Tahun  2015  Nomor:  SP  DIPA-018.12.2.528860/2015  tanggal  14 Nopember 2014  N O  REVISI DIPA  KE  TGL REVISI  PERUBAHAN ANGGARAN (Rp.000)  KETERANGAN
Tabel 2. Realisasi Anggaran Belanja TA.2015
Tabel 4. Target dan Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) TA.2011 s/d  2015
Grafik 1.  Frekwensi Impor Hewan Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno   Hatta 2015
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tindakan karantina pengeluaran antar area (domestik keluar) terhadap media pembawa OPT/OPTK yang telah dilakukan di seluruh wilayah kerja Balai Karantina Pertanian

Laporan Keuangan Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang yang terdiri dari: (a) Laporan Realisasi Anggaran, (b) Neraca, (c) Laporan Operasional, (d) Laporan Perubahan

Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Padang merupakan UPT Badan Karantina Pertanian dengan wilayah kerjanya meliputi Pelabuhan laut Teluk Bayur, Bandar Udara

Sasaran programdan indikator kinerja sasaran program Badan karantina Pertanian yang didukung Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram Badan Karantina Pertanian yaitu: Aman

Bapak Kurniadhi Prabandono selaku Kepala Laboratorium Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan (BBKIPM-KHP) Soekarno

[r]

Tindakan Karantina, Pengawasan dan Pengendalian yang efektif dan efisien dengan indikator yaitu Persentase tindak lanjut terhadap temuan OPTK dan HPHK pada

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan