BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN PANGKALAN PENGAWASAN SDKP TUAL
B. Pelaksanaan Kegiatan Operasional Pengawasan Sumber Daya Perikanan
a. Pengawasan Penangkapan Ikan
Salah satu objek pengawasan sumber daya
perikanan Pangkalan, satwas dan wilker lingkup UPT Pangkalan Pengawasan SDKP Tual adalah kapal-kapal perikanan baik penangkap ikan maupun kapal pengangkut. Berdasarkan alat penangkapan ikan yang dioperasikan, jumlah kapal perikanan yang beroperasi di wilayah pengawasan UPT Pangkalan Pengawasan SDKP Tual dengan berbagai jenis alat tangkap selama tahun 2017
ditunjukkan pada Tabel 6 berikut:
Gambar 8. Pemeriksaan dokumen pada
kapal perikanan
2013 2014 2015 2016 2017 27.708.199.629 27.715.601.129 54.888.222.209 95.715.231.087 104.920.039.514 8.606.250 74.015.001 380.000 508.000 319.850.000PERKEMBANGAN NILAI ASET BMN STASIUN PSDKP
TUAL TAHUN 2013 - 2017
Aset Tetap Aset Lancar18 L A P O R A N T A H U N A N P A N G K A L A N P E N G A W A S A N S D K P T U A L T A H U N 2 0 1 7
Tabel 6. Rekapitulasi Kapal perikanan yang laik operasi di wilayah Pangkalan Pengawasan SDKP Tual berdasarkan jenis alat penangkapan ikan pada tahun 2017
Sumber: Seksi Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Pangkalan PSDKP Tual
Jumlah kapal tersebut dapat diketahui melalui rekapitulasi frekuensi kedatangan dan keberangkatan kapal perikanan yang dilaporkan dari Satwas dan Wilker Lingkup Pangkalan Pengawasan SDKP Tual selama Januari sampai dengan Desember 2017. Objek pengawasan ini sangat dipengaruhi oleh keberadaan unit pengolahan ikan (UPI) di suatu daerah. Hal ini berkaitan dengan kewajiban adanya kapal-kapal untuk mendaratkan hasil tangkapannya di Pelabuhan Pangkalan dan mempunyai kesatuan unit kerja dengan UPI. Jumlah keseluruhan kapal penangkap dan pengangkut yang laik operasi di wilayah kerja Pangkalan Pengawasan SDKP Tual selama tahun 2017 adalah sebanyak 2.732 Kapal.
Tabel 6 di atas menunjukkan bahwa jumlah kapal berdasarkan alat tangkap didominasi oleh kapal dengan alat tangkap jaring insang (Gill Net) sebanyak 862 kapal dan pancing cumi (Squid jigging) sebanyak 465 kapal, sedangkan untuk kapal angkut berjumlah 461 kapal. Kapal-kapal penangkap dan pengangkut tersebut sebagian besar/ didominasi oleh kapal-kapal berbendera indonesia. Kapal perikanan tersebut merupakan armada penangkapan bagi perusahaan perikanan yang nantinya hasil tangkapannya akan diolah maupun diekspor ke luar negeri. Sedangkan armada pengangkutan dilakukan oleh kapal-kapal berbendera asing, seperti Hongkong dan China.
Berdasarkan ukuran kapal (Gross Tonage) serta ijin yang yang dikeluarkan, jumlah kapal perikanan yang beroperasi di wilayah pengawasan UPT Pangkalan
19 L A P O R A N T A H U N A N P A N G K A L A N P E N G A W A S A N S D K P T U A L T A H U N 2 0 1 7
Pengawasan SDKP Tual baik dari ijin Pusat, Propinsi ataupun dalam bentuk Bukti Pencatatan Kapal Perikanan yang diterbitkan oleh propinsi selama tahun 2017 ditunjukkan pada Tabel 7 berikut:
Tabel 7. Rekapitulasi Kapal perikanan di wilayah Pangkalan Pengawasan SDKP Tual berdasarkan jenis ijinnya pada tahun 2017
NO PANGKALAN/SATWAS/WILKER JUMLAH KAPAL BERDASARKAN UKURAN GT TAHUN 2017 >30 GT (IJIN PUSAT) 11 - 30 GT (IJIN PROVINSI) ≤10 GT (IJIN PROVINSI /BPKP) TOTAL 1 PANGKALAN PSDKP TUAL 13 44 35 92 2 SATWAS SDKP SORONG 41 27 369 437 3 SATWAS SDKP MERAUKE 313 159 40 512 4 SATWAS SDKP KAIMANA 44 51 6 101 5 SATWAS SDKP SAUMLAKI (MTB) 11 11 58 80 6 SATWAS SDKP MIMIKA 98 31 24 153 7 WILKER PSDKP WARABAL 74 30 10 114 8 WILKER PSDKP DOBO 744 79 49 872 9 WILKER PSDKP ASMAT 4 14 10 28 10 WILKER PSDKP WANAM - - - - 11 WILKER PSDKP RAJAAMPAT 5 1 - 6 12 WILKER PSDKP FAKFAK 6 61 261 328 13 WILKER PSDKP WIMRO 3 - 6 9
14 WILKER PSDKP SORONG SELATAN - - - -
15 WILKER PSDKP KISAR - - - -
TOTAL 1.356 508 868 2.732
Sumber: Seksi Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Pangkalan PSDKP Tual
Jumlah kapal tersebut dapat diketahui melalui rekapitulasi frekuensi kedatangan dan keberangkatan kapal perikanan yang dilaporkan dari Satwas dan Wilker Lingkup Pangkalan Pengawasan SDKP Tual selama Januari sampai dengan Desember 2017. Jumlah keseluruhan kapal penangkap dan pengangkut berdasarkan ijin yang dikeluarkan serta laik operasi di wilayah kerja Pangkalan Pengawasan SDKP Tual selama tahun 2017 adalah sebanyak 2.732 Kapal.
Tabel 7 diatas menunjukkan bahwa jumlah kapal tersebut didominasi oleh jenis kapal berukuran diatas 30 GT yang merupakan kapal dengan ijin pusat, sedangkan kapal – kapal berukuran 11 – 30 GT merupakan kapal dengan ijin yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi dengan total sebanyak 508 kapal. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan NOMOR PER.30/MEN/2012 TGL. 27 Desember 2012 Tentang Usaha Perikanan Tangkap bahwa kapal – kapal diterbitkan ijinnya berdasarkan ukuran tonase kapal, serta kewenangan dalam penerbitan ijin kapal diatur seperti pada Gambar 9 berikut :
20 L A P O R A N T A H U N A N P A N G K A L A N P E N G A W A S A N S D K P T U A L T A H U N 2 0 1 7
Gambar 9. Bagan Kewenangan Penerbitan Izin Kapal Perikanan (SIUP, SIPI /SIKPI)
Berdasarkan Gambar di atas, kewenangan penerbitan izin dikelompokkan berdasarkan ukuran kapal. Dengan diberlakukannya Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, dimana kewenangan pemerintah kabupaten / kota dilaksanakan oleh pemerintah provinsi yang bersangkutan, sehingga penerbitan izin bagi kapal – kapal perikanan yang berukuran < 10 GT dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi dengan menerbitkan Bukti Pencatatan Kapal Perikanan (BPKP) bagi nelayan kecil.
Pangkalan Pengawasan SDKP Tual sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Pengawasan SDKP, beserta lingkup kerjanya di Satwas dan Wilker Pengawasan yang dibawahinya telah melaksanakan kegiatan pelayanan Penerbitan Surat Laik Operasi (SLO) dengan melakukan pemeriksaan kapal dan dokumennya pada saat kedatangan dan keberangkatan kapal.
Berikut data penerbitan hasil pemeriksaan kapal (HPK) dan Surat Laik Operasi (SLO) serta Surat Keterangan Pengganti SLO (SKP SLO) yang diterbitkan oleh Pangkalan, Satwas dan Wilker Lingkup UPT Pangkalan PSDKP Tual Tahun 2017 tercantum dalam Tabel 8 berikut:
Kapal > 10 – 30 GT
Untuk orang :
o Berdomisili di wilayah administrasinya o Beroperasi di WPP Proinsi tb
o Tidak ada modal asing / Tenaga Kerja Asing
kapal perikanan yang berukuran < 10 GT dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi dengan menerbitkan Bukti Pencatatan Kapal Perikanan (BPKP) bagi nelayan kecil.
21 L A P O R A N T A H U N A N P A N G K A L A N P E N G A W A S A N S D K P T U A L T A H U N 2 0 1 7
Tabel 8. Jumlah HPK dan SLO yang diterbitkan lingkup Pangkalan PSDKP Tual tahun 2017
NO PANGKALAN/SATWAS/WILKER JUMLAH TOTAL % LAIK
OPERASI JUMLAH SKP SLO JUMLAH KAPAL TIDAK LAIK OPERASI HPK SLO D B 1 PANGKALAN PSDKP TUAL 148 185 154 83,24% 31 0 2 SATWAS SDKP SORONG 3.146 3.042 2.784 91,52% 258 0 3 SATWAS SDKP MERAUKE 1.062 1.135 1.126 99,21% 9 0 4 SATWAS SDKP KAIMANA 195 300 292 97,33% 8 0 5 SATWAS SDKP SAUMLAKI (MTB) 93 141 122 86,52% 19 0 6 SATWAS SDKP MIMIKA 326 570 565 99,12% 5 0 7 WIKER PSDKP WARABAL 316 496 468 94,35% 28 0 8 WILKER PSDKP DOBO 1.770 1.954 1.885 96,47% 69 0 9 WILKER PSDKP ASMAT 62 62 62 100,00% 0 0 10 WILKER PSDKP WANAM 0 0 0 0,00% 0 0 11 WILKER PSDKP RAJAAMPAT 27 27 27 100,00% 0 0 12 WILKER PSDKP FAKFAK 175 499 273 54,71% 226 0 13 WILKER PSDKP WIMRO 20 21 21 100,00% 0 0 JUMLAH 7.340 8.432 7.779 92,26% 653 0
Sumber: Seksi Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Pangkalan PSDKP Tual
Pada tahun 2017, SLO yang sudah diterbitkan dari seluruh Satwas dan Wilker lingkup Pangkalan Pengawasan SDKP Tual sebanyak 7.779 lembar SLO. Adapun jumlah kedatangan kapal yang diperiksa dan dituangkan dalam form hasil pemeriksaan kapal yang telah dikeluarkan adalah 7.340 form, sedangkan untuk form keberangkatan kapal sebanyak 8.432 form. Surat keterangan pengganti SLO (SKP SLO) diterbitkan sebagai pengganti Surat Laik Operasi. SKP SLO diberikan kepada kapal – kapal yang tidak laik operasi kegiatan penangkapan ikan yang disebabkan karena akan melaksanakan perbaikan (docking) kapal, perbaikan mesin utama dan mesin bantu, serta bagi kapal – kapal yang akan kembali ke pelabuhan pangkalan (home base). Pada tahun 2017, jumlah SKP SLO yang diterbitkan sebanyak 653 lembar.
Salah satu kegiatan pengawasan terhadap objek pengawasan kapal penangkap ikan adalah monitoring hasil tangkapan kapal penangkap ikan. Pengawasan ini dilaksanakan dengan mencatat jenis dan jumlah hasil tangkapan beserta pendistribusian hasil tangkapan. Jenis dan jumlah ikan hasil tangkapan sangat dipengaruhi oleh jenis alat tangkap yang digunakan dan tonage kapal. Sedangkan distribusi kapal sangat dipengaruhi oleh pemilik kapal/asal kapal. Rekapitulasi hasil tangkapan dari kapal penangkap ikan pada Satwas dan Wilker
22 L A P O R A N T A H U N A N P A N G K A L A N P E N G A W A S A N S D K P T U A L T A H U N 2 0 1 7
lingkup Pangkalan PSDKP Tual ditunjukkan pada grafik di Gambar 10 di bawah ini :
Gambar 10. Rekapitulasi jenis dan jumlah hasil tangkapan yang didaratkan di Pelabuhan Pangkalan di Satuan Pengawasan dan Wilayah Kerja Lingkup Pangkalan PSDKP Tual
Dari hasil rekapitulasi jumlah hasil tangkapan di beberapa unit kerja Pangkalan Pengawasan SDKP Tual di Satwas dan Wilker Pengawasan SDKP, hasil tangkapan didominasi oleh jenis ikan tongkol (Auxis thazard) sebanyak 13.989 ton, dan ikan tenggiri (Scomberomorus commerson) sebanyak 13.405 ton. Hasil tangkapan lainnya terdiri dari cucut, kerapu, kurisi, lencam, lemuru, selar sebanyak 11.622 ton. Hasil tangkapan tersebut wajib dilaporkan oleh setiap kapal perikanan dan diverifikasi melalui pengawas perikanan apabila mendaratkan hasil tangkapannya sesuai dengan pelabuhan pangkalan kapal tersebut, dalam rangka ketelusuran (traceability) untuk memastikan hasil tangkapan bukan dari kegiatan Illegal Fishing.
b. Pengawasan Pengolahan, Pengangkutan dan Pemasaran Ikan Pelaksanaan kegiatan pengawasan bidang pengolahan, pengangkutan dan pemasaran ikan di Pangkalan Pengawasan SDKP Tual dilakukan sesuai Keputusan Direktur Jenderal P2SDKP Nomor: KEP.042/DJ-P2SDKP/2008 tanggal 28 Juli 2008 tentang Petunjuk Teknis Operasional Pengawasan Pengolahan, Pengangkutan dan Pemasaran Ikan, yang obyeknya meliputi Pengawasan Pengolahan (meliputi :
23 L A P O R A N T A H U N A N P A N G K A L A N P E N G A W A S A N S D K P T U A L T A H U N 2 0 1 7
SIUP, SKP, Sertifikat PMMT/ HACCP, bahan baku/bahan tambahan/ bahan penolong/alat yang membahayakan kesehatan manusia, ijin menggunakan tenaga kerja asing/ IMTA, produk hasil perikanan dan kapal penangkap/ pengangkut yang melakukan pengolahan) dan pengawasan pengangkutan dan pemasaran ikan (meliputi: SIKPI, SKP, sertifikat kesehatan untuk konsumsi manusia, sertifikat kesehatan ikan, SKAI, PEB, PIB, produk hasil perikanan, dan lalu lintas ikan hidup dan jenis ikan yang membahayakan manusia dan lingkungan), serta tempat pengawasannya dilakukan dilokasi:
1. Penanganan ikan dan/ atau UPI, lokasi pengumpul. 2. Pelabuhan laut, pelabuhan udara dan TPI.
3. Kapal penangkap/ pengangkut ikan yang melakukan pengolahan ikan. Berikut merupakan total unit usaha UPI yang diawasi di wilayah Pengawasan UPT Pangkalan Pengawasan SDKP Tual yang aktif selama tahun 2017 seperti yang tercantum dalam Tabel 9:
Tabel 9. Jumlah UPI yang terperiksa di wilayah Pangkalan Pengawasan SDKP Tual
No Pangkalan/Satwas/Wilker Jumlah UPI yang terperiksa
1 Pangkalan PSDKP Tual 2
2 Wilker PSDKP Dobo 2
3 Wilker PSDKP Warabal 0
4 Satwas PSDKP Sorong 3
5 Wilker PSDKP Sorong Selatan 0
6 Wilker PSDKP Raja Ampat 0
7 Satwas PSDKP Merauke 1 10 Satwas PSDKP Kaimana 1 11 Wilker PSDKP Fak-Fak 0 12 Wilker PSDKP Wimro 0 13 Satwas PSDKP Mimika 4 14 Satwas PSDKP Maluku Tenggara Barat 9 15 Wilker Kisar 0
Jumlah Total UPI (Unit) 38
Sumber: Seksi Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Pangkalan PSDKP Tual
Berdasarkan data diatas, jumlah UPI yang terperiksa lingkup Pangkalan PSDKP Tual sebanyak 38 Unit Usaha. Unit Pengolah Ikan tersebut dikategorikan dalam skala kecil, dimana kapasitas bahan baku berkisar 1 – 3 ton, serta belum memiliki Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP). Dari 38 unit usaha yang terawasi hanya 86% unit usaha yang taat dalam menjalankan usahanya. Unit usaha yang taat
24 L A P O R A N T A H U N A N P A N G K A L A N P E N G A W A S A N S D K P T U A L T A H U N 2 0 1 7
dikategorikan dengan adanya Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), seperti yang tercantum dalam grafik pada Gambar 11 di bawah ini :
Gambar 11. Grafik Persentase Ketaatan Unit Pengolah Ikan lingkup Pangkalan PSDKP Tual
c. Pengawasan Usaha Pembudidayaan Ikan
Kegiatan pengawasan usaha
pembudidayaan ikan dalam rangka
pelaksanaan peraturan
perUndang-Undangan di bidang usaha
pembudidayaan ikan, hal ini sesuai dengan Undang-Undang No 45 Tahun 2009 tentang perikananan pasal 66B, yang menyatakan pelaksanaan tugas pengawas perikanan dilakukan di sentra kegiatan perikanan, area pembenihan ikan serta area pembudidayaan ikan.
Kegiatan pengawasan usaha pembudidayaan ikan di Pangkalan Pengawasan SDKP Tual dilakukan sesuai dengan surat keputusan Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Nomor: 154/DJ-PSDKP/V/2010 tentang Petunjuk Teknis Operasional Pengawasan Usaha Pembudidayaan Ikan. Pengawasan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan persyaratan administrasi berupa kelengkapan dan keabsahan dokumen, penggunaan pakan dan obat selain itu juga dilakukan pendataan tentang jenis usaha, sistem
Gambar 12. Kegiatan pengawasan Keramba
Jaring Apung
86% 14%
Persentase Ketaatan UPI
UPI Taat UPI Tidak Taat25 L A P O R A N T A H U N A N P A N G K A L A N P E N G A W A S A N S D K P T U A L T A H U N 2 0 1 7
budidaya, tenaga kerja serta lokasi usaha budidaya untuk pemetaan lokasi budidaya.
Pelaksanaan kegiatan pengawasan usaha pembudidayaan ikan di Pangkalan Pengawasan SDKP Tual, ditunjukkan pada Tabel 10 berikut : Tabel 10. Rekap Data Kegiatan pengawasan usaha budidaya lingkup Pangkalan
PSDKP Tual Tahun 2017 No Unit Pelaksana Teknis Jumlah Unit Budidaya Ikan yang terperiksa Ket. 1 Pangkalan PSDKP Tual 10 2 Wilker PSDKP Dobo 1 3 Wilker PSDKP
Warabal 0 Tidak Ada Unit Pembudidayaan Ikan
4 Satwas PSDKP Sorong 0 5 Wilker PSDKP Sorong Selatan 0 6 Wilker PSDKP Raja Ampat 1 7 Satwas PSDKP Merauke 0 10 Satwas PSDKP Kaimana 2 11 Wilker PSDKP Fak-Fak 0 12 Wilker PSDKP
Wimro 0 Tidak Ada Unit Pembudidayaan Ikan
13 Satwas
PSDKP Mimika
0 Tidak Ada Unit Pembudidayaan
Ikan 14 Satwas PSDKP Maluku Tenggara Barat 5 Jumlah 19 Unit Pembudidaya
Ikan yang Taat 19 Unit
Target Capaian
Kegiatan 15 Unit
26 L A P O R A N T A H U N A N P A N G K A L A N P E N G A W A S A N S D K P T U A L T A H U N 2 0 1 7
Berdasarkan hasil kegiatan pengawasan usaha budidaya ikan di wilayah kerja Pangkalan Pengawasan SDKP Tual selama tahun 2017, didapatkan hasil sebagai berikut:
Jenis usaha budidaya yang ada meliputi budidaya kerang mutiara (Pinctada maxima), budidaya ikan Kerapu dengan Keramba Jaring Apung (KJA) serta budidaya rumput laut. Adapun skala usaha untuk budidaya
rumput laut dan KJA masuk dalam skala mikro, sedangkan usaha budidaya kerang mutiara masuk dalam skala kecil dan menengah.
Dokumen perizinan, pada umumnya semua usaha budidaya yang diperiksa telah memiliki SIUP/IUP terkecuali untuk usaha budidaya rumput laut skala mikro yang memang tidak diwajibkan memiliki dokumen perizinan.
C. Pelaksanaan Kegiatan Operasional Pengawasan Sumber Daya