• Tidak ada hasil yang ditemukan

TATA CARA PELAKSANAAN KEGIATAN Pasal

Dalam dokumen PEMBINAAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS PEMUNG (Halaman 71-78)

BUPATI GRESIK PERATURAN BUPATI GRESIK

TATA CARA PELAKSANAAN KEGIATAN Pasal

(1) Pelaksanaan Penyusunan kebijakan dalam pelaksanaan pemungutan retribusi daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a, dapat dilakukan dengan memperhatikan antara lain:

a. hasil kajian terhadap efektifitas ketentuan peraturan perundang-undangan;

dengan perubahan politik, sosial, ekonomi dan budaya;

c. terbitnya peraturan perundang-undangan baru yang terkait dengan kebijakan dalam pelaksanaan

pemungutan retribusi daerah.

(2) Rancangan penyusunan kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diusulkan oleh DPPKAD atau instansi terkait dalam rangka pemungutan retribusi daerah atau oleh SKPD masing-masing untuk mendapatkan persetujuan Bupati.

(3) Terhadap rancangan penyusunan kebijakan dalam pelaksanaan pemungutan retribusi daerah yang telah mendapat persetujuan Bupati sebagaimana dimaksud pada ayat (2), harus dilakukan pembahasan bersama DPPKAD, Instansi terkait dan SKPD yang berkompeten dalam menjalankan kebijakan tersebut.

Pasal 9

Pelaksanaan penyusunan perencanaan penerimaan dan sarana pemungutan retribusi daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

a. Setiap SKPD pemungut retribusi daerah paling lambat pada akhir bulan Juni tahun berjalan harus menyampaikan perhitungan potensi retribusi daerah tahun sebelumnya dan usulan rencana penerimaan retribusi daerah pada APBD Perubahan tahun berjalan.

b. DPPKAD bersama instansi terkait selanjutnya melakukan analisis data perhitungan potensi sebagaimana tersebut pada huruf a dengan membandingkan data penerimaan tahun sebelumnya dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap intensitas jasa pelayanan dan kegiatan

pemberian perizinan retribusi daerah.

c. Hasil analisis sebagaimana tersebut pada huruf b,

dikonfirmasikan dengan SKPD yang bersangkutan melalui rapat koordinasi.

d. Berdasarkan hasil pembahasan sebagaimana tersebut pada huruf c, selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara dengan dilampiri rincian perhitungan usulan rencana penerimaan retribusi daerah.

e. Berita Acara sebagaimana tersebut pada huruf d

disampaikan kepada Bupati untuk ditindaklanjuti sebagai bahan penyusunan rencana penerimaan tahun berikutnya dan usul APBD Perubahan tahun berjalan.

Pasal 10

Pelaksanaan monitoring, evaluasi penerimaan dan

permasalahan retribusi daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf c, dilakukan dengan tahapan sebagai benkut :

a. Paling lambat pada tanggal 15 satu bulan sebelum pelaksanaan monitoring evaluasi penerimaan dan

permasalahan retribusi daerah, SKPD pemungut retribusi daerah wajib menyampaikan data jumlah ketetapan retribusi beserta sanksi yang tercantum dalam SKRD, SKRD Jabatan, SKRD Tambahan dan STRD berikut data jumlah pembayaran serta jumlah uang yang diterima oleh Petugas Pemungut/Bendahara Penerimaan berdasarkan dokumen lain yang dipersamakan.

b. SKPD selanjutnya menyampaikan daftar inventarisasi permasalahan atau kendala dalam pemungutan retribusi daerah berdasarkan pemantauan langsung di lapangan sebagai lampiran data sebagaimana dimaksud pada huruf a.

c. SKPD secara periodik paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya memberikan data penerimaan retribusi daerah kepada DPPKAD.

d. DPPKAD bersama instansi terkait melakukan pengolahan data sebagaimana tersebut pada huruf b, sebagai bahan analisis dan evaluasi penerimaan pada tahun berjalan.

e. Monitoring, evaluasi penerimaan dan permasalahan retribusi daerah dilakukan melalui rapat koordinasi antara DPPKAD, instansi terkait dan SKPD pemungut retribusi daerah.

f. Periodesasi rapat koordinasi sebagaimana dimaksud pada huruf e, diatur sesuai kondisi yang ada.

Pasal 11

Pelaksanaan sosialisasi kebijakan administrasi pemungutan retribusi daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf d, dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

a. Sosialisasi atas ketentuan peraturan perundang-undangan baru yang terkait dengan retribusi daerah untuk

memberikan pemahaman kepada petugas atau masyarakat.

b. Narasumber untuk kegiatan sosialisasi sebagaimana tersebut pada huruf a, dapat dilakukan menggunakan pejabat di lingkungan dan/atau diluar Pemerintah Daerah sepanjang terkait dengan program kerja sebagaimana dimaksud pada huruf a.

c. Melakukan koordinasi dengan SKPD dalam penyusunan materi sosialisasi.

Pasal 12

Pelaksanaan Pengembangan sistem pemungutan dan

informasi dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan dan optimalisasi penerimaan retribusi daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf e, dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. Dinas Pendapatan Daerah membangun database maupun aplikasi sistem pemungutan retribusi daerah di masing- masing SKPD untuk meningkatkan pelayanan

pemungutan retribusi daerah yang sesuai dengan

karakteristik jenis retribusi dalam flat form dan mengacu pada Masterplan Teknologi Informasi Pemerintahan Daerah.

b. DPPKAD melakukan pembangunan, penyesuaian sistem aplikasi dan database serta pembuatan interface

(program antara) di masing-masing SKPD.

Pasal 13

Pelaksanaan pembinaan administrasi lainnya yang terkait dengan retribusi daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf f, dapat diselenggarakan dalam hal :

a. Mendukung terciptanya percepatan pelayanan dan optimalisasi pemungutan retribusi daerah;

b. Pembenahan sistem informasi dalam rangka pengendalian pelaksanaan pemungutan retribusi daerah;

c. Terdapat temuan dari pemeriksa sehingga perlu menyempurnakan dan/atau menerbitkan

regulasi/ketentuan yang mendukung pelaksanaan pemungutan retribusi daerah; dan

d. Permintaan SKPD untuk melakukan penelitian dan

pengembangan dalam, rangka standarisasi pemungutan retribusi daerah dan strategi pengamanan target retribusi daerah.

Pasal 14

Pelaksanaan penyuluhan kepada aparat dan petugas pemungut retribusi daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a, dilakukan dengan cara:

a. Memberikan penyuluhan peraturan perundang-undangan kepada petugas di lingkungan SKPD atau masyarakat, khususnya pengguna jasa pelayanan yang dilakukan oleh SKPD masing-masing;

b. Materi dan tenaga penyuluh sebagaimana tersebut pada huruf a, dapat menggunakan pejabat di lingkungan dan/atau di luar Pemerintah Daerah sepanjang terkait dengan materi penyuluhan;

c. Melakukan koordinasi pelaksanaan penyuluhan

instansi terkait dalam rangka evaluasi dan merencanakan pengembangan metode penyuluhan.

Pasal 15

Pelaksanaan sosialisasi kebijakan teknis pemungutan retribusi daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf b, dilakukan dengan cara:

a. Memberikan sosialisasi ketentuan peraturan perundang- undangan baru yang terkait dengan retribusi daerah untuk memberikan pemahaman kepada petugas atau masyarakat khususnya pengguna jasa pelayanan yang diberikan oleh SKPD masing-masing;

b. Nara sumber dalam rangka sosialisasi sebagaimana tersebut pada huruf a, dapat menggunakan pejabat di lingkungan dan/atau di luar Pemerintah Daerah sepanjang terkait dengan materi sosialisasi;

c. Melakukan koordinasi dengan DPPKAD dan instansi terkait dalam menyusun materi sosialisasi.

Pasal 16

Pelaksanaan pemutakhiran data potensi retribusi daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf c, dilakukan dengan cara:

a. Melakukan pemutakhiran data potensi daerah yang dilakukan secara periodik setiap triwulan sesuai dengan intensitas jumlah pelayanan berdasarkan pendaftaran permohonan pelayanan dan hasil temuan di lapangan terhadap subyek retribusi yang belum tercatat sebagai potensi retribusi daerah;

b. Pemutakhiran data potensi retribusi daerah sebagaimana tersebut pada huruf a, harus dapat menunjukkan besaran angka perkiraan penerimaan untuk setiap triwulanan ke depan berdasarkan tarif retribusi yang berlaku;

c. Termasuk potensi retribusi daerah sebagaimana tersebut pada huruf a, juga terdapat pelayanan yang tidak

d. Perhitungan terhadap hasil pemutakhiran data potensi retribusi daerah sebagaimana tersebut pada huruf a, harus dipilah secara berjenjang untuk masing-masing wilayah pemungutan mulai dari tingkat Kecamatan dan Desa

e. Hasil pemutakhiran data potensi retribusi daerah sebagaimana tersebut pada huruf a, dituangkan dalam Berita Acara dan dilaporkan kepada DPPKAD dengan tembusan instansi terkait dalam rangka penyusunan rencana penerimaan perubahan maupun penerimaan tahun berikutnya.

Pasal 17

Pelaksanaan Pengembangan sistem pemungutan dan

informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf d, dilakukan dengan cara:

a. SKPD dapat membangun database maupun aplikasi sistem pemungutan retribusi daerah sepanjang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pemungutan retribusi daerah yang sesuai dengan karakteristik jenis retribusi dalam flat form dengan mengacu pada Masterplan Teknologi Informasi Pemerintahan Daerah;

b. SKPD yang telah memiliki database dan aplikasi sebagaimana dimaksud huruf a, agar melakukan penyesuaian dengan sistem Teknologi Informasi Pemerintah Daerah, sedangkan terhadap sistem yang tidak dimungkinkan dilakukan penyesuaian agar membuat aplikasi antara (interface) yang merujuk kepada Master plan Teknologi Informasi Pemerintahan Daerah;

c. Untuk pembangunan, penyesuaian sistem aplikasi dan database serta pembuatan interface (program antara) sebagaimana tersebut pada huruf a dan huruf b, harus terlebih dahulu dikoordinasikan dengan DPPKAD;

d. Untuk pelaksanaan e-goverment harus memenuhi prinsip akurat, relevan, akuntabel dan transparan, maka SKPD wajib menyampaikan data ketetapan retribusi beserta sanksinya dan jumlah pembayarannya melalui situs resmi Pemerintah Daerah paling lambat tanggal 10 setiap bulan.

Pasal 18

Pelaksanaan pembinaan teknis lainnya yang terkait dengan retribusi daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf e, dapat dilakukan dengan cara:

a. Meningkatkan kinerja SKPD dalam pemungutan retribusi daerah;

b. Menyusun kerangka kebijakan dalam penerapan sistem informasi terkait dengan penggunaan sarana pemungutan retribusi daerah;

c. Pengendalian teknis di lapangan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi dalam rangka

melaksanakan Peraturan Daerah;

d. Menindaklanjuti hasil temuan dari pemeriksa dengan mencari, mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana dibidang retribusi daerah yang kegiatannya harus dilaksanakan dalam suatu periode tertentu sehingga keterangan atau Iaporan tersebut dapat digunakan sebagai pembanding dan/atau melengkapi data yang telah ada;

BAB V

PENGENDALIAN, EVALUSI DAN PELAPORAN

Dalam dokumen PEMBINAAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS PEMUNG (Halaman 71-78)

Dokumen terkait