• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Data Penelitian

3. Pelaksanaan Layanan/ Treatment

Pada penelitian ini peneliti melakukan bimbingan kelompok dengan teknik cinematherapydengan materi layanan sebagaimana yang dijelaskan dibawah ini:

a. Treatment I

Sebagai seorang peneliti sebelum melakukan penelitian di lapangan, tentu terlebih dahulu membutuhkan rancangan apa yang akan dilaksanakan di lapangan, sehingga pelaksanaan treatment berjalan lancar dan mencapai jhasil sesuai dengan apa yang diinginkan. Rancangan yang disiapkan sebelum bimbingan kelompok dilaksanakan itu disebut dengan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL), RPL ini membantu peneliti dalam pelaksanaan treatment agar apa yang penulis lakukan bisa berjalan dengan lancar dan tujuan penelitian ini bisa tercapai.

Pada treatment pertama ini dihadiri oleh 10 orang anggota kelompok. 7 orang laki-laki dan 3 orang perempuan, kegiatan ini dilakukan pada hari Kamis dan Jum‟at, 21-22 November 2019 pada pukul 11:15-12:30 WIB di ruangan kelas VIII. Pada treatment pertama ini dilakukan perkenalan, setelah itu dilanjutkan dengan permainana permainan tepuk konsentrasi, dan pembukaan diri bagi setiap anggota kelompok dengan memanfaatkan dinamika kelompok.

Untuk pelaksanaan secara teknisnya dapat dilihat dari langkah-langkah sebagai berikut:

1) Tahap Pembentukan

Pada treatment pertama ini penulis melakukan tahap pembentukan kelompok yang bertujuan untuk mengembangkan suasana yang akrab dan menciptakan dinamika kelompok dengan melibatkan perasaan, persepsi, pikiran, wawasan, dan sikap terarah pada kegiatan kelompok. Suasana pada intervensi ini awalnya masih banyak terlihat kaku dan malu-malu untuk mengeluarkan pendapat dan mengungkapkan sarannya, karena anggota kelompok masih pertama kali yang melakukan kegiatan bimbingan kelompok ini, sehingga dinamika kelompoknya lebih sering satu arah dari pemimpin kelompok (PK) ke anggota kelompok (AK) kepada pemimpin kelompok, dan pertama ini anggota kelompok (AK) selalu mengandalkan dan saran dari

pemimpin kelompok (PK) dan pertanyaan yang selalu dilontarkan oleh pemimpin kelompok (PK) kepada anggota kelompok (AK). Dalam tahap ini pemimpin kelompok perlu memusatkan usahanya pada penjelasan tentang tujuan kegiatan, penumbuh rasa saling mengenal antar anggota (jika anggota ada yang belum saling kenal), penumbuhan sikap saling mempercayai dan saling menerima, dan dimulainya pembahasan tentang tingkah laku dan suasana perasaan dalam kelompok.

2) Tahap Peralihan

Pada tahap ini pemimpin kelompok menjelaskan kembali tentang kegiatan bimbingan kelompok, selanjutnya tanya jawab dengan anggota kelompok apakah dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya dengan pelaksanaan sebagai berikut; “bagaiamana adakah yang ingin ditanyakan? Baiklah jika tidak ada kita akan lanjutkan pada kegiatan selanjutnya. Pada pertemuan kali ini topik yang dibahas adalah cara belajar efektif. Serta mengenali suasana kelompok apakah seluruh anggota kelompok sudah siap untuk memasuki tahap berikutnya. 3) Tahap Kegiatan

Tahap ini merupakan tahap inti dalam kegiatan bimbingan kelompok. Dalam tahap ini hubungan antara anggota kelompok tumbuh dengan baik. Pemimpin kelompok dan anggota kelompok membahas topik tersebut secara mendalam seperti berikut:

1. Pemimpin kelompok mengajak anggota kelompok fokus terkait dengan topik yang telah dikemukakan dan menjelaskan secara umum serta menegaskan hal-hal penting yang perlu dibahas yaitu: (a) Apa saja hal-hal yang membuat cara belajar efektif itu penting.

Anggota kelompok secara aktif menyampaikan pendapat mereka misalnya MP yang menyatakan bahwa “dengan kita mengetahui cara belajar efektif maka kita juga tau bagaimana

pentingnya belajar dan kegunaannya untuk masa depan kita, kita akan bisa lebih giat belajar, cerdas dan berguna bagi kita kelak dan bisa

(b) Kegiatan apa yang bisa menunjang penerapan kegiatan belajar efektif. Menurut peserta HM “menerapkan kegiatan apa yang bisa hal-hal yang menunjang, contoh perlengkapan dalam belajar”.

(c) Bagaiamana caranya anggota kelompok dapat menemukan cara belajar yang efektif bagi dirinya. Peserta RD menyatakan “mencari dari internet dan buku0-buku panduan dalam belajar”. (d) Kenapa anggota kelompok perlu mengetahui cara belajar

efektif. Anggota kelompok JFN menyatakan “karna dengan belajar efektif kita sudah mengetahui, maka rencana untuk belajar yang lebih baik lagi bisa dientyaskan dengan baik, dan guna untuk pedoman untuk mencapai suatu keberhasilan yang akan dicapai”

(e) Teknik Cinematherapy

Pemimpin kelompok selanjutnya akan melakukan teknik

cinematherapynya menayangkan sebuah film yang berjudul

“Laskar Pelangi”, sebelumnya pemimpin kelompok menanyakan kepada anggota keklompok apakah sudah pernah menonton film tersebut, dan jawaban anggota kelompok tidak pernah menonton, hanya menonton iklannya dan Cuma membaca cerpen/novel dari film tersebut. pada tahap ini kegiatan ini, pemimpin kelompok bertanya kembali pada anggota kelompok apakah kegiatan ini masih bisa kita lanjutkan dengan menonton film, semua anggota kelompok pada antusias dan penasaran dengan film yang berjudul laskar pelangi, pemimpin kelompok langsung memutarkan filmnya

dan anggota kelompok sangat serius dalam menonton filmnya. Adapun ringkasan cerita filmnya: Film ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) disebuah sekolah Muhammadiyah di Belitung yang penuh dengan keterbatasan.

Mereka bersekolah dan belajar pada kelas yang sama dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMP, dan menyebut diri mereka sebagai Laskar Pelangi. Pada bagian-bagian akhir cerita, anggota Laskar Pelangi bertambah satu anak perempuan yang bernama Flo, seorang murid pindahan. Keterbatasan yang ada bukan membuat mereka putus asa, tetapi malah membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih baik.

Cerita terjadi di desa Gantung, Belitung Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh DepdikbudSumsel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.

Dari sanalah dimulai cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah.

Mereka, Laskar Pelangi - nama yang diberikan Bu Muslimah akan kesenangan mereka terhadap pelangi - pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangannya pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17 Agustus, dan kegeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya. Kisah indah ini diringkas dengan kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata, kita bahkan bisa merasakan semangat masa kecil anggota sepuluh Laskar Pelangi ini. 2. Pemimpin kelompok menegaskan bahwa cara belajar efektif itu

berguna bagi kita dalam berpedoman untuk belajar lebih baik lagi dan teratur lagi. Karena belajar yang efektif menunjang suatu keberhasilan dan pencapaian belajar yang lebih maksimal lagi dan mencapai suatu prestasi yang memuaskan dan pencapaian yang maksimal.

4) Tahap Penyimpulan

Berdasarkan pelaksanaan treatment tersebut, selanjutnya pemimpin kelompok meminta kepada anggota kelompok untuk menyimpulkan dan menyatakan apa yang dapat diambil dari kegiatan serta membuat komitmen.

Menurut RM yaitu “belajar efektif itu menunjang prestasi yang membanggakan” selain itu menurut MNF yaitu “belajar efektif itu suatu pencapaian keberhasilan yang baik”.

Selanjutnya anggota kelompok diminta untuk mengemukakan kesannya tentang kegiatan ini dimana AFR mengatakan “kesan saya dalam kegiatan ini sangat suka, karna disini saya menemukan trik cara belajar yang efektif bisa untuk pencapaian keberhasilan dalam belajar, materi ini sangat menarik menurut saya”. Pesan saya, semoga kegiatan seperti ini semakin kompak kita kedepannya”.

5) Tahap Pengakhiran

Pada tahap ini pemimpin kelompok menjelaskan kepada anggota kelompok bahwasanya kegiatan ini akan segera berakhir. “baiklah sekian kegiatan kita pada hari ini dan untuk kegiatan lanjutan kita telah sepakat untuk melaksanakan kembali kegiatan bimbingan kelompok pada waktu yang sama di hari yang telah kita sepakati. Pada kegiatan selanjutnya ibuk berharap kita semua semakin kompa, dan saling menjaga tutur kata, berharap lebih aktif lagi dalam berbicara dan berpendapat serta lebih kreatif dan tidak kaku dalam memainkan peranannya masing-masing. Terimakasih atas segala partisipasinya dan mohon maaf atas segala kesalahan. Kita tutup dengan berdo‟a serta ucapan salam dan bersalaman sambil menyanyikan gelang sipatu gelang.

b. Treatment 2

Treatment ke 2 ini penulis laksanakan pada tanggal 22 November

2019 sesuai kesepakatan dfengan anggota kelompok

sebelumnya.kegiatan ini juga dimulai dengan sebuah perencanaan terlebih dahulu. Adapun bentuk perencanaan layanan penulis lakukan ialah; pada treatment kali ini topik yang akan dibahas ialah “rahasia sukses dalam belajar, dan pada treatment kali ini menyiapkan fasilitas

yang menunjang layanan seperti tempat, Infokus, spekear untuk memutar film, RPL, dan persensi siswa anggota kelompok eksperimen. Selama proses kegiatan berlangsung anggota kelompok diaharapkan mengikuti kegiatan ini secara serius, semangat dan antusias. Pembahasan pada pertemuan ini membahas tentang topik “rahasia sukses dalam belajar” dilaksanakan sesuai langkah-langkah sebagai berikut:

1) Tahap Pembentukan

Pada tahap ini diawali ucapan salam, terimakasih, puji-pujian buat anggota kelompok, berdoa dan mengambil presensi anggota kelompok. Kemudian pemimpin kelompok mengulas sekilas tentang “cara belajar efektif”. Selanjutnya pemimpin kelompok melanjutkan dengan permainan lempar bola sambil bernyanyi guna menghangatkan suasana dan menjalin keakraban antara anggota kelompok dengan sesama dan dengan pemimpin kelompok.

2) Tahap Peralihan

Setelah melakukan tanya jawab terkait materi yang dibahas sebelumnya dan selingan, selanjutnya pemimpin kelompok menjelaskan kembali tentang tujuan dari bimbingan kelompok karena pada pertemuan sebelumnya masih ada beberapa anggota kelompok yang malu-malu untuk mengungkapkan pendapat. Setelah itu menanyakan pada anggota kelompok apakah sudah siap untuk lanjut ke tahap berikutnya, kemudian menjelaskan materi yang akan dibahas. Serta mengenali suasana kelompok apakah seluruh anggota kelompok sudah siap untuk memasuki tahap berikutnya.

3) Tahap Kegiatan

Pemimpin kelompok mengemukakan kembali topik bahasan mengenai rahasia sukses dalam belajar dan sebuah film

yang akan tonton nantinya. Pemimpin kelompok mencoba memberikan feetback kepada anggota kelompok tentang pentingnya rahasia sukses dalam belajar, sehingga dinamika kelompok bisa dihidupkan. Pemimpin kelompok dan anggota kelompok membahas topik tersebut secara mendalam seperti berikut:

(1) Pemimpin kelompok merangsang anggota kelompok terkait dengan topik rahasia sukses dalam belajar dan telah dikemukakan dan menjelaskan secara umum serta menegaskan hal-hal penting yang perlu dibahas:

(a) Bagaiamana anggota kelompok bisa mengetahui rahasia sukses dalam belajar SAF menyatakan “dengan memperbanyak membaca dan update di internet mencari rahasia sukses dalam belajar”. Sedangkan menurut anggota kelompok RD bertanya kepada guru dan teman-teman” (b) Kegiatan apa yang bisa menunjang anggota kelompok

menemukan rahasia sukses dalam belajar. Anggota kelompok SA menyatakan “dari buku dan google” sedangkan HM menyatakan “majalah, buku, koran dan televisi”.

(c) Apa saja hal yang bisa menemukan rahasia sukses dalam belajar itu penting. Anngota kelompok SAF menyatakan “sanagt penting sekali karna itu membuat kita semakin jaya dalam belajar”. Sedangkan MP menyatakan “sangat penting, kunci rahasianya ikhlas dalam prosesnya”.

(d) Kenapa anggota kelompok perlu mengetahui rahasia sukses dalam belajar. Menurut anggota kelompok SA menyatakan “jika mengetahui rahasia sukses dalam belajar, maka kita mudah untuk bersaing dalam belajar dan nilai akan semakin bagus dan memuaskan”. Sedangkan pendapat anggota

kelompok MNF menyatakan “jika rahasianya sudah tau, maka jati diri dan proses dalam belajarnya akan mudah untuk ditaklukan”.

(e) Pemimpin kelompok selanjutnya akan melakukan teknik

cinematherapynya menayangkan sebuah film yang berjudul

“Taare Zameen Par”, sebelumnya pemimpin kelompok menanyakan kepada anggota keklompok apakah sudah pernah menonton film tersebut, dan jawaban anggota kelompok tidak pernah menonton filmnya, dan judul film itu pun baru pertama kali dia mendengar. pada tahap ini kegiatan ini, pemimpin kelompok bertanya kembali pada anggota kelompok apakah kegiatan ini masih bisa kita lanjutkan dengan menonton film, semua anggota kelompok pada antusias dan penasaran dengan film yang berjudul Taare Zameen Par, pemimpin kelompok langsung memutarkan filmnya dan anggota kelompok sangat serius dalam menonton filmnya.

Cerita filmnya:

Kisah seorang anak yang bernama Awasthi Ihsan (Darshel safary) yang mengalami Disleksia, dimana ia mempunyai dunianya sendiri, suka berimajinasi, dan seorang anak yang pemberani. Dan juga sebagaiseorang anak yang mengalami Disleksia dengan ciri-ciri : tidak dapat melihat huruf dan angka dengan benar dalam penglihatannya huruf dan angka seperti sedang menari-nari dan selalu menari-nari di pelupuk matanya sehingga anak disleksia tidak dapat membaca dan tidak dapat menulis dengan benar.Ihsaan sering mendapatkan tekanan. Dari teman-temannya, dariorang tuannya, dari guru-gurunya, mereka tidak memahami kondisi ihsaan yang sebenarnya

mengalami disleksia. Ihsaan selalu mendapatkan nilai buruk disekolahnya, ia pernah bolos dari sekolah dan akibat perbuatangnya dia akan di krim ke asrama, mendengar keputusan dari ayahnya itu Ihsaan menjadi defresi. Dan akhirnya ia tetap di kirim ke asrama.

Diasrama barunya Ihsaan di perlakukan sama dengan di sekolah lamanya, setiap guru yang mengajarnya tidak ada yang mengerti kondisi yang di alami oleh Ihsaan. Di asrama ini Ihsaan sering mendapatkan tekanan dari guru-gurunya dan teman-temannya. Di sekolah baru / asrama oleh gurunya Ihsaan diminta untuk menerjemahkan isi dari sebuah puisi yang dibacakan temannya, tapigurunya tidak suka dengan pendapatnya, padahal Ihsan menjelaskan isi puisi tersebut dengan sangat benar, berdasarkan pendapatnya. Dengan perlakuan kasar yang di berikan guru-gurunya Ihsan menjadi lebih defresi lagi, ia membuang semua buku-bukunya dan selalu merasa ketakutan, ia merasa dirinya tidak ada yang peduli, merasa sendiri, dan hilangnya percaya diri.Hingga datang seorang guru yang enerjik mengajar kesekolah tersebut. Ia bernama Ram Shankar Nikumbh (Amir Khan). Ram Shankar Nikumbh adalah sebagai guru pengganti di sekolah itu dan dia juga mengajar di sebuah sekolah yang menangani Anak Berkebutuhan Khusus. Pada awalnya Ram tidak begitu memperhatikan Ihsaan tapi lama-kelamaan ia mulai memperhatikan Ihsaan. Melihat kondisi ihsaan Ram prihatin. Ram merasa Ihsan sedang membutuhkan bantuan itu dia lihat dari sorot pandang mata Ihsan. Hingga akhirnya ia mendatangi rumah orang tuanya ihsaan untuk mendapatkan beberapa informasi yang ia butuhkan.Disana

Ram melihat semua tulisan ihsaan, dan sangat terkejut sekali ketika ia melihat lukisan-lukisan Ihsan yang sangat indah dan mengandung makna. Ihsaan mengungkapkan perasaannya lewat lukisan-lukisan yang ia buat. Ram meminta bukubuku Ihsan yang dahulu di keluarka dan ia pun mendapati bahwa tulisan Ihsan mempunyai kesalahan yang sama pada setiap bukunya, seperti : tertukarnya hurup b dengan d, terbaliknya tulisan hurup s dan R, menulis hurup h dan t seperti menulis di balik cermin, dan kesalahan-kesalahan dalam menuliskan ejaan bila di dikte. Ram berpendapat bahwa Ihsaan mengalami kesulitan dalam mengenali huruf, menurt Ram, Ihsan tidak dapat membaca tulisan dan tidak dapat mengenali karakter dari setiap tulisan, jadi dia tidak mengerti apa artinya. Ram mengatakan kepada kedua orang tua Ihsan, bahwa orang yang mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis disebut Disleksia.Ciri-ciri Disleksia menurut Ram adalah : (1) Kesulitan dalam mengikuti beberapa instruksi. (2) Tidak dapat menggunakan motorik halusnya dengan baik, seperti kesulitan dalam mengancingkan bajunya, atau mengikat tali sepatunya. (3) Tidak dapat menghubungkan ukuran, jarak dan kecepatan, seperti tidak dapat menangkap lemparan bola. (4) Tidak dapat melakukan hal-hal yang seharusnya dapat di lakukan oleh anak seusianya.

Bila anak mengalami hal-hal di atas maka rasa percaya diri anak tersebut akan hilang, sering melakukan pemberontakan. Dan anak tersebut akan menyembunyikan segala kekurangannya dengan ketidak taatan dan senang membuat kerusuhan dimana saja. Dan tidak mau mengakui bahwa “ia tidak bisa” tetapi ia akan mengatakan “”aku tidak

mau”.Ibunya Ihsaan bertanya mengapa harus Ihsaan?Disleksia dapat terjadi kepada siapa saja, kadang-kadang disebabkan oleh faktor genetik, bisa juga karena terdapat masalah pada sinep-sinep otak anak tersebut. Meskipun demikian setiap anak disleksia mempunyai pemikiran yang tajam dan mempunyai imajinasi yang kuat dan mereka adalah orang yang berbakat bahkan lebih berbakat dari orang-orang normal.Setelah mengerti masalah yang dihadapi Ihsaan, Ram menceritakan kepada Ihsaan

dan teman-temannya didalam kelasnya

beberapa kisah tentang orang-orang yang pernah mengalami Disleksia yang tidak dapat membaca dan menulis namun mereka berusaha dengan keras untuk mencoba belajar dan memahami tentang hurup walaupun huruf-huruf atau kata-kata itu adalah musuh bagi orang-orang Disleksia, menurut orang-orang-orang-orang disleksia huruf-huruf itu bagaikan menari-nari di pelupuk matanya dan begitu menakutkan dan menyiksa diri mereka, otak mereka penuh dengan hal-hal yang tidak mungkin, alfabet seperti sedang menari di ruang disko begitu anggapan mereka. Orang-orang menertawakan anak-anak yang mengalami Disleksia karena anak-anak Disleksia umumnya suka memikirkan / melamuni hal-hal yang tidak masuk akal, walaupun seperti itu mereka tetap berani menghadapinya, siapa sangka anak-anak Disleksia tersebut akan menjadi orang-orang besar dan terkenal dengan pemikiran-pemikiran anehnya, siapa saja orang-orann yang terkenal tersebut? diantaranya : (1) Albert Einstein, seorang ilmuan besar populer dengan teori-teorinya yang menakjubkan. Seperti teori Relativitas. (2) Leonardo Da Vinci, pencipta Helikoptor pada abad ke 15.

400 tahun sebelum adanya pesawat. Lionardo menulis seperti menulis dibalik cermin (semua tulisannya terbalik). (3) Thomas Alva Edison, seorang penemu listrik. (4) Abhishek Bachchan, seorang artis terkenal di India. (5) Pablo Picasso, seorang pelukis terkenal, ia tidak pernah memahami angka 7 (6) Walt Disney, pencipta kartun Mickey Mouse, ia kesulitan dalam membaca maka dia menuangkan kehidupan kedalam dunia kartun. (7) Neil Diamon, penyanyi terkenal. (8) Agatha Christie, seorang penulis buku misteri.

Ram memberikan cerita-cerita ini agar Ihsan termotivasi untuk maju dan berani dalam menghadapi segala kesulitan yang dia hadapi. Ram juga mengatakan kepada Ihsan bahwa ia pun dahulu mengalami hal yang sama dengan orang-orang yang dia ceritakan. Semua harapan Ram terjawab dengan apa yang dilakukan oleh Ihsan, Ia membuat sebuah kapal kecil yang dapat bergerak di air, semua itu karena Ihsan memang memiliki daya imajinasi yang kuat.

Menurut Ram, Ihsan adalah siswa yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Hanya saja dia membutuhkan sedikit bantuan, menurut Ram semua anak di dunia ini memiliki hak yang sama untuk belajar, tak perduli dengan kekurangan yang mereka miliki. Sesuai dengan hukum negara “pendidikan untuk semua skema” dimana hukum ini memberikan hak yang sama di dalam dunia pendidikan.Dan ia pun memulai mengajarkan ihlan dengan penuh kesabarannya, Ram mengajarkan Ihsan 2 atau 3 jam dalam minggu, pelatihan-pelatihan yang dilakukan Ram sebagai berikut : (1) Untuk sementara materi ejaan di abaikan, (2)

Ihsan hanya di uji secara lisan saja, (3) Ihsan diajarkan menulis huruf di atas pasir, (4) Menulis huruf diatas kulit (sebagai indra peraba), (5) Bermain warna, dengan mencontoh bentuk huruf, (6) Bermain playdoo, membentuk beberapa karakter dengan playdoo, (8) Menggambar angka besar di papan kotak-kotak, (9) memberikan rekaman suara yang sesuai dengan tulisan yang di berikan kepada Ihsan, agar Ihsan dapat belajar membaca dengan mengikuti nada sura dan melihat tulisan,Dengan bantua-bantuan tersebut akhirnya Ihsan dapat membaca dan menulis.Sedangkan untuk pelajaran matematika Ram memberikan materi sebagai berikut : (1) Ihsan diminta menaiki dan menuruni tangga sesuai dengan angka yang ada di tangga dan sesuai dengan intruksi yang di berikan oleh Ram, disini Ram mengajarkan penjumlahan dan pengurangan. (2) Ram juga mengajak Ihsan untuk bermain Game di komputer, itu untuk mengembangkan trik-trik dalam menyelesaikan masalah.Semua itu dilakukan Ram terhadap Ihsaan, sehingga Ihsaan secara perlahan tapi pasti dapat membaca, menulis dan berhitung, sebuah penanganan yang menakjubkan dari usaha seorang guru dalam mengajarkan anak didiknya.

Ram mengadakan perlombaan melukis, dan ia mengajak semua kalangan untuk berpartisipasi pada perlombaan tersebut, mulai dari semua anak didik, guru-guru dan semua orang. Dan semua orang mengikuti perlombaan tersebut tak terkecuali Ihsan. Dan di akhir perlombaan Ihsaan dan Ram lah yang menjadi pemenang, karena lukisan mereka berdua lah yang paling bagus. Tapi

pemenangnya tetap Ihsan dengan alasan tidak mungkin seorang guru menang dari muridnya.

(2) Pemimpin kelompok menegaskan bahwa rahasia sukses dalam

Dokumen terkait