Bab III Metode Penelitian
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan Supervisi Klinis
Supervisi perangkat pembelajaran
Supervisi proses pembelajaran
3. Instrumen
a. Instrumen Telaah RPP
.
a. Administrasi Perencanaan Pembelajaran
b. Kegiatan Pembelajaran
c. Pasca Observasi supervisi akademik
d. Pra observasi supervisi klinis
e. Observasi Supervisi Klinis
Pelaksanaan Penilaian Kinerja
1. Deskripsi Persiapan Penilaian Kinerja
Kinerja diartikan sebagai tingkat atau derajat pelaksanaan tugas seseorang atas dasar kompetensi yang dimilikinya. Istilah kinerja tidak dapat dipisahkan dengan bekerja karena kinerja merupakan hasil dari proses bekerja. Dalam konteks tersebut maka kinerja adalah hasil kerja dalam mencapai suatu tujuan atau persyaratan pekerjaan yang telah ditetapkan. Sedangkan Penilaian kinerja adalah evaluasi sistematis terhadap kinerja seseorang dan untuk memahami kemampuan orang tersebut sehingga dapat melakukan perencanaan.
Penilaian kinerja guru dan kepala sekolah merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai pengawas sekolah. Kompetensi tersebut termasuk dalam dimensi kompetensi evaluasi pendidikan.Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Kepala Sekolah (PKKS)yang dilaksanakan bertujuan untuk (1) memperoleh data tentang pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab guru dalam melaksanakan tugas perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran; (2) Memperoleh data hasil pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin sekolah; (3) Menentukan program peningkatan kemampuan profesional guru di sekolah; ( 4) Menentukan program umpan balik bagi peningkatan dan pengembangan diri dan karyanya dalam konteks pengembangan karir dan profesinya. Berdasarkan Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009 tugas tambahan dan atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/ madrasah adalah sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. Wakil Kepala Sekolah/Madrasah, Ketua Program Keahlian atau yang sejenisnya, Kepala Perpustakaan Sekolah/
Madrasah, Kepala Laboratorium, Bengkel, Unit Produksi, atau yang sejenisnya pada sekolah/ Madrasah.
Dengan penilaian kinerja tersebut , guru diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas kinerjanya setiap tahun . Penilai harus melaksanakan PK guru sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan sehingga nilai PK guru dapat menunjukaan profil kinerja guru yang sebenarnya.
Sedangkan Penilaian Kinerja kepala sekolah ( PKKS) adalah proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data tentang kualitas pekerjaan kepala sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai kepala sekolah.
Prosedur Penilaian kinerja Kepala sekolah dilakukan dengan langkah-langkah dengan langkah- langkah (1) Persiapan; (2) Pelaksanaan; (3) Pengolahan Nilai; (4) Pelaporan dan tindak lanjut.
1) Persiapan
Dalam tahap persiapan ada beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:
Koordinasi terkait PKKS dan PK guru dengan kepala sekolah, koordinator PKB dan menetapkan 1 orang guru . Koordinasi ini dilakukan dipertemuan awal sebelum pelaksanaan penilaian bertujuan agar dalam proses pra observasi baik penilaian kinerja kepala sekolah maupun kinerja guru dapat mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan saat penilaian.
Menerapkan jadwal PKKS dan PK guru.
Pembuatan pelaksanaan jadwal baik untuk penilaian kinerja kepala sekolah maupun kinerja guru diberikan diawal sebelum pelaksanaan observasi agar kepala sekolah dan juga guru yang akan dinilai sudah mempersiapkan perangkatnya. Jadwal pelaksanaan PKG dan PKKS ( terlampir).
Pengenalan instrumen dan mekanisme PKKS
Pemberian informasi tentang instrumen , kriteria penilaian PK guru dan mekanisme penilaian secara lengkap dan jelas kepada guru merupakan hal yang sangat penting.Pemahaman mengenai hal tersebut akan sangat membantu dalam proses pelaksanaan PK guru.
Menjelaskan instrumen PKKS dan PK guru.
Setelah dilakukan penjelasan mengenai instrumen dan juga mekanisme penilaiannya, langkah selanjutnya adalah memberikan instrumen kepada kepala sekolah dan guru untuk bisa dipersiapkan.
2) Pelaksanaan
Penilaian Kinerja Kepala sekolah dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Desember pada tahun berjalan. Pengumpulan data dan fakta kinerja kepala sekolah sepanjang tahun melaui pemantauan dilaksanakan di satuan pendidikan tempat tugas kepala sekolah yang bersangkutan. Langkah pelaksanaan PKKS:
Penghimpunan data dan fakta kinerja kepala sekolah secara manual dengan menggunakan formulir PKKS.
Penginfutan data kinerja secara ofline dan online.
3) Pengolahan nilai
Hasil pengumpulan data dan fakta kinerja kepala sekolah diolah dengan menggunakan aplikasi PKKS dengan moda ofline dan online.
4) Pelaporan dan tindak lanjut
Hasil PKKS dilaporkan oleh pengawas sebagai penilai kepada Kepala Dinas dalam bentuk surat rekomendasi Nilai Kinerja Kepala Sekolah. Dan sebagai tindak lanjut kepala sekolah berhak memperoleh penghargaan, sanksi, dan pembinaan .
2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Pelaksanaan penilaian kinerja guru dan Kepala Sekolah dilaksanakan tanggal 20 September sampai dengan 23 September 2021. Tempat kegiatan penilaian guru dan Kepala Sekolah dilaksanakan di SDN Senduro 03.
3. Sasaran Penilaian Kinerja
Sasaran kegiatan PKG/PKKS adalah 1 orang guru dan 1 orang Kepala Sekolah SD Negeri Senduro 03.. Kecamatan Senduro.
Tabel 6 Sasaran kegiatan PKG/PKKS
No Nama NIP Jabatan
1 Eli Halimah, S.Pd.SD 197007042008012013 Kepala Sekolah 2 Linda Puspitasari 198008172014082001 Guru
4. Pendekatan dan Metode a. Pendekatan
Penilaian Kinerja guru (PKG) dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk memperoleh gambaran tentang pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap guru dalam melaksanakan tugas dan fungsinya yang ditunjukkan dalam penampilan, perbuatan dan prestasi kerjanya. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, menegaskan bahwa penilaian kinerja guru adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan dan jabatannya. Pendekatan dalam Penilaian Kinerja Guru dan Kepala Sekolah yang dilaksanakan oleh Calon Pengawas Sekolah adalah Kolaboratif. Pada pendekatan ini baik calon pengawas maupun Kepala Sekolah bersama-sama, bersepakat untuk menetapkan proses, waktu, prosedur penyajian dokumen yang diperlukan dan instrumen PKKS dalam melaksanakan proses penilaian kinerja kepala sekolah. Perilaku calon pengawas adalah menginformasikan dan menjelaskan tujuan dan kriteria PKKS, mendengarkan masukan dari Kepala Sekolah dan Tim PKKS SDN Senduro 03, menilai kinerja Kepala Sekolah dan melakukan negosiasi. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan analisis hasil PKG juga adalah Kolaboratif. Pada pendekatan ini baik calon pengawas maupun Koordinator PKB dan Guru-guru SD Negeri Senduro 03 bersama-sama, bersepakat untuk menetapkan proses, waktu, prosedur penyerahan dokumen yang diperlukan dalam melaksanakan proses rekapitulasi dan analisis hasil PKG. Perilaku calon pengawas adalah menginformasikan dan menjelaskan tujuan dan komponen PKG
yang diperlukan mendengarkan masukan dari Tim PKB dan guru-guru SD Negeri Senduro 03 , rekapitulasi dan menganalisis hasil PKG.
b. Metode
Dalam pelaksanaan penilaian kinerja guru dan kepala sekolah ini, maka metode yang dipergunakan adalah :
1) Wawancara
Wawancara dimaksudkan adalah proses pengambilan data melalui komunikasi langsung dengan kepala sekolah atau guru yang dijadikan sumber dari sekolah untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan yang dipertanyakan pengawas dari penilaian kinerja tersebut
2) Pengamatan
Pengamatam adalah melihat langsung keadaan sekolah 3) Pemeriksaan/ Studi dokumen
Studi dokumen adalah pengambilan data dengan mengamati dan mempelajari dokumen yang tersedia di sekolah binaan
4) Angket / kuesioner
Sedangkan kuesioner/angket adalah pengambilan data melalui isian angket atau kuesioner yang disediakan pengawas. Kepala sekolah atau guru yang diberikan kewenangan untuk memberikan informasi. Angket ini disediakan sesuai kebutuhan khususnya untuk menilai kompetensi kepribadian kepala sekolah
5. Hasil Penilaian Kinerja
a. Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) 1) Materi/ Aspek PKKS
Komponen, sub Komponen, dan Indikator Penilaian Komponen penilaian kinerja kepala sekolah sesuai dengan instrumen PKKS di buku 2 PKG tahun 2010 kompetensi yang dinilai ada enam yang dapat diurai sebagai berikut:
Kepribadian dan sosial
Kepemimpinan
Pengembangan sekolah
Pengelolaan sumber daya
Kewirausahaan
Supervisi
Selain penilaian enam kompetensi yang dilakukan oleh asesor dalam hal ini adalah pengawas, penilaian kinerja kepala sekolah juga diperoleh dari penilaian peserta didik, orang tua dan juga guru. Tehnisnya sama dengan penilaian yang dilakukan terhadap guru.Nilai akhir PKKS didapatkan dari perkalian nilai total PKKS dengan persentase nilai kehadiran kepala sekolah selama satu tahun.
Tabel 7 Nilai akhir PKKS
No Nama
Nilai Nilai
Akhir Sebutan NPK
1 Eli Halimah,
S.Pd.SD
82,55. Baik 100%
Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa kepala sekolah mendapat nilai PKKS dengan predikat “Baik” Meskipun demikian, masih ada beberapa indikator pada setiap kompetensi dari kepala sekolah yang belum mencapai nilai maksimal terutama di kompetensi kepribadian dan sosial (PKKS 1) dan pengembangan sekolah (PKKS 3).
Kriteria kompetensi kepribadian dan sosial (PKKS 1) yang perlu ditingkatkan adalah:
a. Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dan tantangan sebagai kepala sekolah.
b. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
c. Tanggap dan peduli terhadap kepentingan orang atau kelompok lain.
Sedangkan kriteria kompetensi pengembangan sekolah (PKKS 3) yang perlu ditingkatkan adalah:
a. Menyusun rencana pengembangan sekolah/madrasah jangka panjang, menengah, dan pendek dalam rangka mencapai visi, misi dan tujuan sekolah/ madrasah.
b. Melaksanakan pengembangan sekolah / madrasah sesuai dengan rencana jangka panjang, menengah, dan jangka pendek sekolah menuju tercapainya visi, misi, dan tujuan sekolah.
c. Melakukan monitoring evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah / madrasah dengan prosedur yang tepat.
b. Menganalisis Hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) oleh Kepala Sekolah Sebelum melaksanakan analisis hasil penilaian PKG yang dilakukan Kepala Sekolah, calon pengawas merekap hasil penilaian kinerja guru yang diperoleh dari file PKG lampiran 1A. Hasil PKG dari 3 orang guru dianalisis skor yang diperoleh pada 14 kompetensi guru. Skor tertinggi setiap kompetensi adalah 4, sehingga jumlah skor maksimal dari 14 kompetensi adalah 56. Data analisis Penilaian Kinerja Guru diambil dari hasil penilaian kinerja guru oleh kepala sekolah dan diharapkan dengan bukti nyata dari analisis hasil penilaian kinerja guru oleh kepala sekolah dapat membantu guru agar mampu melakukan tugas dan kewajibannya serta menjaga perilaku yang positif. Ini bertujuan agar siswa mampu meraih kualitas yang maksial dalam proses pembelajaran.
Berikut hasil rekap penilaian kinerja guru oleh kepala sekolah di SD Negeri Senduro 03
Tabel 8 Daftar Temuan Analisis Hasil PKG
No Nama
A. Kompetensi pedagogik perlu ada peningkatan terutama di indikator:
1. Mengenal karakteristik peserta
Guru harus fokus pada indikator
didik
2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
3. Pengembangan potensi peserta didik
4. Penilaian dan evaluasi
B.
Kompetensi kepribadian perlu ada peningkatan terutama di indikator : Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
C. Kompetensi profesional perlu ada peningkatan terutama di indikator :
Mengembangkan
A. Kompetensi pedagogik perlu ada peningkatan terutama di indikator:
1. Mengenal karakteristik peserta
B. Kompetensi kepribadian perlu ada peningkatan terutama di indikator : 1. Menunjukkan pribadi yang
dewasa dan teladan
2. Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru
C. Kompetensi sosial perlu ada peningkatan terutama di indikator orang tua, peserta didik, dan masyarakat
D. Kompetensi profesional perlu ada peningkatan di indikator:
A. Kompetensi pedagogik perlu ada peningkatan terutama di indikator
1. Mengenal karakteristik peserta didik
2. Menguasai teori belajar dan prinsip pembelajaran yang
5. Komunikasi dengan peserta didik
B. Kompetensi kepribadian perlu ada peningkatan terutama di indikator 1. Bertindak sesuai dengan
norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional 2. Etos kerja, tanggung jawab
yang tinggi, rasa bangga menjadi guru
C. Kompetensi sosial perlu ada peningkatan terutama di indikator
Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak
diskriminatif
54
HASIL ANALISIS PKG BERDASARKAN DATA DESEMBER 2020
Hasil menganalisis 5 penilaian kinerja guru SD Negeri Senduro 03 yang dilakukan kepala sekolah sebagai berikut : Tabel 9 Hasil Analisis PKG SDN Senduro 03
No Nama Guru
55 6. Tindak Lanjut
a. Guru
Berdasarkan analisa hasil Penilaian Kinerja Guru, calon pengawas memberikan masukan pada guru untuk :
o Memperbaiki perangkat pembelajaran dalam hal merumuskan tujuan pembelajaran dan pengelolaan waktu.
o Melaksanakan kegiatan penilaian selama proses pembelajaran.
o Mengikuti kegaiatn peningkatan keprofesian berkelanjutan (PKB) melalui IHT di sekolah
b. Kepala Sekolah diharapkan dapat memprogramkan kegiatan peningkatan kompetensi guru dengan fokus pada penguasaan karakteristik peserta didik;
penguasaan teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik;
pengembangan potensi anak didik; penilaian dan evaluasi; penguasaan materi;struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu; mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif.
c. Untuk itu calon pengawas sekolah memberi masukan kepada kepala sekolah, harus selalu meningkatkan kompetensi kepala sekolah khususnya pada kompetensi PKKS 1 dan PKKS 3.
7. Simpulan
Dari penjelasan mengenai Penilaian Kinerja Kepala Sekolah dan Analisa hasil PKG maka dapat disimpulkan bahwa:
a. Kegiatan praktik Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) di SD Negeri Senduro 03 berjalan lancar dan berhasil
b. Kegiatan praktik Analisis hasil Penilaian Kinerja Guru di SD Negeri Senduro 03 berjalan baik dan berhasil, dapat diperoleh data mengenai temuan-temuan yang dijadikan sebagai bahan penyusunan tindak lanjut.
.
8. Rekomendasi
Hasil kegiatan PKG/ PKKS diharapkan dapat digunakan berbagai pihak yaitu:
a. Kepala sekolah
Untuk melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi kepribadian dan sosial ( PKKS1) dan pengembangan sekolah ( PKKS 3)
Untuk meningkatkan interksi yang baik dengan responden yang sesuai dengan ketentuan PKG.
b. Satuan pendidikan
Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam meningkatkan mutu lulusan peserta didik.
Untuk memfasilitasi guru dalam meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhannya melalui kegiatan workshop, In Hause Training dan pelatihan- pelatihan lainnya.
c. Guru
Untuk melaksanakan kegiatan pengembangan silabus, RPP dan perangkat pembelajaran lainnya secara mandiri dan jujur.
Untuk melaksanakan kegiatan proses pembelajaran berdasarkan kepada RPP yang dibuat sendiri dengan menggunakanpendekatan PAIKEM, metodologi pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
LAMPIRAN BUKTI KETERLAKSANAAN KEGIATAN 1. Foto Kegiatan PKKS dan PKG
2. Daftar Hadir
3. Instrumen PKG dan PKKS
1. Pelaksanaan PKKS di SD Negeri Senduro 03
2. Wawancara dan pemeriksaan dokumen Analisis hasil PKG
Daftar Hadir
Instrumen PKKS
Hasil PKG
Pembimbingan dan Pelatihan (Bimlat) Profesional Guru sesuai dengan masalah utama pembelajaran
1. Deskripsi Pelaksanaan Bimlat
Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi dan peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru yang profesional diharapkan mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , unggul dalam ilmu pengetahuan dan tehnologi , memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur dan berkepribadian. Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa masa depan masyarakat, bangsa, dan negara sebagian besar ditentukan oleh guru. Oleh karena itu profesi guru perlu dikembangkan secara terus menerus dan proporsional.
Bentuk bimlat yang dilaksanakan calon pengawas sekolah adalah In Hause Training ( IHT) , pembimbingan dan pelatihan yang diselenggarakan di tempat sendiri , sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru, dalam menjalankan pekerjaannya dengan mengoptimalkan potensi-potensi yang ada ( Sujoko, 2012) In hause Training ( IHT) merupakan pelatihan yang dilaksanakan secara internal oleh kelompok kerja guru, sekolah atau tempat lain yang ditetapkan sebagai penyelenggaraan pelatihan yang dilakukan berdasar padapemikiran bahwa sebagian kemampuan dalam meningkatkan kompetensi dan karir guru tidak harus dilakukan secara eksternal, namun dapat dilakukan secara internal oleh guru sebagai trainer yang memiliki kompetensi yang belum dimilik oleh guru lain.
Sedangkan ketentuan peserta dalam In Hause Training minimal 4 orang dan maksimal 15 orang (Danim,2012).
Bimlat yang dilaksanakan Calon Pengawas Sekolah dalam bentuk In hause Training (IHT) di SD Negeri Senduro 03 Kecamatan Senduro fokus pada Peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan model pembelajaran Discovery Learning.
Persiapan awal pelaksanaan IHT adalah koordinasi dengan kepala sekolah sekolah magang I yaitu SD Negeri Senduro 03 , koordinasi ini menghasilkan kesepakatan pelaksanaan , materi, peserta , panitia dan pembiayaan IHT.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan Moda Tatap Muka , kegiatan dimulai pukul 08.00 dibuka oleh Kepala Sekolah SD Negeri Senduro 03, materi IHT cukup menarik perhatian peserta karena materinya sangat penting untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik yaitu tentang penggunaan model pembelajaran Discovery learning
Tahapan- tahapan dalam pelaksanaan kegiatan In hause training (IHT) adalah:
a. Narasumber (CPS) memberikan paparan tentang materi IHT yaitu penggunaan model pembelajaran Discovery Learning.
b. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok diskusi.
c. Narasumber (CPS) memberikan lembar kegiatan Diskusi.
d. Peserta diskusi dalam kelompok untuk mengerjakan lembar kegiatan diskusi.
e. Melakukan tanya jawab hasil diskusi
2. Waktu dan Tempat
a. Waktu Pelaksanaan Bimlat:
Waktu dan tempet penyelenggaraan kegiatan IHT peningkatan kemampuan guru dalam penggunaan model pembelajaran Discovery Learning di SD Negeri Senduro 03 Kecamatan Senduro
Hari / tanggal : Sabtu, 25 September 2021
Waktu : Pukul 08.00 s/d 15.00 Wib
Tempat : SDN Senduro 03
Alamat :Desa Senduro Kec. Senduro Majalengka
3. Sasaran Bimlat (IHT)
Sasaran IHT peningkatan kemampuan guru dalam penggunaan model pembelajaran Discovery Learning di SD Negeri Senduro 03 Kecamatan Senduro adalah guru – guru SDN Senduro 03.
4. Pendekatan dan Metode a. Pendekatan
Kegiatan dilaksanakan melalui tatap muka dengan menggunakan pendekatan andragogi yang dilandasi oleh pembelajaran aktif, kreatif, inovatif, efektif dan menyenagkan.
b. Metode
Ada beberapa metode utama yang digunakan dalam pelaksanaan IHT ini yaitu:
Paparan
Kegiatan pemaparan materi dilakukan untuk menyampaikan materi-materi yang bersifat teoritik- konseptual.
Tanya jawab
Tanya jawab dilakukan untuk mengklarifikasi dan mempertajaberbagai materi yang disajikan.
Diskusi
Diskusi dilaksanakan untuk memberi kesempatan pada para peserta IHT memperdalam materi dan mencari solusi terhadap permasalahan yang ada terkait dengan materi yang disampaikan.
Penugasan
Penugasan secara individu dilakukan sebagai wahana untuk latihan mandiri dalam rangka memperdalam penguasaan peserta terhadap materi yang dibahas.
Praktik
Praktik mandiri terutama dilakukan untuk meningkatkan keterampilan peserta secara praktis dalam materi pokok pelatihan yang menuntut keterampilan, diantaranya keterampilan membuat perangkat pembelajaran.
5. Target Keberhasilan
Target keberhasilan IHT ini adalah semua peserta mampu menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dan adanya ketercapaian Student Wellbeing.
70 6. Hasil Pelaksanaan Bimlat
Tabel 10 Hasil Pelaksanaan Bimlat
No Materi/ Aspek Kegiatan Sasaran Target Hasil Hambatan Waktu/
Tempat
71 7. Tindak Lanjut
Untuk menindaklanjuti keterlaksanaan kegiatan Bimlat melalui IHT ini Calon Pengawas Sekolah memberi masukan kepada peserta untuk melengkapi perangkat pembelajarannya terutama RPP yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning.
8. Simpulan Bimlat
Kegiatan Bimlat melalui IHT berjalan lancar sesuai yang direncanakan Dan diikuti diikuti oleh guru- guru SDN Senduro 03
Tabel 11 Peserta kegiatan IHT SDN Senduro 03
NO NAMA JABATAN
1 Eli Halimah, S.Pd.SD Kepala Sekolah
2 I’ah Roi’ah, S.Ag Guru PAI
3 Atikah ,S.Pd SD Guru Kelas 1
4 Linda Puspitasari,S.Pd Guru Kelas VI
5 Maman Sujatman, S.Pd Guru Kelas III
6 Ikoh Ropikoh, S.Ag Guru Kelas II
7 Jaenal Mutaqin, S.Pd Guru Kelas IV
8 Asep Iyan Heryanto, S.Pd Guru Kelas V
9 Indra Tri Septian Guru Kelas V
10 Annisa Novariani Guru Kelas III
9. Rekomendasi
Calon Pengawas sekolah memberikan rekomendasi kepada:
a. Peserta (Guru)
Mendesiminasikan ke guru-guru sejawat di KKG
Membuat RPP yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning.
Meningkatkan profesionalisme kerjanya yaitu dengan membuat Rencana Pembelajaran (RPP) dan perangkatnya.
b. Panitia
Calon Pengawas Sekolah memberi masukan kepada panitia untuk menyusun proposal kegiatan dengan waktu pelaksanaan lebih lama agar materi yang didapat lebih banyak dan diberikan sertifikat Bimlat (IHT) sehingga dapat digunakan untuk kelengkapan PKB guru dalam penilaian PAK.
c. Sekolah
Calon Pengawas Sekolah memberi masukan kepada sekolah untuk terus memfasilitasi guru- guru dengan kegiatan – kegiatan seperti Bimlat (IHT) agar kemampuan guru terus meningkat.
LAMPIRAN BUKTI KETERLAKSANAAN KEGIATAN a. Rapat Pra Bimlat
b. Daftar Hadir Peserta Bimlat c. PPT Materi Diklat
d. Foto Kegiatan Bimlat
a. Rapat Pra Bimlat
b. Pelaksanaan Bimlat
Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) Bab I Pendahuluan
a. Latar Belakang
Pengembangan profesi guru adalah kegiatan - kegiatan guru dalam rangka pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan untuk peningkatan mutu. Pengembangan profesi dirancang agar guru bisa memberikan materi serta pengetahuan sesuai standar pendidikan dan kurikulum yang dibuat oleh pemerintah. Program pengembangan profesi guru faktanya dapat memberikan manfaat yang tidak terukur baik bagi siswa, sekolah maupun bagi guru secara pribadi.
Proses pembelajaran merupakan jantung dari keseluruhan proses pendidikan formal karena terjadi transfer ilmu dari guru ke siswa yang berisi berbagai tujuan pendidikan. Guru dalam proses pembelajaran sebaiknya memberikan bimbingan dan kesempatan bagi siswa untuk berkembang secara mandiri melalui kegiatan penemuan ( Trianto, 2014).
Upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran masih menemui beberapa kendala dalam prakteknya. Pembelajaran kadang hanya menekankan pada aktivitas mengingat, memahami dan mengaplikasikan. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat dalam proses pembelajaran. Tantangan masa kini menuntut pembelajaran harus lebih mengembangkan keterampilan berpikir siswa tingkat tinggi khususnya memecahkan masalah dengan kegiatan penemuan.
Peningkatan hasil belajar siswa salah satunya di dukung oleh penggunaan model pembelajaran yang bervariasi. SDN Senduro 03 telah menerapkan kurikulum 2013 sejak tahun ajaran 2015 / 2016. Kondisi umum dalam pelaksanaan pembelajaran di SDN Senduro 03 masih kurang dari yang diharapkan, hal ini terlihat dari supervisi akademik pengawas berdasar pada instrumen bahwa hampir 80% guru belum menggunakan model pembelajaran yang bervariasi serta berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan guru-guru didapat beberapa fakta yang ada antara lain metode pembelajaran yang sering digunakan dalam proses pembelajaran masih monoton antara lain ceramah,
tanya jawab, diskusi dan penugasan, peserta didik kurang aktif dalam merespon pembelajaran selain itu keterampilan proses peserta didik masih kurang pada beberapa aspek keterampilan diantaranya membuat hipotesis, merencanakan percobaan, menggunakan alat dan mengamati serta menafsirkan.
Solusi untuk masalah tersebut diperlukan upaya perbaikan dalam proses pembelajaran agar hasil belajar dapat meningkat. Upaya peningkatan akan dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat , salah satunya yaitu penggunaan model pembelajaran penemuan (Discovery Learning). Model pembelajaran Discovery Learning terbagi dua yaitu penemuan bebas (Free
Solusi untuk masalah tersebut diperlukan upaya perbaikan dalam proses pembelajaran agar hasil belajar dapat meningkat. Upaya peningkatan akan dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat , salah satunya yaitu penggunaan model pembelajaran penemuan (Discovery Learning). Model pembelajaran Discovery Learning terbagi dua yaitu penemuan bebas (Free