• Tidak ada hasil yang ditemukan

RTLPP 7 Sukamto i-dikonversi - Copy

N/A
N/A
sela tri yuliana

Academic year: 2022

Membagikan "RTLPP 7 Sukamto i-dikonversi - Copy"

Copied!
160
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PELAKSANAAN

RENCANA TINDAK LANJUT PROGRAM PENGAWASAN DIKLAT CALON PENGAWAS SEKOLAH

Disusun sebagai laporan akhir Diklat Calon Pengawas Sekolah Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur

Periode: Oktober,Nopember,Desember 2021

Oleh:

Nama : Drs.Sukamto.M.Pd

N I P 196710031993101001

Unit Kerja : Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang

PROGRAM PENYIAPAN CALON PENGAWAS SEKOLAH DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LUMAJANG PROVINSI

JAWA TIMUR 2021

(2)

ii

PENGESAHAN

(3)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan ke khadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehinga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tindak lanjut Program Pengawasan (RTLPP) ini.

Rencana Tindak Lanjut Program Pengawasan (RTLPP) ini disusun untuk memenuhi tugas akhir Diklat Calon Pengawas Sekolah yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lumajang yang bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah (LPPKS/PS) Tahun 2021.

Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini, diantaranya:

1. Kepala LPPKS/PS Solo yang telah mempasilitasi pelaksanaan Diklat Calon Pengawas Sekolah Kabupaten Lumajang Tahun 2021;

2. Bapak Dr .Toto Basuki M.Pd Sebagai pengajar dan pembimbing Diklat Calon Pengawas Sekolah Kabupaten Lumajang Tahun 2021;

3. Bapak Yusuf Wibisono, S.Pd. M.Pd. MM sebagai Mentor Diklat Calon Pengawas Sekolah Kabupaten Lumajang moda daring Tahun 2021;

4. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luamajng yang memberikan rekomendasi Diklat Calon Pengawas Sekolah;

5. Bpk Jaswadi,S.Pd SD selaku Kepala Sekolah SD Negeri Senduro 01 Kecamatan Senduro beserta guru yang telah memfasilitasi kegiatan di sekolah asal;

6. Bapak Jamat Agus Suganda, M.M.Pd selaku Kepala Sekolah SD Negeri Senduro 01 Kecamatan Senduro beserta guru yang telah

(4)

memfasilitasi dan memberi informasi terkait kegiatan Analisis Kebutuhn Pengembangan Keprofesian.

7. Bapak Agus Sukyanto M.Pd di selaku Koordinator Pengawas SD Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang.

8. Rekan-rekan pengawas dan Calon Pengawas , keluarga besar tercinta dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan dukungan dan motivasi.

Semoga amal baik yang telah diberikan kepada penulis mendapat balasan Magfiroh dan Ridho dari Allah SWT. Aamiin Ya Robbal Alamin

Majalengka, 18 Desember 2021 Calon Pengawas Sekolah,

S ukamto

(5)

DAFTAR ISI

PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR TABEL ... x

BAB I PENDAHULUAN ... 1

Latar Belakang ... 1

Tujuan ... 3

Hasil yang Diharapkan ... 3

Ruang Lingkup ... 4

Visi, Misi dan Tujuan Pengawasan ... 4

Sasaran Pengawasan ... 5

BAB II DESKRIPSI KONDISI SEKOLAH ... 6

Kondisi Sekolah Dasar Negeri Senduro 03 ... 6

Visi, Misi dan Tujuan SDN Senduro 03 ... 7

Kondisi Nyata berdasarkan Hasil Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) 8

Kondisi Sekolah Dasar Negeri Senduro 01 ... 15

Visi, Misi, dan Tujuan SDN senduro 01 ... 16

A. Visi ... 16

B. Misi ... 16

C. Tujuan ... 17

Kondisi Nyata berdasarkan Hasil Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) 17 BAB III PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT ... 21

PROGRAM PENGAWASAN ... 21

(6)

Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Guru melalui Supervisi Akademik ..

21

1. Deskripsi Persiapan Pembinaan Guru ... 21

2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan ... 22

3. Sasaran Pembinaan ... 22

4. Pendekatan dan Metode ... 24

5. Capaian Target Keberhasilan ... 26

6. Hasil Pelaksanaan Pembinaan Guru ... 26

7. Tindak Lanjut ... 29

8. Simpulan ... 29

9. Rekomendasi ... 29

Pelaksanaan Penilaian Kinerja ... 44

1. Deskripsi Persiapan Penilaian Kinerja ... 44

2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan ... 46

3. Sasaran Penilaian Kinerja ... 46

4. Pendekatan dan Metode ... 47

5. Hasil Penilaian Kinerja ... 48

7. Simpulan ... 55

8. Rekomendasi ... 56

Pembimbingan dan Pelatihan (Bimlat) Profesional Guru sesuai dengan masalah utama pembelajaran ... 66

1. Deskripsi Pelaksanaan Bimlat ... 66

2. Waktu dan Tempat ... 67

3. Sasaran Bimlat (IHT) ... 68

4. Pendekatan dan Metode ... 68

5. Target Keberhasilan ... 69

6. Hasil Pelaksanaan Bimlat ... 70

7. Tindak Lanjut ... 71

(7)

8. Simpulan Bimlat ... 71

9. Rekomendasi ... 71

Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ... 83

Bab I Pendahuluan ... 83

a. Latar Belakang ... 83

b. Rumusan Masalah ... 84

c. Tujuan Penelitian ... 85

d. Manfaat Penelitian ... 85

Bab II Kajian Teori Pustaka ... 85

a. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang relevan ... 85

Bab III Metode Penelitian ... 87

a. Subyek, Lokasi, dan Waktu Penelitian ... 87

b. Prosedur Penelitian ... 88

c. Teknik Pengumpulan Data ... 90

d. Tehnik Analisis Data ... 91

DAFTAR PUSTAKA ... 92

Peningkatan Kompetensi Calon Pengawas Sekolah Berdasarkan Hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK) ... 93

1. Persiapan ... 94

2. Pelaksanaan ... 95

3. Hasil ... 96

BAB IV ... 106

PENUTUP ... 106

Simpulan ... 106

Saran dan Rekomendasi ... 107

DAFTAR PUSTAKA ... 108

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Tahapan pelaksanaan supervisi akademik ... 26 Gambar 2 Siklus Penelitian Tindakan Sekolah ... 89 Gambar 3 Hasil AKPK Calon Pengawas OJT1/IST1 ... 93

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Kondisi Nyata Hasil PMP ... 8

Tabel 2 Kondisi Nyata SDN Senduro 01 ... 17

Tabel 3 Peserta kegiatan pembinaan guru melalui supervisi akademik ... 23

Tabel 4 Peserta kegatan pembinaan guru melalui supervisi klinis ... 27

Tabel 5 Hasil kegiatan observasi pembelajaran ... 28

Tabel 6 Sasaran kegiatan PKG/PKKS ... 47

Tabel 7 Nilai akhir PKKS ... 49

Tabel 8 Daftar Temuan Analisis Hasil PKG ... 50

Tabel 9 Hasil Analisis PKG SDN Senduro 03 ... 54

Tabel 10 Hasil Pelaksanaan Bimlat ... 70

Tabel 11 Peserta kegiatan IHT SDN Senduro 03 ... 71

Tabel 12 Data Guru SDN Senduro 03 ... 87

Tabel 13 Persentase Kriteria ... 91

Tabel 14 Rincian Hasil AKPK ... 93

Tabel 15 Rincian Kegiatan Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi Berdasarkan AKPK ... 95

(10)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Hal.

1 Surat Perintah Tugas Melaksanakan Diklat Calon Pengawas dari BKPSDM Kabupaten Lumajang

121

2 Surat Perintah Tugas Melaksanakan Magang (OJT 2) 123

3 Jadwal Pelaksanaan RTLPP 126

4 Matrik RTLPP 129

5 Surat Keterangan telah Melaksanakan Supervisi Akademik

143

6 Surat Keterangan telah Melaksanakan PKKS dan Analisis Hasil PK Guru

144

7. Surat Keterangan telah Melaksanakan In House Training 145 8. Surat Keterangan telah Melaksanakan Peningkatan

Keprofesian Berdasarkan Hasil AKPK

146

9. Instrumen Monitoring dan Evaluasi Kegiatan RTLPP 148 10. Instrumen Peningkatan Kompetensi Calon Pengawas

Sekolah Berdasarkan Hasil AKPK di SD Negeri Senduro 01 150

11. Instrumen Pencapaian Student Wellbeing (Kebahagiaan Murid)

153

12. Jurnal RTLPP 155

(11)

1

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pendidikan adalah elemen terpenting bagi suatu negara dalam menunjukan eksistensinya sebagai negara yang memiliki integritas dan mampu bersaing dengan negara lain. Majunya pendidikan di suatu negara tidak terlepas dari peran lembaga pendidikan yang mampu melahirkan produk sesuai dengan harapan yang ada. Pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemimpin tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk memberikan konstribusi positif dalam peningkatan mutu pendidikan, oleh karena itu aktor pendidikan seperti guru, kepala sekolah dan pengawas dalam menjalankan tugas dan fungsinya diharapkan mampu bersinergi sebagai suatu sistem yang utuh sehingga dapat menciptakan pendidikan yang berkualitas.

Merujuk pada implementasi kebijakan mengenai Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah maka pengawas sekolah dipersyaratkan memiliki kualifikasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya terhadap kepala sekolah dan guru dalam meningkatkan pendidikan secara spesifik mengarah pada peningkatan kualitas pembelajaran, tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan professional Guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus. Dari pernyataan diatas bahwa keberadaan Pengawas Sekolah diperlukan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Pengawas Sekolah bertugas secara penuh untuk melakukan pengawasan pendidikan di sekolah dengan melaksanakan penilaian dan pembinaan dari segi teknis dan administrasi pendidikan. Pengawas sekolah bertanggung jawab untuk melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pendidikan di sekolah sesuai dengan bidang

(12)

penugasannya dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil prestasi belajar siswa dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Wewenang pengawas sekolah diantaranya adalah : a) memilih dan menentukan metode kerja untuk mencapai hasil yang optimal dalam melaksanakan tugas dengan sebaikbaiknya sesuai dengan kode etik profesi, b) menetapkan tingkat kinerja guru dan tenaga lainnya sesuai sekolah binaan serta faktor-faktor yang mempengaruhi, c) menentukan dan atau mengusulkan program pembinaan serta melakukan pembinaan.

Pada saat ini dengan adanya kondisi pandemi Covid-19 yang telah melanda diseluruh dunia pengawas sekolah harus bekerja dengan extra karena situasi dan kondisinya tidak seperti biasannya saat kondisi normal. kondisi pandemi ini sangat berpengaruh pada dunia pendidikan. Walaupun Covid-19 sangat berdampak dalam kehidupan terutama dunia pendidikan, namun ada hikmah di balik itu khususnya bagi Pengawas Sekolah. Pengawas sekolah harus tetap bekerja dan bisa menyesuaian diri dengan kondisi yang tidak normal ini agar mutu dan kualitas pendidikan di sekolah tetap terjamin dengan baik. Proses pengawasan juga berubah menjadi pengawasan serba digital dengan memanfaatkan teknologi modern. Guru yang terbiasa melaksanakan pembelajaran tatap muka telah beralih ke kelas-kelas virtual. Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Guru, dan siswa yang biasanya berinteraksi di ruang nyata telah beralih ke ruang maya dengan bantuan teknologi IT.

Tugas pokok pengawas sekolah adalah melaksanakan pembinaan, pendampingan akademik untuk guru, pendampingan manajerial untuk Kepala Sekolah dan Tendik, serta pendampingan Bimlat untuk guru dan/atau Kepala Sekolah. Pendampingan ini diperlukan dalam rangka penjaminan mutu pendidikan di sekolah binaan sekalipun saat ini sedang berada dalam masa darurat atau pandemi Covid-19. Laporan melaksanakan Pembinaan, Penilaian Kinerja KS dan Guru pendampingan Bimlat akademik dan atau pendampingan Bimlat manajerial merupakan bagian dari tugas pengawasan. Pendampingan 3 akademik dilakukan melalui pembinaan, pemantauan, penilaian, dan Bimlat untuk guru,

(13)

sedangkan pendampingan manajerial dilakukan melalui pembinaan, pemantauan, penilaian, dan Bimlat untuk Kepala Sekolah. Pendampingan dalam laporan ini selanjutnya dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) bagian, yaitu (1) pendampingan akademik, (2) pendampingan manajerial, dan (3) pendampingan Bimlat.

Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan RTLPP ini adalah:

1. Menyelesaikan masalah utama pembelajaran yaitu penyusunan rencana pembelajaran yang lengkap dan sistematis di SD Negeri Senduro 03 Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang melalui kegiatan Pembinaan Profesional Guru dan In House Training (IHT)

2. Meningkatkan kompetensi calon Pengawas Sekolah sesuai dalam Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah

Hasil yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan adalah:

1. Terselesaikannya masalah utama pembelajaran yaitu penyusunan rencana pembelajaran yang lengkap dan sistematis di SD Negeri Senduro 03 melalui praktik tugas-tugas kepengawasan yaitu:

a) Pembinaan guru melalui supervisi akademik.

b) Penilaian kinerja

1) Penilaian Kinerja Kepala Sekolah.

2) Menganalisis hasil Penilaian Kinerja Guru yang dilakukan kepala sekolah.

c) Pembimbingan dan pelatihan ( bimlat) Profesional guru dan atau kepala sekolah sesuai dengan masalah utama pembelajaran

d) Penyusunan Proposal Penelitian tindakan Sekolah (PTS).

2. Meningkatnya kompetensi calon pengawas sekolah berdasarkan hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian ( AKPK) yaitu kompetensi Manajerial..

(14)

Ruang Lingkup

Adapun ruang lingkup pelaksanaan RTLPP adalah:

1. Pembinaan Guru melalui supervisi akademik 2. Penilaian Kinerja

3. Pembimbingan dan Pelatihan (Bimlat) profesional guru sesuai dengan masalah utama pembelajaran

4. Bimbingan penyusunan proposal PTS

5. Peningkatan Kompetensi Calon Pengawas Sekolah Berdasarkan Hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK).

Visi, Misi dan Tujuan Pengawasan 1. Visi

”Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang proporsional dan profesional serta satuan pendidikan yang memenuhi delapan Standar Nasional Pendidikan.

2. Misi

a) Menyusun program pengawasan b) Melaksanakan program pengawasan.

c) Mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan.

d) Membimbing dan melatih profesional guru dan kepala sekolah

3. Tujuan Pengawasan

a) Mampu menyusun program pengawasan tahunan

b) Mampu menyusun program pembinaan guru dan kepala sekolah.

c) Mampu menyususn program pemantauan delapan standar nasional pendidikan.

d) Mampu menyusun program penilaian kinerja guru dan kepala sekolah.

e) Mampu menyusun program semester.

f) Mampu menyusun RPA, RPBK, dan RPM.

(15)

g) Mampu melaksanakan program pembinaan guru dan kepala sekolah.

h) Mampu melaksanakan pemantauan delapan standar nasional pendidikan.

i) Mampu melaksanakan program penilaian kinerja guru dan kepala sekolah.

j) Mampu menyusun ;aporan tahunan pelaksanaan program pembinaan guru dan kepala sekolah.

k) Mampu mengevaluasi hasil pelaksanaan program pembinaan delapan standar nasional pendidikan.

l) Mampu mengevaluasi hasil pelaksanaan program pembinaan delapan standar nasional pendidikan.

m) Mampu mengevaluasi hasil pelaksanaan program penilaian kinerja guru dan kepala sekolah.

n) Mampu mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan.

o) Mampu mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan di tingkat kabupaten.

p) Mampu menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG dan kepala sekolah di KKKS

q) Mampu melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG dan kepala sekolah di KKKS.

Sasaran Pengawasan

1. Sasaran pembinaan guru adalah 50% guru SD Negeri Senduro 03 Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang

2. Sasaran Penilaian Kinerja adalah Kepala Sekolah Dasar Negeri Senduro 01 Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang

3. Sasaran kegiatan Pembimbingan dan Pelatihan (Bimlat) Profesional guru adalah 50% guru SDN Senduro 03 Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang.

(16)

BAB II

DESKRIPSI KONDISI SEKOLAH

Kondisi Sekolah Dasar Negeri Senduro 03

Sekolah Dasar Negeri Senduro 03 berdiri pada tahun 1962 dengan biaya swadaya dan gotong royong masyarakat Desa Senduro. SDN Senduro 03terletak di desa Senduro Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Dasar Republik Indonesia No 3574/ G 4/ KL/2009 Tanggal 22 Oktober 2009 tentang Penerbitan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) diberikan sertifikat NPSN kepada SDN Senduro 03 yaitu NPSN 20520860 dan NSS 1101052103003.

Selama perjalanan di bidang pendidikan tentang penilaian dan akreditasi baik penilaian tingkat kabupaten ataupun tingkat provinsi SDN Senduro 03 mengalami beberapa kali penilaian yaitu pada Tahun 2008 SDN Senduro 03 mendapat Nilai Akreditasi B, Tahun 2014 Nilai Akreditasi B dan Tahun 2019 Nilai Akreditasi B

SDN Senduro 03 sejak tahun 1962 sampai sekarang dipimpin oleh beberapa kepala sekolah, yaitu :

1. Saleh Kosasih Tahun 1962 sampai 1969

(17)

2. Moh. Kosim Tahun1969 sampai1977 3. Siti Juhaeni Tahun1977 sampai 1991 4. Husen Tahun1991 sampai 1997 5. Kanta Tahun 1997 sampai 2003 6. Umini Tahun 2003 sampai 2004

7. Yoyo Rismaya Tahun 2004 sampai 2008 8. Tati Juhati Tahun 2008 sampai 2010 9. Imas Mastari Tahun 2010 sampai 2020 10. Eli Halimah Tahun 2021 sampai sekarang

Seiring perjalanan waktu pada dunia pendidikan tentang Peningkatan Mutu Pendidikan maka pada Tahun 2017 sampai Tahun 2019 SDN Senduro 03 Sekolah Model yaitu Sekolah Binaan LPMP Provinsi Jawa Barat yang bertujuan untuk meningkatkan Mutu Pendidikan di SDN Senduro 03 khususnya dan Mutu Pendidikan di Indonesia pada umumnya.

Visi, Misi dan Tujuan SDN Senduro 03 Visi

“Terwujudnya sekolah yang ungguldalam prestasi yang berwawasan IMTAQ dan IPTEK”.

Misi

1) Meningkatkan penyelenggaraan program pendidikan ssuai dengan potensi yang dimiliki sekolah.

2) Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif,kreatif, inovatif, dan menyenangkan.

3) Melaksanakan pembinaan agama meliputi: Membaca tartil Al-Qur’an,pembiasaan sholat wajib dan sunah.

4) Mengembangkan talenta yang dimiliki siswa.

Tujuan

Sebagaimana yang disebutkan di atas, bahwa tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan,pengetahuan kepribadian akhlak mulia serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

(18)

Dengan demekian maka tujuan SD Negeri Senduro 03 sebagai berikut:

1. Memiliki kepribadian berahklak mulia sebagai hasil pembelajaran di sekolah.

2. Meletakkan dasar penguasaan ilmu pengetahuan dan tehnologi sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

3. Menjadikan sekolah mampu memberikan kecakapan hidup bagi seluruh warga sekolah.

4. Menjadi sekolah tujuan yang diminati di masyarakat.

Kondisi Nyata berdasarkan Hasil Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP)

Kondisi Ideal yang diharapkan tercapai pada SDN Senduro 03 adalah terpenuhinya delapan Standar Nasional Pendidikan, sehingga penyelenggaraan dan hasil pendidikan yang bermutu dapat tercapai.

Namun demikian, kondisi nyata saat ini SDN Senduro 03 masih harus terus berbenah dan mengupayakan pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan. Secara rinci kondisi nyata SD Negeri Senduro 03 adalah seperti dalam Tabel 1 sebagai berikut:

Tabel 1 Kondisi Nyata Hasil PMP

NO KOMPONEN KONDISI SEKOLAH

1 Standar Kompetensi Lulusan

Kondisi Nyata

a. Masih kurangnya penerapan literasi kepada siswa karena belum memahami makna literasi

b. Pencapaian nilai UKK 100% lulus

c. Siswa Kelas VI 100% Lulus UASBN dan US Kondisi Ideal

(19)

a. Melaksanakan pemetaan SKL satuan pendidikan b. Memanfaatkan hasil UN dan US dalam penyusunan

program perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan mutu lulusan.

Pengembangan Standar Kompetensi Lulusan mengacu pada:

1) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan

2) Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti sebagai dasar pengembangan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) 3) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 4 tahun

2018 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Sekolah dan Penilaian Hasil belajar oleh Pemerintah

4) Menyusun program gerakan literasi sekolah

2 Standar Isi Kondisi nyata

a.Sudah menggunakan Kurikulum 2013

b.Seluruh mata pelajaran telah memiliki analisis Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) menurut tingkatan kelas Kondisi ideal

a. Melaksanakan pengembangan dan pemberlakuan KTSP sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku

b. Mensosialisasikan KTSP baik internal maupun eksternal.

c. Mengevaluasi dan memvalidasi dokumen KTSP secara periodic

(20)

3 Standar Proses

Pengembangan standar isi sudah mengacu pada :

1) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 61 tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Sekolah pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan

2) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)

3) Dokumen kurikulum yang lalu telah diverifikasi dan divalidasi serta disahkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi, Komite Sekolah dan Kepala Sekolah

Kondisi Nyata

a. Semua guru sudah melaksanakan proses pembelajaran sesuai pedoman Silabus

b. Semua guru sudah melakukan analisis KI KD

c. Semua guru sudah melaksanakan proses pembelajaran sesuai pedoman RPP

d. Semua guru sudah menerapkan pembelajaran berbasis Karakter.

e. Pelaksanaan program pemantauan, supervisi, dan evaluasi sudah terlaksana

Kondisi Ideal

a. Perlu peningkatan kualitas dan kelengkapan perangkat pembelajaran.

b. Optimalisasi Sapras dan lingkungan dalam mendukung pembelajaran

c. Optimalisasi pengawasan proses pembelajaran dan tindak lanjut perbaikan pelaksanaan pembelajaran secara periodik.

(21)

Pengembangan standar proses sudah mengacu pada : 1) Peraturan Menteri Pendidikan dan kebuadayaan No

22 Tahun 2016 tentang Standar Proses

2) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 61 tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Sekolah pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menenga

3) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)

4 Standar Penilaian

Kondisi Nyata

a. Semua guru sudah melaksanakan prinsip-prinsip penilaian (sahih, objektif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh dan berkesinambungan, beracuan kriteria,akuntabel)

b. Semua guru melaksanakan pengelolaan hasil penilaian belajar

c. Semua guru melaksanakan program remedial dan pengayaan.

d. Semua guru sudah memiliki data penelaahan instrumen penilaian hasil belajar.

e. Semua guru melaksanakan analisis dan pemanfaatan hasil penilaian.

Kondisi Ideal

a. Perlu peningkatan kualitas dan kelengkapan perangkat penilaian.

b. Melaksanakan dan mengelola hasil penilaian.

c. Menyampaikan hasil penilaian kepada orang tua dan pihak yang berwenang.

(22)

Pengembangan standar penilaian sudah mengacu pada 1) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No

23 tentang Standar Penilaian Pendidikan

2) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 61 tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Sekolah pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

3) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)

4) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 4 tahun 2018 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Sekolah dan Penilaian Hasil belajar oleh Pemerintah.

5 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Kondisi nyata

a. Semua pendidik PNS sudah berkualifikasi sarjana (S1) linier dengan mata pelajaran yang diampu dan memiliki sertifikasi pendidik.

b. Semua pendidik sudah mengikuti diklat Kurikulum 2013 (Spektrum 2015).

c. Semua pendidik memiliki perangkat pembelajaran yang lengkap (program, silabus dan RPP)

d. Semua pendidik melakukan analisis kriteria ketuntasan minimal (KKM)

e. Semua pendidik mampu menggunakan internet sebagai sarana komunikasi dan pembelajaran.

f. Semua pendidik mampu menggunakan IT sebagai sarana pembelajaran.

g. Semua tenaga pendidik dan kependidikan menerapkan budaya bersih di lingkungan sekolah

Kondisi Ideal

(23)

6 Standar Sarana dan Prasarana

a. Pemberdayaan PTK yang ada.

b. Meningkatkan kompetensi PTK.

c. Mengadakan kerjasama dengan instansi lain Pengembangan Standar PTK sudah mengacu pada:

1) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas sekolah.

2) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah

3) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi akademik dan Kompetensi Guru.

Kondisi nyata

a. Rasio jumlah siswa dengan rombel dengan jumlah ruang belajar sudah memadai.

b. Kecukupan daya listrik dan jaringan internet untuk KBM sudah memadai.

c. Kecukupan luas ruang kepala sekolah dan ruang guru telah memenuhi kriteria.

d. Rasio sarana bangku dan meja dengan jumlah siswa belum memadai

e. Rasio jamban dengan jumlah siswa belum memadai Kondisi Ideal

a. Optimalisasi,penggunaan,pemeliharaan sarana yang ada.

b. Penambahan sarana prasarana baru.

Pengembangan Standar Sarana Prasarana sudah mengacu pada:

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tentang Standar Sarana Prasarana

(24)

7 Standar Pembiayaan

Kondisi Nyata

a. Sumber dana dari BOS

b. Sekolah menyusun RKAS tiap tahun dan terinci dalam triwulan

c. Laporan Triwulan disertai bukti tertulis (Kwitansi, Nota) dan hasil kegiatan, serta bukti setoran pajak Kondisi Ideal

a. Melakukan optimalisasi seluruh dana yang diterima sekolah.

b. Melakukan pengelolaan pembiayaan secara efektif , efisien, transparan dan akuntabel.

Pengembangan Standar pembiayaan sudah mengacu pada:

1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 2) Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007

8 Standar Pengelolaan

Kondisi Nyata

a. kepala sekolah sudah memiliki kualifikasi dan kompetensi serta mampu melaksanakan fungsifungsi manajemen.

b. Pengurus Komite Sekolah sudah melaksanakan fungsi-fungsi, peran dan tugas pokoknya.

c. Fasilitas informasi sekolah sudah terlaksana dan tersedia dengan efisien, efektif, dan mudah diakses.

d. Pelaporan data informasi dilakukan secara berkala dan berkesinambungan.

e. Komunikasi sistem data yang efektif dan efisien antar warga sekolah di lingkungan sekolah

terlaksana dengan baik.

(25)

f. Jumlah buku di perpustakaan sudah memadai.

Kondisi Ideal

a. Optimalisasi seluruh sumber daya yang ada sesuai kewenangan sekolah.

b. Menerapkan prinsip manajemen berbasis sekolah c. Penyusunan, pelaksanaan dan perbaikan program

kerja secara periodik

Pengembangan Standar pengelolaan sudah mengacu pada:

1) Peratutan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar pengelolaan pendidikan Dasar dan Menengah

2) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)

Kondisi SDN Senduro 01

SDN Senduro 01 berdiri pada tahun 1964 dengan biaya swadaya dan gotong royong masyarakat Desa Senduro . SDN Senduro 01 terletak di Jalan Raya Selatan Nomor 25 Desa Senduro Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang.

Pada awal berdiri SDN Senduro 01 mempunyai luas 1790 m2 dengan status Tanah Hak Guna Pakai. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Majalengka Nomor 421.2/ Kep. 15- Disdik/ 2015 tentang Penggabungan Dua Satuan Pendidikan dan Perubahan Nama Sekolah Dasar di Kabupaten Lumajang yaitu SDN Senduro 01 dan SDN Senduro 04 menjadi SD Negeri Senduro 01

(26)

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Dasar Republik Indonesia No 3574/ G 4/ KL/2009 Tanggal 22 Oktober 2009 tentang Penerbitan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) diberikan sertifikat NPSN kepada SDN Senduro 01 yaitu NPSN 20520862 dan NSS 101021608020 dengan nilai akreditasi A.

SDN Senduro 01 sejak tahun 1964 sampai sekarang dipimpin oleh beberapa kepala sekolah, yaitu :

1. ...

2. Hj Juhaeni Tahun1972 sampai 1973 3. Dalil Tahun 1973 sampai 1976 4. Moh Kosim 1977 sampai 1983

5. H.Arnadi Moh Arif Tahun1983 sampai 1991 6. Hj Rukmi Tresningsih Tahun 1991sampai 1996 7. Hj Siti Jubaedah Tahun1997 sampai 2002 8. Diding Jaeludin S.Pd Tahun 2001 sampai 2002 9. Hj Emin Mu’minah Tahun 2002 sampai 2013 10. Saim, S.Ag Tahun 2013 sampai 2017

11. Jamat Agus Suganda S.Pd.M.M.Pd Tahun 2017 sampai sekarang Visi, Misi, dan Tujuan SDN Senduro 01

A. Visi

Unggul dalam proses, kompetitif dalam prestasi, mulia dalam budi pekerti, berlandaskan iman dan taqwa.

B. Misi

1. Meningkatkan prestasi siswa dan potensi tenaga pendidik.

2. Membina budi pekerti dengan dilandaskan semangat keteladanan.

3. Menciptakan suasana yang harmonis sehingga terwujud iklim yang menciptakan transparan dan demokratis.

4. Meningkatkan mutu pelayanan yang profesional terhadap pengguna jasa.

5. Mengembangkan potensi olahraga siswa dalam upaya membekali kecakapan

(27)

hidup.

C. Tujuan

1. Meningkatkan jumlah dan kualifikasi tenaga kependidikan sesuai dengan tuntutan Program pembelajaran yang berkualitas.

2. Mengupayakan pemenuhan kebutuhan sarana dan program pendidikan untuk Mendukung KBM dan hasil belajar siswa.

3. PBM yang mengarahkan pada program pembelajaran berbasis kompetensi.

4. Meningkatkan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler unggulan yang sesuai dengan Potensi dan minat siswa.

5. Melaksanakan program unggulan berdasarkan bakat dan minat siswa. Kondisi Nyata berdasarkan Hasil Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP)

Kondisi Ideal yang diharapkan tercapai pada SDN Senduro 01 adalah terpenuhinya delapan Standar Nasional Pendidikan, sehingga penyelenggaraan dan hasil pendidikan yang bermutu dapat tercapai. Namun demikian, kondisi nyata saat ini SDN Senduro 01 masih harus terus berbenah dan mengupayakan pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan.

Secara rinci kondisi nyata SD Negeri Senduro 01 adalah seperti dalam Tabel 2 sebagai berikut:

Tabel 2 Kondisi Nyata SDN Senduro 01

NO KOMPONEN KONDISI NYATA

1. Standar Isi a. Pelaksanaan KTSP sudah terlaksana 9 (sembilan) komponen.

b. Pengembangan KTSP sudah dilakukan oleh guru

c. Pengembangan muatan lokal sudah dilakukan oleh guru, dengan melibatkan unsur-unsur lain yang memiliki

(28)

kompetensi mengembangkan muatan lokal.

d. Pengembangan diri terus diupayakan secara optimal dilaksanakan sekolah.

e. Semua guru terus berupaya memberikan pembelajaran yang optimal.

2. Standar Proses a. Silabus dan RPP terus diupayakan untuk dikembangkan secara mandiri oleh guru b. Silabus dan RPP yang terus diupayakan

disusun guru memenuhi rambu-rambu penyusunan silabus dan RPP

c. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik

d. Pelaksanaan supervisi kelas terus diupayakan berjalan optimal

e. Pelaksanaan evaluasi PBM terus

diupayakan secara baik dan benar terlaksana.

3. Standar Kompetensi Lulusan

a. Pengalaman peserta didik

memanfaatkan sumber belajar terus diupayakan secara optimal.

b. Pengalaman peserta didik dalam penggunaan internet untuk mendapatkan berbagai informasi terus ditingkatkan.

c. Pengalamam peserta didik dalam mengekpresikan diri dan karyanya melalui seni dan budaya terus

diupayakan secara optimal.

4. Standar Penilaian a. Guru terus mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian.

(29)

Guru terus mengupayakan penggunaan teknik penilaian yang beragam yang mengukur aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan

5. Standar Sarana dan Prasarana

a. Rasio jumlah siswa dengan rombel dengan jumlah ruang belajar sudah memadai.

b. Kecukupan daya listrik dan jaringan internet untuk KBM sudah memadai.

c. Kecukupan luas ruang kepala sekolah dan ruang guru telah memenuhi kriteria.

d. Rasio sarana bangku dan meja dengan jumlah siswa sudah memadai

6. Standar Pengelolaan a. Misi terus diupayakan untuk sepenuhnya mendukung tercapainya Visi sekolah menggunakan Manajemen Berbasis Sekolah.

b. Struktur organisasi terus diupayakan dilengkapi dengan uraian tugas yang lengkap dan jelas.

7. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

a. Semua pendidik PNS sudah berkualifikasi sarjana (S1) linier dengan mata pelajaran yang diampu dan memiliki sertifikasi pendidik.

b. Semua pendidik sudah mengikuti diklat Kurikulum 2013 (Spektrum 2015).

c. Semua pendidik memiliki perangkat pembelajaran yang lengkap (program, silabus dan RPP)

(30)

d. Semua pendidik melakukan analisis kriteria ketuntasan minimal (KKM)

e. Semua pendidik mampu menggunakan internet sebagai sarana komunikasi dan pembelajaran.

f. Semua pendidik mampu menggunakan IT sebagai sarana pembelajaran.

g. Semua tenaga pendidik dan kependidikan menerapkan budaya bersih di lingkungan Sekolah

8. Standar Pembiayaan a. Sumber dana dari BOS

b. Sekolah menyusun RKAS tiap tahun dan terinci dalam triwulan

c. Laporan Triwulan disertai bukti tertulis (Kwitansi, Nota ) dan hasil kegiatan, serta bukti setoran pajak

(31)

BAB III

PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT PROGRAM PENGAWASAN

Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Guru melalui Supervisi Akademik 1. Deskripsi Persiapan Pembinaan Guru

Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan. Supervisi akademik yang bersifat pembinaan sangat perlu dilakukan dalam bentuk supervisi pembelajaran, dimana pengawas bisa memberi masukan kepada guru berkaitan dengan kesulitan-kesuliatan/hambatan-hambatan guru dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan. Untuk melaksanakan supervisi akademik diperlukan perencanaan yang baik. Perencanaan supervisi akademik adalah suatu proses untuk menentukan kegiatan melalui urutan langkah dengan mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki dalam membantu guru mengembangkan kemampuan mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Persiapan tehnis yang dilakukan untuk melakukan kegiatan pembinaan guru melalui supervisi akademik ini adalah (1) melakukan koordinasi dngan kepala sekolah;(2) menentukan guru yang akan disupervisi; (3) menentukan jadwal supervisi bersama guru yang akan disupervisi;(4) memberikan instrumen supervisi akademik;(5) menyamakan persepsi dengan guru tentang indikator- indikator yang ada di instrumen supervisi.

Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis pada penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi maka pengawas bisa melakukan bimbingan dan pelatihan bagi guru tentang penggunaan model pembelajaran yang tepat, yang dapat memotivasi dan mengajak siswa berfikir kritis atas pembelajaran yang dilakukan. Guru yang ikut pembinaan supervisi akademik ada 4 orang dan guru yang lainnya tetap melaksanakan tugas mengajar di ruang kelas. Dari hasil

(32)

kegiatan pembinaan tersebut ada beberapa masalah terkait kendala-kendala kegiatan pembelajaran di masa pandemi.

Kendala-kendala pada saat pembelajaran diantaranya yaitu :

a. Proses pembelajaran saat moda daring kurang efektif dan efisien Karena masih banyak peserta didik ditempat tinggalnya jaringan internet sinyalnya kurang kuat. Selain itu faktor ekonomi dari orang tua peserta didik yang kurang mendukung.

b. Motivasi peserta didik menurun dan pembelajaran jam tatap muka dibatasi hanya 4 jam per hari per tatap muka.

c. Guru tidak bisa menuntaskan KI KD pada saat kondisi pandemi apalagi ada himbauan dari pemerintah lewat Kementerian Pendidikan bahwa tidak harus menuntaskan semua KI KD dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar peserta didik tidak maksimal.

d. Saat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka terbatas, penyampaian materi tidak tercapai secara maksimal karena jumlah jam pelajaran dikurangi 2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan pembinaan guru melalui supervisi akademik di SD Negeri Senduro 03 Kecamatan Senduro di ikuti oleh guru – guru dari mulai tanggal 16 September sampai tanggal 19 September 2021, pukul : 08.00 – 12.00.

3. Sasaran Pembinaan

Berdasarkan data hasil pembinaan guru melalui supervisi akademik diketahui ada guru-guru Sekolah Dasar Negeri Senduro 03 yang mengalami kendala atau hambatan pada proses pembelajaran dikelas terkait penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariatif . Untuk itu tindakan supervisi perlu diberikan kepada guru tersebut. Dan untuk guru yang mengeluh terkait proses pembelajaran dikelas sehingga berdampak pada hasil prestasi siswa yang menurun perlu penanganan khusus yaitu dengan melalui supervisi klinis individual.

(33)

Tabel 3 Peserta kegiatan pembinaan guru melalui supervisi akademik

No Nama Guru NIP Guru Kelas

1 Suwani, S.Pd Guru Kelas I

2 Sherly Diah Agustin,S.Pd Honorer Guru Kelas IV

3 Intan Mazlina,S.Pd Honorer Guru Kelas II

Langkah-langkah dalam melakukan supervisi klinis SIKLUS I :

a. Calon pengawas meminta guru menunjukkan perangkat pembelajaran (RPP) sebelum kegiatan pembelajaran di kelas dimulai.

b. Calon pengawas memeriksa perangkat pembelajaran guru sebelum melakukan kegiatan pembembelajaran.

c. Calon pengawas mempersilahkan guru untuk memulai proses kegiatan pembelajaran dikelas.

d. Calon pengawas mengamati langsung proses kegiatan pembelajaran dikelas.

e. Calon pengawas mengisi instrumen supervisi kegiatan pembelajaran saat proses pembelajaran dikelas.

f. Setelah pembelajaran selesai hasil supervisi kegiatan pembelajaran ditunjukkan kepada guru yang bersangkutan untuk dilihat hasilnya terkait dengan kelebihan- kelebihan dan kelemahan- kelemahan pada saat proses pembelajaran.

g. Apabila guru menerima hasil supervisi kegiatan pembelajaran dengan segala kekurangannya dan ingin memperbaikinya maka dapat dilakukan kembali supervisi klinis pada Siklus II dan guru dipersilahkan untuk mengajar kembali pada minggu berikutnya atau pertemuan berikutnya pada kelas dan siswa yang sama.

SIKLUS II :

a. Guru melakukan kegiatan proses pembelajaran yang sama seperti Siklus I sampai selesai.

(34)

b. Hasil kegiatan pada Siklus II harus ada perubahan peningkatan prestasi siswa dari Siklus I.

c. Apabila pada Siklus II sudah ada perubahan prestasi siswa yang lebih baik maka pada Siklus II bisa dianggap berhasil.

d. Apabila pada Siklus II belum memberikan hasil yang memuaskan maka bisa diulang lagi pada Siklus III hingga motivasi dan prestasi siswa meningkat.

Berikut ini adalah proses supervisi klinis individual terhadap guru yang meminta untuk disupervisi klinis dengan ketentuan yang disepakti bersama tentang waktu dan pelaksanaannya.Sebelum melakukan kegiatan pembelajaran dikelas guru menunjukkan Perangkat Pembelajaran (RPP) pada calon pengawas untuk diperiksa terlebih dahulu kelengkapan perangkat pembelajarannya.

4. Pendekatan dan Metode a. Pendekatan

Pendekatan yang digunakan pada Pembinaan Guru melalui Supervisi Akademik adalah pendekatan direktif. Dalam hal ini, pendekatan terhadap masalah pembelajaran bersifat langsung. Calon pengawas memberikan arahan langsung, sehingga pengaruh perilaku calon pengawas lebih dominan. Materi pembinaan yang disajikan ditentukan atas inisiatif dari calon pengawas berdasarkan permasalahan utama pembelajaran. Peran calon pengawas dalam rapat pembinaan guru adalah mengklarifikasi, memaparkan materi, mengarahkan, memperagakan, menetapkan standar, dan memberi penguatan.

Pendekatan yang digunakan dalam melaksanakan supervisi kelas juga direktif. Adapun ciri-ciri supervisi kelas dengan pendekatan direktif adalah sebagai berikut.

(a) Prakarsa dan tanggungjawab terutama oleh supervisor (calon pengawas);(b) Hubungan supervisor dengan guru seperti relasi guru dengan murid atau atasan dengan bawahan; (c) Sifat supervisi cenderung otokratif kartena direktif;

(d) Sasaran supervisi samar-samar atau sesuai keinginan supervisor (calon pengawas); (e) Ruang lingkup umum danluas; (f) Tujuan supervisi cenderung evaluative;

(g) Peran supervisor (calon pengawas) banyak memberi tahu dan mengarahkan; (h)

(35)

Umpan balik samar-samar atau kesimpulan supervisor (calon pengawas)

Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam melaksanakan supervisi akademik dengan model supervisi klinis cenderung menggunakan pendekatan kolaboratif. Supervisi klinis memiliki karakteristik sebagai berikut: (a) Perbaikan dalam pembelajaran mengharuskan guru mempelajari keterampilan intelektual dan bertingkah laku berdasarkan keterampilan tersebut;(b) Fungsi utama supervisor adalah menginformasikan beberapa keterampilan, seperti: (1) keterampilan menganalisis proses pembelajaran berdasarkan hasil pengamatan, (2) keterampilan mengembangkan kurikulum, terutama bahan pembelajaran, (3) keterampilan dalam mengelola proses pembelajaran; (c) Fokus supervisi klinis adalah: (1) perbaikan proses pembelajaran, (2) keterampilan penampilan pembelajaran yang memiliki arti bagi keberhasilan mencapai tujuan pembelajaran dan memungkinkan untuk dilaksanakan, dan (3) didasarkan atas kesepakatan bersama dan pengalaman masa lampau.

b. Metode

Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pembinaan melalui supervisi akademik adalah:

1) Observasi langsung

Observasi langsung yaitu calon pengawas secara langsung mengamati objek pengawasan. Metode tersebut oleh calon pengawas digunakan untuk mengamati kelengkapan administrasi pembelajaran. Observasi yang dilakukan adalah dalam bentuk melihat atau mengamati langsung perangkat pembelajarannya dan kegiatan guru ketika melaksanakan pembelajaran di kelas.

2) Wawancara secara langsung

Wawancara dilakukan untuk memperoleh data atau informasi yang lebih akurat. Metode tersebut digunakan untuk menggali data dari guru dan juga kepala sekolah. Data tersebut untuk cros chek dengan data yang diperoleh dari pengisian instrumen. Wawancara yang dilakukan adalah dalam bentuk bertanya jawab seputar dokumen administrasi guru dan proses

(36)

pembelajarannya. Model supervisi yang digunakan adalah model supervisi akademik yang terdiri atas tiga tahap yaitu tahap Pra Observasi , observasi pembelajaran dan pasca observasi. Ketiga tahapan tersebut dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 1 Tahapan pelaksanaan supervisi akademik 5. Capaian Target Keberhasilan

Target keberhasilan pelaksanaan kegiatan supervisi akademik adalah guru mampu (1) membuat perencanaan pembelajaran; (2) memilih pendekatan, model,metode dan tehnik pembelajaran sesuai dengan bahan ajar yang akan disampaikan pada siswa; (3) melaksanakan proses pembelajaran di dalam kelas;

(4) mengembangkan instrumen penilaian; (5) melaksanakan evaluasi baik evaluasi selama proses pembelajaran atau evaluasi hasil belajar; (6) memberikan tindak lanjut pembelajaran kepada siswa dan (7) menyusun administrasi pembelajaran yang diperlukan dalam rangka melaksanakan tugasnya sebagai seorang tenaga profesional dibidang pendidikan.

6. Hasil Pelaksanaan Pembinaan Guru

Dari pelaksanaan pembinaan guru melalui supervisi akademik yang telah dilakukan di sekolah magang I yaitu SD Negeri Senduro 03 Kecamatan Senduro diperoleh hasil sebagai berikut:

a. Berdasarkan hasil pembinaan yang dilakukan terhadap guru di SD Negeri Senduro 03 dengan menggunakan instrumen pembinaan guru yang meliputi instrumen pra observasi, observasi dan pasca observasi maka diperoleh hasil sebagai berikut:

(37)

1) Pra Observasi

Pada tahap ini calon pengawas menggunakan instrumen telaah RPP untuk mengetahui kelengkapan RPP yang dinilai guru dan panduan wawancara pra observasi untuk menggali informasi secara lisan tentang perencanaan pembelajaran yang akan dilakukan. Hasil dan kegiatan telaah RPP berdasarkan instrumen telaah ada pada Tabel 4.

Tabel 4 Peserta kegatan pembinaan guru melalui supervisi klinis Nama Guru Guru Kelas Perolehan skor ketercapaian

Telaah I( awal) Telaah 2

Atikah, S.Pd.SD Guru Kelas I 56 63

Berdasarkan hasil telaah RPP pada Tabel 4 terlihat bahwa kegiatan telaah RPP yang dilaksanakan2 kali dan mengalami peningkatan ketercapaian dari menjadi dari sebutan cukup menjadi baik.

2) Tahap Observasi

Pada tahap ini calon pengawas menggunakan instrumen observasi pembelajaran untuk untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru. Berdasarkan pengamatan terlihat guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas sudah melaksanakan kegiatan pendahuluan , inti dan penutup.

Pada kegiatan pendahuluan

Guru memberikan salam, mengajak berdoa bersama, mengecek kehadiran peserta didik dan mereviu materi yang telah lalu. Guru juga memberikan apersepsi dengan mengaitkan sesuatu yang ada dalam kegiatan sehari-hari dengan materi pokok yang akan diajarkan.Apersepsi dilakukan untuk memberikan rangsangan atau stimulus pada peserta didik.

Kegiatan inti

Guru menggunakan model Discovery Learning terbimbing berdasarkan pengamatan tahapan Discovery Learning masih belum begitu tampak karena peran guru masih dominan dalam setiap tahap pembelajaran. Guru

(38)

belum sepenuhnya membebaskan peserta didik untuk mencari dan menemukan sendiri konsep materi yang dipelajari . Pada proses pembelajaran guru juga tidak melakukan penilaian proses.

Kegiatan penutup

Guru membuat kesimpulan tetapi tidak melibatkan peserta didik. Dalam hal ini guru hanya melakukan komunikasi satu arah saja.Kegiatan penilaian pengetahuan juga belum terlaksana sampai selesai karena waktu yang tidak cukup atau terbatas. Jadi penilaian pengetahuandilanjutkan untuk dikerjakan di rumah sebagai tugas mandiri. Pada akhir pembelajaran guru menutup dengan salam.

Hasil dari observasi pembelajaran berdasarkan instrumen observasi pembelajaran ada pada Tabel 5.

Tabel 5 Hasil kegiatan observasi pembelajaran

Nama Guru Guru

Kelas

Jumlah Skor

Ketercapaian Sebutan

Atikah, S.Pd.SD I 63 75,86 Baik

3) Tahap Pasca Observasi

Pada tahap ini calon pengawas menggunakan instrumen pasca observasi yang berupa panduan wawancara untuk mengetahui kesesuaian perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru. Hasil dari kegiatan ini ada beberapa kekurangan selama kegiatan observasi yaitu:

 Guru belum menciptakan interaksi dua arah

 Guru belum melaksanakan penilaian selama proses berlangsung.

 Guru belum menunjukan sikap terbuka terhadap peserta didik.

 Guru tidak memfasilitasi pembuatan simpulan.

 Guru hanya melaksanakan 1 unsur penilaian.

 Guru hanya merencanakan 1 unsur tindak lanjut.

(39)

7. Tindak Lanjut

Tindak lanjut pelaksanaan supervisi akademik merupakan langkah nyata atau rekomendasi terkait perbaikan dan peningkatan mutu guru berdasarkan hasil analisis pelaksanaan supervisi akademik yang memuat peta mutu guru hasil supervisi akademik guna memberikan masukan yang tepat bagi guru yang disupervisi. Pelaksanakan tindak lanjut hasil supervisi dilakukan mengacu pada aspek-aspek yang tercantum dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses dan juga mengaitkan dengan kebijakan implementasi kurikulum terkini, seperti penguatan karakter, budaya literasi, HOTs dan keterampilan abad 21.

Berdasarkan hasil pembinaan yang telah dilaksanakan calon pengawas sekolah maka perlu adanya tindak lanjut untuk memperbaiki apa yang belum tercapai yaitu :

a. Guru harus memperbaiki perencanaan RPP yang sesuai dengan pedoman.

b. Guru harus melaksanakan kegiatan penilaian pada proses pembelajaran.

c. Guru tetap melakukan evadir untuk peningkatan kemampuannya dalam proses pembelajaran.

8. Simpulan

 Pengawasan dan pembinaan yang dilakukan secara intens dan berkesinambungan melalui pendekatan dan metode yang sesuai dapat meningkatkan hasil kepengawasan akademik pada sekolah binaan. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan kompetensi guru.

 Peningkatan kemampuan guru dalam melengkapi dokumen administrasi pembelajaran memang tidak mudah namun butuh waktu dan kesabaran dalam memenuhinya. Untuk itu perlu binaan secara terus menerus agar profesional guru dapat terus meningkat disetiap lini sekolah binaan.

9. Rekomendasi

Berdasarkan tindak lanjut dan simpulan tersebut di atas, maka calon pengawas

(40)

memberikan rekomendasi sebagai berikut.

a. Calon pengawas sekolah membuat rekomendasi dari rencana tindak lanjut yang telah disusun untuk memperbaiki proses pembelajaran tersebut dan disampaikan kepada:

b. Koordinator Penilaian Kinerja Guru supaya memberikan bimbingan agar ketika nanti guru tersebut di nilai pada kegiatan PKG hasilnya baik.

c. Sekolah supaya merencanakan bimbingan dan pelatihan bagi guru dalam penggunaan model pembelajaran Discovery Learning.

LAMPIRAN BUKTI KETERLAKSANAAN KEGIATAN 1. Foto Kegiatan Pelaksanaan Supervisi

2. Daftar Hadir Supervisi Akademik 3. Instrumen pra observasi

4. Instrumen Observasi 5. Instrumen Pasca observasi 6. Instrumen Supervisi Klinis

1. Pelaksanaan Pra Obsevasi

Rapat Pra Observasi supervisi akademik bersama guru dan kepala sekolah

(41)
(42)

2. Pelaksanaan supervisi akademik

(43)
(44)

Pelaksanaan Supervisi Klinis

Supervisi perangkat pembelajaran

(45)

Supervisi proses pembelajaran

(46)

3. Instrumen

a. Instrumen Telaah RPP

.

(47)
(48)
(49)

a. Administrasi Perencanaan Pembelajaran

(50)

b. Kegiatan Pembelajaran

(51)

c. Pasca Observasi supervisi akademik

(52)

d. Pra observasi supervisi klinis

(53)

e. Observasi Supervisi Klinis

(54)

Pelaksanaan Penilaian Kinerja

1. Deskripsi Persiapan Penilaian Kinerja

Kinerja diartikan sebagai tingkat atau derajat pelaksanaan tugas seseorang atas dasar kompetensi yang dimilikinya. Istilah kinerja tidak dapat dipisahkan dengan bekerja karena kinerja merupakan hasil dari proses bekerja. Dalam konteks tersebut maka kinerja adalah hasil kerja dalam mencapai suatu tujuan atau persyaratan pekerjaan yang telah ditetapkan. Sedangkan Penilaian kinerja adalah evaluasi sistematis terhadap kinerja seseorang dan untuk memahami kemampuan orang tersebut sehingga dapat melakukan perencanaan.

Penilaian kinerja guru dan kepala sekolah merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai pengawas sekolah. Kompetensi tersebut termasuk dalam dimensi kompetensi evaluasi pendidikan.Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Kepala Sekolah (PKKS)yang dilaksanakan bertujuan untuk (1) memperoleh data tentang pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab guru dalam melaksanakan tugas perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran; (2) Memperoleh data hasil pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin sekolah; (3) Menentukan program peningkatan kemampuan profesional guru di sekolah; ( 4) Menentukan program umpan balik bagi peningkatan dan pengembangan diri dan karyanya dalam konteks pengembangan karir dan profesinya. Berdasarkan Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009 tugas tambahan dan atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/ madrasah adalah sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. Wakil Kepala Sekolah/Madrasah, Ketua Program Keahlian atau yang sejenisnya, Kepala Perpustakaan Sekolah/

Madrasah, Kepala Laboratorium, Bengkel, Unit Produksi, atau yang sejenisnya pada sekolah/ Madrasah.

Dengan penilaian kinerja tersebut , guru diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas kinerjanya setiap tahun . Penilai harus melaksanakan PK guru sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan sehingga nilai PK guru dapat menunjukaan profil kinerja guru yang sebenarnya.

(55)

Sedangkan Penilaian Kinerja kepala sekolah ( PKKS) adalah proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data tentang kualitas pekerjaan kepala sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai kepala sekolah.

Prosedur Penilaian kinerja Kepala sekolah dilakukan dengan langkah-langkah dengan langkah- langkah (1) Persiapan; (2) Pelaksanaan; (3) Pengolahan Nilai; (4) Pelaporan dan tindak lanjut.

1) Persiapan

Dalam tahap persiapan ada beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:

 Koordinasi terkait PKKS dan PK guru dengan kepala sekolah, koordinator PKB dan menetapkan 1 orang guru . Koordinasi ini dilakukan dipertemuan awal sebelum pelaksanaan penilaian bertujuan agar dalam proses pra observasi baik penilaian kinerja kepala sekolah maupun kinerja guru dapat mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan saat penilaian.

 Menerapkan jadwal PKKS dan PK guru.

 Pembuatan pelaksanaan jadwal baik untuk penilaian kinerja kepala sekolah maupun kinerja guru diberikan diawal sebelum pelaksanaan observasi agar kepala sekolah dan juga guru yang akan dinilai sudah mempersiapkan perangkatnya. Jadwal pelaksanaan PKG dan PKKS ( terlampir).

 Pengenalan instrumen dan mekanisme PKKS

 Pemberian informasi tentang instrumen , kriteria penilaian PK guru dan mekanisme penilaian secara lengkap dan jelas kepada guru merupakan hal yang sangat penting.Pemahaman mengenai hal tersebut akan sangat membantu dalam proses pelaksanaan PK guru.

 Menjelaskan instrumen PKKS dan PK guru.

 Setelah dilakukan penjelasan mengenai instrumen dan juga mekanisme penilaiannya, langkah selanjutnya adalah memberikan instrumen kepada kepala sekolah dan guru untuk bisa dipersiapkan.

(56)

2) Pelaksanaan

Penilaian Kinerja Kepala sekolah dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Desember pada tahun berjalan. Pengumpulan data dan fakta kinerja kepala sekolah sepanjang tahun melaui pemantauan dilaksanakan di satuan pendidikan tempat tugas kepala sekolah yang bersangkutan. Langkah pelaksanaan PKKS:

 Penghimpunan data dan fakta kinerja kepala sekolah secara manual dengan menggunakan formulir PKKS.

 Penginfutan data kinerja secara ofline dan online.

3) Pengolahan nilai

Hasil pengumpulan data dan fakta kinerja kepala sekolah diolah dengan menggunakan aplikasi PKKS dengan moda ofline dan online.

4) Pelaporan dan tindak lanjut

Hasil PKKS dilaporkan oleh pengawas sebagai penilai kepada Kepala Dinas dalam bentuk surat rekomendasi Nilai Kinerja Kepala Sekolah. Dan sebagai tindak lanjut kepala sekolah berhak memperoleh penghargaan, sanksi, dan pembinaan .

2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Pelaksanaan penilaian kinerja guru dan Kepala Sekolah dilaksanakan tanggal 20 September sampai dengan 23 September 2021. Tempat kegiatan penilaian guru dan Kepala Sekolah dilaksanakan di SDN Senduro 03.

3. Sasaran Penilaian Kinerja

Sasaran kegiatan PKG/PKKS adalah 1 orang guru dan 1 orang Kepala Sekolah SD Negeri Senduro 03.. Kecamatan Senduro.

(57)

Tabel 6 Sasaran kegiatan PKG/PKKS

No Nama NIP Jabatan

1 Eli Halimah, S.Pd.SD 197007042008012013 Kepala Sekolah 2 Linda Puspitasari 198008172014082001 Guru

4. Pendekatan dan Metode a. Pendekatan

Penilaian Kinerja guru (PKG) dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk memperoleh gambaran tentang pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap guru dalam melaksanakan tugas dan fungsinya yang ditunjukkan dalam penampilan, perbuatan dan prestasi kerjanya. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, menegaskan bahwa penilaian kinerja guru adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan dan jabatannya. Pendekatan dalam Penilaian Kinerja Guru dan Kepala Sekolah yang dilaksanakan oleh Calon Pengawas Sekolah adalah Kolaboratif. Pada pendekatan ini baik calon pengawas maupun Kepala Sekolah bersama-sama, bersepakat untuk menetapkan proses, waktu, prosedur penyajian dokumen yang diperlukan dan instrumen PKKS dalam melaksanakan proses penilaian kinerja kepala sekolah. Perilaku calon pengawas adalah menginformasikan dan menjelaskan tujuan dan kriteria PKKS, mendengarkan masukan dari Kepala Sekolah dan Tim PKKS SDN Senduro 03, menilai kinerja Kepala Sekolah dan melakukan negosiasi. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan analisis hasil PKG juga adalah Kolaboratif. Pada pendekatan ini baik calon pengawas maupun Koordinator PKB dan Guru-guru SD Negeri Senduro 03 bersama-sama, bersepakat untuk menetapkan proses, waktu, prosedur penyerahan dokumen yang diperlukan dalam melaksanakan proses rekapitulasi dan analisis hasil PKG. Perilaku calon pengawas adalah menginformasikan dan menjelaskan tujuan dan komponen PKG

(58)

yang diperlukan mendengarkan masukan dari Tim PKB dan guru-guru SD Negeri Senduro 03 , rekapitulasi dan menganalisis hasil PKG.

b. Metode

Dalam pelaksanaan penilaian kinerja guru dan kepala sekolah ini, maka metode yang dipergunakan adalah :

1) Wawancara

Wawancara dimaksudkan adalah proses pengambilan data melalui komunikasi langsung dengan kepala sekolah atau guru yang dijadikan sumber dari sekolah untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan yang dipertanyakan pengawas dari penilaian kinerja tersebut

2) Pengamatan

Pengamatam adalah melihat langsung keadaan sekolah 3) Pemeriksaan/ Studi dokumen

Studi dokumen adalah pengambilan data dengan mengamati dan mempelajari dokumen yang tersedia di sekolah binaan

4) Angket / kuesioner

Sedangkan kuesioner/angket adalah pengambilan data melalui isian angket atau kuesioner yang disediakan pengawas. Kepala sekolah atau guru yang diberikan kewenangan untuk memberikan informasi. Angket ini disediakan sesuai kebutuhan khususnya untuk menilai kompetensi kepribadian kepala sekolah

5. Hasil Penilaian Kinerja

a. Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) 1) Materi/ Aspek PKKS

Komponen, sub Komponen, dan Indikator Penilaian Komponen penilaian kinerja kepala sekolah sesuai dengan instrumen PKKS di buku 2 PKG tahun 2010 kompetensi yang dinilai ada enam yang dapat diurai sebagai berikut:

 Kepribadian dan sosial

(59)

 Kepemimpinan

 Pengembangan sekolah

 Pengelolaan sumber daya

 Kewirausahaan

 Supervisi

Selain penilaian enam kompetensi yang dilakukan oleh asesor dalam hal ini adalah pengawas, penilaian kinerja kepala sekolah juga diperoleh dari penilaian peserta didik, orang tua dan juga guru. Tehnisnya sama dengan penilaian yang dilakukan terhadap guru.Nilai akhir PKKS didapatkan dari perkalian nilai total PKKS dengan persentase nilai kehadiran kepala sekolah selama satu tahun.

Tabel 7 Nilai akhir PKKS

No Nama

Nilai Nilai

Akhir Sebutan NPK

1 Eli Halimah,

S.Pd.SD

82,55. Baik 100%

Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa kepala sekolah mendapat nilai PKKS dengan predikat “Baik” Meskipun demikian, masih ada beberapa indikator pada setiap kompetensi dari kepala sekolah yang belum mencapai nilai maksimal terutama di kompetensi kepribadian dan sosial (PKKS 1) dan pengembangan sekolah (PKKS 3).

Kriteria kompetensi kepribadian dan sosial (PKKS 1) yang perlu ditingkatkan adalah:

a. Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dan tantangan sebagai kepala sekolah.

b. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

c. Tanggap dan peduli terhadap kepentingan orang atau kelompok lain.

(60)

Sedangkan kriteria kompetensi pengembangan sekolah (PKKS 3) yang perlu ditingkatkan adalah:

a. Menyusun rencana pengembangan sekolah/madrasah jangka panjang, menengah, dan pendek dalam rangka mencapai visi, misi dan tujuan sekolah/ madrasah.

b. Melaksanakan pengembangan sekolah / madrasah sesuai dengan rencana jangka panjang, menengah, dan jangka pendek sekolah menuju tercapainya visi, misi, dan tujuan sekolah.

c. Melakukan monitoring evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah / madrasah dengan prosedur yang tepat.

b. Menganalisis Hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) oleh Kepala Sekolah Sebelum melaksanakan analisis hasil penilaian PKG yang dilakukan Kepala Sekolah, calon pengawas merekap hasil penilaian kinerja guru yang diperoleh dari file PKG lampiran 1A. Hasil PKG dari 3 orang guru dianalisis skor yang diperoleh pada 14 kompetensi guru. Skor tertinggi setiap kompetensi adalah 4, sehingga jumlah skor maksimal dari 14 kompetensi adalah 56. Data analisis Penilaian Kinerja Guru diambil dari hasil penilaian kinerja guru oleh kepala sekolah dan diharapkan dengan bukti nyata dari analisis hasil penilaian kinerja guru oleh kepala sekolah dapat membantu guru agar mampu melakukan tugas dan kewajibannya serta menjaga perilaku yang positif. Ini bertujuan agar siswa mampu meraih kualitas yang maksial dalam proses pembelajaran.

Berikut hasil rekap penilaian kinerja guru oleh kepala sekolah di SD Negeri Senduro 03

Tabel 8 Daftar Temuan Analisis Hasil PKG

No Nama

Guru Temuan Fokus

Masalah

1 I’AH

ROI’AH, S.Ag

A. Kompetensi pedagogik perlu ada peningkatan terutama di indikator:

1. Mengenal karakteristik peserta

Guru harus fokus pada indikator

(61)

didik

2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik

3. Pengembangan potensi peserta didik

4. Penilaian dan evaluasi

B.

Kompetensi kepribadian perlu ada peningkatan terutama di indikator : Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan

C. Kompetensi profesional perlu ada peningkatan terutama di indikator :

Mengembangkan

keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif

menguasai teori belajar dan prinsip- prinsip

pembelajaran yang mendidik dengan cara mengembangk

an model

pembelajaran yang lebih bervariasi

2 LINDA

PUSPASA RI S.Pd

A. Kompetensi pedagogik perlu ada peningkatan terutama di indikator:

1. Mengenal karakteristik peserta didik

2. Kegiatan pembelajaran yang mendidik

3. Pengembangan potensi peserta didik

B. Kompetensi kepribadian perlu ada peningkatan terutama di indikator : 1. Menunjukkan pribadi yang

Guru belum merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran untuk

memunculkan daya kreativitas dan

kemampuan berfikir kritis peserta didik

(62)

dewasa dan teladan

2. Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru

C. Kompetensi sosial perlu ada peningkatan terutama di indikator 1. Bersikap inklusif, bertindak

obyektif, serta tidak diskriminatif

2. Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik, dan masyarakat

D. Kompetensi profesional perlu ada peningkatan di indikator:

Mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif

3 MAMAN

SUJATMAN, S.Pd

A. Kompetensi pedagogik perlu ada peningkatan terutama di indikator

1. Mengenal karakteristik peserta didik

2. Menguasai teori belajar dan prinsip pembelajaran yang mendidik

3. Pengembangan kurikulum 4. Pengembangan potensi peserta

didik

Guru perlu pengembangan diri dengan cara mengikuti pembimbingan dan pelatihan

dan aktif

melaksanakan PKB

(63)

5. Komunikasi dengan peserta didik

B. Kompetensi kepribadian perlu ada peningkatan terutama di indikator 1. Bertindak sesuai dengan

norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional 2. Etos kerja, tanggung jawab

yang tinggi, rasa bangga menjadi guru

C. Kompetensi sosial perlu ada peningkatan terutama di indikator

Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak

diskriminatif

(64)

54

HASIL ANALISIS PKG BERDASARKAN DATA DESEMBER 2020

Hasil menganalisis 5 penilaian kinerja guru SD Negeri Senduro 03 yang dilakukan kepala sekolah sebagai berikut : Tabel 9 Hasil Analisis PKG SDN Senduro 03

No Nama Guru

Kompetensi

Skor Nilai Predika

t Temuan Rekom

endasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1

0 1 1

1 2

1 3

14

1 I’ah Roi’ah, S.Ag 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 50 89,28 Baik

Pedagogik Perlu ditingk atkan

2 Linda Puspitasari, S.Pd 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 48 85,71 Baik

Pedagogik Sosial

Perlu ditingk atkan

3 Maman Sujatman, S.Pd 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 48 85,71 Baik

Pedagogik Kepribadi an

Perlu ditingk atkan

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Standar tersebut telah menjadi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, masing-masing dengan Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah, Nomor 13 Tahun 2007

Adapun penentu kinerja implementasi; (a) Standar dan Sasaran Kebijakan sesuai dengan 8 SNP dan sasarannya anak usia Sekolah Dasar yang memiliki tingkat IQ minimal 130; (b) Sumber

Kompetensi supervisi akademik berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 Tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah meliputi: 1 Memahami konsep, prinsip, teori

Kompetensi Supervisi Akademik berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah meliputi: 1 memahami konsep, prinsip, teori