BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pelaksanaan Penelitian
2. Pelaksanaan Pelatihan “ We are Excellent Team ”
Pelatihan “We are Excellent Team” dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2019 di ruang pelatihan rumah kolaborasi Kota Bogor. Sesuai kesepakatan dengan pihak manajemen, pelatihan dimulai pada pukul 13.00 WIB untuk menunggu karyawan bagian penjualan yang menjadi partisipan menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu. Kegiatan pelatihan “We are Excellent Team” diawali dengan perkenalan tim peneliti kepada peserta, kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan trainer dan doa bersama sebelum memulai kegiatan pelatihan. Masuk pada sesi pembukaan, trainer memulai pelatihan dengan menyampaikan kontrak belajar hingga disepakati bersama para peserta, dan dilanjutkan dengan pengisian lembar prates evaluasi pembelajaran. Selanjutnya, trainer memberikan gambaran umum mengenai kegiatan dalam pelatihan yang akan dijalankan. Trainer kemudia mengajak peserta untuk membentuk kelompok dan meminta peserta membuat yel-yel kelompok sebagai identitas timnya, kemudian memperagakannya. Tujuan dari pembuatan yel-yel tersebut selain untuk mencairkan suasana antar peserta yang baru pertama kali mengikuti kegiatan pelatihan, juga ditujukan untuk meningkatkan kekompakan peserta melalui pembentukan identitas kelompoknya. Berdasarkan hasil observasi, peserta dapat menikmati kegiatan tersebut dengan tertawa bersama sebelum memulai kegiatan belajar. Setelah masing-masing kelompok menunjukkan yel-yel kelompoknya, trainer memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan hal-hal yang dianggap kurang jelas sebelum memulai materi.
Mengawali sesi “Membangun tim I”, masing-masing kelompok diberi lembar kerja “Kami Adalah Tim”. Trainer lalu meminta tiap kelompok mendiskusikan
nama tim mereka, nama setiap anggota, tujuan yang ingin dicapai bersama dalam pelatihan, dan strategi mencapainya. Masing-masing peserta dalam tiap kelompok saling memberi respon dan pendapatnya saat proses pengerjaan lembar tersebut. Lembar kerja tersebut lalu dikumpulkan oleh peneliti dan ditempelkan di papan tulis terdekat pada masing-masing kelompok. Selanjutnya, trainer meminta setiap kelompok memberi presentasi singkat terkait identitas kelompoknya masing-masing. Kegiatan berlanjut dengan bermain “Sarung Ajaib”. Peserta diberikan arahan dan petunjuk permainan terlebih dahulu oleh trainer, kemudian mulai bermain. Masing-masing kelompok berupaya menjadi pemenang dalam permainan ini, sehingga suasana pelatihan menjadi penuh semangat. Setelah permainan berakhir, trainer mengajak peserta untuk melakukan debrief dilanjutkan dengan pemberian umpan balik. Trainer lalu menyampaikan materi pertama yang terkait dengan kerjasama tim secara umum dan pentingnya membangun kerjasama tim yang berkualitas. Sesi ini diakhiri dengan mengajak peserta melakukan review terhadap lembar kerja “Kami adalah Tim” yang telah diisi masing-masing kelompok, dan memberi umpan balik yang dihubungkan dengan materi kerjasama tim.
Pukul 14.30 WIB sesi selanjutnya sudah dapat dilaksanakan. Sesi ini merupakan sesi “Membangun tim 2” yang fokus pembahasannya adalah terkait cara membangun komunikasi interpersonal. Sesi ini diawali dengan melakukan simulasi yang menceritakan tentang cara karyawan berkomunikasi dalam situasi kerja. Masing-masing kelompok diberi kasus yang sama namun memiliki peran yang berbeda. Peran masing-masing peserta dituliskan di kertas kecil dan dimainkan bersama kelompoknya. Pada kegiatan simulasi ini, setiap peserta
saling mengamati peran yang dimainkan oleh kelompok lainnya. Setelah masing-masing kelompok bermain peran, trainer dan peserta mendiskusikan tentang komunikasi interpersonal yang dilakukan pada saat simulasi. Trainer dan peserta terlibat aktif dalam tanya jawab yang diantaranya membahas mengenai Kesulitan apa yang dirasakan pada proses berkomunikasi dalam tim saat simulasi dilakukan, hal-hal apa saja yang menghambat proses berkomunikasi dalam tim tersebut, dan bagaimana cara peserta mengatasi kendala dan kesulitan untuk membangun komunikasi. Trainer kemudian memberikan umpan balik dan penguatan kepada peserta terkait pentingnya memiliki komunikasi yang berkualitas dalam tim, selanjutnya menyampaikan materi tentang komunikasi interpersonal, keterbukaan dan sikap mendukung dalam komunikasi.
Sesi ketiga dimulai dengan bermain “Membangun Istana Megah”. Permainan ini ditujukan agar peserta mengetahui bentuk dukungan yang dibutuhkan untuk membuat kerjasama tim menjadi berkualitas. Trainer memberikan instruksi dan petunjuk permainan terlebih dahulu pada peserta, kemudian memulai permainan. Pada permainan ini, masing-masing kelompok berupaya membangun sebuah bangungan yang indah dan kokoh, serta menyelesaikannya dengan cepat. Setelah permainan selesai, trainer melakukan debrief bersama peserta dan melanjutkan pemberian materi tentang konsep dukungan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kerjasama tim. Sesi ini diakhiri dengan membagikan lembar “Catatan untuk Kami” kepada tiap kelompok. Semua peserta ditiap kelompok diminta menuliskan satu hal yang akan dilakukan untuk meningkatkan dukungannya dalam mencapai target kerja timnya sehari-hari. Lembar kerja tersebut dibawa dan ditempelkan di ruang kerja peserta sebagai bentuk komitmen
diri mereka dalam upaya meningkatkan kualitas kerjasama timnya. Peserta ditantang untuk merealisasikan sikap positif yang perlu dilakukan dalam waktu 30 hari agar setelah pelatihan selesai dilaksanakan, peserta mampu menjadi karyawan yang memiliki kemampuan bekerjasama dalam tim yang berkualitas.
Selama proses pelatihan dimulai hingga sesi ketiga berakhir, trainer memberi catatan-catatan tertentu pada tiap kelompok sesuai dengan dinamika yang terjadi selama proses permainan berlangsung. Pada setiap sesinya, trainer cukup berhasil membangun interaksi sehingga peserta ikut aktif mengutarakan pendapat serta mendiskusikan hal-hal apa saja yang penting untuk dimiliki dan dilakukan untuk mencapai kualitas kerjasama tim yang optimal. Trainer selalu memberikan penguatan positif bagi peserta yang berhubungan dengan kerjasama tim dan dikaitkan dengan kondisi kerja sehari-hari ditiap akhir sesi pelatihan.
Memasuki sesi penutupan yang menjadi sesi paling akhir dari rangkaian pelatihan, peserta diajak untuk mengulas materi yang telah disampaikan dan diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Kemudian, acara dilanjutkan dengan mengisikan lembar evaluasi reaksi dan pembelajaran untuk mengetahui hasil yang diperoleh peserta dari kegiatan pelatihan ini. Trainer dan tim peneliti memberikan apresiasinya atas kesediaan serta kerjasama peserta dalam mendukung pelaksanaan pelatihan ini. Penguatan untuk memiliki kerjasama tim yang berkualitas kembali diberikan dengan memberi semangat dan membagikan sebuah ID Card berisi kata-kata positif terkait kerjasama tim kepada setiap peserta.