• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI, PEMBAHASAN, DAN ANALISA DATA HASIL

E. Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter di dalam

motivasi belajar cukup berimbang dan tidak ada perlakuan khusus. d. Kondisi kedua kelas sama. Dalam hal ini dapat dilihat dari sarana

dan prasarana pengajaran yang lengkap serta keadaan siswa yang cukup berimbang dari sisi kondusifitas. Dilihat dari saat pengajaran suasana kelas tidak bising atau adanya gangguan dari siswa itu sendiri maupun luar kelas.

E. Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter di dalam Kelas

Setelah melihat kondisi awal pembelajaran peneliti dan guru melakukan diskusi singkat tentang pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan di dalam kelas. Setelah itu peneliti mengupayakan usaha untuk melaksanakan pendidikan karakter secara lebih intens di kelas VII A. Usaha yang dilakukan olehpeneliti antara lain meminta guru untuk menerapkan nilai karakter yang dirasa kurang saat pembelajaran sebelumnya. Tidak hanya itu peneliti juga mengupayakan kepada guru kelas untuk menggunakan pembelajaran berdasarkan RPP yang telah dibuat. Di bawah ini akan peneliti deskripsikan kegiatan pembelajaran di kelas VII A

sebagai kelas subjek penelitian yang akan menerima pembelajaran berbasis pendidikan karakter dan untuk kelas kontrol VII B menerima pembelajaran konvensional seperti biasa sehingga tidak perlu dideskripsikan kegiatan belajar mengajarnya. Sedangkan materi yang diajarkan adalah materi teori himpunan yang merupakan materi pengulangan dimana siswa telah diajarkan tentang teori himpunan sebelumnya. Penerapan pembelajaran berbasis pendidikan karakter di kelas VII A didekripsikan sebagai berikut:

1. Kegiatan Pembelajaran Tahap I a. Pertemuan Pertama

Kegiatan belajar dimulai pukul 07.00 pagi. Dimulai dengan guru yang masuk ke kelas tepat waktu yaitu pada pukul 06.55. Guru menunjukkan sikap disiplin dengan datang ke kelas tepat pada waktunya. Sebelum memulai pelajaran guru mengajak siswa untuk berdoa bersama dengan meminta salah satu siswa untuk memimpin doa. Dari hal ini guru menerapkan sikap religius dalam pembelajaran. Guru mengajak siswa untuk menyiapkan buku pelajaran dan perlengkapannya. Di awal pelajaran guru mengingatkan kembali materi terakhir tentang gabungan dan irisan himpunan. Guru memberikan permisalan gabungan himpunan melalui hal- hal yang ditemui sehari-hari. Misalkan di kandang Adi terdapat Ayam, Bebek, dan Itik sedangkan di kandang Sri ada Angsa dan Kalkun gabungan dari dua kandang itu adalah? Guru bertanya kepada siswa apa jawabannya. Siswa ingin menjawab serentak tapi guru mengingatkan bagi siswa yang ingin menjawab agar tunjuk jari. Dari hal ini dapat dilihat bahwa guru ingin mengembangkan sikap berani dan percaya diri dalam diri siswa.

Gambar 4.1. Siswa menjawab pertanyaan guru

Setelah siswa menjawab guru memberikan contoh soal mengenai irisan himpunan. Guru meminta siswa maju ke depan kelas tanpa ada paksaan. Siswa sendiri yang berinisiatif menjawab pertanyaan guru. Siswa menuliskan di depan kelas misalkan

= {1, 3, 5} dan = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7} irisan dari himpunan A dan B adalah = {1, 3, 5}. Ketika siswa mengerjakan didepan kelas beberapa siswa ada yang ribut sendiri guru langsung menenangkan dan memberi pengertian.

Setelah siswa selesai menjawab pertanyaan guru mengajak siswa lain melihat pekerjaan temannya sudah tepat atau belum.

Gambar 4.2. Siswa lain memberikan kritik pada temannya

Ada hal menarik saat kegiatan pembelajaran didalam kelas. Dalam beberapa kesempatan guru menyelipkan cerita motivasi kepada siswa ketika siswa mulai terlihat tidak bersemangat. Pada kesempatan itu guru menceritakan tentang seorang anak yang mengalami lumpuh namun mampu berprestasi dalam hal akademis. Guru ingin menunjukkan bahwa kekurangan tidak menjadi penghalang bagi setiap orang untuk mencapai cita-citanya. Dari yang peneliti amati, siswa juga mulai lebih aktif ketika sudah ada temannya yang maju ke depan kelas. Pembelajaran dilanjutkan dengan latihan soal yang diberikan oleh guru kelas. Guru meminta siswa untuk mengerjakannya secara berkelompok dengan anggota 2 orang. Guru memberikan batasan waktu 15 menit untuk mengerjakan soal.

Gambar 4.3. Siswa mengerjakan soal berkelompok

Setelah siswa mengerjakan soal guru bersama-sama mengajak siswa mengoreksi jawaban mereka. Disini guru mengajarkan nilai kejujuran dengan mengajak siswa mengoreksi jawaban secara mandiri. Setelah selesai mengoreksi jawaban siswa guru bertanya tentang kesulitan yang dihadapi siswa saat mengerjakan soal. Beberapa siswa bertanya langsung kepada guru tentang kesulitan mereka.

Pelajaran diakhiri dengan mengajak siswa untuk mengambil kesimpulan dari pelajaran di hari itu.

b. Pertemuan Kedua

Pelajaran dimulai pada pukul 11.20. Sebelum dimulainya pelajaran guru mengajak siswa untuk berdoa bersama-sama. Guru mengajak siswa untuk tenang karena masih ada beberapa siswa yang ribut sendiri. Setelah diingatkan situasi kelas menjadi agak tenang dan siswa mulai memperhatikan guru. Guru memulai pelajaran dengan mengajak siswa untuk mengingat kembali materi terakhir tentang gabungan dan irisan himpunan. Guru memberikan penjelasan tentang selisih himpunan di papan tulis. Selisih dua buah himpunan dan , dengan notasi − , adalah himpunan semua elemen dalam semesta yang merupakan anggota himpunan tetapi bukan anggota himpunan .Setelah memberikan penjelasan guru memberikan contoh soal selisih himpunan dan mengajak siswa mengerjakannya bersama-sama.

Guru mengajak siswa untuk mengerjakan soal dari buku paket, karena guru harus keluar sebentar menerima tamu. Dari yang peneliti cermati beberapa siswa masih ada yang sedikit ribut saat mengerjakan soal tapi masih dalam batas kewajaran. Disini guru kelas mencoba menerapkan nilai tanggung jawab kepada siswa. Bagaimana siswa dapat mengerjakan tugas yang diberikan meskipun sedang tidak diawasi.

Gambar 4.6. Siswa mengerjakan soal dari buku paket

Setelah guru kembali ke kelas, guru mengajak siswa untuk mengoreksi pekerjaan mereka bersama-sama. Guru menanyakan kepada siswa apakah ada kesulitan dalam mengerjakan soal. Karena tidak ada yang menjawab guru mengajak sisiwa untuk menyimpulkan pelajaran pada hari itu. Karena waktu yang sudah mulai habis guru memberikan tugas rumah kepada siswa dan meminta pada siswa untuk mengumplkannya minggu depan.

Dari kegiatan pembelajaran tahap I ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil oleh peneliti, yaitu

a. Kesiapan guru dalam mengajar di dalam kelas masih tampak seperti kondisi awal. Membawa perlengkapan pengajaran yang cukup lengkap seperti buku paket dan alat tulis. Guru lebih intens dalam mengajak siswa mengerjakan soal di depan kelas, meminta siswa untuk memberi kritik, dan mengajarkan siswa untuk lebih mandiri melalui kegiatan koreksi soal masing-masing. Disini guru juga mengajarkan kejujuran kepada siswa. Meskipun guru tidak memantau langsung hasil pekerjaan siswa, guru mempercayai siswanya. Dari yang peneliti lihat hal ini cukup untuk membangun sebuah pengalaman bagi siswa untuk berbuat jujur setidaknya untuk hasil pekerjaan sendiri. Guru juga memberikan motivasi saat pembelajaran yang memberi semangat tersendiri bagi siswa untuk mengikuti pelajaran.

b. Prestasi belajar subjek belum dapat peneliti lihat karena memang peneliti belum mengadakan tes kemampuan siswa terkait materi himpunan yang sejalan dengan materi yang sedang diajarkan. Hal ini dikarenakan peneliti menganggap tahap I ini merupakan sebuah tahapan untuk pemaparan pelajaran berbasis pendidikan karakter sehingga memerlukan proses untuk melihat hasilnya.

c. Kondisi subjek di dalam kelas cukup kondusif dalam memperhatikan pelajaran. Disini subjek III sempat terlibat dalam kelompok

berpasangan dimana mendapatkan bantuan dari rekannya dalam mengerjakan tugas yang diberikan sehingga menambah kemampuan pemahaman terhadap materi. Sedangkan subjek I memang dari awal memiliki pemahaman materi yang baik dan memiliki keaktifan lebih dibanding subjek lainnya sehingga tidak ada kesulitan berarti dalam kelas. Subjek II sudah mengalami peningkatan karena berani bertanya kepada guru dengan cara langsung maju ke depan kelas saat mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal yang diberikan.

d. Kondisi kelas tetap kondusif tidak ada gangguan berarti dari dalam kelas maupun dari luar kelas sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.

3. Kegiatan Pembelajaran Tahap II a. Pertemuan Pertama

Kegiatan belajar dimulai pada pukul 07.00. Guru mengajak siswa untuk berdoa sebelum memulai pelajaran. Pelajaran dimulai dengan mengingat kembali materi terakhir. Di kelas VII A materi telah sampai pada selisih himpunan. Guru mengajak siswa melihat kembali apa itu selisih himpunan.

Gambar 4.7. Guru bertanya kepada siswa

Setelah itu guru mengajak siswa untuk mengerjakan soal dari buku paket secara berkelompok beranggotakan 2 orang. Guru meminta siswa mengerjakan soal dengan teman sebelahnya saja dan mengingakan untuk mengerjakan soal dengan tenang. Siswa langsung mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Selama siswa mengerjakan tugas guru sedikit berkeliling untuk mengamati pekerjaan siswa dan memastikan siswa tidak ribut di dalam kelas.

Guru memberikan batasan waktu 15 menit untuk mengerjakan soal. Saat mengerjakan soal masih ada beberapa siswa yang kurang memahami materi bertanya langsung kepada guru.

Gambar 4.9. Siswa bertanya pada guru

Setelah waktu yang diberikan habis guru mengajak siswa untuk mengoreksi jawaban mereka bersama-sama. Guru menekankan kepada siswa untuk mengutamakan kejujuran dalam mengoreksi jawaban. Ketika memasuki pukul 12.00 guru menghentikan pelajaran sesaat dan mengajak siswa berdoa malaikat Tuhan dipandu melalui pengeras suara yang terdapat di dalam kelas. Setelah selesai berdoa guru bertanya tentang kesulitan siswa saat mengerjakan soal. Karena tidak ada yang bertanya guru menyudahi pelajaran dengan mengajak siswa menarik kesimpulan dari pelajaran hari itu.

Kegiatan pelajaran dimulai pada pukul 11.20. Pelajaran dimulai dengan berdoa bersama-sama dipimpin oleh seorang siswa. Guru mengajak siswa untuk menyiapkan buku dan perlengkapan belajar yang dibutuhkan.

Sebelum memulai pelajaran guru sempat berbasa-basi tentang cerita sebelum berangkat ke sekolah.Ajakan guru yang ramah kepada siswa merupakan awal komunikasi yang baik sebelum memulai pelajaran. Sebagai permulaan pembelajaran guru memberikan pengulangan materi gabungan, irisan, dan selisih himpunan. Guru mengajak siswa memberikan perhatian kepada saat menjelaskan di papan tulis.Di sini terlihat bahwa siswa menjadi lebih komunikatif dengan guru dan lebih berani untuk bertanya apabila ada kesulitan.

Gambar 4.10. Siswa memperhatikan guru

Guru juga menanamkan sikap kerja keras pada siswa dengan membiarkan siswa menemukan jawaban dari pertanyaan secara sendiri dulu tanpa harus dibantu. Peneliti juga mengamati bahwa siswa mengalami kemajuan dari sisi perhatian kepada guru, meskipun masih ada sedikit keributan namun hal tersebut tidak mengurangi konsentrasi belajar siswa secara signifikan.

Guru memberikan contoh soal di papan tulis karena beberapa siswa terlihat masih mengalami kesulitan. Guru memberikan soal jika

= 1 < < 20, ℎ � �� } dan = 1≤ ≤

10, ℎ � � }. Guru meminta siswa untuk mengerjakan di depan kelas. Sempat agak lama menunggu guru menawarkan kepada siswa. Akhirnya guru menunjuk salah satu siswa untuk mengerjakan di depan kelas. Guru meminta kepada siswa agar memperhatikan pekerjaan temannya di depan kelas dan tidak ribut sendiri.

Gambar 4.11. Siswa memperhatikan pekerjaan temannya

Setelah siswa yang diminta maju mengerjakan didepan kelas selesai mengerjakan guru mengajak siswa lainnya untuk mencermati pekerjaan temannya apakah sudah benar ataukah belum. Beberapa siswa menjawab benar dan guru memberikan ucapan terimakasih pada siswa yang telah maju ke depan kelas. Karena waktu jam pelajaran yang hampir habis, guru mengajak siswa melihat kembali apa yang mereka pelajari hari itu tentang irisan, gabungan, dan selisih

himpunan. Guru memberikan tugas rumah kepada siswa untuk bahan latihan. Sebelum pulang guru mengajak siswa berada pada sikap berdoa

3. Kesimpulan Pembelajaran Tahap II

Dari kegiatan pembelajaran tahap II ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil oleh peneliti, yaitu

a. Kesiapan guru dalam mengajar di dalam kelas cukup baik. Keperluan untuk pengajaran yang dibutuhkan sudah cukup lengkap meskipun adanya kekurangan media pembelajaran seperti model. Peneliti mengamati kekurangan ini dapat sedikit ditutupi dengan bagaimana guru mengajak siswa melihat contoh-contoh yang ada dalam kehidupan sehari-hari yang terkait dengan materi himpunan. Guru juga selalu mengajak siswa bersikap hening saat akan berdoa. Guru juga mengajak siswa untuk aktif menjawab pertanyaan yang diberikan di depan kelas meski pada akhirnya harus ada yang ditunjuk untuk maju ke depan kelas. Pada akhir pelajaran guru juga mengajak siswa berpikir kreatif dengan mengajak siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran.

b. Pada tahapan II ini peneliti melakukan kegiatan tes kepada subjek I, II, dan III di luar jam pelajaran kelas. Pada hari sebelumnya subjek juga melakukan tes serupa pada subjek kontrol dengan beban soal yang sama dengan subjek eksperimen penelitian. Pembahasan hasilnya dibahas pada sub bab tersendiri.

c. Kondisi subjek di dalam kelas sedikit berbeda dengan kondisi pada tahap I. Hal yang paling terlihat adalah subjek III yang mulai terbuaka untuk bertanya meski baru sebatas pada teman atau kepada observer maupun peneliti. Hal ini peneliti rasakan sebagai sebuah perkembangan karena yang peneliti lihat subjek III termasuk siswa yang agak pendiam. Subjek I dapat memperhatikan pelajaran dengan baik begitupun dengan subjek II yang cukup baik dalam memahami materi pelajaran.

d. Kondisi kelas tetap kondusif tidak ada gangguan berarti dari dalam kelas maupun dari luar kelas sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.

F. Analisis Data 1. Deskripsi Data

Deskripsi data merupakan hasil analisis yang didapat yakni mean, median, modus, simpangan baku, perolehan skor maksimum dan skor minimum. Hasil yang diperoleh dideskripsikan sebagai berikut:

a. Deskripsi data nilai kelas VII A pada tes awal (tes 1) dan tes akhir (tes 2)

Statistics nilaites1 nilaites2 N Valid 27 27 Missing 0 0 Mean 67.78 73.70 Median 70.00 70.00 Mode 70 70 Std. Deviation 16.718 13.053 Variance 279.487 170.370 Range 65 60 Minimum 30 40 Maximum 95 100 Sum 1830 1990

Tabel 4.1. Deskripsi Data Nilai Siswa Kelas VII A

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa:

 Rata-rata nilai kelas VII A pada tes 1 adalah 67,78 dan nilai pada tes 2 adalah 73,70.

 Median nilai kelas VII A pada tes 1 adalah 70,00 dan pada tes 2 adalah 70,00.

 Modus nilai kelas VII A pada tes 1 adalah 70,00 dan pada tes 2 adalah 70,00.

 Varians data nilai kelas VII A pada tes 1 adalah 279,487 dan pada tes 2 adalah 170,370.

 Range atau jarak nilai tertinggi dan terendah kelas VII A pada tes 1 adalah 65 dan pada tes 2 adalah 60.

 Nilai minimum kelas VII A pada tes 1 adalah 30 dan pada tes 2 adalah 40.

 Nilai maksimum kelas VII A pada tes 1 adalah 95 dan pada tes 2 adalah 100.

Berdasarkan tabel diatas terdapat peningkatan rata-rata nilai kelas VII A setelah mendapatkan pembelajaran berbasis pendidikan karakter dari awalnya 67,78 menjadi 73,70.

b. Deskripsi data nilai kelas VII B pada tes awal (tes 1) dan tes akhir (tes 2) Statistics nilaites1 nilaites2 N Valid 28 28 Missing 0 0 Mean 71.61 68.75 Median 70.00 65.00 Mode 70 65 Std. Deviation 10.279 11.990 Variance 105.655 143.750 Range 40 45 Minimum 50 45 Maximum 90 90 Sum 2005 1925

Tabel 4.2 Deskripsi Data Nilai Kelas VII B Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa:

 Rata-rata nilai kelas VII B pada tes 1 adalah 71,61 dan nilai pada tes 2 adalah 68,75.

 Median nilai kelas VII B pada tes 1 adalah 70,00 dan pada tes 2 adalah 65,00.

 Modus nilai kelas VII B pada tes 1 adalah 70,00 dan pada tes 2 adalah 65,00.

 Varians data nilai kelas VII B pada tes 1 adalah 105,655 dan pada tes 2 adalah 143,750.

 Range atau jarak nilai tertinggi dan terendah kelas VII B pada tes 1 adalah 40 dan pada tes 2 adalah 45.

 Nilai minimum kelas VII B pada tes 1 adalah 50 dan pada tes 2 adalah 45.

 Nilai maksimum kelas VII B pada tes 1 adalah 90 dan pada tes 2 adalah 90.

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa rata-rata nilai kelas kelas VII B mengalami penurunan dari awalnya 71,61 menjadi 68,75.

2. Pengujian Prasyarat Analisis a. Uji Normalitas

Uji normalitas data dilakukan dengan uji One-sample Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji normalitas data dapat dilihat sebagai berikut:

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

nilaites1 nilaites2

N 27 27

Normal Parametersa Mean 67.78 73.70

Std. Deviation 16.718 13.053

Most Extreme Differences Absolute .183 .241

Positive .114 .241

Negative -.183 -.178

Kolmogorov-Smirnov Z .948 1.254

Asymp. Sig. (2-tailed) .330 .086

a. Test distribution is Normal.

Tabel 4.3. Uji Normalitas Nilai Kelas VIIA

Berdasarkan tabel uji normalitas diatas diperoleh nilai Asymp. Sig (2-tailed) untuk nilai tes 1 adalah 0,330 dan untuk nilai tes 2 adalah 0,086. Nilai keduanya lebih besar dari taraf signifikasi 0,05 yang berarti data berdistribusi normal.

Uji Normalitas Nilai Kelas VII B

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

nilaites1 nilaites2

N 28 28

Normal Parametersa Mean 71.61 68.75

Std. Deviation 10.279 11.990

Most Extreme Differences Absolute .224 .230

Positive .169 .230

Negative -.224 -.199

Kolmogorov-Smirnov Z 1.183 1.217

Asymp. Sig. (2-tailed) .122 .104

a. Test distribution is Normal.

Berdasarkan tabel uji normalitas diatas, dapat dilihat bahwa nilai Asym. Sig (2- tailed) untuk nilai tes 1 adalah 0,122 dan nilai tes 2 adalah 0,104. Nilai keduanya lebih besar dari 0,05 sehingga data berdistribusi normal.

b. Uji Paired Sample T-Test

Uji paired sample t-test digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rata-rata antara dua kelompok sample yang berhubungan (berpasangan). Berarti sebuah sample tetapi mengalami dua perlakuan berbeda dimana dalam penelitian ini siswa kelas VII A yang sebelumnya menerima pembelajaran konvensional kemudian menerima pembelajaran berbasis pendidikan karakter. Berikut tabel hasil analisis data menggunakan SPSS:

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 Sebelum 67.78 27 16.718 3.217

Sesudah 73.70 27 13.053 2.512

Paired Samples Test

Pair 1

Sebelum - Sesudah

Paired Differences Mean -5.926

Std. Deviation 11.522 Std. Error Mean 2.217 95% Confidence Interval of the Difference Lower -10.484 Upper -1.368 T -2.672 Df 26

Paired Samples Test

Pair 1

Sebelum - Sesudah

Paired Differences Mean -5.926

Std. Deviation 11.522 Std. Error Mean 2.217 95% Confidence Interval of the Difference Lower -10.484 Upper -1.368 T -2.672 Df 26 Sig. (2-tailed) .013

Tabel 4.5. Hasil Uji Paired Sample T-Test Kelas VII A

Langkah-langkah pengujian sebagai berikut:  Menentukan hipotesis

Ho : Tidak ada perbedaan antara rata-rata nilai sebelum pembelajaran berbasis pendidikan karakter dengan rata-rata nilai sesudah pembelajaran berbasis pendidikan karakter.

H1 : Ada perbedaan rata-rata nilai sebelum pembelajaran berbasis pendidikan karakter dengan rata-rata nilai sesudah pembelajaran berbasis pendidikan karakter.

 Menentukan tingkat signifikasi

Pengujian dilakukan dengan uji dua sisi dengan taraf signifikasi 5%.  Menentukan t hitung

Dari tabel diatas t hitung adalah -2,672.  Menentukan t tabel

Tabel distribusi t dicari pada 5% : 2 = 2,5% = 0,025 (uji 2 sisi) dengan daerah kebebasan (df) n-1 atau 27-1 = 26. Dengan uji 2 sisi (taraf signifikasi 0,025) hasil t tabel adalah 2,056.

 Kriteria pengujian

Ho diterima jika –t tabel < t hitung < t tabel

Ho ditolak jika –t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel Berdasarkan probabilitas:

Ho diterima jika P value > 0,05 Ho ditolak jika P value < 0,05

 Membandingkan nilai t hitung dengan t tabel dan probabilitas Nilai –t hitung < -t tabel (-2,672 < -2,056) dan P value (0,013 < 0,05) maka Ho ditolak

 Kesimpulan

Oleh karena Ho ditolak maka ada perbedaan rata-rata nilai sebelum dan seudah pembelajaran berbasis pendidikan karakter. Dimana nilai rata-rata sesudah pembelajaran berbasis pendidikan karakter lebih tinggi.

Sebagai pembanding, peneliti juga melakukan uji paired sample t test pada nilai kelas VII B yang notabene memiliki prestasi akademis lebih baik dari kelas VII A. Nilai kelas VII B yang diuji tidak mendapatkan pembelajaran berbasis karakter. Berikut tabel hasil analisis data menggunakan SPSS:

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 nilaites1 71.61 28 10.279 1.943

nilaites2 68.75 28 11.990 2.266

Paired Samples Test

Pair 1

nilaites1 - nilaites2

Paired Differences Mean 2.857

Std. Deviation 2.864 Std. Error Mean .541 95% Confidence Interval of the Difference Lower 1.747 Upper 3.968 T 5.279 Df 27 Sig. (2-tailed) .000

Tabel 4.6. Hasil Uji Paired Sample T-Test Kelas VII B

Langkah-langkah pengujian sebagai berikut:  Menentukan hipotesis

Ho : Tidak ada perbedaan rata-rata nilai tes pertama dengan rata-rata nilai tes kedua.

H1 : Ada perbedaan rata-rata nilai tes pertama dengan rata-rata nilai tes kedua.  Menentukan tingkat signifikasi

Pengujian dilakukan dengan uji dua sisi dengan taraf signifikasi 5%  Menentukan t hitung

Berdasarkan tabel diatas t hitung adalah 5,279  Menentukan t tabel

Tabel didtribusi t dicari pada 5 % : 2 = 2,5% = 0,025 (uji 2 sisi) dengan daerah kebebasan (df) n-1 atau 28-1 = 27. Dengan uji 2 sisi (taraf signifikasi 0,025) hasil t tabel adalah 2,052.

 Kriteria pengujian

Ho diterima jika –t tabel < t hitung < t tabel

Ho ditolak jika –t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel Berdasarkan probabilitas:

Ho diterima jika P value> 0,05 Ho ditolak jika P value < 0,05

 Membandingkan nilai t hitung dengan t tabel dan probabilitas Nilai t hitung > t tabel (5,279 > 2,052) dan P value (0,000 < 0,05) maka Ho ditolak.

 Kesimpulan

Oleh karena Ho ditolak maka ada perbedaan rata-rata nilai tes pertama dengan nilai tes kedua. Dimana nilai tes pertama lebih tinggi daripada nilai tes kedua.

c. Uji Independent Sample T-Test

Uji independent sample t-test digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rata-rata antara dua kelompok sample yang tidak berhubungan. Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui apakah ada perbedaan nilai kelas VII A yang

telah mendapatkan pembelajaran berbasis karakter dengan nilai kelas VII B yang mendapatkan pembelajaran konvensional.

Berikut tabel hasil analisis data menggunakan SPSS: Group Statistics

Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

Nilai tes Kelas A 27 73.70 13.053 2.512

Kelas B 28 68.75 11.990 2.266

Independent Samples Test

Nilai tes Equal variances assumed Equal variances not assumed

Levene's Test for Equality of Variances

F .001

Sig. .972

t-test for Equality of Means T 1.467 1.464 Df 53 52.227 Sig. (2-tailed) .148 .149 Mean Difference 4.954 4.954 Std. Error Difference 3.378 3.383 95% Confidence Interval of the Difference Lower -1.821 -1.834 Upper 11.728 11.741

Tabel 4.7. Hasil Uji Independent Sample T-Test nilai Kelas VII A dengan kelas VII B

Sebelum dilakukan uji t test sebelumnya dilakukan uji kesamaan varian (homogenitas) dengan F test (Levene’s Test), artinya jika varian sama maka uji t menggunakan Equal Varriance Assumed(diasumsikan varian sama) dan jika

varian berbeda menggunakan Equal Variance Not Assumed (diasumsikan varian berbeda).

Langkah-langkah uji F adalah:

 Menentukan hipotesis

Dokumen terkait