• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2. Pelaksanaan Pembelajaran Daring

33 Noor Anisa Nabila, Pembelajaran Daring Di Masa Covid-19, Jurnal Pendidikan, Vol. 1 No. 1, 2020, hal 49

Pelaksanaan adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang, dan terperinci, implementasinya biasanya dilakukan setelah perencanaan seudah dianggap selesai. Secara sederhana pelaksanaan bisa diartikan penerapan. Menurut Majone dan Wildavsky dalam Pelaksanaan Pembelajaran Daring di Era Covid-19 mengemukakan pelaksanaan sebagai evaluasi. Browne dan Wildavsky mengemukakan bahwa pelaksanaan adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan.

Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kata pelaksanaan bermuara pada aktivitas, adanya interaksi, tindakan, atau mekanisme suatu sistem. Ungkapan mekanisme mengandung arti bahwa pelaksanaan bukan sekedar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan.

Pelaksanaan pembelajaran menurut Nana Sudjana di dalam Pelaksanaan Pembelajaran Daring di Era Covid-19 adalah proses yang diatur sedemikian rupa menuntut Langkah-langkah tertentu agar pelaksanaan mencapai hasil yang diharapkan. Sedangkan menurut Syaiful Bahri dan Aswan Zain pelaksanaan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif, nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan siswa. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yng telah dirumuskan sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai.

Pelaksanaan pembelajaran daring adalah segala aktivitas atau usaha yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik pada suatu lingkungan belajar dengan bantuan internet. Pelaksanaan pembelajaran daring adalah sistem pembelajaran

yang dilakukan secara online (tanpa tatap muka) dan dalam waktu yang fleksibel. Jadi dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring adalah berlangsungnya proses interaksi peserta didik dengan guru pada suatu lingkungan belajar melalui media internet.

Prinsip pelaksanaan pembelajaran daring dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Viru Disease (Covid-19), yaitu:

a) Keselamatan dan Kesehatan lahir bathin peserta didik, pendidik, kepala satuan pendidikan dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan pembelajaran daring.

b) Pembelajaran daring dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik,tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum

c) Pembelajaran daring dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, antara lain mengenai pandemic Covid-19

d) Materi pembelajaran bersifat inklusif sesuai dengan usia dan jenjang pendidikan, konteks budaya, karakter dan jenis kekhususan peserta didik.

e) Aktivitas dan penugasan dalam pembelajaran daring dapat bervariasi antar daerah, satuan pendidikan dan peserta didik sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses terhadap fasilitas pembelajaran daring

f) Hasil belajar peserta didik selama pembelajaran daring diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru tanpa harus memberi skor/nilai kuantitatif

g) Mengedepankan pola interaksi dan komunikasi yang positif antar guru dengan orang tua/wali.

Dalam pelaksanaan pembelajaran pembelajaran ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:

a. Metode yang digunakan pada pembelajaran daring

Metode dalam Bahasa arab dikenal dengan istilah Thariqah yang berarti langkah-langkah strategis dipersiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Bila dihubungkan dengan pendidikan, maka startegi tersebut haruslah diwujudkan dalam proses pendidikan, dalam rangka pengembangan sikap mental dan kepribadian agar peserta didik memahami materi ajar dengan mudah, efektif dan dapat dicerna dengan baik.

Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan oleh pendidik dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Dengan demikian, metode pembelajaran merupakan alat untuk menciptakan proses pembelajaran yang diharapkan.

Untuk melaksanakan proses pembelajaran suatu materi pembelajaran perlu difikirkan metode pembelajaran yang tepat. Ketepatan penggunaan metode pembelajaran tergantung pada kesesuaian metode pembelajaran dengan beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan penggunaan metode pembelajaran yaitu:

1) Kesesuaian metode pembelajaran dengan tujuan pembelajaran 2) Kesesuaian metode pembelajaran dengan materi pembelajaran 3) Kesesuaian metode pembelajaran dengan kemampuan guru 4) Kesesuaian metode pembelajaran dengan kondisi siswa

5) Kesesuaian metode pembelajaran dengan sumber dan fasilitas yang tersedia

6) Kesesuaian metode pembelajaran dengan situasi dan kondisi belajar mengajar

7) Kesesuaian metode pembelajaran dengan waktu yang tersedia 8) Kesesuaian metode pembelajaran dengan tempat pelajaran.

Sedangkan ciri-ciri metode yang baik untuk proses belajar mengajar antara lain:

1) Bersifat luwes, fleksibel dan memilih daya yang sesuai dengan watak murid dan materi

2) Bersifat fungsional dalam menyatukan teori dengan praktek dan mengantarkan murid pada kemampuan praktis

3) Tidak mereduksi materi, bahkan sebaiknya mengembangkan materi

4) Mengembangkan keleluasaan pada murid untuk menyatakan pendapat.

5) Mampu menetapkan guru dalam posisi yang tepat, terhormat dalam keseluruhan proses pembelajaran.34

Metode pembelajaran adalah seperangkat cara yang dilakukan guna mencapai tujuan tertentu dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran juga diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan dari pembelajaran akan memberikan arah kemana pembelajaran ini dilaksanakan untuk apa pembelajaran ini dilaksanakan.

Dengan segala sisi positif dan negatif yang dimiliki oleh pembelajaran daring, pelaksanaan pembelajaran tetap harus berpedoman pada tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran daring selama pandemi covid-19 yaitu:

1) Metode ceramah

Metode ceramah dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penurutan secara lisan atau penjelasan langsung kepada kelompok siswa. Metode ini terbilang mudah untuk dilaksanakan. Dalam hal ini pengajaran lebih menguasai kelas. Metode ini dapat dilakukan dengan memberikan penjelasan kepada pemelajar. Untuk membuat lebih menarik pengajar dapat membuat penjelasan materi dalam bentuk video pembelajaran. Keunggulan video pembelajaran yang dibuat oleh pengajar akan memudahkan pemelajar untuk

34 Siti Nur Aidah, Cara Efektif Penerapan Metode dan Model Pembelajaran, (Jogjakarta: KBM Indonesia, 2020) Hal 3-6

memahami materi pelajaran karena bisa diulang mempelajari apabila ada materi yang belum mengerti.

2) Metode diskusi

Metode diskusi adalah cara penyajian pelajaran, dimana peserta didik dihadapkan kepada suatu masalah, yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama. Metode ini sangat bagus digunakan untuk membuat pembelajaran menjadi kritis serta mendorong mereka untuk mengekspresikan ide dan pikirannya. Diskusi dapat dilaksanakan melalui video conference secara langsung dengan menggunakan zoom, google meet, webex dan aplikasi video conference lainnya. Diskusi juga dapat dilakukan degan saling berbalas komentar pada google classroom, komentar yang diberikan dalam bentuk tulisan.

3) Metode demosntrasi

Metode demostrasi dilakukan dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan kegiatan, baik secara langsung melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang disajikan. Kegiatan demonstrasi dapat langsung melalui aplikasi video conference ataupun dengan bantuan media video. Dalam hal ini pengajar dapat membuat video tentang mereka saat menjelaskan sesuatu.

4) Metode resitasi

Metode resitasi adalah salah satu metode dalam proses belajar mengajar dimana siswa dan guru memberikan tugas tertentu dan siswa mengerjakannya kemudian tugas tersebut dipertanggungjawabkan kepada guru.

Metode ini mengharuskan pemelajar untuk membuat resume dengan kalimat sendiri. Kelemahan saat pembelajaran daring adalah pengajar tidak dapat mengontrol pekerjaan yang dibuat oleh pemelajar, apakah benar-benar kata-kata sendiri atau copy paste.

5) Metode pemecahan masalah

Metode ini mengajarkan penyelesaian masalah dengan memberikan penekanan pada terselesaikannya suatu masalah secara menalar. Pembelajaran dapat diberikan soal lalu diminta untuk mencapi penyelesaiannya. Metode ini melatih pembelajar untuk berfikir kritis, mandiri dankreatif.

6) Metode discovery

Metode ini digunkan untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan. Melalui belajar penemuan, siswa juga bisa belajar berpikir analisis dan mencoba memecahkan sendiri masalah yang dihadapi. Metode ini meminta pemelajar untuk mencari sendiri materi yang akan dipelajari, metode ini melatih keterlibatan pebelajar secara aktif dalam proses pembelajaran.

7) Metode inquiry

Metode inquiry adalah suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, krisis, logis, analitis sehingga mereka dapat menemukan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Pengajar menjelaskan materi lalu pemelajar diberikan beberapa pertanyaan terkait materi yang dibahas. Pengajar dapat membantu pemelajar menjawab pertanyaan yang sulit

dipahami pemelajar. Di akhir pembelajaran, pemelajar membuat rangkuman materi.

35

b. Media pembelajaran daring

Media pembelajaran adalah adalah suatu alat perantara atau pengantar yang berfungsi untuk menyalurkan pesan atau informasi dari guru kepada siswa agar efektivitas dan efesiensi proses pembelajaran tercapai. Media pembelajaran dapat berbentuk perangkat lunak maupun perangkat keras.36

Media teknologi pembelajaran jarak jauh yang dapat digunakan antara lain, aplikasi zoom, google classroom, TVRI, WhatsApp group, Google meet dan lain sebagainya. Selain itu, kemendikbud juga juga mempunyai portal belajar belajar sendiri, yaitu Rumah Belajar yang dapat diakses secara gratis.37

1) Zoom adalah salah satu satunya aplikasi yang dapat digunakan dengan cara melakukan pembelajaran secara virtual, aplikasi zoom dapat mempertemukan antara pereta didik dengan pengajar secara virtual atau video sehingga proses pembelajaran dapat tersimpulkan secara baik.

2) Google Class merupakan ruang kelas yang disediakan oleh google, dalam google classroom pengajar dapat lebih mudah membagikan materi maupun tugas yang telah di golongkan ataupun disusun bahkan pada google classroom pengajar dapat memberi waktu pengumpulan tugas sehingga peserta didik tetep diajarkan disiplin dalam mengatur waktu.

35 Noor Anisa Nabila, Pembelajaran Daring Di Masa Covid-19, Hal 49-51

36 Hari Antoni dan Jasmienti dkk, Implementasi Teknologi Virtual Reality Pada Media

Pembelajaran Perakitan Komputer, Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika: Janapati,

Vol. 9, No. 1, 2020, hal 85

37 Handion Wijoyo dkk, Efektivitas Proses Pembelajaran Di Masa Pandemi, (Solok: Insan Cendia Mandiri,2021) Hal, 23

3) Whatsapp adalah aplikasi yang sangat popular saat ini, apikasi Whatsapp ini merupakan aplikasi gratis yang mudah digunakan dan telah menyediakan fitur enkripsi yang membuat komunikasi menjadi aman. Whatapp adalah aplikasi untuk melakukan percakapan baik dengan menirim teks, suara maaupun video, whatsapp merupakan aplikasi yang paling diminati masyarakat dalam berkomunikasi melalui internet.

4) Youtube merupakan aplikasi untuk mengupload video, youtube banyak digunakan untuk berbagai video, dimana youtube kini juga digunakan dalam pembelajaran. Youtube adalah salah satu media yang menunjang pembelajaran berbasis internet atau online yang dapat memvisualisasikan teknik dan materi pembelajaran yang baik melalui youtube.

5) Penggunaan Whatsaap, Google Class, digunakan secara baik dalam menyampaikan informasi, materi ataupun penugasan, dan zoom juga sangat bermanfaat dalam menyampaikan materi secara tatap muka secara virtual, peserta didik dan pengajar dapat berinteraksi dengan baik serta adanya feedback antara peserta didikpeserta didik dan pengajar dalam pembelajaran sehingga pembelajaran lebih menyenagkan dan materi juga tersampaikan kepada peserta didik degan baik dan dapat diserap dengan mudah walaupun pengguna pelaksanaan pembelajaran secara online ini cukup mahal namun baik peserta didik maupun pendidik dapat mengambil manfaat yang sangat besar dari pelaksanaan pembelajaran online ini

yaiu pembelajaran online yang relative mahal ini bisa menggantikan biaya transformasi peserta didik maupun pendidik saat harus dating ke kelas. 38

Secara yuridis pembelajaran jarak jauh (PJJ) merupakan pola pembelajaran yang berlangsung dengan adanya keterpisahan antara guru dan anak didik. Mendikbud UU Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 15 pendidikan jarak jauh merupakan pendidikan yang anak didik terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi dan komunikasi dan media lain. Pembelajaran jarak jauh juga dikenal dengan E-Learning.

E-Learning merupakan aplikasi tercipta untuk mengatasi keterbatasan antara pendidik dan anak didik, terutama dalam hal ruang dan waktu, dengan E-Learning pendidik dan anak didik tidak harus berada dalam satu dimensi ruang dan waktu dan pembelajaran dapat berjalan dan mengabaikan kedua hal tersebut.

Dalam membuat pembelajaran daring digunakan sebagai alat untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas pembelajaran. Media pembelajaran dipergunakan untuk mencapai tujuan seperti membuat jelas pesan secara visual sehingga tidak terlalu verbal. Mengatasi keterbatasan ruang, menimbulkan semangat dalam belajar, memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungan mereka dan kenyataan dilapangan, serta memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar mandiri berdasarkan kemampuan dan minat mereka.

38Meda Yuliani, Pembelajaran Daring Untuk Pendidikan: Teori Dan Penerapan (Yayasan Kita Menulis, 2020) Hal, 6-7

Pembelajaran yang dilakukan dirumah memudahkan orang tua dalam me monitoring atau mengawasi secara langsung terhadap perkembangan belajar anak. Orang tua mempunyai tugas untuk membimbing anak supaya dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Komunikasi yang intensif dibutuhkan anak didik baik antara guru dengan siswa, siswa dengan orang tua, maupun guru dengan orang tua untuk selalu sejalan dalam membimbing kegiatan belajar siswa di rumah.39

c. Penilaian Hasil Belajar Pembelajaran Daring

Secara umum proses pembelajaran terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahapan persiapan, pengajaran, dan evaluasi (penilaian hasil belajar). Ketiga proses tersebut tersebut harus dilewati dengan sebaik mungkin guna menghasilkan pembelajaran yang bermutu dan terukur tingkat kemajuan dan ketuntasannya.

Penilaian merupakan proses pegumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dalam ranah sikap (spriritual dan sosial), ranah pengetahuan, dan ranah ranah keterampilan yang dilakukan secara terancana dan sistematis, selama dan setelah proses pembelajaran suatu kompetensi muatan pembelajaran untuk ukuran waktu tertentu. Penilaian hasil belajar berperan membantu peserta didik mengetahui capaian pembelajaran (learning outcomes) memperoleh informasi tentang kelemahan dan kekuatan pembelajaran dan belajar. Ada tiga pendekatan dalam penilaian yaitu sebagai berikut:

1) Penialain akhir pembelajaran (assessment of learning)

39 Handion Wijoyo dkk, Efektivitas Proses Pembelajaran Di Masa Pandemi,…. Hal, 24

Penialaian ini merupakan penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai. Proses pembelajaran tidak selalu terjadi di akhir tahun atau di akhir peserta didik menyelesaikan pendidikan pada jenjang tertentu. Setiap pendidikan melakukan penilaian yang dimaksudkan untuk memberikan pengakuan terhadap pencapaian hasil belajar setelah proses pembelajaran selesai, yang berarti pendidik tersebut melakukan assessment of learning.

2) Penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning).

Penilain ini dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan bisanya digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses belajar mengajar. Pada assessment for learning pendidik memberikan umpan balik terhadap proses belajar peserta didik, memantau kemanjauan, dan menentukan kemajuan belajarnya. Assessment for learning juga dapat dimanfaatkan oleh pendidik untuk meningkatkan performa peserta didik. Penugasan, presentasi, proyek, termasuk kuis merupakan contoh-contoh bentuk assessment for learning (penilaian untuk proses pembelajaran).

3) Penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning)

Penilaian ini mempunyai fungsi yang mirip dengan assessment for learning, yaitu berfungsi sebagai formatif dan dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung. Perbedaannya, assessment as learning melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut. Peserta didik diberi pengalaman untuk belajar menjadi penilai bagi dirinya sendiri.40

40 Albert Efendi Pohan, Konsep Pembelajaran Daring Berbasis Pendekatan

Dokumen terkait