BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2) Pelaksanaan Pembelajaran pada Kelas Kontrol
a. Kegiatan Awal (15 menit):
1. Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing untuk menumbuhkan jiwa religius.
2. Mengabsen siswa dan mengkondisikan siswa untuk melakukan pre-test sebagai wujud kedisiplinan. 3. Penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan pre-test. 4. Guru menjelaskan mekanisme model pembelajaran
STAD dan membentuk kelompok. 5. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
6. Guru memberikan motivasi belajar kepada siswa.
b. Kegiatan Inti (68 menit)
Eksplorasi:
1. Siswa duduk sesuai dengan kelompoknya.
2. Guru menjelaskan materi jurnal penutup dan jurnal pembalik secara urut sehingga dapat meningkatkan
rasa ingin tahu, tanggung jawab, mandiri dan kreatif.
Elaborasi:
1. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD.
2. Melakukan pre-test Konfirmasi:
1. Guru memberikan pertanyaan secara lisan terkait materi dan menunjuk secara acak siswa untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hal ini bertujuan untuk
melatih keberanian siswa dalam menyampaikan pendapatnya dalam sebuah forum.
2. Guru mengklarifikasi jawaban siswa dan memberikan pujian bagi siswa yang dapat menjawab dengan tepat. 3. Kegiatan Penutup (7 menit)
Menutup pelajaran dan memberi tahu materi yang akan dibahas pertemuan berikutnya.
ertemuan 2 (2x45 menit)
1.Persiapan
Dalam tahap ini guru mempersiapkan sumber belajar yang akan digunakan, antara lain menyusun perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar pembelajaran, menyiapkan soal.
2. Pelaksanaan
a. Kegiatan Awal (5 menit):
1. Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing untuk menumbuhkan jiwa
religius dilanjutkan dengan mengabsen siswa sebagai wujud kedisiplinan.
2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
3. Guru memberikan motivasi belajar kepada siswa.
b. Kegiatan Inti (75 menit)
Eksplorasi
1. Siswa duduk sesuai dengan materinya.
2. Guru menjelaskan secara singkat materi jurnal penutup dan pembalik sehingga dapat meningkatkan rasa ingin tahu, tanggung jawab, mandiri, dan kreatif.
Elaborasi
1. Pelaksanaan pembelajaran dengan model kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD), tentang materi jurnal penutup dan jurnal pembalik.
2. Siswa dalam kelompok mengerjakan tugas diskusi yang diberikan oleh guru. Hal ini bertujuan untuk melatih siswa dalam bekerja sama dengan siswa lain dan menumbuhkan rasa tanggung jawab.
diskusi siswa.
4. Guru memberikan kuis kepada siswa dan memastikan siswa mengerjakan kuis tersebut secara individu.
Konfirmasi
1. Guru menunjuk kelompok mana yang siap untuk mempresentasikan jawabannya dan kelompok yang lain menanggapi. Hal ini bertujuan untuk melatih keberanian siswa dalam menyampaikan pendapatnya dalam sebuah forum.
2. Guru mengklarifikasi jawaban siswa.
3. Kegiatan Penutup (10 menit)
1. Guru melakukan refleksi terkait pembelajaran dan menyampaikan materi pertemuan selanjutnya.
2. Guru mengajak semua siswa berdoa untuk mengakhiri pelajaran.
Pertemuan 3 (2x45 menit)
1. Persiapan
Dalam tahap ini guru mempersiapkan sumber belajar yang akan digunakan, antara lain menyusun perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar pembelajaran, menyiapkan soal post-test.
2. Pelaksanaan
a. Kegiatan Awal (10 menit)
1. Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing untuk menumbuhkan jiwa
religius dilanjutkan dengan mengabsen siswa sebagai wujud kedisiplinan.
2. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya mengenai materi jurnal penutup dan jurnal pembalik.
3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
4. Guru menyuruh siswa duduk sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan pada pertemuan sebelumnya
5. Guru memberikan motivasi belajar kepada siswa.
b. Kegiatan Inti (70 menit)
Eksplorasi
pembalik secara singkat. Elaborasi
1. Pelaksanaan pembelajaran dengan model kooperatif tipe STAD.
2. Siswa secara kelompok mengerjakan tugas diskusi yang diberikan oleh guru. Hal ini bertujuan untuk melatih siswa dalam bekerja sama dengan siswa lain dan menumbuhkan rasa tanggung jawab.
3. Guru membimbing siswa dalam mengerjakan tugas diskusi siswa.
4. Guru memberikan kuis kepada siswa.
5. Guru memastikan siswa tidak bekerja sama dalam mengerjakan kuis.
6. Melakukan post-test. Konfirmasi
1. Guru menunjuk kelompok mana yang siap untuk mempresentasikan jawabannya dan kelompok yang lain menanggapi.
2. Guru mengklarifikasi jawaban siswa.
3. Kegiatan Penutup (10 menit)
Guru memberikan penghargaan kepada kelompok dengan skor tertinggi. Guru mengakhiri pelajaran dan mengucapkan salam.
Sumber: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen (lampiran 14) b. Pelaksanaan Kelas Kontrol
Pelaksanaan pembelajaran pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional akan disajikan dalam tabel 3.6,
Tabel 3.6 Tahap Pembelajaran Kelas kontrol Pertemuan 1 (2x45
menit)
1. Persiapan
Dalam tahap ini guru mempersiapkan sumber belajar yang akan digunakan antara lain menyusun perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) dan soal pre test yang akan dikerjakan.
2. Pelaksanaan
a. Kegiatan Awal (10 menit):
1. Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing untuk menumbuhkan jiwa religius.
2. Mengabsen siswa dan mengkondisikan siswa untuk melakukan pre-test sebagai wujud kedisiplinan. 3. Penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan pre-test.
b. Kegiatan Inti (70 menit)
Melakukan pre-test. Eksplorasi:
Guru menjelaskan materi jurnal penutup dan jurnal pembalik pada perusahaan jasa sehingga dapat meningkatkan rasa ingin tahu, tanggung jawab, mandiri, dan kreatif.
Elaborasi:
Guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai materi jurnal penutup dan jurnal pembalik Hal ini bertujuan untuk melatih keberanian siswa dalam menyampaikan pendapatnya dalam sebuah forum. Konfirmasi:
Guru mengklarifikasi jawaban siswa dan memberikan pujian bagi siswa yang dapat menjawab dengan tepat..
c. Kegiatan Penutup (10 menit)
Menutup dan memberi tahu materi yang akan dibahas pertemuan berikutnya.
Pertemuan 2 (2x45 menit)
1. Persiapan
Dalam tahap ini guru mempersiapkan sumber belajar yang akan digunakan antara lain menyusun perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), soal latihan yang akan digunakan.
2. Pelaksanaan
a. Kegiatan Awal (10 menit)
1. Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing untuk menumbuhkan jiwa religius dilanjutkan dengan mengabsen siswa sebagai wujud kedisiplinan.
2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
3. Guru memberikan motivasi belajar kepada siswa.
b. Kegiatan Inti (70 menit)
Eksplorasi
Guru menjelaskan secara singkat materi tentang jurnal penutup dan jurnal pembalik sehingga dapat meningkatkan rasa ingin tahu, tanggung jawab, mandiri, dan kreatif.
Elaborasi
1. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa terkait materi yang diajarkan.
2. Guru memberikan latihan soal pada siswa. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Konfirmasi
1. Guru menyuruh beberapa siswa maju ke depan untuk mengerjakan soal yang telah diberikan oleh guru. Hal ini bertujuan untuk melatih keberanian siswa dalam menyampaikan pendapatnya dalam sebuah forum. Guru mengklarifikasi jawaban siswa.
1. Guru menyuruh siswa untuk mempelajari materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.
2. Guru mengajak semua siswa berdoa untuk mengakhiri pelajaran.
Pertemuan 3 (2x45 menit)
1. Persiapan
Dalam tahap ini guru mempersiapkan sumber belajar yang akan digunakan antara lain menyusun perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),soal post-test yang akan digunakan.
2. Pelaksanaan
a. Kegiatan Awal (10 menit)
1. Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing untuk menumbuhkan jiwa religius dilanjutkan dengan mengabsen siswa sebagai wujud kedisiplinan.
2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran b. KegiatanInti (75 menit)
Eksplorasi
Guru menjelaskan kembali materi jurnal penutup dan jurnal pembalik untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, tanggung jawab, mandiri, dan kreatif.
Elaborasi
1. Guru memberikan latihan soal pada siswa. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab.
2. Post-test Konfirmasi
1. Guru meminta beberapa siswa maju ke depan untuk mengerjakan soal yang telah diberikan oleh guru. Hal ini bertujuan untuk melatih keberanian siswa dalam menyampaikan pendapatnya dalam sebuah forum. 2. Guru mengklarifikasi jawaban siswa.
Guru mengajak semua siswa berdoa untuk mengakhiri pelajaran.
Sumber: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol (Lampiran 14) 3. Tahap Evaluasi
Tahap evaluasi yaitu mengevaluasi hasil belajar siswa, baik pembelajaran di kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Pelaksanaan pre test dan post test pada kedua kelas dengan soal yang sama. Kemudian, hasil dari evaluasi tersebut dibandingkan dengan uji parametrik, antara lain uji paired sample t tes untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) efektif dalam meningkatkan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dempet Tahun Pelajaran 2012/2013. Selain itu, dilakukan pula uji independent sample t tes untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) dapat meningkatkan hasil belajar siswa lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan model konvensional ceramah pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dempet tahun pelajaran 2012/2013.
3.5 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu: 1. Metode Tes
Metode tes digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar siswa dengan mengadakan tes pada materi jurnal penutup dan jurnal pembalik sebelum (Pre test) dan sesudah perlakuan (treatment) (Post test). Data hasil
post test yang diperoleh untuk mengetahui apakah rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar kelompok kontrol. 2. Metode Observasi
Metode observasi ini digunakan untuk mengetahui dan menilai aktivitas siswa dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) pada kelas eksperimen dan pelaksanaan pembelajaran konvensional ceramah pada kelas kontrol. Lembar observasi berisi indikator- indikator yang menunjukkan keaktifan siswa selama pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) dan konvensional ceramah.
3.6 Analisis Instrumen Penelitian 3.6.1 Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrument dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel secara tepat (Suharsimi, 2010:211). Jadi, soal dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Pengujian validitas butir soal menggunakan SPSS 16 Pearson Bivariate. Pengujian ini menggunakan uji dua sisi dengan taraf kepercayaan 95% dan α 5% dengan kriteria jika nilai Sig. (2-tailed) > 0,05 maka instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dikatakan valid). Hasil perhitungan validitas soal ditunjukkan pada Tabel 3.7.
Tabel 3.7 Distribusi Validitas Item Soal
Aspek Yang Diukur
Nomor Item Soal Yang Valid
Jumlah Item Soal Yang Valid
Nomor Item Soal Yang Tidak Valid Jumlah Item Soal Yang Tidak Valid Pengetahuan (C1) 1, 2, 21, 22, 30 5 Soal - 0 Soal Pemahaman (C2) 4, 14, 3, 7, 5, 6, 8, 9, 19, 20, 23, 24, 26, 28, 25, 39, 27, 40 18 soal - 0 Soal Penerapan (C3) 10, 15, 12, 17, 11, 16, 13, 18, 33, 37, 32, 35, 36, 31, 34, 38, 29 17 Soal - 0 soal
Sumber: Data penelitian yang diolah tahun 2013 (lampiran 19)
Tabel 3.5 diketahui bahwa dari 40 item soal yang diuji cobakan, sebanyak 40 dinyatakan valid. Sebenarnya pada uji coba soal pertama ada 5 soal yang tidak valid yaitu soal nomor 5, 22, 29, 32 dan 35. Soal yang tidak valid dalam penelitian ini tidak langsung tidak dipergunakan dalam penelitian, karena kemungkinan penyebab ketidakvalidan instrumen tersebut adalah kesalahan dalam penyusunan soal. Soal yang tidak valid diperbaiki dengan menyempurnakan bahasa atau dengan mengganti alternatif jawaban kemudian
diuji cobakan lagi sampai didapatkan semua soal valid. Soal yang sudah valid kemudian dijadikan pretest dan post test.
3.6.2 Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah ketepatan atau keajegan suatu alat ukur dalam mengukur apa yang diukur. Artinya kapanpun alat ukur tersebut digunakan akan memberikan hasil ukur yang sama (Suharsimi, 2010:221). Reliabilitas menunjukkan pada tingkat keterandalan suatu instrumen dalam mengumpulkan data. Untuk menentukan reabilitas suatu soal dilakukan dengan menggunakan program SPSS 16 Scale Reliability Analyze. Soal dikatakan memilki reliabel yang baik jika nilai lebih besar dari 0,60. Hasil perhitungan reliabilitas soal dengan SPSS 16 Cronbach’s Alphadiperoleh hasil 0,743>0,60. Sehingga dapat disimpulkan bahwa soal tersebut reliabel. Hasil uji reliabilitas disajikan dalam Tabel 3.8,
Tabel 3.8 Hasil Uji Reliabilitas Soal
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items
.743 .930 41
Sumber: Data penelitian yang diolah tahun 2013 (lampiran 20)
3.6.3 Uji Daya Pembeda
Uji daya beda soal bertujuan untuk mengetahui kesanggupan soal tersebut dalam membedakan siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai. Artinya, jika soal dikerjakan siswa yang pandai maka hasilnya akan
menunjukkan prestasi yang tinggi dan apabila soal dikerjakan pada siswa yang berkemampuan rendah maka hasilnya akan rendah (Suharsimi, 2009:211). Rumus untuk mencari D menurut Suharsimi (2009:213) adalah:
B A B B A A P P J B J B D Keterangan:
J = Jumlah peserta tes A
J = Banyaknya peserta kelompok atas B
J = Banyaknya peserta kelompok bawah A
B = Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal benar B
B =Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal benar A
P = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab soal benar B
P = Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab soal benar
Klasifikasi daya pembeda soal menurut Suharsimi (2009:218) sebagai berikut:
D : 0,00 – 0,20 = Jelek (Poor)
D : 0,21 – 0,40 = Cukup (Satisfactory) D : 0,41 – 0,70 = Baik (Good)
D : 0,71 – 1,00 = Baik Sekali (Exellent)
Hasil uji coba soal yang telah dilakukan yaitu dari 40 item soal yang dinyatakan valid terdapat 9 soal dengan kriteria daya beda baik, dan 31 soal dengan kriteria cukup. Rincian distribusi soal berdasarkan daya pembedanya disajikan pada tabel 3.9,
Tabel 3.9 Distribusi Daya Pembeda Soal
Daya Pembeda Soal Nomor Item Soal
Baik 3, 8, 13, 16, 19, 23, 26, 28, 30
Cukup 1, 2, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 17, 18, 20, 21, 22, 24,
25, 27, 29, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40 Sumber: Data penelitian yang diolah tahun 2013 (lampiran 23)
3.6.4 Uji Tingkat Kesukaran Soal
Soal yang baik menurut Suharsimi (2009:207) adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sukar. Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha untuk memecahkannya. Sebaliknya soal yang terlalu sukar akan menyebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak mempunyai semangat untuk mencoba lagi karena diluar jangkauannya. Rumus untuk mencari P menurut Suharsimi (2009:209) adalah :
JS B P
Keterangan:
P = Indeks Kesukaran
B = Banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan betul JS = Jumlah seluruh siswa peserta tes
Klasifikasi indeks kesukaran soal menurut Suharsimi (2009:210), adalah:
a. Soal dengan P 0,00 sampai 0,30 adalah soal sukar b. Soal dengan P 0,30 sampai 0,70 adalah soal sedang c. Soal dengan P 0,70 sampai 1,00 adalah soal mudah
Klasifikasi yang ditetapkan oleh Suharsimi menimbulkan kerancuan, sehingga diklasifikasikan indeks kesukaran soal sebagai berikut:
a. Soal dengan 0,00<P<0,30 adalah soal sukar b. Soal dengan 0,30<P<0,70 adalah soal sedang c. Soal dengan 0,70<P<1,00 adalah soal mudah
Hasil dari uji tingkat kesukaran soal menyatakan bahwa dari 40 soal yang dinyatakan valid, sebanyak 17 soal dengan kategori mudah, 14 soal dengan kategori sedang, dan 10 soal dengan kategori sukar. Rincian distribusi soal berdasarkan tingkat kesukarannya disajikan pada Tabel 3.10,
Tabel 3.10 Distribusi Tingkat Kesukaran Soal
Tingkat Kesukaran Soal Nomor Soal
Mudah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 20, 21 , 24, 25
Sedang 5, 7, 13, 17, 18, 19, 23, 25, 30, 31, 33, 36, 38, 39
Sukar 22, 26, 27, 28, 29, 32, 34, 35, 37, 40
Sumber: Data penelitian yang diolah tahun 2013 (lampiran 23)
3.7 Metode Analisis Data 3.7.1 Analisis Data Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis dan mendeskripsikan data non tes yaitu hasil pengamatan aktivitas siswa. Data hasil observasi disajikan untuk melihat penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sudah diterapkan dengan baik apa belum pada pembelajaran akuntansi pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik di kelas eksperimen maupun kelas kontrol.
Data aktivitas siswa diperoleh dari lembar pengamatan, dengan pengamatan secara klasikal pada aktivitas siswa kemudian diklasifikasi dan
diskoring. Menurut Sudjana (2002:47) menyatakan bahwa dalam menentukan banyak kelas interval yang sering diambil paling sedikit 5 kelas dan paling banyak 15 kelas, dipilih menurut keperluan. Dalam kriteria keaktivan kelas pada penelitian diambil 5 kelas. Adapun klasifikasi dan skoring sebagai berikut: 1 = Tidak aktif 2 = Kurang aktif 3 = Cukup aktif 4 = Aktif 5 = Sangat aktif
Skor yang telah diperoleh kemudian dihitung untuk mendapatkan nilai persentase yang akan menunjukkan kriteria keaktifan siswa. Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
Keterangan:
Persentase = tingkat persentase yang dicapai
n = nilai yang diperoleh
N = jumlah seluruh nilai
Deskripsi persentase yang diperoleh digunakan untuk menentukan kriteria keaktifan siswa, sehingga dibuat tabel kriteria yang disusun dengan perhitungan sebagai berikut:
Nilai = x 100%
Nilai = x 100% = 100 % 2. Menentukan persentase skor minimal
Nilai = x 100%
Nilai = x 100% = 20 %
3. Menentukan rentang persentase yang diperoleh dengan cara mengurangi persen tertinggi dengan persen terendah, yaitu 100% - 20% = 80%.
4. Menetapkan interval kelas persentase. Interval dapat diperoleh dengan membagi rentang dengan jumlah jenjang skor yang telah ditetapkan. sehingga dapat diperoleh: 80% : 5 = 16
Pada penelitian ini, skor maksimal 100%, interval 16 dan skor minimal 20%. Jika dibuat kriteria keaktifan siswa dengan menggunakan interval presentase lima kelas skor maksimalnya tidak bisa mencapai 100%, yaitu hanya mencapai 99%. Sehingga dalam penentuan skor tertinggi agar bisa mencapai 100% harus ditambah 1 angka. Intervalnya juga ditambah 1 menjadi 17, sehingga skor minimalnya menjadi 16%, bukan 20%.
Tabel 3.9 Kriteria Keaktifan Siswa
No. Interval Persentase Kriteria
1. 16% - 32 % Tidak Aktif
2. 33% - 49% Kurang Aktif
3. 50% - 66% Cukup Aktif
4. 67% - 83% Aktif
5. 84% - 100% Sangat Aktif
Mulyasa (2007:256) menyebutkan bahwa pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas jika seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75%) siswa terlibat aktif baik fisik, mental maupun sosial serta menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi, semangat yang besar dan rasa percaya diri. Dari hasil pengamatan aktivitas siswa diharapakan siswa aktif dalam pembelajaran sehingga proses pembelajaran siswa akan menarik.
3.7.2 Analisis Data Hasil Belajar Sebelum Perlakuan (Pre Test)
Analisis data sebelum perlakuan digunakan untuk mengetahui apakah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mmempunyai kemampuan awal yang sama, adapun pengujian yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Jika data berdistribusi normal, uji statistik yang dilakukan adalah uji parametrik. namun, jika data tidak terdistribusi normal maka dilakukan uji non parametrik. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS 16 yaitu One Sample K-S dengan taraf kepercayaan 95 % dan α 5%
atau 0,05. Data dinyatakan berdistribusi normal jika taraf signifikansi lebih dari 5% atau 0,05.
2. Uji Homogenitas
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah varians data sama atau tidak. Uji ini dilakukan sebagai prasyarat dalam analisis Independent Sample T Test. Uji homogenitas dilakukan menggunakan program SPSS 16
Levene Test dengan taraf kepercayaan 95% dan α 5% atau 0,05. Jika diperoleh taraf signifikansi lebih dari 5% maka dapat dikatakan bahwa varian sama atau homogen.
3. Uji Kesamaan Dua Rata-Rata
Uji kesamaan dua rata-rata digunakan untuk mengetahui bahwa tidak ada perbedaan awal yang signifikan terhadap dua kelas maka diadakan uji kesamaan dua rata-rata. Uji ini menggunakan program SPSS 16 Independent Sample T Test dengan taraf signifikansi α 5% dengan kriteria pengujian diterima jika Sig. (2-tailed) lebih dari 0,05 pada Equal varians assumed untuk data homogen, dan terima jika Sig. (2-tailed) lebih dari 0,05.
3.7.3 Analisis Data Hasil Belajar Setelah Perlakuan (Post Test)
Data hasil belajar setelah perlakuan yang dimaksud adalah data hasil post test yang dilakukan pada siswa setelah treatment (perlakuan). Analisis yang digunakan adalah:
1. Uji Normalitas
Uji normalitas data post test dilakukan dengan cara yang sama seperti pada uji normalitas data pre test, yaitu menggunakan program SPSS 16.
2. Uji Homogenitas
Uji homogenitas data post test dilakukan dengan cara yang sama seperti pada uji normalitas data pre test, yaitu menggunakan program SPSS 16.
3. Uji Hipotesis a. Uji Hipotesis 1
Hipotesis 1 menyatakan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dempet tahun ajaran 2012/2013. Peningkatan hasil belajar ini dapat dilihat dari perbedaan kemampuan awal siswa sebelum diberi perlakuan dan kemampuan akhir siswa kelas eksperimen setelah diberi perlakuan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Cara menguji hipotesis ini yaitu dengan membandingkan hasil kemampuan awal (Pre test) dengan kemampuan akhir (Post test) siswa kelas eksperimen. Untuk menguji hipotesis ini digunakan program SPSS 16 paired sample t-test pada skor pre-test dan post-test kelompok eksperimen dengan taraf kepercayaan α= 5%, H1 diterima apabila Sig. (2-tailed) < 0,05 pada Equal varians assumed.
b. Uji Hipotesis 2
Hipotesis 2 menyatakan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dempet tahun ajaran 2012/2013 menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Pengujian hipotesis ini menggunakan program SPSS 16 Independent Sample T Test dengan taraf kepercayaan α= 5%. Hasilnya H2 diterima apabila Sig. (2-tailed) < 0,05 pada Equal varians assumed untuk data homogen dan H2 diterima jika Sig. (2-tailed) < 0,05 pada Equal varians not assumed untuk data tidak homogen.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Penelitian eksperimen ini dilakukan untuk menguji efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dempet. Penelitian ini, dilaksanakan dengan bekerjasama dengan guru mata pelajaran di sekolah tersebut, yaitu Maskanah, S.Pd dan observer yang bertugas untuk mencatat hasil keaktifan siswa selama penerapan pembelajaran dilaksanakan. Untuk mengetahui keefektivitasan metode pembelajaran yang dilaksanakan, maka kelas eksperimen akan diuji untuk mendapatkan hasil akhir dan penentuan keefektivitasan penerapan metode pembelajan tersebut.
4.1.1 Deskripsi Objek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Dempet kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperiman dengan jumlah siswa 31 dan kelas XI IPS 4 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 31. Dimana dalam penelitian ini masing-masing kelas berawal dari kondisi yang normal dan homogen tanpa adanya kelas unggulan.
4.1.2 Tahap Pelaksanaan Penelitian
Tahap pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan mengetahui hasil belajar siswa mata pelajaran akuntansi pokok bahasan jurnal penutup dan jurnal pembalik dengan menggunakan model pembelajaran
model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) dengan model pembelajaran konvensional. Pelaksanaan eksperimen dilakukan selama 3 (tiga) kali pertemuan tatap muka, dengan rincian: 1 (satu) kali pre test, 2 (dua) kali pembelajaran dan 1 (satu) kali post test. Guna menguji penerapan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD), maka digunakan kelas pembanding (kelas kontrol). Pada kelas kontrol diterapkan pembelajaran tanpa penerapan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement