BAB IV : PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
2. Pelaksanaan Pembelajaran
Pembelajaran yang diterapkan di kelas eksperimen adalah pembelajaran dengan metode Crossword Puzzle, sedangkan kelas kontrol adalah pembelajaran konvensional dengan metode ceramah. Pembelajaran materi “Sistem Periodik Unsur” dalam penelitian ini dilaksanakan dalam dua pertemuan untuk kelas eksperimen dan dua pertemuan untuk kelas kontrol, dan satu pertemuan untuk tes akhir.
40 a. Pembelajaran dengan metode Crossword Puzzle pada Kelas Eksperimen
Pelaksanaan pembelajaran di kegiatan inti pada kelas eksperimen dengan menggunakan metode Crossword Puzzle adalah sebagai berikut
1) Pertemuan Ke-1
Pertemuan pertama pembelajaran kelas eksperimen dilaksanakan pada hari Jum’at, 9 September 2011 dengan alokasi waktu 2 x 45 menit. Pembelajaran berlangsung dengan metode Crossword Puzzle dan diskusi. Langkah-langkah pembelajarannya adalah sebagai berikut :
a) Pada kegiatan inti, peserta didik membentuk kelompok, dengan terdiri dari 5 anggota yang sifatnya heterogen.
b) Peserta didik diberi Crossword Puzzle (Teka-teki Silang) yang berisi tentang materi Sistem Periodik Unsur, masing-masing kelompok saling bertukar informasi dan mencatat hasil diskusi.
c) Peserta didik menarik kesimpulan dan mencatat dari hasil diskusi.
Setelah selesai diskusi, perwakilan dari peserta didik membacakan hasil diskusi di depan. Peserta didik dipandu oleh guru mengoreksi hasil pekerjaan.
Sebagai umpan balik, kemudian guru memberikan kuis. Pada materi Sistem Periodik Unsur.
2) Pertemuan Ke-2
Pertemuan kedua pembelajaran kelas eksperimen dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 16 september 2011 dengan alokasi waktu 2 x 45 menit. Pembelajaran berlangsung dengan metode Crossword Puzzle dan diskusi. Langkah-langkah pembelajarannya adalah sebagai berikut :
a) Pada kegiatan inti, peserta didik membentuk kelompok, dengan terdiri dari 5 anggota yang sifatnya heterogen.
b) Peserta didik diberi Crossword Puzzle (Teka-teki Silang) yang berisi tentang materi Sistem Periodik Unsur, Masing-masing anggota kelompok saling bertukar informasi dan mencatat hasil diskusi.
41 Setelah selesai diskusi, perwakilan dari peserta didik membacakan hasil diskusi di papan tulis. Peserta didik dipandu oleh guru mengoreksi hasil pekerjaan.
Sebagai umpan balik, kemudian guru memberikan kuis. Pada materi Sistem Periodik Unsur.
b. Pembelajaran pada Kelas Kontrol
Pembelajaran sistem periodik unsur di kelas kontrol dilaksanakan secara konvensional. Guru menyampaikan materi dengan metode ceramah, peserta didik mendengarkan informasi dari guru, kemudian mencatat dan guru memberikan soal latihan. Pada kelas kontrol ini, peserta didik tidak diminta untuk mempelajari terlebih dahulu materi yang akan dibahas. Mereka hanya menunggu informasi dari guru.
1) Pertemuan Ke-1
Pertemuan pertama pembelajaran kelas kontrol dilaksanakan pada hari Rabu, 7 september 2011 dengan alokasi waktu 2 x 45 menit. Pembelajaran berlangsung dengan metode ceramah. Guru menjelaskan materi sistem periodik unsur. Selama kegiatan pembelajaran, guru yang menyampaikan semua materi pelajaran, kemudian peserta didik diberikan soal.
2) Pertemuan Ke-2
Pertemuan kedua pembelajaran kelas kontrol dilaksanakan pada hari Rabu, 14 september 2011 dengan alokasi waktu 2 x 45 menit. Sama halnya dengan pertemuan pertama, pembelajaran pada pertemuan ini juga dengan metode ceramah. Guru menjelaskan materi Sistem Periodik Unsur.
Pembelajaran dengan pembelajaran ekspositori dapat membuat peserta didik lebih tenang karena guru yang mengendalikan peserta didik. Namun, peserta didik yang belum jelas kadang tidak berani, malu atau malas untuk bertanya pada guru. Hal ini terbukti setelah guru berkeliling untuk mengamati peserta didik mengerjakan soal, masih banyak peserta didik yang diam dan tidak mampu mengerjakan soal, dan tidak berusaha bertanya pada guru. Saat mengerjakan latihan soal hanya peserta didik yang pandai saja yang serius mengerjakan soal yang diberikan oleh guru sedangkan yang lain
42 cenderung pasif tidak berusaha mengerjakan apabila dirasa sulit untuk mengerjakan.
Di samping itu, pembelajaran dengan penerapan metode Crossword Puzzle membutuhkan waktu yang relatif lebih sedikit dari pada pembelajaran di kelas kontrol.
c. Tahap Evaluasi
Tujuan diadakannya evaluasi adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat penguasaan peserta didik dalam menguasai materi setelah proses pembelajaran berlangsung.
1) Data Nilai Pretest Kelas Eksperimen
Dari hasil penelitian pada kelas eksperimen sebelum penerapan metode
Crossword Puzzle sebagai metode pembelajaran nilai maksimal yang diperoleh = 68, sedangkan nilai terendah diperoleh = 16. Rentang nilai (R) = 52, sedangkan banyaknya kelas (k) diambil 7 kelas dan panjang kelas (P) adalah 8 atau 7 kelas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.1 berikut :
Tabel 4.1. Daftar Distribusi Nilai Pretest Kelas Eksperimen
Kelas fi 16 – 23 1 24 – 31 4 32 – 39 9 40 – 47 11 48 – 55 11 56 – 63 6 64 – 71 3 Jumlah 45 Rata-rata 44,53
43 2) Data Nilai Posttest Kelas Eksperimen
Data ini diperoleh pada kelas eksperimen setelah proses pembelajaran berlangsung, dimana dalam proses pembelajaran menggunakan metode
Crossword Puzzle sebagai metode pembelajaran. Dari data inilah akan membuktikan efektif atau tidaknya metode Crossword Puzzle sebagai metode pembelajaran. Metode Crossword Puzzle akan dianggap efektif apabila hasil pembelajaran antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol lebih jauh perbandingannya.
Hasil penelitian pada kelas eksperimen nilai maksimal yang diperoleh = 84, sedangkan nilai terendah diperoleh = 32. Rentang nilai (R) = 52, sedangkan banyaknya kelas (k) diambil 7 kelas dan panjang kelas (P) adalah 8,055 atau 8 kelas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut :
Tabel 4.2. Daftar Distribusi Nilai Posttest Kelas Eksperimen
Kelas fi 32 – 39 1 40 – 47 4 48 – 55 9 56 – 63 6 64 – 71 10 72 – 79 11 80 – 87 4 Jumlah 45 Rata-rata 62,22
3) Data Nilai Pretest Kelas Kontrol
Sebelum aktifitas pembelajaran dilakukan, tes dilakukan untuk mengetahui perbandingan dengan kelas eksperimen. Hasil penelitian pada kelas kontrol tersebut memiliki nilai maksimal yang diperoleh = 60, sedangkan nilai terendah diperoleh = 14. Rentang nilai (R) = 46, sedangkan banyaknya kelas (k) diambil 6 kelas dan panjang kelas (P) adalah 7,16 atau 8 kelas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut :
44 Tabel 4.3. Daftar Distribusi Nilai Pretest Kelas Kontrol
Kelas fi 14 – 21 9 22 – 29 6 30 – 37 6 38 – 45 10 46 – 53 5 54 – 61 8 Jumlah 44 Rata-rata 37,68
4) Data Nilai Posttest Kelas Kontrol
Hasil pembelajaran di kelas kontrol diperoleh, yang mana dalam proses pembelajaran di kelas kontrol tidak menggunakan metode Crossword Puzzle namun menggunakan metode ceramah sebagai metode dalam pembelajaran. Data yang diperoleh inilah yang akan menjadi perbandingan dengan kelas eksperimen.
Dari hasil penelitian setelah proses pembelajaran dilakukan pada kelas kontrol ini diperoleh bahwa nilai maksimal yang diperoleh = 80, sedangkan nilai terendah diperoleh = 32. Rentang nilai (R) = 48, sedangkan banyaknya kelas (k) diambil 7 kelas dan panjang kelas (P) adalah 8 kelas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut :
Tabel 4.4. Daftar Distribusi Nilai Posttest Kelas Kontrol
Kelas fi 1 2 32 – 39 8 40 – 47 13 48 – 55 10 56 – 63 6 64 – 71 3
45 1 2 72 – 79 3 80 – 87 1 Jumlah 44 Rata-rata 49,09
Perhitungan dari hasil test yang diperoleh kelas eksperimen dan kelas kontrol, menunjukkan adanya perbedaan. Dimana, nilai tertinggi dari test pada kelas eksperimen mencapai 84, sedangkan pada kelas kontrol mencapai 80.
Hasil perhitungan data pretest dan posttest yang diperoleh kelas eksperimen dan kelas kontrol, akan lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 3.
B. Analisis Data